Claim Missing Document
Check
Articles

Kontribusi Artificial Intelligence Dalam Mewujudkan Pembelajaran PAI Yang Adaptif Dan Inklusif Irwansyah Suwahyu
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan membawa peluang besar bagi transformasi pembelajaran, termasuk dalam bidang Pendidikan Agama Islam (PAI). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi AI dalam mewujudkan pembelajaran PAI yang adaptif dan inklusif melalui pendekatan kajian pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI melalui personalisasi materi, pemberian umpan balik otomatis, serta penyediaan fitur aksesibilitas bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus. Selain itu, AI mendukung guru sebagai fasilitator dan memperkaya pengalaman belajar melalui media interaktif dan pembelajaran kontekstual. Namun, penerapannya tetap harus berpijak pada nilai-nilai etika Islam untuk menjaga integritas spiritual peserta didik. Dengan demikian, AI dapat menjadi alat yang efektif dalam membangun pembelajaran PAI yang responsif terhadap keragaman dan kebutuhan individu peserta didik di era digital.
PERAN INOVASI TEKNOLOGI DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL Irwansyah Suwahyu
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran inovasi teknologi dalam transformasi pendidikan Islam di era digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Dalam penelitian kepustakaan, sumber data utama yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari sumber tertulis, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen lain yang relevan dengan topik penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam transformasi pendidikan Islam di era digital. Teknologi digital memungkinkan penyebaran ilmu pengetahuan Islam secara lebih luas dan efektif, meningkatkan kualitas dan akses pembelajaran, serta mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Namun tantangan seperti kesenjangan digital dan kesiapan sumber daya manusia masih perlu diatasi untuk memastikan keberhasilan penerapan teknologi dalam pendidikan Islam. Transformasi pendidikan Islam di era digital merupakan proses yang kompleks dan multidimensi. Hal ini mencakup perubahan metode pengajaran, kurikulum, alat bantu pembelajaran, serta pendekatan pedagogi dan etika. Meskipun transformasi ini menghadirkan tantangan, namun juga menawarkan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penyebaran ajaran Islam.
PERAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Miftahul Huda; Irwansyah Suwahyu
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tantangan Pendidikan Agama Islam di era kecerdasan buatan (AI). Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan dampak signifikan dalam bidang pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Teknologi AI seperti machine learning, chatbot, dan augmented reality (AR) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyediakan konten yang personal dan adaptif sesuai kebutuhan siswa. Artikel ini mengevaluasi peran AI dalam PAI, meliputi potensi penerapan, tantangan, dan dampaknya terhadap pembelajaran dan pengembangan kompetensi keagamaan. Metode penelitian kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber. Hasil menunjukkan bahwa AI dapat memperkaya proses pembelajaran namun juga menghadapi tantangan seperti ketergantungan teknologi dan masalah privasi. Dengan penerapan yang bijaksana, AI dapat mendukung dan memperbaiki pendidikan agama Islam secara signifikan.
Syaikh Nawawi Al-Bantani; Figur, Guru Para Ulama, Dan Santri Tanah Air Ismail Rosyid; Irwansyah Suwahyu
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.vol1iss1.0231

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang peranan Syaikh Nawawi al-Bantani sebagai seorang tokoh ulama Indonesia yang memiliki peranan penting terhadap perkembangan pendidikan Islam di Nusantara. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang mana data diperoleh melalui dokumen-dokumen yang dianalisis dengan analisis isi. Hasil studi ini mengemukakan bahwa Syekikh Nawawi Al-bantani merupakan figur umat Islam tanah air yang telah memberikan sumbangan keilmuannya melalui karya dan muridnya. Beliau juga turut berpartisipasi dalam pembaharuan pemikiran Islam, sehingga hal inilah yang menjadikan Syaikh Nawawi al-Bantani sebagai figur sekaligus guru para ulama dan santri Nusantara.
Peranan Guru Qur’an Hadis Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Ilmu Tajwid Irwansyah Suwahyu; Dedi Faizal Suwahyu; Ayudia Ria Sofiana
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.vol1iss1.0235

Abstract

Penelitian ini mengkaji peranan guru Qur’an Hadis dalam mengatasi kesulitan belajar ilmu tajwid peserta didik di MTs Madani Alauddin Paopao. Penelitian ini tergolong jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini memusatkan kajian pada satu objek tertentu yang diperlakukan sebagai suatu kasus. Data studi kasus dapat diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan, dengan kata lain dalam studi ini dikumpulkan dari berbagai sumber. Adapun sumber data penelitian ini adalah Kepala sekolah, dan guru bidang studi Qur`an Hadis MTs Madani Pao-pao Gowa. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelusuran referensi. Teknik pengolahan data dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor-faktor penyebab peserta didik mengalami kesulitan belajar ilmu tajwid adalah: a) Sulitnya peserta didik menghafalkan huruf hijaiyah karena banyaknya muatan jumlah hurufnya. b) Dalam materi nun sukun dan tanwin, hukum bacaan ikhfa peserta didik masih sulit untuk melafalkannya c) Dalam materi hukum bacaan Lam dan Ra peserta didik juga mengalami kesulitan dari segi pemahaman apalagi ketika membaca al qur`an rata-rata peserta didik tidak mampu mengetahui hukum bacaan ini. d) Dalam materi hukum bacaan Mad dengan pembagian hukum bacaan yang banyak peserta didik pada umumnya masih sulit untuk membedakan panjang sebuah bacaan ketika terdapat hukum bacaan Mad di dalammnya. 2)Upaya guru Qur`an Hadis dalam mengatasi kesulitan belajar ilmu tajwid siswa di MTs Madani Pao-pao, dengan melakukan pengelompokkan peserta didik yang telah paham ilmu tajwid dan yang belum paham, sehingga peserta didik yang telah paham tentang ilmu tajwid dapat membantu peserta didik yang lain dalam memahami ilmu tajwid, menerapkan metode pembelajaran Ilmu Tajwid yang berbeda, contohnya metode strip story, dengan metode tersebut guru dapat mengontrol perkembangan peserta didik dalam memahami Ilmu tajwid, memberikan bimbingan, menambah jam pelajaran serta memberikan tugas untuk menambah pengalaman peserta didik dalam mempelajari ilmu tajwid.
Introduction to Sexual Education Using Animated Video for Early Childhood Sulaiman, Dwi Rezky Anandari; Fakhri, M. Miftach; Sanatang, Sanatang; Dewi, Shabrina Syntha; Suwahyu, Irwansyah
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v1i6.2431

Abstract

Sex education for early childhood is a crucial step in preventing sexual abuse, particularly within an educational environment rooted in Islamic values. This program introduced sex education through animated videos at Al-Furqan Islamic Kindergarten, utilizing child-friendly and religiously appropriate educational media. Through an Action Research approach, the program was implemented in five stages: preparation, implementation, evaluation, reflection, and improvement actions. The results indicate that animated videos effectively enhanced children's understanding of self-protection and body boundaries. The program also alleviated parental concerns about the sensitive nature of the topic through their involvement in educational sessions and discussions, which helped create a supportive educational environment. Evaluation demonstrated a significant improvement in children's comprehension, while reflection provided valuable insights for continuous improvement, including developing a communication guide for parents. Overall, animated videos proved to be an effective method for introducing comprehensive sex education to young children, integrating Islamic values, and fostering collaboration between schools and families.
Digital Literacy and Digital Ethics Strengthening Program For Generation Z in The Information Era for High School Students Masni, Masni; Asrianti, Asrianti; Gani, Andika Wahyudi; Muhtar, Muhtar; Suwahyu, Irwansyah; Asriadi, Muhammad
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2025): Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v2i5.2533

Abstract

This community engagement program aims to enhance digital literacy and digital ethics among Generation Z, particularly high school students in grades XI and XII in Wonomulyo, in response to the complex challenges of the information era. As digital naives, Generation Z has broad access to technology but often lacks the critical and ethical skills necessary for responsible digital media use. This program was designed to provide a comprehensive understanding of how to use digital platforms wisely, safely, and ethically through participatory and experiential learning methods. The implementation included socialization sessions, interactive workshops, case simulations, group discussions, and student-led digital campaigns. The results showed a significant improvement in students’ conceptual understanding, critical thinking abilities, and ethical awareness in navigating digital content. Participants also displayed strong enthusiasm in formulating a digital code of ethics and raising collective awareness about the dangers of misinformation, cyberbullying, and negative digital footprints. With active support from school officials and facilitators, the program effectively fostered responsible digital citizenship. It is hoped that this initiative can be sustainably replicated within the school environment and further developed as part of a character education curriculum rooted in digital competence. Strengthening digital literacy and ethics is a crucial step in preparing young generations to face global challenges wisely and ethically.
Co-Authors Abd. Rahman Patta Abdal, Nurul Mukhlisa Ainun Zahra Adistia Amiruddin Hambali Amri Rahman Amri Rahman Anam, Muh. Yusril Andi Ahmad Taufiq Andi Baso Kaswar Andi Baso Kaswar Andi Dio Nurul Awalia Andi Faiz Nabiel Rasyid Andi Muhammad Taufik Ali Angga Adit Pratama Anisa M, Nurul Annajmi Rauf Aqsha, Ismail Ari Andrian Waratman Ashadi, Nini Rahayu Ashadi, Ninik Rahayu Asham Bin Jamaluddin Ashari, Hilda Aslinda, Ummu Asrianti, Asrianti Asriati Asriati, Asriati Ayudia Ria Sofiana Ayudia Ria Sofiana Bando, Arifin Daud Mahande, Ridwan Dedi Faizal Suwahyu Dedi Faizal Suwahyu Dewi, Shabrina Syntha Dyah Vitalocca Edy, Marwan Ramdhany Hanum Zalsabilah Idham Hisnuddin, Hisnuddin Ikrananda Imran Indah Amaliah Ismail Rosyid Ismail Rosyid Jamaluddin Jamaluddin M. Al Ihlas M. Al Ihlas M. Miftach Fakhri Mahmudi, Akhsan Marzuki, Kartini Masni Masni Masrurah, Ushwa Dwi Ma’ruf , Muhammad Miftahul Huda Miftahul Huda Miru, Alimuddin Sa'ban Muh. Agung Sidiq Muh. Reyhansyah Syahrir Muh. Yusril Anam Muhammad Asriadi Muhammad Fajar B Muhammad Haristo Rahman Muhammad Ma’ruf Muhtar Muhtar Mukhlisah Abdal, Nurul Muliaty Yantahin Muttaqia Muttaqia Nasrah Natsir Ninik Rahayu Ashadi Nur Syafitra Ramadhani Nurfadilah Istiqamah Nurhilaliyah Nurhilaliyah Nurhilaliyah, Nurhilaliyah Nurmila Nurmila Nurrahmah Agusnaya Nurul Fajriani Rasid Nurul Mukhlisah Abdal Nurul Mukhlisah Abdal Putri Maharani, Geby Putri Nirmala Ramli Rasjid, A. Riana T. Mangesa Ricky Saputra Rosidah Sanatang Setialaksana, Wirawan - Shabrina Syntha Dewi Sidik Sidin, Udin Sitti Muthmainnah Sitti Muthmainnah Sofyan Taurid Ode Madi suhaeb, Sutarsi Suhartono, Suhartono Sulaiman, Dwi Rezky Anandari Syahrul Syukur, Pramudya Asoka Udin Sidik Sidin Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando Veronika Asri Tandirerung Wahyudi Gani, Andika Wardani, Ayu Tri Yasin Anil Hakim Gobel Yohana Rara Yuanita B Yuanita B Zahra Humairah H. S. Pongkapadang