Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Hematologi Sel Darah Putih (Eosinofil) pada Sapi Bali yang Terinfestasi Cacing Aminurrahman, Aminurrahman; Putra, Ryan Aryadin; Septian, I Gede Nano; Amalyadi, Rezki; Anwar, Khairil; Sumadiasa , I Wayan Lanus
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah eosinofil pada sapi Bali yang terinfestasi cacing. Tiga puluh sapi Bali digunakan dalam penelitian ini diperiksa jumlah telur cacing dengan metode sedimentasi dan metode apung dan jumlah eosinofil dengan metode differensial leukosit dan data ini diuji menggunakan t-Test dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kondisi badan sapi Bali yang terinfestasi cacing trematoda (3,1±1,19) dengan terinfestasi cacing nematoda (2,9±1,66) tidak berbeda nyata (P>0,05). Jumlah eosinofil (103/μl) sapi bali yang terinfestasi cacing trematoda (14,5±7,93 ) dengan terinfestas cacing nematoda(14,2±5,57) tidak berbeda nyata (P>0,05). Jumlah telur cacing (egg/g feses) pada sapi yang terinfestasi cacing nematoda (19,4±14,34) sangat berbeda nyata terhadap jumlah telur cacing pada sapi yang terinfestasi cacing trematoda (4,4±4,47) (P<0,01). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah telur cacing dan jumlah eosinofil yang terinfeksi trematoda tidak mempengaruhi kondisi badan sapi Bali. Sedangkan jumlah telur cacing dan jumlah eosinofil yang terinfeksi nematoda mempengaruhi kondisi badan sapi Bali.
Pemetaan Komoditas Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat Hermansyah, Hermansyah; Nugroho, Muh. Prasetyo; Fachry, Anwar; Taqiuddin, Moh.; Amalyadi, Rezki
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.1014

Abstract

Sektor peternakan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah di Nusa Tenggara Barat, sehingga pemetaan potensi peternakan di Kabupaten Sumbawa Barat menjadi langkah strategis untuk merumuskan arah pengembangan yang berbasis potensi lokal dan ketersediaan sumber daya pakan. Penelitian ini bertujuan memetakan potensi peternakan Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tengara Barat. Penelitian yang memotret potensi peternakan 8 kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat ini dilakukan menggunakan perpaduan pendekatan survei, focus group discussion dan analisis data sekunder. Fokus kajian yang dilaksanakan selama enam bulan pada paruh pertama tahun 2025 ini adalah ternak besar (sapi, kuda, kerbau) dan ternak kecil (kambing dan domba). Potensi serta keberadaan ternak besar dan kecil tersebut peluang pengembangannya merujuk terutama pada ketersediaan pakan di masing-masing kecamatan. Analisis data menggunakan analisis Location Question (LQ), analisis shift share, analisis model rasio pertumbuhan dan pendekatan overlay. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Poto Tano dan Jereweh merupakan wilayah yang unggul secara spasial dan fungsional berdasarkan hasil analisis Location Question (LQ), Shift Share, dan rasio pertumbuhan. Hasil analisis overlay mengindikasikan pentingnya pengembangan klaster ternak lokal berbasis pakan di zona Zona A (Kecamatan Poto Tano dan Jereweh) dan Zona B (Seteluk dan Taliwang) yang potensial dikembangkan sebagai kawasan penguatan bagi infrastruktur dan SDM. Adapun Kecamatan Maluk dan Brang Ene membutuhkan intervensi strategis untuk bisa berkembang.
Cichorium intybus as a Functional Food: Bioactive Compounds and Antidiabetic Potential Amalyadi, Rezki; Karni, Ine; Aminurrahman, Aminurrahman; Septian, I Gede Nano
International Journal of Food Sciences and Nutrition Innovations Vol. 1 No. 2 (2025): International Journal of Food Sciences and Nutrition Innovations (December)
Publisher : CV. Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/ijfsni.v1i2.62

Abstract

Background of study: Cichorium intybus L., or chicory, is a nutrient-dense plant that has traditionally been used as a forage crop and vegetable. It is now gaining attention for its bioactive compounds, which have therapeutic potential, particularly for managing type 2 diabetes mellitus.Aims and scope of paper: This systematic review examines the nutritional composition and phytochemical profile of chicory, as well as its antidiabetic mechanisms, to highlight its potential role in the prevention and management of diabetes as a functional food.Methods: A systematic literature review was conducted in accordance with PRISMA guidelines. Peer-reviewed articles published between 2019 and 2022 were identified using the databases Scopus, PubMed, and Web of Science. The eligible studies focused on chicory’s bioactive compounds and their metabolic effects. Data extraction and quality appraisal were performed using a standardized CASP checklist, and thematic synthesis was applied.Result: 36 studies were included. Chicory was found to be rich in inulin, phenolic acids (e.g., chicoric acid and caffeic acid), flavonoids (e.g., luteolin and quercetin), and sesquiterpene lactones. These compounds improve insulin sensitivity, inhibit carbohydrate-digesting enzymes, regulate lipid metabolism, and protect pancreatic beta cells via antioxidant and anti-inflammatory pathways. Chicory-derived ingredients are used in prebiotic formulations, functional foods, and animal feeds.Conclusion: Chicory has significant antidiabetic potential through multiple target mechanisms. However, the current evidence is primarily preclinical with few human trials. Standardized clinical studies are needed to validate its efficacy and determine the optimal dosage and long-term safety. Due to its accessibility and versatility, chicory is a promising functional food for supporting metabolic health and sustainable nutrition.
Transformasi Genetik pada Tanaman Pakan Lokal: Sebuah Tinjauan Literatur tentang Peningkatan Nutrien untuk Peternakan Berkelanjutan Rezki Amalyadi
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1487

Abstract

Transformasi genetik merupakan strategi potensial untuk meningkatkan nilai gizi dan ketahanan tanaman pakan, sehingga memberikan manfaat besar bagi produktivitas ternak dan pertanian berkelanjutan, terutama di negara berkembang dengan keterbatasan kualitas pakan. Artikel ini meninjau penerapan berbagai teknik transformasi genetik, termasuk transformasi yang dimediasi Agrobacterium, biolistik, CRISPR/Cas9, transgenik, dan interferensi RNA (RNAi) dalam perbaikan kualitas nutrisi serta pengurangan faktor anti-gizi pada tanaman pakan utama. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap lebih dari 60 publikasi internasional terindeks Scopus, Web of Science, PubMed, dan ScienceDirect pada periode 2000–2025. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang relevan dengan tanaman pakan seperti jagung, kedelai, singkong, dan sorgum. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif, dengan peringkasan kuantitatif menggunakan analisis kecenderungan rata-rata dan perbandingan antarspesies. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa transformasi genetik mampu meningkatkan kadar asam amino esensial, kandungan energi, serta menurunkan faktor anti-nutrisi pada tanaman pakan. Perubahan ini terbukti meningkatkan performa hewan dan efisiensi konversi pakan dalam berbagai sistem produksi. Namun, adopsi di negara berkembang masih rendah karena kendala biaya, keterbatasan infrastruktur, tantangan regulasi, dan skeptisisme publik. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, investasi pada sarana penelitian, serta edukasi masyarakat, transformasi genetik berpotensi menjadi instrumen kunci dalam memperkuat kualitas pakan dan mendukung ketahanan pangan di wilayah dengan sumber daya terbatas melalui pengembangan sistem peternakan yang lebih berkelanjutan.
Inovasi Pemanfaatan Silase Batang Jagung sebagai Pakan Alternatif untuk Peternak di Desa Teruwai Rezki Amalyadi
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Teruwai di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, menghadapi tantangan dalam penyediaan pakan hijauan berkualitas sepanjang tahun, terutama pada musim kemarau. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas 30 peternak dalam mengolah batang jagung pascapanen menjadi silase sebagai alternatif pakan fermentasi yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik lapangan, dan evaluasi hasil fermentasi. Peternak dilatih mencacah batang jagung, menambahkan starter EM4, serta menyimpan bahan dalam kondisi anaerob selama 21 hari. Hasil kegiatan menghasilkan sekitar 1 Ton silase, dengan kualitas yang baik, ditunjukkan oleh aroma asam segar, warna kecokelatan, dan tekstur yang kompak. Respons ternak terhadap silase menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi silase sederhana berbasis bahan lokal dapat diterapkan secara mandiri serta berkontribusi terhadap efisiensi biaya pakan, peningkatan kesejahteraan peternak, dan penguatan ekonomi sirkular serta ketahanan pangan lokal berbasis sumber daya desa.
Innovative Cultivation Strategies for Echinochloa Colona in Marginal Lands as a Sustainable Livestock Feed Resource Amalyadi, Rezki
Journal of Innovation in Applied Natural Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Innovation in Applied Natural Science
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jinas.v1i1.35

Abstract

Background of Study: The growing global demand for high-quality livestock forage is increasingly constrained by land scarcity and climate variability. Marginal lands such as saline soils, degraded peatlands, and arid regions remain underutilized, yet hold promise for sustainable forage production without competing with prime agricultural land.Aims and Scope of Paper: this review aims to evaluate the potential of Echinochloa colona, a fast-growing and stress-tolerant wild grass, as a sustainable forage crop for cultivation on marginal lands, focusing on its agronomic performance, nutritional value, and contributions to livestock feed system sustainability.Methods: a narrative literature review was conducted using Scopus and Google Scholar, focusing on peer-reviewed articles published between 2004 and 2025, with 59 articles selected through a systematic screening process.Results: the findings show that E. colona thrives under adverse conditions, produces high biomass, and offers notable protein content, dietary fiber, and essential micronutrients that support livestock productivity. Agronomic enhancements such as minimum tillage, drip irrigation, biofertilizer use, and polyculture with legumes significantly improve its yield and quality. However, issues such as herbicide resistance, inadequate seed systems, limited farmer awareness, and lack of policy and market support remain barriers to adoption.Conclusion: integrating E. colona into marginal land-based livestock systems presents an opportunity to enhance feed security, combat land degradation, and foster climate-resilient agriculture through adaptive management, technological innovation, and supportive institutional frameworks.
Transformasi Sistem Pakan Ternak melalui Inovasi dan Teknologi Presisi: Membangun Kemandirian Pangan Hewani Berbasis SDM Unggul Amalyadi, Rezki
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 4 No 1 (2026): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v4i1.1698

Abstract

Latar belakang: Sistem pakan ternak merupakan faktor penting dalam mewujudkan swasembada pangan hewani yang berkelanjutan di Indonesia. Saat ini, sektor ini menghadapi berbagai tantangan serius, antara lain tingginya ketergantungan pada bahan baku impor seperti jagung dan bungkil kedelai, fluktuasi harga global, serta keterbatasan pemanfaatan sumber daya lokal. Permasalahan lain mencakup variabilitas kualitas dan keamanan pakan akibat standar mutu yang belum seragam, hambatan rantai pasok dan logistik terutama di daerah dengan infrastruktur terbatas, serta kesenjangan sumber daya manusia dan teknologi yang membatasi adopsi inovasi, khususnya di kalangan peternak kecil. Metode: Kajian ini disusun melalui pendekatan tinjauan pustaka dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah, laporan kebijakan, dan hasil penelitian terkini yang relevan dengan sistem pakan ternak di Indonesia maupun negara tropis lainnya. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi tantangan utama serta solusi inovatif yang berpotensi diterapkan. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi dalam formulasi dan produksi pakan, seperti fermentasi, probiotik, aditif alami, serta pemanfaatan produk samping agroindustri, mampu meningkatkan efisiensi nutrisi sekaligus mendukung keberlanjutan. Selain itu, penerapan teknologi presisi berbasis Internet of Things (IoT), sensor pintar, dan machine learning semakin berperan dalam manajemen pakan yang lebih cermat dan berbasis data. Agar transformasi ini optimal, diperlukan dukungan berupa pelatihan digital, kolaborasi lintas sektor, serta pemberdayaan generasi muda sebagai motor penggerak. Kesimpulan: Pembangunan sistem pakan ternak yang mandiri dan berdaya saing membutuhkan pendekatan integratif melalui inovasi teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan kebijakan nasional yang adaptif serta sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.