Claim Missing Document
Check
Articles

Leadership and School Culture: Their Influence on Increasing Competence, Relevance, and Quality Aspects in Senior High Schools Torro, Supriadi; Tamrin, Sopian; Arhas, Sitti Hardiyanti
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 10 Number 2 August 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v10i2.56324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah terhadap peningkatan mutu sekolah menengah atas di Sulawesi Selatan. Konsep mutu pendidikan dipahami sebagai pencapaian kualitas yang memenuhi atau melebihi harapan penerima, termasuk aspek kompetensi, relevansi, fleksibilitas, efisiensi, berdaya hasil, dan kredibilitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik Proportionate Random Sampling untuk memilih 226 kepala sekolah sebagai responden. Hasil analisis deskriptif menunjukkan variasi karakteristik responden dalam hal jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, lama mengajar, dan status jabatan. Uji regresi linear berganda dilakukan untuk menguji pengaruh variabel independen (kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah) terhadap variabel dependen (peningkatan mutu sekolah). Hasil uji F menunjukkan bahwa kedua variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap peningkatan mutu sekolah (F = 104,064, p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah memiliki dampak yang positif terhadap peningkatan mutu sekolah. Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan dan praktisi pendidikan untuk memperhatikan aspek-aspek kepemimpinan dan budaya sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menengah atas. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi dan kebijakan pendidikan yang lebih efektif dan berkualitas di masa depan.
The Dynamics Of Space Struggles Over The Lae-Lae Island Reclamation Project In Makassar City Tamrin, Sopian; Amandaria, Riri; Irwansyah, Idham; Najamuddin, Najamuddin
Jurnal Mamangan Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v13i1.8077

Abstract

The planned reclamation of Lae-Lae Island undoubtedly poses a threat to the marine ecosystem and the livelihoods of the surrounding fishing communities. This research aims to depict the dynamics of spatial contestation arising from this situation. To elucidate these dynamics, the researcher employs Henri Lefebvre's sociology of space and Edward Soja's geographical imagination. Utilizing a qualitative descriptive approach, data were gathered through observation, interviews, and documentation involving twenty-three informants. Findings reveal the dynamics of spatial contestation on Lae-Lae Island, including the emergence of spatial awareness as a socio-economic arena and the mobilization of resources from both the island community and external parties. Internal mobilization, led by community leaders, actively fosters solidarity among residents in rejecting the reclamation, while external resource mobilization involves actors from environmental organizations, media, and academia. The research concludes that community resistance stems from the direct implications of reclamation on residents' living space and livelihoods, particularly those of fishermen. The integration of Henri Lefebvre's sociological analysis and Edward Soja's geographical imagination provides a fresh perspective on social movement phenomena and spatial contestation.
Diskontinuitas Kurikulum Pendidikan Indonesia Sopian Tamrin; Syamsu A Kamaruddin; Arlin Adam
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i1.16713

Abstract

Pendidikan di Indonesia tidak pernah benar-benar dirumuskan secara mendalam dan beorientasi jangka panjang. Hal ini terbukti dengan perubahan kurikulum dari waktu-waktu. Kurikulum di Indonesia setidaknya mengalami perubahan sebelas kali. Perubahan tersebut paling sering terjadi pada transisi pergantian kekuasaan dalam pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji patahan historis kurikulum pendidikan di Indonesia melalui perspektif teori diskontinuitas Michel Foucault. Penelitian ini merupakan jenis studi literature dan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis historis. Data dikumpulkan melalui sumber literatur yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, laporan penelitian, serta kebijakan pendidikan yang pernah diterapkan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kurikulum di Indonesia menunjukkan adanya perubahan diskursus dominan setiap rezim kekuasaan. Oleh karena itu, perkembangan kurikulum di Indonesia tidaklah bersifat linear dan berkelanjutan melainkan sekumpulan patahan historis dari waktu ke waktu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang lebih berkesinambungan dan berorientasi jangka panjang sangat diperlukan dalam perumusan kurikulum di Indonesia agar mampu menciptakan sistem pendidikan yang stabil dan berorientasi jangka panjang. 
PKM: EDUKASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL BAGI IBU-IBU DI PULAU LAE-LAE KOTA MAKASSAR Tamrin, Sopian; Chakti, Andi Gunawan Ratu; Sulaiman, Herlina; Jumadi, Jumadi; Irwansyah, Idham
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 June 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v4i1.72743

Abstract

Peningkatan literasi digital masyarakat pedesaan, seperti di Pulau Lae-Lae, Makassar, menjadi krusial mengingat 70% penduduk Indonesia aktif di media social, namun rentan hoaks dan penipuan daring. Pengabdian ini menyasar ibu-ibu melalui pelatihan interaktif selama 8 minggu, mencakup verifikasi informasi, keamanan data, dan pemanfaatan media sosial untuk promosi produk lokal. Metode partisipatif berbasis studi kasus dan pembelajaran teman sebaya berhasil meningkatkan pemahaman peserta dalam menghindari risiko digital. Kendala utama meliputi infrastruktur internet terbatas dan kesenjangan akses teknologi. Program ini menekankan kolaborasi pemerintah-komunitas untuk edukasi berkelanjutan guna mendorong pemberdayaan ekonomi dan ketahanan digital desa.
Managing Differences Through Religiousness That Has An Impact In A Fragmented Society: Thoughts On The Sociology Of Religion Najamuddin; Alimin Alwi; Sopian Tamrin; Hasruddin Nur
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 4 No. 03 (2025): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v4i03.2034

Abstract

The phenomenon of modern multicultural societies and diversity of identities often leads to social fragmentation. This paper emphasizes the role of religion as a mediator of social integration, a provider of shared values, and a symbolic space that unites society. This research was conducted using a reflective qualitative approach through literature study and theoretical analysis of the sociology of religion. Data collection techniques involved documentation, specifically the review of academic works, journal articles, and key books in the field of religious sociology relevant to the topics of social integration and religiosity. Meanwhile, data analysis techniques employed thematic content analysis, focusing on the interpretation of meaning, values, and the social functions of religious practices within the context of a multicultural society. The results of the analysis show that open and impactful religious practices can be a middle ground in dealing with the complexity of a fragmented society. This article recommends strengthening inclusive religiosity through education, social policies, and interfaith forums in order to build sustainable social cohesion.
Coaching dan Tuntunan Relasi Sosial Kerukunan dan Keagamaan Pada Masyarakat Desa Transisi Ashari, Ashari; Torro, Supriadi; Tamrin, Sopian; Najamuddin, Najamuddin; Saifuddin, Saifuddin
Humanis Vol 24, No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i1.74104

Abstract

Desa transisi merupakan daerah, yang mengalami peralihan, dari kehidupan tradisional menuju modernisasi.  Para subyek , yang terdapat dalam komunitas tersebut, mengalami tantangan  dalam menjaga relasi sosial dan kerukunan keagamaan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengungkan, pembinaan social keagamaan, pada Komunitas Tandara di Desa Kaili, Sulawesi Selatan.  Metode pengabdian dilakukan secara langsung melalui ceramah agama dan diskusi partisipatif di masjid, serta melalui media sosial seperti WhatsApp.  Hasilnya menunjukkan adanya kepemahman terhadap kerukunan, keharmonian hidup, dan peningkatan terhadap nilai-nilai kehidupan dalam kehidupan keagamaan dan bermasyarakat.  Pengabdian ini,  dapat memberikan daya rekat yang kuat dalam membangun relasi dan tatanan sosial yang lebih bermartabat pada komunitas sasaran.Abstract. Transitional villages are areas experiencing a transition from traditional life to modernization.  The subjects, who are in this community, experience challenges in maintaining social relations and religious harmony. This service aims to promote socio-religious development in the Tandara Community in Kaili Village, South Sulawesi.  The service method is carried out directly through religious lectures and participatory discussions in mosques, as well as through social media such as WhatsApp.  The results show an understanding of harmony, harmony of life, and an increase in life values in religious and social life.  This dedication can provide a strong adhesive force in building relationships and a more dignified social order in the target community.
Tradisi Ziarah Kubur (Majerra’) Pasca Pernikahan Di Desa Allakuang Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap Niar, Niar; Ismail, Ashari; Tamrin, Sopian
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.71950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: 1) Tradisi ziarah kubur atau majjerra' pasca pernikahan di Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, 2) Makna tradisi ziarah kubur atau majjerra' pasca pernikahan di Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Tradisi ziarah kubur (majerra’) pasca pernikahan tetap eksis dalam masyarakat Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, berkaitan dengan Syekh Abdul Rahman / Syekh Bojo sebagai kifrah dalam penyebaran islam, penamaan tradisi ziarah kubur sebagai majerra’, tradisi ziarah kubur yang dilakukan pasca pernikahan, dan adanya fungsi tradisi majerra’ tersebut di masyarakat. 2) Makna tradisi ziarah kubur atau majjerra' pasca pernikahan di Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap termuat dalam pelaksanaan tradisi yang meliputi persiapan ziarah, waktu dan penyelenggaraan ziarah, dan tata ruang makam. Makna tersebut menghasilkan nilai-nilai berupa nilai spritual, nilai tradisi (budaya), dan nilai silaturahmi. Dalam teori Fungsionalisme, pemenuhan kebutuhan biologis dari tradisi ziarah kubur (majerra’) dikaitkan dengan keselamatan dan keberlangsungan keturunan sedangkan kebutuhan psikologis berupa penghargaan dan penghormatan kepada leluhur. Sehingga tradisi tersebut dilakukan dari generasi ke generasi secara turun temurun. Secara simbolik tradisi ziarah kubur (majerra’) pasca pernikahan bermakna penghormatan, ungkapan rasa syukur hingga keharusan sebagai keberlanjutan tradisi yang kemudian menghasilkan nilai-nilai tradisi berupa nilai spitual, nilai tradisi (budaya) dan nilai silaturahmi.
Diskontinuitas Kurikulum Pendidikan Indonesia Tamrin, Sopian; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i1.16713

Abstract

Pendidikan di Indonesia tidak pernah benar-benar dirumuskan secara mendalam dan beorientasi jangka panjang. Hal ini terbukti dengan perubahan kurikulum dari waktu-waktu. Kurikulum di Indonesia setidaknya mengalami perubahan sebelas kali. Perubahan tersebut paling sering terjadi pada transisi pergantian kekuasaan dalam pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji patahan historis kurikulum pendidikan di Indonesia melalui perspektif teori diskontinuitas Michel Foucault. Penelitian ini merupakan jenis studi literature dan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis historis. Data dikumpulkan melalui sumber literatur yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, laporan penelitian, serta kebijakan pendidikan yang pernah diterapkan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kurikulum di Indonesia menunjukkan adanya perubahan diskursus dominan setiap rezim kekuasaan. Oleh karena itu, perkembangan kurikulum di Indonesia tidaklah bersifat linear dan berkelanjutan melainkan sekumpulan patahan historis dari waktu ke waktu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang lebih berkesinambungan dan berorientasi jangka panjang sangat diperlukan dalam perumusan kurikulum di Indonesia agar mampu menciptakan sistem pendidikan yang stabil dan berorientasi jangka panjang. 
Perlindungan Sosial Inklusif Bagi Lanjut Usia (Lansia) di Kelurahan Mangalli Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Jannah, Miftahul; Idrus, Idham Irwansyah; Tamrin, Sopian
Jurnal Community Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v10i2.9563

Abstract

This research seeks to ascertain: 1) the execution of inclusive protection for the elderly in Manggali Village, Pallangga Sub District, Gowa District; and 2) the obstacles to comprehensive social protection for the elderly in Manggali Village, Pallangga Sub District, Gowa District. This study is qualitative and utilizes a descriptive methodology, and also employs a purposive sample method to identify informants, comprising the elderly, government personnel from Mangalli Village, community members, and older cadres. The data collection methods were observation, interviews, and documentation. The study confirms the validity of the data via source triangulation and utilizes data reduction, data presentation, and conclusion formulation as techniques of analysis. The research findings indicate that firstly, Government initiatives, including administrative services, social assistance, social services, and social security, offer comprehensive social protection for the elderly in Mangalli Village, Pallangga District, Gowa Regency. Secondly, The obstacles to inclusive social protection in Mangalli Village, Pallangga Sub District, Gowa District encompassing the health status of the elderly, the incomplete documentation of elderly individuals lacking identity cards (KTPs) and family cards, the absence of annual updates to government data, and insufficient budget allocation.
Patriarki Berkedok Tubuh Perempuan: Sebuah Analisis Feminis Tamrin, Sopian
Jurnal Perspektif Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v7i2.858

Abstract

Keterlibatan perempuan dalam kontestasi politik tidak bisa lagi jadi ukuran emansipasi. Lebih jauh daripada itu perlu ada penelusuran mendalam terkait latar belakang keluarga dan aktivisme serta konstribusi mereka pada isu kesetaraan perempuan. Tulisan ini bertujuan untuk menyingkap praktik patriarki berkedok tubuh perempuan dalam dunia politik. Fenomena tersebut kemudian akan dianalisis dengan teori feminisme. Tulisan ini merupakan jenis kualitatif dengan jenis deskriptif. Sedangkan data diperoleh melalui kegiatan observasi, dan dokumentasi. Observasi dilakukan di ruang publik dengan fokus pada kemunculan kandidat perempuan di daerah sulawesi selatan khususnya dalam pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah. Sedangkan dokumentasi dilakukan dari berbagai sumber seperti data KPU dan berita media massa baik cetak maupun online terkait calon-calon perempuan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dalam kerangka feminis. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar perempuan yang muncul dalam kontestasi politik adalah kerabat penguasa atau pengusaha di wilayah sulawesi selatan. Mereka juga tidak memiliki belakang aktivisme yang menunjukkan rekam jejak kepedulian dan perjuangan terkait isu dan masalah perempuan. Eksistensi mereka karena adanya nama besar keluarga di bekalangnya, seperti; istri, anak, saudara, menantu, atau ponakan dari pejabat atau pemilik modal. Sehingga bisa disimpulkan bahwa munculnya perempuan dalam dunia politik tidak lain adalah perpanjangan tangan dari kelompok dominan (laki-laki) dalam upaya melanggengkan kekuasaannya.