Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Game Based Learning (GBL) Berbantuan Media Marbel terhadap Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Annisa, Tantri; Izzatika, Amrina; Khairani, Fadhilah; Sowiyah, Sowiyah
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 13 No 2 (2025): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol13issue2page461-468

Abstract

Penelitian membahas masalah tentang rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SD Negeri 5 Metro Pusat. Masalah tersebut muncul karena kurangnya inovasi pendidik dalam penggunaan dan mengembangkan model dan media pembelajaran yang dapat mendukung hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh yang positif pada model pembelajaran game based learning berbantuan media marbel terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV. Populasi dan sampel penelitian ini berjumlah 53 peserta didik yang ditentukan menggunakan purposive sampling. Jenis penelitian eksperimen dengan desain penelitian pretest posttest nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Data dianalisis melalui uji regresi sederhana. Hasil uji regresi sederhana menunjukan terdapat pengaruh game based learning berbantuan media marbel terhadap hasil belajar. Sehingga, game based learning berbantuan media marbel dapat dijadikan alternatif bagi pendidik dalam pemilihan model dan media yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Pengaruh Model Discovery Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis IPAS Peserta Didik Sekolah Dasar Nandayani, Komang; Izzatika, Amrina; Rizqi, Yoga Fernando; Riswandi, Riswandi
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 13 No 2 (2025): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol13issue2page469-479

Abstract

Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi dari tujuan pendidikan abad 21. Namun pada kenyataannya, ditemukan masalah terkait rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V di SD Negeri 1 Segalamider Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pada penerapan model discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis IPAS peserta didik kelas V sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen dengan pendekatan quasi experimental dan desain penelitian menggunakan nonequivalent control group design. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan populasi sebanyak 109 peserta didik dengan sampel sebanyak 56 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik tes berupa tes uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis IPAS peserta didik. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan Fhitung = 15,65 ≥ Ftabel = 4,21 dan N-Gain sebesar 0,36 dengan kategori sedang. Maka H0 ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada penerapan model discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis IPAS peserta didik sekolah dasar.
Analisis Dampak Implementasi P5 Melalui Kegiatan Membatik Ecoprint terhadap Pengembangan Karakter Peserta Didik pada Dimensi Profil Pelajar Pancasila Nursabila, Nida; Maharani, Ni Wayan Linda; Ramadhan, Galuh; Supriyadi, Supriyadi; Izzatika, Amrina
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1254

Abstract

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode tinjauan pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui kegiatan ecoprint dan pengaruhnya terhadap pengembangan karakter peserta didik yang ada di dimensi profil pelajar pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 melalui kegiatan membatik ecoprint memberikan dampak positif terhadap pengembangan karakter peserta didik, terutama dalam meningkatkan nilai-nilai kreatif, mandiri, dan gotong royong. Selain itu, kegiatan ini juga memfasilitasi peserta didik untuk lebih memahami dan menghargai keanekaragaman budaya dan lingkungan sekitarnya, yang mendukung dimensi berkebinekaan global dan berakhlak mulia. Manfaat dari pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah seperti kepedulian terhadap sesama, gotong-royong, kepedulian dan cinta terhadap lingkungan sekitar.
Analisis Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Mengembangkan Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Oftiah, Selli; Hayusti, Aprilia; Rahmania, Erina Andita; Supriyadi, Supriyadi; Izzatika, Amrina
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1352

Abstract

Penelitian ini meneliti penerapan Profil Pelajar Pancasila, salah satu komponen Kurikulum Merdeka, di sekolah dasar. Profil Pelajar Pancasila mengedepankan enam dimensi utama yaitu, iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, keberagaman global, gotong royong, kemandirian, nalar kritis, dan kreativitas, untuk membentuk karakter siswa. Studi ini berfokus pada SD Negeri 1 Bumi Nabung Baru, Lampung Tengah, di mana proyek bertema “Aku Cinta Tanamanku” diimplementasikan dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan dan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa proyek tersebut berhasil mengembangkan literasi lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab siswa melalui kegiatan penanaman dan perawatan tanaman. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan karakter yang komprehensif dengan memperhatikan konteks sosial dan budaya siswa. Selain itu, kesuksesan program diukur melalui rubrik penilaian yang telah dirancang. Penelitian ini menyoroti cara efektif untuk mengembangkan karakter moral siswa di lingkungan pendidikan dasar melalui implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
PENGGUNAAN LITERASI DIGITAL DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Fauziah, Anna; SP, Adelia Ananda; Kofa, Fara Diba; Supriyadi, Supriyadi; Izzatika, Amrina
DIRASATUL IBTIDAIYAH Vol 4, No 2 (2024): DIRASATUL IBTIDAIYAH
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ibtidaiyah.v4i2.13028

Abstract

AbstrakKehidupan sehari-hari, termasuk pendidikan menjadikan teknologi digital memegang peranan yang sangat penting seiring dengan derasnya arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fungsi literasi digital di sekolah dasar sebagai langkah awal dalam mengembangkan karakter siswa. Berdasarkan hasil penelitian literasi digital pertama yang dipaparkan oleh Paul Gilster, artikel ini menyoroti banyak komponen penting yang dapat membantu siswa memahami teknologi dan memanfaatkannya dengan baik. Literasi digital menuntut pengembangan keterampilan kognitif, religius, konstruktif, komunikatif, perseptual, kritis, kreatif, dan sosial. Data dari beberapa rangkuman yang relevan dikumpulkan dan dianalisis melalui studi tinjauan pustaka ilmiah dalam proyek penelitian ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa banyak siswa tidak memiliki akses terhadap teknologi digital, yang menghambat pendidikan karakter. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk memastikan bahwa siswa dapat menggunakan teknologi digital secara aman dan efektif serta mengatasi masalah seperti pembelajaran daring dan berbagi informasi tanpa kertas. Diharapkan penelitian ini akan memberikan wawasan bagi pendidik tentang penggunaan literasi digital untuk mengajarkan karakter.Kata Kunci: Literasi Digital, Pendidikan Karakter, Sekolah Dasar, dan Teknologi Pendidikan AbstrakKehidupan sehari-hari, termasuk pendidikan membuat teknologi digital berperan sangat penting seiring cepatnya arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji kerja literasi digital di sekolah dasar sebagai langkah awal dalam mengembangkan karakter peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian literasi digital pertama yang dijelaskan oleh Paul Gilster, artikel ini menyoroti banyak komponen penting yang dapat membantu peserta didik memahami teknologi dan memanfaatkannya dengan baik. Literasi digital memerlukan pengembangan keterampilan kognitif, religius, konstruktif, komunikatif, perseptual, kritis, kreatif, dan sosial. Data dari beberapa ringkasan yang relevan dikumpulkan dan dijelaskan melalui studi tinjauan pustaka ilmiah dalam proyek penelitian ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa banyak peserta didik tidak mempunyai akses ke teknologi digital, yang menghambat pendidikan karakter. Oleh karena itu, penting bagi para pendidik guna agar peserta didik dapat memanfaatkan teknologi digital dengan cara yang aman dan efektif serta mengatasi masalah seperti pembelajaran berani dan berbagi informasi tanpa kertas. Diperkirakan penelitian ini akan memberikan wawasan bagi para pendidik tentang penggunaan literasi digital untuk mengajarkan karakter.Kata Kunci : Literasi Digital, Pendidikan Karakter, Sekolah Dasar, dan Teknologi Pendidikan
Contribution of Post-Pandemic Transformational Leadership towards Learning Loss Rini, Riswanti; Riswandi, Riswandi; Izzatika, Amrina; Ningtyas, Ika Wulandari Utami; Azizah, Alif Luthvi; Handoko, Handoko
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post-pandemic Transformational leadership on Learning Loss Quality of Education. Objectives: The main problem of the research is a learning loss. The research aims to determine the effect of principal’s transformational leadership to solve learning loss problem. Methods: The research type was a quantitative. The population in this study was 1997 state junior high school teachers in Bandar Lampung. This research uses cluster random sampling with a total sample of 226 teachers. The data collection technique used questionnaire with a likert scale. The data were analyzed by using Pearson's Moment Product, Coefficient Correlation Pearson in SPSS and Kolmogorof Smirnov test. Findings: The results showed that each variable of transformational leadership could solve the problem of learning loss with a positive effect by 9,7%, while 90.3% was influenced by other unexamined variables. Conclusion: There was a positive effect of principal’s transformational leadership to solve learning loss problem. Keywords: principal’s transformational leadership, quality of education, learning loss.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v13.i2.202331
Implementation of HOTS-Oriented Problem Based Learning on Science Literacy Ability Supriyadi, Supriyadi; Tias, Ika Wulandari Utamining; Astuti, Nelly; Sukamto, Ismu; Destini, Frida; Khairani, Fadhilah; Izzatika, Amrina
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 12, No 3 (2022): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation of High Order Thinking Skills (HOTS) Based on Problem Based Learning on Science Literacy Ability. Objectives: Knowing and analyzing scientific literacy skills by applying the HOTS-oriented Problem Based Learning (PBL) model. Methods: The type of research in this research is experimental research. The object of research is the implementation of HOTS based on Problem Based Learning (X) on literacy skills (Y). The research subjects were fourth grade students of SD Negeri 5 Metro Pusat. The research design used is a pre-experimental design and uses one form of design, namely the one group pretest-posttest design. This design uses one group, as an illustration, the experimental group. The experimental group is the class that gets treatment in the form to the application of HOTS based on Problem-Based Learning. The HOTS indicators used in this study are identify scientific issues (problems); explain scientific phenomena; using scientific evidence Findings: Based on the results of the data analysis, the pretest score for the scientific literacy ability of students achieved by the experimental class was 9.25 and the posttest score was 11.90. Conclusion: The results of the research that have been carried out show that the application of high order thinking skills (HOTS) based on problem based learning (PBL) to improve scientific literacy skills has the impact of increasing n-gain by 0.21 in the low category. In the analysis of the average n-gain score on the highest scientific literacy ability indicator, namely the use of scientific evidence. Keywords: high order thinking skills (hots), problem based learning, science literacy.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v12.i3.202236
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Digital Guru SD Negeri 1 Mataram Melalui Pelatihan Articulate Storyline: Improving the Digital Pedagogical Competence of Teachers at SD Negeri 1 Mataram through Articulate Storyline Training Profithasari, Nindy; Nurjanah, Siti; Putra, Agung Dian; Izzatika, Amrina
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.946

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi pendidik untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Banyak pendidik yang menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi untuk membuat media pembelajaran interaktif. Minimnya pelatihan bagi pendidik dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif serta keterbatasan pendidik dalam pemanfaatan TIK dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik SD dalam merancang dan mengembangkan media pembelajaran berbasis Articulate Storyline melalui kegiatan pelatihan. Metode pelaksanaan terdiri atas tahapan ekspositori, tanya-jawab, pemberian tugas dan diskusi kelompok, serta praktik pembuatan media pembelajaran. Respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan diukur melalui angket. Kegiatan pengabdian ini memperoleh hasil sebagai berikut: 1) dihasilkannya media pembelajaran berbasis Articulate Storyline, dan 2) kegiatan ini memperoleh respon positif dari peserta, dimana aspek kebergunaan, kemudahan penggunaan, fleksibilitas, kemenarikan aplikasi, dan ketertarikan pengembangan memperoleh persentase persetujuan 100%, namun pada durasi penggunaan produk di kelas memperoleh respon cukup baik yaitu sebesar 66,67%, lama pembuatan produk 53,33% serta tingkat kesulitan proses pembuatan 33,33%. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pelatihan mampu merancang dan menghasilkan produk media pembelajaran digital sederhana yang siap diintegrasikan dalam pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung peningkatan keterampilan digital pendidik guna menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik, dan efektif
MENGENALI JENIS-JENIS BULLYING DI SEKOLAH DASAR DAN CARA MENGATASINYA Agustin, Angelia; Saputri, Annisa Indah; Azzahra, Ummu Darda; Supriyadi, Supriyadi; Izzatika, Amrina
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 8 No. 4 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v8i4.63761

Abstract

Abstract : This research aims to identify/recognize the types of bullying in elementary schools and how to overcome them. This type of research is a type of library research, namely searching and browsing literature by reading various books, journals and other publications related to the research subject. The results of the research indicate that bullying is a complex phenomenon involving abuse of power and disturbing consequences for both victims and perpetrators. The identified types of bullying, such as physical, verbal and relational bullying, demonstrate the various ways in which violations can be committed in the school environment. Factors that incite bullying include the child's temperament, parenting style in the family, the influence of peers, as well as the impact of mass media and a school climate that is not conducive. To overcome this problem, it is important for schools to implement preventive measures, including character development through regular activities and ethics seminars. Apart from that, the presence of clear policies and support from parents as well as the active participation of teachers are vital in creating a secure and harmonious study environment. This research contributes significantly to understanding the phenomenon of bullying among elementary school students by identifying various forms, causes and impacts. It is hoped that these findings will provide a basis for the elaboration of more effective prevention and intervention strategies in schools, in order to create a harmonious study environment for all students. Keywords: Types of Bullying, Elementary School, Preventive Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi/mengenali jenis-jenis bullying di sekolah dasar dan cara mengatasinya. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kepustakaan (library research) yaitu pencarian dan penelusuran literatur dengan cara membaca berbagai buku, jurnal, dan publikasi lain nan berasosiasi dengan subjek penelitian. Hasil penelitian mengindikasi bahwa bullying merupakan fenomena kompleks nan melibatkan penyalahgunaan kekuasaan dan imbas yang mengalutkan baik bagi korban maupun eksekutor. Jenis-jenis bullying yang teridentifikasi, seperti bullying fisik, verbal, dan relasional, menunjukkan berbagai cara pelanggaran yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Faktor-faktor yang menghasut sikap bullying mencakup temperamen anak, pola asuh dalam keluarga, pengaruh teman sebaya, serta dampak media massa dan iklim sekolah yang tidak kondusif. Untuk mengatasi masalah ini, penting bagi sekolah untuk menerapkan langkah-langkah preventif, termasuk pengembangan karakter melalui kegiatan rutin dan seminar etika. Selain itu, kehadiran kebijakan yang jelas dan dukungan dari orang tua serta partisipasi aktif guru menjadi vital dalam mewujudkan lingkungan studi nan terjaga dan harmonis. Penelitian ini berkontribusi signifikan dalam memahami fenomena bullying di kalangan siswa sekolah dasar dengan mengidentifikasi berbagai bentuk, penyebab, dan dampaknya. Temuan ini diharapkan dapat menggambarkan landasan bagi elaborasi strategi pencegahan dan intervensi yang lebih ampuh di sekolah, demi melahirkan lingkungan studi nan harmoni bagi semua siswa. Kata Kunci : Jenis-jenis Bullying, Sekolah Dasar, Preventif
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Irfani, Khairani Fina; Nurwahidin, Muhammad; Izzatika, Amrina; Erni, Erni
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.26212

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif peserta didik sekolah dasar masih tergolong rendah akibat pembelajaran IPAS yang cenderung berpusat pada pendidik dan minim aktivitas reflektif. Kondisi tersebut menuntut penerapan model pembelajaran inovatif yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas IV pada pembelajaran IPAS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu melalui desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 56 peserta didik yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest, observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan uji effect size. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan berpikir kreatif pada kelas eksperimen dengan nilai signifikansi 0,0002 (p 0,05) dan nilai Cohen’s d sebesar 0,673 yang termasuk kategori sedang. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator berpikir kreatif, terutama fluency dan flexibility, yang dipengaruhi oleh tahapan connecting dan organizing dalam model CORE. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran CORE mampu mendorong pengembangan ide, refleksi konsep, serta penerapan pengetahuan secara kontekstual. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa model CORE dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran IPAS untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kreativitas di sekolah dasar.
Co-Authors Agrifina, Vivia Febbrilian Agustin, Angelia Agustina, Lia Nanda Aisyah, Diah Nur Alif Luthvi Azizah Ananta, Yoga Anna Fauziah Annisa Yulistia Annisa, Tantri Apri Wahyudi Apriliana, Silfia Marca Atika Apriliyani, Restti Ardhi Yudisthira Ari Sofia, Ari Arisania, Dinda Ariyanti, Lisa Arsita, Mesy Astiti, Niken Yuni Astuti, Mutiara Aulia, Fadilatun Nisa Azzahra, Ummu Darda Barruly, Yusuf Cahyani, Desi Regita Daniel Dwi Saputra Deliani, Ni Wayan Destini, Frida Deviyanti Pangestu erna wati Erni Erni Erni Erni Mustakim Fadhilah Khairani, Fadhilah Fadhilah, Tiara Fatma wati Faturrohmi, Dian Fita Fatimah, Fita Fitri, Sofi Cahya Fitriadi Galuh Ramadhan, Galuh Handoko Handoko Hayusti, Aprilia Hermawan, Jody Setya Herpratiwi Herpratiw Hilaby, Alif Kurniadi Irfani, Khairani Fina Ismu Sukamto Katmianti, Ayu Kofa, Fara Diba Luthfiah Armina, Azzahra Maharani, Ni Wayan Linda Maman Surahman Mareta, Liza Ayu Marinda, Fersylia Muhisom Mujiyati Nabila, Salsa Nandayani, Komang Nelly Astuti Niken Larasati Ningtyas, Ika Wulandari Utami Nufikha Ulfah, Nufikha Nur Safitri, Nadia Nursabila, Nida Nurwahidin, Muhammad Nuryani, Ani Octaviana, Fadhila Oftiah, Selli Perdana, Dayu Rika Pradnya Paramitha, Pradnya Prihatmi, Erina Puji Astuti, Alifah Puspitasari, Eva Dwi Putra, Agung Dian Putra, Aris Purnama Putri Rosyada, Balqis Putri, Tasya Intania Qayyimah, Liyana qurrota aini Rahmadhina, Adinda Rahmania, Erina Andita Rahmayanti, Aisyah Ridha Utami, Nur Ridha, Mahya Lutfia Rindiyani, Adinda Febriele Riswandi Riswandi Riswandi Riswanti Rini Rizaldy, Putri Adelia Safitri, Anggun Destiani Salsabila, Indika Sapitri, Indah Nur Saputri, Annisa Indah Selfi Rofita, Nyiurista Septiyani, Kadek Asih Shaliha, Diva Dzakyrani Siska Mega Diana Siti Nurjanah Sowiyah Sowiyah SP, Adelia Ananda Sucia, A. Zahra Intan Supiyanti, Frenika Supriyadi Supriyadi Supriyadi Tias, Ika Wulandari Utamining Triamonica, Devara Vivien Datania Vrisilia, Vinka Wati, Sisna Wicaksono, Lungit Yayang Agustin, Grechia Yoga Fernando Rizqi Yudhistira, Ardhi Yuni Astiti, Niken