Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pendidikan Karakter Habituasi Kegiatan Keagamaan di Dalam dan di Luar Kelas Sekolah Menengah Nur Wahidah; Iswan; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 5 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i5.1370

Abstract

Pendidikan karakter bertujuan menanamkan nilai-nilai seperti keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Implementasi pendidikan karakter mendorong peserta didik menjadi mandiri dalam belajar. Nilai-nilai luhur seperti religius, jujur, dan toleransi menjadi dasar membentuk karakter positif. Sekolah dianggap opsi efektif untuk melaksanakan program penguatan pendidikan karakter. Penelitian ini fokus pada implementasi pendidikan karakter di SMP Muhammadiyah 2 Mariyai melalui Pembiasaan Kegiatan Keagamaan. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi pendidikan karakter di sekolah sangat dipengaruhi dukungan orang tua dan lingkungan. Pembiasaan kegiatan keagamaan berhasil membentuk karakter siswa dalam aspek ketaqwaan, kesabaran, dan kedisiplinan. Implementasi di SMP Muhammadiyah 2 Mariyai menciptakan lingkungan mendukung pembentukan karakter siswa dengan nilai-nilai Islam.
Analisis Kemampuan Visual Spasial Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Soal GeometriBerbasis Open Ended Anggo, Ayu Yuniar; Iswan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.1371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan persepsi dan visual spasial Peserta didik kelas IX A dalam pembelajaran Matematika materi Geometri berbasis open ended di MTs Al-Ma’Arif Kabupaten Sorong. Jenis penenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data dengan cara Tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunukan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan persepsi dan visual spasial peserta didik yang ditinjau dari beberapa indikator. Indikator kemampuan persepsi spasial yaitu : Pengkonsepan dan penyelesaian masalah. Indikator kemampuan visual spasial yaitu : Pengimajinasian dan pencarian pola. Kemampuan persepsi dan visual spasial dapat diperoleh berdasarkan tiga kategori yaitu Tinggi, Sedang, Rendah. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Kemampuan persepsi dan visual spasial Tinggi dengan nilai 100, 2) kemampuan persepsi dan visual spasial Sedang dengan nilai 81,25, dan 3) kemampuan persepsi dan visual spasial rendah dengan nilai 66,667.
Tantangan Pendidikan Karakter Dalam Mengatasi Krisis Kepercayaan Kepada Guru Di Sekolah Dasar Natiqotul Istiqomah; Iswan; Gunawan Santoso; Edi Ribowo
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 5 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i5.1377

Abstract

Penelitian dengan judul Tantangan Pendidikan Karakter dalam Mengatasi Krisis Kepercayaan Orang Tua Terhadap Guru di Sekolah Dasar ini membahas permasalahan krusial dalam pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar, yaitu tantangan dalam mengatasi krisis kepercayaan orang tua terhadap guru. Dalam konteks ini, peran penting orang tua dan guru sebagai agen pendidikan karakter menjadi sorotan utama. Tantangan ini mencakup aspek-aspek kompleks seperti harmonisasi nilai-nilai agama Islam dengan nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan moral di Indonesia. Studi ini mencoba menjelaskan bagaimana keterlibatan aktif orang tua, komunikasi yang terbuka, dan pembentukan program pendidikan karakter yang terencana dapat menjadi solusi untuk mengatasi krisis kepercayaan tersebut. Harmoni antara nilai-nilai agama Islam dengan nilai-nilai Pancasila diidentifikasi sebagai pilar utama dalam membangun landasan moral yang konsisten. Komunikasi yang baik antara orang tua dan guru menjadi kunci penting untuk memahami tujuan pendidikan karakter dan meredakan ketidakpastian yang mungkin timbul. Pembahasan dalam penelitian ini juga menyoroti pentingnya pemberdayaan guru dan orang tua sebagai mitra dalam membentuk karakter anak-anak. Umpan balik yang terus-menerus dan evaluasi berkala terhadap program pendidikan karakter diidentifikasi sebagai mekanisme yang efektif dalam menilai dan meningkatkan efektivitas program. Pendekatan yang peneliti gunakan dalam penelitian adalah pendekatan deskriptif kualitatif, mendeskripsikan tentang tantangan Pendidikan karakter dalam mengatasi krisis kepercayaan orang tua terhadap guru di sekolah dasar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengidentifikasi strategi konkret untuk mengatasi tantangan pendidikan karakter dan krisis kepercayaan orang tua terhadap guru di sekolah dasar. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat membantu para praktisi pendidikan, kebijakan pendidikan, dan peneliti untuk lebih memahami dinamika kompleks dalam pendidikan karakter di tingkat pendidikan dasar.
Pemahaman Materi Operasi Bilangan Bulat Ditinjau Dari Gaya Belajar Pada Siswa Menengah Hidriana; Gunawan Santoso; Ahmad Syamsuadi; Iswan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.1381

Abstract

The aim of this research is to analyze the ability to understand mathematical concepts regarding integer operations in terms of the learning styles of class VII students at SMP Negeri 5 Makassar. This type of research is qualitative descriptive research. The subjects in this study were 3 students, namely 1 student with a visual learning style who got the best score on the test, 1 student with an auditory learning style who got the best score on the test, and 1 student with a kinesthetic learning style who got the best score on the test. The instruments used were learning style questionnaires, concept understanding ability tests, and interviews. The data analysis techniques in this research are data condensation, data presentation, data verification, and drawing conclusions. There are 5 indicators of concept understanding ability used in this research, namely restating a concept, classifying objects according to certain properties (according to the concept), providing examples and non-examples of the concept, presenting the concept in various forms of mathematical representation, and using , utilize, and select a particular operation or procedure. The triangulation in this research is method triangulation. Based on the research results, it shows that (1) students with a visual learning style in solving problems understanding mathematical concepts are only able to restate a concept and provide examples and not examples of the concept of integer counting operations (2) Students with an auditory learning style in solving problems understanding concepts mathematics is only able to restate a concept and provide examples and not examples of the concept (3) students with a kinesthetic learning style in solving problems understanding mathematical concepts are only able to restate a concept, and provide examples and not examples of the concept. So it can be concluded that the three subjects were only able to answer questions by fulfilling 2 of the 5 indicators of ability to understand mathematical concepts.
Hubungan Antara Komunikasi Orang Tua dengan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Mata Pelajaran Pancasila Sodik, Ahmad Japar; Iswan; Gunawan Santoso; Supatmi
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.1385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada hubungan antara komunikasi orang tua dan hasil belajar siswa kelas IV SD YPK Imanuel Kamisabe, Kabupaten Sorong Selatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian korelasi, karena di dalam penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan komunikasi orang tua dan hasil belajar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara komunikasi orangtua dan hasil belajar siswa kelas IV. Hal ini dibuktikan dengan data hasil penelitian dihitung menggunakan rumus korelasi product moment dengan bantuan SPSS V16. Hasilnya adalah t hitung > t tabel dengan taraf signifikansi 5% (0, 719> 0, 468).
Metode Reward dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Usia 6-7 Tahun di Kelas Satu SD Hajirah; Iswan; La Dauwi; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.1480

Abstract

- Studi ini mengeksplorasi penggunaan metode reward dalam pengembangan kecerdasan emosional pada anak usia 6-7 tahun di kelas satu Sekolah Dasar (SD). Kecerdasan emosional memiliki peran yang penting dalam perkembangan anak, mempengaruhi kemampuan mereka dalam mengelola emosi, berinteraksi sosial, dan memecahkan masalah dengan bijaksana. Dalam upaya meningkatkan kecerdasan emosional, metode reward diimplementasikan dalam lingkungan kelas untuk memberikan insentif positif kepada anak-anak dalam mengelola emosi mereka dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan observasi terhadap respon emosional anak usia 6-7 tahun selama periode tertentu dalam konteks kegiatan kelas. Metode reward yang diterapkan berfokus pada pengakuan positif terhadap penyesuaian emosional, resolusi konflik yang baik, dan interaksi sosial yang sehat. Data dikumpulkan melalui catatan observasi, wawancara, dan kuesioner kepada guru dan orang tua untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang perkembangan kecerdasan emosional anak. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan metode reward secara konsisten dalam konteks kelas dapat berkontribusi pada peningkatan kecerdasan emosional anak usia 6-7 tahun. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam mengenali dan mengelola emosi mereka, menunjukkan respons yang lebih baik dalam situasi sosial, serta kemampuan yang lebih baik dalam menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penggunaan metode reward yang tepat dan konsisten dalam mendukung pengembangan kecerdasan emosional pada tahap awal perkembangan anak di lingkungan sekolah. Implikasi dari temuan ini memberikan landasan bagi pengembangan lebih lanjut dari pendekatan pendidikan yang mendukung perkembangan emosional anak usia dini di sekolah dasar.
Evaluasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Menengah Atas Negeri Samarinda (Studi Multisitus Sekolah Menengah Atas 8, 10, dan 11 Samarinda) Iswan; Nasir, Muhammad; Bahrani
Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL AR RO'IS MANDALIKA (ARMADA)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/armada.v5i2.4822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 8, SMA Negeri 10, dan SMA Negeri 11 Samarinda dengan menggunakan model evaluasi CIPPO (Context, Input, Process, Product, dan Outcome). Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Meskipun demikian, implementasi kurikulum ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur dan perbedaan pemahaman di kalangan tenaga pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi multisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka berhasil meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Namun, terdapat kendala terkait fasilitas yang terbatas dan pemahaman yang bervariasi di kalangan pendidik. Evaluasi terhadap pembelajaran berbasis proyek (P5) juga mengungkapkan tantangan dalam hal waktu dan ketersediaan sumber daya.
Implementasi Kurikulum Merdeka Melalui Media Augmented Reality Terhadap Hasil Belajar Siswa Dishinta, Devi Diafani; Iswan; Hadi, Muhamad Sofian
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 8 No. 1 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v8i1.85052

Abstract

Penerapan kurikulum merdeka belajar dilakukan bertahap sehingga guru diberikan waktu untuk dapat mengelolah materi ajar pada bidang studi yang diampuh. Namun masih banyak guru yang kesulitan dalam mengintegrasikan media digital dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh implementasi kurikulum merdeka melalui media Augmented Reality terhadap hasil belajar siswa. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu 66 siswa sekolah dasar. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini akan menggunakan teknik probability sampling. Adapun penentuan jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel akhir adalah 66 siswa. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu kuesioner. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu lembar kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian yaitu penerapan kurikulum mandiri menggunakan aplikasi AR baik untuk digunakan pada siswa Kelas III. Selain itu, Penerapan Kurikulum Merdeka dan Penerapan Augmented Reality berpengaruh pada hasil pembelajaran dalam mata pelajaran. Penerapan Kurikulum Merdeka memiliki pengaruh sebesar 22,7% dan Aplikasi Augmented Reality memiliki pengaruh sebesar 49%. Artinya, penerapan Kurikulum Merdeka akan berdampak pada hasil belajar siswa jika digunakan dengan media dan alat pembelajaran yang mendukung dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Disimpulkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka dengan AR dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Implementasi Tata Naskah Dinas di Kelurahan Cireundeu Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Iswan; Sulastri, Endang; Murod, Ma’mu; Sarjito, Agus
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i4.20909

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara umum, bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas para aparatur kelurahan, Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) khususnya dalam lingkungan Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat Tmur, Kota Tangerang Selatan. Melalui proses pendidikan dan pelatihan bagi aparatur yang beradadi garda terdepan harus terus dilakukan agar memahami bahwa setiap unsur komponen di masyarakat bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Implementasi tata naskah dinas di Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Secara terus menerus disosialisasikan melalui pelatihan tentang tata naskah dinas. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat baik agar seluruh aparatur RT dan RW, agar memiliki persepsi yang sama tentang sistem administrasi yang baik. Aparatur RT dan RW adalah merupakan lembaga kemasyarakatan yang dibentuk melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka untuk memberi pelayanan kepada masyarakat, dan pemerintah, oleh karena itu pembinaan terus dilakukan secara berkelanjutan. Hasil diadakan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai pelayan publik, agar pemahaman tentang system administrasi yang berkaitan dengan naskah dinas betul-betul sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah Kota Tangerang Selatan. Peningkatan keterampilan bagi para pengurus lembaga kemasyarakatan ini khususnya dalam bidang administrasi agar berjalan dengan baik dan benar, dan dapat menciptakan hubungan yang harmonis antar masyarakat dengan pemerintah daerah. Secara umum peserta pendidikan dan pelatihan bagi lembaga kemasyarakatan tentang tata naskah dinas, berdasarkan data yang diperoleh mayoritas peserta pelatihan para aparatur RT dan RW, masih berpendidikan SLTP sebanyak 6 orang dan yang berpendidikan SLTA sebanyak 22 orang sedangkan yang berpendidikan Sarjana sebanyak 6 orang dan yang berpendidikan magister ada 1 orang.  
The Influence of Peer Groups, Social Media Advertisements, Preventive Policies of the School of Origin and Personal Religiosity on the Level of Exposure to Online Gambling in New Students of Muhammadiyah Universities in Greater Jakarta Wijaya Saputra, Dendi; Husainah, Nazifah; Iswan
Zona Education Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): August 2025
Publisher : Yayasan Mentari Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the limited studies on online gambling exposure among high school graduates entering college, despite its significant impact on adolescent behavior and mental health in Indonesia. The study aims to measure exposure levels and examine the effects of two risk factorsgambling advertising on social media and peer association and two protective factors preventive school policies and personal religiosity among new students at Muhammadiyah Universities (PTM) in Greater Jakarta. Using a quantitative approach, the study involved 584 first-year students selected through simple random sampling from four PTMs: UMJ, UHAMKA, UMT, and UMBARA. Data were collected via an online questionnaire employing the Problem Gambling Severity Index (PGSI) and researcher-developed Likert scales, then analyzed using binary logistic regression. Results revealed that 18.8% of respondents had varying levels of exposure to online gambling. Logistic regression showed significant influences: gambling advertising (OR = 9.14) and peer association (OR = 7.00) increased risk, while preventive school policies (OR = 0.52) and high religiosity (OR = 0.36) reduced risk. Interaction effects between risk and protective factors were not significant, indicating that each factor operated consistently across respondent categories. These findings align with Problem Behavior Theory and highlight the protective roles of religiosity and school policies. The study concludes that online gambling exposure is shaped strongly by digital and social environments, whereas religious values and institutional policies act as safeguards. The implications include theoretical contributions to PGSI adaptation in Indonesia and practical recommendations for policymakers and educators to strengthen preventive interventions, enforce policies, and promote religious values