Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar: Menjembatani Kesenjangan Antara Konsep Pedagogis dan Realitas Lapangan Sanusi, Adi; Maheswari; Aripin, Paisal; Iswan
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i2.21880

Abstract

Purpose: This study critically examines the disparity between the pedagogical conceptualization of Deep Learning (DL) and on-the-group operational realities. Furthermore, it delineates a strategic framework to align policy mandates with the elementary school ecosystem in anticipation of the national rollout in the 2025/2026 academic year. Design/mythology/approach: Employing a qualitative archival research design, this study utilizes comparative analysis to juxtapose policy documents (2025 Technical Guidelines) against empirical data (teacher surveys and 2022 PISA reports). Content analysis is leveraged to map the dissonance between the expected pedagogical roles of teachers and their actual administrative workloads. Findings: The findings elucidate significant cognitive distortion, revealing that 59.7% of teachers conflate DL with Artificial Intelligence (AI)  technology rather than viewing it as a pedagogical approach. Primary impediments include onerous administrative burdens and infrastructural disparities. Pivotal strategies for successful adoption include practice-based simulation training and the transformation of school principals into instructional leaders. Practical implications: These results necessitate a paradigm shift from theoretical dissemination to practical workshops. Furthermore, the study advocates for the deregulation of administrative workloads as a sine qua non for effective implementation. Originally/value: The study's novelty is predicated on its function as a comprehensive “early warning system," scrutinizing ecosystem redliness  prior to full-scale policy enactment. This distinguishes it from standard post-implementation evaluation, offering a protective rather than reactive analysis.   Purpose: Studi ini menganalisis kesenjangan antara konsep pedagogis Pembelajaran Mendalam (PM) dan realitas implementasi lapangan, serta merumuskan strategi menyelaraskan kebijakan dengan ekosistem sekolah dasar menjelang penerapan nasional 2025/2026. Design)/methodology/approach: Menggunakan desain kualitatif studi kepustakaan, penelitian ini menerapkan analisis komparatif antara dokumen kebijakan (Petunjuk Teknis 2025) dan data empiris (survei guru, laporan PISA 2022). Analisis konten digunakan untuk memetakan diskrepansi antara ekspektasi peran guru dan beban kerja aktual. Findings: Temuan mengungkap miskonsepsi signifikan di mana 59,7% guru mengasosiasikan PM dengan teknologi AI, bukan pedagogi. Hambatan utama meliputi beban administratif berat dan ketimpangan infrastruktur. Strategi kunci keberhasilan mencakup pelatihan simulasi praktik dan transformasi kepala sekolah menjadi instructional leader. Practical implications: Hasil ini mendesak pergeseran paradigma dari sosialisasi teori ke workshop praktis, serta deregulasi beban administrasi guru sebagai prasyarat mutlak implementasi efektif. Originality/value: Kebaruan studi ini terletak pada fungsinya sebagai sistem peringatan dini (early warning system) yang membedah kesiapan ekosistem sebelum implementasi penuh kebijakan, berbeda dengan evaluasi pasca-program pada umumnya.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BAAMBOOZLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SDN PAMULANG INDAH Kinanti, Sila Dwi; Venni Herli Sundi; Herwina Bahar; Iswan; Rahmita Nurul Muthmainnah; Bambang Eko Siagiyanto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42389

Abstract

This research is motivated by students' difficulties in understanding mathematical concepts, primarily due to the use of conventional, non-interactive, and monotonous learning media such as blackboards and textbooks. This leads to passive learning, boredom, and low motivation, which hinders the optimization of students' mathematical concept understanding. The study aims to determine the effect of Baamboozle learning media on the mathematical concept understanding of third-grade students at SDN Pamulang Indah. Using a quantitative quasi-experimental method with a Post-test Only Control Group Design, the research involved a population of 179 students. The sample consisted of class III C (n=35) as the experimental group and class III A (n=37) as the control group. The instrument used was a 10-item essay post-test, which was validated and found to be reliable (reliability score = 0.895). Data were analyzed using SPSS version 26. The results of normality and homogeneity tests showed a normal distribution (experimental class = 0.154, control class = 0.200, both > 0.05) and homogeneity (0.229 > 0.05). An independent t-test resulted in t = 5.160 with a significance value of 0.000 (< 0.05), leading to the rejection of H₀ and acceptance of Hₐ. This indicates that Baamboozle learning media significantly affects students' mathematical concept understanding, with the experimental class achieving a higher average score (32.00) than the control class (27.22). Therefore, Baamboozle has a positive influence on third-grade students' mathematical concept understanding at SDN Pamulang Indah.
IMPLEMENTASI ANALYTIC NETWORK PROCESS PADA INTERVENSI ORGANIZATION BEHAVIOR TERHADAP PENINGKATAN KINERJA MANUSIA (Studi di Universitas Muhammadiyah Jakarta) Iskandar Balad; Ahmad Suryadi; Iswan
Jurnal Instruksional Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Instruksional
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan terkait kinerja manusia tenaga kependidikan dan bagaimana prioritas yang digunakan dalam rangka meningkatkan kinerja manusia melalui intervensi Perilaku Organisasi (OB) dengan menggunakan Analytic Network Process (ANP). Penelitian dilakukandengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengujian Two-Steps terhadap elemen dan cluster teori OB untuk menemukan prioritas permasalahan yang secara faktual terjadi di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Sampel responden penelitian sebanyak 30 orang, dengan rincian 15 orang responden kategori ahli dan 15 orang responden kategori praktisi. Penentuan sampel menggunakan teknik kuota sampling. Pengolahan data awal menggunakan SuperDecisionSoftware. Hasil penelitian menunjukkan prioritas intervensi OB adalah Level Kelompok dengan skor (0,152), Struktur Kelompok dengan skor (0,503), kepemimpinan (0,467), dan keaktifan kelompok (0,605). Kemudian, peningkatan kinerja dilakukan melalui Intervensi OB pada tenaga kependidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Meningkatkan Kualitas Pendidikan Kesehatan Melalui Akreditasi Poltekkes Saputri, Deasy Eka; Iswan; Ahmad Suryadi Nomi
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 1 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i1.4188

Abstract

Accreditation is a strategic effort aimed at enhancing the quality of education at Health Polytechnics (Poltekkes). The accreditation process provides official recognition of the educational standards maintained by the institution, thereby promoting continuous improvement in all academic and non-academic aspects. This study aims to evaluate the impact of accreditation on improving the quality of health education at Poltekkes. The research methodology includes a literature review and secondary data analysis from various relevant sources. The results indicate that accreditation has a positive influence on the quality of education at Poltekkes, particularly in terms of curriculum enhancement, faculty competence, educational facilities, and student satisfaction. There are 76 study programs across 22 Poltekkes, with 36.4% of the programs having excellent accreditation located in Java Island, followed by Poltekkes in Sumatra and Kalimantan. This highlights the need for improving the quality of health education programs in Poltekkes situated in eastern Indonesia (Sulawesi and Papua). The conclusion is that accreditation is an effective tool for improving the quality of health education at Poltekkes, and it needs to be implemented consistently, evenly, and sustainably
Analisis Kebijakan Beras Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional dan Kesejahteraan Petani Dhea Candra Dewi; Iswan; Nurwahidah
JURNAL EKONOMI, BISNIS DAN PARIWISATA Vol 1 No 2 (2025): JEBRA : Journal of Economic, Bussines and Tourism
Publisher : Pinus Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70795/jebra/pv9zk562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk program atau kebijakan yang efektif dalam ketersediaan dan keterjangkauan beras sebagai bahan pokok utama dalam rangka peningkatan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional serta peningkatan kesejahteraan petani. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang menggunakan bahan-bahan tertulis, seperti manuskrip, buku, majalah, surat kabar, dan dokumentasi lainnya, sehingga data yang digunakan adalah data sekunder. Data artikel pada penelitian ini diperoleh bersumber dari Google Scholar dengan menggunakan kata kunci kebijakan beras, dampak kebijakan, analisis kebijakan beras, implemnetasi kebijakan harga beras, serta kajian yang berkaitan dengan topik penelitian. Selanjutnya, data yang diperoleh akan dikompilasi, dianalisis dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa panjangnya rantai distribusi dari produsen kepada konsumen menyebabkan banyaknya tambahan biaya yang tak terduga dan membuat harga beras semakin naik dan mahal. Namun, pada kenyatannya mahalnya harga pada konsumen tidak membuat harga beras menjadi mahal di tangan produsen atau petani. Dalam hal mencapai ketahanan pangan dapat dilakukan dengan penerapan kebijakan swasembada beras yang menjadi prioritas pemerintah dalam kebijakan pembangunan pertaniannya. Kebijakan swasembada beras merupakan salah satu kebijakan utama pembangunan pertanian dan dinilai telah meningkatkan produksi beras dan pendapatan petani. Namun, dalam hal pemenuhan kebutuhan beras di Indonesia masih menghadapi dilema antara upaya mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri dengan cara menghasilkan kebijakan peningkatan produktivitas melalui usaha impor beras, dengan upaya menjaga kestabilan harga beras agar tetap terjangkau oleh semua pihak.