This Author published in this journals
All Journal Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Kedokteran Brawijaya Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Pharmaciana: Jurnal Kefarmasian Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology EduChemia: Jurnal Kimia dan Pendidikan Acta Pharmaceutica Indonesia Pharmascience Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Majalah Farmasi dan Farmakologi (Trends in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences) Abditani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia JURNAL FARMASIMED (JFM) Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS Jurnal Peduli Masyarakat Borneo Journal Of Pharmascientech Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Pharmacy MEDIC MEdical Dedication SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Journal of Pharmaceutical Care and Sciences Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Jurnal Katalisator Riset Informasi Kesehatan Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Journal of Pharmaceutical and Sciences. Jurnal Kedokteran Meditek Prosiding Seminar Nasional Unimus Borneo Journal of Pharmacy Bencoolen Journal of Pharmacy Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Jurnal Sains dan Kesehatan Jurnal Abdimas Kesehatan Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
Claim Missing Document
Check
Articles

Formulation and evaluation of soap preparations from Curcuma zedoaria rhizome Yuliawati, Yuliawati; maimum, Maimum; Iskandar, Mirna Marhami; Sani, Fathnur
Riset Informasi Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v13i2.910

Abstract

Background: Maintaining skin cleanliness is one of the effective ways to maintain the health of the body caused by infections caused by microorganisms. A simple way to maintain skin cleanliness is to clean the skin using soap. Soap functions to clean dirt and can inhibit pathogens found on the surface of the epidermis. The purpose of this study is to determine the effect of different concentrations of white temu rhizome infusion on solid soap preparations Method: this study is experimental. The difference in the concentration of active ingredients in the infusion of white rhizomes was 0%, 5%, 7.5%, and 10%. The process of making infusions starts from making simplicia powder. The preparation tests carried out are organoleptic testing, pH test, foam height test and foam stability. Results: the results of the study showed that the amount of simplicia powder obtained was 535.1 grams with a percentage of simplicia yield of 17.40%. The results of the characteristic evaluation were obtained in the organoleptic test of the color of the difference influenced by the difference in the concentration of the added infusion. The results of the pH test of the solid soap formula of the white temu rhizome infusion meet the set standards, namely with a pH value between 9.27 – 9.87 so that it is safe to use on the skin. Conclusion: Based on the research conducted, it can be concluded that the infusion of rhizome of Curcuma zedoaria can be formulated into preparations in the form of solid soap and the difference in the concentration of infusion of curcuma has an influence on organoleptic testing, pH, and foam height as well as foam stability.
Potensi Ekstrak Etanol Daun Enceng Gondok (Eichhornia crassipes) sebagai Terapi Penyembuh Luka Bakar pada Tikus Putih Jantan Sani K, Fathnur; Putri, Andinni; Gusti, Diah Riski
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.20326

Abstract

Luka bakar muncul akibat adanya cidera kontak lanngsung dengan sumber panas. Kondisi ini menjadi penyebab utama cidera dan kematian. Daun enceng gondok memiliki kandungan metabolit sekunder yang memiliki banyak efek farmakologi. Tujuan penelitian adalah menganalisis hasil potensi ekstrak enceng gondok secara in vivo sebagai terapi penyembuh luka bakar. Kelompok perlakuan dibagi menjadi 5 kolompok yaitu kontrol positif (Bioplacenton), kontrol negatif (Vaselin), konsentrasi ekstrak 2,5%, konsentrasi ekstrak 5%, dan konsentrasi ekstrak 7,5%. Parameter pengamatan yang digunakan adalah diameter luka bakar selama 14 hari dan hasil deskriptif histologi yang dikorbankan pada hari ke-15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna dengan konsentrasi terbaik adalah 7,5%, kemudian diikuti konsentrasi 5% dan 2,5%. Penelitian ini menjadi dasar pengembangan penelitian berikutnya dalam proses pengembangan produk penyembuh luka berbahan dasar ekstrak enceng gondok. Kata Kunci: Daun Enceng Gondok, Ekstrak, Histologi, Luka Bakar  Burns occur due to direct contact injury with a heat source. This condition is the leading cause of injury and death. Water hyacinth leaves contain secondary metabolites that have many pharmacological effects. This study aimed to analyze the potential results of water hyacinth extract in vivo as a burn healing therapy. The treatment group was divided into 5 groups: positive control (Bioplacenton), negative control (Vaseline), extract concentration of 2.5%; 5%; and 7.5%. The observation parameters used were the diameter of the burn wound for 14 days and the descriptive results of histology sacrificed on the 15th day. The results showed that all treatments showed significant differences, with the best activity concentration being 7.5%, followed by 5% and 2.5%. This study is the basis for developing subsequent research in developing wound healing products based on water hyacinth extract.
Analysis of Antioxidant Potential of Infusion from Variations in Particle Size of Cinnamon Leaves Simplicia (Cinnamomum burmannii) using the DPPH Method Kasmadi, Fathnur Sani; Maulida, Dafa Riska; Jannah, Zahratul; Yuliawati, Yuliawati
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v7i2.2455

Abstract

Background: The Cinnamon plant is used as herbal therapy and spices for cooking food in Indonesia. The content of secondary metabolite compounds has the potential as an antioxidant. Variations in particle size have been proven to have the potential to attract compounds from herbal plants. Purpose: The research aimed to determine the antioxidant potential of cinnamon leaf infusion with different simplicia particle sizes. Method: The research method used in this research was the DPPH method, using Vitamin C as a comparison, and the concentration of simplicia used to make the infusion is 5%. Result: The test results showed that a 5% infusion of simplicia microparticles had higher antioxidants than simplicia infusion with an IC50 value of 74.89 ppm, which was included in the classification of strong antioxidant activity. In contrast, the IC50 value of simplicia infusion was 110.61 ppm, which was classified as moderate. Conclusion: The infusion of simplicia microparticles from cinnamon leaves can be developed as an alternative antioxidant from natural ingredients.
TRAINING ON HERBAL MEDICINE PROCESSING FOR DEGENERATIVE DISEASES AMONG THE ANAK DALAM TRIBE (SAD) COMMUNITY IN PELEMPANG VILLAGE Kasmadi, Fathnur Sani; Efendi, M. Rifki; Maharini, Indri; Yuliawati, Yuliawati; Lestari, Uce; Perawati, Santi; Neldi, Vina; Astuti, Novia Tri
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 8 No. 1 (2025): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Anak Dalam tribe is an indigenous tribe whose life is still primitive. This minority tribe currently inhabits the provinces of Jambi and South Sumatra. They are known by various names such as jungle people, ulu people, Anak Dalam tribe, and Kubu tribe. Their distance from the outside environment leads them to primarily utilize natural materials for their daily needs, including food and medicinal purposes. This community service activity was conducted in three stages: preparation and permit acquisition, implementation, and evaluation. The activity results demonstrated an improvement in knowledge regarding processing medicinal plants into herbal products. A total of 27 participants attended this activity, showing an improvement in knowledge from 33.33% to 88.89%. Keywords: Herbal Medicine, SAD, Degenerative, Community, Pelempang   ABSTRAK Suku anak dalam merupakan salah satu suku asli yang kehidupannya masih primitif. Suku ini menjadi suku minoritas yang saat ini masih mendiami wilayah provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Mereka dikenal dengan sebutan orang rimba, orang ulu, suku anak dalam, suku kubu. Jarak mereka yang cukup jauh dari lingkungan luar membuat mereka hidup lebih memanfaatkan bahan alam sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup mulai dari makanan hingga untuk medis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 3 tahapan yaitu izin kegiatan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan didapatkan adanya perbaikan pengetahuan cara pengolahan tanaman obat menjadi bentuk produk jamu. Kegiatan ini diikuti sebanyak 27 orang partisipant dengan perbaikan pengetahuan dari 33,33% menjadi 88,89%. Kata kunci: Jamu, SAD, Degeneratif, Masyarakat, Pelempang lebih memanfaatkan bahan alam sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup mulai dari makanan hingga untuk medis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 3 tahapan yaitu izin kegiatan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan didapatkan adanya perbaikan pengetahuan cara pengolahan tanaman obat menjadi bentuk produk jamu. Kegiatan ini diikuti sebanyak 27 orang partisipant dengan perbaikan pengetahuan dari 33,33% menjadi 88,89%.
Wound Healing Activity of Gel Nanoparticles of Rhaphidophora pinnnata Leaves Extract in Male Rats Kasmadi, Fathnur Sani; Rahman, Ave Olivia; Rahman, Havizur; Yuliawati, Yuliawati; Samudra, Agung Giri
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2025): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v8i2.7525

Abstract

Rhaphidophora pinnata, a plant traditionally recognized for its wound-healing properties, contains active compounds such as megastigmane glycosides and damascenone, known for their anti-inflammatory effects. To enhance efficacy and user comfort, this study focused on developing an R. pinnata leaf extract nanoparticle gel. Previous research from our group highlighted the significant wound-healing potential of a conventional R. pinnata gel. This present study aimed to evaluate the wound-healing efficacy of a novel R. pinnata nanoparticle gel in male Wistar rats, specifically investigating the impact of nanotechnology application. Nanoparticles were successfully formulated via the ionic gelation method, utilizing 0.250 g of R. pinnata extract, 0.1% chitosan, 0.2% sodium tripolyphosphate, and 0.5% Tween 80. Characterization revealed an average nanoparticle size of 165.70±42.76 nm with a zeta potential of 22.0±1.83 mV. The wound-healing efficacy was assessed across five treatment groups: a positive control (Bioplasenton®), a plain gel base (Formula 0), and nanoparticle gels at 0.5% (Formula I), 1% (Formula II), and 1.5% (Formula III) extract concentrations. Statistical analysis using one-way ANOVA (p <0.05) demonstrated a significant difference in incision wound healing across the groups. Formula III, containing 1.5% R. pinnata nanoparticle extract, exhibited the most superior wound-healing effect, achieving 100% inhibition by day 14, elevated hydroxyproline levels (59 µg/mL), and histologically confirmed excellent skin tissue repair. Formulas II and I followed in efficacy. These compelling findings underscore the significant potential of utilizing nanotechnology in the development of topical preparations for accelerated and effective wound healing.
Analisis Biaya Langsung Medis Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rumah Sakit Umum Daerah Mayjen H. A Thalib Kota Sungai Penuh Rahayu, Stepania Dwimulia; Yuliawati; Maimum; Kasmadi, Fathnur Sani
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i2.54

Abstract

Kencing manis atau diabetes melitus, khususnya tipe II, merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat dan menimbulkan beban ekonomi besar bagi individu, keluarga, maupun negara. Biaya kesehatan global akibat penyakit ini diperkirakan mencapai USD 760 miliar per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya dilakukan analisis biaya medis langsung untuk memahami dampak finansial dari diabetes melitus tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen biaya utama yang dikeluarkan oleh penderita diabetes melitus tipe II. Penelitian dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Mayjen H. A. Thalib Kota Sungai Penuh pada tahun 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tertinggi terdapat pada layanan laboratorium sebesar Rp18.013.000, sedangkan biaya terendah terdapat pada obat-obatan sebesar Rp6.147.000. Biaya langsung rata-rata yang dikeluarkan setiap pasien mencapai Rp961.267. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemeriksaan laboratorium menjadi komponen biaya paling dominan dalam struktur pembiayaan diabetes melitus tipe II. Temuan ini penting sebagai dasar pertimbangan bagi rumah sakit dan pembuat kebijakan dalam merencanakan strategi efisiensi biaya serta meningkatkan efektivitas pengelolaan pelayanan pasien diabetes melitus tipe II..
Efektivitas Khasiat Penyembuhan Luka Sayat Gel Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) Berdasarkan Analisis Hidroksiprolin Sani K, Fathnur; Samudra, Agung Giri; Rahman, Havizur; Rahman, Ave Olivia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 2 (2022): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.4084

Abstract

Ekstrak daun ekor naga (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) merupakan ekstrak yang telah teruji dari penelitian sebelumnya memiliki efek sebagai penyembuh luka sayat, luka bakar dan inflamasi. Efek ini didukung dengan adanya kandungan metabolit skeunder alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan tannin. Efek gel sebagai penyembuh luka sayat juga telah di publish. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar hidroksiproline kulit yang mengalami luka sayat setelah pemberian gel ekstrak daun ekor naga selama 14 hari. Metode penelitian yang digunakan merupakan experimental design. Hewan uji yang digunakan masing-masing perlakuan sebanyak 5 ekor hewan uji. Kontrol Positif (Bioplacenton®), Formula 0 (Basis Gel), Formula 1 (Konsentrasi ekstrak daun ekor naga 10%), Formula 2 (Konsentrasi ekstrak daun ekor naga 15%), dan Formula 3 (Konsentrasi ekstrak daun ekor naga 20%). Pengamatan yang dilakukan adalah skrining fitokimia, dan kadar hidroksiproline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula 2 merupakan formula yang memiliki efektivitas terbaik dalam pembentukan kolagen yaitu sebesar 35,251±4,16 µg/mL. Dimana secara statistik memiliki perbedaan yang bermakna (p<0,05) antar kelompok perlakuan. Kesimpulan bahwa gel ekstrak daun ekor naga memiliki pengaruh terhadap kadar hidroksiprolin pada kasus luka sayat hewan uji.
POTENSI EKSTRAK ETANOL MAHKOTA NANAS (Annanas comosus (L.)) ASAL TANGKIT SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Kasmadi, Fathnur Sani; Jannah, Miptakul; Muhaimin, Muhaimin; Maimum, Maimum; Yuliawati, Yuliwati
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.755

Abstract

Infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan penyebab utama berbagai penyakit pada manusia. Pemanfaatan bahan alam sebagai sumber antibakteri menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan terapi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol mahkota nanas (Ananas comosus L.) asal Tangkit terhadap kedua bakteri tersebut. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dan selanjutnya diuji menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Kloramfenikol 30 µg digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Uji antibakteri memperlihatkan bahwa ekstrak pada konsentrasi 4% dan 5% mampu menghasilkan zona hambat yang signifikan terhadap S. aureus maupun E. coli, dengan efektivitas yang mendekati kontrol positif. Aktivitas antibakteri ini diduga terkait dengan kandungan senyawa bioaktif yang dapat merusak dinding sel dan mengganggu metabolisme bakteri. Dengan demikian, ekstrak mahkota nanas asal Tangkit berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri berbahan baku lokal.
POTENSI SEDIAAN PATCH TRANSDERMAL EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum Burmannii) SEBAGAI OBAT LUKA Anggraini, Dewi Febrina; Kasmadi, Fathnur Sani; Danuartha, Dhimas; Efendi, M. Rifqi; Dominica, Dwi
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v5i2.44809

Abstract

Luka merupakan kerusakan jaringan yang membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Daun kayu manis (Cinnamomum burmannii) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti sinamaldehid, flavonoid, tanin, terpenoid, dan saponin yang berperan sebagai antibakteri, antiinflamasi, serta stimulan angiogenesis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sediaan patch transdermal ekstrak daun kayu manis sebagai terapi luka secara in vivo. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi etanol 70%, dilanjutkan karakterisasi, skrining fitokimia, formulasi patch, uji mutu fisik, serta uji efektivitas pada tikus putih (Rattus norvegicus) dengan luka eksisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patch transdermal formula 3 dengan konsentrasi ekstrak 7,5% mampu mempercepat penyembuhan luka dengan persentase kesembuhan 84,07%, mendekati kontrol positif (89,26%) dan lebih tinggi dibandingkan kontrol negatif (63,59%). Patch transdermal ekstrak daun kayu manis berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi herbal untuk mempercepat proses penyembuhan luka.
PELATIHAN PEMBUATAN KOSMETIK HERBAL DI RT 02, DESA MENDALO INDAH KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA Elisma, Elisma; Fathnur Sani K; Syamsurizal, Syamsurizal; Efendi, M.Rifqi; Pratiwi, Puspa Dwi; Yuliawati, Yuliawati; Maimum, Maimum; Maharini, Indri
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 7 No. 1 (2024): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v7i1.31852

Abstract

ABSTRACT Community service activities on Training on Making Herbal Cosmetics at RT.02, Mendalo Indah village, Jambi Luar Kota District aim as follows: a)  Providing knowledge to partner communities about the benefits of herbal plants in the form of cosmetic preparations in order to increase the use value of many herbal plants around the RT.02 Mendalo Indah community; b) Provide technical training to partner communities on how to make herbal cosmetics including masks, scrubs, moisturizers and body scrubs made from active herbal ingredients and how to use them. The results of this PKM activity are expected to form knowledge, competence and empower community independence in RT 02 Mendalo Indah in utilizing and processing medicinal plants around the house into herbal cosmetics in the form of scrubs, body scrubs, masks and moisturizers made from active ingredients from herbs that are safe for use by the community. Counseling on the efficacy of herbal plants in cosmetic preparations and conducting training on processing herbal plants into herbal cosmetics through learning by doing (technical procedures for processing plants) into cosmetic preparations including how to process plants until they are ready for use, introduction to basic ingredients for making cosmetics, how to make cosmetics and how to use and store herbal cosmetics. The people of Mendalo Indah Village understand about the processing and manufacture of cosmetics using herbal plants. Sharing dosage forms of cosmetic products given during training and counseling include scrubs and masks that are efficacious as antiaging, face and skin whitening, exfoliating and antioxidants. Keywords: Cosmetic, Herbal, Mendalo Indah, Jambi   ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat tentang Pelatihan Pembuatan Kosmetik Herbal di RT.02, desa Mendalo Indah Kecamatan Jambi Luar Kota bertujuan sebagai berikut : a) Memberikan pengetahuan kepada masyarakat mitra tentang manfaat tanaman herbal dalam bentuk sediaan kosmetik dalam rangka meningkatkan nilai guna dari tanaman herbal yang banyak di sekitar masyarakat RT.02 Mendalo Indah; b) Memberikan pelatihan teknis kepada masyarakat mitra tentang cara pembuatan kosmetik herbal diantaranya masker, lulur, pelembab dan body scrub berbahan aktif herbal dan cara penggunaannya. Hasil dari kegiatan PkM ini diharapkan dapat membentuk pengetahuan, kompetensi dan memberdayakan kemandirian masyarakat di RT 02 Mendalo Indah dalam memanfaatkan dan mengolah tanaman obat disekitar rumah menjadi kosmetik herbal dalam bentuk lulur, body scrub, masker dan pelembab berbahan aktif dari herbal yang aman digunakan oleh masyarakat. Penyuluhan khasiat tanaman herbal dalam sediaan kosmetik dan melakukan pelatihan mengolah tanaman herbal menjadi kosmetik herbal melalui learning by doing (prosedur teknis pengolahan tanaman) menjadi sediaan kosmetik meliputi cara pengolahan tanaman sampai siap digunakan, pengenalan bahan dasar pembuatan kosmetik, cara pembuatan kosmetik serta cara penggunaan dan penyimpanan kosmetik herbal.Masyarakat Desa Mendalo Indah memahami tentang pengolahan dan pembuatan kosmetik menggunakan tanaman herbal. Berbagi bentuk sediaan produk kosmetik yang diberikan saat pelatihan dan penyuluhan diantaranya adalah lulur dan masker yang berkhasiat sebagai antiaging, pemutih wajah dan kulit, exfoliating dan antioksidan. Kata kunci: Kosmetik, Herbal, Mendalo Indah, Jambi
Co-Authors Adisty, Aura Rasyanda Agung Giri Samudra Agung Giri Samudra Agung Giri Samudra Agung Giri Samudra Agung Giri Samudra Aina Fatkhil Haque Alfi Khatib Amalia Nasution, Riska Andriani, Annisa Anggia, Sonia Anggraini, Dewi Febrina Annisa Luthfiyyah Apriza Hongko Putra Asima Widyawaty Sinurat Ave Olivia Rahman Ave Olivia Rahman Ave Olivia Rahman Ave Olivia Rahman Bambang Hernawan Nugroho Bella Pascila Bernike Anatasya Cassa de Floris Cathelya, Bunga Cyntia Dwi Utami Daffa Akrama Yuda Danuartha, Dhimas Dara Permata Sari Diah Riski Gusti Diah Tri Utami Diah Tri Utami DIAN LESTARI Dian Magfirah Dinofitri, Hanifah Dominica, Dwi Dwikanti Prindani Putri Dyah Fitriani Efendi, M. Rifki Elisma Elisma Elisma Elisma Elisma Elisma Elisma Elisma Elisma Elisma Elisma Elisma Elisma Enda Oktri Mayora Eva Melisa Evi Maryanti Fazariana, Anjaly Rizkya Febriyani, Ulfa Fitrianingsih Fitrianingsih Fitrianingsih Fitrianingsih Gatot Prasetya Gina Lestari Gina Lestari, Gina Haque, Aina Fatkhil Hasnaul Maritsa Havizur Rahman Havizur Rahman Havizur Rahman herlina herlina Herlina Herlina Humaryanto Humaryanto Humaryanto Humaryanto Humaryanto Humaryanto, Humaryanto Huntari Harahap Idamanda, Rahma Intan Lestari Iskandar, Mirna Marhami Jannah, Miptakul Jannah, Zahratul Joevanda, Salsabila Kristin Simamora Kusdiyah, Erni M. Rifqi Efendi Maharini, Indri Maimum Maulida, Dafa Riska Mayora, Enda Oktri Mesa Sukmadani Rusdi Monic Sri Cahnia Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhammad Farhan Muhammad Syukri Nada Afrilia Naurah Nazifah Nazar, Armenia Neldi, Vina Nori Wirahmi Novia Tri Astuti Nurfadilah Nurfadilah Nurfijrin Ramadhani Nurfijrin Ramadhani, Nurfijrin nurwani purnama aji Oktarina, Widiawati Pondawinata, Marizki Puspa Dwi Pertiwi Puspa Dwi Pratiwi Putri Aulia, Bilqis Putri, Andinni Putri, Fadilla Aliyah Putri, Kresentia Qiftiah, Mariatul Rahayu, Stepania Dwimulia Rahman , Ave Olivia Rahman, Havizur Rahman, Havizur Rahmila Yuni Astika Raudhatul Jannah Revis Asra Revis Asra Reza Pertiwi Reza Pertiwi Reza Yolandini Rizamevia, Fhidila Sadli, Nurul Kamilah Salsabilla, Navira Santi Perawati, Santi Sari, Dara Permata Sari, Indah Syamsul Arifin Syamsurizal Syamsurizal Syamsurizal - - Syamsurizal Syamsurizal Tia Wida Eka Putri Uce Lestari Uce Lestari Uce Lestari Uce Lestari Uce Lestari 1 Ulfa Febriyani Usna, Rozatul Vanika, Niken Widiawati Oktarina Yesi Nursofia Yolandini, Reza Yudha Putra, Diky Okta Yuliana Yuliana Yuliandani, Yuliandani Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yuliawati, Yuliwati