Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Intensif Dosen dalam Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan KKN Mahasiswa di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Andi Muhammad Rivai; Andhi Febisatria; Yusi Irensi Seppa; Siti Syarifah Wafiqah Wardah; Fatimah Akbal
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.9555

Abstract

This community service activity aims to improve the quality of the implementation of the Kuliah Kerja Nyata (KKN) program through direct mentoring and counseling by lecturers in Pangkajene and Kepulauan Regency. The background of this activity is based on the persistence of several challenges in KKN implementation, including suboptimal program planning, limited student capacity in identifying community needs, and the lack of effective monitoring and supervision in the field. The implementation method employed an intensive mentoring and continuous counseling approach conducted directly by lecturers to students throughout the program. The stages included preparation, implementation of mentoring and counseling, as well as monitoring and evaluation. The results indicate an improvement in students’ ability to design community-based programs, implement activities systematically, and solve field-related problems adaptively. Mentoring also contributed to increased community participation and enhanced social interaction between students and the community. Overall, this activity demonstrates that the active role of lecturers in mentoring KKN significantly enhances the effectiveness of community service programs and strengthens the role of higher education institutions in sustainable community empowerment
Sosialisasi Kecerdasan Artifisial dalam Mendukung Pembelajaran pada Guru Jenjang Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Wajo Wahyu Hidayat M; Muliadi; Yusi Irensi Seppa; Andi Muhammad Rivai; Siti Syarifah Wafiqah Wardah
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (Oktober 2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman melalui sosialisasi dengan memberikan pelatihan mengenai kecerdasan artifisial untuk guru jenjang sekolah menengah pertama Kabupaten Wajo.  Kecerdasan Artifisial dalam konteks pendidikan dasar dan menengah, umumnya diperkenalkan sebagai teknologi yang memungkinkan komputer untuk melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Metode penyampaian informasi dan materi berupa sosialisasi melalui pelatihan mengenai kecerdasan artifisial. Kegiatan ini tidak hanya memberikan materi sosialisasi, melainkan juga memberikan penjelasan materi tentang berbagai informasi yang ingin disampaikan kepada peserta atau sasaran. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu pembelajaran kecerdasan artifisial berpotensi dalam mengubah cara mengajar dan belajar dan penggunaannya sebagai media dan pendukung pembelajaran sehingga pembelajaran bisa berjalan dengan baik serta maksimal dan sangat membantu guru atau pendidik dalam proses pembelajaran di kelas kepada siswa sehingga lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan. Pentingnya pembelajaran kecerdasan artifisial ini kepada siswa sekolah menengah pertama yaitu dapat meningkatkan efisiensi proses pembelajaran dengan mengotomatisasi tugas-tugas administratif yang memakan waktu, sehingga memungkinkan pengajar untuk lebih berkonsentrasi pada interaksi langsung dengan siswa. 
Kesenjangan Regulasi Kebijakan Hukum Bisnis Digital di Indonesia terhadap Kepastian Hukum Startup Siti Syarifah Wafiqah Wardah; Syarifuddin Syarifuddin; Herman Herman
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 21, Nomor 2 (April 2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v21i2.82972

Abstract

Kebijakan hukum bisnis digital di Indonesia diharapkan terciptanya ekosistem startup yang memiliki kepastian hukum, standar kepatuhan yang seragam, serta koordinasi kelembagaan yang solid. Namun, regulasi yang berlaku masih menunjukkan fragmentasi norma, disharmonisasi kebijakan, dan tumpang tindih kewenangan antar lembaga. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian hukum yang berpotensi menghambat keberlanjutan dan daya saing startup. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan hukum bisnis digital dalam menjamin kepastian hukum bagi startup, mengidentifikasi kesenjangan regulasi, serta merumuskan arah kebijakan yang lebih koheren dan adaptif. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui analisis regulasi terkait transaksi elektronik, perlindungan konsumen, perlindungan data pribadi, serta perizinan berbasis risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan sektoral menimbulkan standar kepatuhan dan pengawasan yang tidak seragam, sehingga melemahkan kepastian hukum startup. Simpulan penelitian menegaskan perlunya harmonisasi regulasi, penguatan koordinasi kelembagaan, dan penerapan regulasi adaptif yang responsif terhadap dinamika bisnis digital. Keterbatasan penelitian ini terletak pada fokus analisis yang masih normatif dan belum mengintegrasikan data empiris dari pelaku startup secara luas. Oleh karena itu, rekomendasi yang diajukan adalah perlunya penelitian lanjutan berbasis empiris untuk mengukur efektivitas regulasi, serta pengembangan kebijakan yang lebih partisipatif dengan melibatkan pemangku kepentingan ekosistem digital. Dengan demikian, arah kebijakan hukum bisnis digital di Indonesia dapat lebih menjamin kepastian hukum sekaligus mendukung keberlanjutan dan inovasi startup.
Membangun Jiwa Kepemimpinan Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Pengalaman di MAN Insan Cendekia Gowa Aris Baharuddin; Siti Syarifah Wafiqah Wardah; Syarifuddin Syarifuddin; Yusi Irensi Seppa; Fatimah Akbal
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4: Issue 1 (Januari 2026)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/f01nck93

Abstract

Kepemimpinan siswa merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pendidikan, namun dalam praktiknya masih banyak siswa yang memiliki keterbatasan dalam keterampilan kepemimpinan, seperti komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan. Permasalahan ini juga ditemukan di MAN Insan Cendekia Gowa, di mana siswa memiliki potensi akademik yang baik, tetapi belum didukung dengan pengalaman langsung dalam mengembangkan kepemimpinan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kepemimpinan siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Peserta kegiatan terdiri dari 50 siswa kelas X dengan metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, digunakan metode ceramah, diskusi kelompok, simulasi (role play), serta kegiatan team building. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai pre-test sebesar 59,72 menjadi 74,78 pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan pada aspek afektif dan psikomotorik, seperti kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim. Dengan demikian, pembelajaran berbasis pengalaman terbukti menunjukkan peningkatan dalam membentuk karakter dan keterampilan kepemimpinan siswa secara lebih aplikatif. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kepemimpinan siswa yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
AFFORDABLE COFFEE-TO-GO AS A LIFESTYLE AMONG GENERATION Z AND CONSUMER LEGAL AWARENESS IN MAKASSAR Siti Syarifah Wafiqah Wardah; Syarifuddin Syarifuddin; Intan Permatasari
Social Landscape Journal Vol 7, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v7i1.83467

Abstract

The rapid growth of Indonesia’s coffee industry has encouraged the emergence of affordable coffee-to-go products that are widely consumed by Generation Z in urban areas. This phenomenon reflects a shift in coffee consumption from merely fulfilling caffeine needs to becoming part of a contemporary lifestyle. This study aims to analyze the meaning of affordable coffee-to-go in the lives of Generation Z in Makassar, identify the factors influencing their consumption decisions, and explore their level of consumer legal awareness in everyday consumption practices. This research employed a qualitative descriptive approach with data collected through semi-structured interviews with Generation Z consumers aged 18–25 years who regularly consume coffee-to-go products priced between Rp10,000 and Rp20,000. The data were analyzed using thematic analysis to identify key patterns and themes emerging from participants’ experiences. The findings show that affordable coffee-to-go is perceived not only as a practical beverage supporting daily mobility but also as a source of energy to enhance focus and as part of the social lifestyle of young people. Consumption decisions are mainly influenced by product affordability, practicality, and the influence of social environments and digital media. Although most participants demonstrate a basic understanding of consumer rights, particularly regarding product safety and information transparency, their attention to formal consumer protection aspects remains limited. This study contributes to the development of consumption sociology and consumer awareness studies while providing practical insights for improving consumer protection literacy among Generation Z.
Fear of Missing Out (FOMO) in Ready-to-Drink Coffee Consumption among Young People in Makassar Siti Syarifah Wafiqah Wardah; Eureka Try Zarazwanty R. Laega; Zulfahmi Zulfahmi
Business Research and Administration Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): BRAIN - APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32457/brain.v3i1.59

Abstract

This study aims to: (1) deeply understand the Fear of Missing Out (FOMO) phenomenon in ready-to-drink coffee consumption among young people in Makassar City, and (2) explore how FOMO shapes consumption behavior patterns in social contexts and social media use. The theoretical framework encompasses consumer behavior theory, FOMO in social psychology, and the influence of social media on purchasing decisions. This research employs a descriptive phenomenological qualitative approach through in-depth interviews with 16 informants aged 17–29 years in Makassar. Thematic analysis was applied. Results show: first, FOMO manifests as a real and significant phenomenon in ready-to-drink coffee consumption, expressed through curiosity toward viral products, impulse to follow trends, and fear of being left out of social experiences; second, FOMO shapes consumption patterns through three main mechanisms social media trends (Instagram and TikTok as amplifiers), peer group pressure, and the need for social identity and existence. The convenience of ready-to-drink format serves as a catalyst shortening the distance between FOMO-driven impulse and actual purchase. The novelty lies in qualitative exploration of FOMO in practical beverage consumption in Indonesian urban settings. Findings contribute to the theoretical understanding of FOMO as a consumer behavior determinant with practical implications for coffee businesses and policymakers.