Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Kinerja Karyawan Melalui Pengelolaan Beban Kerja, Pemberian Insentif, dan Penerapan Konsekuensi yang Tepat (Studi pada PDAM Kota Makassar) Muhammad Rusli; Nur Syamsu
Jurnal Ilmiah Bongaya Vol. 9 No. 1 (2025): 2025 : Jurnal Ilmiah Bongaya
Publisher : LPPM STIEM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37888/jib.v9i1.856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh pengelolaan beban kerja, pemberian insentif, dan penerapan konsekuensi terhadap kinerja karyawan pada PDAM Kota Makassar, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PDAM Kota Makassar, dengan sampel sebanyak 62 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan alat bantu software SPSS 26. Hasil uji hipotesis parsial (uji t) menunjukkan bahwa: (1) Beban kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan (β=0,171; sig. 0,101 > 0,05); (2) Insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β=0,510; sig. 0,000 < 0,05); dan (3) Konsekuensi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan (β=0,213; sig. 0,069 > 0,05). Secara simultan (uji F), ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, yang ditunjukkan oleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,625, artinya 62,5% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa insentif merupakan faktor dominan yang secara signifikan dapat mengoptimalkan kinerja karyawan. Sementara itu, beban kerja dan konsekuensi meskipun memiliki pengaruh positif, belum diterapkan secara optimal sehingga pengaruhnya tidak signifikan. Oleh karena itu, upaya optimalisasi kinerja karyawan di PDAM Kota Makassar harus berfokus pada penyempurnaan sistem insentif yang adil dan transparan, didukung oleh pengelolaan beban kerja yang wajar dan penerapan sistem konsekuensi yang konsisten.
Bridging the Digital Divide: A Mixed-Methods Evaluation of the Efficacy, Accessibility, and Impact of Web-Based Mental Health First Aid Training for Community Health Volunteers (Kader) in Rural Indonesia Zahra Amir; Ni Made Nova Indriyani; Iis Sugandhi; Husin Sastranagara; Muhammad Rusli; Wisnu Wardhana Putra
Indonesian Community Empowerment Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Indonesian Community Empowerment Journal
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/icejournal.v5i2.46

Abstract

Significant disparities in mental health service access persist in rural Indonesia, where community health volunteers (known as Kader) represent a vital but undertrained resource. Digital training platforms offer a scalable solution to build mental health literacy, yet their efficacy and accessibility in low-resource, digitally diverse settings remain under-evaluated. This study aimed to evaluate the efficacy, accessibility, and user experience of a novel, web-based Mental Health First Aid (MHFA) training program for Kader in rural Indonesia. We employed a convergent parallel mixed-methods design with a single-group, pre-test/post-test framework. A total of 165 Kader from 15 rural districts across North Sumatra, West Sumatra, and South Sumatra provinces were recruited. Participants completed a 4-week, self-paced, web-based MHFA course. Quantitative data were collected using the Mental Health Knowledge Questionnaire (MHKQ), the Community Attitudes toward the Mentally Ill (CAMI) scale, and the System Usability Scale (SUS) at baseline and post-intervention. Qualitative data were gathered through semi-structured focus group discussions (FGDs) with a purposive subsample of 32 participants to explore user experience and perceived impact. The intervention yielded a highly significant improvement in mental health knowledge, with mean MHKQ scores increasing from 48.5 (SD=10.2) at pre-test to 89.7 (SD=8.8) at post-test (t(164) = -35.1, p < 0.001). Stigmatizing attitudes significantly decreased, as reflected by an increase in mean CAMI scores from 55.3 (SD=12.5) to 81.4 (SD=11.9) (t(164) = -18.9, p < 0.001). The platform's usability was rated favorably, with a mean SUS score of 81.2 (SD=13.4), indicating excellent user-friendliness. Qualitative analysis revealed three primary themes: (1) Digital Empowerment and Overcoming Barriers; (2) Cultural Resonance and Practical Skill Acquisition; and (3) The Emergence of a Supported Community of Practice. In conclusion, web-based MHFA training is an effective, accessible, and well-accepted modality for empowering Kader in rural Indonesia. This digital approach successfully bridges geographical and educational divides, significantly enhancing mental health literacy and reducing stigma. Scaling this model holds immense potential for strengthening community-based mental health services and narrowing the treatment gap in Indonesia and similar low- and middle-income countries.
BIMBINGAN KELUARGA SAKINAH: APLIKASI KITAB ADABUL ISLAM FI NIDZAMUL USRAH DI PONDOK PESANTREN DALWA BANGIL PASURUAN Muhammad Rusli; Sarwo Waskito; Sirojuddin Abror
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 2 No 2 (2025): sinergi berdaya untuk masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berjudul Bimbingan Praktis menurut Kitab Adabul Islam fi Nidzamul Usrah untuk Keluarga Sakinah ini dilaksanakan bersama para santri asal Kalimantan Tengah di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa) Bangil, Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan dan memperkuat pemahaman santri terhadap nilai-nilai adab keluarga Islam berdasarkan ajaran Sayyid Muhammad Alawi Almaliki, yang menekankan pentingnya tanggung jawab, kasih sayang, serta keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga. Kegiatan dimulai dengan pembacaan Maulid Habsyi sebagai doa dan harapan akan keberkahan, kemudian dilanjutkan dengan kajian kitab dan dialog interaktif membahas berbagai persoalan keluarga Islami. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang menitikberatkan pada peran aktif peserta dan pemanfaatan potensi komunitas santri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kitab klasik mampu meningkatkan pemahaman spiritual, moral, dan sosial para santri, serta memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan berbasis kitab klasik masih sangat relevan dalam membentuk karakter Islami di era modern. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara pesantren, perguruan tinggi, dan lembaga masyarakat agar nilai-nilai keluarga sakinah dapat terus diterapkan dan berkembang di tengah masyarakat.
PEMANFAATAN POJOK BACA UNTUK MENUMBUHKAN MINAT BACA BERITA PADA SISWA KELAS VII SMP ISLAM DARUSSALAM MANUJU Muhammad Rusli
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 01 (2024): APRIL 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peranan pojok baca dalam menumbuhkan minat baca berita pada siswa dan keterampilan membaca berita SMP Islam Darussalam Manuju. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi deskriptif analitis. Penelitian ini dilakukan di SMP Islam Darussalam Manuju, Desa Manuju Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa. Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas VII dan Guru di SMP Islam Darussalam Manuju. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap guru dan siswa dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pojok baca dapat meningkatkan minat baca siswa dalam membaca berita yang disajikan oleh penulis. Membaca berita dapat melatih alat artikulasi, intonasi, jeda, dan menambah pengetahuan siswa mengenai informasi teraktual dan terfaktual. Penggunaan pojok baca juga efektif digunakan dalam membaca, khususnya membaca berita karena dapat melatih kepercayaan diri dan meningkatkan semangat belajar dan membaca pada siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai-nilai yang diperoleh siswa, yaitu yang mendapatkan nilai A (80-85 sebanyak 7 siswa, nilai B (72,5- 77,5) sebanyak 7 siswa, nilai C (67,5) sebanyak 1 siswa. Secara keseluruhan, nilai rata-rata yang dicapai siswa dalam keterampilan membaca berita pada pojok baca adalah 7,76 yang termasuk ke dalam predikat baik. Setelah itu peningkatan membaca siswa dapat dilihat setelah adanya pojok baca dan dilakukannya peran pojok baca pada peresen minat baca pada siswa yaitu 54,9%.
The Effect of the Numbered Heads Together Cooperative Learning Model on Students’ Learning Outcomes in Procedural Texts Heri Anggraini; Asri Yulianda; Muhammad Rusli
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 4 (2025): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v12i4.4332

Abstract

This study was conducted to address the low learning outcomes of students in writing procedural texts, which are often caused using conventional and less engaging teaching methods. To overcome this issue, the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model was implemented as a more interactive and collaborative alternative. The purpose of this study was to determine the effect of the NHT model on students’ learning outcomes in writing procedural texts for Grade VII students at MTs Al-Yusufiah Sidorejo. The research used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design and was carried out over four meetings. The participants consisted of two classes: the experimental class, which received instruction using the NHT model, and the control class, which was taught using conventional methods. Data were collected through tests, observations, and questionnaires, and analyzed using a t-test to determine differences between groups. The results showed a significant improvement in the experimental group’s performance, with a posttest mean score of 83.6 compared to 72.1 in the control group, and a Sig. (2-tailed) value of 0.001 (p < 0.05). Observation data also indicated that students in the experimental class were more active, collaborative, and engaged in the learning process. Based on these findings, it can be concluded that the NHT cooperative learning model effectively enhances students’ writing performance, participation, and motivation in learning procedural texts.
Sosialisasi Dan Edukasi Teknik Dasar Sepak Takraw Untuk Menumbuhkan Minat Olahraga Sejak Dini Suhartiwi; Hasanuddin Jumareng; Muhammad Rusli; Jud; Marsuna; Aliasis Maruka
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v3i1.301

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan olahraga sepak takraw kepada siswa sekolah dasar serta menumbuhkan minat berolahraga sejak dini sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui dua tahap, yaitu sosialisasi dan edukasi teknik dasar. Tahap sosialisasi berisi penjelasan mengenai pengenalan sepak takraw, aturan dasar, serta manfaatnya bagi kesehatan melalui media gambar, video, dan diskusi interaktif. Tahap edukasi melibatkan praktik langsung teknik dasar seperti menimang bola, servis dasar, dan passing sederhana yang dipandu oleh tim pelaksana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme tinggi dari peserta dan peningkatan pemahaman mengenai teknik dasar permainan sepak takraw. Guru olahraga juga memperoleh panduan sederhana agar kegiatan ini dapat dilanjutkan di sekolah. Secara keseluruhan, PKM ini berhasil menumbuhkan minat berolahraga sejak dini dan memperkenalkan olahraga tradisional kepada siswa dengan cara yang edukatif, menyenangkan, dan kontekstual.