Claim Missing Document
Check
Articles

Retensi dan Memori Dalam Kaitannya Dengan Kinerja Praktisi Pendidikan Agama Kristen Erwati, Sarah; Sihombing, Warseto Freddy
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v4i1.73

Abstract

Abstrack:God made man or women very unique. Humans are given a set of organs with each function. Some of them are vital organs in the human body. Humans also have retency and memories, this can all happen because of processes that have occurred in the human brain, then humans can remember every important moment in the past, humans can remember something, of course there are images, shapes, sounds, so they are able to remember back every memory. How long will it last in the human brain? In this research, the authors observe retention and memory in relation to brain performance, because the brain is a vital organ in human life. Even for teachers of Christian Religious Education, and for lecturers or other practitioners of Christian Religious Education, this organ is also as important as all people from various professional backgrounds. What is meant by retention and memory and what does this have to do with the task as a Christian Religious Education practitioner who must also use his brain to work? Through the research methods that have been determined, the author believes that this research is useful for the readers. Keywords: retention, memory, brain, education practitionerAbstrak:Allah menjadikan manusia itu sangat unik. Kepada manusia diberikan seperangkat organ tubuh dengan masing-maisng fungsinya. Beberapa di antaranya merupakan organ vital dalam tubuh manusia. Manusia juga memiliki ingatan dan memori, ini semua dapat terjadi karena adanya proses yang telah terjadi di dalam otak manusia, lalu manusia dapat mengingat setiap moment penting di masa lampau, manusia dapat mengingat sesuatu itu tentu adanya gambar, bentuk, suara, sehingga mereka mampu meingat kembali setiap memori. Berapa lamakah itu akan bertahan dalam otak manusia?  Dalam riset ini penulis mengamati perihal retensi dan memori dalam kaitannya dengan kinerja otak, karena memang otak merupakan organ vital dalam kehidupan manusia. Bahkan bagi para guru Pendidikan Agama Kristen, dan bagi para dosen atau pun praktisi Pendidikan agama Kristen lainnya, organ ini juga sama pentingnya dengan semua orang dari berbagai latar belakang profesi. Apakah yang dimaksud dengan retensi dan memori dan apa kaitannya dengan tugas sebagai praktisi Pendidikan Agama Kristen yang harus menggunakan otak juga untuk berkarya? Melalui metode penelitian yang telah ditetapkan, penulis yakin bahwa riset ini bermanfaat bagi para pembaca.Kata Kunci: retensi, memori, otak, praktisi pendidikan
Dinamika Berteologi: Sebuah Kajian Rancang Bangun Soteriologi dan Kristologi Gereja Sidang Jemaat Pentakosta Di Indonesia Imeldawati, Tiur; Sihombing, Warseto Freddy; Antonius, Seri; Sitompul, Sabar Rudi; Pinayungan, Presman Anju
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i2.2510

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi dinamika yang terjadi dalam kehidupan bergereja dan dinamika berteologi yang terjadi dalam tubuh GSJPDI sebagai salah satu denominasi gereja di Indonesia yang merupakan aliran dari gereja pentakosta. Otonomi yang sangat kuat dimiliki oleh gereja lokal dimana para founder pendiri gereja ini telah menerima berbagai perbedaan dalam pandangan atau ajaran dan menuangkannya sebagai motto. Sifat otonomi penuh ini merupakan hal yang menjadi kekuatan namun di sisi lain bisa menjadi kelemahan dikarenakan bisa muncul beragam dinamika dalam berteologi. Sebagai contoh ada gereja lokal yang condong kepada ajaran pengagung nama Yahweh, ada yang condong kepada pengajaran mempelai, ada yang condong kepada pengajaran tabernakel dengan pola tiga ibadah pokok dan ada yang condong kepada teologi aliran pentakosta pada umumnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan dinamika yang terjadi dalam berteologi dan rancang bangun teologi khususnya Kristologi dan Soteriologi yang perlu dibangun dalam wawasan teologis GSJPDI itu sendiri. Dengan metode kualitatif berupa studi pustaka dilakukan kajian teologis dan merancangkan bentuk-bentuk pelayanan yang mungkin dilakukan untuk membangun dasar teologi yang alkitabiah dalam kehidupan jemaat. Penelitian ini bermanfaat bagi jemaat lokal dan bagi penulis dan bagi studi lanjutan perihal tema sejenis. Dinamika merupakan hal yang lumrah hanya saja dinamika ini perlu disikapi dengan benar dan berdasarkan kebenaran Alkitab.
Kajian Teologi Inkulturasi dalam Upacara Mendegger Uruk di Desa Penanggalan Binanga Boang Kabupaten Pakpak Bharat Delila Bancin; Hanna Dewi Aritonang; Warseto Freddy Sihombing; Robert JT. Sitio; Grecetinovitria Butar-Butar
Journal New Light Vol. 2 No. 4 (2024): November : Journal New Light
Publisher : STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62200/newlight.v2i4.161

Abstract

This study aims to examine the meaning of the Mendegger Uruk ceremony for the Pakpak community and explore the process of Inculturation Theology applied in the ceremony in Penanggalan Binanga Boang Village, Pakpak Bharat Regency. The method used is a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The data used consists of primary and secondary data. The research population includes traditional figures and cultural figures, with a sample of five people (four traditional figures and one cultural figure). The results of the study show that the Mendegger Uruk ceremony was initially carried out as a response to difficult situations, such as illness and social problems. However, with the entry of the Gospel teachings, inculturation occurred in this ceremony, where elements of ancestor worship were replaced with prayers and gratitude in accordance with Christian teachings. Theology of Gospel Inculturation, according to Emmanuel Martasudjita, is the process of the Church's adaptation to local culture, so that the Gospel message can be conveyed more relevantly and effectively. The Gospel does not erase local culture, but rather purifies elements that are not in accordance with Christian teachings.
Strategi Manajemen PAK Dalam Mengatasi Keterbatasan Guru Sekolah Minggu Sirait, Cindy Monika; Napitupulu, Tianggur Medi; Sihombing, Warseto Freddy
Jurnal Christian Humaniora Vol 8, No 2 (2024): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v8i2.2586

Abstract

Sekolah minggu memiliki peran penting dalam perkembangan spiritual dan moral anak-anak, sehingga memerlukan keberadaan guru yang berkualitas untuk mendidik mereka. Namun, keterbatasan jumlah guru yang ada seringkali menjadi kendala dalam pengajaran yang efektif. Karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana strategi manajemen Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang dapat mengatasi keterbatasan guru di sekolah minggu. Dengan adanya dukungan dan pelatihan yang memadai bagi guru sekolah minggu, para guru menjadi lebih siap dan percaya diri dalam menyampaikan materi ajaran Kristen dengan cara yang relevan dan menarik bagi anak-anak. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode analisis deskripsi kualitatif. Pada metode kualitatif ini juga penulis menggunakan tehnik penelitian berupa observasi, dan wawancara terbuka serta studi pustaka melalui pentingnya pelatihan guru sekolah minggu. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterbatasan tersebut, termasuk kurangnya pelatihan dan dukungan bagi guru. Melalui analisis ini, Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi gereja-gereja lain yang menghadapi tantangan serupa dalam mengoptimalkan kuantitas guru dan memberikan pendidikan rohani yang lebih baik bagi anak-anak.
Social Enterpreneurship: Upaya Peningkatan Skill Mahasiswa Teologi dalam Pelayanan Holistik Iwan Setiawan Tarigan; Arip Surpi Sitompul; Herdiana Boru Hombing; Warseto Freddy Sihombing
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.781

Abstract

Today there is an economic gap in the midst of the congregation. The Church must play a role in overcoming the economic problems of the people. That is why the role of the pastor is very strategic, because the church as a whole is driven by the pastor. The purpose of this study is to produce a Christian entrepreneurship module design in an effort to produce quality and effective student skills in realizing holistic service. The type of research used in this study is research and development. The steps used include: potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, product trial, and product revision. Product development carried out in this research only reaches the stage of producing the final product, namely the Christian entrepreneurship module. It can be concluded that: The textbooks produced in this study are developments from various sources; And this research and development produces products in the form of textbooks in the form of textbooks as an effort to improve the skills of theology students in holistic service.
HISTORICAL AND THEOLOGICAL DIMENSIONS OF THE GOTILON FEAST IN THE HKBP TRADITION Nainggolan, Alon Mandimpu; Sihombing, Warseto Freddy; Tumba, Patresia R.
Penamas Vol 38 No 1 (2025): Volume 38, Issue 1, January-June 2025
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v38i1.871

Abstract

The gotilon feast is an ancient tradition that has been observed both before and after the introduction of Christianity and has undergone a transformation in meaning after being incorporated into the church liturgy in the HKBP Manado. This research aims to analyze the gotilon feast in the context of the Toba Batak diaspora in Manado by examining how this practice is carried out in HKBP Manado as a space for an encounter between religious identity and Toba Batak cultural expression. Using a light qualitative-ethnographic approach, as well as Pierre Bourdieu's theoretical framework - specifically the concepts of habitus, field, and doxa; this research shows that this tradition is the result of symbolic practices that are continuously reproduced, not solely because of theological dogma, but as a result of the social and historical structures that shape it. Within the diasporic social field, the gotilon feast occupies a strategic position as a mechanism for maintaining collective identity. However, it also presents a tension between religious particularism and culture and the demands of multiculturalism within the church. As a spiritual and social glue, this practice makes an important contribution to the conceptualization of contextual theology, the sociology of religion, and the dynamics of Toba Batak diaspora traditional practices.
Moderasi Beragama dan Pencegahan Stunting dalam Mewujudkan Sumberdaya Manusia yang Berkualitas di Desa Hutagurgur, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Gultom, Rogate Artaida Tiarasi; Sihaloho, Martua; Gea, Ibelala; Saragih, Ratna; Nenobais, Mesakh; Sihombing, Warseto Freddy
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 1 (2025): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v7i1.23686

Abstract

Salah satu indikator kinerja perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama tahun 2024 adalah terlaksananya program kerja tentang implementasi moderasi beragama.  Program Studi S3 Teologi juga berkontribusi dalam mencapai indikator kinerja tersebut melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat di Desa Hutagurgur, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2024 dengan menghadirkan dua orang narasumber.  Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Masyarakat Desa, Dosen dan Mahasiswa. Hasil kegiatan PKM adalah (1) Masyarakat telah melaksanakan praktek-praktek moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari; (2) Masyarakat yang mengadopsi moderasi beragama relatif lebih stabil dan harmonis untuk mendukung pengembangan kebijakan publik yang efektif dalam menangani masalah kesehatan anak; (3) Stabilitas sosial-politik yang dihasilkan dari moderasi beragama juga memungkinkan distribusi sumber daya yang lebih merata, termasuk akses ke makanan bergizi dan layanan kesehatan, yang semuanya berkontribusi dalam pencegahan stunting; dan (4) Masing-masing stakeholders menyadari pentingnya dan selanjutnya berkomitmen untuk berpartisipasi dalam mewujudkan moderasi beragama, pencegahan stunting dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia
Ritual 'Erpangir Ku Lau' Berdasarkan Perspektif Teologi Kesucian Diri (Studi Etnografi Terhadap Tradisi Lokal di Desa Semangat Gunung) Ginting, Tasya Salonika; Aritonang, Hanna Dewi; Sihombing, Warseto Freddy
NABISUK : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Prodi Teologi IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jn.v1i2.17

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan persepsi masyarakat mengenai ritual erpangir ku lau, membersihkan diri dengan menggunakan media air dan ritual erpangir ku lau berdasarkan perspektif Teologi Kesucian Diri. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif etnografi yaitu pekerjaan mendeskripsikan suatu kebudayaan dengan menghasilkan data informan tertulis maupun lisan dari objek yang diamati. Persepsi masyarakat terhadap ritual erpangir ku lau yaitu suatu ritual membersihkan diri dengan menggunakan media air, masyarakat Karo yang melakukan ritual erpangir ku lau mempercayai bahwa ritual ini dapat membersihkan diri yang bertujuan untuk meminta berkat, meminta hasil panen yang melimpah, dan dapat menyembuhkan penyakit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa air memiliki sifat eliminatoris, retoratoris, kreatoris yang bersifat mencuci, membersihkan, memurnikan kotoran, noda dan juga mengusir bala dan penyakit, termasuk roh-roh jahat yang artinya mengeliminasi kejahatan dan menyembuhkan tatanan. Memulihkan atau mengembalikan apa yang sudah hilang dari hidup sempurna sediakala. Pengutuhan lewat air akan sanggup memulihkan hidup sempurna menjadi bahagia. Oleh kekuatan dari iblis, hidup dilemahkan, digerogoti dan akhirnya, setelah layu akan menjadi mati. Daya ajaib air akan meresapkan dan dengan itu memulihkan hidup semula (sembuh) dalam keselarasan hubungan dengan Allah. Air sanggup melahirkan pengada dan status mengada yang baru. Air bukan saja menyucikan, tetapi juga mengandung potensialitas, yang dikomunikasikannya. Ini menjadi air kehidupan. Perlambangan air adalah statusnya yang tetap pada potensi dan berlaku bagi setiap ritus air, baik percikan, penyentuhan, pencelupan, maupun pembasuhan, pemandian dan penceburan.
Pesan Transformatif Keesaan Gereja dalam Sakramen Perjamuan Kudus Saragih, Erman Sepniagus; Sihombing, Warseto Freddy
NABISUK : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Prodi Teologi IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jn.v1i2.19

Abstract

Doktrin gereja-gereja tentang Perjamuan Kudus (PK) sangat beragam dan memunculkan perdebatan dalam hal Teologi dan praksisnya. Berbagai aliran gereja memiliki klaim kebenarannya masing-masing tentang substansi sakramen PK sehingga, kondisi ini menarik untuk dikaji dan didialogkan untuk menemukan sintesa kritis terhadap konsep-konsep teologi layanan PK demi mewujudkan keesaan gereja. Metode penelitian menggunakan kualitatif pendekatan studi literatur dengan teori dialektika tentang ragam konsep tentang layanan PK dengan paradigma kritis dan konstruktif. Sumber-sumber data disadur dari literatur tentang PK dalam bentuk cetak dan elektronik. Semua prinsip teologis dan praksis ditelaah dengan prinsip dialektis untuk mengemukakan kontruksi layanan PK yang menunjang pewujudan keesaan gereja. Kesimpulan dari hasil kajian ini adalah ragam cara dan ajaran layanan PK adalah keniscayaan sebab kondisi ini adalah kebutuhan konteks dimana gereja berada. Layanan PK secara teologis dan praksis tidak terletak pada objek materinya, tetapi objek forma yaitu mencakup pesan spritual dan konstruksi formula teologi yang termaktub di dalamnya. Substansialitas layanan PK adalah terletak pada tubuh dan darah Kristus yang adalah satu dan tidak terpisah-pisahkan dan inilah suara penting untuk pewujudan keesaan gereja.
Perspektif Remaja GPP Aek Nauli Tentang Praktik Mengasihi (Teladan Bunda Teresa) Sihombing, Warseto Freddy; Manullang, Megawati; Lumban Gaol, Ester Novita
NABISUK : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Prodi Teologi IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jn.v2i1.22

Abstract

This research is motivated by the problem of adolescents who experience many problems about love that no longer appear to surface both in the midst of society and especially fellow Christian adolescents because human life is hit by a crisis of faith characterized by high egoism, arrogance, envy, spite, an attitude that does not care about others who are lacking, loss of brotherhood, loss of mutual respect,  depletion of fraternal ties, The breakup of the help-relief union, forcing one's own will on others and disrespect for each other in GPP teenager Aek Nauli.  This study aims to find out how the practice of loving others, especially for GPP teenager Aek Nauli by emulating Mother Teresa in terms of love. This study used descriptive qualitative method. The author collects data from various literature sources in the form of theological journals, articles or books that are in accordance with the topic that is the subject of study. Researchers make observations on the phenomenon of today's adolescent life. Where Mother Teresa's practice of loving is to love sincerely, She loves everyone, because She sees the face of Jesus in whom She loves. Youth as future successors of the church must know the life of love through the teachings of the Bible, so as to increasingly live the practice of love taught by God by imitating Mother Teresa.
Co-Authors Adi Sinamo Alon Mandimpu Nainggolan Andrianus Nababan Antonius, Seri Arip Surpi Sitompul Aritonang, Hanna Dewi Arnol Martumpu Manurung Bernard Lubis Bernhardt Siburian Bestian Simangunsong Betty Putri Irene Hulu Binur Panjaitan Br Sinaga, Rut Yesika Christmas Jonathan Simanugkalit Delila Bancin Delima Padang Delima Padang Despriana Rismawati Tumangger Dicky Cibro Donny Paskah Martianus Siburian Elisamark Sitopu Emmi Silvia Herlina Erman Saragih Erman Sepniagus Saragih Erwati, Sarah Ester Novita Lumban Gaol Firman Gani Manik Flesia Nanda Uli Boangmanalu Frainskoy Rio Naibaho Ginting, Tasya Salonika Grecetinovitria Butar-Butar Gultom, Rogate Artaida Tiarasi Hanna Dewi Aritonang Haposan Silalahi Helen Angelita Purba Herdiana Boru Hombing Herdiana Sihombing Hombing, Herdiana Boru Hondo, Wantri Hutabarat, Eduard H. Ibelala Gea Icca Berutu Imeldawati, Tiur Indra Putra Adi Sinamo Irfan Manik Jungjungan Simorangkir Junjungan Simorangkir Junjungan Simorangkir Listrawati Bancin Bancin Liyus Waruwu Lubis, Bernard Lumban Gaol, Ester Novita Lustani Samosir Manullang, Megawati Maria Kristina Simarmata Maria Widiastuti Maria Widiastuti, Maria Marlinawati Situmorang Marlinawati Situmorang Martua Sihaloho Megawati Manullang Merlin Asima Hutagaol Napitupulu, Tianggur Medi Nenobais, Mesakh Nicolas Sinaga Nurelni Limbong Nurelni Limbong Nurjannah Sintya Sihotang Nursalina Sihombing P., Julita Herawati Parsaoran Tambunan Pelealu Samuel G Pinayungan, Presman Anju Raykapoor, Raykapoor Rencan Carisma Marbun Renti Ardina Gajah Rida Gultom Robert JT. Sitio Saragih, Erman Sepniagus Saragih, Ratna Sarnita - Seri Antonius Sidabutar, Benny Anton Sigiro, Adi Suhenra Sihombing, Salomo Simamora, May Rauli Simangunsong, Bestian Simorangkir, Junjungan Sinambela, Maringan Sirait, Cindy Monika Sitanggang, Rawatri Sitompul, Arip Surpi SITOMPUL, SABAR RUDI Sri Agustina Manalu Tamba, Tiffany TARIGAN, IWAN SETIAWAN Tarigan, Yan Pratama Tesdiami Berutu Tifany Tamba Tiffany Tamba Tiur Imeldawati Tiur Imeldawati Tobing, Lucia J. L. Tumba, Patresia R. Veronika Uliarta Sinaga Waruwu, Liyus Yefta Nainggolan