Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TPACK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL GURU Hayati, Rahmi; Muamar, M Rezeki; Wahyuni, Rahmi; Miswar, Miswar; Marzuki, Marzuki
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35543

Abstract

Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital guru. TPACK adalah pendekatan yang mengintegrasikan tiga komponen utama: teknologi, pedagogi, dan konten. Pendekatan ini sangat relevan dalam konteks pendidikan abad ke-21, di mana guru dituntut untuk memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran. Tujuan dan Manfaat Pelatihan:1) Peningkatan Kemampuan TPACK: Pelatihan ini dirancang untuk membantu guru memahami dan mengimplementasikan TPACK dalam pengajaran mereka. Dengan penguasaan TPACK yang baik, guru dapat merancang pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi siswa; 2)Pengembangan Media Pembelajaran: Guru akan dilatih untuk membuat media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital, sehingga dapat meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam belajar; 3) Literasi Digital: Fokus utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan literasi digital guru, agar mereka mampu menggunakan berbagai alat dan platform digital secara efektif dalam proses pembelajaran. Hal ini penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di era digital. Pelatihan ini tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung dalam pembuatan media pembelajaran. Guru akan diajarkan cara menggunakan berbagai aplikasi dan alat digital untuk menciptakan konten yang menarik, serta bagaimana mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam strategi pengajaran mereka. Dengan pelatihan ini, diharapkan guru dapat lebih siap menghadapi tantangan pendidikan modern dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas melalui penggunaan teknologi yang tepat.
DAMPAK PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA DI SEKOLAH DASAR Hayati, Rahmi; Husnidar; Novianti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19910

Abstract

Culture-based learning in elementary schools is an approach that integrates local cultural values ​​in the educational process to enrich the learning experience and shape the character of students. This research aims to identify the impact of implementing culture-based learning on students, teachers, schools, communities and the national education environment. The research results show that culture-based learning can increase cultural understanding, learning motivation, and students' academic and non-academic achievements. For teachers, this approach encourages creativity, innovation and strengthening relationships with students. Schools that integrate local culture can also enhance their identity as centers for cultural preservation and strengthen ties with the community. In addition, culture-based learning enriches the national curriculum and increases pride in Indonesia's cultural diversity. Based on these findings, it is recommended to develop culture-based learning modules, increase teacher capacity through training, strengthen collaboration between schools and communities, and develop policies that support the implementation of local culture in education. Thus, culture-based learning can make a major contribution to forming a generation with character and respect for Indonesia's cultural diversity
BELAJAR ASYIK DAN BERMAKNA: INTEGRASI GAMIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI SEKOLAH DASAR Hayati, Rahmi; Karim, Asrul; Kartika, Yessi; Fachrurazi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24199

Abstract

This study aims to describe the process and impact of gamification integration in contextual learning in elementary schools as a strategy to create a fun and meaningful learning experience. The background of this study is based on the fact that conventional learning in elementary schools is still monotonous, less contextual, and minimal active student involvement. The gamification approach that adopts game elements, such as points, challenges, and levels, is combined with students' real-life contexts to increase motivation and conceptual understanding. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies. The subjects of the study included teachers, fourth grade students, principals, and parents at an elementary school that has implemented learning innovations. The results of the study indicate that contextual gamification integration can increase student involvement, strengthen intrinsic motivation, and create an active and enjoyable learning atmosphere. Teachers play an important role in designing learning that is balanced between cognitive and affective aspects. Despite facing technical and planning challenges, teachers can overcome them through reflection and adaptive strategies. In conclusion, gamification in contextual learning is an effective and relevant approach to realizing learning that touches the intellectual and emotional aspects of students in elementary schools.
PENDAMPINGAN GURU MELALUI DIFUSI INOVASI PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERINTEGRASI TPACK Rahmi Hayati; T Rafli Abdillah; Fina Meilinar; Zuraini Zuraini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26408

Abstract

Abstrak: Pendampingan guru melalui difusi inovasi pendidikan dalam pembelajaran berdiferensiasi yang terintegrasi dengan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan pelaksanaan kegiatan Melalui Difusi Inovasi Pendidikan Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) adalah untuk membantu guru meningkatkan kemahiran dan ketahiran dalam penggunaan teknologi dalam pendidikan. Metode yang Digunakan yaitu Forum Group Discussion. Mitra yang terlibat sebanyak 20 Orang Guru. Evaluasi dilakukab dengan wawancara Dengan menggunakan TPACK, guru dapat memahami bagaimana teknologi boleh digunakan untuk mengubah bagaimana isi dipelajari dan bagaimana pedagogi digunakan untuk mencapai tujuan belajar. Secara keseluruhan, respons guru terhadap program pendampingan ini sangat positif. Sekitar 85% guru merasa terbantu dengan adanya pendampingan ini dan menyatakan bahwa mereka lebih percaya diri dalam menggunakan TPACK dalam proses pembelajaran. Hasil penerapan berbelajaran berdiferensiasi juga meningkat dari 90,5% menjadi 92,96%.Abstract: Teacher assistance through the diffusion of educational innovation in differentiated learning integrated with TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) is very important to improve the quality of learning. The aim of implementing activities through the Diffusion of Educational Innovation in Differentiated Learning Based on Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) is to help teachers increase proficiency and sophistication in the use of technology in education. The method used is Forum Group Discussion. The partners involved were 20 teachers. Evaluation is carried out by interviews. By using TPACK, teachers can understand how technology can be used to change how content is learned and how pedagogy is used to achieve learning goals. Overall, teacher responses to this mentoring program were very positive. Around 85% of teachers felt helped by this assistance and stated that they were more confident in using TPACK in the learning process. The results of the implementation of differentiated learning also increased from 90.5% to 92.96%. 
DEVELOPMENT OF AN RME-BASED GAME WITH LOCAL WISDOM CONTENT AND DEEP LEARNING STRATEGIES FOR MATHEMATICS LEARNING Hayati, Rahmi; Syahputra, Edi; Surya, Edy; Nuraina, Nuraina; Rohantizani, Rohantizani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.14372

Abstract

AbstractThe main problem in elementary school mathematics learning is the low student motivation and learning outcomes caused by conventional approaches that tend to be abstract and lack connections to real-life contexts. This study aims to develop an educational game based on Realistic Mathematics Education (RME) with the integration of Acehnese local wisdom to improve students’ motivation and learning outcomes. The research employed a modified Research and Development (R&D) model of Borg & Gall, which consisted of needs analysis, design, expert validation, limited trial, revision, main field trial, and final revision. The research subjects included 30 fifth-grade students in the limited trial stage and 90 students from three different elementary schools in the main field trial, using a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. The instruments used were student response questionnaires, expert validation sheets, and achievement tests. Expert validation results indicated that the product was in the “highly valid” category. The limited trial showed that 90% of students considered the game easy to use and 85% felt more motivated, with learning achievement increasing from an average pretest score of 62 to 78 in the posttest; a paired-sample t-test yielded t(29) = 5.84, p < 0.001. The main field trial demonstrated a significant improvement, where the experimental class increased from an average score of 61 to 84, while the control class only increased from 63 to 72; the ANOVA results showed F(1,88) = 12.35, p < 0.01 with an effect size of 0.82 (large category). It is concluded that the RME-based educational game with Acehnese local wisdom is effective in enhancing students’ motivation and learning outcomes, and it has the potential to be further developed by adding adaptive and interactive features to strengthen student engagement.Keywords: Deep Learning; Game; Local Wisdom; RME Abstrak Permasalahan utama dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa akibat pendekatan konvensional yang cenderung abstrak serta minim keterkaitan dengan konteks nyata kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan game edukatif berbasis Realistic Mathematics Education (RME) dengan integrasi kearifan lokal Aceh untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) model Borg & Gall yang dimodifikasi, melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, uji coba terbatas, revisi, uji coba lapangan utama, hingga revisi akhir. Subjek penelitian melibatkan 30 siswa kelas V SD pada tahap uji terbatas dan 90 siswa dari tiga sekolah dasar berbeda pada tahap uji lapangan dengan desain quasi-experiment menggunakan pretest-posttest control group design. Instrumen yang digunakan meliputi angket respon siswa, lembar validasi ahli, serta tes hasil belajar. Hasil validasi ahli menyatakan produk berada pada kategori sangat valid. Uji terbatas menunjukkan 90% siswa menilai game mudah digunakan dan 85% merasa lebih termotivasi, dengan peningkatan hasil belajar dari skor rata-rata pretest 62 menjadi 78 pada posttest; analisis uji t berpasangan menghasilkan t(29)=5,84, p<0,001. Uji lapangan menunjukkan peningkatan signifikan, di mana kelas eksperimen meningkat dari skor rata-rata 61 menjadi 84, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 63 menjadi 72; hasil ANOVA F(1,88)=12,35, p<0,01 dengan effect size 0,82 (kategori besar). Disimpulkan bahwa game edukatif berbasis RME dengan kearifan lokal Aceh efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut dengan penambahan fitur adaptif dan interaktif untuk memperkuat keterlibatan siswa.Kata kunci: Deep Learning; Game; Kearifan Lokal; RME 
Optimization of TPACK-Based Project Learning in Micro Teaching Courses in the Mathematics Education Study Program Nuraina Nuraina; Rahmi Hayati; Rohantizani Rohantizani; M Mursalin; Muliana Muliana; Ratna Unaida
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i2.1166

Abstract

The purpose of this research is to optimize project learning based on Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) in the Micro Teaching course in the Mathematics Education Study Program. A descriptive qualitative approach is used to describe student involvement in each stage of the project: starting from planning, digital media development, implementation of micro teaching, reflection, revision, to publication of results. Data was collected through observations, project documents, and assessment sheets based on the TPACK rubric. The results showed that students were able to integrate elements of technology, pedagogy, and content quite well, with the highest scores in the Pedagogical Knowledge (4.5) and TPACK (4.4) dimensions, and the lowest scores in the Technological Content Knowledge dimension (4.1). These findings show that the TPACK-based project learning model is effective in developing the competencies of prospective 21st century mathematics teachers who not only master the material and learning strategies, but are also able to utilize technology appropriately. This study recommends the sustainable application of similar models to support the transformation of digital-based education and innovative pedagogy in higher education.
PELATIHAN PEMBUATAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI UNTUK MEWUJUDKAN SCHOOL WELL BEING DI SEKOLAH DASAR Rahmi Hayati; T Rafli Abdillah; M Rezeki Muamar; Asrul Karim; Fachrurazi Fachrurazi; Piki Mulani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37152

Abstract

Pelatihan pembuatan modul ajar berdiferensiasi untuk mendukung school well-being di sekolah dasar bertujuan untuk membekali guru dengan keterampilan dan pengetahuan dalam merancang pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan beragam siswa. Modul ajar berdiferensiasi dirancang agar guru dapat memberikan materi yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung kesejahteraan siswa di sekolah. Pelatihan ini diikuti oleh guru-guru sekolah dasar yang didampingi dalam menyusun dan mengimplementasikan modul ajar berdiferensiasi melalui berbagai metode seperti penyuluhan, pelatihan berbasis teknologi, demonstrasi, dan pendampingan langsung di kelas. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru, terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih bervariasi dan interaktif. Efektivitas pembelajaran berdiferensiasi juga tercermin dari peningkatan school well-being siswa, yang dilaporkan lebih terlibat aktif dalam pembelajaran dan merasa lebih nyaman serta termotivasi di lingkungan sekolah. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan modul ajar berdiferensiasi.Beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu dan sumber daya bagi guru untuk menyusun modul, disarankan untuk diatasi dengan pendampingan berkelanjutan dan peningkatan akses terhadap teknologi pendidikan. Pelatihan ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam menciptakan sistem pembelajaran yang lebih inklusif, responsif, dan mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh.
TRANSFORMASI PENGAJARAN DENGAN VIRTUAL REALITY: PELATIHAN GURU SEBAGAI KATALISATOR INOVASI PEMBELAJARAN Rahmi Hayati; M Rezeki Muamar; Zuraini Zuraini; Fachrurazi Fachrurazi; Asrul Karim
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43256

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia pendidikan semakin mendorong inovasi dalam metode pengajaran. Salah satu teknologi yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar adalah Virtual Reality (VR). Penggunaan VR dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih imersif, interaktif, dan menarik, memungkinkan siswa untuk memahami konsep-konsep yang sulit dijelaskan dengan metode konvensional. Tujuan pelatihan Virtual Reality (VR) bagi guru sekolah dasar sebagai upaya untuk memperkenalkan dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi ini untuk pembelajaran. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman guru tentang konsep VR, memberikan keterampilan praktis dalam penggunaannya, dan mendorong terciptanya metode pembelajaran yang lebih inovatif. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menilai bagaimana pelatihan ini dapat memotivasi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelatihan berbasis demonstrasi dan praktek langsung, di mana para guru diberi kesempatan untuk merasakan secara langsung bagaimana VR dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis hasil pelatihan, serta dampaknya terhadap keterampilan dan motivasi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan VR berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis guru dalam menggunakan teknologi VR, serta mendorong mereka untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Para guru juga melaporkan peningkatan motivasi dalam menggunakan teknologi ini di kelas untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa.
PELATIHAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS TPCK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS Rohantizani Rohantizani; Nuraina Nuraina; Mursalin Mursalin; Rahmi Hayati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45904

Abstract

Guru abad 21 harus memiliki pengetahuan sekaligus keterampilan dalam menggunakan berbagai perangkat teknologi baik yang tradisional maupun modern untuk memfasilitasi belajar dan meningkatkan hasil pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mendefinisikan, menjelaskan tentang pengukuran, dan menjelaskan tentang pengembangan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPCK). Penulisan artikel menggunakan metode survei untuk mengetahui tingkat TPCK pada guru matematika. Hasil kajian mendapati bahwa, TPCK merupakan salah suatu jenis pengetahuan baru yang harus dikuasi guru untuk dapat mengintegrasikan teknologi dengan baik dalam pembelajaran. TPCK dapat dijadikan sebagai kerangka kerja untuk mendesain kurikulum pendidikan guru yang lebih sesuai dengan era dan tuntutan pembelajaran Abad 21. Berdasarkan pelatihan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Malikussaleh berjalan dengan sukses dan lancar. Berdasarkan hasil angket, hampir seluruh peserta memberikan tanggapan positif, memperoleh persentase 95,81% dengan kategori sangat baik.
Analysis of Students’ Self-Efficacy in Solving Mathematical Problem through Problem Based Learning Rohantizani Rohantizani; Nuraina Nuraina; Mursalin Mursalin; Rahmi Hayati
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i1.673

Abstract

Students with good self-efficacy are generally able to overcome challenges in various aspects of life. This study aimed to measure students’ self-efficacy in learning mathematics in the Mathematics Education Department of Malikussaleh University during the 2024/2025 academic year. With technological support, PBL can be implemented more interactively and flexibly, enabling students to access learning resources, engage in online discussions, and develop problem-solving abilities independently. A qualitative research method was employed, with data collected through a questionnaire. The subjects of this study were students enrolled in the Mathematics Education Department at Malikussaleh University. The data analysis in this study was carried out through three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. A total of 41 students participated in the study. The results showed that 6 students (15%) had high self-efficacy, 31 students (75%) had moderate self-efficacy, and 4 students (10%) had low self-efficacy. The average self-efficacy score among students was 76.47%.  Based on these findings, students of the Mathematics Education Department at Malikussaleh University can generally be categorized as having a moderate level of self-efficacy. Analysis of the questionnaire data indicates that most students put significant effort into solving the problems assigned by lecturers, and some reported never procrastinating on tasks. While some students disagreed with completing tasks only at the deadline, others disagreed with the idea of never postponing tasks and stated that they preferred to work under deadline pressure.  Strengthening this psychological construct is crucial not only for deepening students' understanding of mathematical concepts but also for improving their preparedness and effectiveness as future mathematics teachers.
Co-Authors Abdul Murad Abdurahman Adisaputera Adi Sutopo Afkar Afkar Aldy Wantesa Anita Yus, Anita Annisa Nabila Ara, Intan Ayu Asrul Karim Asrul Karim Asrul Karim, Asrul Bulan Nuri Chrairul Rizal Cut Morina Zubainur Danny Meirawan Dian Armanto Edi Syahputra Edi Syahputra Edi Syahputra Edy Surya Edy Surya Edy Surya Edy Surya Eka Pandu Cynthia Eli Nofriati Eli Nofriati Enda Beatrix Middlen PA Endang Herawan Eri Saputra Eva Faridah Fachrurazi Fachrurazi Fachrurazi fachrurazi. Fazrina Saumi Fina Meilinar Fina Meilinar Hakim Muttaqim Hasratuddin Hasratuddin Hasratuddin Hasratuddin Husnidar Husnidar Husnidar Husnidar, Husnidar icut mawarni Intan Azura Intan Syuhada Irham Hidayat Shiddiq Isralidin Isralidin Jasmaniah Jasmaniah Linda Wahyuni M Ikhsan M Mursalin M Mursalin m rezeki muamar M. Rezeki Muamar Maftuhin Mailiyana Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki mawarni, icut Misnawati Misnawati MISWAR MISWAR Muhammad Afrizal Muliana Muliana Munir Niatul Jannah Nofriati, Eli Noor Vika Hizviani Novianti Novianti Novianti Novianti Novianti Novysa Basri Nuraina Nuraina Nuraina Nuraina Nuraina Nuraina Nuraina Nuraina Nuraina Nuraina Nuraina, Nuraina Nurdin Bukit Nurlaili Piki Mulani Putri Ariska Rahmah Johar Rahmi Wahyuni Rahmi Wahyuni Rahmi Wahyuni, Rahmi Ratna Unaida Riandi Marisa Riszky Anandawar Rohantizani Rohantizani Rohantizani Rohantizani Rohantizani Rohantizani Rohantizani Rohantizani, Rohantizani Rosmala Dewi Rusyidah Safriana, Rina Safriani Siti Habsari Pratiwi, Siti Siti Khaulah, Siti Khaulah Supiyandi Supiyandi Suwanto Suwanto Ulva Satira Wahyudi Wahyudi Wilda Salsabila Wiwin Apriani Wiwin Apriani Yenni Rosana Yessi Kartika Yessi Kartika z, rohantizani Zulhelmi, Zulhelmi Zuraini Zuraini Zuraini Zuraini Zuraini Zuraini Zuraini Zuraini, Zuraini