This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Cakrawala Pendidikan COPE EDUSAINS Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Jurnal Pendidikan Biologi Journal of Biology Education JURNAL IQRA´ Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal PG-PAUD Trunojoyo : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Analisa Jurnal Bioedukatika Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Integritas: Jurnal Antikorupsi Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Journal of Science Education Research Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Journal of Education Technology Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling Journal of Research and Educational Research Evaluation Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan (Biotik) Measurement In Educational Research Indonesian Journal Of Educational Research and Review Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) International Journal of Education and Teaching Zone Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) Jurnal Edukasi Biologi International Journal of Law and Society AMPLITUDO: Journal of Science & Technology Innovation Jurnal Pendidikan Anak Jurnal Pendidikan MIPA Jurnal Pendidikan Progresif
Claim Missing Document
Check
Articles

DUKUNGAN KURIKULUM 2004 TERHADAP PEMBELAJARAN PENGETAHUAN ALAM TERINTEGRASI DI SMP Bambang Subali, Slamet Suyanto, Paidi & Heru Kuswanto
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 2 (2005): Cakrawala Pendidikan, Juni 2005, Th. XXIV, No.2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.955 KB) | DOI: 10.21831/cp.v0i2.371

Abstract

AbstractThe new curriculum for junior high schools known as Curriculum 2004 calls for a change in the name of the school subject PhysicalScience into Physical Knowledge. The change in name has veryimportant consquences on education in science. One of the mostimportant consquences is that the subject should be taught in anintegrated way. This article studies the consquences of the changein the name of the subject on its instruction and whether thestructure of the curriculum enables the subject to be taught in an integratedway.The results of the study indicate that a consquence of the change in the name of the subject is that the way junior high school students learn science is not to be as scientific as scientists; rather, they are to come only to the level of introduction to concepts and scientific work which is applied in nature (which implies applied science). Therefore, there needs to be a change in the formulation of leaning objectives and a simplification of the basic copmpetencies to be achieved and the indicators of achievement. An integrated teaching of the subject in an integrated way, however, can ideally be conducted only when the development of the important aspects (or the strands) of the subject in the curriculum is based on themes or problems instead of objects. The objects selected should represent a facilitation of the mastery of scientific concepts to be developed in students, as seen in the structure of the curriculum used in Singapore or of the one proposed a science teachers association in the United States.Key words: science education curriculum, integrated science education
Kultur Jaringan Slamet Suyanto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 4, No 01: Februari 2000
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.714 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v4i01.5310

Abstract

-
PENGEMBANGAN PETA PENGETAHUAN (MENTAL MAP) MAHASISWA MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME Slamet Suyanto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 5, No 02: Desember 2001
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v5i02.5358

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas(PTK) ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa menstrukturisasi pengetahuan hasil belajarnya dengan cara menggambarkan peta pengetahuannya (mental map). untuk memacu perkembangan kemampuan mahasiswa tersebut digunakan pendektatan konstruktivisme melalui tiga tahap (three steps of constructivist learning) sebagaimana yang dikembangkan di Jepang. Sebanyak 55 mahasiswa yang mengambil matakuliah Pendidikan Biologi terlihat sebagai subjek dalam penelitian ini. penelitian menggunakan dua siklus. Siklus pertama mengambil topik Biologi dalam Pendidikan Biologi, siklus kedua mengambil topik siswa sebagai subjek belajar.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN SUKSESI EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA BIOLOGI Rio Christy Handziko; Slamet Suyanto
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 1, No 2: October 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.774 KB) | DOI: 10.21831/jipi.v1i2.7508

Abstract

Tujuan penelitian penyusunan media pembelajaran berupa video yang layak untuk meningkatkan motivasi belajar dan penguasaan konsep suksesi. Metode pengambilan video berlokasi di lereng Merapi yang sesuai dengan perkiraan perkembangan suksesi ekosistem. Pengujian kelayakan produk melibatkan beberapa ahli sedangkan pengujian kelas terdiri dari uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Uji coba terbatas melibatkan 30 mahasiswa sedangkan uji coba lapangan melibatkan 30 mahasiswa kelas eksperimen dan 30 mahasiswa kelas kontrol. Penelitian pertama tentang kondisi perkuliahan, penelitian kedua tentang pengujian produk. Hasil uji produk, mendapatkan penilaian minimal “Baik”. Uji coba terbatas, hasilnya “Sangat Baik”. Pada uji coba lapangan, produk diuji penggunaannya pada peningkatan motivasi belajar dan penguasaan konsep, serta uji beda terhadap kelas kontrol. Hasil uji kelayakan mendapatkan penilaian “Baik” dan analisis gain score kedua variabel, mendapatkan hasil lebih tinggi untuk kelas eksperimen. Hasil uji beda menandakan adanya perbedaan antara kedua kelas, artinya media pembelajaran berpengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar dan penguasaan konsep. Kata Kunci: foto, video, perbandingan, suksesi ekosistem, gunung Merapi, motivasi belajar, penguasaan konsep.   THE DEVELOPMENT OF VIDEO LEARNING ECOSYSTEM SUCCESSION TO IMPROVE LEARNING MOTIVATION AND MASTERY OF CONCEPT FOR BIOLOGICAL STUDENTS Abstract This research was aimed to establish video learning ecosystem succession that deserves to improve learning motivation and mastery of the concept of succession. Capturing video is located on the slopes of Merapi, which according to estimates of ecosystem succession development. Testing the feasibility of a product involves several experts and testing in a class consisting of limited testing and field trial tests. Limited test involving 30 students while the field trial involving 30 students in the experimental class and 30 students in the control class. The first step in this research is to analyze condition of the course and the second step is on product testing. Test results of product, get a minimum grade is "good". On limited testing, the results is "Very Good". In field trial tests, its use product tested on improving learning motivation and mastery of concepts, as well as different test against the control class. The results of the feasibility test get grades of "Good" and the gain score analysis the both of variable, getting higher results for the experimental class. Results of the different test indicate a difference between the two classes, it means video learning influential to improving learning motivation and mastery of concepts. Keywords: photo, video, comparison, ecosystem succession, mount Merapi, learning motivation and mastery of concepts.
PENGEMBANGAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL MELALUI ORGANISASI BELAJAR: KONSEP DAN IMPLEMENTASI Slamet Suyanto
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2008): Cakrawala Pendidikan, November 2008, Th. XXVII, No. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.862 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.323

Abstract

AbstractIndonesian Government, putting into action the Educational System Law, isstarting its efforts this year to develop schools to reach international standardschools (SBI). The Educational System Law (2003), specifically act number 20, statesthat The government and/or district develop at least one school in every level tobe promoted into an international standard school (SBI). That act arises manyquestions in the school level concerning the international standards school (SBI),such as what is SBI, what is the main goal, what is the requirement of schools to bepromoted as SBI, how can schools develop themselves to reach SBI, what is thecriterion of the success? Indeed, there are many ways for schools to developthemselves into an international level. Every school may use a different way thatsuitable to the schools condition. This paper brings to mind the LearningOrganization (LO) as one of the generic promising ways to develop a school into aninternational level. LO is basically an organization that learns and doescontinuously improvement. LO comprises of five major components: (1) sharedvision, (2) system thinking, (3) personal mastery, (4) mental models, and (5) teamlearning. Besides, there are five subsystems where those components should bedeveloped in LO: (1) learning, (2) knowledge, (3) technology, (4) people, dan (5)organization.Keywords: SBI, organisasi belajar, learning organization
Peningkatan keterampilan proses sains melalui percobaan sederhana anak usia 5-6 tahun di TK-IT Albina Ternate Santi M. J. Wahid; Slamet Suyanto
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.231 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i1.4843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains melalui percobaan sederhana pada anak usia 5-6 tahun di TK IT Albina Kota Ternate. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (kolaboratif) yang terdiri dari tiga siklus enam pertemuan. Subjek penelitian adalah anak-anak kelas B2 yang berjumlah 19 anak terdiri dari 8 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan catatan lapangan. Instrumen menggunakan lembar observasi Keterampilan Proses Sains (KPS) anak dan lembar observasi kegiatan guru selama kegiatan pembelajaran. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif  kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan proses sains anak secara keseluruhan pada siklus I sebesar 59,38%, siklus II sebesar 66,12% dan siklus III sebesar 78,82% dengan keterampilan proses sains masing-masing indikator KPS selama tiga siklus sebagai berikut: (1) KPS Membuat dugaan adalah 53,84%, 60,53%, 73,55%, (2) KPS mengamati adalah 65,02%, 71,71%, 85%, (3) KPS mengklasifikasi adalah 64,25%, 69,08%, 84,01%, dan (4) KPS mengkomunikasikan sebesar 54,39%, 63,08%, 72,70%. Aktivitas kegiatan guru mengalami peningkatan sebesar 36,84% dan 47,37% siklus I, 63,16% dan 73,68% siklus II, 89,47% dan 94,74% siklus III.Kata kunci: keterampilan proses sains, percobaan sederhana, anak usia 5-6 tahun Improving KPS Through the Simple Experiment for the 5-6 Year-Old Students in TK-IT Albina Ternate AbstractThis research is aimed to find out the improvement of the science skill through the simple experiment for the 5-6 year-old students in TK IT Albina, Ternate. This research was a Classroom Action Research (collaborative) consisted of three cycles with six meetings. The subjects of the research were the students of Class B2 in TK IT Albina Ternate which were 19 students consisting of 8 boys and 11 girls. The data collection techniques were by observing and making field notes. The instruments of the research used the students Science Process Skills (SPS) observation sheets and teacher observation sheets during the process of studying. The data then were analyzed by using descriptive qualitative and quantitative methods. The results of this research indicats the improvement of science process skill entirely in the Cycle I is 59.38 %, in Cycle II is 66.12%, and in Cycle III is 78.82% with each SPS indicator as (1) SPS made judgment is 53.84%, 60.53%, 73.55%, (2) SPS observing is 65.02%, 71.71%, and 85%, (3) SPS classifiying is 64.25%, 69.08%, 84.01%, and (4) SPS communicating is 54.39%, 63.08%, 72.70%. In Cycle I The teacher’s activities improve from 36.84% to 47.37%, in Cycle II much as 63,16% and 73.68%, and in cycle III is 89.47%.Keywords: science process skill, simple experiment, 5-6 years-old students
STUDI META-ANALISIS PENGARUH VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Miftahul Khairani; Sutisna Sutisna; Slamet Suyanto
Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi Vol 2, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/biolokus.v2i1.442

Abstract

Media video pembelajaran merupakan salah satu alternatif yang digunakan dalam pembelajaran. Didalam video pembelajaran dilengkapi perpaduan antara suara, gambar, ataupun animasi yang dapat divisualisasikan sehingga peserta didik lebih senang dan termotivasi untuk belajar dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifias penggunaan video pembelajaran terhadap motivasi belajar peserta didik. Motivasi belajar yang dialami peserta didik dalam penelitian ini ditinjau berdasarkan penggunaan media video pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik dalam pembelajaran yang dikaji berdasarkan hasil-hasil penelitian terkait yang pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Dari perolehan hasil menyatakan bahwa pendapat siswa sangat terbantu terhadap penggunaan video baik didalam negeri maupun luar negeri diperoleh persentasi rata-rata 121. Frekuansi penggunaan video bagi guru mulai dari negara maju hingga negara tertinggal, menyatakan ada yang sangat setuju hingga kurang setuju terhadap penggunaan media video pembelajaran, dengan hasil rata-rata frekuensi tersebut sebesar 191,0. Sedangkan perolehan rata-rata nilai hasil belajar diperoleh sebesar 85,30. Perolehan total rata-rata hasil belajar tersebut menyatakan bahwa, sangat tinggi terhadap penggunaan video pembelajaran.
A Development of Number Circuit Game Based Learning Strategy to Introduce Numeral Symbols for Children Aged 4-5 Years Rahmi Wardah Ningsih; Slamet Suyanto; Fauzi Fahmi
Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol. 4 No. 01 (2021): Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/mash.v4i01.231

Abstract

Understanding the concept of numeral symbols in early childhood is fundamental to understanding mathematical concepts in the future. In view of that, children aged 4-5 years found many problems such as unable to distinguish the form of number symbols, unappropriated learning strategies, and monotonous learning activities. This study aimed to: (1) develop the learning strategies using number circuit games to introduce numeral symbols for 4-5-year-old-children; (2) assess the effectiveness of implementing number circuit games as the learning strategies introducing numeral symbols for 4-5-year-old children. ADDIE with five stages – namely analysis, design, development, implementation, and evaluation – was adopted in this research. The data were analyzed descriptively through qualitative and quantitative techniques. The evidence revealed that: (1) the introduction of numeral symbols for 4-5-year-old children by memorizing and understandings required the implementation of game-based learning strategies; (2) number circuit games which were modified based on the material, the implementation, and the purpose were suitable for children of 4-5 years old; (3) learning strategies using number circuit games to introduce numeral symbols for children of 4-5 year with p-value. Sig 0.000 < 0.05 had revealed that there were significant differences in children’s ability in identifying the numeral symbols.
Respons guru terhadap pengembangan bahan ajar quipper school pada materi perubahan lingkungan untuk meningkatkan manajemen pembelajaran guru Miftahul Khairani; Slamet Suyanto
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bioedukatika.v7i1.12472

Abstract

Quipper school merupakan bahan ajar yang dapat membantu bagi para guru untuk melaksanakan proses belajar mengajar dan sudah banyak digunakan secara mendunia. Penelitian ini bertujuan untuk: a). Mengetahui kelayakan bahan ajar QS dalam meningkatan manajemen pembelajaran guru; dan b). Mengetahui respon guru terhadap penggunaan bahan ajar quipper school dalam proses pembelajaran. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode DDR (Design and Development Research) yaitu penelitian yang dimulai dengan mendesain, mengembangkan, dan mengevaluasikan dengan tujuan meciptakan produk yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan pada semester genap, pada bulan Maret hingga Mei  2018 , tahun pelajaran 2017/2018 di SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta, dan SMA Negeri 6 Yogyakarta. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi dan angket. Hasil dari keseluruhan nilai skor akhir data menyatakan bahwa 90,97% guru memberikan respon positif dan menyatakan sangat setuju terhadap penggunakan bahan ajar quipper school dalam meningkatkan manajemen pembelajaran.Quipper school's teaching material is the latest innovation that is currently worldwide, so that with Quipper School's teaching materials it can make it easier for teachers to carry out teaching and learning activities, which are not only done in the school environment, but can also be done outside of school. This study aims to: a). Knowing the feasibility of Quipper School teaching materials on Environmental Change material used in the learning process to improve teacher learning management; and b). Knowing the teacher's response to the use of Quipper School teaching materials in the learning process. The method in this study using the DDR (Design and Development Research) method is a study that begins with designing, developing, and evaluating with the aim of creating the desired product. This research was conducted in even semester, from March to May 2018, 2017/2018 school year in Depok 1 Public High School, and Yogyakarta 6 Public High School. The instruments used in this study were observation sheets and questionnaires. The results of the study stated that 90.97% of teachers gave a positive response and stated strongly agree with the use of Quipper School teaching materials in improving learning management.
Evoking the four dimensions of student knowledge in ecosystem: effectiveness of real object, web, and blended learning Anwar Musyaddad; Slamet Suyanto
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12 No 2 (2019): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.054 KB) | DOI: 10.21009/biosferjpb.v12n2.194-210

Abstract

This research aims to: identify whether there is a significant difference in influence between learning media based on real object, web, and blended learning on student knowledge dimension, which covers factual, conceptual, procedural, and metacognitive knowledge on ecosystem material. It was a quasi-experiment with a pretest-posttest comparison group design. The population in this study was all students of class X MIA in SMA N 1 Bantul and SMA N 2 Bantul in semester 2 of the 2018/2019 academic year. The sample in this study used three experimental classes that were randomly selected using cluster random sampling techniques. The data were collected using tests of factual, conceptual, procedural, and metacognitive knowledge and student's metacognitive questionnaire. These data were then analyzed using the Multivariate Analysis of Variants test. The results demonstrate that: (1) learning media based on real object, web and blended learning affect the student’s factual, conceptual, procedural and metacognitive knowledge, (2) there is a significant difference in effectiveness between learning media based on real object, web and blended learning on students' factual, conceptual and metacognitive knowledge, (3) there is no significant difference in effectiveness between learning media based on real object, web and blended learning on students' procedural knowledge. Based on this, it can be recommended that biology learning media based on real object and blended learning can be applied by the teacher to improve students' factual, conceptual, and metacognitive knowledge.
Co-Authors . Haryanto A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agung Wijaya Subiantoro Ajeng Rizki Safira Aminatun, Tien Annisa Fitriani Annisa Fitriani, Annisa Anwar Musyaddad Astri wahyuni Bamabang Subali Bambang Subali Begimbetova, Guldana A. Bintang Sariyatno Bruri Moch. Triyono Budiwati . Cahyanti, Necta Ayu Chairul Agus Mantara Ciptono Ciptono Deliya Minianur Desi Nugraheni Devi Mayuko Saragih Diah Tirta Puri Dian Wahyuningsih Dina Ayu Kiswandini Dinda Rizki Tiara D’aquinaldo Stefanus Fani Seran Elok Dyah Pitaloka Elvi Fuspita Dila* Ema Aprilisa Endang Mulyatiningsih Era Mutiara Fauzi Fahmi Febrina Suci Wulandari Fini Rezy Enabela Novilanti Fitra Purnama Agung Fitria, Rani Laylatul Ghany Desti Laksita Guldana A. Begimbetova Gulzhaina K. Kassymova Habibah Nurfaizah Azra Hapsan, Amran Hardiyanti Pratiwi, Hardiyanti Harlistyarintica, Yora Helti Riana Hendro Perta Heri Retnawati Heru Nurcahyo Hidayatullah Hidayatullah IGP Suryadarma Ika Feby Putriana Ikta Yarliani, Ikta Indah Pujiati TM Insih Wilujeng Izzatin Kamala Izzul Kiram Suardi Jailani Jailani Jumriani Sultan Khilafah, M. Rasyid Nur Khoirunnisa Nasution Kintan Limiansi Lailul Hidayah Nursarah Maula Haqul Dafa miftahul khairani Miftahul Khairani Muhammad Fajar Fathu Rhohman Muhammad Iqbal Mustofa, Wan Zuwusni Wan Muthmainnah Damsi Mutia Ulfah Muyassaroh Nasrianus Sera Nasution, Khoirunnisa Ningsih, Sri Nurfadillah Niza Niza Niza Niza, Niza Noviana Hapsari Nugroho, Ahmad Iskak Nur Aini Mahbubah Nur Hafizah Nur Khafifah Luthfiyah B Nurbaiti, Novita Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurul Faizah Nurul Faizah Nurul Hidayat Nurwijayanti Perta, Hendro Pitaloka, Elok Dyah Pratama, Anggi Tias Pratama, Muhamad Tegar Qodriyani, Hidayah Ina Rahmania Pamungkas Rahmi Wardah Ningsih Ramadhani, Shaufi Rassyi, Sultan Fakhrur Ratnawati Ratnawati Renosari Prineta Putri Ria Rosliana Riana, Helti Rina Safitri Rio Christy Handziko Rita Bekti Utami Rizki Amalia Sa'adah Rizki Tika Ayuni Rizky Restu Romadhona Rizza Untsa Nuzulia Rosidah Rosidah Rosliana, Ria Salam, Nisrina Santi M. J. Wahid Sarah Rapma Kristina Sitanggang Seran, D’aquinaldo Stefanus Fani Shaufi Ramadhani Siti Nur Kholifah Siti Nurjanah Siti Nurjanah Suardi, Izzul Kiram Sudiarti, Mira Sugma Rizki Tri Utami Yustisiana Suhartini Sukiya Sukiya Suratsih Suratsih Suratsih Suratsih Sutisna Sutisna Suyitno Aloysius Tarigan, Wenny Pinta Litna Tegar Satya Prahara Tri Harjana Try Ramadhan Uanayah, Habibatul Vinna Widayati Wan Zuwusni Wan Mustofa Wanda Agus Prasetya Wantara, Ngade Wida Pangestu Prihatin Winda, Fadhila Hasnah Azizah Wulan Safitri Yakun Paristri Yudan Hermawan Zafrullah Zafrullah Zafrullah, Zafrullah Zahrotun Salimah Zamzami Zamzami Zulfa Safira Ibrahim