Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran diferensiasi terhadap hasil belajar siswa kelas V di SDN 1 Santong, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif selama empat minggu, wawancara mendalam dengan guru kelas dan beberapa siswa, serta analisis dokumen seperti modul ajar, hasil karya siswa, dan catatan refleksi guru. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran diferensiasi diterapkan melalui tiga aspek utama, yaitu diferensiasi konten dengan penyesuaian terhadap gaya belajar siswa, diferensiasi proses melalui kerja kelompok yang bervariasi, serta diferensiasi produk dengan pemberian tugas-tugas kreatif. Faktor pendukung utama adalah tingginya motivasi belajar siswa dan keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan pembelajaran. Sementara itu, kendala yang dihadapi guru terutama terkait dengan keterbatasan waktu untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran diferensiasi dapat berjalan efektif apabila disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Rekomendasi yang disarankan meliputi pelatihan guru dalam menyusun bahan ajar diferensiasi serta pengembangan sistem pendampingan untuk mendukung implementasinya secara berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis terhadap pengembangan strategi pembelajaran yang inklusif di tingkat sekolah dasar.