Claim Missing Document
Check
Articles

PERUBAHAN LAHAN TERBANGUN DAN DAYA DUKUNG LINDUNG DI WILAYAH HULU DAS PRIORITAS Pariono, Safila Aurellia Unu; Revalina, Aurelia Dias Nanda; Kurniawan, Fakhri Ahmad; Mumtazah, Tsabita Rikha; Ramadhani, Arthatia Putri; Fariz, Trida Ridho; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia mendorong lonjakan permintaan dan nilai jual lahan di daerah perkotaan, sehingga memicu pergeseran pemukiman ke pinggiran kota (urban fringe area) dan terjadinya urban sprawl. Kecamatan Limbangan dan Boja merupakan wilayah yang mengalami konversi lahan produktif seperti kebun campuran dan sawah menjadi lahan terbangun untuk pemukiman dan fasilitas pendukung lainnya. Perubahan tersebut tidak hanya mengurangi tutupan vegetatif, tetapi juga berdampak terhadap penurunan daya dukung fungsi lindung. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perubahan lahan terbangun serta dampaknya terhadap daya dukung fungsi lindung di Kecamatan Limbangan dan Boja sebagai wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Garang dan Bodri pada rentang waktu 2015-2023. Metode penelitian ini menggunakan data primer berupa citra satelit Worldview-2 tahun 2023, serta data sekunder berupa peta tutupan lahan tahun 2015 dari KLHK dan data kependudukan dari BPS Kendal. Hasil studi menunjukkan bahwa selama periode 2015-2023 telah terjadi konversi lahan seluas 610,64 hektare, yang didominasi oleh alih fungsi kebun campuran dan sawah menjadi lahan terbangun. Kondisi tersebut turut menurunkan nilai daya dukung fungsi lindung, dari nilai semula sebesar 0,58567 menjadi 0,56603. Meskipun masih tergolong dalam kategori sedang, penurunan ini mencerminkan degradasi fungsi ekosistem yang berpotensi mempengaruhi kualitas dan kuantitas air di wilayah hilir, serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologis seperti banjir dan kekeringan.
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Terbangun di Kecamatan Bawen Astuti, Retno Laras; Pradhana, M. Ananta Yuda; Cantigi, Aisyah Sekar; Vergestian, David Beckham; Winandi, M. Arya Lucky; Fariz, Trida Ridho; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan wilayah merupakan sebuah proses dalam mengembangkan wilayah untuk mengarahkan dan mengoptimalkan seluruh potensi lokal yang ada secara terpadu di sebuah wilayah/daerah guna menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera. Perkembangan ini ditandai oleh beberapa faktor seperti peningkatan jumlah penduduk dan peningkatan luas lahan terbangun yang signifikan. Kecamatan Bawen merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang strategis karena terletak pada pertemuan jalur transportasi utama yang menghubungkan Kota Semarang dengan wilayah selatan Jawa Tengah, seperti Solo dan Yogyakarta. Kecamatan Bawen mengalami pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi karena pengembangan destinasi wisata, kawasan industri, dan infrastruktur seperti jalan tol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika tutupan lahan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dalam kurun waktu tertentu. Metode yang digunakan meliputi analisis data citra satelit WorldView-3 untuk mengidentifikasi perubahan tutupan lahan serta analisis data kependudukan untuk melihat tren pertumbuhan penduduk. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi konversi lahan secara signifikan dari lahan pertanian dan hutan menjadi kawasan permukiman, wisata, dan industri, seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang meningkat setiap tahunnya. Perubahan ini mencerminkan tekanan terhadap sumber daya lahan serta pentingnya pengelolaan tata ruang yang adaptif dan berkelanjutan.
KAJIAN PERUBAHAN LAHAN DAN DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN PADA WILAYAH LERENG GUNUNG DI KABUPATEN KENDAL Pradama, Daffa Evan; Banoantj, Diani Dwi; Ristyani, Agitha Vrokla; Tusya’diah, Aisa; Wicaksono, Aditya; Fariz, Trida Ridho; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan dalam penggunaan lahan dan Daya dukung lahan pertanian merupakan fenomena yang menjadi masalah umum akibat adanya pemekaran wilayah dan juga perubahan penggunaan lahan menjadi industri atau pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan penutup lahan dan daya dukung lahan pertanian di Kecamatan Limbangan dan Boja, Kabupaten Kendal pada kurun waktu 2015 hingga 2025. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data dalam angka Badan Pusat Statistik (BPS) Kecamatan Kendal dan Limbangan tahun 2015 dan 2025. Analisis spasial dilakukan dengan bantuan software ArcMap untuk memetakan perubahan penggunaan lahan pada kedua kecamatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penutup lahan menjadi lahan terbangun, Kecamatan Limbangan dan Boja dalam 10 tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yang menyebabkan daya dukung lahan pertanian yang semakin menurun.
Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Peternakan di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali Sari, Meylinda Senggi Fatikha; Pangestu, Wisnu Ariya; Cahyono, Raihan Eko; Fajarwati, Elsa Putri; Aqila, Adibatus Syarafi Rifda; Heriyanti, Andhina Putri; Fariz, Trida Ridho
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim yang semakin mendesak berkaitan langsung dengan peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK), terutama dari bidang peternakan. Kabupaten Boyolali, sebagai salah satu sentra peternakan, mengalami penurunan populasi ternak dalam beberapa tahun terakhir akibat adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang dapat berdampak pada dinamika emisi metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O). Studi ini bertujuan untuk menginventarisasi emisi GRK dari fermentasi enterik (enteric fermentation) dan pengelolaan kotoran ternak (manure management) di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, dengan menggunakan data populasi ternak tahun 2024 dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali. Perhitungan dilakukan berdasarkan metode Tier-1 dari pedoman Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2006, yang memanfaatkan faktor emisi standar untuk mengestimasi produksi CH4 dari fermentasi enterik (enteric fermentation) dan pengelolaan kotoran ternak (manure management), serta emisi N2O langsung dan tak langsung. Konversi dilakukan dalam bentuk Gg CO2-ekuivalen, dengan angka Global Warming Potential (GWP) untuk metana sebesar 23 dan dinitrogen oksida sebesar 298. Hasil perhitungan menginterpretasikan bahwa total emisi GRK dari sektor peternakan di Desa Gedangan mencapai 3,1712 Gg CO2-eq/tahun, dengan kontribusi terbesar berasal dari fermentasi enterik sapi perah yang menyumbang 1,6836 Gg CO2-e/tahun, sedangkan pengelolaan kotoran ternak (manure management) juga menghasilkan CH4 dan N2O, terutama dari sapi perah dan ayam buras. Inventarisasi ini menunjukkan bahwa peternakan skala kecil tetap memiliki dampak lingkungan yang signifikan, sehingga diperlukan strategi mitigasi seperti pengolahan kotoran ternak yang tepat, penggunaan probiotik, serta pengomposan limbah unggas untuk mengurangi emisi GRK di tingkat desa.
ADAPTASI MANDIRI DAN KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT PESISIR DALAM MENGHADAPI BANJIR ROB: STUDI KASUS DESA TIMBULSLOKO Salsabila, Fatikha Nur Juliagta; Saputra, Johan Ega; Tari, Febriani Trisna; Sari, Sindi Fatikha; Shoffa, Aurellia Gusty; Heriyanti, Andhina Putri; Fariz, Trida Ridho
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak sosial banjir rob dan strategi adaptasi yang dikembangkan masyarakat pesisir di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mix method) dengan teknik observasi lapangan, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner kepada 10 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengembangkan bentuk adaptasi mandiri seperti peninggian lantai rumah dan bangunan sekolah sebagai respons terhadap genangan air rob yang terjadi pada tiap harinya. Namun, strategi ini menimbulkan beban ekonomi yang besar dan tidak berkelanjutan dalam jangka panjang. Di sisi lain, permasalahan sosial seperti keterbatasan akses terhadap air bersih dan ketimpangan dalam penerimaan bantuan sosial memperparah kerentanan masyarakat. Sebanyak 80% sumber air telah tercampur air laut, sedangkan bantuan dari pemerintah hanya diterima oleh 40% responden. Hasil wawancara menunjukkan bahwa ketidakmerataan bantuan terjadi akibat banyaknya perantara distribusi yang menyebabkan tidak tepat sasaran. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan kebijakan yang berkeadilan dan berbasis komunitas untuk meningkatkan ketahanan sosial masyarakat terhadap bencana pesisir yang bersifat permanen.
ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI KECAMATAN WONOSOBO MENGGUNAKAN CITRA SATELIT DAN INTERPRETASI VISUAL Avicenna, Berlian; Turohmah, Nafila; Akbar, Muhammad Zidan; Nursendi, Audilla; Suciati, Dwi; Fariz, Trida Ridho; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Wonosobo merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Wonosobo yang mengalami tekanan pembangunan tinggi akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dinamika jumlah penduduk dengan perubahan tutupan lahan selama periode 2015–2025. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif dengan menggabungkan data statistik jumlah penduduk dari 20 desa/kelurahan serta interpretasi visual citra satelit perubahan tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah penduduk dari 86.977 jiwa pada tahun 2015 menjadi 96.516 jiwa pada tahun 2023 berkorelasi dengan peningkatan lahan terbangun, terutama pada bangunan permukiman kota dan desa. Total peningkatan luas lahan terbangun mencapai 169 hektar, yang sebagian besar menggantikan fungsi lahan pertanian dan vegetasi seperti sawah dan kebun campuran. Desa dengan pertumbuhan penduduk tinggi seperti Jaraksari dan Jogoyitnan menunjukkan intensitas alih fungsi lahan yang lebih besar. Proses urbanisasi dan perkembangan sektor jasa di wilayah pusat kota menjadi faktor utama yang mendorong perubahan struktur ruang dan pola penggunaan lahan. Temuan ini mengindikasikan perlunya perencanaan tata ruang yang berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan di wilayah perkotaan.
DINAMIKA PERUBAHAN LUASAN LAHAN VEGETASI MANGROVE DI KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG Anggraeni, Dwiva Yanti Retno; Salman, Syamsul Hadi; Salsabila, Adinda Putri; Ghifari, Harun Nafis Al; Alyanti, Nathaniela Anindya; Heriyanti, Andhina Putri; Fariz, Trida Ridho
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan melindungi pesisir dari erosi, namun tekanan urbanisasi, ekspansi tambak, dan reklamasi telah mengancam kelestariannya. Untuk mengetahui perubahan luasan vegetasi mangrove, dilakukan analisis terhadap data tahun 2015 hingga 2024. Dalam studi ini, digunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif dengan mengolah citra satelit Landsat dan Sentinel melalui Sistem Informasi Geografis (SIG) guna memetakan luasan vegetasi mangrove pada tahun 2015 dan 2024. Validasi hasil klasifikasi tutupan lahan dilakukan melalui survei lapangan dan wawancara dengan masyarakat setempat. Analisis spasial menunjukkan bahwa luas mangrove sekunder menurun dari 49,42 hektar menjadi 45,36 hektar (−8,2 %), terutama di Kelurahan Mangunharjo dan Tugurejo, sedangkan Kelurahan Mangkang Wetan mencatat peningkatan 50,4 % akibat program rehabilitasi. Temuan ini mengungkap arah konversi lahan dan menggarisbawahi pentingnya integrasi kebijakan tata ruang, konservasi partisipatif, dan pemantauan berkala untuk mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyempurnaan zonasi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah, dan penerapan teknologi pemantauan terkini untuk menjaga kelestarian mangrove pesisir.
ANALISIS PERUBAHAN LAHAN TAMBAK MENJADI KAWASAN INDUSTRI DI KENDAL Primagati, Aira Trismadya; Naufal, Muhammad Agnaf; Alhusna, Ahmad Faza; Chomainy, Chorisa Safifa; Fariz, Trida Ridho; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perubahan penggunaan lahan tambak menjadi kawasan industri di Kabupaten Kendal, khususnya di Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong. Kawasan Industri Kendal (KIK) yang dibangun dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi telah menyebabkan alih fungsi lahan yang signifikan, terutama pada lahan tambak yang sebelumnya digunakan untuk budidaya perikanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pemetaan geografis dengan bantuan perangkat lunak ArcGIS untuk menganalisis perubahan tutupan lahan dari tahun 2015 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kecamatan Kaliwungu mengalami penurunan luas lahan tambak secara signifikan, sementara Kecamatan Brangsong menunjukkan stabilitas dalam penggunaan lahan tambaknya. Perubahan ini dipengaruhi oleh faktor geografis dan aksesibilitas yang tinggi, sehingga mendorong pertumbuhan kawasan industri dan urbanisasi. Dampak dari perubahan ini mencakup pergeseran mata pencaharian nelayan menjadi pekerja industri serta potensi gangguan terhadap keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan lokal. Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan tata ruang yang bijak dan berkelanjutan dalam pengembangan kawasan industri.
Empowering a Rural Highland Community in Getasan District through Black Soldier Fly-Based Organic Waste Management for a Circular Economy Transition Heriyanti, Andhina Putri; Febriyanto, Hendra; Mustikaningtyas, Dewi; Kholil, Putri Alifa; Fariz, Trida Ridho; Salsabilla, Nur Hayati Afrilda; Romadhon, Vhaviriele Abel; Haris, Amnan
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i3.1158

Abstract

Waste management in Indonesia is still dominated by open burning and landfilling, causing environmental and health problems. In Jetak Village, Getasan District, Semarang Regency, located in the rural highlands of Mount Merbabu, organic waste dominates household waste streams. Although a TPS3R facility has existed since 2022, its operation remains suboptimal due to low community participation and odor issues. This condition highlights the urgent need for innovative, community-based solutions. Black Soldier Fly (BSF, Hermetia illucens) farming offers an effective alternative, capable of reducing organic waste by 50–60% while producing valuable by-products. This community service program targeted village officials, farmer groups, women’s groups, youth, and TPS3R managers. Activities included awareness sessions on circular economy, training in BSF cultivation, field demonstrations using appropriate technology, digital marketing workshops, and operational assistance at TPS3R. Impact was assessed through participant questionnaires and scenario modeling of household-level BSF adoption based on waste generation data from SIPSN (2025) and BPS (2025). Twenty-five participants engaged actively throughout the program. Evaluation showed 100% agreement that BSF is effective for organic waste management, with 89% willing to adopt it at home. Products such as fresh and dried larvae and frass were successfully introduced, with estimated market value up to IDR 52,000/kg. Scenario analysis indicated potential reductions of 89–268 tons of organic waste annually and mitigation of 2.6–7.8 tons CO₂e, depending on adoption rates. The program proved that BSF technology is feasible, socially acceptable with proper education, and economically promising. It strengthened local waste management capacity, supported income generation, and contributed to circular economy transition while aligning with SDG 12 and Indonesia’s low-carbon development goals.
PREFERENSI MAHASISWA FMIPA UNNES KETIKA MENGGUNAKAN KANTONG BELANJA Yoni, Natiq Nona Nurinda; Rizky, Taufik Bahrul; Fariz, Trida Ridho; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2022
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia saat ini berada dalam proses menuju Normalisasi Endemik Covid-19. Tak terkecuali kampus-kampus di seluruh Indonesia yang mulai menerapkan proses pembelajaran secara hybrid yang merupakan pembelajaran dengan sistem kombinasi antara metode dalam jaringan dan luar jaringan. UNNES atau Universitas Negeri Semarang, khususnya Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam atau lebih sering dikenal dengan FMIPA menjadi salah satu kampus dan fakultas yang mulai menerapkan sistem ini sehingga sebagian besar mahasiswanya diharuskan untuk menetap di Semarang dan menjalani kehidupan dalam kondisi normalisasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi mahasiswa FMIPA UNNES dalam menggunakan kantong belanja ketika menjalani kehidupan di masa normalisasi endemik Covid-19 ini. Dari 50 mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini, menunjukan hasil bahwa mahasiswa FMIPA UNNES sudah banyak memanfaatkan tote bag sehingga hal ini berhasil menjadikan asumsi bahwa tote bag telah menjadi kebutuhan yang memang harus dimiliki oleh setiap orang. Saran dari hasil penelitian ini yaitu perlu adanya uji validitas dan reliabilitas terkait jawaban-jawaban dari responden untuk membuktikan bahwa mahasiswa FMIPA UNNES benar-benar memanfaatkan tote bag sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Jabbar Abdul Jabbar Abdullatif, Mukhlis Addini, Jihan Timur Aditya Wicaksono Afrilda, Nur Hayati Agfanisa, Rahma Agnes Dewi Wuri Ershanti Agustin, Shafira Sekar Indah Agustina Dwi Rahmawati Aini, Maqfiroh Intan Nurul Ainunnisa', Nadiva Fardlotul Akbar, Muhammad Zidan Al-Anshori, Aziz Al-Khoiriyah, Tahsinun Nadwah Alhusna, Ahmad Faza Alia, Unca Alwyn, Josue Willian Alyanti, Nathaniela Anindya Amanda, Putri Amanda, Zahra Thea Amnan Haris Andhini, Mesza Riske Andin Irsadi Andin Vita Amalia, Andin Vita Andriana, Novi Anggraeni, Dwiva Yanti Retno Aprilianingsih, Dwi Utari Aqila, Adibatus Syarafi Rifda Ardeny, Anisa Nur Faizah Ardhiyanti, Meisya Arif Widiyatmoko, Arif Arif, Moh. Zidhan Rozikul Arifah, Erma Zakiy Arifah, Zanuba Arifin, Shabrina Maulida Arrofi Agung Dwi Saputra Astuti, Retno Laras Atmaja, Bagus Dwi Atunnisa, Rifa' Aulia, Olifadia Eka Andiny Avicenna, Berlian Awati, Desiana Fitri Ayu, Mellyana Putri Azzahra, Alifa Sofia Bakar, Caesario Kaka Abu Bakri, Sitty Nur Syafa Banoantj, Diani Dwi Banowati, Chelsea Basri, Ichsan Birahma, Ati Shofa Fadlina Cahyono, Raihan Eko Cantigi, Aisyah Sekar Chasanah, Aisya Nurul CHOIRUNNISA Chomainy, Chorisa Safifa Christyadi, Louis Anasthasya Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Mustikaningtyas Dewi, Novi Ratna Dipanegara, Ayatulloh Repa Erliyanawati, Mira Erna Noor Savitri, Erna Noor Fadhilla, Alya Aisyah Fahira, Nur Faizah, Arina Fajar, Sadewa Tri Fajarwati, Elsa Putri Fauzian, Ahmad Rizky Nur Fauziyyah, Istiqomah Ifnan Febriyanto, Hendra Fidia Fibriana Firdaus, Doflavio Farela Fitri, Revieta Noor Gafu, Radjninez Igell Syatuty Gemilang, Aqshal Panggas Ghifari, Harun Nafis Al Ginza, Farayhan Gunawan, Mahendra Gymnastiar, Muhamad Tegar Habil Sultan Halim, Ibnu Hamdani, Adib Afriza Hamka, Ahmad Hana, Duwi Handayani, Meilia Eka Hanifa, Jihan Khoirunnisa Haqqani, Aditya Rayyis Haratians, Juniar Kirana Haris, Amnan Hartanto, Naufal Hima, Riris Faiqatul Holeng, Vera Angelina Hunafa, Yuthika Husnaini Inayah, Raudatul Iqlima, Marsyanda Addelia Irawan, Flora Aurelly Bintang Januariska, Almira Aulia Jati, Elisabeth Gita Damar Juliani, Evi Khoirunnisa, Fahma Ayu Kholil, Putri Alifa Kiswanto Kiswanto Kurniawan, Fakhri Ahmad Laksono, Amru Nur Larasati, Anisa Tutur Listiaji, Prasetyo Magfiroh, Yuliyanti Maharani, Saffira Alyda Manik, Indry Virginia Manshurin, Abi Marcelinus Christwardana Maulana, Faith Miftah Mawardian, Anjeli Arum Ma’ruf, Syamsul Azhar Qowwam Mendrofa, Best Forever Miranita Khusniati Mirarinur, Arlingga Rozaeni Muhammad Ahganiya Naufal Mukarrohmah, Indah Hayu Mumtazah, Tsabita Rikha Musthafa, Annis Hamida Naisabury, M. Robith An Nana Kariada Trimartuti Napitu, Imelda Fransiska Nasyafa, Zedda Naufal, Muhammad Agnaf Naufal, Muhammad Ahganiya Ni Luh Tirtasari Ningsih, Rafida Khotimah Norma Eralita Novitasari, Diandra Nugraha, Bachtiar Rama Ardhi Nurcahyo, Fathurrohman Nurita, Oktavinda Jihan Nurjannah, Deswita Laila Nursendi, Audilla Optapia, Duwi Hana Pakarti, Rismala Airdia Indah Pangestu, Wisnu Ariya Pariono, Safila Aurellia Unu Perdana, Putra Angga Permata, Estika Afinda Nur Pradama, Daffa Evan Pradhana, M. Ananta Yuda Pramesti, Angelina Cahya Prasetyo Listiaji Pratama, Liona Surya Pratiwi, Evi Juliani Ayu Prihatanto, Zidan Hafizh Nur Muqshid Primagati, Aira Trismadya Purnamasari, Dwi Yuli Purwadi, Cintiya Egi Puspita, Narindra Indah Putri Yuni Nugroho Putri, Ade Anggun Wana Putri, Fayi Isa Syifanya Putri, Hanny Kusuma Dias Putri, Rizda Amalia Putri, Salma Dwi Putri, Zahra Rizkia Putrie, Yohanna Anindya Rabbani, Tiara Zahran Rachmanissa, Syafira Rafidah, Zahra Rafsanzani, Mohammad Rafli Rahastri, Mila Rangga Rahman, Salma Aulia Rahmatika, Silfy Dwi Rahmawati, Jihan Raka Restu Rabbani Ramadani, Aulia Tri Ramadhani, Arthatia Putri Revalina, Aurelia Dias Nanda Riani, Anisah Adha Ristyani, Agitha Vrokla Rizki Nor Amelia Rizky, Taufik Bahrul Romadhan, Vhaviriele Abel Romadhon, Vhaviriele Abel Rozan, Ajmal Sabrina, Dhiyanita Safitri, Aldona Galuh Sahariyah, Nafa Hatus Sajidi, Imam Sakti, Bernov Lakhomi Pujangga Salma, Lailatus Salman, Syamsul Hadi Salsabila, Adinda Putri Salsabila, Fatikha Nur Juliagta Salsabilla, Nur Hayati Afrilda Salwa Salsabela Saoki, Rafi Nadhifa Saputra, Johan Ega Saputri, Luthfi Hanum Sari, Meylinda Senggi Fatikha Sari, Sindi Fatikha Sa’diyah, Arini Setiyanda, Karista Gadis Shoba, Tafuz Mahabatis Shoffa, Aurellia Gusty Sihaloho, Enjelia Ernestin Siregar, Zepanya Gladis Tabita Siti Herlina Dewi Sri Ngabekti Stevanie, Diva Avrilia Fuan Suciati, Dwi Sultan, Habil Suryaningrum, Irnanda Syaharani, Alfiana Syahbananto, Gilang Tanjung, Jonathan Danosmon Maleakhi Tari, Febriani Trisna Tirtasari, Ni Luh Tri Retnaningsih Soeprobowati Trida Ridho Fariz Turohmah, Nafila Tusya’diah, Aisa Umar, Moh. Jafar Urmila, Urmila Utama, Daffa Pramoda Budi Utami, Hasna Sekar Utami, Rinanda Putri Vergestian, David Beckham Wicahyanti, Nita Wicaksono, Maulana Malik Widjoyo, Evi Cahyanila Kurnia Wijanaputri, Kania Okta Winandi, M. Arya Lucky Wintah Wiyanto - Wulandari', Suci Yoni, Natiq Nona Nurinda Yuniar, Azka Dwi Zahira, Audya Fathana Zahrany, Fathiyyah Zain, Kayla Miftakhul Zain, Maiya Zahra Zakaria, Aqil Aghita Zhahira, Audya Fathana Zildzan, Aulia Rizky Zulfani, Jihan