Claim Missing Document
Check
Articles

Production of Biochar Briquettes from Coconut Leaves Heriyanti, Andhina Putri; Sultan, Habil; Rahmawati, Agustina Dwi; Tanjung, Jonathan Danosmon Maleakhi; Maharani, Saffira Alyda; Fariz, Trida Ridho
Journal of Environmental and Science Education Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Environmental and Science Education : April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jese.v4i1.2607

Abstract

Coconut leaf waste (Cocus nucifera), which contains various beneficial compounds, has not been utilized optimally by the community. Coconut leaves contain a valuable biomass of around 44,000 tonnes/ha to 67,000 tonnes/ha. This has the potential to be used as biochar. The research method used in this research is descriptive experimental research using coconut leaves as raw material for biochar briquettes using a pyrolysis carbonization process. This study used differences in the composition of starch which acts as an adhesive with 3 different variations, namely 2%, 4% and 6%. Based on the results of the ash content test and the calculation of the water content and density, the biochar briquettes in all samples complied with SNI 01/6235/2000.
EKSPLORASI POTENSI SPIRULINA DALAM PENANGANAN LIMBAH OLI BEKAS KENDARAAN Amalia, Andin Vita; Haris, Amnan; Heriyanti, Andhina Putri; Amelia, Rizki Nor; Rifa’atunnisa, Rifa’atunnisa; Soeprobowati, Tri Retnaningsih; Christwardana, Marcelinus
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang Vol. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v5i1`.273

Abstract

Oli merupakan pelumas mesin kendaraan bermotor yang memiliki peran penting dalam menjaga kinerja dan umur panjang mesin. Namun, setelah digunakan, oli bekas harus segera diganti karena sifatnya yang sudah terdegradasi dan mengandung berbagai kontaminan berbahaya. Sayangnya, pengelolaan limbah oli bekas di masyarakat masih sangat terbatas. Oli bekas umumnya hanya dimanfaatkan untuk melumasi baut dan rantai, dicampur dengan solar sebagai bahan bakar alternatif, atau bahkan dibuang dan ditampung tanpa proses pengolahan yang memadai. Hal ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, terutama karena kandungan bahan kimia beracun dan logam berat yang dapat mencemari tanah dan badan air. Salah satu pendekatan yang mulai dikembangkan untuk mengatasi permasalahan ini adalah pemanfaatan mikroorganisme seperti mikroalga. Spirulina, salah satu jenis mikroalga, diketahui memiliki kemampuan sebagai agen bioremediasi yang efektif karena mampu menyerap polutan (bertindak sebagai sorben), mengubah senyawa berbahaya menjadi bentuk yang lebih aman, serta mengakumulasikannya dalam struktur tubuhnya. Spirulina telah berhasil digunakan untuk mengolah berbagai jenis limbah, seperti limbah tahu, minyak jelantah, dan limbah industri batik. Karakteristik limbah oli yang memiliki kemiripan dengan minyak jelantah, terutama karena keduanya berasal dari fraksi minyak bumi, maka spirulina memiliki potensi besar untuk digunakan dalam bioremediasi limbah oli bekas.
Exploring Biochar Briquettes from Biomass Waste for Sustainable Energy Heriyanti, Andhina Putri; Bakri, Sitty Nur Syafa; Jabbar, Abdul; Kholil, Putri Alifa; Amelia, Rizki Nor; Savitri, Erna Noor; Rifaatunnisa; Siti Herlina Dewi; Habil Sultan
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 3 (2025): May - July
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i3.1311

Abstract

The increasing demand for renewable energy necessitates sustainable alternatives such as biochar briquettes derived from agricultural waste. This study aims to optimize the production process and evaluate the physical, mechanical, and combustion properties of biochar briquettes made from corn residues, rice husks, and coconut shells. The methodology includes biomass carbonization, binder ratio optimization, and systematic testing of key quality parameters such as moisture content, density, ash content, and calorific value. Results indicate that an optimal biomass-to-binder ratio yields a high calorific value (7,192 kcal/kg) and low ash content (3.57%), enhancing combustion efficiency. Maintaining moisture content below 10% enhances ignition and prolongs burning time. These findings highlight biochar briquettes' role in carbon sequestration, biomass conversion, and sustainable waste management, supporting the circular economy and reducing environmental pollution. Biochar briquettes offer a clean, accessible energy solution, contributing to global energy security and climate change mitigation.
Analisis Perubahan Lahan Terbangun di Wilayah Dataran Fluvial-Vulkanik di Kabupaten Pekalongan Naisabury, M. Robith An; Nurjannah, Deswita Laila; Ainunnisa', Nadiva Fardlotul; Birahma, Ati Shofa Fadlina; Wulandari', Suci; Fariz, Trida Ridho; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kajen merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan yang secara bentang lahan berada di kawasan peralihan fluvial-vulkanik. Wilayah ini telah mengalami laju perkembangan yang pesat selama sepuluh tahun terakhir. Pertambahan penduduk, ekspansi infrastruktur, serta relokasi pusat pemerintahan menjadi faktor utama yang mendorong konversi lahan pertanian dan ruang terbuka menjadi area terbangun. Penelitian ini mengkaji perubahan tutupan lahan serta implikasinya terhadap lingkungan dan tata ruang di Kecamatan Kajen pada periode 2015–2025. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis spasial citra satelit multi- temporal dan interpretasi visual dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasilnya menunjukkan kenaikan luas kawasan terbangun dari 913,88 ha pada 2015 menjadi 1.255,86 ha pada 2025 bertambah 341,98 ha. Transformasi ini paling menonjol di Desa Nyamok, Kebonagung, Kalijoyo, dan Rowolaku, yang memiliki kemudahan akses dan kedekatan dengan pusat pemerintahan. Sebaliknya, desa-desa dataran tinggi seperti Brengkolang dan Linggosari relatif stabil. Kondisi ini mencerminkan fenomena urban sprawl dan ketimpangan pembangunan antar zona. Temuan ini menegaskan pentingnya pengaturan alih fungsi lahan dan perencanaan ruang yang lebih merata serta berkelanjutan untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan pelestarian lingkungan di Kajen.
Kajian Perubahan Lahan Terbangun di Kecamatan Ungaran Barat Ramadani, Aulia Tri; Stevanie, Diva Avrilia Fuan; Zakaria, Aqil Aghita; Andriana, Novi; Sakti, Bernov Lakhomi Pujangga; Fariz, Trida Ridho; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan lahan terbangun merupakan fenomena yang udah biasa terjadi di wilayah perkotaan karena adanya pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan kualitas hidup dan ketersediaan layanan transportasi untuk menunjang aktivitas masyarakat. Kecamatan Ungaran Barat menjadi salah satu daerah yang mengalami pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Ungaran merupakan jalur utama bagi pengendara dari Kota Semarang menuju Kota Surakarta dan Kota Yogyakarta sehingga menjadi jalur yang strategis. Hal ini menjadikan wilayah tersebut sebagai daya tarik bagi penduduk luar, yang pada akhirnya mendorong alih fungsi lahan menjadi area terbangun. hal ini menjadikan penduduk di kecamatan Ungaran Barat semakin bertambah jumlahnya setiap tahun. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi perubahan perubahan lahan terbangun yang terjadi di peri urban Kecamatan Ungaran Barat pada rentang waktu 2015-2023. Peri urban merupakan kawasan yang berada di pinggiran kota yang dimana adanya perpaduan antara wilayah perkotaan dengan pedesaan. Pada penelitian ini menggunakan metode yang memanfaatkan data primer dan data sekunder. Data primer dan data sekunder yang digunakan diperoleh dengan cara studi literatur, dokumentasi yang memanfaatkan Sistem Informasi Geografi (SIG) serta diidentifikasi dengan teknik analisis interpretasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Ungaran Barat terjadi perubahan lahan yang awalnya daerah lahan hijau menjadi pemukiman. Perubahan lahan terbangun ini terjadi karena adanya kenaikan populasi penduduk di beberapa desa. Naiknya kepadatan penduduk itu memicu terjadinya perubahan tutupan lahan di Kecamatan Ungaran Barat dalam kurun waktu yang sama, yakni 2015-2023.
KEANEKARAGAMAN VEGETASI SEKITAR MATA AIR TUK SERCO DAN MANFAAT EKOLOGISNYA Laksono, Amru Nur; Nasyafa, Zedda; Januariska, Almira Aulia; Zain, Maiya Zahra; Riani, Anisah Adha; Fariz, Trida Ridho; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata air merupakan sumber air bersih yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan ekosistem sekitarnya. Vegetasi di sekitar mata air memainkan peran kunci dalam menjaga kualitas dan kuantitas air dengan mencegah erosi, meningkatkan infiltrasi, serta menyaring polutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara vegetasi dan pelestarian mata air dengan fokus pada bentuk kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan Mata Air Tuk Serco di Kecamatan Boja, lereng Gunung Ungaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan studi kasus, observasi lapangan, identifikasi vegetasi menggunakan bantuan aplikasi digital, serta wawancara masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 jenis vegetasi di sekitar mata air yang memberikan manfaat ekologis dalam menjaga kestabilan tanah dan kualitas air. Selain itu, nilai-nilai kearifan lokal yang menganggap mata air sebagai warisan leluhur turut memperkuat praktik pelestarian lingkungan. Temuan ini menjadi dasar penting bagi pengambilan kebijakan konservasi berbasis masyarakat guna memastikan keberlanjutan sumber air bersih di masa depan.
ANALISIS KONVERSI LAHAN PERTANIAN AKIBAT INDUSTRIALISASI KECAMATAN PRINGSURAT, KABUPATEN TEMANGGUNG Napitu, Imelda Fransiska; Wicahyanti, Nita; Ardhiyanti, Meisya; Fahira, Nur; Rozan, Ajmal; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konversi lahan pertanian akibat proses industrialisasi yang terjadi di Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Wilayah ini awalnya merupakan kawasan agraris dengan lahan pertanian produktif yang kini mengalami tekanan alih fungsi lahan menjadi area industri, khususnya industri perkayuan. Metode yang digunakan meliputi analisis spasial berbasis citra satelit tahun 2015 dan 2025 yang diolah menggunakan Geographic Information System (GIS) melalui teknik interpretasi visual. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada luas lahan terbangun, dari 68 hektar pada 2015 menjadi 1.296 hektar pada 2025, yang sebagian besar mengonversi lahan pertanian. Konversi ini tidak hanya mengubah struktur fisik wilayah, tetapi juga berdampak pada dinamika sosial ekonomi, termasuk meningkatnya migrasi masuk, perubahan mata pencaharian dari sektor pertanian ke industri, dan meningkatnya kebutuhan permukiman. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya pengendalian pemanfaatan lahan dan perencanaan tata ruang yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak negatif terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Analisis Dampak Sosial dan Lingkungan dari Operasional Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kabupaten Temanggung Mirarinur, Arlingga Rozaeni; Perdana, Putra Angga; Al-Khoiriyah, Tahsinun Nadwah; Haratians, Juniar Kirana; Arifah, Zanuba; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) merupakan instalasi pengolahan air limbah lanjutan yang mengolah lumpur tinja sebelum dibuang ke lingkungan. IPLT Sanggrahan Temanggung menjadi objek dalam penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan dari operasional IPLT Sanggrahan. Penelitian ini menggunakan Mix Method yaitu gabungan metode kuantitatif untuk menganalisis dampak lingkungan dan metode kualitatif untuk menganalisis dampak sosial. Metode kuantitatif dilakukan dengan pengukuran parameter pH, TDS, dan suhu pada kolam output sedangkan metode kualitatif dilakukan dengan wawancara masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil pengukuran, pH pada kolam outlet wetland yaitu 9,62, suhu 29,2°C, dan TDS 90 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan IPLT tidak menimbulkan dampak sosial negatif yang signifikan sejak mulai beroperasi baik aspek estetika berupa bau, aspek Kesehatan, maupun konflik.
Hubungan Kearifan Lokal dengan Kualitas Air pada Sumber Mata Air Senjoyo Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang Irawan, Flora Aurelly Bintang; Romadhan, Vhaviriele Abel; Khoirunnisa, Fahma Ayu; Larasati, Anisa Tutur; Firdaus, Doflavio Farela; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata Air Senjoyo di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang merupakan salah satu sumber air utama yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan air di wilayah Salatiga dan Kabupaten Semarang. Selain sebagai sumber air, kawasan ini juga sering digunakan untuk aktivitas rumah tangga dan dijadikan sarana rekreasi seperti pemandian. Berbagai aktivitas antropogenik tersebut dapat berdampak pada lingkungan salah satunya terhadap kualitas air. Namun, kawasan ini juga dianggap sakral oleh masyarakat setempat sehingga memunculkan berbagai bentuk kearifan lokal sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap mata air tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kearifan lokal masyarakat setempat dengan mutu air di kawasan Mata Air Senjoyo. Metode yang digunakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan diperkuat dengan data kuantitatif yang diperoleh melalui observasi, wawancara, serta pengukuran langsung kualitas air berdasarkan parameter fisik dan kimia, seperti pH, suhu, Total Dissolved Solids (TDS), dan warna air pada lima titik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas air secara umum masih tetap memenuhi baku mutu air bersih yang telah ditetapkan oleh Permenkes RI No. 32 Tahun 2017, meskipun terdapat sedikit fluktuasi nilai di titik yang dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat. Hasil menunjukkan adanya peran kearifan lokal seperti tradisi dawuhan, malam satu suro, kegiatan bersih-bersih Jumat dan larangan menangkap ikan sebagai wujud nyata upaya masyarakat dalam menjaga dan melestarikan sumber daya air. Nilai-nilai budaya tersebut telah membentuk perilaku yang mendorong terciptanya keseimbangan ekologis di sekitar Mata Air Senjoyo. Dengan demikian, telah terbukti bahwa keterlibatan sosial berbasis budaya lokal mendukung upaya konservasi lingkungan yang berkelanjutan.
PARTISIPASI DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERKAIT PROGRAM PAMSIMAS DI DUSUN SUMBERJO, GROBOGAN Maulana, Faith Miftah; Rahmawati, Jihan; Gafu, Radjninez Igell Syatuty; Setiyanda, Karista Gadis; Umar, Moh. Jafar; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dilakukan untuk meningkatkan akses air bersih dengan pendekatan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi dan persepsi masyarakat Dusun Sumberejo, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan terhadap adanya pelaksanaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dengan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi keberlanjutan program. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kepada masyarakat serta informan kunci yang terlibat langsung dalam program tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program ini awalnya disambut positif oleh masyarakat, akan tetapi seiring berjalannya waktu pelaksanaannya menghadapi berbagai kendala. Permasalahan yang terjadi seperti penurunan kualitas air, kerusakan pompa, kurangnya pelatihan teknis, dan tidak adanya panduan serta dukungan dari pemerintah. Hal ini juga menjadi salah satu faktor yang menghambat efektivitas dan keberlanjutan dari program ini. Kondisi diperburuk kembali dengan tidak adanya spesifikasi alat yang digunakan, tidak ada serah terima alat dan komunikasi yang kurang antara warga dan pengelola. Lemahnya pengelolaan dan respon terhadap keluhan warga menimbulkan rasa kecewa dan juga partisipasi dari warga dalam program ini. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pada pentingnya dukungan teknis, transparansi pengelolaan, dan peningkatan kapasitas kelembagaan dalam menjamin keberlanjutan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) ini.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Jabbar Abdul Jabbar Abdullatif, Mukhlis Addini, Jihan Timur Aditya Wicaksono Afrilda, Nur Hayati Agfanisa, Rahma Agnes Dewi Wuri Ershanti Agustin, Shafira Sekar Indah Agustina Dwi Rahmawati Aini, Maqfiroh Intan Nurul Ainunnisa', Nadiva Fardlotul Akbar, Muhammad Zidan Al-Anshori, Aziz Al-Khoiriyah, Tahsinun Nadwah Alhusna, Ahmad Faza Alia, Unca Alwyn, Josue Willian Alyanti, Nathaniela Anindya Amanda, Putri Amanda, Zahra Thea Amnan Haris Andhini, Mesza Riske Andin Irsadi Andin Vita Amalia, Andin Vita Andriana, Novi Anggraeni, Dwiva Yanti Retno Aprilianingsih, Dwi Utari Aqila, Adibatus Syarafi Rifda Ardeny, Anisa Nur Faizah Ardhiyanti, Meisya Arif Widiyatmoko, Arif Arif, Moh. Zidhan Rozikul Arifah, Erma Zakiy Arifah, Zanuba Arifin, Shabrina Maulida Arrofi Agung Dwi Saputra Astuti, Retno Laras Atmaja, Bagus Dwi Atunnisa, Rifa' Aulia, Olifadia Eka Andiny Avicenna, Berlian Awati, Desiana Fitri Ayu, Mellyana Putri Azzahra, Alifa Sofia Bakar, Caesario Kaka Abu Bakri, Sitty Nur Syafa Banoantj, Diani Dwi Banowati, Chelsea Basri, Ichsan Birahma, Ati Shofa Fadlina Cahyono, Raihan Eko Cantigi, Aisyah Sekar Chasanah, Aisya Nurul CHOIRUNNISA Chomainy, Chorisa Safifa Christyadi, Louis Anasthasya Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Mustikaningtyas Dewi, Novi Ratna Dipanegara, Ayatulloh Repa Erliyanawati, Mira Erna Noor Savitri, Erna Noor Fadhilla, Alya Aisyah Fahira, Nur Faizah, Arina Fajar, Sadewa Tri Fajarwati, Elsa Putri Fauzian, Ahmad Rizky Nur Fauziyyah, Istiqomah Ifnan Febriyanto, Hendra Fidia Fibriana Firdaus, Doflavio Farela Fitri, Revieta Noor Gafu, Radjninez Igell Syatuty Gemilang, Aqshal Panggas Ghifari, Harun Nafis Al Ginza, Farayhan Gunawan, Mahendra Gymnastiar, Muhamad Tegar Habil Sultan Halim, Ibnu Hamdani, Adib Afriza Hamka, Ahmad Hana, Duwi Handayani, Meilia Eka Hanifa, Jihan Khoirunnisa Haqqani, Aditya Rayyis Haratians, Juniar Kirana Haris, Amnan Hartanto, Naufal Hima, Riris Faiqatul Holeng, Vera Angelina Hunafa, Yuthika Husnaini Inayah, Raudatul Iqlima, Marsyanda Addelia Irawan, Flora Aurelly Bintang Januariska, Almira Aulia Jati, Elisabeth Gita Damar Juliani, Evi Khoirunnisa, Fahma Ayu Kholil, Putri Alifa Kiswanto Kiswanto Kurniawan, Fakhri Ahmad Laksono, Amru Nur Larasati, Anisa Tutur Listiaji, Prasetyo Magfiroh, Yuliyanti Maharani, Saffira Alyda Manik, Indry Virginia Manshurin, Abi Marcelinus Christwardana Maulana, Faith Miftah Mawardian, Anjeli Arum Ma’ruf, Syamsul Azhar Qowwam Mendrofa, Best Forever Miranita Khusniati Mirarinur, Arlingga Rozaeni Muhammad Ahganiya Naufal Mukarrohmah, Indah Hayu Mumtazah, Tsabita Rikha Musthafa, Annis Hamida Naisabury, M. Robith An Nana Kariada Trimartuti Napitu, Imelda Fransiska Nasyafa, Zedda Naufal, Muhammad Agnaf Naufal, Muhammad Ahganiya Ni Luh Tirtasari Ningsih, Rafida Khotimah Norma Eralita Novitasari, Diandra Nugraha, Bachtiar Rama Ardhi Nurcahyo, Fathurrohman Nurita, Oktavinda Jihan Nurjannah, Deswita Laila Nursendi, Audilla Optapia, Duwi Hana Pakarti, Rismala Airdia Indah Pangestu, Wisnu Ariya Pariono, Safila Aurellia Unu Perdana, Putra Angga Permata, Estika Afinda Nur Pradama, Daffa Evan Pradhana, M. Ananta Yuda Pramesti, Angelina Cahya Prasetyo Listiaji Pratama, Liona Surya Pratiwi, Evi Juliani Ayu Prihatanto, Zidan Hafizh Nur Muqshid Primagati, Aira Trismadya Purnamasari, Dwi Yuli Purwadi, Cintiya Egi Puspita, Narindra Indah Putri Yuni Nugroho Putri, Ade Anggun Wana Putri, Fayi Isa Syifanya Putri, Hanny Kusuma Dias Putri, Rizda Amalia Putri, Salma Dwi Putri, Zahra Rizkia Putrie, Yohanna Anindya Rabbani, Tiara Zahran Rachmanissa, Syafira Rafidah, Zahra Rafsanzani, Mohammad Rafli Rahastri, Mila Rangga Rahman, Salma Aulia Rahmatika, Silfy Dwi Rahmawati, Jihan Raka Restu Rabbani Ramadani, Aulia Tri Ramadhani, Arthatia Putri Revalina, Aurelia Dias Nanda Riani, Anisah Adha Ristyani, Agitha Vrokla Rizki Nor Amelia Rizky, Taufik Bahrul Romadhan, Vhaviriele Abel Romadhon, Vhaviriele Abel Rozan, Ajmal Sabrina, Dhiyanita Safitri, Aldona Galuh Sahariyah, Nafa Hatus Sajidi, Imam Sakti, Bernov Lakhomi Pujangga Salma, Lailatus Salman, Syamsul Hadi Salsabila, Adinda Putri Salsabila, Fatikha Nur Juliagta Salsabilla, Nur Hayati Afrilda Salwa Salsabela Saoki, Rafi Nadhifa Saputra, Johan Ega Saputri, Luthfi Hanum Sari, Meylinda Senggi Fatikha Sari, Sindi Fatikha Sa’diyah, Arini Setiyanda, Karista Gadis Shoba, Tafuz Mahabatis Shoffa, Aurellia Gusty Sihaloho, Enjelia Ernestin Siregar, Zepanya Gladis Tabita Siti Herlina Dewi Sri Ngabekti Stevanie, Diva Avrilia Fuan Suciati, Dwi Sultan, Habil Suryaningrum, Irnanda Syaharani, Alfiana Syahbananto, Gilang Tanjung, Jonathan Danosmon Maleakhi Tari, Febriani Trisna Tirtasari, Ni Luh Tri Retnaningsih Soeprobowati Trida Ridho Fariz Turohmah, Nafila Tusya’diah, Aisa Umar, Moh. Jafar Urmila, Urmila Utama, Daffa Pramoda Budi Utami, Hasna Sekar Utami, Rinanda Putri Vergestian, David Beckham Wicahyanti, Nita Wicaksono, Maulana Malik Widjoyo, Evi Cahyanila Kurnia Wijanaputri, Kania Okta Winandi, M. Arya Lucky Wintah Wiyanto - Wulandari', Suci Yoni, Natiq Nona Nurinda Yuniar, Azka Dwi Zahira, Audya Fathana Zahrany, Fathiyyah Zain, Kayla Miftakhul Zain, Maiya Zahra Zakaria, Aqil Aghita Zhahira, Audya Fathana Zildzan, Aulia Rizky Zulfani, Jihan