p-Index From 2021 - 2026
10.141
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DE JURE Lentera Hukum Hunafa: Jurnal Studia Islamika Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam An-Nida' Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Law and Justice Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora BILANCIA ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Potret Pemikiran ADHKI: Journal of Islamic Family Law Al-Ihkam: Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Journal of Islamic Law Supremasi Hukum ADDIN SAMAWA : Jurnal Hukum Keluarga Islam MADDIKA: Journal Of Islamic Family Law El-Hikam: Journal of Education and Religious Studies The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Hunafa: Jurnal Studia Islamika Jurnal Al-Hakim : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Studi Syariah, Hukum dan Filantropi Kawanua International Journal of Multicultural Studies JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Familia: Jurnal Hukum Keluarga Al-Aqwal : Jurnal Kajian Hukum Islam SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak At-Ta’awun: Jurnal Mu’amalah dan Hukum Islam DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM JIPM: Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin Jurnal Darussalam : Pemikiran Hukum Tata Negara dan Perbandingan Mazhab Multazam : Jurnal Manajemen Haji dan Umrah Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law Tasyri' Journal of Indonesian Probation and Parole System Siyasah : Jurnal Hukum Tata Negara Constitution Journal Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak Al-Balad : Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam Al-Muqaronah:Jurnal Perbandingan Madzhab dan Hukum Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga Jurnal Studi Islam dan Sosial At-Ta'aruf: Jurnal Hukum Keluarga Islam Bilancia : Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum HUNILA : Jurnal Ilmu Hukum dan Integrasi Peradilan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Constitution Journal

MEMPERKUAT FONDASI DEMOKRASI: ANALISIS DAMPAK NEPOTISME DAN STRATEGI PENGENDALIAN DALAM MEMBANGUN DEMOKRASI IDEAL: Strengthening The Foundations Of Democracy: Analysis Of The Impact Of Nepotism And Control Strategies In Building An Ideal Democracy Sugitanata, Arif; Aminah, Siti; Abdurrasyied, Muhammad Hasyied
Constitution Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Constitution Journal June 2024
Publisher : UIN Kiai Haji Ahmad Sidiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/constitution.v3i1.92

Abstract

This article aims to elucidate the phenomenon of nepotism within the context of democracy, utilizing a qualitative research approach and a descriptive-analytical methodology based on a literature review. It addresses three primary issues: firstly, the construction of an ideal democracy; secondly, the impact of nepotism on the integrity of democracy; and thirdly, practical strategies for combating nepotistic practices. The study reveals that an ideal democracy should champion the principles of popular sovereignty, transparency, accountability, and meritocracy. However, nepotism undermines these principles by allocating positions and resources based on personal relationships rather than competence, reducing the quality of public policy and creating social disparities. It erodes public trust and inhibits citizen participation in the democratic process. Nepotistic practices contribute to political and economic stagnation and disrupt the equitable distribution of social justice, with long-term impacts such as the erosion of institutional integrity. This article recommends combating nepotism by implementing stringent anti-nepotism laws, strengthening independent oversight bodies, and using information technology to enhance transparency and accountability. Public education on integrity and professionalism is also emphasized as a means to raise awareness and reduce tolerance for nepotism. Overall, the article provides deep insights into how ideal democracy can be degraded by nepotism and offers concrete strategies to reinforce the foundations of democracy, ensure social justice, and support sustainable economic growth. Collective efforts to eradicate nepotism will not only strengthen democracy but also ensure that governance is more effective and fair. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena nepotisme dalam konteks demokrasi, dengan menggunakan studi kepustakaan berbasiskan jenis penelitian kualitatif dan sifat penelitian yang dilakukakn secara deskriptif-analitik. Artikel ini menjelaskan tiga pokok masalah yang dikemukakan, pertama, konstruksi demokrasi ideal, kedua, dampak nepotisme terhadap integritas demokrasi, dan ketiga, strategi efektif untuk memerangi praktik nepotisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demokrasi ideal harus mengedepankan prinsip kedaulatan rakyat, transparansi, akuntabilitas, dan meritokrasi. Namun, nepotisme mengancam prinsip-prinsip ini dengan mengalokasikan posisi dan sumber daya berdasarkan hubungan pribadi, bukan kompetensi, mengurangi kualitas kebijakan publik, dan menciptakan disparitas sosial. Hal ini merusak kepercayaan publik dan menghambat partisipasi warga dalam proses demokratis. Praktik nepotisme menyebabkan stagnasi politik dan ekonomi serta mengganggu pemerataan keadilan sosial, dengan dampak jangka panjang berupa erosi integritas institusional. Artikel ini merekomendasikan untuk memerangi nepotisme dengan mengimplementasikan undang-undang anti-nepotisme yang ketat, penguatan lembaga pengawas independen, serta penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Pendidikan publik tentang integritas dan profesionalisme juga ditekankan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan mengurangi toleransi terhadap nepotisme. Secara keseluruhan, artikel ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana demokrasi yang ideal dapat terdegradasi oleh nepotisme dan menawarkan strategi konkret untuk memperkuat fondasi demokrasi, memastikan keadilan sosial, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya kolektif dalam memberantas nepotisme tidak hanya akan memperkuat demokrasi tetapi juga memastikan bahwa pemerintahan berjalan lebeih efektif dan adil.