Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Komunikasi Organisasi pada Muhammadiyah dalam Film Buya Hamka Vol. 1 Karya Fajar Bustomi Savira, Viona; Nuraida; Ningsih, Chairunnisah
CONVERSE Journal Communication Science Vol. 2 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/converse.v2i3.5200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi komunikasi organisasi Muhammadiyah dalam film Buya Hamka Vol. 1 karya Fajar Bustomi. Film ini menggambarkan perjalanan hidup Buya Hamka sebagai tokoh Muhammadiyah yang berperan penting dalam bidang dakwah, pendidikan, dan kepemimpinan organisasi Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes, yang mencakup makna denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan-adegan terpilih serta dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi Muhammadiyah direpresentasikan melalui praktik musyawarah, kepemimpinan moral, etos kerja, komunikasi vertikal dan horizontal, serta keteguhan ideologis dalam menghadapi tekanan eksternal. Film ini membangun citra Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern yang menjunjung tinggi nilai intelektualitas, keadilan, tanggung jawab, dan dakwah berbasis pendidikan. Dengan demikian, film Buya Hamka Vol. 1 tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai representasi simbolik komunikasi organisasi dalam konteks sejarah dan perjuangan dakwah Muhammadiyah.
Etika Komunikasi Pengguna Media Sosial Instagram (Studi Pada Mahasiswa KPI D Tahun 2021 UIN Raden Fatah Palembang) Basyari, Ridwan; Nuraida; Ningsih, Chairunnisah
CONVERSE Journal Communication Science Vol. 2 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/converse.v2i3.5203

Abstract

Penelitian ini mengkaji etika komunikasi pengguna media sosial Instagram pada mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) D angkatan 2021 UIN Raden Fatah Palembang. Etika komunikasi dipahami sebagai seperangkat nilai, norma, dan prinsip moral yang mengatur perilaku individu dalam berinteraksi, termasuk pada ruang digital. Rumusan masalah penelitian mencakup bagaimana bentuk etika komunikasi mahasiswa dalam menggunakan Instagram serta apa saja dampak positif dan negatif dari penggunaan platform tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik etis mahasiswa dalam berkomunikasi di Instagram dengan menggunakan teori Uses and Gratifications serta teori komunikasi dalam teknologi informasi sebagai landasan analitis. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa KPI D 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi yang baik di Instagram ditandai dengan menghindari penyebaran hoaks, penggunaan bahasa sopan, menjaga identitas diri, menghargai privasi, serta tidak memposting maupun menyebarkan konten tanpa izin. Selain memberikan dampak positif seperti perluasan jaringan sosial, penyediaan informasi, dan ruang berekspresi, penggunaan Instagram juga menimbulkan dampak negatif berupa risiko cyberbullying, pelecehan, penyalahgunaan privasi, serta paparan konten sensitif.
Intensitas Penggunaan Media Digital Terhadap Minat Generasi Z Pada Bidang Jurnalistik Untung Wahyudi; Nuraida; Emi Puspita Dewi
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 4 No. 3 (2025): November - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh intensitas penggunaan media digital terhadap minat Generasi Z dalam bidang jurnalistik. Kehadiran media digital yang semakin dominan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi sumber informasi sekaligus ruang aktualisasi diri bagi generasi muda. Generasi Z, yang dikenal dekat dengan teknologi, cenderung menghabiskan waktu lebih banyak pada platform digital seperti media sosial, portal berita online, dan aplikasi berbagi video. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada sejumlah responden yang termasuk dalam kategori Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya intensitas penggunaan media digital memiliki hubungan yang positif dengan meningkatnya minat terhadap aktivitas jurnalistik, seperti menulis berita, membuat konten informatif, serta melakukan peliputan peristiwa secara kreatif. Media digital memberikan kemudahan akses informasi, peluang belajar secara mandiri, serta ruang interaksi yang luas sehingga mendorong ketertarikan untuk terlibat lebih jauh dalam dunia jurnalistik. Selain itu, paparan terhadap berbagai bentuk jurnalisme digital turut memperkuat kemampuan berpikir kritis dan literasi media. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media digital memainkan peran penting dalam menumbuhkan minat dan motivasi Generasi Z untuk mengembangkan keterampilan jurnalistik.
Integrasi Islamic, Science, Technology, Engineering, Art, and Math (ISTEAM) dalam Pembelajaran (Studi Kasus di UIN Ar-Raniry) Nuraida; Sofyan Arianto; Nurasiah; Cut Intan Hayati
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/600bs511

Abstract

The integration of interdisciplinary education that combines spiritual values with scientific competence has become an urgent necessity in the Society 5.0 era. This study aims to analyze the implementation of the ISTEAM (Islamic, Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) learning model at the State Islamic University (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Using a qualitative case study approach, data were collected through classroom observations, curriculum document reviews, and in-depth interviews with the academic community. The findings indicate that UIN Ar-Raniry has adopted the Wahdatul Ulum paradigm, which integrates kauniyyah and qur'aniyyah verses into courses such as Fundamentals of Islamic Science. The implementation of ISTEAM is proven to enhance students' critical thinking, creativity, and technological literacy while strengthening religious character. However, challenges such as limited integrative teaching materials and the need for increased lecturer capacity in interdisciplinary design remain major obstacles. Strengthening strategies through cross-faculty collaboration and the development of project-based modules are highly recommended for future curriculum optimization.
Measuring Openness, Conflict, and Dependency: Validation of the Student–Teacher Relationship Scale among Indonesian Youth Learners Fidrayani, Fidrayani; Yenny Rahmawati; Dewi Salistina; Nuraida; Novita Ashari
Atfaluna Journal of Islamic Early Childhood Education Vol. 8 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Atfaluna: Journal of Islamic Early Childhood Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/atfaluna.v8i2.12726

Abstract

This study aimed to adapt the Student–Teacher Relationship Scale into Indonesian and to examine its psychometric reliability in the Indonesian educational context. The research participants were Indonesian teachers working with youth learners, selected through purposive sampling based on their direct instructional involvement with students. The adaptation process employed a quantitative methodological approach and followed standard cross-cultural procedures, including forward translation, back-translation, expert judgment, and cultural refinement to ensure semantic and conceptual equivalence. Data were collected using STRS which measures three core dimensions of teacher–student relationships: openness, conflict, and dependency. Reliability analysis was conducted using Cronbach’s alpha to assess internal consistency. The results indicated that the Indonesian version of the instrument demonstrated high reliability, with a Cronbach’s alpha coefficient of 0.894, suggesting strong internal consistency across items. Minor linguistic adjustments were implemented to enhance cultural appropriateness without altering the theoretical constructs measured by the scale. To sum up, the findings indicate that the Indonesian adaptation of the Student–Teacher Relationship Scale is a reliable instrument for assessing teacher–student relationship quality in Indonesian educational settings. The adapted scale can be applied by researchers and educational practitioners to better understand relational dynamics that contribute to children’s school adjustment and to inform educational intervention.
Analisis Mengatasi Kejenuhan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Globalisasi Di Kelas VI SDS IT Al-Fauzi Medan Amplas Annisa Arnun; Nuraida; Savira Maharani; Mhd Arif Setiawan
Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2021): Al Yazidiy : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : LP3M KH Yazid Karimullah Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ay.v3i2.49

Abstract

This study intends to explain learning boredom and ways to overcome it to students in Grade VI at SDS IT Al-Fauzi Medan Amplas. The type of study used is a qualitative descriptive study where all data has been collected by selecting data to obtain quality data, the data collection techniques used are observation and interviews. The results are (1) Efforts to overcome student learning saturation in class VI SDS IT Al-Fauzi Medan Amplas are to make various ways, such as varied learning methods, make the same approach as students and make evaluations at the end of learning activities where it is feedback on the KBM process , which is used as a reference to improve and increase interest in learning (2) The link in how to overcome boredom can be seen from students when studying, because the methods used when teaching are varied and are not fixed on lectures, especially on globalization material which is considered quite important in social studies learning.
Analisis Representasi Jurnalis Perempuan Dalam Film Freelance Karya Jacob Lentz Novira Miliza; Nuraida; Chairunnisah Putri Ayu Ningsih
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 4 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi jurnalis perempuan dalam film Freelance karya Jacob Lentz. Film sebagai media komunikasi massa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan sosial dan budaya, termasuk mengenai peran perempuan dalam dunia kerja jurnalistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika untuk memahami makna tanda, simbol, dialog, serta adegan yang merepresentasikan karakter jurnalis perempuan dalam film tersebut. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap adegan-adegan film, dialog, ekspresi tokoh, serta dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Freelance merepresentasikan jurnalis perempuan sebagai sosok yang profesional, berani, mandiri, dan mampu menghadapi tekanan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Namun demikian, film ini juga memperlihatkan adanya tantangan gender yang dihadapi perempuan dalam dunia media, seperti stereotip, diskriminasi, dan tuntutan sosial terhadap perempuan. Representasi tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam dunia jurnalistik, sekaligus menggambarkan dinamika perjuangan perempuan dalam memperoleh pengakuan profesional di tengah dominasi budaya patriarki. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai representasi perempuan dalam media film serta kontribusinya terhadap pembentukan perspektif masyarakat tentang profesi jurnalis perempuan
Co-Authors Agustina, Anggun Ahmad Adjie Ibrahim Ahmad Harun Yahya Aidil Amar Andre Yusup Anita Trisiah Anita Trisiah Annisa Arnun Annisa Arnun Apriani, Triana Arief Kusbiantoro Armansah, Muhammad Arsalan, M Akram Asbari, Masduki Ashari, Novita Ashlih Lidini Asmara Sari Nasution Assoburu, Selvia Basyari, Ridwan Cahaya, Anggi Chairunnisah Putri Ayu Ningsih cut ayu lizar, cut ayu Cut Azizah Cut Intan Hayati DARMAYANTI, EULIS Daud, Ridhwan Deny Setiawan Desyan Ria Dewi Salistina, Dewi Dwi Putri Maharani EFI SAID ALI Emi Puspita Dewi Fidrayani Fidrayani Fidrayani Fitrian Deu Prameswary Hamandia, Muhammad Hanum, Erlia Hasanah Ulfah Hidayat, Peki Iriadi, Ridwan Jordi Kadek ayu susiani dewi Kamila, Qurota A'yun Ning Kartika Oktaviani Kurnia Risna, Yayuk Magfirah, Dini Manalullaili MARDIANA Mastikawati Ma’mun, Saepul Mhd Arif Setiawan Milfa Laensadi, Azkya Miratul Hayati Muhammad Agus Muljanto Muhammad Muhaimin Mukhlis Munadia, Rizqal MUSLIMIN Muzaiyana Ningsih, Chairunnisah Novira Miliza Nugraha, Abdur Nurasiah Nurhasanah, Andi Nurma Ani, Nurma NURUL YUHANAFIA Rahmawati - Rahmawati, Rahmawati Ramadhan, Andri Rani Astria Rayhatul Jannah Rindi Antika Rojabul Akbar Riansyah Rudy Salsa Lutfiah Zahra Salsabila Jandisha Anjani Saputra, Syifa Savira Maharani Savira, Viona Sayed Ahmad Zaki Yamani Selvia Assoburu Silvia Assoburu Sipahutar, Ervina Sari Siregar, Nahrun Najib Siregar, Roswani Siti Aulia Fauzia Siti Maryam Sofyan Arianto Sumaina Duku Surbakti, Syamsul Bahri Syarifah, Fathiyah Tri Devalenqy, Rexy Umi Kalsum, Eka Untung Wahyudi Yacob , Fakhri Yahya, Ahmad Harun Yenny Rahmawati Yuli Kartika Sari Yulia Santi Yulia Wida Kristiani Gea Yusnadi Zahra, Ananta Alya