Claim Missing Document
Check
Articles

Menghantarkan Bahasa Inggris pada Dunia Nyata: Buku Ajar dengan Code QR untuk Pendidikan Anak Usia Dini Sri Slamet; Choiriyah Widyasari; Sri Katoningsih; Heppy Adityarini; Rini Fatmawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengembangan dan implementasi buku ajar tematik bahasa Inggris yang diperkaya dengan kode QR untuk mendukung keterampilan pelafalan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surakarta, Indonesia. Banyak guru PAUD menghadapi kesulitan dalam mengucapkan kosakata bahasa Inggris dengan tepat. Hal ini dapat berdampak pada penyampaian model bahasa yang benar kepada anak didik. Buku ajar konvensional umumnya tidak menyediakan dukungan pelafalan yang terintegrasi, sehingga membatasi peluang guru untuk melakukan perbaikan pelafalannya secara mandiri. Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, dikembangkanlah buku ajar berbasis digital yang menyematkan tautan audio pelafalan melalui kode QR. Tujuan utama dari inovasi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana dampaknya terhadap kemampuan pelafalan dan kepercayaan diri guru dalam mengajar bahasa Inggris. Dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan 26 guru TK dari sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan Aisyiyah. Evaluasi efektivitas intervensi dilakukan melalui kombinasi pre-test, post-test, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sesi pelatihan tematik memperkenalkan fitur digital dalam buku ajar serta membimbing guru dalam latihan pelafalan dan penerapan di kelas. Data kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada skor post-test di seluruh kelompok guru, sementara data kualitatif mengungkap peningkatan kepercayaan diri, keterlibatan yang lebih tinggi dalam pembelajaran, dan pemodelan pelafalan yang lebih baik bagi anak. Penelitian ini mendukung integrasi alat digital sederhana seperti kode QR untuk memperkaya sumber belajar tradisional. Hasilnya menunjukkan bahwa media hibrida yang menggabungkan komponen cetak dan audio dapat memberdayakan guru dengan keterbatasan kemampuan bahasa Inggris untuk meningkatkan kompetensi pengajarannya. Selain itu, buku ajar berbasis QR menawarkan solusi yang mudah diakses dan dapat ditingkatkan skalanya untuk memperkaya pembelajaran bahasa pada anak usia dini. Temuan ini mendorong penerapan inovasi serupa dalam program pelatihan guru serta merekomendasikan penelitian lanjutan mengenai dampak jangka panjang dari pembelajaran bahasa berbasis perangkat mobile dalam konteks PAUD.
Peningkatan Kreativitas Anak Usia 4–5 Tahun melalui Penggunaan Bahan Ramah Lingkungan Sulistiyani Sulistiyani; Sri Katoningsih; Syed Lamsah Syed Chear
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7706

Abstract

Kreativitas berperan penting dalam mengembangkan potensi anak pada masa golden age. Penelitian ini mengkaji bagaimana keefektifan penggunaan bahan ramah lingkungan (bahan bekas, daur ulang, dan bahan alam) sebagai media pembelajaran dalam peningkatan kreativitas anak usia 4-5 tahun di TK ABA 03 Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak peningkatan kreativitas anak menggunakan bahan ramah lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah, pendidik, dan orang tua murid, serta observasi partisipatif di kelas. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ramah lingkungan terbukti efektif dapat meningkatkan kemampuan kreativitas anak melalui kegiatan yang mendorong eksplorasi dan imajinasi anak, mengembangkan inovasi orisinalitas dan inovasi, meningkatkan keterlibatan aktif dan rasa ingin tahu, serta penanaman kesadaran lingkungan.
Eksplorasi Limbah Plastik sebagai Media Edukasi Kreatif pada Anak Usia Dini Rina Lisnawati; Sri Katoningsih; Syed Lamsah Syed Chear
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7707

Abstract

Kreativitas anak usia dini penting untuk perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan kemampuan memecahkan masalah. Namun, praktik pembelajaran PAUD masih kurang optimal karena minimnya media inovatif. Pada saat yang sama, meningkatnya limbah plastik membuka peluang pemanfaatannya sebagai media edukatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kreativitas anak usia 4–5 tahun di KB Al Huda Pracimantoro melalui pemanfaatan limbah plastik. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 30 anak, kepala sekolah, dua guru, dan dua orang tua selama enam bulan (April–Oktober 2025). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada empat aspek kreativitas: kelancaran ide (anak mampu menghasilkan rata-rata 3–5 ide karya berbeda dalam satu sesi), fleksibilitas (80% anak mampu mengombinasikan minimal tiga jenis bahan limbah), orisinalitas (karya unik seperti robot bergerak dan taman mini), serta elaborasi (anak menjelaskan karya dengan narasi imajinatif yang terstruktur). Anak menunjukkan antusiasme tinggi, percaya diri saat presentasi, dan kemampuan kolaboratif dalam kelompok. Kolaborasi guru dan orang tua turut mendukung keberhasilan kegiatan berbasis daur ulang ini. Secara praktis, temuan ini merekomendasikan integrasi limbah plastik sebagai media permanen dalam kurikulum PAUD untuk menstimulasi kreativitas sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji efektivitas jangka panjang dan penerapan di konteks PAUD dengan karakteristik sosial-ekonomi berbeda.
Eksplorasi Lingkungan sebagai Laboratorium Alam untuk Penguatan Pengetahuan Sains pada Anak Usia Dini Wahyu Purwaningsih; Sri Katoningsih; Mohd Hanip Hassan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7708

Abstract

Pembelajaran sains pada anak usia dini perlu dilakukan melalui pengalaman langsung agar kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan rasa ingin tahu berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan eksplorasi lingkungan dalam meningkatkan pengetahuan sains pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali makna pengalaman belajar secara naturalistik di KB Al Huda Pracimantoro. Hasil penelitian menunjukkan pola bahwa guru bertindak sebagai fasilitator dengan menyediakan stimulus, pertanyaan pemantik, dan kesempatan eksplorasi, sementara anak menunjukkan antusiasme tinggi melalui perilaku mengamati, mengajukan pertanyaan, mengelompokkan objek, melakukan percobaan sederhana, serta menceritakan kembali hasil pengamatan. Temuan mengindikasikan bahwa pembelajaran sains berbasis eksplorasi tidak hanya meningkatkan pengetahuan konseptual, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri, komunikasi, dan kemampuan berpikir ilmiah dasar. Penelitian ini menegaskan bahwa interaksi langsung dengan objek alam membangun pemahaman bermakna tentang fenomena sains dalam konteks pengalaman sehari-hari. Pendekatan eksplorasi lingkungan memiliki signifikansi praksis bagi PAUD karena dapat menjadi strategi pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, sekaligus berkelanjutan untuk menguatkan pendidikan sains berbasis pengalaman; sehingga direkomendasikan inovasi aktivitas eksploratif dan peningkatan kompetensi guru untuk mendukung penerapan di kelas
Increasing Environmental Awareness in Early Childhood 4-5 Years through the Problem-Based Learning Grophy Garbage Approach Tazkiya Asti Fatikha; Sri Katoningsih
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is an urgent need to instill environmental awareness in early childhood (4-5 years old) at PGRI Jati Kindergarten. The purpose of this study was to test the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) approach with the "Grophy Garbage" project model in increasing children's environmental awareness. The research method used was a descriptive qualitative approach with a specific study design, involving 15 Group A children at PGRI Jati Kindergarten. This rigorous methodology applies the Kemmis and McTaggart spiral model (planning, implementation, observation, and reflection) to ensure continuous improvement. Data were collected through structured observations of seven indicators of environmental attitudes, in-depth interviews, and documentation. The novelty of this study lies in the integration of the Grophy Garbage project model—which combines visualization of ideas (Grophy) and exploration of used materials (Garbage)—into the Problem Based Learning (PBL) framework in PAUD. This approach is specifically tailored to the characteristics of early childhood, enabling creative expression and contextual learning based on real problems. Research consistently shows that the implementation of Problem-Based Learning (PBL) through "Grophy Garbage" effectively increases environmental awareness in children aged 4-5 years. Children become more enthusiastic and disciplined in disposing of waste, are able to distinguish between types of waste, and are actively involved in making recycled products from plastic bottles, which also improves their fine motor skills. All indicators of environmental awareness, from attention to cleanliness, participation in caring for plants, to collaboration and empathy, show positive developments. The main challenges faced include limited teacher resources and the need for ongoing digital literacy training, but the benefits significantly shape children's ecological character.
Integrating Digital Media in Early Language Learning for Young Children with Special Needs: A Study on Learners Aged 4-5 years Siti Suqhiroh; Sri Katoningsih
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The utilization of digital media in language learning for children with special needs aged 4-5 years at KB Aisyiyah Pracimantoro. The research objective is to determine how digital media can enhance the language abilities of children with special needs and to identify the challenges educators face in its implementation. The research method uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with the Principal, educators, and parents, as well as 30 minutes of participatory observation in class using a structured observation guide that assessed seven ability indicators of children on a scale of 1-4. Data analysis techniques used the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, interpretation, and conclusion. Data validity was ensured through source triangulation and method triangulation. The research results show that digital media, particularly educational videos with songs and movements, as well as interactive educational applications, are effective in improving the language abilities of children with special needs by increasing focus, motivation, vocabulary acquisition, and articulation. Interview results confirm that children who previously had difficulty pronouncing simple words showed significant development after routinely using digital media. However, implementation faces challenges, including limited devices and internet connections, difficulty finding specific content, managing children’s behavior, and the need for continuous teacher training. The research concludes that digital media is a potential tool for language learning among children with special needs, but requires infrastructure support, relevant content development, and increased educator capacity for optimal use.
Science Learning in Environmental Care Education at Teladan Kindergarten, Sukoharjo B Burhanudin; Sri Katoningsih
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science learning in environmental education for early childhood at Teladan Kindergarten Sukoharjo. The purpose of this study was to determine how science learning is implemented to instill environmental attitudes and behaviors in kindergarten children. This study explored the implementation process, the learning methods used, their effectiveness, and the support from the principal, teachers, and parents in developing children's science process skills and scientific literacy based on environmental education. This study also examined the challenges faced and strategies to overcome them in the context of science learning and environmental education for early childhood. This research method used a qualitative approach with a phenomenological design on the subjects of children, teachers, principals, and parents. Data were collected through observation, interviews, and documentation during the period of July to September 2025. The results of the study indicate that science learning based on simple experiments and hands-on practice is effective in improving children's knowledge, attitudes, and behaviors of environmental concern. Principal support, teacher creativity, and parental involvement are important factors in the success of this learning. Obstacles encountered include limited learning media and time; however, various strategies such as the use of simple tools and improved teacher training can overcome these. This study provides conceptual and practical contributions to the development of environmentally-based science learning for early childhood and recommends improvements in learning media, parental involvement, and collaboration with environmental communities.
The Role of Parental Communication in Improving The Language Intelligence of 4-5 Year Old Children Rahmat, Gina Khoeronnisa; Katoningsih, Sri
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of language intelligence in early childhood is a crucial foundation for their future communication skills. This research is important because many young children do not receive consistent language stimulation at home, while studies on the synergy of parent-teacher communication in the PAUD context-especially in local settings like BA Aisyiyah G-are still limited. This descriptive qualitative research was conducted over three months, from March to May 2025. Data sources included observations of communication practices, parent-teacher interviews, documentation, and school literature and documents. The research instruments consisted of observation guidelines, interview guides, and documentation formats. Data analysis followed the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing according to Miles & Huberman. The results indicate that parental communication through consistent verbal stimulation at home plays a significant role in improving children's language intelligence. Teachers also reinforced this stimulation through storytelling and role-play activities, resulting in synergy between stimulation at home and at school resulting in improvements in children's ability to express ideas, enrich vocabulary, and construct sentences effectively. The findings emphasize the importance of simultaneous involvement between parents and teachers to optimize the language development of children aged 4-5 years.
Implementasi Culturally Responsive Teaching untuk Memperkuat Identitas Budaya dan Inklusi Anak Berkebutuhan Khusus pada PAUD Isnaini Budi Hastuti; Sri Katoningsih; Nikita Febrian Tuti
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2142

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pendekatan Culturally Responsive Teaching dalam setting pendidikan inklusi Anak Berkebutuhan Khusus pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, dengan fokus pada penguatan identitas budaya dan rasa kepemilikan sebagai luaran utama yang dapat diukur. Studi kualitatif berpendekatan studi kasus ini dilaksanakan di PAUD Inklusif Saymara, melibatkan empat guru kelas, dua guru pendamping khusus, satu kepala sekolah, delapan orang tua ABK, dan enam orang tua anak reguler sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pasif selama delapan belas sesi pembelajaran, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap perangkat pembelajaran serta artefak kelas. Temuan mengungkap empat dimensi implementasi: pertama, integrasi nilai dan simbol budaya lokal sebagai medium pedagogis yang membuat materi lebih aksesibel bagi ABK; kedua, penciptaan lingkungan belajar yang secara visual mencerminkan keragaman budaya peserta didik; ketiga, transformasi peran guru menjadi cultural broker yang menghubungkan kurikulum formal dengan kearifan lokal; dan keempat, kemitraan otentik dengan keluarga dan komunitas yang membangun keberlanjutan dukungan bagi ABK. Kontribusi orisinal penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka operasional CRT berbasis konteks PAUD inklusif Indonesia yang selama ini belum tersedia dalam literatur, sehingga memperluas aplikasi teori CRT melampaui pendidikan umum menuju pendidikan inklusif anak usia dini.
How Teachers' Literacy Practices Shape Early Childhood Literacy Development: A Structural Mediation Model from Kindergartens in Nganjuk Regency Destita Shari; Sri Katoningsih; Winnuly Winnuly; Larasati Nur Indah Prawesti
Journal of Childhood Development Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Childhood Development
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Ma'arif (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jcd.v6i2.8174

Abstract

Early childhood literacy development establishes a critical foundation for subsequent academic achievement; however, the mechanisms through which teachers’ instructional practices influence children’s literacy outcomes remain underexplored within Indonesian educational contexts. This study investigates structural pathways among teachers’ literacy practices, classroom literacy environment, children’s engagement in literacy activities, and early literacy development in 255 kindergarten children aged 4–6 years across Nganjuk Regency, East Java, Indonesia. Employing a quantitative correlational design using Structural Equation Modeling, with data collected following an eight-week literacy instructional program, data were collected using a structured instrument measuring four latent constructs via ten indicators each on a five-point Likert scale. Structural Equation Modeling with AMOS 26 and bootstrap analysis (5,000 resamples) examined direct and indirect effects. Results demonstrate that teachers’ literacy practices significantly predict early childhood literacy development both directly (β = .21, p < .01) and indirectly through sequential mediation by classroom literacy environment and children’s engagement (β = .10, p < .01). The strongest pathway emerged between teachers’.
Co-Authors Adityarini, Heppy Ahmad Muhibbin Aisyah Rahmah I Aminingtyas, Maiya Arisca Anam Sutopo Anisa, Clera Agretyas Nur Anitasari, Dhesy Aulia Arsila Wigaringtyas B Burhanudin Betty Yulia Wulansari, Betty Yulia Choiriyah Widyasari Choirun Nisak Aulina Choirunnisa, Ni’matul Destita Shari Destita Shari Dewi Oktaviani, Dewi Dhika, Gregorius Aquino Diaz Aziz Pramudita Dinda Aulia Azzahrah Dwi Anggi Dwi Anggi Saputri Dwi Artha Wijayanti DWI RAHMAWATI Dwi Wahyuni Endang Fauziati Fajar Agung Nugroho Fikri, Dzakiyyah Firdaus, Rizki Anugrah Gandini, Sri Giyatmi Giyatmi Giyatni, G Handayani, Ining Harsono, H Hartati, H Heppy Adityarini Heri Siswanto Hernawan Sulistyanto Hidayah, Septia Hilyatul Millah Ike Nur Cahyanti Ilham Sunaryo Intan Mahadewi Irfadhila, Dwega Isnaini Budi Hastuti Isnaini, Rizki Jarwanti, Jarwanti Joushua Caseley Anak Akun Jubaidah, Asih Junita Dwi Wardhani Kartika Ananda Kasmi, K Khotimah, Laili Khusnul Kunca Az Zahra, Ichita Kusumaningsih, Anita Larasati Nur Indah Prawesti Liya, Apri M. Yogi Riyantama Isjoni Mahaeswari, Arreta Chori Mahardhani, Ardhana Januar Maiya Arisca Aminingtyas Markhamah Maryana, Windri Mauly Halwat Hikmat Melindha Putri Nur Menik Purpuniyanti Meythasharoh, Vera Putri Minsih Mintarsih, Mimin Mirroh Fikriyati Mohd Hanip Hassan Monique Sénéchal Monitasari, Aprillia Muhammad Fahmi Johan Syah Muryanti, Slamet Muttaqin, Muhammad Azam Muttaqin, Muhammad Azzam Nailil Muna Nasywa, Nabila Mar’atus Naufal Ishartono Negrita, Amelia Riiza Nikita Febrian Tuti Novia Hera Herawati Nur Alimah, Nur Nur Rakhma Ardhiani Nuraini, Febitesna Nurhidayat Nurhidayat Pramesti Cahya Saputri Pramudiana, Ika Devy Pratama, Diyan Putri Agil Oktaviana Qonitah Faizatul Fitriyah Qonitah Faizatulfitriyah Rahayu, Martini Rahmadhani Widyaning Tyas Rahmat, Gina Khoeronnisa Ratnasari Diah Utami Rellive Enka Banuvita Retno Astuti Rina Lisnawati Rini Fatmawati Rohmatul Hasanah Rusdiani, Nurtina Irsad Sabatina, Dea Sabbir Hasan Salma Zhafirah Yasri Saputri, Pramesti Cahya Saputri, Wahyu Dwi Setyaningsih, Aulia Siti Fitriyani, Dyah Siti Suqhiroh Sophia Tri Satyawati Sri Slamet Sri Slamet Suemy . Sulistiyani Sulistiyani Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sulton Sulton, Sulton Sunaryo, Ilham Suriyani, S Susi Rahayu Sutama Syed Lamsah Syed Chear Syed Lamsah Syed Chear Syifaya, Zulfa Aurellye Oldra Tahang, Heriyanti Tazkiya Asti Fatikha Tiara Khori Indiaswari Titik Rokayani Tri Asmawulan Tri Susilowati Triwilujeng Dyah Utami Tyas, Rahmadhani Widyaning Utami, Triwilujeng Dyah Vera Sholeha Wafa, Khadijah Wahyu Purwaningsih Winnuly Winnuly Yasir Sidiq Yuliyantini, Nana Zulkarnaen Zulkarnaen