Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Citizen Research and Development

Peran Pemerintah Desa Dalam Penanggulangan Stunting Ditinjau Berdasarkan Perspektif Hukum dan Kebijakan Br Bangun, Desy Yolanda; Hutapea, Diandra Joy Cheline De Vega; Nainggolan, Gaby Agustina; Nainggolan, Johana Andriani; Pasaribu, Stevan Oktureja; Hadiningrum, Sri
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4968

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian utama di Indonesia. Stunting merujuk pada kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi yang tidak memadai, terutama selama 1.000 hari pertama kehidupan.Di Indonesia, pemerintah desa memiliki peran yang sangat strategis dalam penanggulangan stunting.Otonomi desa yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang DesaMetode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Studi pustaka adalah metode pengumpulan data yang melibatkan penelaahan literatur, seperti buku, artikel, dan jurnal, untuk mendapatkan informasi relevan mengenai topik penelitian. Metode ini bertujuan untuk memahami teori, pemikiran penulis, dan konteks sejarah terkait suatu isu. Studi pustaka juga berfungsi sebagai landasan teori dalam karya ilmiah dan membantu peneliti mengembangkan argumen berdasarkan datayangvalid Sebagai bagian dari tanggung jawab hukum ini, pemerintah desa harus memastikan bahwa program-program yang dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan pedoman yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah. Ini mencakup penyuluhan tentang gizi, pemantauan pertumbuhan anak, serta penyediaan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai. Selain itu, pemerintah desa juga diwajibkan untuk melakukan pelaporan dan dokumentasi mengenai pelaksanaan program tersebut, sehingga transparansi dan akuntabilitas dapat terjaga.Faktor penyebab stunting sangat beragam, mulai dari kekurangan gizi, pola asuh yang kurang tepat, infeksi berulang, hingga akses terbatas terhadap sanitasi dan pelayanan kesehatan. Mengingat kompleksitas masalah ini, penanggulangan stunting memerlukan pendekatan multidimensional yang melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sanitasi, serta kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa.
Peran Pemerintah Desa Dalam Penanggulangan Stunting Ditinjau Berdasarkan Perspektif Hukum dan Kebijakan Br Bangun, Desy Yolanda; Hutapea, Diandra Joy Cheline De Vega; Nainggolan, Gaby Agustina; Nainggolan, Johana Andriani; Pasaribu, Stevan Oktureja; Hadiningrum, Sri
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4968

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian utama di Indonesia. Stunting merujuk pada kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi yang tidak memadai, terutama selama 1.000 hari pertama kehidupan.Di Indonesia, pemerintah desa memiliki peran yang sangat strategis dalam penanggulangan stunting.Otonomi desa yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang DesaMetode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Studi pustaka adalah metode pengumpulan data yang melibatkan penelaahan literatur, seperti buku, artikel, dan jurnal, untuk mendapatkan informasi relevan mengenai topik penelitian. Metode ini bertujuan untuk memahami teori, pemikiran penulis, dan konteks sejarah terkait suatu isu. Studi pustaka juga berfungsi sebagai landasan teori dalam karya ilmiah dan membantu peneliti mengembangkan argumen berdasarkan datayangvalid Sebagai bagian dari tanggung jawab hukum ini, pemerintah desa harus memastikan bahwa program-program yang dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan pedoman yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah. Ini mencakup penyuluhan tentang gizi, pemantauan pertumbuhan anak, serta penyediaan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai. Selain itu, pemerintah desa juga diwajibkan untuk melakukan pelaporan dan dokumentasi mengenai pelaksanaan program tersebut, sehingga transparansi dan akuntabilitas dapat terjaga.Faktor penyebab stunting sangat beragam, mulai dari kekurangan gizi, pola asuh yang kurang tepat, infeksi berulang, hingga akses terbatas terhadap sanitasi dan pelayanan kesehatan. Mengingat kompleksitas masalah ini, penanggulangan stunting memerlukan pendekatan multidimensional yang melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sanitasi, serta kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa.
Co-Authors Adila, Putri Rahma Afifa Ritonga, Sarah Aisyah Ramadhania, Jihan Ambarita, Maida Puspa Ristika Angkat, Agustrio Mahanggana Arief Wahyudi, Arief Armanda, Tri Bayu Assiddiq Harahap, Putri Permata Aulya, Fahrysyah Balqis, Tifany Laura Batubara, Annisa Puspita Sari Br Bangun, Desy Yolanda Br Sembiring, Eshaulin Br Simanjuntak, Eunike Br Tarigan, Elsa Prida Br.Ginting, Loficha Metesa Daely, Victoria Grace Depari, Samuel Pratama Depari, Teddy Pascha S DESI NATALIA, DESI Dewi Wulandari Fauzi, M. Iraqi Firdaus, Alif Firman, Al Ginting, Rizky Khairani Br Halimah Halimah Harahap, Ameliya Harahap, Putra Harianti, Sintia Hasibuan, Ramadani Shohiro Hasugian, Pingky Monica Hodriani Hodriani Hutapea, Diandra Joy Cheline De Vega Ibrahim, Maulana Ivanna, Julia Jasmin, Wildah Veizy Junaidi Junaidi Lubantobing, Joy Novi Yanti Lubis, Yuli Indriani Lumban Gaol, Risky Sakti M. Iqbal Manalu, Irga S F Manalu, Rohana Mangunsong, Al-Firman Manik, Asianna Manurung, Depi Yohana Marbun, Tasya br Marbun, Tasya. Br May, Bila Muallimah, Sri Muhammad Rifai Nababan, Limra GM Nababan, Ridha Nadapdap, Fani Nolpiana Naiborhu, Roslin Nainggolan, Adellina Ahmad Zain Nainggolan, Gaby Agustina Nainggolan, Johana Andriani Nur Fadilla, Nur O Hutapea, Dorlince Pane, Agnes Pangaribuan, Rio O Panjaitan, Novia Adeliana Panjaitan, Pebriana Asina Parapat, Tegar Alif Haykal Pasaribu, Dyna MT Pasaribu, Ertika Susanti Pasaribu, Stevan Oktureja Pinem, Octa Vioni Piswatama, Dipo Pratama, Raja Songkup Pulungan, Nabila Amanda Purba, Griyani Elisabeth Purba, Herlide Purba, Rani Oktavia Purba, Widya Purba, Widya Helen Anjalina Putri, Angelina Rahmi, Anna Ritonga, Nadila Septiani RR. Ella Evrita Hestiandari Rusnita, Ayu Novidaniati S. Sugiharto Saragih, Mima Defliyanti Sari, Bertania Permata Sebayang, Mikhael Juni Pratama Sembiring, Elvina Br Sembiring, Gadis Prasiska Sembiring, Julianti Sembiring, Juwina Sherlinta Br Sembiring, Nike Margaretha Br Siagian, Rimma Anisa Siagian, Siti Zahra Siahaan, Parlaungan G Siahaan, Parlaungan Gabriel Sihaloho, Oksari Sihotang, Agustin Pratama Sijabat, Yosua Gabe Maruli Silaban, Florensia Simanjuntak, Ester Senov Fitriani Simbolon, Nur Anisa Simbolon, Yeni Yolanda Simorangkir, Ayub Desrika Sinaga, Eko Pranata Sinaga, Unedo Sinambela, San Mikael Sinambela, Sulastri Krisdayanti Sinurat, Santi Theresia Siregar, Delila Maya Sari Sitanggang, Agnes Sitohang, Agung Torang Sitompul, Juwita Helena Sitompul, Kristina Pujasari Sri Yunita Sulvina, Ardilla Tampubolon, Sarah Lestari Tarigan, Lora Ernanta Tarigan, Putri Juliani Taufik, Taslima Amelia Thesia , Devi Putri Tobing, Dian Uli Anastasya L. Tobing, Dies L. Wan Nova Listia Yopi, Mhd Hafiz Fahrezy