Claim Missing Document
Check
Articles

Determinan Perilaku Warga Dalam Pemenuhan Komponen Rumah Sehat di Gampong Krueng Raya Kota Sabang, Aceh Aimiran, Ziyadita; Zakaria, Radhiah; Mawardi, Mawardi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3426

Abstract

Rumah sehat ialah rumah yang memiliki kriteria minimal akses air minum, jamban sehat, lantai, pencahayaan, dan ventilasi. Keadaan rumah dan lingkungan di Gampong Krueng Raya Kota Sabang masih dibawah batas persyaratan rumah sehat, yang mana masih terdapat rumah dalam kategori tidak layak huni sebanyak (17,4%), dan diperparah lagi dengan perilaku masyarakatnya yang belum memenuhi syarat kesehatan, yang akan berakibat meningkatkan resiko penyakit bagi penghuni rumah. Sehingga penelitian ini perlu dilakukan yang bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku warga dalam pemenuhan komponen rumah sehat.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan Desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Keluarga di Gampong Krueng Raya Kota Sabang berjumlah 571 KK. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Propotional random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 85 responden. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 17-25 Februari 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, uji statistik dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga dalam pemenuhan komponen rumah sehat dengan perilaku baik (78,8%), dan perilaku kurang (21,2%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara sarana dan prasarana (p-value= 0,049) dengan perilaku warga dalam pemenuhan komponen rumah sehat di Kota Sabang Tahun 2022, artinya jika sarana dan prasarana mendukung maka akan membuat warga berperilaku baik. Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat memberi penyuluhan kepada masyarakat secara berkala terkait manfaat rumah sehat dan dampak dari rumah yang tidak sehat serta meninjau kembali kondisi rumah di wilayah Gampong Krueng Raya Kota Sabang.Kata Kunci: Perilaku, Rumah SehatA healthy house is a house that has the minimum criteria for access to drinking water, access to healthy latrines, floors, lighting and ventilation. The condition of the houses and the environment in Gampong Krueng Raya is still below the requirements for healthy housing, in which there are still houses in the uninhabitable category (17.4%), and it is made worse by the behavior of the people who do not meet health requirements, which will result in increased risk. illness for the occupants of the house. So it is necessary to do this research which aims to find out the determinants of residents' behavior in fulfilling the components of a healthy home.This research was conducted using descriptive analytic method with Cross Sectional Design. The population in this study were the heads of families in Gampong Krueng Raya, Sabang City, totaling 571 families. The sampling technique used proportional random sampling technique and obtained a sample of 85 respondents. This research was conducted on February 17-25 2022. Data collection was carried out by interview using a questionnaire as a research instrument, then statistical tests were carried out using the chi-square test.The results showed that residents in fulfilling the components of a healthy home with good behavior (78.8%) and poor behavior (21.2%). Bivariate analysis shows that there is a relationship between facilities and infrastructure (p-value= 0.049) and residents' behavior in fulfilling healthy home components in Gampong Krueng Raya, Sabang City in 2022, meaning that if facilities and infrastructure support it will make residents behave well.It is recommended that health workers be able to provide counseling to the community on a regular basis regarding the benefits and dangers and review the condition of houses in the Gampong Krueng Raya area, Sabang City.Keywords: Behavior, Healthy Home 
Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Penyakit Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023 Falita, Cut Mela; Zakaria, Radhiah; Zahara, Meutia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3422

Abstract

Sanitasi dasar merupakan praktek untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekitar kita dari penyebaran penyakit salah satunya adalah penyakit diare. Balita merupakan kelompok umur yang rawan gizi dan rawan penyakit, utamanya penyakit diare. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan sanitasi dasar dengan kejadian penyakit diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara tahun 2023. Desain penelitian ini adalah case control. Populasi dalam penelitian ini semua balita diare di wilayah kerja Puskesmas Seunuddon sebanyak 87 balita, dengan sampel sebanyak 36 balita diare dan 36 balita yang tidak diare. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 11-20 Februari 2023. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian secara univariat menunjukan bahwa balita diare (50%), sarana air bersih yang memenuhi syarat (47.2%), jamban sehat yang memenuhi syarat (47.2%), sarana pembuangan air limbah yang memenuhi syarat (48.6%), sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat (51.4%) dan personal hygiene baik (45.8%0. Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara sarana air bersih (p = 0,005), jamban sehat (p = 0,018), sarana pembuangan air limbah (p = 0,034), sarana pembuangan sampah (p =0,009), dan personal hygiene (p = 0,002) dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Seunuddon tahun 2023. Kesimpulan dalam penelitian bahwa air bersih, sarana pembuangan sampah, jamban, personal hygiene, dan SPAL menjadi faktor yang mempengaruhi diare pada balita di Puskesmas Seunuddon tahun 2023. Diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan upaya promosi kesehatan, penyuluhan dan pembagian brosur kepada responden mengenai penyebab diare serta cara menangani agar ibu balita dapat memahami cara pencegahan dan penanganan diare balita. Kata Kunci : Balita, Diare, Jamban, Personal Hygiene, SPAL Basic sanitation is a practice to maintain the cleanliness and health of the environment around us from the spread of disease, one of which is diarrhea. Toddlers are an age group that is vulnerable to nutrition and is prone to disease, especially diarrhea. The aim of the research is to determine the relationship between basic sanitation and the incidence of diarrheal disease in toddlers in the Seunuddon Community Health Center working area, North Aceh Regency in 2023. The design of this research is case control. The population in this study in toddlers in the Seunuddon Community Health Center working area is 87 toddlers with diarrhea. The sampel were 36 toddlers with diarrhea and 36 toddlers without diarrhea. Data collection was carried out from 11-20 February 2023. Data analysis used the Chi-Square test. Univariate research results show that 50% of toddlers have diarrhea, 47.2% have clean water facilities, 47.2% have healthy latrines, 48.6% wastewater disposal facilities, 51.4% waste disposal facilities, and personal hygiene good 45.8%. The results of bivariate analysis show that there are relationships between clean water facilities (p = 0.005), healthy latrines (p = 0.018), waste water disposal facilities (p = 0.034), waste disposal facilities (p = 0.009), and personal hygiene (p = 0.002) with the incidence of diarrhea in toddlers at the Seunuddon Community Health Center in 2023. The conclusion of the research that clean water, waste disposal facilities, latrines, personal hygiene, and SPAL are factors that influence diarrhea in toddlers at the Seunuddon Community Health Center in 2023. It is hoped that health workers can increase health promotion efforts, education and distribution brochures to respondents regarding causes and methods dealing with diarrhea so that mothers of toddlers can understand how to prevent and treat diarrhea in toddler. Keywords: Toddlers, Diarrhea, Latrines, Personal Hygiene, SPAL
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (Apd) Pada Pekerja Pabrik PT Perkebunan Lembah Bhakti Astra di Aceh Singkil Elza, Widya; Zakaria, Radhiah; Darwis, Aryandi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3423

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang baik sangat penting untuk mengurangi tingkat risiko kecelakaan kerja. Akibat dari kecelakaan kerja, lebih dari 2,78 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya. Salah satu pencegahan terjadinya kecelakaan kerja yaitu dengan cara menggunakan APD. Namun kesadaran pekerja Indonesia dalam mematuhi kebijakan K3 masih rendah, terbukti dari 24.425 perusahaan sebanyak 52% atau 12.745 perusahaan melanggar norma K3. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, kondisi APD dan pengawasan dengan perilaku penggunaan APD pada pekerja pabrik bagian bongkar muat kelapa sawit PT Perkebunan Lembah Bhakti Astra di Aceh Singkil. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian seluruh pekerja pabrik bagian bongkar muat kelapa sawit PT Perkebunan Lembah Bhakti Astra. Sampel pada penelitian adalah total sampling yaitu sebanyak 58 pekerja. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 10-19 Oktober 2022 menggunakan kuesioner dengan alat ukur wawancara. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square menggunakan program komputer Stata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 55.17% pekerja menggunakan APD dan 44.83% pekerja tidak menggunakan APD saat bekerja. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p value 0.0001), sikap (p value 0.0001), kondisi APD (p value 0.0001), dan pengawasan (p value 0.0001) dengan perilaku penggunaan APD pada pekerja pabrik bagian bongkar muat kelapa sawit PT Perkebunan Lembah Bhakti Astra di Aceh Singkil Tahun 2022. Perilaku penggunaan APD pada pekerja sudah baik tetapi masih ada pekerja yang belum menggunakan APD maka diharapkan kepada pimpinan perusahaan untuk memberikan pelatihan K3, dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan pekerja khususnya antara pengawas dan pekerja agar timbulnya sikap positif dari pekerja. Pimpinan perusahaan diharpkan dapat memberikan himbauan kepada pekerja dengan membuat SOP, dan mensosialisasikan jadwal pengawasan yang sudah dibuat mengenai APD secara rutin, serta mempertegas sanksi bagi pekerja yang tidak menggunakan APD. Kata Kunci : APD, pengetahuan, sikap, pengawasan The use of good Personal Protective Equipment (PPE) is very important to reduce the risk of work accidents. As a result of work accidents, more than 2.78 million people die every year. One way to prevent work accidents is by using PPE. However, awareness of Indonesian workers in complying with K3 policies is still low, as evidenced by 24,425 companies, 52% or 12,745 companies violating K3 norms. The aim of this research is to determine the relationship between knowledge, attitudes, PPE conditions and supervision with the behavior of using PPE among workers at the palm oil loading and unloading factory at PT Perkebunan Lembah Bhakti Astra in Aceh Singkil. This research is descriptive analytical with a cross sectional design. The population in the study were all workers at the palm oil loading and unloading factory at PT Perkebunan Lembah Bhakti Astra. The sample in the research was a total sampling of 58 workers. Data collection was carried out from 10-19 October 2022 using a questionnaire with interview measuring instruments. The data were analyzed univariately and bivariately with the chi square test using the Stata computer program. The research results showed that as many as 55.17% of workers used PPE and 44.83% of workers did not use PPE when working. The results of the bivariate analysis show that there is a relationship between knowledge (p value 0.0001), attitude (p value 0.0001), PPE condition (p value 0.0001), and supervision (p value 0.0001) with the behavior of using PPE among palms oil loading and unloading factory workers at PT Astra Bhakti Valley Plantation in Aceh Singkil in 2022. The behavior of using PPE among workers is good but there are still workers who have not used PPE so it is hoped that company leaders will provide K3 training, and establish closer relationships with workers, especially between supervisors and workers so that a positive attitude of workers. It is hoped that company leaders can provide advice to workers by making SOPs, and socializing the monitoring schedule that has been made regarding PPE on a regular basis, as well as strengthening sanctions for workers who do not use PPE. Keywords: PPE, knowledge, attitude, supervision
Analisis Penanganan Sampah Rumah Tangga Di Desa Lang Nibong Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022 Juliani, Juliani; Zakaria, Radhiah; Andria, Dedi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3318

Abstract

Permasalahan sampah sebenarnya merupakan hal yang klasik bagi Negara Indonesia. Pengelolaan sampah yang tidak efisien dapat mengakibatkan masalah lingkungan serta kesehatan masyarakat. Selain itu perubahan global dimana pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan iklim membuat pengelolaan persampahan lebih kompleks dari sebelumnya Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Penanganan Sampah Rumah Tangga di Desa Lang Nibong Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain penelitian cross sectional, yang dilaksanakan pada tanggal 26 Desember s/d 8 Januari 2023 di Desa Lang Nibong Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 71 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar check list. Uji statistik yang digunakan adalah chi square, data diolah dengan SPSS versi 23. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendapatan (p=0,005), sikap (p=0,009), penyuluhan (p=0,001), dan kesadaran lingkungan (p=0,002) dengan penanganan sampah rumah tangga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan pendapatan, sikap, penyuluhan dan kesadaran lingkungan dengan penanganan sampah rumah tangga. Diharapkan kepada pihak Desa Lang Nibong terutama geuchik dan seluruh kapisan masyarakat untuk dapat melakukan pengawasan secara seksama terhadap kebersihan lingkungan khususnya wilayah pesisir dan pinggiran sungai dengan bekerja sama dengan pihak terkait seperti DLHK.Kata Kunci : Pendapatan, Sikap, Penyuluhan, Lingkungan, SampahThe waste problem is actually a classic thing for the State of Indonesia. Inefficient waste management can lead to environmental and public health problems. Besides that, global changes where population growth, urbanization, and climate change make waste management more complex than before. This study aims to analyze household waste management in Lang Nibong Village, Baktiya Barat District, North Aceh District. This study used an analytic survey method with a cross-sectional research design, which was carried out from 26 December to 8 January 2023 in Lang Nibong Village, Baktiya Barat District, North Aceh District. The sample in this study amounted to 71 people. Data collection using questionnaires and check list sheets. The statistical test used was chi square, the data was processed using SPSS version 23. The results of statistical analysis showed that there was a relationship between income (p=0.005), attitude (p=0.009), counseling (p=0.001), and environmental awareness (p= 0.002) by handling household waste. The conclusion of this study is that there is a relationship between income, attitudes, counseling and environmental awareness with household waste management. It is hoped that the Lang Nibong Village, especially the geuchik and all the community members, will be able to closely monitor the cleanliness of the environment, especially the coastal and riverside areas by working with related parties such as DLHK.Keywords : Income, Attitude, Extension, Environment, Garbage
Perbandingan quality of life pada ibu pasca persalinan normal dan sectio caesarea Karmila, Karmila; Dharina, Dharina; Maidar, Maidar; Zakaria, Radhiah; Nurjannah, Nurjannah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1442

Abstract

Background: Postpartum maternal quality of life is an important aspect encompassing physical, psychological, social, and environmental conditions. However, factors influencing this quality of life vary in research findings. Purpose: To analyze factors associated with postpartum maternal quality of life. Method: The study used a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of postpartum mothers selected through purposive sampling. Data were collected using the WHOQOL-BREF quality of life questionnaire and analyzed using the chi-square test. Results: Most mothers had a good quality of life. Statistical analysis showed no significant association between age, occupation, education, economic status, husband's support, social support, number of children, pregnancy spacing, maternal health, breastfeeding, information, and type of delivery with postpartum maternal quality of life (p>0.05). Meanwhile, the condition of the infant was significantly associated with maternal quality of life (p=0.000). Conclusion: Postpartum maternal quality of life is more influenced by the condition of the infant than by other demographic or social factors. Health service interventions need to focus on comprehensive support for mothers with at-risk infants to improve postpartum quality of life.   Keywords: Normal Delivery; Postpartum Mother; Quality of Life; Sectio Caesarea.   Pendahuluan: Kualitas hidup ibu pasca persalinan merupakan aspek penting yang mencakup kondisi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Namun, faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup tersebut masih bervariasi dalam temuan penelitian. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup ibu pasca persalinan. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari ibu pasca persalinan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kualitas hidup WHOQOL-BREF dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar ibu memiliki kualitas hidup dalam kategori baik. Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia, pekerjaan, pendidikan, ekonomi, dukungan suami, dukungan sosial, jumlah anak, jarak kehamilan, kesehatan ibu, pemberian ASI, informasi, serta jenis persalinan dengan kualitas hidup ibu pasca persalinan (p>0,05). Sementara itu, kondisi bayi terbukti berhubungan signifikan dengan kualitas hidup ibu (p=0,000). Simpulan: Kualitas hidup ibu pasca persalinan lebih dipengaruhi oleh kondisi bayi dibandingkan faktor demografi maupun sosial lainnya. Intervensi pelayanan kesehatan perlu difokuskan pada dukungan menyeluruh bagi ibu dengan bayi berisiko untuk meningkatkan kualitas hidup pasca persalinan.   Kata Kunci: Ibu Pasca Persalinan; Persalinan Normal; Quality of Life; Sectio Caesarea.
Fenomena ibu postpartum dengan bayi lahir prematur Sona, Sri; Aramico, Basri; Nahrisah, Putri; Ichwamsyah, Fahmi; Zakaria, Radhiah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1443

Abstract

Background: Premature birth is a challenging experience for postpartum mothers, not only medically but also emotionally and psychologically. Premature babies often require care in the neonatal intensive care unit (NICU), which can increase maternal anxiety, guilt, and stress. This condition can potentially lead to postpartum depression, severe anxiety, and even psychological trauma that impact the quality of care for the baby. Purpose: To explore the phenomenon of postpartum mothers with premature babies. Method: This qualitative study used phenomenological methods, covering emotional experiences, coping strategies, family support, and healthcare workers' perspectives on postpartum mothers with premature babies. Participants included six postpartum mothers, three family members, and two healthcare workers at the Aceh Government Women and Children's Hospital. Data were obtained through in-depth interviews and analyzed thematically to identify themes and subthemes within the participants' experiences. Results: Five main themes emerged: the phenomenon of preterm birth and postpartum maternal conditions, maternal emotional and psychological well-being, emotional support and the role of the family, coping strategies and spirituality, and healthcare workers' perspectives on psychosocial support. Findings show that mothers experience drastic emotional changes, ranging from sadness and stress to despair. Partner and family support plays a crucial role as psychological support, while spirituality is a dominant coping mechanism. However, healthcare professionals still focus more on the baby's condition and have not optimally provided psychosocial support to mothers. Conclusion: Premature birth creates a profound emotional crisis for postpartum mothers. Family support, empathetic communication from healthcare professionals, and structured psychosocial interventions are essential to help mothers navigate these challenges.   Keywords: Coping Strategies; Mental Health; Postpartum Mother; Premature Infant; Social Support.   Pendahuluan: Kelahiran bayi prematur merupakan pengalaman yang penuh tantangan bagi ibu postpartum, tidak hanya dari aspek medis tetapi juga emosional dan psikologis. Bayi prematur sering membutuhkan perawatan di NICU, yang dapat meningkatkan rasa cemas, bersalah, dan stres pada ibu. Kondisi ini berpotensi menimbulkan depresi postpartum, kecemasan berat, bahkan trauma psikologis yang memengaruhi kualitas pengasuhan bayi. Tujuan: Untuk mengeksplorasi fenomena ibu postpartum dengan bayi lahir prematur. Metode: Penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi yang mencakup pengalaman emosional, strategi koping, dukungan keluarga, serta pandangan tenaga kesehatan terhadap ibu postpartum dengan bayi lahir prematur. Partisipan terdiri dari 6 ibu postpartum, 3 anggota keluarga, dan 2 tenaga kesehatan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi tema dan subtema pengalaman partisipan. Hasil: Lima tema utama yang didapat yaitu fenomena kelahiran prematur dan kondisi ibu postpartum, kesejahteraan emosional dan psikologis ibu, dukungan emosional dan peran keluarga, strategi koping dan spiritualitas, serta pandangan tenaga kesehatan terhadap dukungan psikososial. Temuan memperlihatkan bahwa ibu mengalami perubahan emosi drastis, mulai dari kesedihan, stress hingga keputusasaan. Dukungan pasangan dan keluarga berperan penting sebagai penyangga psikologis, sementara spiritualitas menjadi mekanisme koping yang dominan. Namun, tenaga kesehatan masih lebih fokus pada kondisi bayi dan belum optimal dalam memberikan pendampingan psikososial bagi ibu. Simpulan: Kelahiran prematur menimbulkan krisis emosional mendalam bagi ibu postpartum. Dukungan keluarga, komunikasi empatik tenaga kesehatan, serta intervensi psikososial yang terstruktur sangat dibutuhkan untuk membantu ibu menghadapi tantangan tersebut.   Kata Kunci: Bayi Prematur; Dukungan Sosial; Ibu Postpartum; Kesehatan Mental; Strategi Koping.
ASSOCIATION OF TREE COMMUNITIES WITH SOIL PROPERTIES IN A SEMI DECIDUOUS FOREST OF PERLIS, PENINSULAR MALAYSIA Zakaria, Radhiah; Mohd Said, Mohd Nizam; Ibrahim, Faridah Hanum
BIOTROPIA Vol. 27 No. 1 (2020): BIOTROPIA Vol. 27 No. 1 April 2020
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.354 KB) | DOI: 10.11598/btb.2020.27.1.1122

Abstract

Plant community distribution is associated with environmental factors, particularly the soil properties of habitats. This study was conducted to determine the effect of soil properties on the association of tree communities within three distinct habitats in a semi-deciduous forest in Perlis State Park (PSP), Perlis. Eighteen plots of 40 × 60 m (0.24 ha each) with sampling areas of 1.92 ha (8 plots) in Setul Formation, 0.96 ha (4 plots) in Granite and 1.44 ha (6 plots) in Kubang Pasu Formation (totaling 4.32 ha) were established at the PSP. All trees with 5.0 cm and above diameter at breast height (dbh) were enumerated, while the topsoil samples were collected from each plot for soil analyses. A total of 412 tree species, 207 genera, and 68 families were recorded; 270 tree species from 152 genera and 57 families in the Setul forest; 204 tree species of 130 genera and 50 families in the Granite forest; and 109 tree species from 76 genera and 31 families in the Kubang Pasu forest. Euphorbiaceae was the most represented family at Setul, Granite and Kubang Pasu with 36, 19 and 12 species, respectively. Soil properties significantly varied among the study sites. Setul had loam, Kubang Pasu had clay-loam, and Granite had sandy-loam texture. The soils were acidic and had low to high concentrations of available nutrients. Ordinations using canonical correspondence analysis indicated that the soil factors play an important role in the distribution and diversity of plants in these forest habitats.
Prediktor keberhasilan pemulihan kekurangan energi kronik pada ibu hamil penerima pemberian makanan tambahan lokal Maidar, Maidar; Manan, Maidar Abdul; Zakaria, Radhiah; Baharuddin, Dharina; Syakur, Syabburin; Jalaluddin, Jalaluddin
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/efq9tb77

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan energi kronis pada ibu hamil meningkatkan risiko komplikasi, bayi berat lahir rendah, dan stunting. Program pemberian makanan tambahan lokal untuk memperbaiki status gizi keberhasilannya masih bervariasi. Penelitian ini menganalisis prediktor pemulihan kekurangan energi kronis pada ibu hamil penerima makanan tambahan lokal tahun 2024 di Kabupaten Aceh Utara.Metode: Studi analitik potong lintang dilakukan di sembilan Puskesmas dengan melibatkan 166 ibu hamil kekurangan energi kronik yang dipilih melalui stratified purposive sampling dari 719 ibu hamil. Analisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda.Hasil: Sebanyak 69,9% ibu hamil mencapai pemulihan status gizi. LiLA ≥21,83 cm merupakan prediktor dominan pemulihan (AOR = 7,87; p < 0,001), sedangkan usia kehamilan saat kunjungan pertama dan indeks masa tubuh pra-kehamilan tidak berhubungan signifikan.Kesimpulan: LiLA merupakan prediktor utama pemulihan KEK pada ibu hamil, sehingga deteksi dini, pemantauan, dan intervensi gizi sejak trimester pertama perlu diperkuat di layanan primer.
Pengalaman pasien dengan tuberkulosis multi-drug resistant (TB- MDR) Hastuti, Sastri; Abdullah, Asnawi; Marthoenis, Marthoenis; Maidar, Maidar; Zakaria, Radhiah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1872

Abstract

Background: Multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) not only impacts physical health but also triggers psychological disorders due to the lengthy treatment process, social stigma, and limited mental health support services. This puts patients at high risk for anxiety, stress, and depression. Purpose: To explore the experiences of patients with multi-drug resistant tuberculosis (MDR-TB). Method: A qualitative design with a phenomenological approach. Data were obtained through in-depth interviews with seven MDR-TB patients, three family members, and two healthcare workers in Bireuen Regency, Aceh. Data analysis used Huberman's model, including reduction, presentation, and conclusion drawing with source triangulation. Results: The study identified five main themes: stressors, mental health conditions, coping strategies, family perspectives, and healthcare professionals' perceptions. Patients experienced anxiety, uncertainty about recovery, social stigma, economic constraints, and severe medication side effects. Family support, religious approaches, and adequate information proved crucial in helping patients cope with psychological distress. Conclusion: MDR-TB patients face significant mental burdens, while psychosocial support services in healthcare facilities remain limited. Strengthening education, family support, and integrating mental health services are needed to improve the quality of life and treatment adherence of MDR-TB patients.   Keywords: Coping Strategies; Family Support; Mental Health; Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB); Social Stigma.   Pendahuluan: Tuberkulosis Multi-Drug Resistant (TB-MDR) tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memicu gangguan psikologis akibat proses pengobatan yang panjang, stigma sosial, serta keterbatasan layanan pendampingan mental. Kondisi ini menempatkan pasien pada risiko tinggi mengalami kecemasan, stres, dan depresi. Tujuan: Untuk mengeksplorasi pengalaman pasien dengan tuberkulosis multi-drug resistant (TB- MDR). Metode: Desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tujuh pasien TB-MDR, tiga anggota keluarga, dan dua tenaga kesehatan di Kabupaten Bireuen, Aceh. Analisis data menggunakan model Huberman meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil: Ditemukan lima tema utama, yaitu faktor penyebab stres, kondisi kesehatan mental, strategi koping, pandangan keluarga, serta persepsi tenaga kesehatan. Pasien mengalami kecemasan, ketidakpastian kesembuhan, stigma sosial, keterbatasan ekonomi, serta efek samping obat yang berat. Dukungan keluarga, pendekatan religius, dan informasi yang memadai terbukti berperan penting dalam membantu pasien mengatasi tekanan psikologis. Simpulan: Pasien TB resisten multidrug (TB-MDR) menghadapi beban mental yang signifikan, sementara layanan dukungan psikososial di fasilitas kesehatan masih terbatas. Penguatan pendidikan, dukungan keluarga, dan integrasi layanan kesehatan mental diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kepatuhan pengobatan pasien TB-MDR.   Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Kesehatan Mental; Multidrug-Resistant Tuberculosis (TB-MDR); Stigma Sosial; Strategi Koping.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Covid-19 Dikembang Tanjong Kabupaten Pidie Provinsi Aceh Tahun 2022 Azniar, Azniar; Arifin, Vera Nazhira; Zakaria, Radhiah
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i3.837

Abstract

Coranavirus Disease (COVID-19) telah dinyatakan oleh WHO sebagai global di Indonesia dinyatakan sebagai jenis penyakit yang menimbulkan kedarutan Kesehatan masyarakat serta bencana non alam, yang tidak hanya menyebabkan kematian tapi menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar ,sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan termasuk pencegahan dan pengendaliannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan covid-19 di Kembang Tanjong Kabupaten Pidie Provinsi Aceh tahun 2022. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu rumah tangga di Kembang Tanjong Kabupaten Pidie sebanyak 84 ibu rumah tangga dari seluruh populasi. Pengumpulan data dilaksanakan pada tangal 26 Februari 2022 sampai 4 Maret 2022. Melalui penyebaran kuesioner, selanjutnya dilakukan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan baik (87,8%), sikap (87,5%), pendidikan(100,0%), sosial budaya (75,0%) dan lingkungan (56,4%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000) , sikap (p=0,001) , Pendidikan ( p= 0,000%) , sosial budaya ( adat) ( p= 0,028) dan lingkungan ( p= 0,530) dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan covid-19. Kesimpulannya adalah keptuhan protokol kesehatan covid-19 berhubungan dengan pengetahuan, sikap dan pendidikan. Untuk meningkatkan peran tenaga kesehatan terhadap masyarakat tetap memberi bimbingan atau penyuluhan kesehatan serta bekerjasama dengan pihak terkait pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang baik dan benar.
Co-Authors Abdi, Naufal Achmad, Asmawati Aditya Candra, Aditya Afraini, Malinda Afriliansyah Agustina Aimiran, Ziyadita Alkausar, Muhammad Rizha Alkhair, M. Hafizh Alkhairi, Fauzan Akmal Andria , Dedi Andria, Dedi anwar, syarifuddin Aqlizar, Fardhi Arbi, Anwar Arifin, Vera Nazhira Ariscasari, Putri Ariska, Tasya Arlianti, Nopa As Sadiyyah, Halimah Asnawi Abdullah Azniar, Azniar Azwar, Eddy Baehaqi Baharuddin, Dharina Basri Aramico, Basri Basri, Suzanna Hasan budi, fauzan Cakrawati, Rahmi Chatarina Umbul Wahyuni Cholila, Cholila Darwis, Aryandi Devi, Sartika Dharina, Dharina Dilla Santi, Tahara Dwinta, Dea Salsadillah Elza, Widya Fahmi Ichwansyah Falita, Cut Mela Hapzi Ali Hastuti, Sastri Hayatun Nufus Heni Pujiastuti Hermansyah Hermansyah Hidayat, Melani Hidayat, Melania Ibrahim, Faridah Hanum Ichwamsyah, Fahmi Ichwansyah, Fahmi Ichwansyah Jalaluddin Jalaluddin Juliani Julissasman, Julissasman Kamalurrijal karmila karmila Karsa, Muhammad Ghifari Khalidy, Maulana Laili, Badrul Laweung, Ibrahim Lheena, Cut Putri Zaila Liana, Intan Lisnayana, Lisnayana M. Marthoenis Maidar, Maidar Manan, Maidar Abdul Marhamah Marhamah Marlina Marlina Maulidar, Putri Maulidya, Rizki Mawaddah, Husnul Meutia Zahara Miftahul Jannah Mohd Said, Mohd Nizam Muhammad Fadhil Muhammad Iqbal Munandar, Arief Mutia, Sri Alna Nahrisah, Putri Nana Wildana Nauval, Muhammad Dharma Nazar, Fakhrul Nazhira, Vera Nora Usrina Nuhayati, Nuhayati Nurhayati Nurhayati Nurjannah Nurjannah Rahmi, Ulfa Raisah, Putri Ramadhaniah, Ramadhaniah Rinandar, Rinandar Safitri, Vira Salsabila, Mitha Rahma Saputra, Fitra Jaya Savitri, Hidayati Septiani, Riza Sona, Sri Sri Wahyuni Syahputri, Nada Sarah Syakur, Syabburin Tahara Dilla Santi Tari, Nadalia Indah Usman, Said Yandira, Nabilla Yasni, Hilma Yesi Yuliana Zahara, Amelia Zulkifli Zulkifli Zulkiram, Wahyu