Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT CACINGAN PADA ANAK UMUR 6-10 TAHUN DI DESA RIKIT GAIB KABUPATEN GAYO LUES,ACEH Cakrawati, Rahmi; Zakaria, Radhiah; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30916

Abstract

Penyakit cacingan banyak ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi terutama pada kelompok masyarakat dengan kebersihan diri dan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Anak-anak merupakan golongan yang sering terkena infeksi cacing karena sering berhubungan dengan tanah. Dampak infeksi cacingan terhadap kesehatan karena adanya cacing dalam usus akan menyebabkan kehilangan zat besi sehingga menimbulkan kekurangan gizi dan anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit cacingan pada anak umur 6-10 tahun di Desa Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak umur 6-10 tahun di Desa Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues. Sampel berjumlah 58 responden menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan 26-31 Juli dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square melalui SPSS. Hasil analisis univariat 56,9% perilaku pencegahan penyakit cacingan responden kurang baik, 48,3% tidak ada mencuci tangan, 44,8% tidak ada memotong kuku, 43,1% tidak ada menggunakan alas kaki, 43,1% tidak ada menjaga kebersihan makanan, 67,2% tidak ada pemberian obat cacing. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan mencuci tangan (p-value 0,000), memotong kuku (p-value=0,000), menggunakan alas kaki (p-value=0,011), menjaga kebersihan makanan (p-value=0,031) dan pemberian obat cacing (p-value=0,000) dengan perilaku pencegahan penyakit cacingan pada anak umur 6-10 tahun di Desa Rikit Gaib Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan mencuci tangan, memotong kuku, penggunaan alas kaki, menjaga kebersihan makanan, dan pemberian obat cacing dengan perilaku pencegahan penyakit kecacingan pada anak usia 6-10 tahun di Desa Rikit Gaib, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues.
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP INTERAKSI SOSIAL ANAK DI DESA PEUNITI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH TAHUN 2024 Jannah, Miftahul; Zakaria, Radhiah; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37067

Abstract

Teknologi memegang peran penting dalam kehidupan umat manusia karena penggunaan teknologi seperti gadget berdampak pada pola kehidupan baik dari segi pola pikir, pola rasa maupun pola perilaku. Sesuai dengan perkembangannya saat ini penggunaan gadget banyak di gunakan oleh anak-anak usia sekolah dasar dan menengah. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan cara wawancara dan penarikan hasil menggunakan narasi, yang di validitasi menggunakan triagulasi. Dalam penelitian ini melibatkan 12 informan yang terdiri dari 5 Orang Anak usia 9-10 tahun; (3 Laki-Laki dan 2 Perempuan), 5 Orang Tua, 1 Kepala Sekolah, dan 1 Dosen Psikologi Unmuha. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif penggunaan gadget yaitu anak-anak dapat menggunakan gadget sebagai media pembelajaran dan sebagai media komunikasi. Sedangkan dampak negatifnya yaitu penggunaan gadget pada anak-anak yang terlalu lama dapat menurunkan kesehatan mata dan tubuh,menurunkan daya ingat dan membuat anak berperilaku kurang sopan terhadap orang tua, serta penggunaan gadget dapat berpengaruh terhadap interaksi social anak. Anak yang suka dan banyak menghabiskan waktunya untuk bermain gadget dalam kesehariannya cenderung lebih suka menyendiri dan tidak mau bersosialisasi dengan orang-orang disekitar mereka. Diharapkan kepada Guru agar terus membimbing serta memberikan edukasi dan contoh bahaya penggunaan gadget yang berlebihan serta memperbanyak aktifitas anak-anak dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Bagi orang tua apabila anak tidak diperbolehkan main gadget diharapkan agar memahami kondisi anak dengan mengajak anak-anak untuk bermain permainan yang positif seperti menenak kata dan menghitung dengan cepat.
Determinants influencing healthcare workers' anxiety levels during the COVID-19 pandemic at Cut Nyak Dhien Regional General Hospital, West Aceh Tari, Nadalia Indah; Hidayat, Melania; Zakaria, Radhiah; Maidar, Maidar; Abdullah, Asnawi
Science Midwifery Vol 12 No 1 (2024): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i1.1431

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a significant impact on society, particularly on healthcare professionals who have been at the forefront of the pandemic response. They have faced a high risk of virus exposure and have been burdened with extraordinary responsibilities in saving lives. Since the onset of the pandemic until February 2022, thousands of healthcare workers have been exposed to the virus, and some have even lost their lives. Therefore, this study was conducted to understand the factors influencing the level of anxiety among healthcare workers during the COVID-19 pandemic. The research employed a cross-sectional survey approach and was conducted at Cut Nyak Dhien Regional General Hospital, West Aceh Regency, in November 2021. The study population consisted of 396 healthcare workers, with a sample of 304 healthcare workers selected using purposive sampling. Data collected were analyzed using logistic regression. The findings revealed that the majority of healthcare workers at Cut Nyak Dhien Hospital experienced high levels of anxiety during the COVID-19 pandemic, with 72.37% experiencing panic anxiety, while 27.63% experienced non-panic anxiety. Significant factors influencing anxiety levels included family support, with an odds ratio (OR) of 2.1 and a p-value of 0.017, sufficient knowledge with an OR of 0.5 and a p-value of 0.084, and adequate provision of Personal Protective Equipment (PPE) with an OR of 2.1 and a p-value of 0.026. However, there was no significant relationship between anxiety levels and variables such as age, profession, marital status, highest education level, and comorbid conditions.
ANALYSIS OF OINTMENT FORMULATION FROM BILIMBI LEAVES (Averrhoa bilimbi) Santi, Tahara Dilla; Zakaria, Radhiah; Nauval, Muhammad Dharma
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v8i1.1562

Abstract

Averrhoa bilimbi/Bilimbi leaf extract has anti-inflammatory activity in several studies. Development of bilimbi leaf extracts ointment can maximize anti-inflammatory therapy. The purpose of this study was to determine the phytochemical compounds and evaluate bilimbi leaf extract ointment. Method: The leaf compounds examined by phytochemical screening and ointment tests were for their physical properties including pH, organoleptic, and dispersive tests. The organoleptic test and pH test were analyzed descriptively. Spreadability data were analyzed using Kruskal Wallis. Results: Qualitative analysis of bilimbi leaf extract showed a positive reactions of alkaloids to Mayer, Wagner, and Dragendorff, steroids, flavonoids, phenols, terpenoids, and saponins.Meanwhile leaf do not contain tannins. Organoleptic test showed the green ointment with a distinctive aroma of leaves. The pH of the leaves is classified as weakly acidic, close to neutral, which is 5-6. The spreadability of the ointment was not significantly different based on the Kruskal Wallis test. Conclusion: The resulting ointment is predominantly green in color and the ointment formulation has no different in dispersion.
DETERMINANT OF THE BEHAVIOR OF KADARZI (NUTRITION AWARE FAMILIES) IN TODDLER MOTHERS AT WORK AREA OF THE REUBEE HEALTH CENTERS, DELIMA DISTRICT, PIDIE REGENCY Arbi, Anwar; Ariska, Tasya; Liana, Intan; Zakaria, Radhiah; Agustina, Agustina
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v8i1.1568

Abstract

Background: Kadarzi (Nutrition Aware Families are families with balanced nutritional behavior that who are able to recognize, prevent and overcome nutritional problems in every member of their family. Families are said to have good Kadarzi behavior if they have implemented the five Kadarzi indicators, weigh themselves regularly, give exclusive breastfeeding, eat a variety of foods, use iodized salt and consume nutritional supplement. The national target for nutrition-conscious families is 80%. Reubee Community Health Center, of the five indicators of Kadarzi, two indicators that have not reached the target are exclusive breastfeeding (75%) and the indicator of using iodized salt is only 12%. Methods: This research is descriptive analytic with a cross sectional design. Univariate and bivariate data analysis with Chi Square test. Results: Research showed that there was a relationship between knowledge (p value=0.001), family income (p value=0.004), with levels of Kadarzi behavior of mothers with toddlers and there was no relationship between husband's support (p value=0.288) and the behavior of Kadarzi of toddlers mothers. Recomendation: To the Reubee Health Centers staffs to be able to increase counseling activities about the importance of implementing the Nutrition Awareness-Family for mothers of toddlers in the working area of Community Health Centers, in order to increase their knowledge of toddlers nutritional healt.
HUBUNGAN PERAN KELUARGA, KONDISI FISIK LANSIA DAN PENGETAHUAN DENGAN CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN LANSIA DI KECAMATAN JAYA BARU BANDA ACEH Arbi, Anwar; Agustina, Agustina; Zakaria, Radhiah; Laili, Badrul
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i2.907

Abstract

Latar Belakang: Proyeksi angka harapan hidup penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan dari 70 tahun pada periode 2010-2015 menjadi 72 tahun pada periode 2030-2035. Salah satu bentuk perhatian yang serius terhadap lanjut usia adalah terlaksananya pelayanan pada lanjut usia melalui Posyandu lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan peran keluarga, kondisi fisik lansia dan pengetahuan dengan cakupan pelayanan kesehtaan lansia di kecamatan Jaya BAru Banda Aceh tahun 2020. Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data di analisis secara univariat, analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa dukungan keluarga (p=0.001), kondisi fisik lansia (p=0.001), pengetahuan (p=0.001) berhubungan dengan cakupan pelayanan Kesehatan lansia di wilayah kerja kecamatan Jaya Baru Banda Aceh. Sehinnga dukungan keluarga, kondisi fisik lansia dan pengetahuan berhubungan dengan cakupan pelayanan lansia. Saran: Kepada instansi terkait (Dinas Kesehatan dan Puskesmas) disarankan untuk lebih meningkatkan sosialisasi dan memaksimalakan kualitas pelayanan Posyandu lansia.
Determinan Perilaku Warga Dalam Pemenuhan Komponen Rumah Sehat di Gampong Krueng Raya Kota Sabang, Aceh Aimiran, Ziyadita; Zakaria, Radhiah; Mawardi, Mawardi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3426

Abstract

Rumah sehat ialah rumah yang memiliki kriteria minimal akses air minum, jamban sehat, lantai, pencahayaan, dan ventilasi. Keadaan rumah dan lingkungan di Gampong Krueng Raya Kota Sabang masih dibawah batas persyaratan rumah sehat, yang mana masih terdapat rumah dalam kategori tidak layak huni sebanyak (17,4%), dan diperparah lagi dengan perilaku masyarakatnya yang belum memenuhi syarat kesehatan, yang akan berakibat meningkatkan resiko penyakit bagi penghuni rumah. Sehingga penelitian ini perlu dilakukan yang bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku warga dalam pemenuhan komponen rumah sehat.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan Desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Keluarga di Gampong Krueng Raya Kota Sabang berjumlah 571 KK. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Propotional random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 85 responden. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 17-25 Februari 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, uji statistik dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga dalam pemenuhan komponen rumah sehat dengan perilaku baik (78,8%), dan perilaku kurang (21,2%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara sarana dan prasarana (p-value= 0,049) dengan perilaku warga dalam pemenuhan komponen rumah sehat di Kota Sabang Tahun 2022, artinya jika sarana dan prasarana mendukung maka akan membuat warga berperilaku baik. Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat memberi penyuluhan kepada masyarakat secara berkala terkait manfaat rumah sehat dan dampak dari rumah yang tidak sehat serta meninjau kembali kondisi rumah di wilayah Gampong Krueng Raya Kota Sabang.Kata Kunci: Perilaku, Rumah SehatA healthy house is a house that has the minimum criteria for access to drinking water, access to healthy latrines, floors, lighting and ventilation. The condition of the houses and the environment in Gampong Krueng Raya is still below the requirements for healthy housing, in which there are still houses in the uninhabitable category (17.4%), and it is made worse by the behavior of the people who do not meet health requirements, which will result in increased risk. illness for the occupants of the house. So it is necessary to do this research which aims to find out the determinants of residents' behavior in fulfilling the components of a healthy home.This research was conducted using descriptive analytic method with Cross Sectional Design. The population in this study were the heads of families in Gampong Krueng Raya, Sabang City, totaling 571 families. The sampling technique used proportional random sampling technique and obtained a sample of 85 respondents. This research was conducted on February 17-25 2022. Data collection was carried out by interview using a questionnaire as a research instrument, then statistical tests were carried out using the chi-square test.The results showed that residents in fulfilling the components of a healthy home with good behavior (78.8%) and poor behavior (21.2%). Bivariate analysis shows that there is a relationship between facilities and infrastructure (p-value= 0.049) and residents' behavior in fulfilling healthy home components in Gampong Krueng Raya, Sabang City in 2022, meaning that if facilities and infrastructure support it will make residents behave well.It is recommended that health workers be able to provide counseling to the community on a regular basis regarding the benefits and dangers and review the condition of houses in the Gampong Krueng Raya area, Sabang City.Keywords: Behavior, Healthy Home 
Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Penyakit Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023 Falita, Cut Mela; Zakaria, Radhiah; Zahara, Meutia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3422

Abstract

Sanitasi dasar merupakan praktek untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekitar kita dari penyebaran penyakit salah satunya adalah penyakit diare. Balita merupakan kelompok umur yang rawan gizi dan rawan penyakit, utamanya penyakit diare. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan sanitasi dasar dengan kejadian penyakit diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara tahun 2023. Desain penelitian ini adalah case control. Populasi dalam penelitian ini semua balita diare di wilayah kerja Puskesmas Seunuddon sebanyak 87 balita, dengan sampel sebanyak 36 balita diare dan 36 balita yang tidak diare. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 11-20 Februari 2023. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian secara univariat menunjukan bahwa balita diare (50%), sarana air bersih yang memenuhi syarat (47.2%), jamban sehat yang memenuhi syarat (47.2%), sarana pembuangan air limbah yang memenuhi syarat (48.6%), sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat (51.4%) dan personal hygiene baik (45.8%0. Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara sarana air bersih (p = 0,005), jamban sehat (p = 0,018), sarana pembuangan air limbah (p = 0,034), sarana pembuangan sampah (p =0,009), dan personal hygiene (p = 0,002) dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Seunuddon tahun 2023. Kesimpulan dalam penelitian bahwa air bersih, sarana pembuangan sampah, jamban, personal hygiene, dan SPAL menjadi faktor yang mempengaruhi diare pada balita di Puskesmas Seunuddon tahun 2023. Diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan upaya promosi kesehatan, penyuluhan dan pembagian brosur kepada responden mengenai penyebab diare serta cara menangani agar ibu balita dapat memahami cara pencegahan dan penanganan diare balita. Kata Kunci : Balita, Diare, Jamban, Personal Hygiene, SPAL Basic sanitation is a practice to maintain the cleanliness and health of the environment around us from the spread of disease, one of which is diarrhea. Toddlers are an age group that is vulnerable to nutrition and is prone to disease, especially diarrhea. The aim of the research is to determine the relationship between basic sanitation and the incidence of diarrheal disease in toddlers in the Seunuddon Community Health Center working area, North Aceh Regency in 2023. The design of this research is case control. The population in this study in toddlers in the Seunuddon Community Health Center working area is 87 toddlers with diarrhea. The sampel were 36 toddlers with diarrhea and 36 toddlers without diarrhea. Data collection was carried out from 11-20 February 2023. Data analysis used the Chi-Square test. Univariate research results show that 50% of toddlers have diarrhea, 47.2% have clean water facilities, 47.2% have healthy latrines, 48.6% wastewater disposal facilities, 51.4% waste disposal facilities, and personal hygiene good 45.8%. The results of bivariate analysis show that there are relationships between clean water facilities (p = 0.005), healthy latrines (p = 0.018), waste water disposal facilities (p = 0.034), waste disposal facilities (p = 0.009), and personal hygiene (p = 0.002) with the incidence of diarrhea in toddlers at the Seunuddon Community Health Center in 2023. The conclusion of the research that clean water, waste disposal facilities, latrines, personal hygiene, and SPAL are factors that influence diarrhea in toddlers at the Seunuddon Community Health Center in 2023. It is hoped that health workers can increase health promotion efforts, education and distribution brochures to respondents regarding causes and methods dealing with diarrhea so that mothers of toddlers can understand how to prevent and treat diarrhea in toddler. Keywords: Toddlers, Diarrhea, Latrines, Personal Hygiene, SPAL
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (Apd) Pada Pekerja Pabrik PT Perkebunan Lembah Bhakti Astra di Aceh Singkil Elza, Widya; Zakaria, Radhiah; Darwis, Aryandi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3423

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang baik sangat penting untuk mengurangi tingkat risiko kecelakaan kerja. Akibat dari kecelakaan kerja, lebih dari 2,78 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya. Salah satu pencegahan terjadinya kecelakaan kerja yaitu dengan cara menggunakan APD. Namun kesadaran pekerja Indonesia dalam mematuhi kebijakan K3 masih rendah, terbukti dari 24.425 perusahaan sebanyak 52% atau 12.745 perusahaan melanggar norma K3. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, kondisi APD dan pengawasan dengan perilaku penggunaan APD pada pekerja pabrik bagian bongkar muat kelapa sawit PT Perkebunan Lembah Bhakti Astra di Aceh Singkil. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian seluruh pekerja pabrik bagian bongkar muat kelapa sawit PT Perkebunan Lembah Bhakti Astra. Sampel pada penelitian adalah total sampling yaitu sebanyak 58 pekerja. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 10-19 Oktober 2022 menggunakan kuesioner dengan alat ukur wawancara. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square menggunakan program komputer Stata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 55.17% pekerja menggunakan APD dan 44.83% pekerja tidak menggunakan APD saat bekerja. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p value 0.0001), sikap (p value 0.0001), kondisi APD (p value 0.0001), dan pengawasan (p value 0.0001) dengan perilaku penggunaan APD pada pekerja pabrik bagian bongkar muat kelapa sawit PT Perkebunan Lembah Bhakti Astra di Aceh Singkil Tahun 2022. Perilaku penggunaan APD pada pekerja sudah baik tetapi masih ada pekerja yang belum menggunakan APD maka diharapkan kepada pimpinan perusahaan untuk memberikan pelatihan K3, dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan pekerja khususnya antara pengawas dan pekerja agar timbulnya sikap positif dari pekerja. Pimpinan perusahaan diharpkan dapat memberikan himbauan kepada pekerja dengan membuat SOP, dan mensosialisasikan jadwal pengawasan yang sudah dibuat mengenai APD secara rutin, serta mempertegas sanksi bagi pekerja yang tidak menggunakan APD. Kata Kunci : APD, pengetahuan, sikap, pengawasan The use of good Personal Protective Equipment (PPE) is very important to reduce the risk of work accidents. As a result of work accidents, more than 2.78 million people die every year. One way to prevent work accidents is by using PPE. However, awareness of Indonesian workers in complying with K3 policies is still low, as evidenced by 24,425 companies, 52% or 12,745 companies violating K3 norms. The aim of this research is to determine the relationship between knowledge, attitudes, PPE conditions and supervision with the behavior of using PPE among workers at the palm oil loading and unloading factory at PT Perkebunan Lembah Bhakti Astra in Aceh Singkil. This research is descriptive analytical with a cross sectional design. The population in the study were all workers at the palm oil loading and unloading factory at PT Perkebunan Lembah Bhakti Astra. The sample in the research was a total sampling of 58 workers. Data collection was carried out from 10-19 October 2022 using a questionnaire with interview measuring instruments. The data were analyzed univariately and bivariately with the chi square test using the Stata computer program. The research results showed that as many as 55.17% of workers used PPE and 44.83% of workers did not use PPE when working. The results of the bivariate analysis show that there is a relationship between knowledge (p value 0.0001), attitude (p value 0.0001), PPE condition (p value 0.0001), and supervision (p value 0.0001) with the behavior of using PPE among palms oil loading and unloading factory workers at PT Astra Bhakti Valley Plantation in Aceh Singkil in 2022. The behavior of using PPE among workers is good but there are still workers who have not used PPE so it is hoped that company leaders will provide K3 training, and establish closer relationships with workers, especially between supervisors and workers so that a positive attitude of workers. It is hoped that company leaders can provide advice to workers by making SOPs, and socializing the monitoring schedule that has been made regarding PPE on a regular basis, as well as strengthening sanctions for workers who do not use PPE. Keywords: PPE, knowledge, attitude, supervision
Analisis Penanganan Sampah Rumah Tangga Di Desa Lang Nibong Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022 Juliani, Juliani; Zakaria, Radhiah; Andria, Dedi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3318

Abstract

Permasalahan sampah sebenarnya merupakan hal yang klasik bagi Negara Indonesia. Pengelolaan sampah yang tidak efisien dapat mengakibatkan masalah lingkungan serta kesehatan masyarakat. Selain itu perubahan global dimana pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan iklim membuat pengelolaan persampahan lebih kompleks dari sebelumnya Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Penanganan Sampah Rumah Tangga di Desa Lang Nibong Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain penelitian cross sectional, yang dilaksanakan pada tanggal 26 Desember s/d 8 Januari 2023 di Desa Lang Nibong Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 71 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar check list. Uji statistik yang digunakan adalah chi square, data diolah dengan SPSS versi 23. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendapatan (p=0,005), sikap (p=0,009), penyuluhan (p=0,001), dan kesadaran lingkungan (p=0,002) dengan penanganan sampah rumah tangga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan pendapatan, sikap, penyuluhan dan kesadaran lingkungan dengan penanganan sampah rumah tangga. Diharapkan kepada pihak Desa Lang Nibong terutama geuchik dan seluruh kapisan masyarakat untuk dapat melakukan pengawasan secara seksama terhadap kebersihan lingkungan khususnya wilayah pesisir dan pinggiran sungai dengan bekerja sama dengan pihak terkait seperti DLHK.Kata Kunci : Pendapatan, Sikap, Penyuluhan, Lingkungan, SampahThe waste problem is actually a classic thing for the State of Indonesia. Inefficient waste management can lead to environmental and public health problems. Besides that, global changes where population growth, urbanization, and climate change make waste management more complex than before. This study aims to analyze household waste management in Lang Nibong Village, Baktiya Barat District, North Aceh District. This study used an analytic survey method with a cross-sectional research design, which was carried out from 26 December to 8 January 2023 in Lang Nibong Village, Baktiya Barat District, North Aceh District. The sample in this study amounted to 71 people. Data collection using questionnaires and check list sheets. The statistical test used was chi square, the data was processed using SPSS version 23. The results of statistical analysis showed that there was a relationship between income (p=0.005), attitude (p=0.009), counseling (p=0.001), and environmental awareness (p= 0.002) by handling household waste. The conclusion of this study is that there is a relationship between income, attitudes, counseling and environmental awareness with household waste management. It is hoped that the Lang Nibong Village, especially the geuchik and all the community members, will be able to closely monitor the cleanliness of the environment, especially the coastal and riverside areas by working with related parties such as DLHK.Keywords : Income, Attitude, Extension, Environment, Garbage
Co-Authors Abdi, Naufal Achmad, Asmawati Aditya Candra, Aditya Afrida, Maina Afriliansyah Agustina Aimiran, Ziyadita Alkausar, Muhammad Rizha Alkhair, M. Hafizh Alkhairi, Fauzan Akmal Andria , Dedi Andria, Dedi Arbi, Anwar Aripin Ahmad, Aripin Ariscasari, Putri Ariska, Tasya Arlianti, Nopa As Sadiyyah, Halimah Aslam Nur Asnawi Abdullah Baharuddin, Dharina Basri Aramico, Basri Basri, Suzanna Hasan budi, fauzan Cakrawati, Rahmi Chatarina Umbul Wahyuni Cholila, Cholila Darwis, Aryandi Devi, Sartika Dharina, Dharina Dilla Santi, Tahara Dwinta, Dea Salsadillah Elza, Widya Fadlina, Amelia Fahmi Ichwansyah Faisal Faisal Falita, Cut Mela Farrah Fahdhienie Hafnidar A. Rani Hapzi Ali Hayatun Nufus Heni Pujiastuti Hermansyah Hermansyah Hidayat, Melania Ibrahim, Faridah Hanum Ichwamsyah, Fahmi Ismardiani, Yossi Juliani Julissasman, Julissasman Kamalurrijal karmila karmila Karsa, Muhammad Ghifari Khalidy, Maulana Laili, Badrul Lheena, Cut Putri Zaila Liana, Intan Lisnayana, Lisnayana M. Marthoenis Maidar, Maidar Marhamah Marhamah Marlina Marlina Maulidya, Rizki Mawaddah, Husnul Meutia Zahara Miftahul Jannah Mohd Said, Mohd Nizam Muhammad Fadhil Muhammad Iqbal Munandar, Arief Mushaddiq, Muhammad Mutia, Sri Alna Nahrisah, Putri Nana Wildana Nauval, Muhammad Dharma Nazhira, Vera Nora Usrina Nurhayati Nurhayati Nurjannah Nurjannah Rahmi, Ulfa Raisah, Putri Ramadhaniah, Ramadhaniah Rinandar, Rinandar Salsabila, Mitha Rahma Saputra, Fitra Jaya Saputra, Irwan Savitri, Hidayati Septiani, Riza Sona, Sri Sri Wahyuni Suwirda, Cut Syahputri, Nada Sarah Tahara Dilla Santi Tari, Nadalia Indah Usman, Said Yandira, Nabilla Yasni, Hilma Yesi Yuliana Zahara, Amelia Zulkifli Zulkifli