Claim Missing Document
Check
Articles

Tahapan Alur dalam Novel Ayahku bukan Pembohong Karya Tere Liye dan Implikasinya Alamsyah Alamsyah; Munaris Munaris; Siti Samhati
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3 Jul (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.343 KB)

Abstract

The aims of this research were to describe the plots in Novel Ayahku bukan Pembohong by Tere Liye and explore the implications towards the literature teaching learning in Senior High School. This research was a descriptive-qualitative, which the technique implemented was text analysis. The result of this research showed that the novel plots are divided into 5 stages; descripting has 39 data, showing conflict has 31 data, raising conflict has 19 data, climax has 4 data, and resolution has 7 data. The implication of this research was approppriate in literature teaching learning of senior high school for novel material.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Tahapan Alur dalam novel Ayahku bukan Pembohong karya Tere Liye dan implikasinya dalam pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis teks. Hasil analisis secara secara keseluruhan pada Ayahku bukan Pembohong karya Tere Liye terdiri atas alur yang di bagi menjadi lima tahap yaitu, penyituasian 39 data, pemunculan konflik 31 data, peningkatan konflik 19 data, klimaks 4 data, dan penyelesaian 7 data. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Atas kelas XII pada materi novel.Kata kunci: tahapan alur, implikasi, dan novel
Konflik dalam Novel Amelia Karya Tere Liye dan Rancangan Pembelajaran di SMA Fathimah Nurhalimah S; Edi Suyanto; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.993 KB)

Abstract

The objective of research was to describe the conflicts in the novel and its learning design in senior high school. Qualitative descriptive method was used in the research. The source of data taken from Amelia novel by author Tere Liye published in 2013. The data which analized in the research was in the form of sentences and quotations of texts which were related to the events in Amelia novel and its learning design in senior high school. The results of the research showed that there were 4 conflicts stated in the novel. Amelia novel can be used in learning design as an alternative learning material for students of senior high school grade XII in even semester on based competence 3.9 by analizing its content and novel language structure on based competence 4.9 designing a novel by paying attention on its contents and language structures.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konflik dalam novel Amelia karya Tere Liye dan rancangan pembelajarannya di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Amelia karya Tere Liye yang diterbitkan pada tahun 2013. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berupa kalimat dan kutipan teks yang berkaitan dengan peristiwa dalam novel Amelia karya Tere Liye dan rancangan pembelajarannya di SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terdapat dalam novel Amelia karya Tere Liye ada 4 konflik. Novel Amelia dapat dibuat rancangan pembelajarannya sebagai alternatif bahan pembelajaran untuk siswa SMA kelas XII semester genap dengan KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel dan KD 4.9 merancang novel dengan memerhatikan isi dan kebahasaan.Kata kunci: konflik, novel, rancangan pembelajaran.
UNSUR SERAPAN DALAM NOVEL 5 CM KARYA DONNY DHIRGANTORO DAN IMPLIKASINYA Nurrokhmah Prabawati; Munaris Munaris; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 7 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.667 KB)

Abstract

Loan words mean words from origin language that become part of another language and used like their own language. Novel 5 cm by Donny Dhirgantoro was used in this research. Reads novel well to know which words were loan words was the technique that used. Loan words were absorbed by three ways, such us loan words that doesn't need to change by EYD because the words was absorp in long time, loan words that haven't absorp yet into Indonesian language so the words have to write based real language form, and loan words that phoneme and spells were based of EYD. Based on curiculum of 1994 and 2004, loan word were learned in indonesian language subject. Even on next curiculum it doesn’t there, but we can still write loan words well based the way of EYD.Unsur serapan adalah kata-kata dari bahasa asal yang menjadi bagian bahasa lain dan digunakan seperti bahasa sendiri. Novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro dipakai penulis dalam penelitian ini. Teknik yang digunakan adalah membaca novel dengan baik untuk mengetahui mana unsur serapan. Unsur serapan dalam novel diserap dengan kaidah EYD: unsur yang sudah lama terserap dalam bahasa Indonesia tidak perlu diubah ejaannya, unsur asing yang belum sepenuhnya terserap dalam bahasa Indonesia sehingga pengucapan dan ejaannya mengikuti cara asing, dan unsur yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Implikasi penelitian ini adalah kurikulum 1994 dan 2004, istilah serapan diajarkan dalam pelajaran bahasa Indonesia. Meskipun pada kurikulum selanjutnya tidak diajarkan, namun kaidah penulisan unsur serapan masih dirasakan sampai sekarang.Kata kunci: implikasi, novel, unsur serapan.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Novel Sang Pemimpi dan Pembelajarannya di SMA Lusy Tri Lestari; Munaris Munaris; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.487 KB)

Abstract

This research described the values of character education in the novel of Sang Pemimpi Andrea Hiratas work and learning in high school. The source of the data in the novel of Sang Pemimpi Andrea Hirata work. The research method is descriptive qualitative. Based on the research, there are eleven grades of character education found in the novel of Sang Pemimpi. The eleven value are religious, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, curiosty, respectful achievement, friendly/communicative, social caring, and resposibility. The value is present in various ways. Some are visible through speech, even that occur, and trhough the behavior or deeds of character. Novel Sang Pemimpi can be designed, as an alternative learning materials in high school. Especially the class XII even semester, with KD interpret the meaning of the text of the novel both orally and in writing.Penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan pembelajarannya di SMA. Sumber data adalah novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian, terdapat sebelas nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam novel Sang Pemimpi. Sebelas nilai tersebut adalah religius, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab. Nilai tersebut hadir dalam berbagai cara. Ada yang tampak melalui ucapan, peristiwa yang terjadi, dan melalui perilaku atau perbuatan tokoh. Novel Sang Pemimpi di SMA, khususnya kelas XII semester genap, dengan KD menginterpretasi makna teks novel baik secara lisan maupun tulisan.Kata kunci: nilai-nilai pendidikan karakter, novel sang pemimpi.
RESEPSI SISWA TERHADAP CERPEN MATA YANG ENAK DIPANDANG KARYA AHMAD TOHARI Roni Mustofa; Munaris Munaris; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 1 Jan (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.579 KB)

Abstract

The problem in this research was students reception of Mata yang Enak Dipandang short story by Ahmad Tohari. The purpose of this study was to describe the students reception of Mata yang Enak Dipandang short story by Ahmad Tohari. This study used a qualitative descriptive study. The results showed that student recepts the facts of the story in the short story. The student recepted the figure was based on three aspects attached, namely the physical, psychological, and sociological. At the groove reception, overall student claimed that the plot is very nice and very fit so as to make the reader interested and curious to read it. At the background reception, student recept the background of place, time, and social. The implications of this research is the design of learning and teaching materials.Masalah dalam penelitian ini adalah resepsi siswa terhadap cerpen Mata yang Enak Dipandang karyaAhmad Tohari. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan resepsi siswa terhadap cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa meresepsi fakta-fakta cerita dalam cerpen. Siswa meresepsi tokoh berdasarkan tiga aspek yang melekat, yaitu aspek fisik, psikologis, dan sosiologis. Pada resepsi alur, secara keseluruhan siswa menyatakan bahwa alurnya sangat bagus dan sangat cocok sehingga mampu membuat pembaca tertarik dan penasaran untuk membacanya. Pada resepsi latar, siswa meresepsi latar tempat, waktu, dan sosial. Implikasi penelitian ini berupa perancangan pembelajaran dan bahan ajar.Kata kunci : cerpen, resepsi, siswa.
FUNGSI TOKOH PADA TERBENTUKNYA TEMA DALAM KUMPULAN CERPEN TART DI BULAN HUJAN Cita Dani Apriyanti; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 4 Sep (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.022 KB)

Abstract

The problem in this research was how the characters function in supporting the formation of the theme in the short strory collection of Tart di Bulan Hujan and its implication in learning Indonesian high school. This research used descriptive qualitative methods and data collection using text analiysis. Based on data analysis (1) the theme of the social level dominates in determining the theme of the short story collection, (2) the main character becomes a supporting character and become central to the formation of a theme, (3) the results of this study can be used in learning Indonesian curriculum in 2013 at class XI high school.Masalah pada penelitian ini adalah bagaimana fungsi tokoh dalam mendukung terbentuknya tema pada kumpulan cerpen Tart di Bulan Hujan dan kegunaannya pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data menggunakan analisis teks. Berdasarkan hasil anaisis data (1) tema tingkat sosial mendominasi dalam penentuan tema pda kumpulan cerpen tersebut, (2) tokoh utama menjadi tokoh pendukung dalam terbentuknya tema dan menjadi sentral terbentuknya tema, (3) hasil penelitian ini dapat digunakan pada pebelajaran bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas XI SMA.Kata Kunci: tokoh, pembelajaran, tema, cerpen.
PEMBELAJARAN APRESIASI CERITA ANAK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 20 BANDARLAMPUNG Dian Kurniasari; Iqbal Hilal; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.296 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe the appreciation learning of children's stories at the seventh grade students of SMPN 20 Bandar Lampung in academic year 2013/2014. The method used in this research was descriptive qualitative method, which the authors describe the results of research and analysis on the planning, implementation, and assessment of appreciation learning stories of children's stories. The object of this study was the activity of appreciation learning of children which teachers of Indonesian subject and the seventh grade students of SMPN 20 Bandar Lampung. Collecting data in this study were conducted by observation, interviews, documentation and recording. The results showed that the lesson plans which is desigred by the teachers are in accordance with the provisions of the lesson plan. The lesson plan was the implementation of learning activities and the activities of teachers in teaching the students to learn.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran apresiasi cerita anak siswa kelas VII SMP Negeri 20 Bandar Lampung tahun pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penulis mendeskripsikan hasil penelitian dan analisisnya terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran apresiasi cerita anak. Objek penelitian ini adalah aktivitas pembelajaan apresiasi cerita anak yang dilakukan guru bidang studi Bahasa Indonesia dan siswa kelas VII SMP Negeri 20 Bandar Lampung. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran yang guru rancang sudah sesuai dengan ketentuan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran yaitu aktivitas guru dalam mengajar dan aktivitas siswa dalam belajar.Kata kunci: apresiasi, cerita anak, pembelajaran.
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 METRO Nesiana Imania; Mulyanto Widodo; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 9 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.156 KB)

Abstract

The problem in this research is about learning of writing an anecdote text for the Tenth Grade of SMA Negeri 1 Metro. The purpose of this research is to describe learning of writing anecdote text in Tenth Grade of SMA Negeri 1 Metro. The method which used is descriptive qualitative. To collect the data, the researcher does several steps: interview, observation, and documentation. The result of research shows that the teacher does three steps in learning activities. The three steps are planning, implementing, and scoring. In planning learning teacher has arranged a complete RPP which is based on components of RPP. In implementing learning, there are two activities, namely teacher’s activity and student’s activity. In teaching learning process, the teacher does three activities, that is pre-activity, while activity, and post activity. To give the score of learning, teacher uses writing test technique and practice or work.Masalah penelitian ini adalah pembelajaran menulis teks anekdot pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Metro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks anekdot pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Metro. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan guru melakukan tiga tahap kegiatan dalam pembelajaran. Ketiga kegiatan dimaksud mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran guru telah menyusun RPP yang lengkap berdasarkan komponen-komponen RPP. Pada pelaksanaan pembelajaran terjadi dua aktivitas, yaitu aktivitas guru dan aktivitas siswa. Ketika proses pelaksanaan pembelajaran guru melakukan tiga kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Pada penilaian pembelajaran, guru menggunakan teknik tes tertulis dan tes praktik/unjuk kerja.Kata kunci: anekdot, menulis, pembelajaran.
ASPEK KEBAHASAAN JOKOWI PADA DEBAT CALON PRESIDEN DAN KEGUNAANNYA DALAM PEMBELAJARAN Anggun Setiana; Munaris Munaris; Muhammad Fuad
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.573 KB)

Abstract

The research problem was language aspect of Jokowi at debate of president candidat 2014-2019. The problem was studied in sociolinguistic perspective. The aim of the research was to describe the language aspect of Jokowi at debate of president candidat 2014-2019 and its function in learning of Indonesian language. This research used qualitative descriptive as methodology of the research. Data collecting technique were free conversation technique and technical notes. Data analysis was heuristic analysis. The result of this research shows that in debate of president candidat 2014-2019, Jokowi uses repetation, hyperbola, metaphor, and personification language style. Jokowi used various language such as manner formal language, effort, art, friendly, idiolect, and sosiolect of language. Jokowi used foreign word of diction, absorption, special-common words, familiar, abstraction, concrete, scientific, connotation and motto. Jokowi used displace and mingle code.Masalah dalam penelitian ini adalah aspek kebahasaan Jokowi pada debat calon presiden 2014-2019. Masalah tersebut dikaji dalam perspektif sosiolinguistik. Tujuan penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan aspek kebahasaan Jokowi pada debat calon presiden 2014-2019 dan kegunaannya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik simak bebas cakap dan teknik catat. Analisis data dilakukan menggunakan analisis heuristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat debat calon presiden 2014-2019, Jokowi menggunakan gaya bahasa repetisi, hiperbola, metafora, dan personifikasi. Jokowi menggunakan variasi bahasa berupa ragam resmi, usaha, akrab, sastra, idiolek, dan sosiolek. Jokowi menggunakan diksi yaitu kata asing, serapan, khusus, umum, populer, abstrak, konkret, ilmiah, konotasi, dan jargon. Jokowi melakukan alih kode dan campur kode.Kata kunci: aspek kebahasaan, debat calon presiden, jokowi, sosiolinguistik.
Imaji pada Kumpulan Menuju Kota Lama Karya Isbedy Stiawan dan Rancangan Pembelajarannya Andri Widiastuti; Kahfie Nazaruddin; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 4 Sep (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.374 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the images contained in a collection of poems Menuju Kota Lama by Isbedy Stiawan Z.S. and the design of literature learning in junior high school. This research method was desciptive qualitative. The data source is from collection of poems Menuju Kota Lama by Isbedy Stiawan Z.S. published by Siger Publisher on April 2014. The data were the lyrics to a collection of poems Menuju Kota Lama. The results showed that the collection of poems Menuju Kota Lama by Isbedy Stiawan Z.S. used all kinds of images. Kind of images often used is visual images, whereas the images that is rarely used is gustatory images. The collection of poems can be used as an alternative learning for students of VIII grade of the odd semester with the KD 3.7 to identify the building blocks of poetic texts that are played or read.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan imaji yang terdapat pada kumpulan puisi Menuju Kota Lama karya Isbedy Stiawan Z.S. dan rancangan pembelajaran sastra di sekolah menengah pertama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data adalah kumpulan puisi Menuju Kota Lama karya Isbedy Stiawan Z.S. yang diterbitkan Siger Publisher pada bulan April 2014. Data yang dianalisis adalah lirik pada kumpulan puisi Menuju Kota Lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan puisi tersebut menggunakan semua jenis imaji. Imaji yang sering digunakan yakni imaji visual, sedangkan imaji yang jarang digunakan imaji pencecapan. Kumpulan puisi tersebut dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran untuk siswa kelas VIII semester ganjil dengan KD 3.7 mengidentifikasi unsur-unsur pembangun teks puisi yang diperdengarkan atau dibaca.Kata kunci: imaji, puisi, pembelajaran.
Co-Authors Abdul Ageng Firmansyah Adiwena, Maria Widhi Majesta Agung Abadi Kiswandono Alamsyah Alamsyah Alben Ambarita Alfanny Pratama Fauzy Ali Mustofa Ali Mustofa Ali Mustofa Ana Juwita Andri Ardianto Andri Widiastuti Anggraini, Tia Anggun Fitri Anggun Setiana Annisa Diah Pertiwi Annisa Elvira Apri Yanto Arantika Arvi Arini Wastiti Ariyadi Ariyadi Ayu Atidhira Ayu Setiyo Putri Baiti Kurnia Sari Budi Risnawati Buyung Buyung Chairunnisa Pratami Chythia Andhini Desty N Cindy Agustin Cita Dani Apriyanti Citra Winda Ulvia Cucu Sutarsyah Deasy Triyani Saputri Delvi Iskandar Desembri Desembri Desi Iryanti Desti Wulandari Desyandri Desyandri Deta Kristiana Devi Kusmitha Sari Devitalisa M, Wulan Dewi Kartika Sari Dhini, Maudy Sukma Dian Kurniasari Dwi Satria Yuda Edi Suyanto Edi Suyanto Eka Meliani Eka Sofia Agustina Eka Sofia Agustina Eko Rusminto, Nurlaksana Eli Ermawati Elliyanti Elliyanti Evita Fratiwi Farida Ariyani farida ariyani Fathimah Nurhalimah S Faturrohman, Aji Fauzie Purnomo Sidi Febri Ramadani Febriel Mayangsari Feralisa Usmarianti Fisnia Pratami Fitayah Fatimah Ramadhani Fitri Angraini Fitri Daryanti Fitri Nursilawati Gustira, Yinda Dwi Hana Yakfi Aningsih Heni Siswanto Herda Silviana Herlambang, Agung Putra Herni Idayati Heru Arip Rahman Hakim Heru Prasetyo Heti Kus Endang Hindun Kusuma Dewi Husna, Siti Asmaul I Nyoman Tri Dharma Astika I Wayan Mustika Imam Rejana Indah Yuni Wulandari Indar Agus Susilowati Indri Arnaselis Iqbal Hilal Iqbal Hilal Irma Oktaviani Ismania Triyanova Janie Irma Suryani Joko Setyo Nugroho Julianto Julianto Kahfie Nazaruddin Kahfie Nazaruddin Khoirunnisa Khoirunnisa Kukuh Prasetyo Kurnia Ning Tyas Lady Pramesti Handoko Lady Pramesti Handoko Lailatul Rohmah Lela Tri Indriani Lenny Rahmawati Lia Annisa Lida Sari Lilik Sabdaningtyas Linda Ocviliana Lusy Tri Lestari M Ghufroni An’ars Maharani, Salwa Pramesti Margareta Finasehati Mediyansyah Mediyansyah Mei Ariyanti Meiry Susanti Melisa Alwi Merina Tri Rahma Okta Metha Puspita Mita Rilyanti Moulia Mahyu Muhammad Fuad Muhammad Fuad MUHAMMAD FUAD Muhammad Sabilli Mulyanto Widodo Murniati Murniati Nanda Ulvana Nazella Putri Sari Neli Yana Nesiana Imania Neti Herawati Ni Nyoman Wetty Suliani Ningsih, Iraliya Nuning Anggrainingsih Nur Fadilla Nur Laili Nurfeni Nurfeni Nurlaksana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurrokhmah Prabawati Ocha Holida Pramudiyanti Pramudiyanti Puspita Trie Utami Putri Astari Makki Putri Shima Arifani Putri, Risna Estuning Putri, Tiara Rey Putu Debby Yolanda Qonita Afriyani Qori Tri Arviki Rahayu, Putri Shogita Rahmat Prayogi, Rahmat Reffky Reza Darmawan Reny Handayani Riadi, Bambang Rian Andri Prasetya Riana Dwi Putra Rika Ridiawati Rini Susianti Risca Yumithasari Roni Mustofa Rusada, Nia Sahara Anggraini Sandika Ali Seldatri Hairani Shinta Wulandari Siti Nurlaili Siti Samhati Solly Aryza Sudirman Husin Sukesi Hermansyah Sukmawati Sukmawati Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sumiharni Sumiharni Sumiharni Sumiharni Sunyono Sunyono Supriadi Supriadi Susi Wendhaningsih Susilowati, Indar Agus Takahashi, Tasuku Teguh Teguh Tiara Rey Putri Tika Febi Astuti Tri Adhitya Tri Wahyuni Usmarianti, Feralisa Vemi Puspita Sari Vhica Penida Wahyu Hidayat Wahyu Riyanti Wardani, Okta Adelia Waseso, Dito Jati Wayan Tiadilona Widyasni Amanda Winda Liahani Windi Prawati Windu Budiarta Wira Apri Pratiwi Witono Witono Wulandari, Jesika Yesi Desiana Yesie Lia Dirwanti yoga irawan Yolanda, Putu Debby Yorista Indah Astari Yulia Kusuma Wardani Yulia Kusuma Wardani Zaima Novita