Claim Missing Document
Check
Articles

Ketidaklangsungan Ekspresi dalam Kumpulan Puisi O Amuk Kapak dan Implikasinya di SMA Irma Oktaviani; Munaris Munaris; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.757 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe indirect expression in the collection of O Amuk Kapak's poem by Sutardji Calzoum Bachri and its implications for the study of literature in high school. The method used is descriptive qualitative. Sources of research data is a collection of poetry O Amuk Kapak by Sutardji Calzoum Bachri which amounted to 20 poems. Data analysis technique in this research is text analysis technique. The results of Sutardji Calzoum Bachri's poetry analysis include the displacing of meaning caused by the use of metaphors and metonyms, distorting of meaning caused by ambiguity, contradiction, and nonsense,  creation of meanings caused by rhyme, enjambement, and typography used to find meaning in it. The results of this indirect expression analysis can be implicated in literary learning in senior high school.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan ketidaklangsungan ekspresi dalam kumpulan puisi O Amuk Kapak karya Sutardji Calzoum Bachri dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah kumpulan puisi O Amuk Kapak karya Sutardji Calzoum Bachri yang berjumlah 20 puisi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis teks. Hasil analisis puisi karya Sutardji Calzoum Bachri meliputi penggantian arti yang disebabkan penggunaan metafora dan metonimi, penyimpangan arti yang disebabkan ambiguitas, kontradiksi, dan nonsense, penciptaan arti yang disebabkan rima, enjambement, dan tipografi digunakan untuk mencari makna yang terdapat di dalamnya. Hasil analisis ketidaklangsungan ekpresi ini dapat diimplikasikan dalam pembelajaran sastra di SMA.Kata kunci: ketidaklangsungan ekspresi, O Amuk Kapak, Sutardji Calzoum Bachri, puisi
RAGAM BAHASA DALAM TALK SHOW KICK ANDY PERIODE MEI 2015 DAN PEMBELAJARANNYA Indah Yuni Wulandari; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 3 Jul (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.453 KB)

Abstract

This research aimed to describe the language variation in Kick Andys talk show on May 2015 and to find its implication in Bahasa Indonesia learning at SMA. This research used qualitative descriptive design by documentation, involved conversation observation technique, and field rote in data collection. The datas source was the conversation that contained language variation in the show. The result showed that in the Kick Andys talk show on May 2015,it isusing language variation based on four aspects, (1) speaker (dialect, collocial, and jargon), (2) polliteness (formal, business, and informal), (3) medium (oral), and (4) education (education). This, it could be inferred that in Bahasa Indonesia learning at SMA of grade XI in first semester about explaining the result of interview in the case of speaker toward certain topics, particularly speaking ability.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam bahasa dalam acara talk show Kick Andy periode mei 2015 dan mengetahui implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan desain deskriptifkualitatif dengan teknik dokumentasi, simak bebas libat cakap, dan catat dalam pengumpulan datanya.Sumber data pada penelitian ini adalah percakapan dalamacara tersebut, datanya adalah percakapan yang mengandung ragam bahasa dalamacara tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam acara talk show Kick Andy periode Mei 2015 menggunakan ragam bahasa berdasarkan empat segi, yaitu (1) penutur (dialek, kolokial, dan jargon), (2) keformalan (formal, usaha, dan santai), (3) sarana (lisan), dan (4) kependidikan (kependidikan) Selanjutnya, dapat diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XI semester ganjil tentang menjelaskan hasil wawancara tentang tanggapan narasumber terhadap topik tertentu, kususnya keterampilan berbicara.Kata kunci: implikasi, ragam bahasa, talk show Kick Andy.
PENGEMBANGAN SKENARIO PEMBELAJARAN BERBASIS COOPERATIVE LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING DALAM MENGANALISIS NOVEL Ocha Holida; Munaris Munaris; Ali Mustofa
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 2 Sep (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.004 KB)

Abstract

The problem in this research is how the development of a learning scenario based on cooperative learning and discovery learning in novel text for SMA class XII. The purpose of this study is to describe the development of a learning scenario based on cooperative learning and discovery learning in novel text for SMA class XII. This research uses research and development (rnd) method. The result of this study is the creation of a learning scenario product in novel text for SMA class XII that has been validated. Validation is conducted by expert lecturers to test the feasibility of the product. The result of the validation is from material expertson the learning aspectobtainedan average percentage of 93.18%, and the content aspect obtained an average percentage of 93.18% with very decent criteria.Masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana pengembangan skenario pembelajaran berbasis cooperative learning dan discovery learning teks novel kelas XII SMA. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengembangan skenario pembelajaran berbasis cooperative learning dan discovery learning teks novel kelas XII SMA. Penelitian ini menggunakan metode research and development (rnd). Hasil penelitian ini ialah terciptanya produk skenario pada pembelajaran novel di SMA Kelas XII kelas yang sudah divalidasi.Validasi dilakukan oleh dosen ahli untuk menguji kelayakan produk. Hasil validasi dari ahli materi pada aspek pembelajaran diperoleh rata-rata persentase 93,18%, dan pada aspek isi diperoleh rata-rata persentase 93,18% dengan kriteria sangat layak. Keywords: scenario development, cooperative learning, discovery learning, novel.
Nilai-Nilai Religius dalam Film Hijrah Cinta Karya Hanung Bramantyo dan Implikasinya Eka Meliani; Munaris Munaris; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3 Jul (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.443 KB)

Abstract

The aim of this research was to describe religious values in a film entitled Hijrah Cinta directed by Hanung Bramantyo and its implication as a character education material at Madrasah Aliyah (MA). Qualitative method was used in this research. The result showed that the Hijrah Cinta film contained several religious values. The religious values were expressed through the indicator of relationship between human and God, the indicator between the human and the human, and the religious value was also expressed through the indicator between the human and nature. The result of this research could be implicated towards the learning of Indonesia literature for MA students, especially for text of film/drama material.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai religius dalam film Hijrah Cinta karya Hanung Bramantyo dan implikasinya sebagai bahan pendidikan karakter di Madrasah Aliyah (MA). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa film Hijrah Cinta mengandung nilai-nilai religius. Nilai religius dalam film Hijrah Cinta digambarkan melalui indikator hubungan manusia dengan Tuhan, kemudian indikator hubungan manusia dengan manusia, selain itu hasil penelitian juga digambarkan melalui indikator hubungan manusia dengan alam. Hasil penelitian dapat diimplikasikan pada pembelajaran Sastra Indonesia di MA pada materi teks film/drama.Kata kunci: film hijrah cinta, pembelajaran, nilai-nilai religius.
KESANTUNAN BERTUTUR DALAM PEMBELAJARAN KELAS VII SMP NEGERI 1 PENENGAHAN DAN IMPLIKASINYA Tri Wahyuni; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 1 Jan (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.434 KB)

Abstract

The aims of this research were to describe the politeness of speech act in Indonesia language learning at VII class of SMP Negeri 1 Penengahan in year 2015/2016 and its implication in Indonesian language learning at SMP. The method that used in this reseach was qualitative descriptive. The result of this research showed that there is speech which obligate all principle of politeness in language such as wiseness, generosity, amiability, accolade, simphatetic and agreement. However, it was found that the linguistics politeness which is remarkable by the usage of politeness words in speech such as tolong, mohon, silakan, mari, ayo, coba, harap, dan maaf. Besides, The result also showed there were pragmaticts politeness such as declarative and interrogative. Furthermore, the results could be implied into Indonesian language learning at in class based on point of 3.4 and 4.4 of basic competence by using learning materials of fantasy story.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesantunan bertutur dalam pembelajaran di kelas VII SMP Negeri 1 Penenghanan Tahun Pelajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan tuturan yang mematuhi seluruh maksim sopan santun yang mencakup maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim kerendahan hati, maksim pujian, maksim simpati, dan maksim kesepakatan. Selain itu, ditemukan juga kesantunan linguistik yang ditandai dengan penggunaan kata-kata penanda kesantunan seperti seperti tolong, mohon, silakan, mari, ayo, coba, harap, dan maaf. Kemudian, hasil penelitian menunjukan ditemukan kesantunan pragmatik yang berupa tuturan deklaratif dan tuturan interogatif. Selanjutnya, hasil penelitian dapat diimplikasikan ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP di kelas VII pada KD 3.4 dan 4.4 dengan materi pembelajaran cerita fantasi. Kata kunci: kesantunan, tuturan, heuristik.
TELAAH BUKU MAHIR BERBAHASA INDONESIA 2 KELAS VIII SMP TERBITAN YUDHISTIRA Devi Kusmitha Sari; Eka Sofia Agustina; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.389 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe how the us of the book Mahir Berbahasa Indonesia 2 Kelas VIII SMP published by Yudishthira based on the feasibility of the book techniques presentation, learning presentation, and completeness presentation. The research method used descriptive qualitative method. The data source in this research was the book Mahir Berbahasa Indonesia 2 Kelas VIII SMP written by Siti Isnatun M., S.S. and Umi Farida, S.S. and published by Yudishthira in 2013. Data analysis had done by the steps (1) read the data source, (2) analized the presentation feasibility, (3) summarized the analysis of the presentation feasibility. The results of this research showed that the book Mahir Berbahasa Indonesia 2 Kelas VIII SMP published by Yudishthira based on analyzed the feasibility of the book presentation was presented Curriculum 2013, namely the presentation of text-based learning. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bagaimana buku Mahir Berbahasa Indonesia 2 Kelas VIII SMP terbitan Yudhistira berdasarkan kelayakan penyajian buku yang meliputi teknik penyajian, penyajian pembelajaran, dan kelengkapan penyajian. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah buku Mahir Berbahasa Indonesia 2 Kelas VIII SMP yang ditulis oleh Siti Isnatun M., S.S. dan Umi Farida, S.S. dan diterbitkan oleh Yudhistira pada tahun 2013. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah (1) membaca sumber data, (2) menelaah kelayakan penyajian, (3) menyimpulkan telaah kelayakan penyajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku Berbahasa Indonesia 2 Kelas VIII SMP terbitan Yudhistira berdasarkan telaah kelayakan penyajian sudah merepresentasikan kurikulum 2013, yaitu penyajian pembelajaran berbasis teks.Kata kunci: buku teks, kelayakan penyajian, kurikulum 2013.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PUISI MENGGUNAKAN APLIKASI PREZI PADA SEMESTER GANJIL KELAS X Lady Pramesti Handoko; Munaris Munaris; Mulyanto Widodo
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1 Apr (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.146 KB)

Abstract

The purpose of this study to describe the development of poetry learning using the prezzi application at odd semester of tenth grade students in the year 2018/2019 and. The result showed that there were five phases used, such as observation, planning, implementation, expert validation, and product revision and their eligibility showed the material expert research result on learning spect gained 3.6 score with excellent category and the content aspect gained 3.7 score with a very good category. The assessment of media experts in the display aspect gained 3.75 score in the excellent category, the programming aspect obtained 3.3 score in the very good category, and the role aspects of media ini helping students to understand the material gained 3.8 score in the excellent category. And practitioner assessment in the appraisal scored 3.85 in the excellent category.Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan pengembangan media pembelajaran puisi menggunakan aplikasi prezi pada semester ganjil kelas X tahun ajaran 2018/2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima tahapan yang digunakan, yaitu observasi, perencanaan, pelaksanaan, validasi ahli, dan revisi produk dan kelayakannya menunjukkan hasil penilaian ahli materi pada aspek pembelajaran memperoleh skor 3,6 dengan kategori sangat baik dan aspek isi memperoleh skor 3,7 dengan kategori sangat baik. Penilaian ahli media dalam aspek tampilan memperoleh skor 3,75 dengan kategori sangat baik, aspek pemrograman memperoleh skor 3,3 dengan kategori sangat baik, dan aspek peran media dalam membantu pemahaman materi memperoleh skor 3,8 dengan kategori sangat baik. Penilaian praktisi dalam aspek penilaiannya memperoleh skor 3,85 dengan kategori sangat baik.
DIMENSI DAKWAH PADA NOVEL MARYAM BUNDA SUCI SANG NABI DAN PEMBELAJARANNYA Kurnia Ning Tyas; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 3 Jul (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.237 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe the dimensions of dakwah in the Maryam Bunda Suci Sang Nabi novel by Sibel Eraslan and designing strategies learning at Madrasah Aliyah. This research used qualitative descriptive methods. Technique of data analysis was using a data reduction techniques, presentation of data, and withdrawal of conclusion. The results showed that the dimension dakwah of character in the Maryam Bunda Suci Sang Nabi novel by Sibel Eraslan has been seen. Dimensions of dakwah were shown from the actions of the figures of irsyad, tabligh, tadbir and tathwir when spreading the religion in society. The learning strategies in the Maryam Bunda Suci Sang Nabi novel by Sibel Eraslan is designed as lessons learned by the students of Madrasah Aliyah grade XII in second semester with basic competence 3.3 analyzing text novel orally and in writing.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dimensi dakwah pada novel Maryam Bunda Suci Sang Nabi karya Sibel Eraslan dan merancang strategi pembelajarnnya di Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi dakwah pada tokoh novel Maryam Bunda Suci Sang Nabi karya Sibel Eraslan sudah terlihat. Dimensi dakwah ditunjukkan dari tindakan-tindakan tokoh berupa irsyad, tabligh, tadbir dan tathwir ketika menyebarkan ajaran agama di dalam masyarakat. Strategi pembelajaran novel Maryam Bunda Suci Sang Nabi karya Sibel Eraslan dirancang sebagai bahan pembelajaran untuk peserta didik Madrasah Aliyah kelas XII semester genap dengan Kompetensi Dasar 3.3 menganalisis teks novel baik secara lisan maupun tulisan.Kata kunci: dimensi dakwah, novel, strategi pembelajaran.
KEKERASAN VERBAL PADA NOVEL KELIR SLINDET KARYA KEDUNG DARMA ROMANSHA DAN KELAYAKANNYA Fitayah Fatimah Ramadhani; Munaris Munaris; Mulyanto Widodo
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.789 KB)

Abstract

The problem in this research was verbal violence in the novel entitled Kelir Slindet by Kedung Darma Romansha. The purpose of this study was to describe the types of verbal violence there were, indirect speech acts, direct speech acts, repressive speech acts, and alineative speech acts which consisted in the novel Kelir Slindet and the appropriateness of the novel as a teaching materials in the senior high student. The method used was descriptive qualitative. The draft source were the texts from the novel Kelir Slindet. The results showed that in this novel the author did not use the four kinds of verbal violence in each characters. Only the figures of Saritem which used the four types of verbal violence in the novel Kelir Slindet and this novel was appropriate to be used as a teaching material in the high school.Masalah dalam penelitian ini adalah kekerasan verbal dalam novel Kelir Slindet karya Kedung Darma Romansha. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis-jenis kekerasan verbal yaitu, tindak tutur kekerasan tidak langsung, tindak tutur kekerasan langsung, tindak tutur kekerasan represif, dan tindak tutur alienatif yang terdapat pada novel Kelir Slindet dan kelayakannya sebagai bahan ajar di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah bagian dari teks novel Kelir Slindet. Hasil penelitian menunjukan bahwa di dalam novel ini pengarang tidak menggunakan keempat jenis kekerasan verbal pada setiap tokoh. Hanya tokoh Saritem yang menggunakan keempat jenis kekerasan verbal dalam tuturannya dan novel Kelir Slindet layak gunakan sebagai bahan ajar di SMA.Kata kunci: kekerasan verbal, kelayakan, novel.
TIGA UNSUR GAYA DALAM NOVEL SEBELAS PATRIOT KARYA ANDREA HIRATA DAN KELAYAKANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) yoga irawan; munaris munaris; edy suyanto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research problems in this research  is about the appropriateness of three elements of style (diction, figurative language, imageri) in Andrea Hirata’s  novel entitled Sebelas Patriot as teaching learning material of Indonesian language and literature at first year student of senior high school. This research aims to describe the appropriateness of those three elements of language style as the language learning material in senior high school.  The data of the research was taken by Andrea Hirata’s novel entitled Sebelas Patriot. The research method in this research was descriptive qualitative research design. In which the data was taken by the process of read a whole novel’s content, take a note, and identify the three language elements. Furthermore, the researcher analyzed and concluded the data of analysis result to find out whether or not Andrea Hirata’s entitled Sebelas Patriot can be included as the learning material for Indonesian language and literature at the senior high school level. The results of the research showed that the foreign diction was dominated by the England diction, due to the England football popularity. Nowadays, the term in English football was really familiar with the Indonesian football lovers because those people considered that football was come as the nature of England. Figurative language was dominated by the comparison of figurative language in which simile took the first place in figurative language usage. Meanwhile, antonomasia, paradoks, paralelisme, tropen came as the less usage of figurative language. It can be caused by the aims of the author whose refers to compare the similar things to the comparison object. Imagery in this novel was imagery in vision, audio, and palpability. The most useful imagery was imagery vision and imagery of palpability was the less one. It can be probably caused due to the author’s desire in taking the audience falling for the novel’s setting.  Due to the highly relation of diction studies namely diction, figurative language, and imagery towards the language learning material at first year students’ of senior high school in Indonesian language and literature. Thus, the teacher can use the Andreas Hirata’s novel entitled Sebelas Patriot as language learning material since it provides the diction usage of figurative language and imagery. In shorts, since the learning materials was appropriate to the language and literature in language aspects. It can concludes that Andrea Hirata’s Sebelas Patriot is appropriate to be the alternative teaching learning material of Indonesian language and literature at the first year students of senior high school especially in the intrinsic aspects namely language style.Keyword: novel, appropriateness, element of style
Co-Authors Abdul Ageng Firmansyah Adiwena, Maria Widhi Majesta Agung Abadi Kiswandono Alamsyah Alamsyah Alben Ambarita Alfanny Pratama Fauzy Ali Mustofa Ali Mustofa Ali Mustofa Ana Juwita Andri Ardianto Andri Widiastuti Anggraini, Tia Anggun Fitri Anggun Setiana Annisa Diah Pertiwi Annisa Elvira Apri Yanto Arantika Arvi Arini Wastiti Ariyadi Ariyadi Ayu Atidhira Ayu Setiyo Putri Baiti Kurnia Sari Budi Risnawati Buyung Buyung Chairunnisa Pratami Chythia Andhini Desty N Cindy Agustin Cita Dani Apriyanti Citra Winda Ulvia Cucu Sutarsyah Deasy Triyani Saputri Delvi Iskandar Desembri Desembri Desi Iryanti Desti Wulandari Desyandri Desyandri Deta Kristiana Devi Kusmitha Sari Devitalisa M, Wulan Dewi Kartika Sari Dhini, Maudy Sukma Dian Kurniasari Dwi Satria Yuda Edi Suyanto Edi Suyanto Eka Meliani Eka Sofia Agustina Eka Sofia Agustina Eko Rusminto, Nurlaksana Eli Ermawati Elliyanti Elliyanti Evita Fratiwi Farida Ariyani farida ariyani Fathimah Nurhalimah S Faturrohman, Aji Fauzie Purnomo Sidi Febri Ramadani Febriel Mayangsari Feralisa Usmarianti Fisnia Pratami Fitayah Fatimah Ramadhani Fitri Angraini Fitri Daryanti Fitri Nursilawati Gustira, Yinda Dwi Hana Yakfi Aningsih Heni Siswanto Herda Silviana Herlambang, Agung Putra Herni Idayati Heru Arip Rahman Hakim Heru Prasetyo Heti Kus Endang Hindun Kusuma Dewi Husna, Siti Asmaul I Nyoman Tri Dharma Astika I Wayan Mustika Imam Rejana Indah Yuni Wulandari Indar Agus Susilowati Indri Arnaselis Iqbal Hilal Iqbal Hilal Irma Oktaviani Ismania Triyanova Janie Irma Suryani Joko Setyo Nugroho Julianto Julianto Kahfie Nazaruddin Kahfie Nazaruddin Khoirunnisa Khoirunnisa Kukuh Prasetyo Kurnia Ning Tyas Lady Pramesti Handoko Lady Pramesti Handoko Lailatul Rohmah Lela Tri Indriani Lenny Rahmawati Lia Annisa Lida Sari Lilik Sabdaningtyas Linda Ocviliana Lusy Tri Lestari M Ghufroni An’ars Maharani, Salwa Pramesti Margareta Finasehati Mediyansyah Mediyansyah Mei Ariyanti Meiry Susanti Melisa Alwi Merina Tri Rahma Okta Metha Puspita Mita Rilyanti Moulia Mahyu Muhammad Fuad Muhammad Fuad MUHAMMAD FUAD Muhammad Sabilli Mulyanto Widodo Murniati Murniati Nanda Ulvana Nazella Putri Sari Neli Yana Nesiana Imania Neti Herawati Ni Nyoman Wetty Suliani Ningsih, Iraliya Nuning Anggrainingsih Nur Fadilla Nur Laili Nurfeni Nurfeni Nurlaksana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurrokhmah Prabawati Ocha Holida Pramudiyanti Pramudiyanti Puspita Trie Utami Putri Astari Makki Putri Shima Arifani Putri, Risna Estuning Putri, Tiara Rey Putu Debby Yolanda Qonita Afriyani Qori Tri Arviki Rahayu, Putri Shogita Rahmat Prayogi, Rahmat Reffky Reza Darmawan Reny Handayani Riadi, Bambang Rian Andri Prasetya Riana Dwi Putra Rika Ridiawati Rini Susianti Risca Yumithasari Roni Mustofa Rusada, Nia Sahara Anggraini Sandika Ali Seldatri Hairani Shinta Wulandari Siti Nurlaili Siti Samhati Solly Aryza Sudirman Husin Sukesi Hermansyah Sukmawati Sukmawati Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sumiharni Sumiharni Sumiharni Sumiharni Sunyono Sunyono Supriadi Supriadi Susi Wendhaningsih Susilowati, Indar Agus Takahashi, Tasuku Teguh Teguh Tiara Rey Putri Tika Febi Astuti Tri Adhitya Tri Wahyuni Usmarianti, Feralisa Vemi Puspita Sari Vhica Penida Wahyu Hidayat Wahyu Riyanti Wardani, Okta Adelia Waseso, Dito Jati Wayan Tiadilona Widyasni Amanda Winda Liahani Windi Prawati Windu Budiarta Wira Apri Pratiwi Witono Witono Wulandari, Jesika Yesi Desiana Yesie Lia Dirwanti yoga irawan Yolanda, Putu Debby Yorista Indah Astari Yulia Kusuma Wardani Yulia Kusuma Wardani Zaima Novita