Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN EKOWIRAUSAHA PRODUK DETERGEN DAN EDUKASI HUKUM DAGANG DI DESA AIR NANINGAN Agung Abadi Kiswandono; Sumiharni Sumiharni; Yulia Kusuma WARDANI; Heni Siswanto; Munaris Munaris
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2020): APTEKMAS Volume 3 Nomor 1 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.137 KB) | DOI: 10.36257/apts.v3i1.1935

Abstract

Air Naningan is a village in the district of Air Naningan that has strategic access to the business center (the Air Naningan market). The location of business and marketing for local products can also be found along the road after Pringsewu to Wonosobo, Semaka towards Pesisir Barat and Lampung Barat. It provides benefits to the community to increase entrepreneurship into an eco-entrepreneurship-based. One of the products which is needed by many people and easily made with cheap capital is detergent. Although this product is easy to get, most people consider to buy the product at a cheaper price. The main objective of this community service activities is to assist PKK group of Air Naningan village for producing detergents. In addition, this activities also make the assistance to partner groups in the form of training and practice, brand counseling and labeling and trade law education. It is found that the result of the dedication can increase the participant's knowledge by 65.5% (21.08% to 86.58%). Moreover, the partner group has the ability to make detergent products.
Pengembangan Media Pembelajaran Baca Tulis Permulaan Berlandaskan Karakteristik Siswa Dwi Yulianti; Supriadi Supriadi; Bambang Riadi; Munaris Munaris
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 20 No 3 (2018): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.418 KB) | DOI: 10.21009/jtp.v20i3.9535

Abstract

The purpose of this study is to develop preliminary reading and writing teaching media for the first (1st) grade elementary school students. The method used in this study is the Research and Development (R & D) approach. The results of the study were obtained from the first level of reading and writing teaching media, level 2 and level 3. The results of learning media have undergone various validation tests and shown learning effectiveness. Content validation test results obtained mean rating 4.18, which means the media content is very valid. Language validation test results obtained 4.24 which means that the language of learning media is very good. Design validation results obtained 4.34, which means the teaching media design is very good. The effectiveness data shown that preliminary reading and writing teaching media has mean of 40.75 at 3≤ R˂4, which means that the preliminary reading and writing teaching media categorized as very effective in facilitating students to learn how to read and how to write at the beginning.
Kemampuan Peserta Didik dalam Pengembangan Gerak Tari di Sanggar Stiwang Kabupaten Lampung Barat Seldatri Hairani; Susi Wendhaningsih; Munaris Munaris
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.304 KB)

Abstract

The aim of this study was to describe the students ability in developing motion dance in Stiwang gallery west lampung regency. The problem of the research is about how the students ability in the development of motion dance. There are some types of motion given by the trainer, they are ngerujung, humbak moloh, lipeto, ngiau bias, samber melayang. The students learnt the latitude, then they were be able to combine the latitude with the aspect of dancing, which was exploring part of body. After that, the students were able to combine the level aspect. Third, the students were able to use the tempo. The students were able to master and create the aspect of internal latitude and external latitude. Last, the students were able to move the development of motion smoothly, and do not having any difficulty from the aspects above which the students have been developed, so the students will make dancing sequence from a motion to some latitudes.Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan peserta didik dalam mengembangkan gerak tari di sanggar Stiwang Kabupaten Lampung Barat. Rumusan masalahnya yakni, bagaimana kemampuan peserta didik dalam pengembangan gerak tari. Ada beberapa ragam gerak yang di berikan oleh pelatih yaitu ngerujung, humbak moloh, lipeto, ngiau bias, samber melayang. Peserta didik belajar ragam gerak kemudian memadukan aspek gerak tari yaitu mengeksplorasi anggota tubuh. Setelah itu, peserta didik memadukan aspek level. Yang ketiga peserta didik mampu menggunakan tempo. Peserta didik mampu menguasai dan menciptakan aspek ruang gerak internal dan ruang gerak ekternal. Yang terakhir adalah peserta didik mampu menggerakkan pengembangan gerak dengan lancar, tidak merasa kesulitan dari aspek-aspek diatas yang sudah peserta didik kembangkan, maka peserta didik akan membuat rangkaian gerak dari satu gerak menjadi beberapa ragam gerak.Kata Kunci: gerak tari, kemampuan peserta didik, pengembangan.
Identifikasi Kesulitan Siswa Belajar Gerak Tari Bedana Pada Ekstrakurukuler Tari di SMA Negeri 7 Bandar Lampung I Nyoman Tri Dharma Astika; Munaris Munaris; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.418 KB)

Abstract

This study examines the difficulties of students learning the motion of bedana dance at extracurricular activities at SMA Negeri 7 Bandar Lampung. The theory used is constructivism theory. Techniques for collecting data are observation , interviews and documentation. The implementation of learning the first step students warm up, the teacher delivered the material, and the teacher conducted an evaluation, in the third stage, namely the assessment of students' bedana dancing skills. Difficulties experienced by students are on hand, foot and mendak movements. this was experienced by AD students and MJ at the third meeting. On Wiraga Aspects students are categorized as less, namely students AK and RD while in the Wirama aspect students are categorized as less namely MJ students. The difficulty experienced by these students is caused by internal factors, namely lack of motivation in oneself, in each exercise is always not serious, it is difficult to understand the movements being taught, and lack of flexibility of the body. Penelitian ini mengkaji tentang kesulitan siswa belajar gerak tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 7 Bandar Lampung.Teori yang digunakan yaitu teori konstruktivisme. Teknik untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pelaksanaan pembelajaran langkah pertama siswa melakukan pemanasan, guru menyampaikan materi,dan guru melakukan evaluasi, pada tahap ketiga yaitu penilaian kemampuan menari bedana siswa. Kesulitan yang dialami siswa yaitu pada gerakan tangan, kaki dan mendak. Ini dialami oleh siswa AD dan MJ pada pertemuan ketiga. Pada Aspek Wiraga siswa yang dikategorikan kurang yaitu siswa AK dan RD sedangkan pada aspek Wirama siswa yang dikategorikan kurang yaitu siswa MJ. Kesulitan yang dialami siswa tersebut disebabkan oleh faktor internal yaitu  kurangnya motivasi dalam diri sendiri pada setiap latihan selalu tidak serius,sulit memahami gerakan yang diajarkan dan kurangnya kelenturan tubuh. Kata kunci: ekstrakurikuler, gerak, identifikasi,  tari bedana.
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA PERINTIS 2 BANDAR LAMPUNG Ariyadi Ariyadi; Munaris Munaris; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.903 KB)

Abstract

The problem in this research was how the process and outcomes of sigeh penguten dance in extracurricular activities in SMA Perintis 2 Bandar Lampung. The theory used was the theory of learning. This type of research was qualitative descriptive. Source of the data obtained in this study were dance teachers, 7 students and range of motion sigeh penguten dance. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation and practices testing. Learning was held in eight meetings, teachers used three methods, namely modeling, demonstrations, and exercises. In modeling process, the teacher becomes a model to demonstrate the dance movement. Demonstration after teacher did the modeling process and students followed together, and did the exercises was each student dance the sigeh penguten dance together. Assessment was given through three aspects: movement technique, memorization, and expression. Learning outcomes of sigeh penguten dance in extracurricular activities are "good" at the time of assessment.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan hasil pembelajaran tari sigeh penguten dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMA Perintis 2 Bandar Lampung. Teori yang digunakan yaitu teori pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah guru tari, 7 siswi dan ragam gerak tari sigeh penguten. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Pembelajaran berlangsung selama delapan kali pertemuan, guru menggunakan tiga metode, yaitu metode pemodelan, demonstrasi, dan latihan. Proses pemodelan, guru menjadi model untuk memperagakan gerak tari. Demontrasi setelah guru melakukan proses pemodelan dan siswa mengikuti bersama-sama, dan latihan yaitu setiap siswa secara bersama menarikan tari sigeh penguten. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu teknik gerak, hafalan, dan ekspresi. Hasil pembelajaran tari sigeh penguten dalam kegiatan ekstrakurikuler termasuk kategori baik pada saat penilaian.Kata kunci: metode pembelajaran dan pembelajaran tari sigeh penguten.
Identifikasi Kesulitan Siswa Belajar Gerak Tari Bedana pada Ekstrakurukuler Tari di SMA Negeri 7 Bandar Lampung I Nyoman Tri Dharma Astika; Munaris Munaris; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.741 KB)

Abstract

This study examines the difficulties of students learning the motion of bedana dance at extracurricular activities at Bandar Lampung 7 High School. The theory used is constructivism theory. The research methods used were observation, interviews, documentation, and test techniques. The theory used is learning and discussion methods in bedana dance learning. The data sources of this study are teachers and 8 students. The technique for collecting data is observation, interviews and documentation. The research instruments used were observation, interviews, documentation. Analysis of the data used is data reduction, data presentation, conclusion drawing. The implementation of learning the first steps students warm up, the teacher delivers the material, students are divided into three groups, and the teacher evaluates, in the third stage is the assessment of students' bedana dancing abilities. There are 2 aspects observed, namely, aspects of wiraga and aspects of wirama. The ability to dance bedana in every aspect is good. Penelitian ini meneliti kesulitan siswa dalam mempelajari gerak tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA 7 Bandar Lampung. Teori yang digunakan yaitu teori konstruktivisme.Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik tes.Teori yang digunakan yaitu pembelajaran dan metode diskusi pada pembelajaran tari bedana.Sumber data penelitian ini adalah guru dan 8 siswa.Teknik untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan  yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Pelaksanaan pembelajaran langkah pertama siswa melakukan pemanasan, guru menyampaikan materi, siswa dibagi menjadi tiga kelompok, dan guru melakukan evaluasi, pada tahap ketiga yaitu penilaian kemampuan menari bedana siswa. Ada 2 aspek yang diamati yaitu, aspek wiraga dan aspek wirama.Kemampuan menari bedana pada setiap aspek yaitu baik. Kata kunci: ekstrakurikuler, gerak, identifikasi, tari bedana.
PEMBELAJARAN TARI BEDANA DI SMA MUHAMMADIYAH 2 METRO Andri Ardianto; Munaris Munaris; Fitri Daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.05 KB)

Abstract

The problem in this research was the planning, implementation and evaluation of bedana dance learning outcomes in SMA Muhammadiyah 2 Metro. The theory used was the theory of learning. This type of research was qualitative descriptive. Source of the data obtained in this study were dance teachers, 30 students and a variety of bedana dance movement. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation and testing practices. Bedana dance lesson lasted for eight sessions, learning bedana dance intra curricular includes the planning, implementation, and evaluation of assessment. Teachers used a method which was the demonstration method. Demonstration method is method that demonstrates a variety of bedana dance and ask students to follow along. Bedana dance learning outcomes in intra curricular using individual assessment aspects, namely wiraga, wirama and wirasa gained an average value of 82.4 included into the very well criteria.Permasalahan dalam penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil pembelajaran tari bedana di SMA Muhammadiyah 2 Metro. Teori yang digunakan yaitu teori pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah guru tari, 30 siswa dan ragam gerak tari bedana. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Pembelajaran tari bedana berlangsung selama delapan kali pertemuan, pembelajaran pada intrakurikuler tari bedana meliputi pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penilaian. Guru menggunakan satu metode yaitu metode demonstrasi. Metode demonstrasi adalah metode yang memperagakan ragam gerak tari bedana dan meminta siswa mengikuti bersama-sama. Hasil pembelajaran tari bedana dalam kegiatan intrakurikuler menggunakan aspek penilaian individu yaitu wiraga, wirama dan wirasa diperoleh rata-rata nilai 82,4 tergolong dalam kreteria baik sekali.Kata kunci: Pembelajaran, intrakurikuler, tari bedana.
TIGEL TAREI MASYARAKAT MEGOU PAK TULANG BAWANG DAN IMPLIKASI TERHADAP PEMBELAJARAN SENI TARI Sandika Ali; Munaris Munaris; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.533 KB)

Abstract

This study aims at describing tigel tarei in megou pak society in tulang bawang and its implications in dance learning at SMA. This study uses functional structural theory, theory of the symbol, and behaviorism learning theory. The method which is used in this research is field and literature method, sources of the research are primary data source in the form of direct interview of interviewees, art and culture teacher, eleven students of class X that follows extracurricular dance and books. Secondary data sources in the form of paper, ten kinds of movement tigel tarei. Data collecting techniques used in the research are observation, documentation, and interview. The result of this research shows that tigel tarei is a traditional dance in a wedding party which is developed in Lampung society of pepadun. Tigel tarei is only performed by men only and have a relatively free movement, but has a characteristic that takes elements of flora and fauna.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tigel tarei dalam masyarakat megou pak tulang bawang dan implikasinya dalam pembelajaran seni tari di SMA. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional, teori simbol, dan teori pembelajaran behaviorisme. Metode penelitian yang digunakan adalah metode lapangan dan kepustakaan, sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer berupa wawancara langsung terhadap narasumber, guru seni budaya, sebelas orang siswa kelas X yang mengikuti ekstrakurikuler tari serta buku-buku. Sumber data sekunder berupa paper, dan sepuluh ragam gerak tigel tarei. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tigel tarei merupakan tarian adat dalam pesta perkawinan yang berkembang di daerah masyarakat Lampung beradat pepadun. Tigel tarei hanya dilakukan oleh laki-laki saja dan memiliki gerakan yang relatif bebas, namun memiliki ciri khas yang mengambil unsur flora dan fauna.Kata kunci: megou pak tulang bawang, tigel tarei, pepadun
PEMBELAJARAN MENULIS PUISI Munaris Munaris
Jurnal Bahasa Lingua Scientia Vol 4 No 1 (2012)
Publisher : Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ls.2012.4.1.46-58

Abstract

In general, learning how write a poem can be conducted in two ways: structured, and free writing. Usually those strategies are done without a well-planned procedure. However, ideally a learning process must be well-planned and conducted using clearly-procedural strategies. Munaris 1 Strategy can be the alternative in teaching how to write simple poems and has been well-proven since it has been applied. This strategy concists of four steps: making description of photograph, arranging sentences into lines, simplifying the sentences, and filling out the ideas of the poems. This strategy can be adopted by teachers as personal practices and technique to teach the students to write poems.
TANGGAPAN PEMBACA TERHADAP FAHRI (PERSPEKTIF RESEPSI SASTRA) Munaris Munaris
Jurnal Bahasa Lingua Scientia Vol 2 No 2 (2010)
Publisher : Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ls.2010.2.2.169-181

Abstract

Literature receptive based research is a study which focuses on the readers, which is related to their perspective towards what they read. The objective of this research is to describe the readers’ reception towards the character Fahri. To gain that objective, it is conducted a descriptive-kualitative-hermeunetics research. The source of data is taken form the reception text which is uploaded in the internet. The finding shows that (1) the readers recept Fahri through three dimensions: phyciological, psychological, and sociological; (2) some of the readers’ receptions towards Fahri are negative, and the rest are positive; and (3) the readers are prone to recept Fahri from the dimensions of psychological, sociological, and phyciological. Most readers have positive perspective towards Fahri. This positiveness is expressed through some expression such as Fahri is smart, hard worker, and can be an imitated figure.
Co-Authors Abdul Ageng Firmansyah Adiwena, Maria Widhi Majesta Agung Abadi Kiswandono Alamsyah Alamsyah Alben Ambarita Alfanny Pratama Fauzy Ali Mustofa Ali Mustofa Ali Mustofa Ana Juwita Andri Ardianto Andri Widiastuti Anggraini, Tia Anggun Fitri Anggun Setiana Annisa Diah Pertiwi Annisa Elvira Apri Yanto Arantika Arvi Arini Wastiti Ariyadi Ariyadi Ayu Atidhira Ayu Setiyo Putri Baiti Kurnia Sari Budi Risnawati Buyung Buyung Chairunnisa Pratami Chythia Andhini Desty N Cindy Agustin Cita Dani Apriyanti Citra Winda Ulvia Cucu Sutarsyah Deasy Triyani Saputri Delvi Iskandar Desembri Desembri Desi Iryanti Desti Wulandari Desyandri Desyandri Deta Kristiana Devi Kusmitha Sari Devitalisa M, Wulan Dewi Kartika Sari Dhini, Maudy Sukma Dian Kurniasari Dwi Satria Yuda Edi Suyanto Edi Suyanto Eka Meliani Eka Sofia Agustina Eka Sofia Agustina Eko Rusminto, Nurlaksana Eli Ermawati Elliyanti Elliyanti Evita Fratiwi Farida Ariyani farida ariyani Fathimah Nurhalimah S Faturrohman, Aji Fauzie Purnomo Sidi Febri Ramadani Febriel Mayangsari Feralisa Usmarianti Fisnia Pratami Fitayah Fatimah Ramadhani Fitri Angraini Fitri Daryanti Fitri Nursilawati Gustira, Yinda Dwi Hana Yakfi Aningsih Heni Siswanto Herda Silviana Herlambang, Agung Putra Herni Idayati Heru Arip Rahman Hakim Heru Prasetyo Heti Kus Endang Hindun Kusuma Dewi Husna, Siti Asmaul I Nyoman Tri Dharma Astika I Wayan Mustika Imam Rejana Indah Yuni Wulandari Indar Agus Susilowati Indri Arnaselis Iqbal Hilal Iqbal Hilal Irma Oktaviani Ismania Triyanova Janie Irma Suryani Joko Setyo Nugroho Julianto Julianto Kahfie Nazaruddin Kahfie Nazaruddin Khoirunnisa Khoirunnisa Kukuh Prasetyo Kurnia Ning Tyas Lady Pramesti Handoko Lady Pramesti Handoko Lailatul Rohmah Lela Tri Indriani Lenny Rahmawati Lia Annisa Lida Sari Lilik Sabdaningtyas Linda Ocviliana Lusy Tri Lestari M Ghufroni An’ars Maharani, Salwa Pramesti Margareta Finasehati Mediyansyah Mediyansyah Mei Ariyanti Meiry Susanti Melisa Alwi Merina Tri Rahma Okta Metha Puspita Mita Rilyanti Moulia Mahyu Muhammad Fuad Muhammad Fuad MUHAMMAD FUAD Muhammad Sabilli Mulyanto Widodo Murniati Murniati Nanda Ulvana Nazella Putri Sari Neli Yana Nesiana Imania Neti Herawati Ni Nyoman Wetty Suliani Ningsih, Iraliya Nuning Anggrainingsih Nur Fadilla Nur Laili Nurfeni Nurfeni Nurlaksana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurrokhmah Prabawati Ocha Holida Pramudiyanti Pramudiyanti Puspita Trie Utami Putri Astari Makki Putri Shima Arifani Putri, Risna Estuning Putri, Tiara Rey Putu Debby Yolanda Qonita Afriyani Qori Tri Arviki Rahayu, Putri Shogita Rahmat Prayogi, Rahmat Reffky Reza Darmawan Reny Handayani Riadi, Bambang Rian Andri Prasetya Riana Dwi Putra Rika Ridiawati Rini Susianti Risca Yumithasari Roni Mustofa Rusada, Nia Sahara Anggraini Sandika Ali Seldatri Hairani Shinta Wulandari Siti Nurlaili Siti Samhati Solly Aryza Sudirman Husin Sukesi Hermansyah Sukmawati Sukmawati Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sumiharni Sumiharni Sumiharni Sumiharni Sunyono Sunyono Supriadi Supriadi Susi Wendhaningsih Susilowati, Indar Agus Takahashi, Tasuku Teguh Teguh Tiara Rey Putri Tika Febi Astuti Tri Adhitya Tri Wahyuni Usmarianti, Feralisa Vemi Puspita Sari Vhica Penida Wahyu Hidayat Wahyu Riyanti Wardani, Okta Adelia Waseso, Dito Jati Wayan Tiadilona Widyasni Amanda Winda Liahani Windi Prawati Windu Budiarta Wira Apri Pratiwi Witono Witono Wulandari, Jesika Yesi Desiana Yesie Lia Dirwanti yoga irawan Yolanda, Putu Debby Yorista Indah Astari Yulia Kusuma Wardani Yulia Kusuma Wardani Zaima Novita