Claim Missing Document
Check
Articles

DEVELOPMENT OF A PROJECT-BASED CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MODEL TO IMPROVE ENGLISH WRITING SKILL Murnia Suri; Rafni Fajriati; Fitriliana Fitriliana; Emilia Aini
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5893

Abstract

This study aims to develop and examine the effectiveness of a Contextual Teaching and Learning (CTL) model integrated with Project-Based Learning (PjBL) in improving students’ English writing skills. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The participants of this study were 69 students from the Public Health Study Program at Universitas Ubudiyah Indonesia. The instruments used in this study included writing tests (pre-test and post-test), observation and questionnaires. The results showed that the mean score of the pre-test was 54.2, which increased to 76.8 in the post-test. The result of the paired sample t-test indicated that the improvement was statistically significant. In addition, the observation results revealed that students were more active and engaged during the learning process, while the questionnaire results showed positive responses toward the implemented learning model. In conclusion, the CTL model integrated with Project-Based Learning is effective in improving students’ English writing skills. It also enhances students’ motivation, participation, and engagement in the learning process, particularly in the context of higher education. Keys words: Contextual Teaching and Learning; Project-Based Learning; Writing Skills; Instructional Model Development
PERLINDUNGAN KESEJAHTERAAN ANAK DI KOTA BANDA ACEH (STUDI TERHADAP IMPLEMENTASI QANUN NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK) Fitriliana Fitriliana; Zawil Fadhli; Murnia Suri; Herawati Herawati; Azirah Azirah
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 8 No. 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v8i2.6054

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi Banyak anak yang termasuk dalam kategori anak rawan anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Perlindungan anak adalah segala usaha yang dilakukan untuk menciptakan kondisi agar setiap anak dapat melaksanakan hak dan kewajiban demi perkembangan dan pertumbuhan anak secara wajar baik fisik, mental dan social. Hadirnya Qanun Nomor 11 Tahun 2008 tentang perlindungan anak untuk meminimalisir terjadinya eksploitasi terhadap anak. Dari hasil penelitian peran dan fungsi Dinas Sosial melaksanakan pembinaan kesejahteraan social, pelayanan dan rehabilitasi sosial, Dinas Sosial Belum maksimal dalam menangani anak terlantar karena mempunyai keterbatasan di karenakan setiap tahunnya jumlah tinggi anak terlantar sedangkan dana yang tersedia terbatas sehingga kendalanya sumber daya manusia yaitu prasarana dan sarana tidak ada seperti rumah penampungan anak terlantar Kata Kunci: Perlindungan, Kesejahteraan anak, Implementasi Qanun No 11 Tahun 2008.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Fitriliana Fitriliana; Lisnawati Lisnawati; Murnia Suri; Eva Susanna; Zawil Fadhli; Herawati Herawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.6059

Abstract

Kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan terus mengalami peningkatan dan menjadi ancaman serius terhadap terpenuhinya hak-hak peserta didik untuk memperoleh lingkungan belajar yang aman dan bermartabat. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan dampak fisik dan psikologis bagi korban, tetapi juga menghambat proses pendidikan serta perkembangan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dalam perspektif hukum Islam, serta mengkaji relevansi antara ketentuan hukum positif di Indonesia dengan prinsip-prinsip perlindungan yang diajarkan dalam Islam. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum Islam, Al-Qur'an, hadis, serta jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap korban kekerasan seksual melalui prinsip hifz al-nafs (perlindungan jiwa), hifz al-'ird (perlindungan kehormatan), dan hifz al-nasl (perlindungan keturunan) sebagai bagian dari maqasid syariah. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan kebijakan hukum nasional yang menekankan pencegahan, perlindungan korban, penegakan hukum, serta pemulihan hak-hak korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi nilai-nilai hukum Islam dalam penyusunan kebijakan dan sistem perlindungan di lingkungan pendidikan melalui pendidikan karakter, penguatan etika, serta peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan seksual. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Kekerasan Seksual, Lingkungan Pendidikan, Hukum Islam.
PENEGAKAN HUKUM DAN IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA Fitriliana Fitriliana; Lisnawati Lisnawati; Murnia Suri; Eva Susanna
JOURNAL OF LAW AND GOVERNMENT SCIENCE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penegakan hukum dalam implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewar-ganegaraan merupakan aspek penting dalam menjaga kejelasan status kewarganegaraan dan perlindungan hak-hak warga negara di Indonesia. Undang-undang ini dibuat sebagai jawaban atas kebutuhan pembaruan Pengaturan kewarganegaraan yang bersifat lebih inklusif serta mam-pu menyesuaikan diri dengan perubahan sosial, politik, dan tantangan global. Penelitian ini ber-tujuan untuk mengkaji seberapa efektif pelaksanaan UU tersebut dalam konteks hukum dan praktik administratif, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normative dan analisis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun UU No. 12 Tahun 2006 menyediakan kerangka hukum yang komprehensif, masih terdapat tantangan dalam penegakan hukum, terutama terkait birokrasi, kurangnya pemahaman aparat, dan kompleksitas kasus kewarganegaraan ganda, Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem administrasi kewarganegaraan, peningkatan literasi hukum bagi masyarakat dan peningkatan sosialisasi agar penegakan hukum kewarganegaraan lebih efektif, serta perlindungan hak warga negara dapat terjamin secara optimal. Kata Kunci: Penegakan hokum, Undang-Undang, Kewarganegaraan
PENERAPAN PROGRAM EDUKASI KESEHATAN TENTANG CEGAH DIABETES (CERDIK) DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PRILAKU SEHAT DI DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH Kesumawati Kesumawati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Ismiati Ismiati; Ella Frisella; Eva Susanna; Fitriliana Fitriliana; Murnia Suri; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. pada pasien DM, Sel-sel dalam tubuh berhenti berespon terhadap insulin atau pankreas berhenti memproduksi insulin, hal ini mengakibatkan hiperglikemia sehingga dalam waktu tertentu dapat menyebabkan komplikasi metabolik akut, selain itu dalam jangka panjang hiperglikemia menyebabkan komplikasi neuropatik. Diabetes sendiri memiliki 3 tipe yakni diabetes melitus tipe 1 yang mana terjadi ketika pankreas tidak dapat membuat cukup insulin untuk tubuh. Biasanya muncul npada usia anak-anak atau remaja, dan dapat didiagnosa pada pria maupun wanita. Kemudian diabetes melitus tipe 2 dimana umumnya 90-95% penderita berada pada usia di atas 40 tahun. Meskipun pankreas masih dapat membuat insulin, namun kualitasnya buruk dan tidak berfungsi dengan baik sehungga meningkatkan gula darah. Pasiennya tidak perlu suntikan insulin tapi harus mengkonsumsi obat oral atau tablet. Selanjutnya diabetes gestational dimana disebabkan perkembangan hormon pada wanita hamil yang menyebabkan resistensi insulin.Kata kunci : Diabetes Melitus, Cerdik, Obesitas, Hiperglikemia
MENGENAL DAN MENCEGAH PENULARAN TUBERKULOSIS: EDUKASI KESEHATAN DI LINGKUNGAN MASYARAKAT PUSKESMAS BAITURRAHMAN Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Fitria Fitria; Murnia Suri; Syarifah Yanti Astryna; Syarifah Asyura; Kesumawati Kesumawati; Fauziah Andika; Muhammad Naufal; Ida Mukhlisa; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai cara penularan dan pencegahan TBC menjadi salah satu faktor tingginya penyebaran penyakit ini.Tujuan Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga mengenai TBC melalui edukasi kesehatan di lingkungan Puskesmas Baiturrahman. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) beserta Apoteker Banda Aceh dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi, dan pembagian media informasi edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan TBC. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan paru-paru serta aktif dalam upaya pencegahan penularan TBC di lingkungan sekitarnya. 
PENINGKATAN LITERASI MASYARAKAT TENTANG INTERAKSI OBAT DENGAN HERBAL ‘OBATKU AMAN’ DI DESA RUMPET Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Fitria Fitria; Fauziah Andika; Murnia Suri; Syarifah Asyura; Intan Saumi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan obat herbal di masyarakat semakin meningkat karena dianggap lebih alami dan minim efek samping. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai potensi interaksi antara obat modern (obat kimia) dengan herbal masih rendah, sehingga dapat menimbulkan risiko penurunan efektivitas terapi maupun peningkatan efek toksik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang interaksi obat dengan herbal melalui “Obatku Aman” di Desa Rumpet. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, penyuluhan berbasis audiovisual, dan simulasi kasus interaksi obat-herbal yang sering dijumpai. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September 2025. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia produktif dan lansia yang sedang atau berpotensi menggunakan obat dan herbal secara bersamaan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test mengenai pemahaman interaksi obat-herbal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan masyarakat, dari rata-rata 50% sebelum penyuluhan menjadi 85% setelah pelaksanaan. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap dalam berkonsultasi kepada tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat atau herbal secara bersamaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan keamanan penggunaan obat di tingkat masyarakat desa. Kata kunci: Literasi obat, Interaksi obat-herbal, Edukasi masyarakat, Keamanan penggunaan obat, Desa Rumpet. Abstract The use of herbal medicines is increasing in the community because they are considered more natural and have fewer side effects. However, public awareness of the potential interactions between modern (chemical) drugs and herbal medicines remains low, which can lead to a risk of reduced therapeutic effectiveness or increased toxic effects. This community service activity aims to increase public literacy about drug-herbal interactions through "Obatku Aman" in Rumpet Village. The methods used include interactive outreach, audiovisual-based counseling, and simulations of frequently encountered drug-herbal interactions. This activity will be carried out in September 2025. The target group is productive-age and elderly people who are currently or potentially using drugs and herbal medicines simultaneously. Evaluation will be conducted by comparing pre-test and post-test results regarding understanding of drug-herbal interactions. The results of the activity show a significant increase in the level of community knowledge, from an average of 50% before the counseling to 85% after the implementation. In addition, participants showed a change in attitude in consulting with health professionals before using drugs or herbal medicines simultaneously. This activity is expected to become a model for ongoing education to increase awareness and safety of drug use at the village level. Keywords: Drug literacy, drug-herb interactions, public education, drug safety, Rumpet Village.
PENGARUH POLA MAKAN SEIMBANG TERHADAP KESEHATAN TULANG PADA REMAJA DI DESA TIBANG KOTA BANDA ACEH Kesumawati Kesumawati; Syarifah Asyura; Eva Susanna; Fitriliana Fitriliana; Murnia Suri; Ismiati Ismiati; Rouzatun Nisa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesehatan tulang pada masa remaja merupakan faktor penting dalam mencegah osteoporosis dan gangguan muskuloskeletal di usia dewasa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan pola makan seimbang yang mencukupi kebutuhan zat gizi, khususnya kalsium, fosfor, vitamin D, dan protein. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pengaruh pola makan seimbang terhadap kesehatan tulang di Desa Tibang, Banda Aceh. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan melalui kuesioner. Sasaran kegiatan adalah remaja usia 12–18 tahun yang berdomisili di Desa Tibang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang dan hubungannya dengan kesehatan tulang. Selain itu, peserta menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap penerapan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembentukan perilaku hidup sehat pada remaja guna mendukung pertumbuhan dan kesehatan tulang yang optimal. Kata kunci: pola makan seimbang, kesehatan tulang, remaja, pengabdian masyarakat ________________________________________ Abstract Bone health during adolescence plays a crucial role in preventing osteoporosis and musculoskeletal disorders in adulthood. One effective effort to maintain bone health is the implementation of a balanced diet that meets nutritional requirements, particularly calcium, phosphorus, vitamin D, and protein. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge and awareness regarding the effect of a balanced diet on bone health in Tibang Village, Banda Aceh. The methods included health education sessions, interactive discussions, and evaluation of participants’ knowledge before and after the activity using questionnaires. The target group consisted of adolescents aged 12–18 years living in Tibang Village. The results showed an improvement in adolescents’ understanding of the importance of balanced nutrition and its relationship with bone health. Participants also demonstrated a more positive attitude toward adopting healthy eating habits in their daily lives. This activity is expected to serve as an initial step in promoting healthy lifestyle behaviors among adolescents to support optimal growth and bone health. Keywords: balanced diet, bone health, adolescents, community service