Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Model Evaluasi Pembelajaran Humanistik Religius: Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Untuk Pembentukan Karakter Siswa: A. Konsep Evaluasi Pembelajaran dalam Pendidikan Islam Siregar , Yahpuri Ayunda; Amanda, Nadya Rizki; Ramadani, Putri Amalia; Hazli, Muhamad Khairul; Rahadian, Alip; Amra, Abhanda
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.846

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan model evaluasi pembelajaran humanistik religius sebagai upaya memperkuat paradigma pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal. Selama ini, evaluasi pembelajaran cenderung berfokus pada aspek kognitif, sementara dimensi moral dan spiritual peserta didik sering terabaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pengembangan yang bertujuan menghasilkan model evaluasi pembelajaran berbasis nilai-nilai pendidikan Islam serta menguji pengaruhnya terhadap pembentukan karakter Islami siswa. Sampel penelitian berjumlah 100 siswa dari SMPN 2 Batusangkar, SMPN 3 Batusangkar, dan MTsN 6 Batusangkar. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert lima tingkat dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, korelasi Pearson, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen model evaluasi yang dikembangkan valid dan reliabel, dengan nilai korelasi r = 0,742 dan koefisien determinasi R² = 0,551, yang berarti model ini berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter Islami siswa. Model evaluasi humanistik religius menempatkan proses penilaian bukan hanya sebagai alat ukur akademik, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter yang menyentuh ranah kognitif, afektif, dan spiritual secara terpadu.
Pengembangan Sistem Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Taksonomi Bloom Revisi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik di SMAN 1 Gunung Talang Putri, Yuliana; Amra, Abhanda; Yoma, Abdul Razzak; Amri, Irzan; Wince, Wince
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi sistem evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Taksonomi Bloom Revisi guna meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills/HOTS) peserta didik di SMAN 1 Gunung Talang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 72% instrumen evaluasi yang digunakan masih mengukur kemampuan berpikir tingkat rendah (Lower-Order Thinking Skills/LOTS), sedangkan hanya 18% yang mencapai tingkat HOTS. Sebagai respon, dikembangkan sistem evaluasi digital yang mengintegrasikan matriks dua dimensi taksonomi Anderson dan Krathwohl serta 48 indikator HOTS yang diadaptasi dalam konteks pembelajaran PAI. Hasil validasi ahli menunjukkan skor Aiken’s V sebesar 0,842 yang menandakan validitas tinggi, sedangkan uji kepraktisan menghasilkan skor rata-rata 0,785. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan valid dan praktis untuk diterapkan di kelas. Integrasi Google Workspace meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi praktik evaluasi, sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dalam penilaian autentik berbasis teknologi. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan memperluas penerapan Taksonomi Bloom Revisi dalam pendidikan Islam dan secara praktis menghadirkan model evaluasi digital inovatif yang kontekstual dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan evaluatif peserta didik.
Pengembangan E-Modul Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter Berbasis Lingkungan Syafnidawati, Syafnidawati; Munir, Sirajul; Jamilus, Jamilus; Amra, Abhanda; David, David; B.S, Iman Asroa
AS-SABIQUN Vol 8 No 2 (2026): MARET
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v8i2.6096

Abstract

Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam, PAI) learning at SMPN 3 Lintau Buo Utara is still dominated by conventional approaches, lacks learning modules aligned with students’ needs, does not yet integrate instruction with the surrounding learning environment, and has not fully optimized the use of technology, thereby necessitating the development of more contextual and interactive teaching materials. This study aimed to develop an environment-based PAI and Budi Pekerti e-module to support environment-based learning. The research employed a research and development method using the ASSURE model with eighth-grade students at SMPN 3 Lintau Buo Utara. Needs analysis data were collected using interview guidelines and analyzed with the Miles and Huberman technique, while validity test data were obtained through validation sheets and analyzed using Aiken’s V formula. Practicality test data consisted of quantitative data collected using student response questionnaires and analyzed with the Degree of Achievement formula, as well as qualitative data obtained through interviews and analyzed using the Miles and Huberman technique. The needs analysis results indicated that an environment-based PAI and Budi Pekerti e-module was highly necessary to develop. The resulting e-module demonstrated a high level of validity, with scores of 0.85 for media validation and 0.92 for content validation, and very high practicality with a score of 93.7 from 45 respondents, further supported by interview findings showing that the e-module was very practical for use in instruction. Accordingly, the environment-based PAI and Budi Pekerti e-module developed in this study is deemed highly valid and highly practical for implementation in classroom learning activities.
Analysis of differences in teacher professionalism in terms of gender and length of service Saputra, Septia Irnanda; Munir, Sirajur; Herlina, Elda; Amra, Abhanda; Jamilus, Jamilus
Indonesia Auditing Research Journal Vol. 15 No. 1 (2026): Auditing, Finance, IT Plan, IT Governance, Risk
Publisher : Institute of Accounting Research and Novation (IARN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/arj.v15i1.625

Abstract

professionalism is a key factor in improving the quality of education. However, in practice, there are still discrepancies between empirical findings and normative assumptions regarding the influence of teacher demographic characteristics, particularly gender and tenure, on teacher professionalism. Some studies indicate differences in professionalism based on gender and teaching experience, while others show inconsistent results. This uncertainty raises the need for empirical studies to objectively examine the influence of gender and tenure on teacher professionalism. This study aims to analyze teacher professionalism in terms of gender and tenure, and to examine the interaction between these two variables on teacher professionalism. This study used a quantitative approach with a survey method of 42 teachers. Data were analyzed using the t-test, Two-Way ANOVA, and the nonparametric Mann–Whitney test. Limited interviews were conducted as supporting data to strengthen and clarify the results of the statistical analysis. The results showed that gender and tenure did not significantly influence teacher professionalism, either partially or simultaneously, and there was no significant interaction between gender and tenure on teacher professionalism. These statistical findings were reinforced by interview results, which showed that teachers carry out professional duties based on the same competency standards regardless of gender or tenure. This study concludes that teacher professionalism is more influenced by school systems and culture than by individual demographic characteristics. These findings have implications for competency-based teacher professional development and strengthening teacher development systems in schools.