Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Antibiotic Therapy Accuracy and Drug Interaction in Pneumonia Inpatients at The Islamic Hospital Jakarta Cempaka Putih Khairani, Sondang; Manninda, Reise; Ariani, Lusiana; Iskandar, Benni; Hidayati, Nabila Nur
Sciences of Pharmacy Volume 4 Issue 4
Publisher : ETFLIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0404456

Abstract

Polypharmacy may increase the risk of drug interactions affecting toxicity and therapeutic efficacy in pneumonia patients. This study aimed to analyse evaluation of pneumonia management, polypharmacy, relationship between polypharmacy and occurrence of drug-drug interactions, and relationship between drug-drug interactions and length of hospital stay of pneumonia patients. The study design used a quantitative descriptive approach with cross-sectional and retrospective data collection and a total sample of 113 samples that met the criteria. Analyses were performed using Spearman's rho correlation test to assess the association of polypharmacy with drug interactions, and the association of drug interactions with length of hospital stay. Medication accuracy was measured using PDPI (The Indonesian Lung Doctors Assosiaciation) guidelines, drug interactions using drugs.com and/or Medscape.com. Results showed 59.29% of patients were female, with the majority aged over 65 (55.65%). Most patients (91.15%) paid with BPJS, 62.61% were hospitalised for 1-5 days and 81.74% had comorbidities. Treatment accuracy in this study was 49.56%. 106 drug interactions were identified in a total of 226 cases. 66% of the interactions were pharmacodynamic with moderate severity (79%), such as the interaction between combivent and ondansetron. Mild pharmacokinetic interactions were common, especially between ranitidine and paracetamol (22 cases). There is a correlation between polypharmacy and drug interactions with a p-value 0.000 and there is a correlation between the number of drug interactions and length of hospitalisation with p-value 0.000. Conclusion of this study is polypharmacy increases the risk of drug interactions and affects the length of hospital stay in pneumonia patients.
Revolusi Kosmetika Topikal Melalui Formulasi Nanogel dan Nanoemulgel: Review Artikel Iskandar, Benni; Hijriyah, Ananda Juhaifa; Usti, Angelika; Bulan, Bulan; Aulia, Natasya; Thahira, Siffa; Octavia, Rickha; Firmansyah, Ferdy; Sari, Seftika
Majalah Farmasetika Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i1.68173

Abstract

Nanoteknologi telah membawa revolusi dalam pengembangan sediaan kosmetika topikal dengan fokus pada peningkatan efektivitas, stabilitas, dan keamanan produk perawatan kulit, seperti krim pelembap, tabir surya, dan krim anti-aging. Artikel ini bertujuan untuk mengulas secara mendalam mengenai formulasi nanogel dan nanoemulgel dalam industri kosmetika, dengan fokus pada manfaat, tantangan, serta masalah keamanan dan toksisitas terkait penggunaannya. Sebagai sistem penghantaran inovatif, nanogel dan nanoemulgel terbukti dapat meningkatkan bioavailabilitas bahan aktif, stabilitas kimia, serta efektivitas senyawa aktif dalam formulasi topikal. Kedua sistem ini juga memungkinkan pelepasan zat aktif secara terkontrol dan meningkatkan penetrasi kulit lebih baik dibandingkan dengan formulasi konvensional. Penggunaan nanoteknologi dalam kosmetika topikal juga berpotensi memberikan perlindungan lebih baik terhadap bahan aktif dari degradasi oksidatif dan fotokimia, yang seringkali mengurangi efektivitas produk perawatan kulit konvensional. Namun demikian, meskipun menawarkan banyak manfaat, masalah terkait keamanan dan toksisitas jangka panjang masih menjadi tantangan utama yang perlu diatasi dalam pengembangan produk kosmetika berbasis nanoteknologi. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut mengenai evaluasi keamanan serta dampak jangka panjang penggunaan nanoteknologi pada kulit sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan penggunaannya. Secara keseluruhan, nanogel dan nanoemulgel memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk kosmetika topikal yang lebih efektif, aman, stabil, dan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan konsumen modern. Diharapkan, pengembangan lebih lanjut dalam aspek formulasi dan evaluasi produk ini akan mendukung terciptanya solusi perawatan kulit yang lebih unggul dan ramah lingkungan. 
Pemanfaatan Aloe Vera sebagai Solusi Baru dalam Perawatan Hidrasi dan Regenerasi pada Kulit : Literature Review Iskandar, Benni; Zalianti, Amelia; Nayla Shafiya, Arifa; Luthfia Meirizka, Fathina; Gideon, Briandy; Nurliza, Era; Ananda, Fhilein; Vania Asshaf, Hanifa; Deriska, Tasya; Khairi Muhtadi, Wildan; Arif, Muhammad
Majalah Farmasetika Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.69148

Abstract

Aloe vera atau tanaman lidah buaya merupakan salah satu bahan alam yang banyak dimanfaatkan dalam industri kosmetik karena kandungan senyawa bioaktifnya yang berpotensi meningkatkan hidrasi dan mendukung regenerasi kulit. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Aloe vera sebagai bahan aktif kosmetik dalam sediaan liquid dan semisolid, khususnya gel, lotion, emulgel dan krim. Metode yang digunakan adalah studi literatur pencarian dengan mesin pencarian basis data “PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar” terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025 sebagai artikel utama, dengan dukungan referensi tambahan hingga sepuluh tahun terakhir. Total sebanyak (n=15) artikel utama berhasil melewati proses sreening sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pada review ini, kemudian keseluruhan artikel dianalisis berdasarkan jenis sediaan, parameter evaluasi fisikokimia, efektivitas hidrasi kulit, serta potensi regenerasi kulit. Hasil review menunjukkan bahwa sediaan gel Aloe vera merupakan bentuk yang paling dominan dan efektif, dengan pH yang sesuai dengan pH fisiologis kulit, stabil secara fisik, serta mampu meningkatkan kelembapan kulit dan menurunkan kehilangan air transepidermal. Selain itu, Aloe vera juga menunjukkan aktivitas biologis yang mendukung regenerasi kulit melalui efek antiinflamasi dan antioksidan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Aloe vera memiliki potensi yang kuat sebagai bahan aktif kosmetik berbasis liquid dan semisolid dan layak dikembangkan lebih lanjut dalam formulasi kosmetik modern berbahan alam.
Identification Target Genes for Potential Biomarkers in Endometriosis from Transcriptomics Database Zahlina, Dian; Iskandar, Benni; Adikusuma, Wirawan; Yusuf, Muhammad; Tiara Fani, Rifia; Ocktariyana, Ocktariyana; Darmawi, Darmawi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Volume 17 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v17i1.1281

Abstract

Endometriosis is a common benign gynecological disease characterized by the ectopic growth of endometrial tissue. Its pathogenesis is influenced by complex genetic and epigenetic factors, making diagnosis and treatment challenging. This study aimed to identify molecular pathways and candidate genes associated with endometriosis using transcriptomic data. Three datasets (GSE7307, GSE23339, and GSE25628) were retrieved from the Gene Expression Omnibus (GEO) database and analyzed to identify differentially expressed genes (DEGs). A total of 339 intersecting DEGs were obtained and subjected to Gene Ontology (GO) and Kyoto Encyclopedia of Genes and Genomes (KEGG) enrichment analyses. The results indicated enrichment in biological processes related to epithelial cell proliferation and angiogenesis, cellular components associated with the lysosomal lumen and extracellular matrix, and molecular functions involving Wnt-activated receptor activity and low-density lipoprotein particle binding. Ten genes (TAGLN, C7, TCF21, GATA6, GPC3, FZD7, TCEAL2, KLF2, FMO1, and HOXC6) were identified as potential candidate biomarkers. These findings provide preliminary molecular insights into endometriosis and may support future experimental and clinical studies for biomarker development.
PEMANFAATAN EKSTRAK GREEN TEA (CAMELLIA SINENSIS) DALAM SEDIAAN KOSMETIK : TINJAUAN MEKANISME, STABILITAS DAN EFEKTIVITAS Iskandar, Benni; Bulan, Bulan; Prakoso, M. Fauzan; Istiqomah, Meutya Dwi; Kamil, Muhammad Insan; Marlind, Naya Mahesa; Anouzha, Resty; Aryudhini, Rinda; Maghfirah, Wahyi; Safri, Safri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54045

Abstract

Pemanfaatan bahan alam sebagai bahan aktif kosmetik semakin berkembang seiring meningkatnya tuntutan akan produk yang aman, efektif, dan berkelanjutan. Salah satu bahan alam yang banyak diteliti adalah ekstrak green tea (Camellia sinensis), yang mengandung senyawa bioaktif utama berupa polifenol dan katekin, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG), dengan aktivitas biologis yang cukup. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara kritis pemanfaatan ekstrak green tea dalam sediaan kosmetik dengan menitikberatkan pada mekanisme kerja, stabilitas formulasi, dan efektivitasnya berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh melalui basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan DOAJ. Total didapatkan 16 artikel yang menjadi artikel utama yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini. Artikel yang dianalisis dipilih berdasarkan relevansi topik, kejelasan metodologi, serta keterkaitan dengan aplikasi kosmetik topikal. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak green tea memiliki mekanisme kerja utama sebagai antioksidan dan agen fotoprotektif yang berperan dalam menurunkan stres oksidatif, menghambat kerusakan sel kulit akibat radikal bebas, serta mendukung pencegahan penuaan dini. Dari aspek formulasi, ekstrak green tea banyak diaplikasikan dalam sediaan krim, gel, masker, dan tabir surya dengan karakteristik stabilitas fisik yang baik pada rentang pH fisiologis kulit. Efektivitas sediaan umumnya dipengaruhi oleh konsentrasi ekstrak, jenis basis, dan sistem penghantaran yang digunakan. Namun, sebagian besar penelitian masih terbatas pada uji in vitro dan evaluasi stabilitas sediaan.
Formulasi Lip Tint Alami Ekstrak Stroberi: Peran Tween 80 dan Propilen Glikol Dalam Optimasi Stabilitas dan Aktivitas Antioksidan dengan Menggunakan Design Expert Software Benni Iskandar; Revina Tasya Azkiyah; Wira Noviana Suhery; Rudi Hendra
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.23810

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan formulasi sediaan lip tint berbasis ekstrak buah stroberi (Fragaria x ananassa) sebagai antioksidan alami melalui variasi konsentrasi Tween 80 dan propilen glikol. Optimasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Design Expert versi 13 dengan metode Box-Behnken Design yang menghasilkan 17 formula. Evaluasi mencakup parameter pH, daya sebar, daya lekat, homogenitas, organoleptis, aktivitas antioksidan, uji stabilitas, serta uji iritasi. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak stroberi mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, dan terpenoid, dengan nilai IC₅₀ sebesar 188,29 µg/mL yang tergolong antioksidan kategori sedang. Formula optimum diperoleh pada konsentrasi Tween 80 sebesar 8% dan propilen glikol 5%, dengan prediksi pH 5,64, daya lekat 0,67 detik, daya sebar 5,65 cm, serta nilai desirability 1,00. Hasil verifikasi menunjukkan kesesuaian dengan prediksi dan memenuhi persyaratan mutu sediaan lip tint, baik dari aspek fisik, stabilitas, maupun keamanan. Studi ini membuktikan bahwa ekstrak stroberi berpotensi sebagai pewarna alami sekaligus antioksidan dalam formulasi lip tint yang stabil dan aman digunakan. Kata Kunci: Lip Tint, Fragaria X Ananassa, Pewarna Alami, Antioksidan, Box- Behnken Design This study aimed to optimize the formulation of a lip tint preparation using strawberry (Fragaria x ananassa) extract as a natural antioxidant by varying the concentrations of Tween 80 and propylene glycol. Optimization was carried out using Design Expert version 13 with the Box-Behnken Design method, resulting in 17 formulations. Evaluations were conducted on pH, spreadability, adhesion, homogeneity, organoleptic properties, antioxidant activity, stability, and irritation tests. Phytochemical screening revealed that strawberry extract contains alkaloids, flavonoids, phenolics, and terpenoids, with an IC₅₀ value of 188.29 µg/mL, classified as a moderate antioxidant. The optimum formula was obtained with 8% Tween 80 and 5% propylene glycol, predicting a pH of 5.64, adhesion of 0.67 seconds, spreadability of 5.65 cm, and a desirability value of 1.00. Verification results showed consistency with predictions and met the requirements of a lip tint preparation in terms of physical properties, stability, and safety. These findings demonstrate that strawberry extract has potential as a natural colorant and antioxidant in the formulation of stable and safe lip tint products. 
OPTIMASI DAN UJI AKTIFITAS ANTIOKSIDAN FORMULA TONER MINYAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) Nesa Agistia; Benni Iskandar; Nofriyanti Nofriyanti
Journal of Pharmascience Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v13i1.23886

Abstract

Exposure to free radicals can damage the skin. Green betel leaf oil, which has antioxidant activity, can be formulated into a toner. This study aimed to determine the optimal toner formula and  to evaluate its antioxidant activity. Optimization was performed using a factorial design with two factors: Tween 80 and PEG 400 concentrations. The optimum formula, determined with Design Expert 13, consisted of 10% Tween 80 and 5% PEG 400, with a predicted pH of 5.66 and 99% transmittance. Validation using a One-Sample T-Test showed no significant difference (p > 0.05) between the predicted and actual results. The optimized toner had a pH of 5.69, a transmittance of 99.2%, a particle size of 12.2 nm, and very strong antioxidant activity (IC50 = 43.29 µg/mL). In this research, an optimum toner formula was obtained which has good physical properties and very strong antioxidant activity. 
OPTIMALISASI PENGGUNAAN OBAT MAAG DAN GERD SELAMA BULAN PUASA: EDUKASI KESEHATAN BAGI SISWA MAN 3 KOTA PEKANBARU Benni Iskandar; Neni Frimayanti; Rodhia Ulfa; Irfan Maulana; Haryeni Sastra Anggraini; Kolista Sisilawati; Lala Azela; Mazaya Putri Anabesi; Mulia Rizki; Mutiara Salsabillah; Nadea Zahra Ramadhani; Nadila Putri; Nisa Novrianti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44093

Abstract

Selama bulan Ramadan, individu Muslim yang menderita penyakit maag dan gastroesophageal reflux disease (GERD) mengalami perubahan pola konsumsi obat akibat periode puasa yang berlangsung antara 11 hingga 18 jam. Penyesuaian jadwal ini dapat memengaruhi farmakokinetik obat, berpotensi mengurangi efektivitas terapi jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, edukasi kesehatan menjadi krusial untuk memastikan pemahaman yang tepat mengenai aturan dan waktu penggunaan obat selama berpuasa guna mencapai efek terapi yang optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa MAN 3 Kota Pekanbaru tentang penggunaan obat maag dan GERD yang rasional selama bulan Ramadan. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan interaktif yang didukung dengan media edukasi berupa leaflet dan presentasi PowerPoint. Efektivitas edukasi diukur melalui pre-test dan post-test dengan lembar checklist sebagai instrumen evaluasi. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan siswa setelah edukasi, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa penyuluhan berbasis ceramah, didukung oleh leaflet, secara efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang penggunaan obat maag dan GERD selama bulan puasa.
KOLEST (KONTROL LEMAK SEHAT TUBUH): PENGABDIAN MASYARAKAT DAN PEMBERIAN EDUKASI BAHAYA KOLESTEROL PADA MASYARAKAT KOTA PEKANBARU Benni Iskandar; Audia Ichsania Achmad; Fharisti Kirana; Fitra Ayu Ningsih; Ismail Marzuki; Kismira Hidayati; Liliana Saharani; Melka Febby Arpina; Tiara Andjelie; Wahyuni Wahyuni; Whulan Mudia; Wira Noviana Suhery; Rahmayati Rusnedy; Mustika Furi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.44592

Abstract

Kolesterol  adalah molekul  lipofilik  yang  sangat  penting  bagi  kehidupan  manusia yang memiliki banyak peran dan berkontribusi pada sel yang berfungsi normal. Kolesterol berfungsi sebagai molekul precursor dalam sintesis vitamin D, hormon steroid (kortisol, aldosteron dan androgen adrenal) dan hormon   seks   (testosteron,   estrogen,   dan   progesteron).   Kolesterol   juga   merupakan konstituen   garam   empedu   yang   digunakan   dalam   pencernaan   untuk   memfasilitasi penyerapan vitamin A, D, E dan K yang larut dalam lemak. Tujuan dilakukannya pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya kontrol lemak dengan gaya hidup sehat untuk mengurangi resiko tingginya kadar kolesterol dalam darah. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan sistem konseling dengan memberikan Leaflet kepada Masyarakat di Stadion Utama. Dimulai dari pengisian lembar Checklist (pre-test), pembagian leaflet, edukasi secara lisan terkait judul yang diangkat yaitu “KOLEST (Kontrol Lemak Sehat Tubuh)”, selanjutnya Masyarakat diminta untuk mengisi lembar Checklist (post-test) terkait pemahaman masyarakat terhadap informasi yang telah disampaikan dan diakhiri dengan melakukan cek kolesterol gratis. Berdasarkan hasil yang diperoleh terdapat pengaruh peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan pemberian edukasi dengan nilai p value 0,000 yang artinya ada perbedaan yang signifikan.
STRATEGI BERBASIS MICRONEEDLE UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBERIAN OBAT TRANSDERMAL: LITERATURE REVIEW Benni Iskandar; Ariyana Najwa Nabila Suzarman; Bulan; Mutiara Putri Amri; Rinda Aryudhini; Rivaldo Andy Tanzil; Rizky Fadli Putra; Shelvy Nurhaliza Harianda; Siti Nuraida Harahap; Siti Rahmah; Thoriq El Haque; Neni Frimayanti
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v9i1.2562

Abstract

Microneedle technology has emerged as a promising innovation in transdermal drug delivery, addressing limitations found in conventional methods. Microneedles enable efficient, minimally painful drug administration and enhance the bioavailability of poorly absorbed drugs. Despite their advantages, challenges in design and material selection remain barriers to broader clinical acceptance. Microneedle formulations commonly incorporate liquid and solid lipids as excipients to improve system stability and delivery flexibility. Key parameters such as particle size (PS), polydispersity index (PDI), and encapsulation efficiency (EE) are evaluated to ensure product quality. This study began with a keyword-based literature search, yielding 189 articles. After screening and elimination, 20 journals were selected for in-depth analysis. The literature review indicates that microneedle technology significantly improves drug bioavailability, immune response, and patient comfort compared to traditional injection methods. Moreover, it shows potential in minimizing side effects and enabling more controlled drug release. This research provides insight into microneedles as a new paradigm in drug and vaccine delivery, highlighting their potential for safer and more effective clinical applications.
Co-Authors Adelina Simatupang Agustini, Tiara Tri Akhmad Fajri Widodo Ali Affan Silalahi Almi, Vinny Juliandi Amelia, Sabina Rizky Ami Sari, Rosi Ananda, Fhilein Ananta, Levina Anita Lukman Anita Lukman Anouzha, Resty Antasya, Vaylia Ariani, Lusiana Ariyana Najwa Nabila Suzarman Armon Fernando Aryudhini, Rinda Audia Ichsania Achmad Aufa, Safira AULIA, FIRDA Aulia, Natasya Aulia, Zulikho Azkiyah, Revina Tasya Bulan Bulan, Bulan Citra Safitri Wirman Citra Safitri Wirman Darmawi Darmawi Darmawi Darmawi Darmawi Darmawi Dea Dwi Putri Deni Anggraini Deriska, Tasya deswita Sandra Tsalsabila Ananto Dina Nurmala Sari Dwi, Kurnia Edi Yunara Eka Putra Eka Saputri Nst, Sandry Faridah, Wardatil Faura Desi Anggraini Febrian, Roby Ferdy Firmansya Ferdy Firmansyah Fharisti Kirana Fikri Maulana Fikri Maulana, Fikri Fitra Ayu Ningsih Fitri Renovita Fitri, Rindu Rahmatul FRANSISKA, ELLA Furi, Mustika Gideon, Briandy Gressy Novita Haiyul Fadhli Handini, Wigati Hanum, Widia Haryeni Sastra Anggraini Helfina, Syelfi Hendra, Rudi Hidayati, Nabila Nur Hijriyah, Ananda Juhaifa Humairaq, Shakira Ihsan Ikhtiaruddin Ihsan Ikhtiarudin Ihsanul Hafiz Indah Lestari, Indah Indra Ginting Inggrid. P, Debora Irfan Maulana Ismail Marzuki Istiqomah, Meutya Dwi Khairil Armal Kismira Hidayati Kolista Sisilawati Lala Azela Leny Leny Leny Leny Leny Leny Leny Leny, Leny Leny, Leny Liliana Saharani Lismarianti, Lismarianti Luthfia Meirizka, Fathina M. Fauzan Prakoso M. Hafidz Adi Nugraha Maghfirah, Wahyi Mardani, Atika Nurfadhila Marlind, Naya Mahesa Marvika, Shintia Mayang, Rapi Mazaya Putri Anabesi Melia Sari, Melia Melka Febby Arpina Meri Ernilawati Mira Febrina Mira Janita Muhammad Arif Muhammad Insan Kamil, Muhammad Insan Muhammad Yusuf Muhtadi, Wildan Khairi Mulia Rizki Musyirna Rahmah Nst Mutiara Putri Amri Mutiara Salsabillah Muzdalifah, Siti Nababan, Herbet Nabilla, Revanalia Nadea Zahra Ramadhani Nadila Putri Naibaho, Triana Putri Nasution, Meiliza Putri Nayla Shafiya, Arifa Neni Frimayanti nesa agistia Nesya Ananda Triana Putri Nisa Novrianti Nofriyanti - Nofriyanti Nofriyanti Nova Tantri Silalahi Nugraha, Fajar Muhammad Nur Raudha Nurliza, Era Ocktariyana, Ocktariyana Okla Elfitri Oktavianti, Mimi Otilia, Alisa Peng-Wei, Ching Prakoso, M. Fauzan Prima Aulia Putra Pulpa Susila, Afriani putra, fariz Putri, Amanda Herlina Putri, Atika Putri, Erra Manisa Putri, Rizka Luthfia Ananda Putri, Winda Masayu R. Fikra Nadya Salsabilla Rachel Anastasia R Hutabarat Raesa Tartilla Raesa Tartilla Rahayu, Adnin Rahma Dona Rahmadani, Sriayu Rahmadhani Rahmah, Rizka I’zaa Rahmidasari, Annisa Reise Manninda Rensus Siagian Revina Tasya Azkiyah Rickha Octavia Rickha Octavia Rinda Aryudhini Rinta Maspat Rivaldo Andy Tanzil Rizky Fadli Putra Rodhia Ulfa Rodhia Ulfa Romadhon, Laili Rona Syafira Rudi Erwin Kurniawan Rudi Hendra Rusnedy, Rahmayati S.Farm., M.Farm., Apt, Sondang Khairani Safri Safri Safri Safri Salsabila Lailani Septi Muharni Serlin Partika Sari Shelvy Nurhaliza Harianda Sidabutar, Santa Eni BR Silalahi, Nova Tantri Silvana Anggraini Sitanggang, Joanna Siti Fatimah Hanum Siti Nuraida Harahap Siti Rahmah Suprianto Suprianto Surboyo, Meircurius Dwi Condro Syukrani, Sabila Taqqia Sajja Wanda Tarigan, Jacub Tarisha Nadira Tetty Noverita Khairani Tetty Noverita Khairani Situmorang Thahira, Siffa Thoriq El Haque Tiara Andjelie Tiara Fani, Rifia Tiara Tri Agustini Tiary N Sitohang Uci Tri Azelia Uli Tamba, Evlyn Cyntia Ummi Chairunnisa Usti, Angelika Utami, Zelvy Rahman Vania Asshaf, Hanifa Vaylia Antasya Wahyuni Wahyuni Wei-Ching Peng Whulan Mudia Winata, Hanafis Sastra windi Alfayutia Wira Noviana, Wira Noviana Wirawan Adikusuma Wirman, Citra Safitri Wulandari, Windya Yolanda Yolanda, Yolanda Zahira, Rifka Zahlina, Dian Zalfa Desion, Aufa Zalianti, Amelia Zyzy Permata Dian ⁠ Chindy Retika