Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Penggunaan Limbah Kulit Nanas (Ananas comosus L) untuk Bedak Tabur dan Bedak Padat yang Ramah Lingkungan Leny, Leny; Nasution, Meiliza Putri; Iskandar, Benni; Sari, Melia
Majalah Farmasetika Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i6.67309

Abstract

Nanas merupakan buah yang populer dikalangan masyarakat lokal maupun Internasional karena rasanya enak. Kulit nanas mengandung flavonoid, karotenoid, dan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan. Cahaya ultraviolet (UV) dapat meningkatkan pembentukan sejumlah senyawa reaktif atau radikal bebas pada kulit sehingga dibutuhkan senyawa dengan kemampuan antioksidan untuk mengurangi efek yang merugikan dari radikal bebas. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, meliputi penyiapan sampel, pembuatan ekstrak, pembuatan sediaan bedak tabur dan bedak padat dan evaluasi stabilitas fisik sediaan. Analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menghitung persentase tingkat kesukaan sukarelawan dari data uji hedonik kemudian disajikan dalam bentuk tabulasi dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan bedak tabur bertekstur halus, berwarna putih pucat hingga cream tua. Derajat kehalusan berkisar 6,6 , tidak terdapat butiran kasar, tidak menimbulkan iritasi. Hasil uji cycling test menunjukkan sediaan stabil. Pada uji hedonik, F1 merupakan sediaan bedak tabur yang paling disukai dengan persentase sebesar 86,67% karena memiliki tekstur ringan dan mudah diaplikasikan ke kulit. Pada sediaan bedak padat berbentuk compact, berwarna cream hingga coklat, tidak terdapat butiran kasar, tidak menimbulkan iritasi. Namun pada hasil uji cycling test, F0 tidak stabil karena mengalami keretakan. Pada uji hedonik diperoleh sediaan F2 yang paling disukai dengan persentase sebesar 88,33% memiliki warna yang mudah merata ketika diaplikasikan ke kulit. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol limbah kulit nanas dapat diformulasikan kedalam sediaan bedak tabur dan bedak padat dan mempunyai efek sebagai pemberi pigmen warna pada kulit dan mampu menjaga kulit dari paparan sinar UV. 
Optimizing carrot extract serum (Daucus carota L.) for anti-aging: efficacy in moisturizing and pore size reduction using Box-Behnken design method Iskandar, Benni; Antasya, Vaylia; Nasution, Musyirna Rahmah; Frimayanti, Neni; Peng-Wei, Ching; Khairani, Sondang
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 23 No 2 (2025): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v23i2.1566

Abstract

Carrot extract (Daucus carota L.) contains various bioactive compounds, including vitamins A, B, and C, alkaloids, flavonoids, tannins, anthraquinones, saponins, diterpenes, steroids, beta-carotene, phenols, terpenoids, and minerals, all of which possess antioxidant properties. These compounds are known to help slow down the aging process. The aim of this study was to determine the optimal concentrations of gelling and alkalizing agents, assess their interactions, and evaluate the anti-aging effects of the most effective serum formulation. The formulation was optimized using the Box–Behnken design with two key factors: Carbopol 940 concentration (0.5–1%) and triethanolamine (0.5–1%). The effects on pH, adhesion, and spreadability were evaluated. The best formulation was achieved with 0.837% Carbopol 940 and 0.855% triethanolamine, showing a pH error of 2.45%, adhesion error of 0.76%, and spreadability error of 1.01%, all within acceptable limits (errors < 10%). After four weeks of stability testing, the formulation remained stable, well-mixed, with a pH of 5.16, an adhesion time of 1.60 seconds, and spreadability of 6.73 cm, with no discomfort. The combination of Carbopol 940 and triethanolamine improved the physical properties, enhancing anti-aging effects compared to the base formula. The optimized serum increased skin moisture by 84.62%, reduced pore size by 64.71%, lightened spots by 62.79%, and reduced wrinkles by 67.50%. This indicates the optimized carrot extract serum is stable, safe, and effective as an anti-aging agent, making it a promising natural skincare product.
Penguatan Kesehatan Warga Desa Sungai Petai melalui Inovasi Jamu Instan, Infused Water dan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Terpadu Noviana Suhery, Wira; Iskandar, Benni; Anggraini, Silvana; Sajja Wanda, Taqqia; Maspat, Rinta; Sandra Tsalsabila Ananto, deswita; Alfayutia, windi; Fadhli, Haiyul
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.3.594-602

Abstract

Degenerative diseases such as hypertension, diabetes mellitus, and gout have developed and threaten the quality of life of the community, especially in rural areas. This community service aims to enhance awareness among the residents of Sungai Petai Village about the benefits of instant herbal medicine, infused water, and health education for early detection and maintaining a healthy lifestyle. The method used is service learning with health counseling, demonstration of instant herbal medicine and infused water, and health checks (blood pressure, blood sugar, and uric acid), followed by a pretest and posttest to assess the improvement of health education, with a pretest and posttest to determine the improvement of knowledge. The results showed that the education significantly improved participants' understanding of diseases and health products, with a considerable and sizable overall increase in knowledge at the posttest (80.83). The health check also showed that some participants had health conditions that required further attention.
Formulasi Lip Tint Alami Ekstrak Stroberi: Peran Tween 80 dan Propilen Glikol Dalam Optimasi Stabilitas dan Aktivitas Antioksidan dengan Menggunakan Design Expert Software Iskandar, Benni; Azkiyah, Revina Tasya; Suhery, Wira Noviana; Hendra, Rudi
Journal of Pharmascience Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.23810

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan formulasi sediaan lip tint berbasis ekstrak buah stroberi (Fragaria x ananassa) sebagai antioksidan alami melalui variasi konsentrasi Tween 80 dan propilen glikol. Optimasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Design Expert versi 13 dengan metode Box-Behnken Design yang menghasilkan 17 formula. Evaluasi mencakup parameter pH, daya sebar, daya lekat, homogenitas, organoleptis, aktivitas antioksidan, uji stabilitas, serta uji iritasi. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak stroberi mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, dan terpenoid, dengan nilai IC₅₀ sebesar 188,29 µg/mL yang tergolong antioksidan kategori sedang. Formula optimum diperoleh pada konsentrasi Tween 80 sebesar 8% dan propilen glikol 5%, dengan prediksi pH 5,64, daya lekat 0,67 detik, daya sebar 5,65 cm, serta nilai desirability 1,00. Hasil verifikasi menunjukkan kesesuaian dengan prediksi dan memenuhi persyaratan mutu sediaan lip tint, baik dari aspek fisik, stabilitas, maupun keamanan. Studi ini membuktikan bahwa ekstrak stroberi berpotensi sebagai pewarna alami sekaligus antioksidan dalam formulasi lip tint yang stabil dan aman digunakan. Kata Kunci: Lip Tint, Fragaria X Ananassa, Pewarna Alami, Antioksidan, Box- Behnken Design This study aimed to optimize the formulation of a lip tint preparation using strawberry (Fragaria x ananassa) extract as a natural antioxidant by varying the concentrations of Tween 80 and propylene glycol. Optimization was carried out using Design Expert version 13 with the Box-Behnken Design method, resulting in 17 formulations. Evaluations were conducted on pH, spreadability, adhesion, homogeneity, organoleptic properties, antioxidant activity, stability, and irritation tests. Phytochemical screening revealed that strawberry extract contains alkaloids, flavonoids, phenolics, and terpenoids, with an IC₅₀ value of 188.29 µg/mL, classified as a moderate antioxidant. The optimum formula was obtained with 8% Tween 80 and 5% propylene glycol, predicting a pH of 5.64, adhesion of 0.67 seconds, spreadability of 5.65 cm, and a desirability value of 1.00. Verification results showed consistency with predictions and met the requirements of a lip tint preparation in terms of physical properties, stability, and safety. These findings demonstrate that strawberry extract has potential as a natural colorant and antioxidant in the formulation of stable and safe lip tint products. 
Optimizing carrot extract serum (Daucus carota L.) for anti-aging: efficacy in moisturizing and pore size reduction using Box-Behnken design method Iskandar, Benni; Antasya, Vaylia; Nasution, Musyirna Rahmah; Peng, Wei-Ching
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 23 No. 2 (2025): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v23i2.1566

Abstract

Carrot extract (Daucus carota L.) contains various bioactive compounds, including vitamins A, B, and C, alkaloids, flavonoids, tannins, anthraquinones, saponins, diterpenes, steroids, beta-carotene, phenols, terpenoids, and minerals, all of which possess antioxidant properties. These compounds are known to help slow down the aging process. The aim of this study was to determine the optimal concentrations of gelling and alkalizing agents, assess their interactions, and evaluate the anti-aging effects of the most effective serum formulation. The formulation was optimized using the Box–Behnken design with two key factors: Carbopol 940 concentration (0.5–1%) and triethanolamine (0.5–1%). The effects on pH, adhesion, and spreadability were evaluated. The best formulation was achieved with 0.837% Carbopol 940 and 0.855% triethanolamine,  showing a pH error of 2.45%, adhesion error of 0.76%, and spreadability error of 1.01%, all within acceptable limits (errors < 10%). After four weeks of stability testing, the formulation remained stable, well-mixed, with a pH of 5.16, an adhesion time of 1.60 seconds, and spreadability of 6.73 cm, with no discomfort. The combination of Carbopol 940 and triethanolamine improved the physical properties, enhancing anti-aging effects compared to the base formula. The optimized serum increased skin moisture by 84.62%, reduced pore size by 64.71%, lightened spots by 62.79%, and reduced wrinkles by 67.50%. This indicates the optimized carrot extract serum is stable, safe, and effective as an anti-aging agent, making it a promising natural skincare product.
Analysis of Antibiotic Therapy Accuracy and Drug Interaction in Pneumonia Inpatients at The Islamic Hospital Jakarta Cempaka Putih Khairani, Sondang; Manninda, Reise; Ariani, Lusiana; Iskandar, Benni; Hidayati, Nabila Nur
Sciences of Pharmacy Volume 4 Issue 4
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0404456

Abstract

Polypharmacy may increase the risk of drug interactions affecting toxicity and therapeutic efficacy in pneumonia patients. This study aimed to analyse evaluation of pneumonia management, polypharmacy, relationship between polypharmacy and occurrence of drug-drug interactions, and relationship between drug-drug interactions and length of hospital stay of pneumonia patients. The study design used a quantitative descriptive approach with cross-sectional and retrospective data collection and a total sample of 113 samples that met the criteria. Analyses were performed using Spearman's rho correlation test to assess the association of polypharmacy with drug interactions, and the association of drug interactions with length of hospital stay. Medication accuracy was measured using PDPI (The Indonesian Lung Doctors Assosiaciation) guidelines, drug interactions using drugs.com and/or Medscape.com. Results showed 59.29% of patients were female, with the majority aged over 65 (55.65%). Most patients (91.15%) paid with BPJS, 62.61% were hospitalised for 1-5 days and 81.74% had comorbidities. Treatment accuracy in this study was 49.56%. 106 drug interactions were identified in a total of 226 cases. 66% of the interactions were pharmacodynamic with moderate severity (79%), such as the interaction between combivent and ondansetron. Mild pharmacokinetic interactions were common, especially between ranitidine and paracetamol (22 cases). There is a correlation between polypharmacy and drug interactions with a p-value 0.000 and there is a correlation between the number of drug interactions and length of hospitalisation with p-value 0.000. Conclusion of this study is polypharmacy increases the risk of drug interactions and affects the length of hospital stay in pneumonia patients.
Revolusi Kosmetika Topikal Melalui Formulasi Nanogel dan Nanoemulgel: Review Artikel Iskandar, Benni; Hijriyah, Ananda Juhaifa; Usti, Angelika; Bulan, Bulan; Aulia, Natasya; Thahira, Siffa; Octavia, Rickha; Firmansyah, Ferdy; Sari, Seftika
Majalah Farmasetika Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i1.68173

Abstract

Nanoteknologi telah membawa revolusi dalam pengembangan sediaan kosmetika topikal dengan fokus pada peningkatan efektivitas, stabilitas, dan keamanan produk perawatan kulit, seperti krim pelembap, tabir surya, dan krim anti-aging. Artikel ini bertujuan untuk mengulas secara mendalam mengenai formulasi nanogel dan nanoemulgel dalam industri kosmetika, dengan fokus pada manfaat, tantangan, serta masalah keamanan dan toksisitas terkait penggunaannya. Sebagai sistem penghantaran inovatif, nanogel dan nanoemulgel terbukti dapat meningkatkan bioavailabilitas bahan aktif, stabilitas kimia, serta efektivitas senyawa aktif dalam formulasi topikal. Kedua sistem ini juga memungkinkan pelepasan zat aktif secara terkontrol dan meningkatkan penetrasi kulit lebih baik dibandingkan dengan formulasi konvensional. Penggunaan nanoteknologi dalam kosmetika topikal juga berpotensi memberikan perlindungan lebih baik terhadap bahan aktif dari degradasi oksidatif dan fotokimia, yang seringkali mengurangi efektivitas produk perawatan kulit konvensional. Namun demikian, meskipun menawarkan banyak manfaat, masalah terkait keamanan dan toksisitas jangka panjang masih menjadi tantangan utama yang perlu diatasi dalam pengembangan produk kosmetika berbasis nanoteknologi. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut mengenai evaluasi keamanan serta dampak jangka panjang penggunaan nanoteknologi pada kulit sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan penggunaannya. Secara keseluruhan, nanogel dan nanoemulgel memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk kosmetika topikal yang lebih efektif, aman, stabil, dan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan konsumen modern. Diharapkan, pengembangan lebih lanjut dalam aspek formulasi dan evaluasi produk ini akan mendukung terciptanya solusi perawatan kulit yang lebih unggul dan ramah lingkungan. 
Pemanfaatan Aloe Vera sebagai Solusi Baru dalam Perawatan Hidrasi dan Regenerasi pada Kulit : Literature Review Iskandar, Benni; Zalianti, Amelia; Nayla Shafiya, Arifa; Luthfia Meirizka, Fathina; Gideon, Briandy; Nurliza, Era; Ananda, Fhilein; Vania Asshaf, Hanifa; Deriska, Tasya; Khairi Muhtadi, Wildan; Arif, Muhammad
Majalah Farmasetika Vol. 11 No. 2, Tahun 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.69148

Abstract

Aloe vera atau tanaman lidah buaya merupakan salah satu bahan alam yang banyak dimanfaatkan dalam industri kosmetik karena kandungan senyawa bioaktifnya yang berpotensi meningkatkan hidrasi dan mendukung regenerasi kulit. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Aloe vera sebagai bahan aktif kosmetik dalam sediaan liquid dan semisolid, khususnya gel, lotion, emulgel dan krim. Metode yang digunakan adalah studi literatur pencarian dengan mesin pencarian basis data “PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar” terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025 sebagai artikel utama, dengan dukungan referensi tambahan hingga sepuluh tahun terakhir. Total sebanyak (n=15) artikel utama berhasil melewati proses sreening sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pada review ini, kemudian keseluruhan artikel dianalisis berdasarkan jenis sediaan, parameter evaluasi fisikokimia, efektivitas hidrasi kulit, serta potensi regenerasi kulit. Hasil review menunjukkan bahwa sediaan gel Aloe vera merupakan bentuk yang paling dominan dan efektif, dengan pH yang sesuai dengan pH fisiologis kulit, stabil secara fisik, serta mampu meningkatkan kelembapan kulit dan menurunkan kehilangan air transepidermal. Selain itu, Aloe vera juga menunjukkan aktivitas biologis yang mendukung regenerasi kulit melalui efek antiinflamasi dan antioksidan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Aloe vera memiliki potensi yang kuat sebagai bahan aktif kosmetik berbasis liquid dan semisolid dan layak dikembangkan lebih lanjut dalam formulasi kosmetik modern berbahan alam.
OPTIMASI DAN UJI AKTIFITAS ANTIOKSIDAN FORMULA TONER MINYAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) Agistia, Nesa; Iskandar, Benni; Nofriyanti, Nofriyanti
Journal of Pharmascience Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v13i1.23886

Abstract

Paparan radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Minyak daun sirih hijau memiliki aktifitas antioksidan dan dapat diformulasikan menjadi sediaan toner namun pada formula sebelumnya dihasilkan toner yang keruh. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula optimum toner dan mengetahui aktivitas antioksidan. Metode pada optimasi menggunakan desain faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi tween 80 dan PEG 400. Penentuan formula optimum toner menggunakan Design Expert 13. Formula optimum toner minyak daun sirih hijau menunjukkan hasil formula terbaik tween 80 (10%) dan PEG 400 (5%) dengan prediksi pH 5,66 dan persen transmitan 99%. Pengujian prediksi dan hasil uji dibandingkan dengan One Sample T-Test menunjukkan hasil yang tidak berbeda signifikan dengan nilai signifikansi > 0,05. Formula optimum toner yang dihasilkan memiliki sifat fisik yang baik, ditunjukkan dengan nilai pH 5,69 yang sesuai dengan pH kulit dan persen transmitan 99,2%. Toner minyak daun sirih hijau menunjukkan aktivitas sebagai antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 43,29 µg/mL, ukuran partikel 12,2 nm. Dapat disimpulkan bahwa komposisi formula optimum toner menghasilkan sediaan toner yang memiliki sifat fisik yang baik dan aktivitas antioksidan sangat kuat.
Co-Authors Achmad, Audia Ichsania Adelina Simatupang Agistia, Nesa Agustini, Tiara Tri Alfayutia, Windi Ali Affan Silalahi Almi, Vinny Juliandi Amelia, Sabina Rizky Ami Sari, Rosi Anabesi, Mazaya Putri Ananda, Fhilein Ananta, Levina Andjelie, Tiara Anggraini, Haryeni Sastra Anggraini, Silvana Anita Lukman Anita Lukman Antasya, Vaylia Ariani, Lusiana Armon Fernando Arpina, Melka Febby Aufa, Safira AULIA, FIRDA Aulia, Natasya Aulia, Zulikho Azela, Lala Azkiyah, Revina Tasya Bulan, Bulan Dea Dwi Putri Deni Anggraini Deriska, Tasya Dwi, Kurnia Edi Yunara Eka Putra Eka Saputri Nst, Sandry Faridah, Wardatil Febrian, Roby Ferdy Firmansya Ferdy Firmansyah Fikri Maulana Fikri Maulana, Fikri Fitri Renovita Fitri, Rindu Rahmatul FRANSISKA, ELLA Furi, Mustika Gideon, Briandy Haiyul Fadhli Handini, Wigati Hanum, Widia Helfina, Syelfi Hendra, Rudi Hidayati, Kismira Hidayati, Nabila Nur Hijriyah, Ananda Juhaifa Humairaq, Shakira Ihsan Ikhtiaruddin Ihsan Ikhtiarudin Ihsanul Hafiz Indah Lestari, Indah Indra Ginting Inggrid. P, Debora Irfan Maulana, Irfan Ismail Marzuki Khairil Armal Kirana, Fharisti Leny Leny Leny Leny Leny Leny Leny Leny, Leny Leny, Leny Lismarianti, Lismarianti Luthfia Meirizka, Fathina Maghfirah, Wahyi Mardani, Atika Nurfadhila Marlind, Naya Mahesa Marvika, Shintia Maspat, Rinta Mayang, Rapi Melia Sari, Melia Meri Ernilawati mira febrina Mira Janita Mudia, Whulan Muhammad Arif Muhtadi, Wildan Khairi Musyirna Rahmah Nst Muzdalifah, Siti Nababan, Herbet Nabilla, Revanalia Naibaho, Triana Putri Nasution, Meiliza Putri Nayla Shafiya, Arifa Neni Frimayanti Ningsih, Fitra Ayu Nofriyanti - Nofriyanti Nofriyanti Nova Tantri Silalahi Novrianti, Nisa Nugraha, Fajar Muhammad Nurliza, Era Okla Elfitri Oktavianti, Mimi Otilia, Alisa Peng, Wei-Ching Peng-Wei, Ching Pulpa Susila, Afriani putra, fariz Putri, Amanda Herlina Putri, Atika Putri, Erra Manisa Putri, Nadila Putri, Rizka Luthfia Ananda Putri, Winda Masayu Rachel Anastasia R Hutabarat Raesa Tartilla Raesa Tartilla Rahayu, Adnin Rahma Dona Rahmadani, Sriayu Rahmadhani Rahmah, Rizka I’zaa Rahmidasari, Annisa Ramadhani, Nadea Zahra Reise Manninda Rensus Siagian Rickha Octavia Rizki, Mulia Rodhia Ulfa Romadhon, Laili Rona Syafira Ronapadua Musyirna Rahmah Nasution Sahara dan Emma Susanti Rusnedy, Rahmayati S.Farm., M.Farm., Apt, Sondang Khairani Safri Safri Safri Safri Saharani, Liliana Sajja Wanda, Taqqia Salsabillah, Mutiara Sandra Tsalsabila Ananto, Deswita Septi Muharni Serlin Partika Sari Sidabutar, Santa Eni BR Silalahi, Nova Tantri Sisilawati, Kolista Sitanggang, Joanna Siti Fatimah Hanum Suprianto Suprianto Surboyo, Meircurius Dwi Condro Syukrani, Sabila Tarigan, Jacub Tetty Noverita Khairani Tetty Noverita Khairani Situmorang Thahira, Siffa Tiary N Sitohang Uci Tri Azelia Uli Tamba, Evlyn Cyntia Usti, Angelika Utami, Zelvy Rahman Vania Asshaf, Hanifa wahyuni wahyuni Winata, Hanafis Sastra Wira Noviana, Wira Noviana Wirman, Citra Safitri Wulandari, Windya Yolanda Yolanda, Yolanda Zahira, Rifka Zalfa Desion, Aufa Zalianti, Amelia Zyzy Permata Dian