Claim Missing Document
Check
Articles

Ruang Kelas sebagai Arena Interkultural: Studi Etnografi tentang Praktik Pendidikan Lintas Budaya di SMA Negeri 3 Kupang Timur Kadek Ari Errawan; Putu Nado Swastika; I Wayan Mudana; Ida Bagus Made Astawa; I Made Pageh
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i2.34622

Abstract

This study aims to analyze the classroom as an intercultural arena through an ethnographic investigation of intercultural education practices at SMA Negeri 3 Kupang Timur. The ethnic, linguistic, and socio-cultural diversity of students in East Nusa Tenggara creates complex interactional dynamics within classroom learning processes. Such diversity positions the classroom not merely as an instructional space, but as a social arena in which identity negotiation, meaning-making, and intercultural dialogue continuously unfold. This research employed a qualitative approach using an educational ethnography design to gain an in-depth understanding of participants’ lived experiences, meanings, and everyday practices. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews with 25 informants (the principal, teachers, and students), and document analysis. Informants were selected purposively based on their active involvement in multicultural learning practices within the school context. The findings reveal four major themes: (1) identity negotiation through language use and communicative practices; (2) the formation of solidarity alongside culturally based social boundaries; (3) the implementation of culturally responsive pedagogy by teachers; and (4) the management of tensions and stereotypes in student interactions. These findings demonstrate that the classroom is not a neutral space, but rather a dynamic site of cultural production, reproduction, and transformation where intercultural meanings are continuously constructed. Theoretically, this study contributes to the fields of educational anthropology and intercultural theory by offering an empirical understanding of intercultural educational practices in a secondary school context. Practically, the findings highlight the importance of strengthening teachers’ reflective competence and developing school policies that promote inclusive and culturally responsive education. Future research is recommended to adopt longitudinal or comparative designs in order to broaden the understanding of intercultural dynamics across different educational settings.
Konstruksi Toleransi Siswa dalam Praktik Interaksi Sehari-Hari: Studi Etnografi di SMPK Shining Stars Melisa Br Tarigan; Kadek Rudiana; I Wayan Mudana; Ida Bagus Made Astawa; I Made Pageh
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i2.34624

Abstract

This study aims to analyze how tolerance is constructed through everyday practices at SMPK Shining Star sTimika, a school characterized by multiethnic and multireligious student backgrounds. The issue of tolerance is particularly significant within Indonesia’s plural society, especially in Papua, where complex social and cultural dynamics shape educational interactions. This research employed a qualitative approach using an educational ethnography design to explore meanings, social interactions, and cultural practices that shape tolerant attitudes within the school environment. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews with the principal, teachers, and students, as well as document analysis of school policies and programs. Informants were selected using purposive and snowball sampling techniques based on their active involvement in school activities and cross-cultural interactions. The findings reveal four main themes: (1) cross-identity dialogue in classroom interactions, (2) cross-ethnic collaboration in learning activities, (3) the role of teachers as cultural mediators, and (4) school culture as a symbolic space of tolerance. Tolerance is not merely understood as a normative value but as a social practice constructed through dialogical communication, heterogeneous collaboration, and critical reflection in everyday school life. The study contributes theoretically by reinforcing social constructivist perspectives in intercultural education and offers practical recommendations for schools to design learning strategies and policies that promote inclusive cultures. Future research is encouraged to conduct comparative studies across different schools or regions to broaden contextual understanding.
Implikasi Project-Based Learning Berbantuan 3D Water Cycle terhadap Geographic Skills Siswa dalam Pembelajaran Geografi Ayu Marshanda Hafsari; Ida Bagus Made Astawa; Putu Indra Christiawan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1924

Abstract

Pada satu sisi Geographic Skills siswa rendah, sementara pada sisi lain Geographic Skills memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir spatial siswa sebagai penciri pembelajaran geografi. Berkenaan dengan itu, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh Model Project-Based Learning berbantuan Media 3D terhadap Geographic Skills Siswa dalam pembelajaran geografi. Penelitian dirancang menggunakan Eksperimen Semu dengan pre-test and post-test non-equivalent control group design. Sampel ditentukan melalui multi-stage random sampling, dengan Kelas X-3 SMA Negeri 1 Gerokgak sebagai kelompok eksperimen dan Kelas X-1 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berbantuan media 3D berada pada kriteria sangat baik (95,56), serta terdapat perbedaan Geographic Skills yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (75,63 > 62,34), dengan peningkatan masing-masing sebesar 81,28% dan 47,24%. Uji statistik membuktikan bahwa model PjBL berbantuan media 3D berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Geographic Skills siswa (0,000 < 0,05). Dengan demikian, penerapan PjBL berbantuan media 3D Water Cycle berdampak positif terhadap Geographic Skills siswa di SMA/MA Negeri Kecamatan Gerokgak.
Mewujudkan Sekolah Berwawasan Tri Hita Karana I Komang Wisnu Budi Wijaya Wisnu; Kadek Ayu Astiti; Ni Made Ayu Suryaningsih; Luh Nitra Aryani; Christiani Endah Poerwati; Ismail Nasar; I Made Sutajaya; I Wayan Suja; Ida Bagus Made Astawa
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 3 (2024): September - Desember 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.3.2024.4729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis cara mewujudkan sekolah berwawasan Tri Hita Karana. Urgensi dari penelitian ini adalah untuk memberikan referensi tentang gambaran lingkungan sekolah yang relevan untuk membangun karakter yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Sumber data dari penelitian ini adalah segala referensi yang berkaitan dengan Tri Hita Karana. Syarat referensi yang digunakan adalah berupa jurnal, makalah, prosiding dan literatur lain baik skala nasional maupun internasional yang terbit dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan melalui lima tahapan penelitian mulai dari pengumpulan literatur, seleksi literatur, analisis literature yang terpilih, sintesis dan penarikan kesimpulan. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menyatakan bahwa sekolah berwawasan Tri Hita Karana dapat diwujudkan dengan cara menerapkan berbagai program pendidikan yang sifatnya rutin dan terencana serta dimulai dari tahapan pembiasaan hingga pembudayaan. Peran keluarga dan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mensukseskan sekolah berwawasan Tri Hita Karana.
Model Problem Based Learning Berbantuan Konten Tiktok dalam Pembelajaran Geografi dan Implikasinya Terhadap Kemampuan Literasi Lingkungan Ni Kadek Bintang Cahyani; Ida Bagus Made Astawa; I Gede Budi Arta
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v6i1.97531

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingkat/kemampuan literasi lingkungan siswa masih terkategorikan rendah yang dibuktikan dengan sikap siswa yang dominan acuh terhadap kondisi lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model PBL berbantuan konten Tiktok dalam meningkatkan kemampuan literasi lingkungan siswa dalam pembelajaran Geografi. Desain penelitian ini menggunakan eksperimen semu, dengan subjek penelitian yakni 1 orang guru geografi dan siswa kelas XI yang berjumblah 306 orang dan terbagi atas 6 kelas. Kelompok eksperimen dan kontrol dipilih menggunakan Simple Random Sampling pada kelas yang setara. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes essay dengan instrumen penelitian yang telah divalidasi, kemudian dianalisis dengan tektik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukan Model PBL berbantuan media konten tiktok telah diimplementasikan pada pembelajaran geografi untuk materi Mitigasi dan Adaptasi Kebencanaan dengan kriteria “sangat baik” melalui tahapan pembelajaran. Kedua, Nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen lebih tinggi mencapai 7,43% dibandingkan dengan nilai rata-rata kelompok control. Ketiga, Model PBL berbantuan konten tiktok berpengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi lingkungan siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL berbantuan konten tiktok dalam pembelajaran geografi pada kelompok eksperimen lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi lingkungan siswa dibandingkan dengan penerapan pembelajaran pada kelompok kontrol.
The Implementation of Mind Mapping-Assisted Problem-Based Learning Model in Geography Lessons to Enhance Critical Thinking Skills of SMA: Penelitian Elsia Fitri Hasanah; I Gede Astra Wesnawa; Ida Bagus Made Astawa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4762

Abstract

The low level of critical thinking skills among students in geography lessons in class XI.F at SMA Negeri 3 Singaraja is a problem that needs to be solved. In this regard, a classroom action research (CAR) study was conducted to analyze the application of the Mind Mapping-assisted PBL model in geography lessons and to improve critical thinking skills through the Mind Mapping-assisted Problem-Based Learning model. This study used Kemmis & McTaggart's Classroom Action Research (CAR) design, which was carried out in two cycles with 42 students in class XI F of SMA Negeri 3 Singaraja as the research subjects. Data were collected through observation and tests, then analyzed using descriptive quantitative methods.. The results showed that the application of the Mind Mapping-assisted Problem-Based Learning model went well. Students' critical thinking skills increased by 22.20%. Thus, the Mind Mapping-assisted Problem-Based Learning model is efficacious in improving students' critical thinking skills in geography at SMA Negeri 3 Singaraja.
Studi Komparatif Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Penerapan PBL Berbasis dan Tidak Berbasis Video Animasi: Penelitian Ni Ketut Widnyandari; Ida Bagus Made Astawa; I Putu Sriartha
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5306

Abstract

This study aims to analyze the differences in students' critical thinking skills between classes implementing the Problem-Based Learning (PBL) model based on Canva animated videos and classes without animated videos in geography learning. The study used a comparative quantitative approach and was conducted at SMA Negeri 1 Kubutambahan with a population of 166 grade X students from five classes. The sample was determined using a purposive random sampling technique. Data were collected through observations of the implementation of the learning model and essay tests, then analyzed using descriptive analysis and different tests (t-tests). The results showed a significant difference in students' critical thinking skills, where the use of Canva animated videos in the PBL model provided a greater increase compared to the class without animated videos, although an increase in critical thinking skills also occurred in the non-experimental class.
Peran Media Sosial sebagai Sarana Pengembangan Kompetensi Lintas Budaya Mahasiswa Ni Luh Kadek Rustiawati; Rizkahulmiftah Rizkahulmiftah; I Wayan Mudana; Ida Bagus Made Astawa; I Made Pageh
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i3.35654

Abstract

This study was motivated by the high use of social media among university students, which has the potential to support the development of cross-cultural competence in the digital era. Cross-cultural competence is an essential skill that enables students to interact effectively in an increasingly diverse society. This study aims to describe the level of social media utilization, the level of students’ cross-cultural competence, and the role of social media as a medium that supports the development of cross-cultural competence. A descriptive quantitative approach was employed with a sample of 79 students selected through convenience sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics through mean and percentage calculations. The findings revealed that social media utilization was categorized as high with a mean score of 3.94, while students’ cross-cultural competence was also categorized as high with a mean score of 4.02. The highest indicator of social media utilization was the use of social media to obtain information about other cultures (4.24), whereas the highest indicator of cross-cultural competence was respect for cultural differences (4.39). The findings indicate that social media has the potential to serve as a learning resource that supports the expansion of cultural awareness, strengthens appreciation of diversity, and enhances students’ readiness to interact with individuals from different cultural backgrounds. The study implies the importance of utilizing social media as a learning medium to strengthen multicultural values in Social Studies Education.
Boarding School as A Model for Character Education Development to Realize the Profile of Pancasila Students I Wayan Gustama; Sukadi; Ida Bagus Made Astawa
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v6i1.11055

Abstract

This study aims to analyze the character education model implemented at the boarding school SMAN Bali Mandara and its implications for the Pancasila Student Profile. The background of this research is based on the change in status of SMAN Bali Mandara from a boarding school to a regular school in the 2022/2023 academic year and its impact on student character. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, documentation, and questionnaires directed at the principal, teachers, dormitory head, and students. The results of the study show that boarding schools have advantages in shaping student character through a holistic education program, including intracurricular activities, extracurricular activities, Pancasila Student Profile strengthening projects, and school culture. This research concludes that boarding schools can be an effective model in the development of character education to realize the Pancasila Student Profile.
Hubungan Pengetahuan Geografi dengan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Singaraja Septia Amalia Putri; Ida Bagus Made Astawa; I Gede Budiarta
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.648

Abstract

Kerusakan lingkungan akibat globalisasi diperparah oleh rendahnya sikap peduli lingkungan generasi muda, yang diduga berkaitan dengan penguasaan pengetahuan geografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi hubungan antara Pengetahuan Geografi dan Sikap Peduli Lingkungan. Populasi pada penelitian ini 4.438 orang siswa. teknik analisis pada penelitian ini menggunakan Korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan Geografi memiliki hubungan positif dan signifikan dengan sikap peduli lingkungan siswa SMA di Kota Singaraja. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,556 pada SMA Muhammadiyah 2 Singaraja, 0,454 pada SMA Negeri 2 Singaraja, dan 0,619 pada SMA Negeri 3 Singaraja menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan Geografi yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula sikap peduli terhadap lingkungannya.
Co-Authors ., In&#039 A Sediyo Adi Nugraha Abdi Radinal Saragih Ade Istanty Br Bangun Ahzan, Sukainil Anak Agung Gede Agung Darmawan Anak Agung Gede Sugianthara Anggraeni, Nida Anna Sharah Artini, Nyoman Sri Aryati, Ni Ketut Dian Ayu Marshanda Hafsari Bharata, Ida Bagus Arya Yoga Budiastini, Ni Putu Desi CHRISTIANI ENDAH POERWATI . Cordia, Grassiana Misseri Darmiati, Ni Made Ayu Diah Dewa Made Atmaja Dewi, Kadek Ary Kumala Dewi, Ni Komang Ayu Triadi Dewi, Putu Siska Krisna Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Dhea Vier Nanda Dewi Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Dwipawati, Ni Made Gunarsih Elcy Miranty Sinulingga Elsia Fitri Hasanah Faizatun Nisa' Gita, I Gusti Lanang Mahendra Gregorius Sebo Bito Hafsari, Ayu Marshanda Hamimah, Siti Handayani, Baiq Vina Harefa, Darmawan Haribaik, Made Adelia Suryani Hawali, Rebeka Filda I Gede Algunadi I Gede Algunadi I Gede Arya Sumarabawa I Gede Arya Sumarabawa I Gede Astra Wesnawa I Gede Budi Arta I Gede Budiarta I Gusti Lanang Mahendra Gita I Kadek Arta I Kadek Arta I Ketut Putra Jaya I Ketut Putra Jaya i ketut suratha I Ketut Suratha I Komang Wisnu Budi Wijaya I Komang Wisnu Budi Wijaya Wisnu I Made Pageh I Made Sarmita I Made Sutajaya I Made Sutajaya I Made Tegeh I Made Windu Antara I Nyoman Suditha I Putu Ananda Citra I Putu Sriartha I Wayan Gustama I Wayan Mudana I Wayan Suarsana I Wayan Suja I Wayan Suja I Wayan Treman Ida Ayu Laksmi Yuliasari In&#039;Am Azizur Romadhon . Ismail Nasar Julia Vironika Julia Vironika K. Yunitha Aprillia K. Yunitha Aprillia Kadek Ari Errawan Kadek Ary Kumala Dewi Kadek Ayu Astiti Kadek Ayu Astiti Kadek Rudiana Komang Adi Komang Adi laxmi zahara Luh Nitra Aryani Luh Nitra Aryani Luh Putu Putrini Mahadewi Made Adelia Suryani Haribaik Made Suryadi Made Suryadi Made Visnu Dasa Made Visnu Dasa Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahayani, Ni Nyoman Tri Mahsup, Mahsup Maretanta Ananda Pinasthi Maria Evanrista Roslovenia Ndoi Melisa Br Tarigan Mujiburrahman Mujiburrahman Muslim, Suyitno Nasar, Ismail Ni Kadek Bintang Cahyani Ni Ketut Dian Aryati Ni Ketut Widnyandari Ni Komang Ayu Triadi Dewi Ni Komang Noviani Ni Komang Sinta Ratnasari Ni Luh Desy Dwi Anike Dhamayanti Ni Luh Desy Dwi Anike Dhamayanti Ni Luh Kadek Rustiawati Ni Luh Sri Novi Sumitadewi Ni Luh Yunika Valina Ni Made Ayu Diah Darmiati Ni Made Ayu Suryaningsih Ni Made Gunarsih Dwipawati Ni Nyoman Tri Mahayani Ni Putu Desi Budiastini Ni Putu Dwi Sucita Dartini Ni Putu Sri Astuti Ni Putu Sri Astuti Ni Wayan Ayu Suparmi Nida Anggraeni Nisa', Faizatun Noviani, Ni Komang Nur ‘Azah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nyoman Julita Sari Nyoman Sri Artini Pahriah, Pahriah Pangga, Dwi Piscesita, Brilliantari Boeky Pracintia, A.A.A Ngurah Shinta Putu Ery Kristiani Putu Indra Christiawan Putu Nado Swastika Putu Siska Krisna Dewi Qo'idul Umam Raihan Ade Viernaldi Ratnasari, Ni Komang Sinta Restu Ade Yanti Rizkahulmiftah Rizkahulmiftah Ros Indah Mareta Simanjuntak Rufi'i Sakinah Sakinah Sakinah Sakinah Saragih, Abdi Radinal Septia Amalia Putri Sharah, Anna Simanjuntak, Ros Indah Mareta Suarsana, I Wayan Suditha, I Nyoman Suja, Wayan Sukadi Sukroyanti, Baiq Azmi Suparmi, Ni Wayan Ayu Suryati Suryati Sutajaya, Made sutarjo sutarjo Suyitno Muslim Syamsiar, Syamsiar Taufik Samsuri Umam, Qo'idul Uswatun Hasanah Valina, Ni Luh Yunika Wahyu Sumardeni Yuliasari, Ida Ayu Laksmi