Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Etika Dalam Pandangan Hamka: Relevansinya Dalam Membentuk Akhlak Gen Z Di Era Digital Nurwahida; Fitrianggraini; Abdurrahmansyah; Muhammad Fauzi
FIKRAH Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan etika menurut Hamka dan relevansinya dalam membentuk akhlak Generasi Z di era digital. Generasi Z sebagai generasi digital native menghadapi berbagai tantangan moral, seperti disorientasi nilai, lemahnya keteladanan, serta pengaruh negatif media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap karya-karya utama Hamka seperti Tasawuf Modern, Falsafah Hidup, dan Lembaga Budi. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai inti seperti kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, keikhlasan, dan pengendalian diri yang dikembangkan Hamka masih sangat relevan dengan konteks pendidikan karakter saat ini. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka dan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah serta pembinaan di keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, pemikiran etika Hamka dapat menjadi landasan kuat dalam menghadapi krisis moral dan membentuk pribadi Gen Z yang berakhlak mulia.   Kata Kunci: Pendidikan Etika; Hamka; Generasi Z; Akhlak
Tantangan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta Untuk Meningkatkan Karakter Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah Palembang Muhamad Fauzi; Nadilla Qorinah Azzahrah; Bagas Saputra; Muhammad Ali Ar-Rasidik
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.6500

Abstract

Pendidikan pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter peserta didik. Namun, pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berorientasi pada pencapaian akademik sehingga penguatan nilai karakter belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis peran guru dalam meningkatkan karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KBC mampu menciptakan suasana belajar yang lebih humanis, meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara guru dan siswa. Guru berperan sebagai teladan sekaligus fasilitator dalam menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan spiritual melalui pembiasaan positif di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, implementasi KBC masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman guru, minimnya bahan ajar berbasis KBC, dan kurangnya pelatihan pendukung. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, penyediaan sumber belajar, dan penguatan kebijakan agar penerapan KBC dapat berjalan secara optimal dalam membentuk karakter peserta didik.Pendidikan pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter peserta didik. Namun, pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berorientasi pada pencapaian akademik sehingga penguatan nilai karakter belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis peran guru dalam meningkatkan karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KBC mampu menciptakan suasana belajar yang lebih humanis, meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara guru dan siswa. Guru berperan sebagai teladan sekaligus fasilitator dalam menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan spiritual melalui pembiasaan positif di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, implementasi KBC masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman guru, minimnya bahan ajar berbasis KBC, dan kurangnya pelatihan pendukung. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, penyediaan sumber belajar, dan penguatan kebijakan agar penerapan KBC dapat berjalan secara optimal dalam membentuk karakter peserta didik.
Pelaksanaan Literasi Digital Islami untuk Meningkatkan Literasi dan Akhlak Siswa di SMA Negeri 12 Palembang Syukria Putri Iryani; Muhamad Fauzi; Farel Zahardi; Nadi R Langgah; Alfiah Maqhrobi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5955

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital yang pesat menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam pendidikan, khususnya dalam membentuk kemampuan literasi dan akhlak siswa. Siswa sangat aktif di ruang digital, namun masih banyak yang mengalami kesulitan dalam menyaring informasi dan menerapkan nilai etika saat bermedia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan literasi digital Islami dalam meningkatkan kompetensi literasi dan akhlak siswa di SMAN 12 Palembang. Penelitian ini juga bertujuan mengidentifikasi strategi, faktor pendukung, serta dampak program terhadap perilaku siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pihak sekolah, guru, dan siswa, serta didukung studi kepustakaan dari jurnal dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital Islami dilaksanakan melalui media pembelajaran berbasis digital, pendidikan etika bermedia sosial, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam kegiatan belajar. Guru memanfaatkan platform seperti Canva, PowerPoint, Instagram, dan TikTok untuk menciptakan pembelajaran yang menarik. Siswa menjadi lebih aktif, termotivasi, dan terampil dalam mengakses informasi yang kredibel. Selain itu, siswa menunjukkan etika komunikasi yang lebih baik, kontrol diri yang meningkat, serta penggunaan media sosial yang lebih bijak. Fasilitas sekolah seperti Wi-Fi, proyektor, dan pelatihan guru turut mendukung keberhasilan program. Kesimpulannya, literasi digital Islami merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi sekaligus memperkuat akhlak siswa di era digital.  
Keterpaduan Standar Kompetensi dan Desain Pembelajaran pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islam Az-Zahrah Palembang Arinda Rahmi Auliani; Muhamad Ilham Maulana; Muhamad Fauzi; Widya Wulandari
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : STAI AL-AMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/ejpgmi.v5i1.651

Abstract

 This study aims to analyze the integration between Competency Standards and instructional design in the Islamic Religious Education subject at Az-Zahrah Islamic High School in Palembang. The study employed a descriptive qualitative approach using literature review and field research methods. Data were collected through observations and interviews with Islamic Religious Education teachers. The results show that the instructional design was developed in accordance with the Competency Standards set forth in the curriculum and implemented by adapting teaching methods based on student characteristics. However, challenges remain in implementation, particularly regarding differences in students’ ability to understand the material. Therefore, a variety of teaching methods is necessary to effectively achieve learning objectives. This study confirms that the integration of Competency Standards and instructional design is crucial for improving the quality of PAI instruction.
Dampak Kurikulum Berbasis Cinta terhadap Tingkat Empati dan Perilaku Sosial Siswa SMA Bina Warga 1 Palembang Andika; Lutfiatul Nahdiah Ma'taul Hayat; Revalina Septika; Muhamad Fauzi
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan kurikulum berbasis cinta terhadap tingkat empati dan perilaku sosial siswa. Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan nilai kasih sayang, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa sekolah yang telah menerapkan kurikulum tersebut dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum berbasis cinta memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan empati siswa, yang ditandai dengan kemampuan memahami perasaan orang lain, serta meningkatnya perilaku sosial seperti kerja sama, tolong-menolong, dan sikap saling menghargai. Dengan demikian, kurikulum berbasis cinta dapat menjadi alternatif strategis dalam membentuk karakter siswa yang lebih humanis dan berakhlak mulia.
Optimalisasi Pembelajaran PAI di SMP Sandika: Telaah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, Materi Pokok, Strategi Pembelajaran, dan Sistem Evaluasi Nelpa Sari; Della Septy Anggraini; Muhamad Fauzi; Widya Wulandari
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 2 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/w2araj39

Abstract

Penelitian ini menganalisis optimalisasi pendidikan agama Islam di SMP Sandika terkait standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD), materi pembelajaran, strategi pembelajaran, dan sistem evaluasi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menggabungkan tinjauan pustaka dengan observasi lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, analisis dokumen, dan evaluasi literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan inferensi, menggunakan triangulasi untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama di SMP Sandika selaras dengan kurikulum saat ini, khususnya kurikulum 2013 dan implementasi bertahap kurikulum Merdeka. Materi pembelajaran mencakup Al-Quran dan Hadits, Aqidah, moralitas, fiqih/ibadah, dan sejarah peradaban Islam. Strategi pembelajaran yang diterapkan terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari siswa. Pembelajaran dinilai secara berkelanjutan melalui evaluasi kognitif, afektif, dan psikomotor. Namun, beberapa kendala masih tetap ada, seperti rendahnya motivasi dan konsentrasi siswa akibat pandemi COVID-19, keterbatasan fasilitas dan infrastruktur, serta penggunaan teknologi yang berlebihan. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan sekolah sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong perkembangan pribadi siswa.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Pada Siswa di SD 160 Palembang Zaskia Berliana Zulfa; Zalfa Desmita Maharani; Muhamad Fauzi
ALACRITY : Journal of Education Volume 6 Issue 1 Februari 2026
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v6i1.1068

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun karakter disiplin dan tanggung jawab pada siswa Sekolah Dasar, terutama di tengah berbagai tantangan di era digital yang semakin rumit. Kemajuan teknologi serta media sosial memberikan efek baik dan buruk bagi perilaku siswa, sehingga diperlukan pendekatan sistematis untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam karakter mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami kontribusi guru PAI dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa di SD 160 Palembang serta untuk mengidentifikasi masalah yang muncul dalam proses pembentukan karakter di era digital ini. Metodologi yang diterapkan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informasi dikumpulkan melalui studi kepustakaan, observasi, serta wawancara dengan para guru PAI. Data yang diperoleh dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran yang sangat signifikan sebagai contoh, pembimbing, dan pendorong pengembangan karakter siswa melalui berbagai kegiatan pembiasaan, seperti upacara bendera, yasinan kolektif, sesi membaca surah pendek di jam awal, budaya salam serta salim, dan memberi contoh langsung dalam kehidupan sehari-hari. Masalah yang dihadapi mencakup dampak dari penggunaan gadget, media sosial, minat belajar yang rendah, serta kurangnya pengawasan orang tua terhadap kegiatan digital anak-anak. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama yang kuat antara guru dan orang tua dalam mengawasi, membimbing, dan mengarahkan penggunaan teknologi agar siswa dapat menggunakannya dengan bijak. Dengan pembiasaan yang teratur dan dukungan dari keluarga, diharapkan siswa bisa berkembang menjadi individu yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan berakhlak mulia.
INTEGRASI NILAI-NILAI MODERASI DAN TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Fahmi Mandala Putra; Muhamad Fauzi
FIKRAH Vol 8 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v8i2.20616

Abstract

This article discusses the integration of moderation and tolerance values in Islamic Religious Education (PAI) as an effort to shape students' moderate and tolerant character in society. Through a comprehensive study approach, this research explores teaching methods such as contextual, collaborative, value-based learning, as well as dialogue and simulation methods. The analysis results indicate that integrating these values strengthens mutual respect and appreciation for differences, while preventing extremism and intolerance. By instilling principles of balance and respect for diversity, Islamic religious education contributes to creating social harmony and noble character.
Implementation of an Islamic Personal Development Program in Fostering Students Religious Character at SMA IT Rabbani Muara Enim Mita Haryati; Mardiah Astuti; Muhammad Fauzi
Journal of Educational Sciences Vol. 10 No. 7 (2026): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.10.7.p.715-726

Abstract

This research is motivated by the importance of developing students’ religious character amid increasingly complex social challenges. Religious character development requires not only classroom learning but also continuous habituation and spiritual guidance. This study aims to analyze the implementation of the Islamic Personal Development Program in fostering students’ religious character at SMA IT Rabbani Muara Enim and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. This study employed a qualitative descriptive approach involving one principal, two Islamic Personal Development (BPI) mentor teachers, one Islamic Religious Education (PAI) teacher, and two twelfth-grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman model. The findings revealed that the program was implemented through mentoring sessions, Tahsin Tahfizh Qur’an (TTQ), congregational prayers, MABIT, dhikr, and rihlah activities. These activities contributed to the development of students’ worship discipline, religious awareness, honesty, and responsibility. Supporting factors included school commitment, mentor teachers, and a religious school environment, while inhibiting factors included low student motivation and limited family support. The study concludes that the Islamic Personal Development Program contributed to the development of students’ religious character through habituation, role modeling, and spiritual experiences.
Strategi Pembelajaran Inovatif Pendidikan Agama Isalam (PAI) di SMA Islam Az-Zahra Palembang: Integrasi Tujuan Pembelajaran dan Pendekatan Karakter Berbasis Digital Rahmatul Hasana; Lucy Amelia Ramadhani; Muhamad Fauzi; Widya Wulandari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran inovatif Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengintegrasikan tujuan pembelajaran dengan pendekatan karakter berbasis digital di SMA Islam Az-Zahra Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA Islam Az-Zahra Palembang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan guru PAI serta peserta didik. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi pembelajaran yang fleksibel dengan mengombinasikan berbagai metode, seperti ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, kuis, serta pemanfaatan media digital berupa PowerPoint dan video pembelajaran. Integrasi pendidikan karakter dilakukan tidak hanya melalui kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan keagamaan, seperti salat Dhuha, kultum pagi, ceramah Jum'at, pembacaan Yasin, dan latihan memimpin doa. Pemanfaatan media digital terbukti membantu siswa memahami materi keagamaan secara lebih konkret dan menarik, sehingga mendukung pencapaian tujuan pembelajaran sekaligus penguatan karakter religius. Namun, penelitian juga menemukan beberapa hambatan, yaitu perbedaan karakteristik dan preferensi belajar siswa terhadap media digital serta kecenderungan siswa merasa bosan apabila penggunaan video pembelajaran dilakukan secara berlebihan. Oleh karena itu, keberhasilan pembelajaran inovatif PAI berbasis digital sangat bergantung pada kemampuan guru dalam memadukan teknologi dengan metode pembelajaran interaktif yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Co-Authors Abdullah Idi Abdurahmansyah Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah Abu Mansur Abu Mansyur Agnes Tiara Ahmad Zainuri Airin Mey Lestari Akmal Hawi Alfiah Maqhrobi Alimron, Alimron Amir Hamzah Andika Anggi Renatalia Anita Fatimatus Suriyah Annisa Ardhia Pramesti R.C Ari Mawarni Arinda Rahmi Auliani Bagas Saputra Baldi Anggara Cukup Islamiarso Daffa Aulia Padaya Dea Salsabilla Della Septy Anggraini Dhona Arba Dinda Rizqiya Dwi Anggraini Elly Manizar Emilia Fitri Eprianto Eprianto Era Afriza Ermis Suryana Fahmi Mandala Putra Farel Zahardi Fina Badriyah Fitri Oviyanti Fitri Yani Fitrianggraini Fitriyanti Fitriyanti Gamar Septianita Gesti Puspitasari Gita Oktaviona Hafizh Maulana Nugraha Hana Nuryoja Juniasti Heti Baniati Husnul khotimah Ifa Datuzuhriah Ilma Febiana Indah Dwi Sartika Intan Pahira Irham Falahudin Izza fitri Izzati Izzati Junaidah Juwita Puspita Sari Karoma Karoma Kasinyo Harto Kris Setyaningsih Kukuh Handayani Laysa Zahran Lucy Amelia Ramadhani Lutfiatul Nahdiah Ma'taul Hayat M. Abdul Mutholib Mardeli Mardeli Mardiah Astuti Mardiah Astuti Mira Bella Misyuraidah Misyuraidah Mita Haryati Muh Misdar Muhamad Ilham Maulana Muhamad Yudistira Nugraha Muhammad Ali Ar-Rasidik Muhammad Fadil Annafi Muhammad Isnaini Muhammad Sopan Munirul Ihwan Muqowim Muqowim Mutia Dewi Nadi R Langgah Nadilla Qorinah Azzahrah Nelpa Sari Novia Ballianie Nurul Arifin Nurul Syariah Daulay Nurwahida Nyayu Khodijah Nyimas Atika oktamarina, lidia Parida Rahmatul Hasana Revalina Septika Rohmadi Rohmadi Ruri Septia Ningsih Saipul Annur Sania Salsabilla Siti Halima Tusya'diyah NST Sofyan Sofyan Sukirman Sukirman Syahid Alviansyah Syanurdin Syanurdin Syarif Hidayatullah Idris Syarnubi Syarnubi, Syarnubi Syukria Putri Iryani Tanzila Mawaddah Tiara Wulandari Tiya Anggita Ummi Zahidah Vuvut Budi Saputri Widya Wulandari Widya Wulandari Widya Wulandari Widya Wulandari winda purnamasari Yarmeli Yarmeli Yulia Tri Samiha Yuniar Zalfa Desmita Maharani Zaskia Berliana Zulfa