Claim Missing Document
Check
Articles

Card Bloodless : Inovasi Alat Ukur Kolesterol Non – Invasive Deteksi Dini Kadar Kolesterol dengan Pengaplikasian Arduino Uno Dharmajaya Gisu, I Ketut Budi; Lalu Srigede; Yudha Anggit Jiwantoro; Ari Khusuma
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.193

Abstract

Latar Belakang: Kadar Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penyakit henti jantung atau serangan jantung dan stroke yang merupakan penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia. Kolesterol merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi jika kadar Kolesterol tidak sesuai dengan nilai normal yang ada, maka zat ini akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Identifikasi dan pemantauan kadar kolesterol menjadi hal kritis dalam upaya pencegahan penyakit. Kolesterol umumnya dapat di pantau dengan menggunakan alat – alat Kesehatan dengan metode invasive yang mengharuskan pasien datang ke fasilitas layanan Kesehatan. Dengan metode invasive tidak jarang terjadi human error yang menyebabkan kesalahan atau trauma luka pada pasien. Hal ini yang menjadi alasan peneliti untuk mengembangkan inovasi alat ukur kadar kolesterol dengan metode non – invasive sebagai alternatif pemeriksaan yang tidak menimbulkan trauma luka pada pasien. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kadar kolesterol dengan metode non – invasive dengan menggunakan Arduino Uno dan TCRT5000 yang dapat meniadakan trauma luka pada pasien saat pemeriksaan. Metode Penelitian: Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Research and Development, peneliti melakukan uji kelayakan Card Bloodless kepada 15 pasien dengan perbandingan POCT sebagai control. Hasil Penelitian: Berdasarkan data yang diperoleh, Card Bloodless dapat melakukan uji kadar kolesterol tanpa menimbulkan trauma pada pasien. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa alat Card Bloodless dapat dijadikan sebagai alat konvensional yang memiliki nilai akurasi dan presisi yang hampir sama dengan alat konvensional lain dengan keunggulan tanpa harus menggunakan sampel darah yaitu dengan metode Non – Invasive. 
Pengaruh Jenis Pengobatan terhadap Kadar Gula Darah 2 Jam Post Prandial pada Pasien Diabetes Melitus Tipe-2 Jasmine Chairunnisa; Agrijanti; Ari Khusuma; Pancawati Ariami
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 disebabkan oleh gangguan sekresi atau fungsi insulin yang menyebabkan akumulasi glukosa dalam darah, sehingga merusak organ seperti jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Prevalensi diabetes di Indonesia meningkat signifikan, dengan 19,5 juta penderita pada 2021 menurut IDF, termasuk 64.544 kasus di Nusa Tenggara Barat pada 2023. Pengukuran gula darah 2 jam post prandial penting untuk menilai efektivitas pengobatan dalam mengontrol glukosa pasca makan. Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pengobatan metformin, glibenklamid, dan kombinasi metformin-glibenklamid terhadap kadar gula darah 2 jam post prandial pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Selain itu, menganalisis mekanisme kerja obatobatan tersebut dalam menurunkan glukosa darah untuk meningkatkan pengendalian glikemik. Metode Penelitian: Penelitian analitik observasional potong lintang menggunakan data sekunder dari 96 rekam medis pasien DM Tipe 2 di RSUD Patut Patuh Patju periode JanuariDesember 2024, dengan sampel purposive (32 metformin, 32 glibenklamid, 32 kombinasi). Analisis dilakukan dengan uji nonparametrik Kruskal-Wallis setelah uji normalitas KolmogorovSmirnov. Hasil Penelitian: Rerata gula darah puasa dan 2 jam post prandial sebelum pengobatan: metformin (157 dan 151 mg/dL), glibenklamid (154 dan 150 mg/dL), kombinasi (189 dan 162 mg/dL), menunjukkan penurunan kadar gula darah pada ketiga kelompok. Uji Kruskal-Wallis menghasilkan p=0,081 (puasa) dan p=0,886 (2 jam post prandial), tidak ada perbedaan signifikan antar pengobatan (p>0,05). Kombinasi metformin-glibenklamid memberikan penurunan rerata terbaik (selisih 27 mg/dL). Kesimpulan: Ketiga jenis pengobatan menurunkan kadar gula darah 2 jam post prandial pada pasien DM Tipe 2, dengan kombinasi metformin-glibenklamid paling optimal meskipun tidak signifikan secara statistik. Pengendalian glikemik lebih baik pada terapi kombinasi, dipengaruhi faktor seperti pola makan dan kepatuhan pasien.
Co-Authors Adila Ika Rahmayati Agata, Annisa Agata, Annisa Agrijanti, Agrijanti Aini, Siti Rahmatul Ananda, Dewa Ayu Putu Wiweka Anisa Prisilia Prisilia Annisa Agata Annisa Agata Annisa Agata Annisa Agata Annisa Mulia Anasis Annisa Mulia Annasis Annisa Yuniarni Arfi, Sofiyan Dwi Arini Pradita Roselyin Arini Pradita Roselyn Arini Pradita Roselyn Arini Rosa Sinensis Astriani, Astriani Avinni Maula Fardha Baiq Husaevi Agustiningrum Cahayaningrum, Aryani Dewi, Lale Budi Kusuma Dharmajaya Gisu, I Ketut Budi Erlin Yustin Tatontos Erna Kristinawati Ershandi Resnhaleksmana Eustachius Hagni Wardoyo Fakhmi, Shausan Nabila Fathul Djannah Fihiruddin, Fihiruddin Fitri Anita, Fitri Getas, I Wayan Hanifa Falahul Ilmi I Gede Arya Santika Arya I Wayan Getas Intan Suryawatie Yomo, Meidiana Ismalia Husna Iswari Pauzi Japlani, Vida Lia Jasmine Chairunnisa Kadek Sinta Cahyani, Ni Diah Kristinawati, Erna Kurnia Rizki Laila Nisa, Isra Lalu Sri Gede Lalu Srigede Lalu Srigede, Lalu Mahayani, I Gusti Ayu Putu Sachita Ni Putu Winda Novianty, Alfiah Nurul Inayati Nurul Inayati Pancawati Ariami Pancawati Ariami Pauzi, Iswari Permatasari, Lina Pradita, Arini Putri, Ni Putu Sintyani RAI WIADNYA, IDA BAGUS Reginata, Ni Luh Vira Rohmi Rohmi, Rohmi Roselyn, Arini Pradita Salsabila, Nadira Siti zaetun Siti Zaetun, Siti Sri Hartuti Suhartiningsih Suhartiningsih Sukma, Al Hadawiyah Pertiwi Supriyanti, Ispi Thoha Firdaus Thomas Tandi Manu Urip Urip, Urip Vani Nurcahyanti Viefa Avrilian Alifah Wiodi Nazhofatunnisa Umami Wulandari, Ayu Nurislami Yudha Anggit Jiwantoro Yudha Anggit Jiwantoro Yunan Jiwintarum Yuriska Safitri Yusari, Lala Deswinta Zaena Safitri, Trysia Zainal Fikri