Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Kegiatan M3 (Menggambar, Merobek, Menempel) Untuk Meningkatkan Kemampuan Seni Rupa Anak Kelompok B Di Tk Islam Plus Kidz Lailatus Sabillah; Usep Kustiawan; Lailatus Sabillah; Usep Kustiawan; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i22022p143-155

Abstract

Abstract: The M3 (Drawing, Tearing, Sticking) activity is a classroom action research that focuses on efforts to improve children's fine arts skills that combines 3 art activities, namely drawing, tearing, and pasting. The purpose of this study was to improve the artistic ability of children through M3 activities (Drawing, Tearing, Sticking) for children aged 5-6 years. Planning studies using models kurt lewin which in this model there are four components a) Planning, b) Action, c) Observations, and d) Reflection. The development of fine arts skills through M3 activities (Drawing, Tearing, Sticking) had a very good impact on the children of Group B in the Islamic Kindergarten Plus Kidz. Children who were initially hesitant to do drawing, tearing, sticking activities became more confident in carrying out the concept of activities, this was known through the comparison of pre-cycle results which showed a value of 27.27 percent to 81.81 percent in the second cycle. Abstrak: Kegiatan M3 (Menggambar, Merobek, Menempel) adalah sebuah penelitian mengenai tindakan kelas yang memiliki fokus untuk melihat bagaimana upaya peningkatkan kemampuan seni rupa pada anak yang memadukan 3 kegiatan seni yaitu menggambar, merobek, dan menempel. Tujuan dari dilakukannya penelitian adalah sebagai upaya untuk peningkatan dari kemampuan seni anak dengan adanya kegiatan M3 terhadap anak yang memiliki rentang usia 5 hingga 6 tahun. Perencanaan penelitian yang digunakan adalah model kurt lewin dimana dalam model ini terdapat 4 komponen a) perencanaan atau planing, b) tindakan atau acting, c) pengamatan atau observing, dan d) refleksi atau reflecting. Pengembangan kemampuan seni rupa melalui kegiatan M3 (Menggambar, Merobek, Menempel) berdampak sangat baik bagi anak Kelompok B di TK Islam Plus Kidz. Anak yang semula ragu-ragu untuk melakukan kegitan menggambar, merobek, menempel menjadi lebih percaya diri dalam melaksanakan konsep kegiatan, hal ini diketahui melalui perbandingan hasil prasiklus yang menunjukkan nilai sebesar 27,27 persen menjadi 81,81 persen pada siklus ke 2.
Penerapan Kegiatan Membatik Jumputan untuk Meningkatkan Kemampuan Seni Rupa Anak Kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng Rinda Yanuar Wisma; Usep Kustiawan; Rinda Yanuar Wisma; Usep Kustiawan; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i22022p161-180

Abstract

Abstract: The development of fine arts in early childhood is a stimulus to develop children's creativity. However, the development of art for the children of group B in TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng has not been seen optimally. The child looks doubtful, insecure, and often imitates. Through jumputan batik activities, it aims to increase children's confidence, curiosity, freedom to be creative and free to express their creative ideas. In this study using classroom action research, this research uses 4 stages, namely, planning, implementation, observation and reflection stages. This research was conducted in 2 cycles. This data collection technique uses observation, interview, and documentation techniques. The result of pre-action class success percentage is 41.1 percent. The results showed that in the first cycle the percentage of class success through jumputan batik activities was 61.75 percent with the category less achieved. Meanwhile, in the second cycle, the percentage of class success was 82.3 persen with many categories being achieved. From the results of the research, the jumputan batik activity can improve the fine arts skills of group B children in TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng. Keywords: ; fine arts; early childhood Abstrak Perkembangan seni rupa pada anak usia dini merupakan suatu rangsangan yang dilakukan untuk mengembangkan kreativitas anak. Namun, pada perkembangan seni rupa anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng belum terlihat optimal. Anak terlihat ragu, tidak percaya diri, dan sering meniru. Melalui kegiatan membatik jumputan bertujuan meningkatkan kepercayaan diri anak, rasa ingin tahu, bebas berkreasi serta bebas menuangkan ide-ide kreatifnya. Pada penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, penelitian ini menggunakan 4 tahapan yaitu, tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan 2 siklus. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pratindakan persentase keberhasilan kelas sebesar 41,1 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I presentase keberhasilan kelas melalui kegiatan membatik jumputan diperoleh sebesar 61,75 persen dengan kategori kurang tercapai. Sedangkan, pada siklus II di peroleh presentase keberhasilan kelas sebesar 82,3 persen dengan kategori banyak yang tercapai. Dari hasil penelitian maka kegiatan membatik jumputan dapat meningkatkan kemampuan seni rupa anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng.
Penerapan Kegiatan Membatik Jumputan untuk Meningkatkan Kemampuan Seni Rupa Anak Kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng Rinda Yanuar Wisma; Usep Kustiawan; Rinda Yanuar Wisma; Usep Kustiawan; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i22022p161-180

Abstract

Abstract: The development of fine arts in early childhood is a stimulus to develop children's creativity. However, the development of art for the children of group B in TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng has not been seen optimally. The child looks doubtful, insecure, and often imitates. Through jumputan batik activities, it aims to increase children's confidence, curiosity, freedom to be creative and free to express their creative ideas. In this study using classroom action research, this research uses 4 stages, namely, planning, implementation, observation and reflection stages. This research was conducted in 2 cycles. This data collection technique uses observation, interview, and documentation techniques. The result of pre-action class success percentage is 41.1 percent. The results showed that in the first cycle the percentage of class success through jumputan batik activities was 61.75 percent with the category less achieved. Meanwhile, in the second cycle, the percentage of class success was 82.3 persen with many categories being achieved. From the results of the research, the jumputan batik activity can improve the fine arts skills of group B children in TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng. Keywords: ; fine arts; early childhood Abstrak Perkembangan seni rupa pada anak usia dini merupakan suatu rangsangan yang dilakukan untuk mengembangkan kreativitas anak. Namun, pada perkembangan seni rupa anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng belum terlihat optimal. Anak terlihat ragu, tidak percaya diri, dan sering meniru. Melalui kegiatan membatik jumputan bertujuan meningkatkan kepercayaan diri anak, rasa ingin tahu, bebas berkreasi serta bebas menuangkan ide-ide kreatifnya. Pada penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, penelitian ini menggunakan 4 tahapan yaitu, tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan 2 siklus. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pratindakan persentase keberhasilan kelas sebesar 41,1 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I presentase keberhasilan kelas melalui kegiatan membatik jumputan diperoleh sebesar 61,75 persen dengan kategori kurang tercapai. Sedangkan, pada siklus II di peroleh presentase keberhasilan kelas sebesar 82,3 persen dengan kategori banyak yang tercapai. Dari hasil penelitian maka kegiatan membatik jumputan dapat meningkatkan kemampuan seni rupa anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng.
Penerapan Kegiatan Menggambar, Melipat, Menempel (3M) Untuk Meningkatkan Kemampuan Seni Rupa Anak Kelompok B TK AGAPE Shinta Christina Salindeho; Usep Kustiawan; Shinta Christina Salindeho; Usep Kustiawan; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i32022p181-195

Abstract

Abstract: This research aims to improve the fine arts skills of children in group B of AGAPE Kindergarten by implementing 3M activities (drawing, folding, sticking). This research uses the CAR research method (Classroom Action Research). The results showed that the application of 3M activities (drawing, folding, sticking) could improve children's art skills as evidenced by an increase from the first cycle of 55.23 percent to 76.19 percent in the second cycle. Based on the presentation of the results of increasing children's art skills with 3M activities from cycle I to cycle II, it was 20.95 percent. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seni rupa anak kelompok B TK AGAPE dengan penerapan kegiatan 3M (menggambar, melipat, menempel). Penelitian ini menggunakan metode penelitian PTK (Penelitian Tindak Kelas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan 3M (menggambar, melipat, menempel) dapat meningkatkan kemampuan seni rupa anak terbukti dengan adanya peningkatan dari siklus I sebesar 55,23 persen menjadi 76,19 persen pada siklus II. Berdasarkan pemaparan hasil peningkatan kemampuan seni rupa anak dengan kegiatan 3M dari siklus I ke siklus II sebesar 20,95 persen.
Penerapan Kegiatan Menggambar, Melipat, Menempel (3M) Untuk Meningkatkan Kemampuan Seni Rupa Anak Kelompok B TK AGAPE Shinta Christina Salindeho; Usep Kustiawan; Shinta Christina Salindeho; Usep Kustiawan; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i32022p181-195

Abstract

Abstract: This research aims to improve the fine arts skills of children in group B of AGAPE Kindergarten by implementing 3M activities (drawing, folding, sticking). This research uses the CAR research method (Classroom Action Research). The results showed that the application of 3M activities (drawing, folding, sticking) could improve children's art skills as evidenced by an increase from the first cycle of 55.23 percent to 76.19 percent in the second cycle. Based on the presentation of the results of increasing children's art skills with 3M activities from cycle I to cycle II, it was 20.95 percent. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seni rupa anak kelompok B TK AGAPE dengan penerapan kegiatan 3M (menggambar, melipat, menempel). Penelitian ini menggunakan metode penelitian PTK (Penelitian Tindak Kelas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan 3M (menggambar, melipat, menempel) dapat meningkatkan kemampuan seni rupa anak terbukti dengan adanya peningkatan dari siklus I sebesar 55,23 persen menjadi 76,19 persen pada siklus II. Berdasarkan pemaparan hasil peningkatan kemampuan seni rupa anak dengan kegiatan 3M dari siklus I ke siklus II sebesar 20,95 persen.
Pemanfaatan Media Boneka Tangan untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Kelompok A3 TK Aba 26 Kota Malang Jujum Jumaenah; Usep Kustiawan; Jujum Jumaenah; Usep Kustiawan; Leni Gonadi
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.129 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i12021p63-71

Abstract

Abstract: Speaking is the child's ability to express ideas, or thoughts to others through the medium of spoken language. The ability to speak in the A3 TK ABA 26 city in Malang City has not developed optimally, as evidenced from 31 children, there are 16 children who have not been able to reach their speech development. The purpose of this study is to describe the use of hand puppet media to improve speaking skills and describe improvement in A3 speaking abilities. ABA 26 TK Malang City. The type of research used is Classroom Action Research. The research subjects were an A3 group with 31 children. Methods of collecting data through observation, interviews, and documentation. The research instruments used in the form of observation sheets attainment of children's speaking skills, teacher activity observation sheets and interview guideline sheets. Data analysis techniques are qualitative and quantitative data analysis techniques. The results of the study addressed the increase in scores in Cycle I by 42.3% and Cycle II by 80.78%. Based on these results it can be concluded that the use of hand puppet media with storytelling activities can improve the speaking ability of children in the A3 TK ABA 26 group in Malang City. The suggestion of this research is that the teacher should use hand puppet media as one of the media to improve children's speaking skills, it is hoped that the school can provide media that can support children's development, for other researchers, it is suggested to try to develop other aspects of development with hand puppet media. Abstrak: Berbicara adalah kemampuan anak untuk mengeluarkan ide, gagasan ataupun pikirannya kepada orang lain melalui media bahasa lisan. Kemampuan berbicara pada kelompok A3 TK ABA 26 Kota Malang belum berkembang secara optimal, terbukti dari 31 anak terdapat 16 anak yang belum mampu mencapai perkembangan berbicaranya.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan media boneka tangan dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbicara anak kelompok A3 TK ABA 26 Kota Malang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian kelompok A3 dengan jumlah 31 anak. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi ketercapaian kemampuan berbicara anak, lembar observasi aktivitas guru dan lembar pedoman wawancara. Teknik analisis data yaitu teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pada Siklus I sebesar 42,3% dan Siklus II sebesar 80,78%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media boneka tangan dengan kegiatan bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok A3 TK ABA 26 Kota Malang. Saran penelitian ini yaitu sebaiknya guru menggunakan media boneka tangan sebagai salah satu media untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak, diharapkan sekolah dapat menyediakan media yang dapat mendukung perkembangan anak, bagi peneliti lain disarankan untuk mencoba mengembangkan aspek perkembangan lain dengan media boneka tangan.
Pemanfaatan Media Boneka Tangan untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Kelompok A3 TK Aba 26 Kota Malang Jujum Jumaenah; Usep Kustiawan; Jujum Jumaenah; Usep Kustiawan; Leni Gonadi
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.129 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i12021p63-71

Abstract

Abstract: Speaking is the child's ability to express ideas, or thoughts to others through the medium of spoken language. The ability to speak in the A3 TK ABA 26 city in Malang City has not developed optimally, as evidenced from 31 children, there are 16 children who have not been able to reach their speech development. The purpose of this study is to describe the use of hand puppet media to improve speaking skills and describe improvement in A3 speaking abilities. ABA 26 TK Malang City. The type of research used is Classroom Action Research. The research subjects were an A3 group with 31 children. Methods of collecting data through observation, interviews, and documentation. The research instruments used in the form of observation sheets attainment of children's speaking skills, teacher activity observation sheets and interview guideline sheets. Data analysis techniques are qualitative and quantitative data analysis techniques. The results of the study addressed the increase in scores in Cycle I by 42.3% and Cycle II by 80.78%. Based on these results it can be concluded that the use of hand puppet media with storytelling activities can improve the speaking ability of children in the A3 TK ABA 26 group in Malang City. The suggestion of this research is that the teacher should use hand puppet media as one of the media to improve children's speaking skills, it is hoped that the school can provide media that can support children's development, for other researchers, it is suggested to try to develop other aspects of development with hand puppet media. Abstrak: Berbicara adalah kemampuan anak untuk mengeluarkan ide, gagasan ataupun pikirannya kepada orang lain melalui media bahasa lisan. Kemampuan berbicara pada kelompok A3 TK ABA 26 Kota Malang belum berkembang secara optimal, terbukti dari 31 anak terdapat 16 anak yang belum mampu mencapai perkembangan berbicaranya.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan media boneka tangan dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbicara anak kelompok A3 TK ABA 26 Kota Malang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian kelompok A3 dengan jumlah 31 anak. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi ketercapaian kemampuan berbicara anak, lembar observasi aktivitas guru dan lembar pedoman wawancara. Teknik analisis data yaitu teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pada Siklus I sebesar 42,3% dan Siklus II sebesar 80,78%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media boneka tangan dengan kegiatan bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok A3 TK ABA 26 Kota Malang. Saran penelitian ini yaitu sebaiknya guru menggunakan media boneka tangan sebagai salah satu media untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak, diharapkan sekolah dapat menyediakan media yang dapat mendukung perkembangan anak, bagi peneliti lain disarankan untuk mencoba mengembangkan aspek perkembangan lain dengan media boneka tangan.
Pengembangan Alat Permainan Edukatif Busy Bag untuk Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 3-4 tahun Elis Safitri; Usep Kustiawan; Elis Safitri; Usep Kustiawan; Suryadi Suryadi
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.62 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i42021p295-301

Abstract

Abstract: The background of this research and development is the underutilization of learning facilities and infrastructure such as game media. The aim of this research and development is to produce busy bag educational toys for fine motor skills of children aged 3-4 years. The research methods used through the Borg and Gall procedures are selected and adjusted to field conditions through 6 steps. Based on formative testing for early childhood material experts obtained a percentage of 92,5 percent, early childhood game experts obtained a percentage of 85 percent. From small group trials the percentage of user data was obtained 95,3 percent, 96 percent convenience, 92 percent attractiveness, 98 percent security. The result showed that this busy bag educational game is very easy, interesting, and safe so it is suitable to be used to stimulate fine motor skills of children aged 3-4 years. Abstrak: Latar belakang penelitian dan pengembangan ini adalah kurang dimanfaatkannya sarana dan prasarana pembelajaran seperti media permainan. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan alat permainan edukatif busy bag untuk kemampuan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Metode penelitian yang digunakan melalui prosedur Borg and Gall yang dipilih dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan melalui 6 langkah. Berdasarkan uji formatif kepada ahli materi anak usia dini diperoleh persentase 92,5 persen, ahli permainan anak usia dini diperoleh persentase 85 persen. Dari hasil uji coba kelompok kecil diperoleh data pengguna 95,3 persen, kemudahan 96 persen, kemenarikan 92 persen, keamanan 98 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat permainan edukatif busy bag ini sangat mudah, menarik, dan aman sehingga layak digunakan untuk menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia 3-4 tahun.
Pengembangan Alat Permainan Edukatif Busy Bag untuk Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 3-4 tahun Elis Safitri; Usep Kustiawan; Elis Safitri; Usep Kustiawan; Suryadi Suryadi
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.62 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i42021p295-301

Abstract

Abstract: The background of this research and development is the underutilization of learning facilities and infrastructure such as game media. The aim of this research and development is to produce busy bag educational toys for fine motor skills of children aged 3-4 years. The research methods used through the Borg and Gall procedures are selected and adjusted to field conditions through 6 steps. Based on formative testing for early childhood material experts obtained a percentage of 92,5 percent, early childhood game experts obtained a percentage of 85 percent. From small group trials the percentage of user data was obtained 95,3 percent, 96 percent convenience, 92 percent attractiveness, 98 percent security. The result showed that this busy bag educational game is very easy, interesting, and safe so it is suitable to be used to stimulate fine motor skills of children aged 3-4 years. Abstrak: Latar belakang penelitian dan pengembangan ini adalah kurang dimanfaatkannya sarana dan prasarana pembelajaran seperti media permainan. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan alat permainan edukatif busy bag untuk kemampuan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Metode penelitian yang digunakan melalui prosedur Borg and Gall yang dipilih dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan melalui 6 langkah. Berdasarkan uji formatif kepada ahli materi anak usia dini diperoleh persentase 92,5 persen, ahli permainan anak usia dini diperoleh persentase 85 persen. Dari hasil uji coba kelompok kecil diperoleh data pengguna 95,3 persen, kemudahan 96 persen, kemenarikan 92 persen, keamanan 98 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat permainan edukatif busy bag ini sangat mudah, menarik, dan aman sehingga layak digunakan untuk menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia 3-4 tahun.
Pengembangan Model Pembelajaran Digital Curation dalam Sistem Informasi PPG Seni Budaya untuk Menata Mengelola dan Mempresentasikan Karya Mahasiswa Secara Terintegrasi Iriaji; Usep Kustiawan; Titi Rahayuningsih; Ade Richa Daril Janah; Aisha Syauqina Ramadina; Ahmad Sholikin
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 3 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i3.9312

Abstract

This research aims to develop a Digital Curation learning model in the PPG Information System of Arts and Culture which functions to organize, manage, and present student works in an integrated manner. The main problem raised is the lack of a structured learning system in archiving and exhibiting students' works digitally as part of the reflective and curatorial learning process. This research uses a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model, which focuses on the initial three stages: Analysis, Design, and Development. In the analysis stage, a needs study was carried out through observation, interviews, and analysis of learning documents, which shows the importance of digital curation learning in the context of art. The design stage produces a design of a digital curation-based learning model that includes the flow of curatorial activities, a digital platform for work archives, and learning reflection instruments. In the development stage, an initial prototype of a web-based digital system was developed that allows students to systematically upload, organize, and present works with tagging, cataloging, and multimedia presentation features. The results of the development show that this model has the potential to support students' digital literacy skills, work documentation, and visual communication in an integrative manner.
Co-Authors Abdul Huda Abdullah, Zaleha Ade Richa Daril Janah Aftihah Maulidia Ageng Wiro Leksono agengwiro103@gmail.com Agus Wedi Ahmad Samawi Ahmad Sholikin Ahmad Sholikin Aisha Syauqina Ramadina Ajeng Galuh Pratiwi Ajeng Putri Pratiwi Alfiani Umayya Anggita Yola Prastika Atifah Fauzia Aulia Rahman Azahra Khairunnisa Baiq Shofa Ilhami Baiq Shofa Ilhami Cholila, Indhira Citra Kurniawan Dedi Kuswandi Dewantari, Dytarisma Astika Dhimas Adhitya Wijanarko Dinda Aryani Pratiwi Donna Boedi Donna Boedi Donna Boedi Maritasari Dwihidayat, Erfin Candra Dyah Sekar Wijayanti Ediyanto Eggie Mitha Rosa Eka Pramono Adi Elis Safitri Elis Safitri Endro Wahyuno Eny Nur Aisyah Erfin Candra Dwihidayat Erlin Windawati Erlin Windawati Evania Yafie Fathonah Fathonah Ferinda, Sevita Martha Fikri Aulia Fitri, Agem Akbar Zainul G. Gunawan Gema Siam Sari Haqqi, Yudha Alfian Hikmah, Isna Nur Huwaina, Nurrul I Made Seken I Made Seken I Wayan Sutama Imron Arifin Iriaji Irvan, Muchamad Isna Nur Hikmah Jujum Jumaenah Jujum Jumaenah Karimah, Lutfiana Silvi Kholifatur Rohmah Kholifatur Rohmah Lailatus Sabillah Lailatus Sabillah Leksono, Ageng Wiro Leni Gonadi Lina Mei Wulandari Lu'luil Maknuunah Luberta Srirahajeng Mega Fitria Herdiati Merdilla Rapna Fitriani Mohammad Efendi Muhammad Zakaria Muhammad Zidni Ilman Nafiah Munaisra Tri Tirtaningsih Nafisah Tridena Juliriyanti Neny Wargiantiningsih Niken Larasati Noor Citra Pravita Adisty Noor Citra Pravita Adisty, Noor Citra Pravita Novita Rizki, Silfia Nugrahini, Indah Nur Septi Nur Anisa Nur Anisa Prahesti, Diajeng Anisa Pramono Pramono Prastika, Anggita Yola Putra, Yudithia Dian Putra, Yudithia Dian Putri Karlis Ramadhani Putri Novika Andriani Putri Novika Andriani Putri, Novenda Cahya Awika Rahajeng Ratnayanti Rahmalia, Acnes Rani Nirwanawati Ratna Wijayanti Retno Tri Vulandari Retno Tri Wulandari Rinda Yanuar Wisma Rinda Yanuar Wisma Riswanda Mahardhika Rollie C. Deporos, Saprolla Rosa Aprilianita Dewi Rosyi Damayani Maningtyas Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas Salehuddin, Shafira Nurulita Samah, Norazrena Abu Sekar Agni Novi Natalia Shinta Christina Salindeho Shinta Christina Salindeho Sholikin, Ahmad Sigit Lego Wicaksono Sihkabuden Sihkabuden Sihkabuden Sihkabuden, Sihkabuden Siti Mar’atus Sholikha Siti Rodliyah Ummus Sholihah Sogen, Archangela Sopingi Sopingi, Sopingi Sri Sudarmi Sulthoni Sumanto Surya Adi Saputra Suryadi Suryadi Suryadi Suryadi Susilawati, Sinta Yuni Titi Rahayuningsih Tomas Iriyanto Tri Tirtaningsih, Munaisra Tri Twinsari Maningtyas, Damayani Wijayanti, Ajeng Putri Kusbinang Wildayati, Salma Wiwik Dwi Hastuti Wulandari, Retno Tri Wuri Astuti Yuana Maulidia Yudha Alfian Haqqi Yudha Alfian Haqqi Yudithia Dian Putra Yuliati Yuliati - Zahid Zufar At Thaariq Zahrok Noviana Wahyuningtyas Zahrok Noviana Wahyuningtyas