Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Strategik dalam Program Online Learning pada Masa Pandemi Covid-19 di Pendidikan Anak Usia Dini Wuni Rochmawati; Ibrahim Bafadal; Agus Timan
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 7: JULI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i7.14936

Abstract

Abstract: The government issued a policy to implement distance learning in response to the Covid-19 pandemic, including in early childhood level. The purpose of this study is to find out how the Ceria Montessori School and the Nasional Montessori School conduct strategic management into online learning programs during the Covid-19 pandemic. By using qualitative research methods, it was found that these two schools implemented strategic management into online learning programs by going through several stages, namely: (1) analysis of the school environment related to online learning programs, both from internal and external factors; (2) the formulation of online learning program strategies; (3) implementation of online learning program strategies; (4) evaluation and control of online learning program strategies.Abstrak: Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melaksanakan PJJ sebagai respon dari kondisi pandemi Covid-19, tidak terkecuali untuk jenjang PAUD. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana sekolah Ceria Montessori School dan Nasional Montessori melakukan manajemen strategik ke dalam program online learning selama masa pandemi Covid-19 ini. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, ditemukan hasil penelitian bahwa kedua sekolah ini mengimplementasikan manajemen strategik ke dalam program online learning dengan melakukan beberapa tahapan, yaitu: (1) analisis lingkungan sekolah yang berkenaan dengan program online learning, baik dari faktor internal dan eksternal; (2) formulasi strategi program online learning; (3) implementasi strategi program online learning; (4) evaluasi dan kontrol strategi program online learning.
Kepemimpinan Pembelajaran dalam Implementasi Kebijakan Digital School Meila Hayudiyani; Ibrahim Bafadal; Raden Bambang Sumarsono
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 7, No 2: FEBRUARI 2022
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v7i2.15190

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to reveal the principal's learning leadership in implementing digital school policies. This study uses a qualitative approach with a constant comparative multi-site design to reveal the focus of the research at SMPN 1 Sumenep and SMPN 1 Ambunten. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The results show that the school principal is in the implementation of digital school policies at the planning, implementation, and evaluation stages. The orientation of the principal's behavior as a learning leader leads to technical, symbolic, human relations, and educational behavior. The principal's learning leadership is related to internal factors, namely the determination of the school's mission, the arrangement of learning, and the creation of a learning climate. While the external factors are the values and expectations of the community as well as the institutional structure of the school.Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengungkapkan kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah dalam mengimplementasikan kebijakan digital school. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan multisitus komparatif konstan untuk mengungkap fokus penelitian di SMPN 1 Sumenep dan SMPN 1 Ambunten. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kepala sekolah sebagai dalam implementasi kebijakan digital school pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Orientasi perilaku kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran mengarah pada perilaku teknis, simbolik, hubungan manusia, dan edukasional. Kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah berkaitan dengan faktor internal yaitu penetapan misi sekolah, penataan pembelajaran, dan penciptaan iklim pembelajaran. Sedangkan faktor eksternalnya adalah nilai dan harapan masyarakat juga struktur kelembagaan sekolah.
Kepemimpinan Religius Bhikkhu di Sekolah Tinggi Agama Buddha Sigit Budiyanto; Ibrahim Bafadal; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 7: JULI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i7.13803

Abstract

Abstract: This research was conducted using a qualitative approach with a multi-site study design. This research was conducted at Kertaraja Buddhist College in Batu and Smaratungga Buddhist College in Ampel. This study aims to explain (1) religious values that inspire the leadership of monks in Buddhist educational institutions, (2) the type of monk’s leadership in Buddhist educational institutions, (3) the principles of monk's leadership in Buddhist education institutions. The results of this study are as follows: first, internal encouragement in the form of experience as a leader and encouragement to serve and meet academic qualifications, while external encouragement is basically appointed by the foundation to become chairman. Religious values in the leadership of monks in higher education institutions of Buddhism are values contained in the dasa raja dhamma. Second, the type of monk leadership in Buddhist religious education institutions is mixed, namely: democratic type, delegate leadership behavior and participative leadership. The way the head of higher education involves members to achieve organizational goals is by placing the right people, giving the vice chairman a big role and active participation of members. A personal figure as a monk who is a Buddhist clergyman and uses a humanistic approach, as well as an element of kinship in work culture. Third, the use of communication tools by the Head of the Buddhist College when not in place.Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Penelitian ini dilakukan di STAB Kertaraja Batu dan STIAB Smaratungga Ampel. Penelitian ini bertujuan menjelaskan (1) nilai religius yang menjiwai kepemimpinan bhikkhu di lembaga pendidikan agama Buddha, (2) jenis kepemimpinan bhikkhu di lembaga pendidikan agama Buddha, (3) prinsip kepemimpinan bhikkhu di lembaga pendidikan agama Buddha. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, yaitu dorongan internal berupa pengalaman sebagai pemimpin dan dorongan untuk mengabdi dan memenuhi syarat kualifikasi akademik, sedangkan dorongan eksternal yaitu pada dasarnya ditunjuk oleh yayasan untuk menjadi ketua. Nilai religius dalam kepemimpinan bhikkhu di lembaga pendidikan tinggi agama Buddha yaitu nilai yang termuat dalam dasa raja dhamma. Kedua, jenis kepemimpinan bhikkhu di lembaga pendidikan agama Buddha mix (campuran), yaitu tipe demokratis, perilaku kepemimpinan delegasi dan partisipatif. Cara ketua perguruan tinggi dalam melibatkan anggota untuk mencapai tujuan organisasi yaitu dengan melakukan penempatan orang yang tepat, memberikan peran besar wakil ketua dan partisipasi aktif anggota. Sosok personal sebagai bhikkhu yang merupakan rohaniawan buddhis dan menggunakan pendekatan humanistik, serta unsur kekeluargaan dalam budaya kerja. Ketiga, penggunaan alat komunikasi oleh Ketua Sekolah Tinggi Agama Buddha ketika tidak berada di tempat.
Madrasah berbasis pesantren: Potensi menuju reformasi model pendidikan unggul Deny Setiawan; Ibrahim Bafadal; Achmad Supriyanto; Syamsul Hadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v8i1.27871

Abstract

Artikel ini bertujuan mengakaji peluang dan tantangan pengembangan madrasah, khususnya yang berbasis pesantren. Artikel dibuat dengan meninjau dan mengumpulkan informasi dari berbagai referensi baik buku, artikel dan jurnal yang digunakan sebagai bahan dalam mempelajari dan menambah wawasan secara konseptual yang berhubungan dengan peluang dan tantangan pengembangan madrasah yang berbasis pesantren di era modern. Madrasah merupakan salah satu lembaga pendidikan alternatif dan mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi lembaga pendidikan yang diperhitungkan dalam dinamika perubahan sosial. Namun demikian sebagai sebuah konsekuensi logis, madrasah harus melakukan upaya-upaya agar mampu mengembangakan setiap sektor dalam rangka mewujudkan tujuan organisasinya. Upaya pengembangan madrasah di pesantren harus bisa mewujudkan kriteria pendidikan unggulan yang akan melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kapabilitas dalam penguasaan pengetahuan dan teknologi yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur keagamaan. Perwujudan madrasah sebagai institusi yang mampu memberikan pelayanan berupa pendidikan yang unggul, maka pesantren perlu diarahkan pemaduan antara keunggulan dalam bidang intelektual dan keterampilan dengan keunggulan dalam bidang pengetahuan keagamaan termasuk di dalamnya keunggulan dalam bidang kepribadian, keimanan dan ketaqwaan, dengan cara membuka diri dan akomodatif terhadap aspirasi dan tuntutan masyarakat serta mengaktualisasi komitmen dalam membangun pendidikan bermutu secara integral dalam seluruh proses pelaksanaan pendidikan melalui habituasi untuk mampu memahami realitas pendidikan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. AbstractThis article aims to examine the opportunities and challenges of developing madrasah, especially those based on Islamic boarding schools (pesantren). Articles are made by reviewing and gathering information from various references both books, articles, and journals that are used as a material in learning and conceptually adding insight related to the opportunities and challenges of developing pesantren-based madrasah in the modern era. Madrasah is an alternative educational institution and has the same opportunity to become an educational institution that is taken into account in the dynamics of social change. However, as a logical consequence, madrasah must make efforts to be able to develop each sector in order to realize the goals of the organization. Madrasah's development efforts in Islamic boarding school must be able to realize the criteria of the superior education that will give birth to human resources who have the capability in mastering knowledge and technology that are imbued with religious noble values. The realization of madrasah as an institution that is able to provide services in the form of superior education, the Islamic boarding school needs to be directed towards the integration of intellectual and skill excellence in the field of religious knowledge including excellence in the fields of personality, faith, and devotion, by opening up and accommodating towards aspirations and demands of the community and actualizing commitments to build quality education in an integrated manner throughout the whole process of implementing education through habituation to be able to understand the reality of education in accordance with the development of science and technology.
MANAJEMEN IMPLEMENTASI KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN BERBASIS TAUHID DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Ulfa Muadhatin Qoriah; Ibrahim Bafadal; Mustiningsih Mustiningsih
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.912 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i22018p188

Abstract

Abstract: The focus of this research is aimed to know the preparation academic calendar, schedule preparation lessons, learning-based implementation of tauhid, barriers and solutions implementation and curriculum-based learning of tauhid. This study uses qualitative methods. While this type of research is research case studies. Data collection procedure using the techniques of observation, interview and documentation. Implementation of curriculum-based learning, and the one being tawheed is the planting of civilization in the form of etiquette towards teachers, learning, subject matter and self. In addition to this form of conditioning the planting characters be fasting on Mondays and Thursdays, charity and read surah Al Kahfi every Friday and honesty. Keywords: management, character and tauhid. Abstrak: Fokus penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui penyusunan kalender akademik, penyusunan jadwal pelajaran, implementasi pembelajaran berbasis tauhid, hambatan dan solusi implementasi kurikulum dan pembelajaran berbasis tauhid. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Implementasi kurikulum dan pembelajaran berbasis tauhid tersebut salah satunya adalah adanya penanaman adab berupa adab terhadap guru, pembelajaran, materi pelajaran dan diri sendiri. Selain itu berupa pembiasaan penanaman karakter berupa puasa Senin Kamis, berinfak dan membaca surah Al Kahfi setiap hari Jum’at dan kejujuran. Kata Kunci: manajemen, karakter, tauhid.
PERBEDAAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR ANTARA PENGURUS HARIAN DAN ANGGOTA UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) Muhammad Ali Yafi Hidayatullah; Ali Imron; Ibrahim Bafadal
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.032 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i42018p454

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine differences in motivation and learning achievement of students who became daily administrators and members of UKM. This study uses a quantitative approach with comparative casual descriptive research design. The instrument used in this study was a questionnaire with Malang State University student respondents. Data analysis techniques used are descriptive analysis techniques and test test techniques. Based on the results of the study it can be concluded that: learning motivation of daily instructors is included in high qualifications; learning motivation of UKM members is included in high qualifications; the level of learning achievement of daily administrators, in academic achievement in the title is very satisfying, in non-academic achievement has a percentage at the National level; the level of learning achievement of UKM members, in academic achievement in honors, in non-academic achievements they have a national level; there is a significant difference in the learning motivation of students who become UKM daily administrators and who are members of UKM; there is no significant difference in the academic learning achievement of students who are UKM administrators and who are members of UKM; there are significant differences in non-academic learning achievement of students who become UKM daily administrators and who are members of UKM.Keywords: Motivation, Learning Achievement, Student Activity Unit Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa yang menjadi pengurus harian dan anggota UKM. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif kasual komparatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan responden mahasiswa Universitas Negeri Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan teknik uji Test. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: motivasi belajar penguruh harian termasuk dalam kualifikasi tinggi; motivasi belajar anggota UKM termasuk dalam kualifikasi tinggi; tingkat prestasi belajar pengurus harian, dalam prestasi akademik dalam predikat sangat memuaskan, dalam prestasi non akademik memiliki presentase ditingkat Nasional; tingkat prestasi belajar anggota UKM, dalam prestasi akademik dalam predikat dengan pujian, dalam prestasi non akademik memiliki presentase ditingkat Nasional; terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar mahasiswa yang menjadi pengurus harian UKM dan yang menjadi anggota UKM; tidak terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar akademik mahasiswa yang menjadi pengurus harian UKM dan yang menjadi anggota UKM; terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar non akademik mahasiswa yang mennjadi pengurus harian UKM dan yang menjadi anggota UKM.Kata kunci: Motivasi, Prestasi Belajar, Unit Kegiatan Mahasiswa
PENGELOLAAN KEARSIPAN recki ari wijaya; Bambang Budi Wiyono; Ibrahim Bafadal
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.63 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i22018p231

Abstract

Abstrak: The purpose of this study is to determine the type of archive in SMA Negeri 3 Jombang; management of incoming and outgoing mail at SMA Negeri 3 Jombang; archive storage system in SMA Negeri 3 Jombang; archive storage procedure in SMA Negeri 3 Jombang; archive maintenance procedures in SMA Negeri 3 Jombang; and found efforts to overcome the depreciation or destruction of the archives in SMA Negeri 3 Jombang. This research uses qualitative method with case study research. The result of the research is the form of archives in the form of letters of work and other archives, management of outgoing and incoming mail in SMAN 3 Jombang by applying the agenda book, management or management of archives that change in the arrangement of archives, receive the archives and read it then record the archive in the agenda book, archives are stored in a place that is not damp and cleaned, overcoming the destruction or depreciation of the archives in SMAN 3 Jombang is by observing or observing the archive retention schedule.Keywords: management, archive Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis arsip yang ada di SMA Negeri 3 Jombang; pengelolaan surat masuk dan surat keluar di SMA Negeri 3 Jombang; sistem penyimpanan arsip di SMA Negeri 3 Jombang; prosedur penyimpanan arsip di SMA Negeri 3 Jombang; prosedur pemeliharaan arsip di SMA Negeri 3 Jombang; dan menemukan upaya untuk mengatasi penyusutan atau pemusnahan arsip di SMA Negeri 3 Jombang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu bentuk arsip yang berupa surat-surat kerja dan arsip-arsip lainnya, manajemen surat keluar maupun masuk di SMAN 3 Jombang dengan menerapkan buku agenda, manajemen atau pengelolaan arsip yang berubah-ubah dalam penataan kearsipannya, menerima arsip dan membacanya kemudian mencatat arsip tersebut dalam buku agenda, arsip-arsip disimpan di tempat yang tidak lembab serta dibersihkan, mengatasi pemusnahan atau penyusutan arsip di SMAN 3 Jombang yaitu dengan memperhatikan atau mengamati pada jadwal retensi arsip.Kata kunci: pengelolaan, arsip 
INTENSITAS KOMUNIKASI KEPALA MADRASAH, GURU, DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Denantia Fema Hernandeni; Ibrahim Bafadal; Maisyaroh Maisyaroh
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.142 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i22018p150

Abstract

Abstract: The intensity of communication is exchange of information within the specified time. Improving the quality of education ini educational institutions is closely related to the communication of various parties that support the implementation of activities ini the institutions. Each institutions must understand the indicators of quality improvement. This study is used qualitative approach. The design of the study used a one-case study. The purpose of this study is to discribe the intensity of communication at MIN 1 Malang to improve the quality of education. Data was collected by interview, observation, and documentation. Implementation of the communication process that occurrs as result of the strategy used, such as approaching, does not have the distance between fellow subordinates, responsible communication, communication relax, maximize activities, communicative and intensive motivation. Support and inhibition in the implementation of communication also affect the result of communication that occurred. The existence of good communication intensity, smoothly and communication with improved the quality of education. Keywords: intensity of communication, the quality of educationAbstrak: Intensitas komunikasi adalah pertukaran informasi dalam kurun waktu tertentu. Peningkatan mutu pendidikan di lembaga pendidikan juga erat kaitannya dengan komunikasi yang dilakukan dalam berbagai pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan-kegiatan yang ada di lembaga. Setiap lembaga juga harus mengetahui indikator-indikator dalam peningkatan mutu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif mengenai intensitas komunikasi yang terjadi. Rancangan penelitian menggunakan studi kasus tunggal di MIN 1 Kota Malang. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi berperan serta dan dokumentasi ditemukan bahwa komunikasi yang dilakukan dengan cara komunikasi antarpersonal, komunikasi kelompok dan komunikasi masa. Pelaksanaan proses komunikasi yang terjadi juga tidak lepas dari strategi yang digunakan, seperti melakukan pendekatan, jangan ada jarak antara sesama pegawai, komunikasi yang dapat dipertanggungjawabkan, komunikasi yang dilakukan secara santai, memaksimalkan kegiatan yang ada, pemberian motivasi dan komunikatif dan intensif. Pendukung dan penghambatan dalam pelaksanaan komunikasi juga berpengaruh terhadap hasil komunikasi yang terjadi. Dengan adanya intensitas komunikasi yang baik, lancar dan komunikatif akan meningkatkan mutu pendidikan. Kata Kunci: intensitas komunikasi, mutu pendidikan
KOMUNIKASI KEPALA SEKOLAH DENGAN WARGA SEKOLAH UNTUK MEWUJUDKAN VISI DAN MISI SEKOLAH Zusniya Fatmawati; Ibrahim Bafadal; Ahmad Yusuf Sobri
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.935 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i22018p198

Abstract

Abstract: This study aims to describe the principal's communication process, the way the principal establishes communication, the principal obstacle in communication factor in realizing the school vision and mission, and the principal communication support factor in realizing the school's vision and mission. The method used by researchers in this research is qualitative mettode with descriptive research type. And, using various data collection techniques such as in-depth interviews, observation, and documentation. The result of this research are: (a) communication process used by Head of SMPK Kolese Santo Yusup 2 Malang that is direct communication (face to face) and media; (b) how the principal in building communication is by using verbal messages in the form of messages orally and written and non verbal form of action; (c) inhibiting factor of headmaster communication in realizing Vision, SMPK Kollese Santo Yusup 2 Malang Mission, ie human resources; and (d) Principal Communication Supporting Factors to realize Visii and Mission SMPK Kolese Santo Yusup Malang, including: (1) the openness of the principal; (2) a sense of kinship; (3) socialization of vision and also school mission; and (4) Mars Vision, the Mission of Kosayu.Keywords: Principal Communications, School Locals, Vision and Mission School. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses komunikasi kepala sekolah, cara kepala sekolah membangun komunikasi, faktor penghambat komunikasi kepala sekolah dalam mewujudkan visi dan misii sekolah, dan faktor pendukung komunikasi kepala sekolah dalam mewujudkan visi dan misi sekolah. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yakni mettode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Serta, menggunakan berbagai teknik pengumpulan datta data yaitu wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (a) proses komunikasi yang digunakan Kepala SMPK Kolese Santo Yusup 2 Malang yaitu komunikasi secara langsung (tatap muka) dan bermedia; (b) cara kepala sekolah dalam membangun komunikasi yaitu dengan menggunakan pesan verbal berupa pesan secara lisan dan tulisan serta non verbal berupa tindakan; (c) faktor penghambat komunikasi kepala sekolah dalam mewujudkan Visi, Misi SMPK Kollese Santo Yusup 2 Malang, yaitu sumber daya manusia; dan (d) faktor pendukung komunikasi kepala sekolah untuk mewujudkan Visii dan Misi SMPK Kolese Santo Yusup  Malang, diantaranya: (1) keterbukaan kepala sekolah; (2) adanya rasa kekeluargaan; (3) sosialisasi visi dan juga misi sekolah; dan (4) Mars Visi, Misi Kosayu.Kata Kunci: Komunikasi Kepala Sekolah, Warga Sekolah, Visi dan Misi Sekolah.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH PADA JENJANG SMA DAN SMK Bayu Pramudya; Ibrahim Bafadal; Teguh Triwiyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.636 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i42018p388

Abstract

Abstrack: This study aims to, (1) find out the number of shool administration staff at Senior and Vocational High School in District of Ngawi; (2) Knowing how high the school administration staff needs are based on the ratio of students for the next ten years; (3) Knowing how high the percentage of the needs of school administration staff at Senior and Vocational High School in District of Ngawi. This study uses a quantitative approach with a descriptive projective research design. Instrument in this study uses documentation method by recruiting data in the field. The data analysis technique used is a comparison of the ratio of school administration staff to the ratio of student, method of trend of parabolic, attrition, and moderate needs. The results of this study indicate: (1) The existence the count of administration staff at senior and vocational high school in Ngawi Regency in 2018-2027 (2) Needs for senior and vocational high school administration staff in Ngawi Regency is based on the ratio of students (3) Percentage of need for administration staff of senior and vocational high school at Ngawi District in 2018-2027. Keywords: needs analyst, school administration staff Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mengetahui Jumlah Tenaga Administrasi Sekolah  Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kabupaten Ngawi; (2) Mengetahui seberapa tinggi kebutuhan TAS berdasarkan rasio peserta didik selama sepuluh tahun yang akan datang; (3) Mengetahui seberapa tinggi tingkat persentase kebutuhan tenaga administrasi sekolah SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif proyektif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dengan menyalin data yang ada di lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah perbandingan rasio tenaga adinistrasi sekolah dengan rasio peserta didik, metode trend parabola, atrisi, dan kebutuhan moderat. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Keberadaan jumlah tenaga administrasi sekolah SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2018-2027; (2) Kebutuhan tenaga administrasi sekolah SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Ngawi berdasarkan rasio peserta didik; (3) Persentase kebutuhan tenaga administrasi sekolah SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Ngawi Tahun 2018-2027. Kata Kunci: analisis kebutuhan, tenaga administrasi sekolah
Co-Authors A.R. Effendi Aan Fardani Ubaidillah Achmad Supriyanto Adi Atmoko Agus Timan Ahmad Furqon Akhbar Ahmad Sonhadji Ahmad Sonhadji K.H., Ahmad Sonhadji Ainur Rifqi, Ainur Ali Imron Ali Imron Alifia, Larasati Anis Kurliyatin Anisa Maulinda Annisa Rahmadita Anse, Frederikus M Kurniawan Ardian Maulana Arifin Arifin Ariga Bahrodin Arumia Fairuz Husna Asep Sunandar Bambang Budi Wiyono Bambang Setyadin Bayu Pramudya Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Chidayatiningsih, Rina Chintyawaty Dedi Prestiadi Denantia Fema Hernandeni Deny Setiawan Deny Setiawan Desi Eri Kusumaningrum Dhiyana Nur Auliya Sari Dyah Nur Septiana Emilia Nur Chasanah Sholihin Endra Ubaidillah Enjelica, Lovina Kharisma Eva, Nur Febrina Evananda Firda Fitrotul Unsa Friska Fridiana Putri Gaib, Marlin Galuh Ratna Sumenggar Gazali, Nadien Irfatin Nuha Hendri Murti Susanto Ika Andrini Farida Imam Gunawan, Imam Imron Arifin Indra Lesmana Irianto, Jusuf Ismaya Priska Kumala Juharyanto Juharyanto Kartini, Dian Linda Afriani Lumungga, Mahda Iza Luthfia Amanda Sari Mada Sutapa Maisyaroh Marsono Marsono Maulana Amirul Adha Maulinda, Anisa Meila Hayudiyani Muhammad Ali Yafi Hidayatullah Muhammad Imran Qureshi Mustiningsih Nasution, Annio Indah Lestari Niqma Chelia Paramudityas Nova Syafira Ariyanti Nurabadi, Ahmad Nursanjaya Nursanjaya, Nursanjaya Nurul Ulfatin P.A. Sahertian Paul Arjanto Payong, Yohanes Laga Purwatiningsih, Rini Putri, Dian Erika Raden Bambang Sumarsono Radeni Sukma Indra Dewi Raharja, Reza Mauldy recki ari wijaya Rochmawati, Wuni S Sunarni Sa'dun Akbar Santosa, Amalia Martha Shirly Rizki Kusumaningrum Sigit Budiyanto Siti Amalia Thasbikha Sitti Roskina Mas Slamet Arifin Sri Untari Sultoni Sultoni Sunarni SUTRISNO Syam, Aldo Redho Syamsul Hadi Syamsul Hadi Teguh Triwiyanto Ulfa Muadhatin Qoriah utari, tria ina Utomo, Fajar Hendro Vonny Angeli Sudharta waziroh, iro Wildan Zulkarnain, Wildan Willem Mantja Wuni Rochmawati Yusuf Sobri, Ahmad Zusniya Fatmawati