Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran “Projek IPAS” Berbasis STEAM sebagai Kajian Implementasi Kurikulum Merdeka di SMK Muhammad Syaipul Hayat; Sumarno Sumarno; Mahmud Yunus; Noora Qotrun Nada
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.6005

Abstract

The implementation of the Independent Curriculum in SMK requires science learning to be carried out across disciplines through projects. This study aims to examine the potential and implementation of learning "IPAS project" oriented to the STEAM approach as an implementation of the Merdeka curriculum in SMK. The research was conducted using a survey method with a qualitative descriptive approach involving 48 respondents representing 34 out of 163 vocational schools in Central Java. The instrument used is a questionnaire consisting of three open questions about expectations, obstacles and efforts to overcome them; as well as a five-aspect questionnaire on the profile of teachers' understanding of the application of STEAM-based "IPAS Project" learning in the Merdeka curriculum in SMK. Qualitative descriptive analysis is carried out by data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that although we have understood aspects of the independent curriculum in learning "IPAS Project", there are still obstacles, especially in the application of the STEAM approach. As for the profile of teachers' understanding of the application of STEAM-based "IPAS project" learning in the Merdeka curriculum in SMK, most teachers already have an understanding of the learning concept of "IPAS project" and in its application have involved many students in the implementation of the Merdeka curriculum. But in understanding the concept of STEAM, most teachers still don't master it well. Likewise, in terms of experience in applying the STEAM approach in "IPAS project", not many teachers have applied it in a structured and systematic manner. Based on this, it is recommended that to reduce the gap in expectations and constraints for vocational teachers, an LMS platform is needed to bridge the implementation of STEAM-based "IPAS Project".
Manajemen Mutu Akademik SDIT Cahaya Ummat Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang Siti Nurhidayah; Rasiman; Sumarno
CENDEKIAWAN Vol 7 No 1 (2025): Cendekiawan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/cendekiawan.v7i1.497

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Perencanaan peningkatan mutu pendidikan ini direncanakan dengan baik sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Cahaya Ummat. Sedangkan kelemahan dimensi ini adalah penentuan visi, misi dan tujuan perlu pembaharuan dalam jangka beberapa tahun, musyawarah tidak dapat dilakukan sewaktu-waktu; 2)Pengorganisasian, dalam pengorganisasian untuk meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Cahaya Ummat sudah melibatkan berbagai pihak, dan dapat membagi tugas dengan proporsional sesuai dengan tupoksinya sehingga membangkitkan semangat kerja tim dalam mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan serta mengkomunikasikan tentang harapan yang tinggi dan tantangan kerja yang harus dihadapi bersama sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Cahaya Ummat. Kelemahan pengorganisasian adalah ada beberapa tenaga pendidik yang masih belum memaksimalkan kredibilitasnya dalam melaksanakan tugas, sehingga mengakibatkan kesenjangan dari hasil yang dicapai; 3)Pelaksanaan peningkatan mutu pendidikan, peneliti menyimpulkan bahwasanya Sekolah telah memberi perhatian kepada anggotanya untuk meningkatkan prestasi. Dengan demikian seorang bawahan yang mendapat perhatian dari sekolah akan meningkatkan kinerja dan prestasi guna mencapai visi yang diharapkan bersama. Pada akhirnya perhatian sekolah inilah salah satu yang dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Cahaya Ummat. Kelemahan dimensi ini adanya beberapa guru yang kurang loyalitasnya dengan meninggalkan sekolah karena mendaftar sebagai PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja); 4)Pengawasan pelaksanaan peningkatan mutu pendidikan, peneliti menyimpulkan bahwa pengawasan yang dilakukan berkesinambungan akan sangat berguna untuk dapat mencapai tujuan peningkatan mutu pendidikan di SDIT Cahaya Ummat. Sekolah mampu mendorong para anggotanya berpikir kreatif, dan menemukan solusi setiap terjadi masalah dalam organisasi sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Cahaya Ummat.
Manajemen Komunitas Belajar Profesional Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SD Negeri Bandarjo 03, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang Muhamad Ichwan; Rasiman Rasiman; Sumarno Sumarno
CENDEKIAWAN Vol 7 No 1 (2025): Cendekiawan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/cendekiawan.v7i1.500

Abstract

Komunitas belajar mendukung guru, tenaga kependidikan dan pendidik lainnya untuk dapat mendiskusikan dan menyelesaikan berbagai masalah pembelajaran yang dihadapi dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesripsikan perencanaan, pengorganisasian pelaksanaan, dan evaluasi komunitas belajar di SD Negeri Bandarjo 03 Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, ketua komunitas, sekretaris dan bendahara komunitas. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisi kualitatif meliputi pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan komunitas belajar di SDN Bandarjo 03 Ungaran Barat Kabupaten Semarang diawali dengan rapat pembentukan tim komunitas belajar dengan nama komunitas belajar SBAGA Ceria, sosialisasi prorgram, kegiatan yang belum terlakasna adalah menelaah hasil belajar siswa dan membangun komitmen bersama dan kesepakatan tata nilai. (2) Pengorganisasian komunitas belajar di SDN Bandarjo 03 Ungaran Barat Kabupaten Semarang dilakukan dengan membentuk struktur organisasi komunitas belajar, (3) Pelaksanaan komunitas belajar di SDN Bandarjo 03 Ungaran Barat Kabupaten Semarang meliputi persiapan dan menentukan materi, penyampaian materi oleh narasumber dan pembuatan aksi nyata di PMM. Materi yang disampaikan meliputi review modul P5, pembelajaran berbasi TPACK, review ATP, RPP dan modul ajar, PMM (platform mengajar merdeka), review bahan ajar, menyusun asesemen, dan sebagainya, (4) Evaluasi komunitas belajar di SDN Bandarjo 03 meliputi kegiatan evaluasi program kerja komunitas dan refleksi.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Materi Diagram Garis menggunakan Model Problem Based Learning Dwi Arum Syafitri; Sumarno Sumarno; Endang Rumiarci
Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP)
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiepp.v4i2.409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam materi diagram garis dengan model problem based learning. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif untuk menguraikan dan mendeskripsikan menganalisis kemampuan berpikir kritis. Alat atau instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sumber data berasal dari hasil analisis dokumen Soal Evaluasi dalam pembelajaran diagram garis. Peserta didik yang mendapatkan nilai A sebesar 48%, peserta didik yang mendapatkan nilai B sebesar 28%, dan peserta didik yang mendapatkan nilai C sebesar 24%. Dengan hasil indikator persentase berpikir kritis 50% peserta didik mampu menyimpulkan dan 50% peserta didik mampu menganalisis dugaan dan keterpaduan soal dan jawaban. Berdasarkan hasil nilai yang diperoleh dapat dikatakan bahwa nilai modus yang diperoleh adalah 90.  Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa model problem based learning terbukti mampu membantu peserta didik dalam memecahkan masalah materi diagram garis dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Upaya Penanaman Pendidikan Karakter Disiplin Peserta Didik melalui Pembiasaan Harian Hafnianda Shabrina Tasya; Sumarno Sumarno; Nuruliarsih Nuruliarsih
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 5 No. 3 (2024): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v5i3.488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan pendidikan siswa bagi harapan orang tua tunggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, subjek penelitian ini dengan kriteria laki-laki usia 16 tahun yang memiliki orang tua tunggal akibat perceraian. Pola Asuh orang tua memengaruhi perkembangan Pendidikan siswa, khususnya dalam hal kemampuan mengendalikan diri, prilaku dan motivasi belajar. Pengumpulan data menggunakan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian pada subjek menunjukkan bahwa pengasuhan orang tua tunggal menggunakan pola asuh dan berdampak pada ketidak mampuan untuk mengendalikan diri dan perilaku yang kurang baik. Subjek sangat sulit untuk menahan rasa malas, melanggar aturan sekolah dengan membolos pelajaran sekolah, mengganggu teman, tidak mengerjakan tugas, tidak memperhatikan pelajaran, dan mudah menyerah pada saat menghadapi kesulitan serta kurang mau berusaha dan kurang memiliki daya juang.
Pengembangan Digital Book Berbasis PBL untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SD Negeri Ponowareng 01 Muhammad Arief Rohman; M. Arief Rohman; Ida Dwijayanti; Sumarno
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17694

Abstract

ABSTRACT The problems in this research are (1) What is the validity of the PBL-based Digital Book developed to improve the critical thinking skills of fourth grade students at SDN Ponowareng 01?, (2) What is the practicality of the PBL-based Digital Book developed to improve critical thinking skills for fourth grade students at SDN Ponowareng 01? (3) What is the effectiveness of the PBL-based Digital Book that was developed to improve the critical thinking skills of grade IV students at SDN Ponowareng 01? The aims of this study were (1) to develop and produce a valid PBL-based digital book to improve the critical thinking skills of fourth grade students at SDN Ponowareng 01, (2) to develop and produce a practical PBL- based digital book to improve critical thinking skills for fourth grade students at SDN Ponowareng 01, (3) Develop and produce an effective PBL-based Digital Book to improve the critical thinking skills of grade IV students at SDN Ponowareng 01. The subjects in this study were grade IV students at SDN Ponowareng 01 and SDN Smbangdesa, totaling 80 students. Data collection methods used are questionnaires, documentation and tests to students at the beginning and end of learning. Data analysis used is descriptive analysis, pre- requisite test, and hypothesis testing. From the results of the study it can be seen that the validation results from the validators show that the PBL-based digital book to improve the critical thinking skills of grade IV students at SDN Ponowareng 01 which has been developed is valid and feasible to use. The results of the study show that the percentage of product achievement from media experts is 83%, this figure is in good qualification and is said to be valid and does not need revision. The percentage of product achievement from material experts is 83.84% valid and does not need revision. PBL-based digital book to improve critical thinking skills of grade IV students at SDN Ponowareng 01 which was developed to be practical to use. From the results of teacher and student responses to PBL-based digital book learning media on style material in everyday life, it can be concluded that they have a very positive response. The PBL-based digital book to improve the critical thinking skills of grade IV students at SDN Ponowareng 01 which has been developed is less effective. The results of the data analysis show that 91.67% of students complete. The highest student score was 100, the lowest student score was 64, the average student score was 82.94, the number of students who completed 33 students out of 36 students and 3 students did not complete. The results of data analysis of the N-Gain index are 44.89%, this indicates that the products used to improve critical thinking skills are less effective.
Overview of Teachers' Knowledge About Canva's Innovative Learning Media Triyono Triyono; Ida Dwijayanti; Sumarno Sumarno
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 9 No. 1 (2023): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v9i1.6403

Abstract

Background: As we know, Indonesia has problems with education. These problems include facilities, books and the quality of teachers, one of which is creating learning media. Method: This research method uses a descriptive quantitative approach. Researchers created a questionnaire with 5 questions then distributed the questionnaire using Google Form via WhatsApp Group. Results and Dıscussion: The research results showed that there are still teachers who do not know the Canva application and do not know that the learning media produced with Canva is interesting and effective. The lack of maximum development of learning media carried out by teachers is due to one of the reasons for the teacher's lack of ability to utilize media. Conclusion: The results of the research can be concluded that there are still teachers who have not been able to utilize technology in making learning media properly. This can be a reference in developing interesting learning media by creating an In House Training (IHT) for creating learning media for teachers.
Co-Authors Aan Burhanuddin Achmad Buchori Adi Darma Surya Agustin Arum Setiyana AGUSTIN WULANDARI Alimuddin Aziz Anggun Dwi Aninditya Kharisma Sari Anisatun Hidayatullah Annisak Miftakhul Hidayah Antika Ulistia Ningsih Arfilia Wijayanti Aryan Eka Prastya Nugraha, Aryan Eka Prastya Aryo Andri Nugroho Asmuni Atik Wahidatul Hasanah Atip Nurwahyunani, Atip Ayu Puji Astuti Azizah Bayu Septian Anuraga Bayu Betty Diah Kusumaningrum Carson Carsoni Dayati Erni Cahyaningrum Djoko Ichsanudin Dwi Arum Syafitri Dyah Saraswati Elok Nur Faiqoh Endang Rumiarci Endang Rumiarci Erna Pujiyanti Farihah Inayatul Ulya Fenny Roshayanti Ferina Agustini Filia Prima Artharina Firya Luthfiyah Hafnianda Shabrina Tasya Hardianika Rahmaningtyas Hayat, Muhammad Syaipul Ida Dwijayanti Ida Wijayanti Idadwijayanti isnaini naffi'an Joko Siswanto Joko Sulianto . . Kartika Fajar Pratiwi Kiswati Kiswati Lina Kamalia Zahra Lina Tajqiyah Lussana Rossita Dewi M. Arief Rohman Mahmud Yunus Maria Ulfah . Mida Astarina Monica Arningsari Monica Arningsari Muhamad Ichwan Muhammad Arief Rohman Muhtarom Muhtarom Muhtarom MUSLIMIN IBRAHIM Mustaqfirin Soleh Nailussulakhah Sulakhah Nikmatul Azizah Niwi Sruti Handayani Nizaruddin Nizaruddin Noora Qotrun Nada, Noora Qotrun Nur Cholifah Nur Novianti Nuraini Nurkolis Nuruliarsih Nuruliarsih Nurun Nikmah Praptining Rahayu ., Praptining Rahayu Prasetiyo Prasetiyo Putri Dian Nusa Qristin violinda Rafika Nuriafuri Rasiman Rasiman Rasiman Refiarni Refiarni Ria Indrawati Rohmah Khasanah Rohmah Khasanah Rustono Sesa Mentari Sih Hartini Siti Nurhidayah Sofia Uly Niama Solekah Sri Mardiyanti Sri Mujiatun Sri Ratna Pratiwi Sriyanto Sriyatun Sukat Susi Susanti Sutinah Suyoto Titik Haryati Totok Prasetyo Triyono Triyono Turmudli Tusono Umi Isrotun Yanuar Hery Murtianto Yenny Rachmawati Yoyok Haryono