p-Index From 2021 - 2026
7.549
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Presuposisi Potensial Mengandung Gaya Bahasa sebagai Kontrol Rasionalisasi Tuturan pada Podcast Denny Sumargo Yuanita Widiastuti; Moh. Badrih; Hasan Busri
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i2.6408

Abstract

Denny Sumargo's podcast has become one of the most popular channels for various people. One of the interesting topics that can be studied is the potential presuppositions that appear in speech. Denny Sumargo discoursed with his interlocutor through the use of certain figurative speech. The aim of this study is to analyze the figurative speech control rationale of potential presuppositional found on Denny Sumargo’s YouTube podcast channel with Laura Anna. The research method used in this study was content analysis with a qualitative approach. The data was taken from discourse activities on the video podcast of Denny Sumargo with Laura Anna which aired on Youtube. The data in this study was a discourse that contained potential presuppositions. Data collection techniques in the study were carried out with documentation techniques, listening techniques, and note-taking techniques. Based on the data analysis, it was found that all types of potential presuppositions were in the style of repetition, ellipsis, symbolism, hyperbole, euphemism, and metaphor. Those potential presuppositions of figurative speech aim to soften the language so that the interlocutor does not feel offended, to confirm the intention, to trigger interpretation, and to enhance the impression. Those a forms of rationalization of speech to control the social attributes of Laura Anna as a guest star who is paralyzed due to an accident.
Pendidikan Karakter Sufistik dalam Cerita Anak Bergambar Awas Manusia Karya Ahmad Mustofa Bisri Berbasis Elektronik Fikrul Anwar; Hasan Busri
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2023: SPECIAL EDITION: LALONGET IV
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.11735

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sufi. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang mendeskripsikan suatu fenomena yang telah ditemukan. Pemerolehan data yang diambil diperoleh dari buku elektronik cerita bergambar dengan judul Awas Manusia karya Ahmad Mustofa Bisri. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data melalui tahap membaca, mencatat, dan dokumentasi. Penelitian ini penting dilakukan untuk menggambarkan dari hasil data yang ditemukan, karena ada dua komponen dari data yang terdapat dalam buku tersebut, yaitu karakteristik dari seorang sufi, antara lain kepedulian, ramah, dan rendah hati, keduanya menjadi dasar sifat manusia ketika berinteraksi kepada masyarakat dan lingkungannya, sehingga manusia akan memiliki sifat pentingnya akan perdamaian dan menjauhi perselisihan. Menariknya karakter kepedulian, ramah, dan rendah hati yang digambarkan oleh seorang penulis adalah seekor binatang,buku elektronik bacaan untuk anak dengan judul Awas Manusia menceritakan dunia binatang yang dapat dengan mudah mengedukasi dalam perkembangan karakter anak.
Community-Based Critical Literacy Practices: A Reflective Study of Literacy Implementation in School Tono Viono; Jagad Wijaksono; Hasan Busri
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2023): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v19i2.2989

Abstract

This article examines critical literacy practices carried out by the informal education community thoughtfully and potentially so that they can be applied to developing the school literacy movement program. Statistically, 95.66% of Indonesia's population can read, but on the other hand, the reading literacy score in the PISA study is still below average. So far, there have been different perspectives regarding literacy as a reading activity and literacy as an activity to process information. These differences result in different interpretations and attitudes in processing information in a text. Critical literacy relates reading analysis skills to the realities faced by students. This study aimed to find patterns of critical literacy carried out by the Ngampar Boekoe community and Jamaah Maiyah Al Manhal about the inherent development of the school literacy movement program. The research method used is qualitative with an auto-ethnographic approach. The data comes from the researcher's personal experience, observation, in-depth interviews and artefacts. Data analysis uses triangulation with a bottom-up pattern to find critical literacy formulas and can be reflected in the school literacy movement program. The results found are in the form of alternative formulations which consist of critical material that can develop students' critical power, dialectical methods filled with a sense of trust, and quality-based evaluation using response journal instruments and written works. The results of this study can be used as policy-making considerations for relevant stakeholders to build the qualifications of a literate society.
Strategi Eufemisasi dalam Wacana Penutupan Program Studi oleh Kemendiktisaintek: Analisis Wacana Kritis Fairclough Iwan Wahyudi; Hasan Busri; Sifa Yunita Sari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.4201

Abstract

Kebijakan penataan dan penutupan program studi (prodi) yang diwacanakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sepanjang April-Juni 2026 memunculkan pertautan menarik antara bahasa dan kekuasaan dalam wacana kebijakan pendidikan tinggi Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi eufemisasi yang digunakan pejabat Kemendiktisaintek dalam mengonstruksi wacana penutupan prodi, serta menjelaskan cara kerja strategi tersebut pada tataran teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural sebagaimana kerangka analisis wacana kritis (AWK) Norman Fairclough. Data penelitian berupa tuturan pejabat Kemendiktisaintek (Sekretaris Jenderal dan Menteri) serta siaran pers resmi yang dipublikasikan media daring nasional pada periode April-Juni 2026, dianalisis secara kualitatif-deskriptif dengan teknik simak-catat dan analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi eufemisasi utama, yaitu (1) substitusi leksikal, terutama penggantian kata “penutupan” dengan “penataan” dan “transformasi”; (2) pergeseran agensi dan pertanggungjawaban melalui konstruksi pasif serta pelimpahan sumber keputusan kepada “badan penyelenggara”; (3) pelunakan modalitas melalui leksia “opsi terakhir”, “kerelaan hati”, dan penanda ketaktentuan seperti “mungkin”; serta (4) legitimasi melalui wacana kebutuhan industri dan pembangunan nasional. Pada tataran praktik wacana, teks yang dikaji menunjukkan intertekstualitas dengan wacana developmentalisme dan kebekerjaan (employability); pada tataran praktik sosiokultural, eufemisasi berfungsi meredam resistansi publik dan akademisi terhadap kebijakan yang berpotensi mengancam otonomi keilmuan dan mata pencaharian sivitas akademika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eufemisasi dalam wacana birokrasi pendidikan tinggi bukan semata gaya berbahasa, melainkan strategi ideologis untuk mengelola penerimaan publik atas kebijakan yang berpotensi kontroversial.
Minat dan Persepsi Siswa Kelas XI-C SMAN 3 Malang terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Google Drive Denny Kresna Wijayanto; Hasan Busri; Ranggi Ramadhani Ilminisa
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.4211

Abstract

Integrasi teknologi dalam pendidikan menawarkan efisiensi administrasi, namun sering kali memicu dinamika perilaku yang kontradiktif pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Google Drive dibandingkan metode pengumpulan tugas langsung terhadap ketepatan waktu penyelesaian tugas Bahasa Indonesia siswa kelas XI-C SMAN 3 Malang, serta mengeksplorasi persepsi dan pengaruhnya terhadap minat mengumpulkan tugas. Menggunakan metode campuran, data penelitian dikumpulkan melalui asesmen diagnostik pra-pembelajaran Bahasa Indonesia, kuesioner kuantitatif, dan jawaban deskriptif kualitatif dari 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mayoritas siswa (56,7%) mengakui kepraktisan dan fleksibilitas akses Google Drive, metode digital ini justru menurunkan kedisiplinan dan memicu perilaku prokrastinasi akibat besarnya distraksi gawai (46,6%). Sebaliknya, pengumpulan fisik dinilai lebih menenangkan secara psikologis (50%) dan efektif dalam menciptakan fokus karena adanya interaksi serta pengawasan langsung dari guru (40%). Fenomena kelalaian pengumpulan tugas di Google Drive tidak hanya terjadi pada materi yang kurang diminati seperti Karya Tulis Ilmiah (10%), tetapi tetap ditemukan pada materi yang sangat diminati seperti Drama (40%). Hal ini berkorelasi dengan profil siswa yang didominasi pembelajar sosial (76,7%) yang membutuhkan stimulan luring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemudahan teknologi tidak otomatis meningkatkan disiplin tanpa adanya keterikatan interpersonal, sehingga disarankan penerapan metode pengumpulan campuran.
Co-Authors Abdul Rani Abdul Rani Abdul Rani Ach Jazuli Agus Salimullah Agus Salimullah Ahmad Miftahuddin Akbar Syamsul Arifin Akbar Syamsul Arifin Akhmad Tabrani Aminullah Aminullah Amrullah, Nafis Azmi Andriadin, Andriadin Angga Febriyatko Anwar, Fikrul Batalemba, Igajadwar Cut Dian Rahmawati Damayanti, Elvira Denny Kresna Wijayanto Didin Milam Jamsari Dyah Werdiningsih Dyah Werdiningsih Ervin Dwi Anggun T.I.A Ervin Dwi Anggun T.I.A Eva Rosyidatul Afifah Fahruddin, Ahmad Hanif Famsah, Saefuddin Fatimah, Khusnul Febriyatko, Angga Fikrul Anwar Igajadwar Batalemba Ilma Luthfi Tsania Imrotin Imrotin Imrotin, Imrotin Irfani Husnawiyah Istika Novitasari Itznaniyah Umie Murniatie Iwan Wahyudi Jagad Wijaksono Jihan Alhanin Choir Khoirul Muttaqin Khusnul Fatimah Luh Putu Ratna Sundari M. Djunaidi Ghony Maskuri Miftahuddin, Ahmad Moh. Badrih Moh. Faiz Moh. Faruq Al Farizi Mualifah, Salsa Wulan Mufiqur Rahman Muftikha Lulyana Mahirotul Aisyiah Muhammad Fauzi Al Hamidi Muhammad Qodri Muhbib Abdul Wahab Munir, Muhamad Misbahul Mustar Mustar, Mustar Nafi', Syihabudin Nafis Azmi Amrullah Nasrulloh Novela, Fanda Nur Fajar Arief Nuriyah, Sinta Perdani, Anisa Sofiana Putra, Valdi Giffari Rahmayati Rahmawati, Cut Dian Rahmawati, Nailur Ranggi Ramadhani Ilminisa Raswan Raswan, Raswan Roro Kurnia Nofita Rahmawati Rozanna Ismarika Saefuddin Famsah Salimullah, Agus Salsa Wulan Mualifah Sifa Yunita sari Singgih Kuswardono Siron, Yubaedi Sri Wahyuni Sukardi, Aris Syamsul Bahri The, Hery Yanto Tono Viono Tsania, Ilma Luthfi Ubaidillah, A. Shafir Umi Latifah Valliant Mulky Azzuri Viono, Tono Widiastuti, Yuanita Wijaksono, Jagad Yanti AD, Zully Hijah Yeni Utami Yuanita Widiastuti Zainullah Zainullah Zukhaira Zukhaira