Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR INTERNAL STRES PENGASUHAN IBU DENGAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 Basir, Rezky Amalia; Saharuddin; Rahman, Abd; Fauziah, Henny; Damis, Rahmi
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 22 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.633 KB) | DOI: 10.30743/ibnusina.v22i1.419

Abstract

Latar belakang: Pandemi COVID-19 dikatakan merupakan krisis kesehatan di dunia hingga memutuskan untuk menutup instansi pendidikan seperti sekolah, dengan adanya kebijakan pemerintah untuk belajar dirumah bisa berdampak menimbulkan psikosomatis dan berkaitan dengan stres orang tua khususnya ibu. Tujuan: Untuk mengetahui faktor internal yang berhubungan dengan stres pengasuhan pada ibu dengan anak usia sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan adalah ibu yang mempunyai anak di SDN Sambung Jawa Makassar yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel 172 sampel. Hasil: Uji statistik Chi-square menunjukkan bahwa yang berhubungan signifikan dengan dengan stres pengasuhan ibu dengan anak usia sekolah dasar pada masa pandemi COVID-19 adalah pendidikan ibu (p=0,01). Usia, Agama, pekerjaan, pengalaman, dan kepribadian ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan (p>0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan stres pengasuhan ibu dengan anak usia sekolah dasar pada masa pandemi COVID-19.
Al-Qur’an dan Hak Milik: Perspektif Kepemilikan Individu dan Sosial Rahmat; Achmad Abu bakar; Rahmi Damis
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the concept of property rights in the Qur'an through the perspective of individual and social ownership. The type of research used is qualitative which adopts thelibrary research method. The results show that property rights are the authority given to a person to own, manage, and utilize property with the freedom regulated by sharia. Allah established property rights as a means to fulfill the personal and social needs of humans collectively. True ownership (hakiki) belongs to Allah as the Creator and Ruler of all things, while humans only have majazi rights, namely as managers who are given the mandate to utilize property according to His will. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep hak milik dalam al-Qur’an melalui prespektif kepemilikan individu dan sosial. Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yang mengadopsi metode penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak milik merupakan kewenangan yang diberikan kepada seseorang untuk memiliki, mengelola, dan memanfaatkan harta benda dengan kebebasan yang diatur oleh syariat. Allah menetapkan hak milik sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial manusia secara kolektif. Kepemilikan sejati (hakiki) adalah milik Allah sebagai Pencipta dan Pengatur segala sesuatu, sementara manusia hanya memiliki hak majazi, yakni sebagai pengelola yang diberi amanah untuk memanfaatkan harta sesuai kehendak-Nya.
MUAY THAI EXERCISE'S IMPACT ON BODY SATISFACTION AND SELF-ESTEEM IN WOMEN Asmawi, Muhammad Agung; Hartoko, Rahadi Arie; Tihardimanto, Andi; Arief, Ariyanto; Damis, Rahmi
HEARTY Vol 13 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i3.18929

Abstract

With the increasing popularity of Muaythai martial arts in improving physical fitness, understanding the impact this type of sport has on mental health is imperative. In most countries around the world, women are the gender most at risk of experiencing low levels of Bodysatisfaction and self esteem. Objectives: This study focused on the relationship of Muaythai training with Bodysatisfaction and Self-Esteem in adult women. Methods: This study used a cross-sectional approach and was conducted on 43 adult women who were determined through the total sampling method. This study was conducted in January 2024 - February 2024 at Bintang Muaythai Camp Makassar. Data analysis was performed univariately and bivariately using Spearman's rank correlation test. Results: The correlation between variables was analyzed using Spearman's rank correlation test and there was no significant relationship between Muaythai training and Bodysatisfaction in adult women (p-value; 0.716), and there was no relationship between Muaythai training and Self-Esteem in adult women (p-value; 0.340).
Dinamika Jual Beli Dan Potensi Riba Era Digital Perspektif Al-Qur’an Ashabul Kahfi; Achmad Abubakar; Rahmi Damis
Tasamuh: Jurnal Studi Islam Vol. 17 No. 1 (2025): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v17i1.1667

Abstract

This study aims to analyze the concept of buying and selling and the prohibition of usury in the Qur'an and its application to technology-based economics. This type of research is included in the type of qualitative research with a qualitative descriptive model. The analysis technique used in this research is content analysis technique. The results show that the Qur'an allows buying and selling as long as it fulfills sharia principles such as justice and transparency, while usury in its various forms is legally prohibited because it does not fulfill the elements of justice and humanity. The digital economy provides new marketing opportunities through platforms such as e-commerce and fintech, but presents new challenges such as innovative business models that must be assessed for Shariah compliance. Ensuring Shariah compliance requires fatwas from authorized institutions and cooperation among scholars on every new product or service that emerges in today's digital era.
SISTEMATISASI NILAI EKOLOGIS DALAM AL-QUR’AN: KAJIAN TEMATIK ATAS KONSEP IṢLĀḤ, FASĀD, DAN ‘IMĀRAH SEBAGAI ETIKA PELESTARIAN LINGKUNGAN Oktafiani, Shalsabila; Damis, Rahmi; Irham, Muhammad
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Islamic Studies (Juli)
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/jis/v3i1.123

Abstract

Abstrak Krisis lingkungan dewasa ini tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, tetapi juga mencerminkan krisis spiritual dan etis dalam relasi manusia dengan alam. Artikel ini bertujuan untuk memetakan secara sistematis konsep pelestarian lingkungan dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik terhadap tiga term utama: iṣlāḥ (perbaikan), fasād (kerusakan), dan ‘imārah (pemakmuran). Berbeda dari penelitian sebelumnya yang membahas isu ekologi secara general, kajian ini menyusun satu kerangka tematik berbasis istilah sebagai representasi nilai ekologis Qur’ani yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pustaka dengan analisis intertekstual terhadap ayat-ayat yang relevan dalam berbagai kitab tafsir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dalam Al-Qur’an tidak hanya berakar pada etika individual, tetapi juga bersifat transenden sebagai bagian dari misi ke-khalifah-an. Dengan mengonstruksi relasi integral antara iṣlāḥ, fasād, dan ‘imārah, penelitian ini memperkuat pemahaman ekoteologis Islam dalam menjawab tantangan lingkungan masa kini. Kata Kunci: Pelestarian Lingkungan, tafsir tematik, iṣlāḥ, fasād, ‘imārah.
Sejarah Pergerakan Nasional: Melacak Jejak Sarekat Islam (SI) dari Perdagangan Hingga Kemerdekaan Nurwahidah, Nurwahidah; Rahmi Damis; Syamzan Syukur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.10785

Abstract

Penelitian ini membahas perjalanan Sarekat Islam (SI) sebagai salah satu organisasi perintis pergerakan nasional Indonesia. Berawal dari Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan Samanhudi pada 1905 untuk melindungi pedagang batik Muslim dari dominasi pedagang Tionghoa, organisasi ini berkembang pesat hingga menjadi SI pada 1912. Dalam perjalanannya, SI bertransformasi menjadi Partai Sarekat Islam (PSI) pada 1923 dan kemudian menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) pada 1929. SI menjadi pelopor organisasi politik yang secara terbuka menyuarakan aspirasi kemerdekaan, melahirkan banyak tokoh yang kelak aktif di partai besar seperti PNI, PKI, Masyumi, dan kelompok nasionalis lain. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan data utama berupa buku, literatur klasik, jurnal ilmiah, dan dokumen relevan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran SI meluas dari isu ekonomi dan agama ke ranah sosial, budaya, dan politik. Islam menjadi unsur pemersatu masyarakat pribumi di tengah minimnya kesadaran nasional pada masa itu. Pada masa Orde Baru, PSII diintegrasikan ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sehingga perannya menurun. Upaya menghidupkan kembali PSII pada era Reformasi tidak berhasil menembus ambang batas pemilu. Meski demikian, SI tetap aktif sebagai kelompok sosial yang berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan negara
Sejarah Pergerakan Nasional: Peran Nahdlatul Ulama dalam Dinamika Sosial-Politik dan Pembentukan Identitas Kolektif Bangsa Indonesia Nana Aprilia; Rahmi Damis; Syamzan Syukur
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i1.253

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami kontribusi Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga tradisi keagamaan dan memperkuat identitas bangsa di tengah dinamika sosial-politik sejak masa penjajahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan peran strategis NU dalam perjuangan nasional, pembentukan solidaritas sosial, dan konstruksi identitas kolektif bangsa Indonesia. Metode yang digunakan adalah library research dengan pengumpulan data melalui buku, literatur klasik, jurnal ilmiah, dan dokumen relevan. Analisis data dilakukan melalui langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU, yang lahir pada 31 Januari 1926 di Surabaya atas inisiatif para ulama pesantren seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahab Hasbullah, merupakan respon terhadap ancaman praktik keagamaan tradisional akibat pengaruh Wahabi serta kondisi kolonial Belanda. Melalui pembentukan Komite Hijaz dan pendirian NU, para ulama berupaya mempertahankan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) dan menjaga keberagaman Islam di Indonesia dengan organisasi yang terstruktur. Dalam perjalanannya, NU berperan signifikan dalam pergerakan nasional melalui penolakan Volksraad, keterlibatan di MIAI dan Masyumi pada masa Jepang, serta Resolusi Jihad 1945 yang memotivasi perjuangan kemerdekaan. NU juga berkontribusi pada pembentukan solidaritas sosial, penanaman nasionalisme, penyusunan UUD 1945, dan penguatan Pancasila. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa NU tidak hanya berjasa di bidang keagamaan, tetapi juga menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun identitas nasional dan kesejahteraan sosial-politik Indonesia.
Wawasan Al-Quran Tentang Kesetaraan Gender Adam, Adiyana; Haddade , Hasyim; Damis, Rahmi
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Annaba' STIT Muhammadiyah Paciran
Publisher : STIT Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37286/ojs.v8i2.153

Abstract

The discussion about gender is getting wider, meanwhile the misunderstandings about the meaning of gender are still exist, especially based on Islamicperspective. The debate about the pros and cons of gender equality is extremely debated. Not a few think that gender equality in Islam is prohibited even though Islam also places women in the best possible position. In this study, the author examines how the Qur'an insight regarding to gender equality. Through a qualitative method approach, the researcher tried to examine through the Qur‟an and the interpretation of related issues. The results show that through theverses of the Qur'an it does not differentiate between men and women in various aspects. This can be seen in various statements of the Qur'an which always equalize the position of men and women, its regard to their human nature. The difference between men and women is only limited to differences in human nature.
Proses Penciptaan Manusia Dan Implikasinya Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Prodi Kedokteran UNKHAIR: Satu Telaah Tafsir Maudhui Dan Ilmu Pengetahuan Sains Alhaddad, Bujuna A.; Haddade, Hasyim; Damis, Rahmi
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Annaba' STIT Muhammadiyah Paciran
Publisher : STIT Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37286/ojs.v8i2.157

Abstract

The last holy book that was revealed by Allah to our last Apostle, namely the Prophet Muhammad, namely the Qur'an as a guide and way of life for mankind. It is used as a norm and value in addition to the sunnah, in introducing itself the Qur'an as a hudal Alnas is a guide for mankind. Humans in the Qur'an as monodual, two-dimensional humans consisting of physical and spiritual elements are seen as the main, perfect noble creatures among all of God's creations. This study aims to examine the verses of the Qur'an related to scientific knowledge about the process of human creation. In this study the author uses a qualitative method with the type of literature research with a maudhui interpretation approach and a medical science approach. The results and discussion found that after Prophet Adam, the process of human creation through several stages of creation and among them are nutfa, alaqah, mudgah, bone and muscle making, then perfected by blowing the spirit so that the best form is created, which is called human. The stages of human creation are gametogonesis, the process of ovulation to implantation, then the bilaminar gendisc, the embryonic period to the stage of childbirth.
Wawasan Al-Qur’an Tentang Kesehatan Sumarno; Haddade, Hasyim; Damis, Rahmi
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Annaba' STIT Muhammadiyah Paciran
Publisher : STIT Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37286/ojs.v8i2.166

Abstract

Health is a treasure that has no value for humans, because with health everyone can carry out their daily activities without anyone limiting it. In the Big Indonesian Dictionary, health is divided into three types; physical health, mental health (psychic), and public health. These three kinds of health, should be maintained as well as possible. So that later it will create a life that we all desire together, namely the happiness of the world, and the happiness of the hereafter. However, there are so many people who do not care about their health. Al-Quran is a cure for all human ailments. Many people think that physical disease isdangerous, but they don't realize that the most dangerous disease is a disease that is in the chest, namely liver disease. If so, then the Quran is the solution.