Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Hutan Dalam Pemanfaatan Pekarangan Secara Agroforestry, Gapoktan Wana Tani Lestari KPH Batu Tegi Tanggamus Yuwono, Slamet Budi; Kaskoyo, Hari; Qurniati, Rommy; Safe'i, Rahmat; M, Andre H; S, Ade Irma
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2024): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i2.9901

Abstract

Desa Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus merupakan desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan KPH Batutegi Kab. Tanggamus. Masyarakat desa tersebut terhimpun dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wana Tani Lestari yang merupakan Kumpulan kelompok tani Hkm (Hutan Kemasyarakatan) yang memiliki izin memanfaatkan Kawasan hutan dalam skema perhutanan sosial, selain memiliki lahan garapan di dalam kawasan hutan pada umumnya mereka juga memiliki lahan kebun dan pekarangan di luar Kawasan hutan. Lahan berkebun biasanya berjarak kurang dari satu kilometer dari pemukiman dan lahan pekarangan berada di sekitar rumah tempat tinggal mereka. Pada umumnya kegiatan pemanfaatan lahan hutan dan kebun dilaksanakan oleh kaum laki-laki sedangkan kaum ibu atau perempuan lebih banyak di rumah membantu proses pengolahan hasil hutan seperti menjemur kopi dan kakao, menjemur pinang dan mengolah hasil panen lainnya untuk mendukung pendapat keluarga. Selama ini lahan pekarangan masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani pada umumnya khususnya oleh para kaum perempuan. Hal ini karena mereka menganggap kegitan tersebut kurang bermanfaat. Seiring berjalannya waktu, terpikir oleh para kaum ibu/perempuan untuk berperan lebih aktif khususnnya dalam memanfaatkan lahan pekarangan. Lahan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan gizi dan kebutuhan pangan dengan cara menanam tanaman sayuran seperti tomat, terong, cabai dan lain-lain yang tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Hasil kegiatan pengabdian kepada Masyarakat antara lain terbentuk kelompok wanita tani (KWT) dengan nama Bumi Tani Sejahtera. Setelah mendapatkan kegiatan pengabdian pengetahuan KWT Bumi Tani Sejahtera terhadap pemanfaatan lahan pekarangan mengalami peningkatan, selain itu mereka mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dengan mencoba memanfaatkan pekarangan dengan tanaman produktif (cabe).    
EKSPLORASI KEANEKARAGAMAN BURUNG SEBAGAI DAYA TARIK UTAMA AVITOURISM DI EKOWISATA MANGROVE CUKU NYINYI, KABUPATEN PESAWARAN Putri Maharani, Nafa; Budi Yuwono, Slamet; Iswandaru, Dian; Prayitno Harianto, Sugeng
MAKILA Vol 18 No 2 (2024): Makila: Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/makila.v18i2.15499

Abstract

Birds play a significant ecological role and are also attractive for birdwatching tourism (avitourism), particularly in mangrove ecosystems which provide habitat and food sources. Exploring the avian diversity in the Cuku NyiNyi Mangrove Ecotourism Area for avitourism development can be a conservation effort for birds and provide economic incentives for local communities. This study aimed to identify bird species as potential attractions for avitourism in the Cuku NyiNyi Mangrove Ecotourism Area. Data analysis involved determining the conservation status and criteria of birds as potential objects and attractions for avitourism. A total of 32 bird species from 19 families were identified with a total of 113 individuals. Several bird species have conservation statuses that require attention, namely the cinnamon-headed green pigeon (Treron fulvicollis) which is categorized as vulnerable (VU) and the brahminy kite (Haliastur indus), crested serpent eagle (Spilornis cheela), racket-tailed treepie (Crypsirina temia), and malaysian pied fantail (Rhipidura javanica) which are protected species. The analysis showed that 18 bird species have the potential to be objects and attractions for avitourism based on criteria such as raptors, protected species, songbirds, endemic birds, and colorful birds. The avian diversity in the Cuku NyiNyi Mangrove Ecotourism Area supports the potential for avitourism to develop as a form of sustainable tourism for the protection of bird species while attracting tourists, especially birdwatchers.
HUBUNGAN PERUBAHAN KESEHATAN HUTAN DENGAN PENDAPATAN PETANI (STUDI KASUS HUTAN RAKYAT DI DESA KUBU BATU) Safe’i, Rahmat; Yuwono, Slamet Budi; Winarno, Gunardi Djoko; Asmarahman, Ceng; Darmawan, Arief; Hidayat, Wahyu; Gunawan, Rhezandy; Fajri, Ahmad Khairil
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.13965

Abstract

A healthy community forest can provide optimal benefits for the environment and the economy, particularly in increasing farmers' income. This study aims to analyze changes in community forest health and its relationship to farmers' income in Kubu Batu Village, Way Khilau District, Pesawaran Regency. The Forest Health Monitoring (FHM) method was used to assess forest health, while quantitative analysis was employed to calculate farmers' income. Data were collected through interviews and ecological assessments in the field. The results showed a significant decline in forest health conditions from 2020 to 2024, with the average health score decreasing from 7.35 to 4.68. Additionally, a positive correlation was found between forest health and farmers' income, where better forest conditions resulted in higher income for farmers. However, the strength of this relationship slightly weakened in 2024. The decline in forest health was largely due to forest fires, which affected biodiversity and land productivity. Therefore, restoration efforts and better forest management are necessary to maintain productivity and improve the welfare of community forest farmers.Hutan rakyat yang sehat dapat memberikan manfaat optimal bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat, terutama dalam meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kondisi kesehatan hutan rakyat dan hubungannya dengan pendapatan petani di Desa Kubu Batu, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran. Metode yang digunakan adalah Forest Health Monitoring (FHM) untuk menilai kondisi kesehatan hutan serta analisis kuantitatif untuk menghitung pendapatan petani. Data dikumpulkan melalui wawancara dan penilaian ekologi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan signifikan dalam kondisi kesehatan hutan dari tahun 2020 ke 2024, dengan rata-rata nilai kesehatan menurun dari 7,35 menjadi 4,68. Selain itu, terdapat hubungan positif antara kondisi kesehatan hutan dan pendapatan petani, di mana semakin baik kondisi hutan, semakin tinggi pula pendapatan yang diperoleh petani. Namun, kekuatan hubungan ini sedikit melemah pada tahun 2024. Penurunan kesehatan hutan sebagian besar disebabkan oleh kebakaran hutan, yang berdampak pada biodiversitas dan produktivitas lahan. Oleh karena itu, upaya pemulihan dan pengelolaan hutan yang lebih baik diperlukan untuk menjaga produktivitas dan kesejahteraan petani hutan rakyat.
Pola zonasi mangrove di wilayah Rawajitu Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung Irawan, Sandy Erggi; Duryat, Duryat; Riniarti, Melya; Yuwono, Slamet Budi; Maryono, Tri; Rodiani, Rodiani
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.11860

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki keunikan yaitu adanya zonasi yang khas dan membedakannya dengan vegetasi terestrial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola zonasi mangrove di Rawajitu, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Penarikan sampel dilakukan dengan metode klaster sampling, hal ini didasari pada kenyataan bahwa kondisi mangrove pada lokasi penelitian memiliki keragaman dalam hal substrat, pasokan air tawar, dan kondisi arus laut. Pada masing-masing klaster diletakan plot contoh berbentuk garis berpetak yang diawali dari bagian terluar yang paling dekat dengan lautan sampai dengan daratan. Data ditabulasi dan dikelompokkan berdasarkan spesies penyusun vegetasi utama pada setiap zona. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukan bahwa hutan mangrove di Rawajitu tergolong pola zonasi lengkap yaitu zona luar dengan vegetasi penyusun Avicennia marina, Sonneratia caseolaris, zona tengah dengan vegetasi penyusun Rhizophora mucronata, zona nipah dengan penyusun Nypa fruticans dan vegetasi penyusun zona darat (Excoecaria agallocha dan Hibiscus tiliaceus).
Institutional Analysis of Sustainable Management of the Sekampung Watershed, Lampung Province, Indonesia Edison; Banuwa, Irwan Sukri; Yuwono, Slamet Budi; Damai, Abdullah Aman; Hidayat, Kuswanta Futas; Suroso, Erdi; Hasani, Qadar
Jurnal Sylva Lestari Vol. 13 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl.v13i1.1041

Abstract

The Sekampung Watershed is one of the 108 critical national watersheds designated by the government as requiring restoration of its carrying capacity. In addition to restoration challenges, a lack of coordination among various institutions has led to fragmented and uncoordinated efforts in watershed conservation. Addressing these, researching the institutional aspects of sustainable management by synergistic governance across sectors in the Sekampung watershed is crucial. This study aimed to determine the key institutions directly involved in the sustainable management of the Sekampung Watershed in Lampung Province, along with their coordination mechanisms and interrelationships. This study also aimed to identify constraints in the sustainable management implementation of the Sekampung watershed. The study employed the Interpretative Structural Modelling (ISM) method using questionnaires and expert discussions. The results show that the key institutions in the integrated management of the watershed to ensure the Sekampung Watershed’s functions are preserved and sustainably utilized were the provincial government institutions, governor, regent, mayor, together with the Provincial and Regency or City Regional House of Representatives (DPRD), the Bukit Barisan Selatan National Park Authority (BBTNBBS), and the Way Seputih Way Sekampung Watershed and Forest Management Agency (BPDAS HL WSS). The low awareness care of the community towards watershed management was identified as a critical constraint that must be addressed for the successful sustainable management of the Way Sekampung Watershed. Keywords: institutional analysis, interpretative structural modelling, protected forest, Sekampung Watershed, stakeholder
THE ROLE OF GOVERNMENT IN IMPLEMENTATION OF CONSERVATION PARTNERSHIPS IN SUMBER SARI FOREST FARMER GROUP PESAWARAN REGENCY Agatha Shelly Albarez S; Hari Kaskoyo; Slamet Budi Yuwono; Arief Darmawan
Jurnal Belantara Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v8i2.1123

Abstract

The government has an important role in implementing conservation partnerships as an effort to balance sustainable forest utilization. The purpose of this study is to analyze the role of government in implementing the conservation partnership program in KTH Sumber Sari, Pesawaran Regency. The collected data were analyzed descriptively and the measurement of the government's role used a Likert scale. The results showed that the government's role in implementing the conservation partnership was considered to be quite instrumental with an average overall score of 3.22 or 80%. However, there are several aspects that need improvement, especially in involving farmers in the planning process, monitoring and evaluation activities, and responding to constraints faced by farmers. The government is expected to improve collaboration with forest farmers to ensure the implementation of conservation partnerships can run more effectively and sustainably.
Kesiapan dan Strategi Kota Metro Untuk Mendukung Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal Supriono, Bambang; Yuwono, Slamet Budi; Wahono, Endro Prasetyo; Warganegara, Ariska; Dermiyati; Kaskoyo, Hari
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.142.01

Abstract

Penyediaan layanan sanitasi yang layak dan aman merupakan faktor krusial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kota Metro, sebagai salah satu daerah yang berkomitmen terhadap target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024, telah membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Karangrejo dengan kapasitas 45 m³ per hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan Kota Metro dalam mengimplementasikan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) melalui pendekatan analisis gap dan SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kota Metro memiliki potensi kuat dalam aspek regulasi, kesiapan masyarakat, serta infrastruktur pengolahan lumpur tinja. Namun, terdapat kendala dalam standar operasional prosedur (SOP) dan peraturan pendukung LLTT. Berdasarkan hasil analisis SWOT, terdapat lima strategi utama untuk mendukung implementasi LLTT, yaitu mempercepat pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang LLTT, menyusun ilustrasi sistem dan penghitungan biaya operasional, menentukan skala operasi serta pola dan periode penyedotan, serta menambah armada sedot tinja milik Pemerintah Kota Metro. Diperlukan perbaikan kebijakan dan optimalisasi sistem operasional agar program ini dapat berjalan efektif di Kota Metro.
Pengembangan Partisipasi Masyarakat dalam Kemitraan Konservasi Pemulihan Ekosistem Rawa Bunder di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Wulandari, Christine; Yuwono, Slamet Budi; Bakri, Samsul; Febryano, Indra Gumay; Agustin, Yuli; Kuswandono, Kuswandono; Sirait, Eka Ria Novita Sari; Rusdianto, Rusdianto
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6411

Abstract

Keberhasilan program konservasi harus didukung adanya partisipasi dan komitmen yang tinggi atas program tersebut. Dengan demikian diperlukan adanya pengelolaan kolaboratif semua pihak. Paling penting dalam kolaborasi ini adalah masyarakat sekitar kawasan konservasi yang mempunyai kearifan lokal dan aturan adat. Partisipasi masyarakat secara mandiri diharapkan akan mendukung keberlanjutan fungsi dari Kawasan konservasi lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), yaitu Taman Nasional Way Kambas, lebih khususnya adalah masyarakat Desa Rajabasa Lama I, Kecamatan Labuhan Ratu. Kegiatan PKM telah dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2022 dengan diikuti oleh 59 orang dan 29 orangnya adalah masyarakat di desa tersebut. Setelah dilaksanakan pretest dan posttest diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya program kemitraan konservasi di desa mereka.
Land Use Planning of Way Betung Watershed for Sustainable Water Resources Development of Bandar Lampung City Yuwono, Slamet Budi; Sinukaban, Naik; Murtilaksono, Kukuh; Sanim, Bunasor
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 16 No. 1: January 2011
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2011.v16i1.77-84

Abstract

Way Betung watershed is one of the important water resources in Lampung Province and it provides a clean water for Bandar Lampung City through a regional water supply company (PDAM). By the increase of population and economical activities of Bandar Lampung City, the need of clean water also increase, however by the time, the conditions of Way Betung watershed as water resources are declining. Therefore, to improve or to restore WayBetung watershed, a high cost is needed. The research was aimed: (a) to study the effects of Way Betung watershed land use change on the water resources of Bandar Lampung City, (b) to arrange the sustainable development of Way Betung watershed in order to maintain the availability of water resources. The sustainable developments of water resources of Way Betung watershed were arranged in five alternatives/scenarios and each alternative was related toits erosion (USLE method) and its run off volume (SCS method). The results showed that land use changes of Way Betung watershed (1991-2006) were likely to increase daily maximum discharge (Q max), to decrease daily minimum discharge (Q min), to increase fluctuation of river discharge, and to increase yearly run off coeffcient. The best sustainable development of water resources of Way Betung watershed, Lampung Province, was alternative/scenario-4 (forest as 30% of watershed areas + alley cropping in the mix garden). This alternative will decrease erosion to the level lower than tolerable soil loss and also decrease fluctuation of monthly run off.Keywords: Land use change, run off coefficient, water resources, watershed
Revegetation of Critical Land with Gaharu (Aquilaria malaccensis) under Various Ameliorants Application Yuwono, Slamet Budi; Alawiyah, Alawiyah; Riniarti, Melya; Dermiyati, Dermiyati
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 26 No. 1: January 2021
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2021.v26i1.19-28

Abstract

Rehabilitation of post-mining limestone soils is often a challenge due to a lack of nutrients and poor soil humus. The research aims to study the effect of various ameliorants on soil chemical properties, growth, and P uptake of gaharu plant (Aquilaria malaccensis) in post-mining limestone soil for revegetation of critical land. The research was conducted in a Completely Randomized Design with three replications. The treatments were P0 (Control, without ameliorant); P1 (Humic Acid, HA, 4 kg ha-1 ); P2 (Phosphate Rocks, PR, 350 kg ha-1 ); P3 (Vesicular Arbuscular Mycorrhizal Fungi, AMF, 500 spores plant-1 ); P4 (HA+AMF); P5 (PR+AMF); and P6 (HA+PR+AMF). Data were analyzed using ANOVA at 95% confidence level and continued with the LSD test. The use of various types of ameliorants (HA, RP, and AMF) significantly increased root length, root volume, wet and dry weight of roots, shoot wet and dry weight, and P uptake of gaharu tree. The best ameliorant in increasing gaharu tree growth was AMF (P3) treatment, and AMF combined with HA (P4) treatment. Thus, for revegetation of critical land, especially post-mining limestone land, using gaharu tree requires HA and AMF inoculation.
Co-Authors Abdul Fattah Maghribie Abdullah Aman Damai Afif Bintoro Agatha Shelly Albarez S Agus Setiawan Agus Setiawan Agus Setiawan Agus Setiawan Agustin, Yuli Ajijah, Lis Nur Akmal Junaidi Alawiyah Alawiyah Alawiyah Alawiyah Alawiyah, Alawiyah Amini, Rosidah Andrian, Rico Apriadi Apriadi Arianti, Tanti Arief Darmawan Arief Darmawan As-Sadili, Abu Hasan Asep Sukohar Askasifi Eka Cesario, Askasifi Asyidiqi, Abdilah Audy Evert Bainah Sari Dewi Bainah Sari Dewi Bantara, Idi Beny Kurniawan Bunasor Sanim Bustanul Arifin Ceng Asmarahman Ceng Asmarahman Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Citra Dewi Damai, Abdulah Aman Dani, Hafiz Ansori Dermiyati Dermiyati Dermiyati Dermiyati Dermiyati Dermiyati Dermiyati Dermiyati, Dermiyati DESSY NATALIA Dewi Lengkana Duryat Duryat - Duryat . Duryat Duryat Duryat, Duryat Dwi Sulistyana, Maria Immaculata C. Dyah Indriana Kusumastuti Edison Eka Ria Novita Sari Sirait Eko Setiyawan Eko Supriyadi Elva Elva Endro Prasetyo Wahono Erdi Suroso Fajri, Ahmad Khairil Fajriyanto Fajriyanto Febryanto, Indra Gumay Feri Andrianto Firdasari Firdasari Fitriana, Yulia Rahma Fitriani FX Sumarja Gading, Rio Gilang Ekselsa Gunardi Djoko Winanrno Gunardi Djoko Winarno Gunardi Djoko Winarno Gunawan, Rhezandhy Gunawan, Rhezandy Hardito, Joni Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Harianto, Sugeng P Harianto, Sugeng Prayitno Helen Yuseva Ayu Hendra Prasetiya Hendra Pratama, Hendra Hidayat Pujisiswanto Hieronymus Soerjatisnanta Idi Bantara Imawan Abdul Qohar Indra Gumay Febryano Indra Gumay Febryano Indra Gumay Febryano Irawan, Sandy Erggi Irwan Irwan Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Iswandaru, Dian Kartika Tsani, Machya Kartika Kaskoyo, Hari Kaskoyo, Hari Kazuto, Shima Kukuh Murtilaksono Kusuma Adhianto Kusuma Adhianto Kuswandono Kuswandono Kuswandono, Kuswandono Kuswanta Futas Hidayat Laksono Trisnantoro Larasati, Novi Yunita Lengkana, Dewi Leo Muhammad Widodo Lestari, Fitri Yuni M, Andre H Mahrina Sari Mahrina Sari Mahyuddin, Arie Makarim, Jundy Zaky Melya Riniarti Muhammad Akib Muhammad Alfatikha Muhammad Amin Muhammad Rasyid Lubis Naik Sinukaban Naviza, Fania Neneng Laila Romdyah Nindya Tria Puspita Novi Rosanti Noviani, Erina Nur Ahmad Fadli Nur Rohman Nuwa Pices Raini Dwi Putri Pitojo Budiono Prasetyo, Pangestu Pratomo, Julian Agung Prayitno Harianto, Sugeng Putri Maharani, Nafa Putri, Tasya Nabila Qadar Hasani Rahmalina, Dian Rahmat Safe'i Rahmat Safe’i Rama Wicaksa Ramadhan, Rahmat Syahrul Ratih Rinda Ningsih Refki Eka Putra Rhezandhy Gunawan Rika Agustina Risna Damayanti Rodiani Rodiani, Rodiani Rommy Qurniati Roni Febri Kurniawan, Roni Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rusdi Evizal Rusdianto Rusdianto Rusdianto Rusdianto, Rusdianto Rusita . Rusita Rusita rusita rusita S, Ade Irma Salsabila, Sahda Samsul Bakri Samsul Bakri Samsul Bakri Sandri Arianto Sapariyanto Sapariyanto Sari, Dini Ratna Selvira shinta dewi marcelina Sirait, Eka Ria Novita Sari Siti Rohana Sofyan, Alfi Somura, Hiroaki Sri Winarni Suci Rahmadhani Sudarsono Efendi Sofyan Sugeng P. Harianto Supriono, Bambang Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Teguh Endaryanto Tommy Arisandy Tomy Irawan Tri Maryono Tsani, Machya Kartika Wahyu Hidayat Wahyu Hidayat Warganegara, Ariska Wicaksa, Rama Willy Pratama Winarno, Gunardi Djoko Yeni Susanti Yuli Agustin Yulia Rahma Fitriana Yulia Rahma Fitriana Yuni Ayu Wandira Yunita Sari Zainal Abidin Zainal Abidin Zeda Erdian