Claim Missing Document
Check
Articles

Found 71 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Usulan Kebijakan Maintenance Mesin Fillomatic Rotary Liquid Filler & Capper Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance Dengan Pendekatan Integer Programming Di Pt Combiphar Prima Hutama Putra Abdi; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Combiphar merupakan salah satu perusahaan farmasi terbesar yang ada di Indonesia. Demi mendukung proses produksi perusahaan tersebut membagi lini produksinya ke dalam empat plant. Plant Padalarang menghasilkan produk OBH, Peditok, Scout, Panadol. Plant Cikarang menghasilkan produk Eporon dan Insto. Plant Cimanggis menghasilkan produk Insto dan Aimo. Plant Gersik menghasilkan produk Avta. Salah satunya plant padalarang terdapat dua mesin yang digunakan untuk memproduksi OBH, yaitu Mesin Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB dan Mesin Nastec, namun Mesin Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB merupakan salah mesin yang paling sering mengalami downtime. Downtime yang terjadi disebabkan karena umur mesin yang sudah tua sehingga sering menyebabkan banyak terjadinya kerusakan pada komponen mesin tersebut, selain itu juga mesin tersebut sering tidak memenuhi target availability yang ditetapkan oleh perusahaan. Tidak terpenuhinya target availability mesin itu bisa disebabkan maintenance interval, dan task selection yang kurang tepat atau tidak sesuai. Oleh karena itu untuk berdasarkan data historis dan tingkat urgensi yang tinggi Mesin Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB digunakan sebagai objek penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kebijakan perawatan yang efektif dan maintenance interval yang tepat. RCM (Reliability Centered Maintenance) digunakan untuk menentukan kebijakan perawatan yang efektif dan maintenance interval yang tepat. RPN digunakan untuk menentukan sistem kritis serta subsistem kritis dan didapatkan sistem kritis yaitu mechanic serta subsistem kritis yaitu conveyor, center plate, capper dan star wheel sehingga penelitian akan berfokus pada keempat subsistem tersebut. Dari hasil perhitungan RCM, didapatkan 10 Scheduled On Condition Task dan 3 Scheduled Restoration Task dengan total biaya maintenance usulan sebesar Rp 13.758.098.719,25,. Untuk mendapatkan biaya maintenance yang optimal dilakukan pendekatan integer programming maka didapat total biaya maintenance usulan sebesar Rp 10.931.720.460,16. Kata Kunci : Integer Programming, Maintenance Interval, Reliability Centered Maintenance Abstract PT Combiphar is one of the largest pharmaceutical companies in Indonesia. In order to support the production process of the company split the production line into four of the plant. Plant Padalarang produce products OBH, Peditok, Scout, Panadol. Cikarang Plant produce products Eporon and Insto. Plant Cimanggis produce products Insto and Aimo. Plant Gersik produce products Avta. One plant padalarang there are two machines used for producing OBH, namely Machine Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB and Machine Nastec, but the Engine Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB is the machine that most often experience downtime. The Downtime that occurs due to the lifespan of the machine which are old and often cause a lot of damage to the engine components, in addition to these machines often do not meet the target availability set out by the company. It did not meet the target availability of the machine it could be due to maintenance intervals, and task selection that are less appropriate or not appropriate. Therefore for based on historical data and the level of urgency high Machine Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB is used as the object of research. The purpose of this study is to determine the policy effective care and maintenance appropriate intervals. RCM (Reliability Centered Maintenance) is used to determine the policy effective care and maintenance appropriate intervals. The RPN is used to determine the critical systems and subsystems critical and achieved a critical system namely the mechanic as well as the critical subsystem that is the conveyor, center plate, capper and star wheel so that the research will focus on the four subsystems. From the results of the calculation of the RCM, obtained 10 Scheduled On Condition Task and 3 Scheduled Restoration Task with the total cost of maintenance of the proposed Rp 13.758.098.719,25,. To get the cost of an optimal maintenance approach of integer programming is then obtained the total cost of maintenance of the proposed Rp 10.931.720.460,16. Keywords : Integer Programming, Maintenance Interval, Reliability Centered Maintenance
Usulan Perancangan Pemeliharaan Kendaraan Load Lugger 03 Menggunakan Metode Reliability And Risk Centered Maintenance (Rrcm) Pada Pt Krakatau Jasa Logistik Zul Arffan; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Krakatau Jasa Logistik merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa logisitik dan salah satunya internal handling untuk customer. Kendaraan load lugger 03 merupakan internal handling pada perusahaan yang digunakan selama 24 jam. Oleh karena itu, kendaraan dituntut untuk memenuhi kebutuhan konsumen berupa membawa raw material di perusahaan konsumen. Pada perusahaan PT Krakatau Jasa Logistik sudah menerapkan preventive maintenance dan corrective maintenance tetapi kegiatan pemeliharaan tersebut belum optimal dan menyebabkan pengeluaran biaya yang tinggi. Maka dari itu, penelitian ini menerapkan metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM). Tujuan dalam pemeliharaan ini untuk mengetahui usulan perancangan maintenance, waktu interval pemeliharaan, dan total biaya pemeliharaan. Dalam menentukan komponen kritis pada kendaraan, penelitian ini menggunakan metode Risk Priority Number dan didapatkan empat komponen kritis yaitu hose, ban, controller valve, dan jack hydraulic. Dengan menggunakan metode RRCM didapatkan proposed maintenance task dan total biaya pemeliharaan. Berdasarkan pengumpulan dan pengolahan data didapatkan ketentuan 5 proposed maintenance task dengan 2 (dua) scheduled on condition task dan 3 (tiga) scheduled discard task. Untuk scheduled on condition task pada komponen controller valve dilakukan pengecekan berskala selama 56 pekan sekali dan pengecekan berskala pada komponen hose selama 3 pekan sekali. Untuk scheduled discard task pada komponen pergantian ban dilakukan sebanyak 2 pekan sekali, pergantian komponen hose sebanyak 10 pekan sekali, dan komponen jack hydraulic sebanyak 25 pekan sekali. Total biaya pemeliharaan usulan didapatkan sebesar Rp206,024,342 memiliki selisih senilai Rp60,857,470 dari nilai biaya maintenance eksisting perusahaan. Perbandingan dari total biaya pemeliharaan eksisting dan usulan didapatkan bahwa perusahaan dapat menghemat biaya pemeliharaan sebesar 23%. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.9, No.3 Juni 2022 | Page 1739 Kata kunci : Maintenance, Reliability and Risk Centered Maintenance, Proposed Maintenance Task, Maintenance Cost
Usulan Interval Waktu Perawatan, Analisis Business Consequence Dan Penentuan Umur Ekonomis Mesin Rotary Dryer Menggunakan Metode Risk Based Maintenance Dan Analisis Replacement Di Pt Xyz Silmi Nur Inayah; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Rotary Dryer merupakan mesin yang terdapat pada PT XYZ, yang berperan dalam proses drying bahan baku semen. Karena fungsi tersebut, jika terjadi downtime pada mesin, akan mengakibatkan berhentinya proses produksi. Berdasarkan data frekuensi kerusakan, jumlah kerusakan terjadi sebayak 32 kali dalam periode 2016-2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai risiko, interval perawatan optimal pada komponen kritis dan umur ekonomis dari mesin Rotary Dryer. Maka dari itu digunakan metode Risk Based Maintenance untuk mengetahui nilai risiko akibat kegagalan yang terjadi dan interval perawatan optimal pada komponen kritis mesin Rotary Dryer. Selain itu, dilakukan juga penentuan business consequence menggunakan risk matrix business consequence dan untuk penentuan umur ekonomis mesin digunakan metode Analis Replacement. Berdasarkan pengolahan data menggunakan metode Risk Based Maintenance risiko yang harus diterima perusahaan jika terjadi kegagalan sebesar Rp65,066,006, nilai tersebut melebihi batas kriteria penerimaan dan berdasarkan risk matrix business consequence mesin Rotary Dryer berada pada area merah, sehingga perlu adanya perbaikan untuk mengurangi konsekuensi yang lebih tinggi. Pada interval perawatan usulan setiap 1816 jam, risiko yang ditimbulkan lebih kecil dibandingkan dengan risiko eksisting, dan persentasi risiko memenuhi kriteria penerimaan yang ditetapkan perusahan. Umur ekonomis mesin Rotary Dryer didapatkan pada tahun ke-19 (tahun 2039) berdasarkan perhitungan menggunakan metode Analisis Replacement.  Kata kunci: Realibility, Risk Based maintenance, Risk Matrix Business Consequence, Analisis Replacement     Abstract  Rotary Dryer is a machine found in PT XYZ, which plays a role in the drying process of cement raw materials. Because of this function, if there is downtime on the machine, it will result in the cessation of the production process. Based on damage frequency data, the amount of damage occurred 32 times in the 2016-2019 period. The purpose of this study is to determine the risk value, optimal maintenance intervals on critical components and the economic life of the Rotary Dryer machine. Therefore the Risk Based Maintenance method is used to determine the risk value due to failures that occur and optimal maintenance intervals on critical components of the Rotary Dryer machine. In addition, the business consequence determination is also done using a risk matrix business consequence and for determining the economic life of the machine used the Analyst Replacement method. Based on data processing using the Risk Based Maintenance method the risk that must be accepted by the company in the event of a failure of Rp65,066,006, the value exceeds the acceptance criteria limit and based on the risk matrix business consequences Rotary Rotary machine is in the red area, so there needs to be improvements to reduce the higher consequences. At the proposed maintenance interval every 1816 hours, the risk incurred is smaller than the existing risk, and the percentage of risk meets the acceptance criteria set by the company. The economic life of a Rotary Dryer machine is obtained in the 19th year (year 2039) based on calculations using the Replacement Analysis method. Keywords: Realibility, Risk Based maintenance, Risk Matrix Business Consequence, Analisis
Perencanaan Pengelolaan Suku Cadang Menggunakan Metode Reliability Centered Spares Dan Analisis Safety Stock Pada Mesin Pres Di Pt Xyz Muhammad Kamal Fikri; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri otomotif yang memproduksi suku cadang sepeda motor. Salah satu komponen yang dibuat PT XYZ yaitu Guide Comp Level K1AA. Dalam kegiatan memproduksi suatu komponen terdapat permasalahan yang harus diperhatikan salah satunya mesin Pres yang memiliki frekuensi kerusakan mesin yang tinggi yang menyebabkan permintaan ketersediaan suku cadang harus selalu tersedia agar proses perbaikan maupun penggantian subsistem atau komponen mesin tidak terhambat, sehingga masalah kerusakan mesin dapat terselesaikan tanpa hambatan ketersediaan suku cadang. Mesin Pres terdiri dari sistem elektrikan dan mekanikal yang masing-masing sistem terdiri dari subsistem secara berurutan sebanyak enam subsistem dan sepuluh subsistem. Dengan menggunakan matriks risiko, didapatkan subsistem kritis yang paling sering mengalami kerusakan yaitu Brake dan Pelatuk. Kemudian dilakukan uji distribusi data kerusakan dengan output subsistem Brake dan Pelatuk berdistribusi weibull, selanjutnya melakukan perhitungan kebutuhan persediaan suku cadang pada masing-masing subsistem untuk satu tahun mendatang dengan output tujuh unit suku cadang pada masing-masing subsistem untuk satu tahun, dengan masing-masing batas minimal persediaan yaitu satu unit subsistem tersedia di persediaan, dan masing-masing subsistem dipesan kembali ketika persediaan yang tersedia berjumlah dua unit dengan jumlah persekali pesan empat unit untuk subsistem Brake dan tiga unit untuk subsistem Pelatuk. Dari usulan kebijakan ini didapatkan biaya yang dikeluarkan untuk persediaan suku cadang Brake dalam satu tahun yaitu sebesar Rp2.607.500,00 dan untuk suku cadang Pelatuk sebesar Rp2.203.333,00. Kata Kunci: Reliability Centered Spares and Safety Stock Analyisis, EOQ Model, Re-Order Point, Spare Parts Management, Maintenance Task. Abstract PT XYZ is a company engaged in the automotive industry that produces motorcycle parts. One of the components made by PT XYZ is the Guide Comp Level K1AA. In the activity of producing a component, there are problems that must be considered, one of which is a press machine which has a high frequency of engine failure which causes the demand for spare parts to be available so that the repair process or replacement of subsystems or machine components is not hampered, so that the problem of machine damage can be resolved without a hitch. availability of spare parts. Press machine consists of electrical and mechanical systems, each of which consists of six subsystems and ten subsystems respectively. By using a risk matrix, it is found that the critical subsystems that are most frequently damaged are brakes and woodpeckers. Then the damage data distribution test is carried out with the output of the brake and woodpecker subsystem with a weibull distribution, then calculates the need for spare parts inventory in each subsystem for the next year with an output of seven spare parts units in each subsystem for one year, with each The minimum limit of inventory is one subsystem unit available in inventory, and each subsystem is ordered back when the available supply is two units with an occasional order of four units for the Brake subsystem and three units for the Woodpecker subsystem. From this policy proposal, it is found that the costs incurred for brake spare parts inventory in one year are Rp. 2,607,500.00 and for woodpecker spare parts Rp. 2,203,333.00. Keyword i: Reliability Centered Spares, EOQ Model, Re-Order Point, Spare Parts, Management, Maintenance Task, Safety Stock
Usulan Interval Waktu Inspeksi Dengan Aspek Safety Pada Stripper U-da-101 Dengan Metode Rbi (Risk Based Inspection) Pada Pt Xyz_dio Taqiy Asyrof_1201160357 Dio Taqiy Asyrof; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan perusahaan produksi yang bergerak dalam pertanian dengan salah satu produksi yaitu pupuk urea. Dalam rangakaian proses produksi pupuk urea tersebut melibatkan mesin Stripper U-DA 101. Dalam proses produksinya mesin cenderung rentan mengalami korosi. Berdasarkan masalah tersebut dengan metode risk based inspection. Yaitu metode analisa inspeksi berdasarkan risiko korosi pada mesin. Dalam menentukan inspeksi perlu di lakukan nya beberapa perhitungan yaitu memperhitungkan consequence of failure, probability of failure dimana akan membantu menentukan risk matrix, remaining life, dan output terakhir adalah penentuan interval waktu inspeksi. Kata kunci : Stripper U-DA 101, risk matrix, remaining life, interval waktu inspeksi, urea. Abstract PT XYZ is a production company engaged in agriculture with one of the production, namely urea fertilizer. In a series of urea fertilizer production processes involving the U-DA 101 Stripper machine. In the production process the machine tends to be susceptible to corrosion. Based on these problems with the risk based inspection method. Namely the inspection analysis method based on the risk of corrosion to the engine. In determining the inspection, it is necessary to do a number of calculations, namely taking into account the consequences of failure, the probability of failure which will help determine the risk matrix, remaining life, and the final output is the determination of the inspection time interval. Keywords: Stripper U-DA 101, risk matrix, remaining life, interval waktu inspeksi, urea.
Usulan Perancangan Pemeliharaan Pada Pompa Pendingin Sekunder Dengan Menggunakan Metode Reliability And Risk Centered Maintenance (rrcm) Di Pusat Reaktor Serba Guna Ga. Siwabessy - Batan Harwinvania Fauzia; Endang Budiasih; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendingin sekunder memiliki peranan untuk menghisap panas peluruhan yang dibawa dari sistem primer melalui heat exchanger (HE) dan panas peluruhan kemudian dibuang ke lingkungan menggunakan cooling tower. Sistem pendingin sekunder memiliki 3 buah pompa dimana normalnya 2 pompa utama beroperasi secara bersamaan (2x50%) dan 1 pompa sebagai cadangan. Pompa tersebut bekerja secara terus menerus selama 24 jam. Seiring berjalannya waktu, keandalan mesin ini akan berkurang dan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Agar mesin ini dapat beroperasi dengan baik maka perlu dilakukannya kegiatan pemeliharaan (maintenance). Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan usulan pemeliharaan mesin pompa pendingin sekunder dan total biaya pemeliharaan yang optimal dengan menggunakan metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM). Untuk menentukan komponen kritis dari pompa pendingin sekunder menggunakan risk matrix dan komponen yang terpilih yaitu seal mekanik dan motor. Berdasarkan hasil penelitian, dengan menggunakan metode RRCM didapatkan 3 proposed maintenance task diantaranya 2 scheduled on-condition task dan 1 scheduled discard task. Berdasarkan proposed maintenance task dan interval waktunya, didapatkan biaya pemeliharaan usulan sebesar Rp3.319.627 sedangkan biaya pemeliharaan eksisting yang harus dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp5.019.583. Maka biaya maintenance usulan lebih rendah Rp1.699.955 dibandingkan dengan biaya maintenance eksisting perusahaan sehingga perusahaan dapat mengehemat biaya maintenance sebesar 33.9%. Kata Kunci : Maintenance, Risk Matrix, Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM), Uncertainty Assessment.
Usulan Kebijakan Maintenance Mesin Paving Rh1s15 Pada Proses Produksi Paving Block Di Cv. Samson Jaya Utama Dengan Menggunakan Metode Reliability And Risk Centered Maintenance (rrcm) Naufal Muhammad Iqbal; Endang Budiasih; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Samson Jaya Utama merupakan pabrik yang bergerak di bidang produksi paving block. Pada periode tahun 2018 – 2019, CV. Samson Jaya Utama memiliki penurunan jumlah produksi dan pada tahun 2019 jumlah produksi tidak mencapai target produksi perusahaan. Hal ini dikarenakan tingginya frekuensi kerusakan mesin paving di CV. Samson Jaya Utama. Frekuensi kerusakan yang tinggi disebabkan karena kegiatan pemeliharaan di perusahaan belum mempertimbangkan karakteristik kerusakan. Untuk menunjang mesin paving agar bekerja sesuai dengan fungsinya, maka perusahaan harus melakukan kegiatan pemeliharaan yang mempertimbangkan karakteristik kerusakan. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui usulan kebijakan pemeliharaan yang optimal dan biaya pemeliharaannya. Dalam menentukan komponen kritis, penelitian ini menggunakan Risk Priority Number dan terpilih tiga komponen yaitu plat besi st 37, pillow block, dan trusco rubber. Dengan menggunakan metode RRCM, maka didapatkan proposed maintenance task dan total biaya pemeliharaannya. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh 4 proposed maintenance task dengan tiga schedule on condition task dan satu schedule discard task. Dapat diketahui bahwa nilai usulan interval waktu pemeliharaan untuk setiap komponen kritis lebih rendah dari nilai MTTF-nya. Total biaya pemeliharaan usulan yang didapat sebesar Rp25,011,299,- per tahun dimana biaya tersebut lebih kecil Rp Rp13,385,377,- dari total biaya pemeliharaan eksisting per tahun. Kata kunci : Pemeliharaan, Reliability and Risk Centered Maintenance, Interval waktu pemeliharaan
Usulan Kebijakan Perawatan Pada Mesin Press Di Pt Xyz Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm Ii) Dan Analisis Fmeca Harits Dzulyaddain; Endang Budiasih; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri otomotif khususnya sepeda motor yang memproduksi komponen sparepart pada sepeda motor. Salah satu komponen yang dibuat PT XYZ adalah Guide Comp Level K1AA. Permasalahan yang terdapat di perusahaan adalah salah satu mesin untuk memproduksi komponen Guide Comp Level K1AA yaitu mesin Press memiliki frekuensi kerusakan yang tinggi. Mesin Press sendiri terdiri dari sistem elektrikal dan mekanikal yang masing-masing sistem terdiri dari subsistem secara berurutan sebanyak 6 subsistem dan 10 subsistem. Dengan menggunakan risk matrix, didapatkan dua subsistem kritis yaitu brake dan pelatuk. Kemudian dilakukan analisis Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA) dengan output berupa Risk Priority Number (RPN) yang menunjukkan bahwa subsistem kritis yang terpilih adalah brake untuk dicari interval waktu perawatan yang optimal. Lalu didapatkan kebijakan maintenance untuk subsistem kritis brake yaitu 2 scheduled on condition task dan 2 scheduled restoration task. Dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM II) didapatkan biaya usulan kebijakan perawatan sebesar Rp12.512.731,00, sedangkan biaya perawatan eksisting perusahaan sebesar Rp16.683.641,00. Oleh karena itu, perusahaan dapat menghemat biaya perawatan sebesar Rp4.170.910,00. Kata kunci : Reliability Centered Maintenance (RCM II), Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA), Maintenance Task, Maintenance Cost. Abstract PT XYZ is one of the companies engaged in the automotive industry, especially in the motorcycle industry, that produce spare parts on motorcycles. One component made by PT XYZ is Guide Comp Level K1AA. The problem in the company is one of the machines to produce the Guide Comp Level K1AA component, which is a Press machine has a high frequency of failure. The Press machine itself consists of electrical and mechanical systems that each system consists of sequentially subsystem as many as 6 subsystems and 10 subsystems. By using risk matrix, obtained two critical subsystem namely brake and trigger. Then the analysis of Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA) was carried out with output in the form of Risk Priority Number (RPN) which indicates that the selected critical subsystem is brake to be sought for optimal maintenance time interval. Then, obtained the maintenance policy for the brake critical subsystem are 2 scheduled on condition task and 2 scheduled restoration task. After using the Reliability Centered Maintenance (RCM II) method, a proposed maintenance policy costs IDR 12,512,731, while the company existing maintenance policy costs IDR 16,683,641. Therefore, the company can save the maintenance costs up to IDR 4,170,910. Keywords : Reliability Centered Maintenance (RCM II), Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA), Maintenance Task, Maintenance Cost
Analisis Penilaian Performansi Mesin Toshiba Pada Pt Xyz Berdasarkan Analisis Trend Dan Korelasi Serial Dengan Menggunakan Metode Reliability, Availability, And Maintainability (ram) Ariqa Radhwa; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mesin Toshiba merupakan salah satu mesin CNC yang memiliki frekuensi kerusakan tertinggi dibanding mesin CNC lainnya pada PT XYZ. Kerusakan mesin yang dapat terjadi secara terus-menerus berdampak pada operational perusahaan yang dapat membuat aktivitas utama tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu, perlu adanya analisis Reliability, Availability dan Maintainability (RAM) untuk mengetahui performansi mesin dan untuk mengurangi frekuensi kerusakan pada subsistem kritis mesin tersebut. Mesin Toshiba memiliki enam subsistem, dengan menggunakan risk matrix terdapat tiga subsistem kritis yaitu subsistem hydraulic, coolant, dan spindle. Asumsi dalam melakukan RAM analysis yaitu data TBF dan TTR subsistem kritis harus Independent and Identically Distributed (IID) dengan melihat pada analisis trend dan korelasi serial. Setiap subsistem kritis merupakan IID karena data TBF dan TTR tidak memiliki trend dan korelasi serial. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan metode RAM analysis dengan menggunakan pemodelan Reliability Block Diagram (RBD), pada t = 680 jam nilai reliability hydraulic (69.14%), coolant (71.35%), spindle (74.53%) dan keseluruhan sistem kritis yaitu 36.77%. Untuk mencapai nilai maintainability 100% membutuhkan waktu berkisar antara 1 - 17 jam dengan nilai inherent availability 99.49% dan operational availability 98.89%. Berdasarkan hasil evaluasi standar IVARA World Class Maintenance Target for Key Performance Indicator, nilai leading indicator dan lagging indicator telah mencapai target. Kata Kunci : Mesin Toshiba, Reliability, Availability, Maintainability, RAM analysis, Independent and Identically Distributed (IID), Reliability Block Diagram (RBD). Abstract Toshiba machine is one of the CNC machines that has the highest frequency of damage compared to other CNC machines at PT XYZ. Machine damage that can occur continuously has an impact on the company operations that can make the main activities can not be done. Therefore, it is necessary to have a Reliability, Availability, and Maintainability (RAM) analysis to determine the performance of machine and to reduce the frequency of damage to the critical subsystem of the machine. Toshiba machines have six subsystems, using the risk matrix there are three critical subsystems namely hydraulic, coolant, and spindle subsystems. Assumptions in performing RAM analysis are TBF data and TTR critical subsystems must be Independent and Identically Distributed (IID) by looking at trend analysis and serial correlation. Each critical subsystem is an IID because TBF and TTR data do not have trends and serial correlations. Based on the results of data processing using the RAM analysis method using Reliability Block Diagram (RBD) modeling, at t = 680 hours the value of hydraulic reliability (69.14%), coolant (71.35%), spindles (74.53%) and the overall critical system is 36.77%. To achieve 100% maintainability, it takes between 1-17 hours with an inherent availability of 99.49% and operational availability of 98.89%. Based on the evaluation results of IVARA World Class Maintenance Standards Target for Key Performance Indicators, the value of leading indicators and lagging indicators have reached the target. Keywords : Toshiba Machine, Reliability, Availability, Maintainability, RAM analysis, Independent and Identically Distributed (IID), Reliability Block Diagram (RBD).
Usulan Estimasi Remaining Life Dan Optimasi Jadwal Inspeksi Pada Pipa Penyalur Gas Menggunakan Metode Risk Based Inspection (rbi) Semi Kuantitatif Di Pt Xyz Dian Hayyu Rana Muna; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pipa penyalur (pipeline) sebagai alat transportasi utama di industri minyak dan gas bumi (migas) memiliki risiko kegagalan tinggi dalam pengoperasiannya untuk menyalurkan fluida dari sumur penghasil (well) menuju tempat pengolahan (gas plant) kemudian didistribusikan ke konsumen. PT XYZ adalah perusahaan yang menyelenggarakan usaha di bidang pengolahan migas. Dari empat pipa penyalur milik PT XYZ yang aktif beroperasi di Tanggulangin gas plant, pipa TGA#5 memiliki frekuensi kebocoran tertinggi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penilaian risiko (risk assessment) dan standar penilaian umur layanan jaringan pipa menggunakan metode Risk Based Inspection (RBI) semi kuantitatif. RBI merupakan metode untuk merencanakan inspeksi berdasarkan risiko kegagalannya. Penelitian ini mengacu standar API 581 Risk Based Inspection Technology dengan mekanisme kerusakan thinning. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui level risiko kegagalan, langkah mitigasi risiko, estimasi remaining life, metode inspeksi, dan perencanaan program inspeksi yang efisien dari segi waktu dan biaya. Dari hasil penilaian risk matrix RBI pipa TGA#5, diperoleh tiga segmen high risk dan satu segmen medium risk. Kemudian dibuat program inspeksi untuk menurunkan tingkat risiko serta menjaga integritas pipa berdasarkan level risiko dan estimasi remaining life. Metode inspeksi utama yang digunakan termasuk NDE (Non-Destructive Examination) yaitu UT scans, profile radiography, dan visual examination. Perbedaan percepatan laju korosi secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian risiko. Nilai laju korosi ditentukan berdasar pengukuran ketebalan dinding aktual. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait hasil pengukuran ketebalan dengan menggunakan metode repeatability dan analisis penyebab percepatan laju korosi pada tiga segmen high risk. Berbagai aspek implementasi dapat dilakukan termasuk tindakan perawatan untuk kerusakan korosi. Kata kunci: Gas Pipeline, Risk Based Inspection, API 581, Risk Matrix, Program inspeksi. Abstract Pipeline as the main transportation equipment in the gas and petroleum industry has a high risk of failure in its operation to distribute oil and gas from oil-producing wells to gas plant to be further distributed to consumers. PT XYZ is a gas and petroleum processing company. Of the four active operating PT XYZ’s pipelines in Tanggulangin gas plant, the TGA#5 gas pipeline has the highest leakage frequency. Therefore, a risk assessment and service life assessment standards are required in pipeline using the Semi-Quantitative Risk Based Inspecion (RBI) method. RBI is a method for determining inspection plans based on the risk of failure. This research is referring to the standard API 581 Risk Based Inspection Technology and thinning damage mechanisms. The purpose of this study is to determine the level of failure risk, propose risk mitigation measures, estimate remaining life, propose pipeline inspection methods, and planning of an efficient inspection program in terms of time and cost. Based on the analysis of risk level using the RBI risk matrix, the study found three high risk segments and one medium risk segment, and further proposed an inspection to reduce the level of risk and to maintain the durability of the pipeline based on risk level categories and estimated remaining life. The main inspection methods used are those that include NDE (Non-Destructive Examination), namely UT scans, profile radiography, and visual examination. The difference in corrosion rate acceleration significantly affects the results of risk assessment. The value of corrosion rate is determined based on actual wall thickness ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.7, No.2 Agustus 2020 | Page 6447 measurements. More research is needed regarding thickness measurement by using the repeatability method and analysis the cause of corrosion rate acceleration on three high risk segments. Various aspects of implementation can be carried out including maintenance measures for corrosion damage. Keywords: Gas Pipeline, Risk Based Inspection, API 581, Risk Matrix, Inspection Program.
Co-Authors Addini, Haya Anuaryska Adi Riyanto Agung Firman Yusra Ahmad Suhaili Ahmad Suhaili Aji Pamoso Albertus Thio Kurnianto Aldila Candra Kusumaningrum Amalina, Yenny Nurul Aman Santoso Annisa Azmi Anugrah Ricky Wijaya Ariqa Radhwa Arvindha Ramaditya Ati, Laras Auliawati Auliawati, Auliawati Aviv, Muhammad Ayudita Oktafiani Baiq Asma Nufida Baiq Asma Nufida Baiq Asma Nufida Benny Satria Wahyudi Benny Satria Wahyudi Bina Wiraty Hasibuan Bonny Timutiasari, Bonny Brian Anggriawan Cahyono, Randi Wujud Dava Rizki Prayoga Dedek Sukarianingsih Dena Aprima Diputra Dhofar Shafarrizqullah Separman Dian Hayyu Rana Muna Dida Diah Damayanti Din Syamsuddin hasibuan Dio Taqiy Asyrof Donni Arisugewo Donny Verryrianto Sidabutar Dzakir, Daffa Mukhtar E. Effendy Effendy Effendy Erma Yulianingtyas Fadhilawardani, Ilma Fajar Asyiraq Tilammura Fakhrul Razi Frima Fariza Anizarini Fauziatul Fajaroh Fididio Agoeng Pamboedi Fitrachman, Naufal Aqiel Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Giofaldi, Derri Azhar Grahesa Adri Putra Hafiz Radyastuti Hamim Thohari Mahfudhillah Hario Ardi Nugroho Harits Dzulyaddain Harwinvania Fauzia I Wayan Dasna Ida Purwami Ihsan Mahdi Wiragunanto Ilma Ade Restantri Intan Adzani Yunus Intifadhah, Arianne Deapati Irawati , Mimien Henie Iriawati, Mimien Henie Irsyad, Farrel Asyrofil Jayawarsa, A.A. Ketut Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman, Judi Judy Alhilman Jusniar . Kensya Fadli Agustiant Putra Lalu Galeh Inggil Fatristya Latief Setiawan Luqman Arrezha Faiz Dirgantara Madya, Gelar Aditya Marina Yustiana Lubis Marzuq, Achmad Barik Mawadatur Rohmah Mawadur Rohmah Mentari Arie Dian Safitri Mimien H. I Al-Muhdhar Mimien Henie Irawati Mohammad Badar Mohammad Tajudin Mohammad Tajudin Muhammad Bangkit Hidayanto Muhammad Hamdan Muhammad Ilham Maulana Muhammad Ilham Z Muhammad Irfan Syahputra Hadiyat Muhammad Kamal Fikri Muhammad Rayhan Islamy Muhammad Rifki Fadil Muhammad Su’aidy Muntholib Murman Dwi Prasetio Murni Dwi Astuti Naufal Muhammad Iqbal Navi`a, Isna Jihan Noni Asmarisa Nopendri Nopendri Nopia, Popy Nur Hikmah Nurdinintya Athari Supratman Oktri Anggo Prayoga, Dava Rizki Prima Hutama Putra Abdi Purwami, Ida Putra Fajar Alam Putri Rahma Muliawati Putri Wahyuning Tyas Putty Aisya Rachmatul Baety Redi Ahmad Putra Nuranto Rena Amelia Revy Desfriansyah Riyadhi, Yovandi Rizal, Khoirul Rizki Suryo Wibowo Riztan Anggitya Sihombing Rofinda Gita Aini Rumengan, Riko Febrian RUSLY HIDAYAH S Susilowati Safi’isrofiyah Safi’isrofiyah Salsabilla, Annisa Maulidina Santy Agrasari Sari, Nilam Putri Siddiq, Abdullah Hasbi Silmi Nur Inayah Siti Khusnaini Puji Astuti Siti Marfuah, Siti Sri Rahayu SRI RAHAYU Srini M Iskandar Srini Murtinah Iskandar, Srini Murtinah Subandi Subandi Sueb Sueb, S Sugani, Sandika Lafaldi Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi, S Suharti Sumari Sumari Surjani Wonorahardjo Suryati Suryati Suryati Suryati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Sutari, Wiyono Sutrisno Sutrisno Syarif, Muhamad Iqbal Syavira Ramadianti Taryana, Galih Purnama Tatang Mulyana Terrin Eliska Triana Suryani Try Hartiningsih Umarella, Rafif Fadhlurrahman Wiyono Wiyono wiyono Wulan Ratia Ratulangi Yahmin Yahmin Yeyek Ihdal Umam Yuko Tsukada Yulisya Zuriatni Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery, Yusran Yustiana, Marina Zul Arffan