Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Good Corporate Governance menjadi Islamic Corporate Governance dalam Ekonomi Syariah Saleh, Muhammad; Irawan, Andhi; Bakar, Abu; Rahmaniah, Amelia; Umar, Masyitah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1747

Abstract

The implementation of Good Corporate Governance (GCG) has become a crucial instrument in maintaining corporate sustainability in the era of globalization, including within the Islamic economic sector. This paper aims to analyze the transformation of conventional GCG principles into Islamic Corporate Governance (ICG) and its implementation in Islamic banking in Indonesia. GCG is generally based on five main principles: transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness. However, in the Sharia context, corporate governance undergoes an expansion through a Tauhid and Shura-based approach, where accountability is not only directed toward stakeholders but also serves as a form of worship to Allah SWT (God-interest). The fundamental difference in ICG lies in the integration of Islamic values such as Shidiq, Tabligh, Amanah, and Fathonah, as well as the vital role of the Sharia Supervisory Board (DPS) to ensure compliance with the fatwas of the Indonesian Council of Ulama. The study indicates that the implementation of ICG through Financial Services Authority regulations and the Sharia Banking Law enhances credibility, mitigates agency risks, and guarantees the rights of all parties based on social justice. This transformation proves that ICG is not merely an adoption of Western models (Anglo-Saxon or European), but a unique value system that combines market efficiency with religious moral principles to achieve long-term collective welfare.
Dualisme Penetapan Itsbat Nikah atas Pernikahan Non-Muslim Pasca Konversi Agama di Pengadilan Agama Mulyadi; Gusti Muzainah; Amelia Rahmaniah
An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 5 No. 1 (2026): Published in April of 2026
Publisher : STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62196/nfs.v5i1.141

Abstract

This study examines the dualism in the determination of itsbat nikah (marriage legalization) for non-Muslim marriages following religious conversion at Religious Courts in Indonesia. Using normative-juridical research through case study analysis of Decision Number 25/Pdt.P/2023/PA.Mtw at the Muara Teweh Religious Court, this research investigates how judges reconcile the validity of marriages originally conducted under non-Islamic religious traditions when both spouses subsequently convert to Islam simultaneously. The findings reveal that judges apply classical Islamic jurisprudential principles, particularly the ijma of scholars documented in Bidayatul Mujtahid, which affirms that marriages conducted before conversion to Islam remain valid when both partners embrace Islam together, without requiring a new marriage contract. The court's legal reasoning demonstrates harmonization between the provisions of Law Number 1 of 1974 and Article 7 of the Compilation of Islamic Law (KHI), alongside substantive Islamic jurisprudential principles. This research contributes to understanding legal pluralism in Indonesian family law, particularly regarding the intersection of customary religious practices, Islamic jurisprudence, and state administrative requirements. The study recommends clearer regulatory guidelines to address similar cases involving converts (muallaf) and reduce legal uncertainty, thereby ensuring the protection of family rights.
Keabsahan Talak Dalam Kondisi Ighlaq: Reinterpretasi Hadis Melalui Pendekatan Maqasid Al-Syari‘ah Kontemporer Baihaqi, Achmad; Romadani, M. Alwi; Ruvita, Nia; Rahmaniah, Amelia
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i2.1814

Abstract

Persoalan talak yang diucapkan dalam kondisi emosional telah lama menjadi perdebatan dalam khazanah hukum Islam. Salah satu konsep yang sering dikaitkan dengan hal tersebut adalah ighlāq, yang dipahami sebagai keadaan tertutupnya kesadaran akibat marah yang ekstrem. Artikel ini bertujuan untuk mereinterpretasi hadis tentang ighlāq melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual melalui kajian literatur klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa talak dalam kondisi ighlāq tidak sepenuhnya dapat dinyatakan sah karena tidak terpenuhinya unsur kehendak sadar. Dalam perspektif maqāṣid, kondisi tersebut bertentangan dengan prinsip perlindungan akal (ḥifẓ al-‘aql) dan perlindungan keluarga (ḥifẓ al-nasl). Oleh karena itu, keabsahan talak tidak cukup didasarkan pada ucapan formal, tetapi juga harus mempertimbangkan kesadaran dan kualitas kehendak pelaku. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pendekatan hukum keluarga Islam yang lebih substantif.
Urgensi Pembekalan Pranikah Di Tengah Meningkatnya Tren Perceraian Ramadhani, Intan Aulia; Filayati, Muhammad Akbar; Azizah, Nur; Rahmaniah, Amelia
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan idealnya membangun keluarga sakinah, namun tren perceraian di Indonesia terus meningkat secara mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi pembekalan pranikah sebagai instrumen preventif strategis dalam menekan angka perceraian. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan studi kepustakaan (library research) yang berfokus pada analisis bahan hukum primer dan sekunder, menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual serta teknik analisis berupa penafsiran hukum dan content analysis. Data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis basis data akademik dengan kriteria inklusi literatur terbitan 2016-2025. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama, (1) pendidikan pranikah memiliki urgensi ganda sebagai pencegahan pernikahan dini dan persiapan kehidupan rumah tangga, (2) internalisasi nilai ketaatan melalui pendidikan pranikah efektif mencegah perilaku nusyuz dengan memperkuat fondasi spiritual dan emosional pasangan, (3) kesenjangan antara regulasi dan implementasi lapangan, seperti keterbatasan waktu, fasilitas, dan kompetensi pembimbing, menjadi faktor penghambat efektivitas bimbingan di tingkat KUA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembekalan pranikah bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen transformasi struktural yang memerlukan standarisasi kurikulum integratif antara aspek fikih, psikologi, komunikasi, dan manajemen konflik. Implikasi penelitian merekomendasikan reformasi kebijakan Kementerian Agama untuk memperkuat kualitas materi, durasi, dan kompetensi fasilitator bimbingan pranikah demi membangun ketahanan keluarga nasional yang berkelanjutan.
Sosialisasi Hukum Tentang Klausula Baku dalam Rangka Peningkatan Kesadaran Hukum Perlindungan Konsumen bagi Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin Rahmaniah, Amelia; Rahman, Ahmad Reysa Fateya; Ash-Shiddieqy, Muhammad Hasbi; Ma’ruf, Miftah; Uzma, Ihda Ni’matul; Amelia, Amelia; Dewi, Citra; Pratiwi, Nur Nazwa; Agustiawan, Ahmad Firza; Fauzan, Ahmad; Pirdaus, Muhammad Ihsan; Hidayati, Nadia; Huda, Rabiatul
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i1.1818

Abstract

Perkembangan transaksi ekonomi memicu meluasnya penggunaan klausula baku sepihak yang rawan merugikan konsumen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa UIN Antasari mengenai klausula baku berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui diskusi interaktif berbasis studi kasus riil, seperti jasa parkir dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa yang signifikan. Sebelum sosialisasi, pengetahuan peserta bersifat parsial. Setelah kegiatan, mereka mampu mengidentifikasi substansi klausula yang melanggar hukum, seperti pengalihan tanggung jawab pelaku usaha. Mahasiswa kini lebih kritis dan siap menjadi agen perubahan literasi hukum.
Co-Authors Abdillah, Muhammad Rizki Abu Bakar Achmad Baihaqi Agung Dwi Laksana Agustiawan, Ahmad Firza Ahmad Faisal Ahmad Fauzan Ahmad Muhajir, Ahmad Ahmad Syahlani Al-Hafiy, Muhammad Ali, Nor Syamsudin Amelia Amelia Amini, Afifah Ananda, Rizqa Annajiyah Mansyuroh Annisa, Nia Annisa, Siti Nur Annisaurrahmah, Annisaurrahmah Anural Hudayanti Anwar, Ramly Salim Ash-Shiddieqy, Muhammad Hasbi Asmaran Asmaran Aulia Rahman Avisena Ilma Rachmasari Azijah, Wafix Badrian Badrian Candra Maulana Citra Dewi Deanova, Nakita Rio Dibaj, Muhammad Syarif Dini Awwalia Filayati, Muhammad Akbar Fuad Luthfi Fuad Luthfi GUSTI MUZAINAH Hafizah, Silva Nor Hakim, Muhammad Azizul Hasanah, Tuti Hasbulloh, Achmad Shobirin Hidayati, Nadia Huda, Rabiatul Hudayanti, Anural Ika, Nur Ilham, Muhammad Arifin Inawati Mohammad Jainie Jarajap Irawan, Andhi Jaidi, Muhammad Jannah, Nadyatul Juniwanti, Ajeng Kamalia Rohana Khairina, Naily Khairul Fahmi Laina, Nor M. Hanafiah M. Indra Kurniawan M. Rizki Adi Pratama M. Sanusi Helmi Madina, Ahya Mahmudah Mahmudah May Syifa, Dian Ma’ruf, Miftah Mina, Noor Muhamad Amin Muhammad Al-Hafiy Muhammad Arsyad Muhammad Darwin Setiady Muhammad fauzan MUHAMMAD HARIS Muhammad Haris Muhammad Ikhlas Muhammad Noor Ridani Muhammad Rafly Muhammad Rasyid Hidayat Muhammad Saleh MUHAMMAD YUSUF MULYADI Mulyati, Farihatni Munawarah Munawarah, Munawarah Muyassar, Muhammad Hafidz Nailah Nailah Nashiyah, Raudatun Navera, Najwa Nazhifah, Ainun Nazla, Siti Nor Latifah Nur Azizah Nur Azizah Binti Zainal Nuraisyah, Euis Nurhalisa Nurhalisa Padillah, Muhammad Rayhul Pirdaus, Muhammad Ihsan Pradana, Neco Erlin Pratiwi, Nur Nazwa Puteri Anggraini, Luqyana Putri, Riska Yunita Qadlizaka, Muhammad Irfan Hakim Rafe’i, Muhammad Khairur Rahman, Ahmad Reysa Fateya Rahmani Timorita Yulianti Rahmat Shodiqin Rahmat Sholihin Rahmat Sholihin Rahmie, Aliya Ramadhana, Yulia Ramadhani, Intan Aulia Ramly Salim Anwar Romadani, M. Alwi Rukmawati, Desyana Putri Ruvita, Nia Safitri, Maulidita Siti Alpisah Siti Nur Annisa Syahrani Syamsul Anwar Syaupi, Muhammad Tuti Hasanah Umar, Masyitah Umar, Masyithah Uzma, Ihda Ni’matul Wafix Azijah Wahidah Wahidah Wahyudin Wahyudin Yasardin Yasardin Yuliani, Ma'rifah Zokhairia Lathifa, Hafizoh