Claim Missing Document
Check
Articles

Urgensi Pembekalan Pranikah Di Tengah Meningkatnya Tren Perceraian Ramadhani, Intan Aulia; Filayati, Muhammad Akbar; Azizah, Nur; Rahmaniah, Amelia
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan idealnya membangun keluarga sakinah, namun tren perceraian di Indonesia terus meningkat secara mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi pembekalan pranikah sebagai instrumen preventif strategis dalam menekan angka perceraian. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan studi kepustakaan (library research) yang berfokus pada analisis bahan hukum primer dan sekunder, menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual serta teknik analisis berupa penafsiran hukum dan content analysis. Data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis basis data akademik dengan kriteria inklusi literatur terbitan 2016-2025. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama, (1) pendidikan pranikah memiliki urgensi ganda sebagai pencegahan pernikahan dini dan persiapan kehidupan rumah tangga, (2) internalisasi nilai ketaatan melalui pendidikan pranikah efektif mencegah perilaku nusyuz dengan memperkuat fondasi spiritual dan emosional pasangan, (3) kesenjangan antara regulasi dan implementasi lapangan, seperti keterbatasan waktu, fasilitas, dan kompetensi pembimbing, menjadi faktor penghambat efektivitas bimbingan di tingkat KUA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembekalan pranikah bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen transformasi struktural yang memerlukan standarisasi kurikulum integratif antara aspek fikih, psikologi, komunikasi, dan manajemen konflik. Implikasi penelitian merekomendasikan reformasi kebijakan Kementerian Agama untuk memperkuat kualitas materi, durasi, dan kompetensi fasilitator bimbingan pranikah demi membangun ketahanan keluarga nasional yang berkelanjutan.
Efektivitas Asas Peradilan, Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan dalam Perkara Eksekusi di Pengadilan Agama Banjarbaru Ruhansyah Ruhansyah; Jalaluddin Jalaluddin; Amelia Rahmaniah
Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/eksekusi.v4i2.2451

Abstract

The principle of a fast, simple, and low-cost judiciary constitutes a fundamental principle in the administration of judicial power, as stipulated in Article 2 paragraph (4) of Law Number 48 of 2009 on Judicial Power. This principle aims to ensure access to justice for justice seekers, including in the enforcement of court judgments through execution mechanisms. However, in practice, execution proceedings often encounter various obstacles that cause the process to be slow, complicated, and costly. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of the principle of a fast, simple, and low-cost judiciary in execution cases at the Banjarbaru Religious Court and to identify the factors influencing its implementation. The research method employed is empirical legal research using a sociological-juridical approach. The results of the study indicate that the implementation of the principle of a fast, simple, and low-cost judiciary in execution cases at the Banjarbaru Religious Court has not yet been fully effective. This is due to juridical factors, non-juridical factors, as well as the level of legal awareness of the parties involved. Therefore, improvements are necessary in terms of regulatory frameworks, judicial administration, and the enhancement of public legal awareness in order to achieve effective and equitable execution of court judgments.
Arsitektur Akad Fintech Syariah: Pengembangan Kerangka Standarisasi Berbasis Konvergensi Fiqh, Fatwa, dan Putusan Pengadilan Yasardin Yasardin; Amelia Rahmaniah; Avisena Ilma Rachmasari
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 25 No 2 (2025): Rekonstruksi dan Integrasi Hukum Islam dalam Menjawab Tantangan Hukum Kontempore
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/sjhp.v25i2.18275

Abstract

The rapid expansion of Buy Now Pay Later (BNPL) schemes represents a major shift in consumer finance and has entered Islamic financial markets with significant controversy. While promoted as an inclusive financing solution, Islamic BNPL raises urgent concerns regarding hybrid contracts, Shariah compliance, and consumer protection. This trend reflects both technological change and a regulatory gap that demands systematic assessment and normative solutions.Existing studies on Islamic fintech largely focus on compliance checklists or technical contracts, leaving unresolved tensions between innovation, governance, and maqāṣid al-sharīʿah. This research addresses the problem of whether Islamic BNPL can be structured as a Shariah-compliant instrument that also supports economic democratization. Using doctrinal and normative legal analysis, this study examines Islamic BNPL practices through the lenses of Shariah governance, contract theory, and Islamic economic principles. The analysis reveals that loosely structured hybrid contracts often generate legal ambiguity, misallocate risk, and weaken ethical safeguards. Conversely, BNPL models grounded in clear contractual separation and effective Shariah oversight show stronger alignment with justice and inclusivity. This study concludes that Islamic BNPL requires governance reform rather than mere contractual labeling. It recommends regulatory harmonization, strengthened Shariah supervision, and contract standardization to ensure that BNPL contributes to responsible financial access and equitable economic development.
Co-Authors Abdillah, Muhammad Rizki Abu Bakar Achmad Baihaqi Achmad Shobirin Hasbulloh Agung Dwi Laksana Ahmad Faisal Ahmad Muhajir, Ahmad Ahmad Syahlani Al-Hafiy, Muhammad Ali, Nor Syamsudin Ananda, Rizqa Annajiyah Mansyuroh Annisa, Nia Annisa, Siti Nur Annisaurrahmah, Annisaurrahmah Anural Hudayanti Anwar, Ramly Salim Asmaran Asmaran Aulia Rahman Avisena Ilma Rachmasari Azijah, Wafix Badrian Badrian Candra Maulana Deanova, Nakita Rio Dibaj, Muhammad Syarif Dini Awwalia Filayati, Muhammad Akbar Fuad Luthfi Fuad Luthfi Hafizah, Silva Nor Hakim, Muhammad Azizul Hasanah, Tuti Hudayanti, Anural Ilham, Muhammad Arifin Inawati Mohammad Jainie Jarajap Irawan, Andhi Jaidi, Muhammad Jalaluddin Jalaluddin Jannah, Nadyatul Kamalia Rohana Khairina, Naily Khairul Fahmi Laina, Nor M. Hanafiah M. Indra Kurniawan M. Rizki Adi Pratama M. Sanusi Helmi Madina, Ahya Mahmudah Mahmudah Mina, Noor Muhamad Amin Muhammad Al-Hafiy Muhammad Arsyad Muhammad Darwin Setiady Muhammad fauzan MUHAMMAD HARIS Muhammad Haris Muhammad Ikhlas Muhammad Noor Ridani Muhammad Rafly Muhammad Rasyid Hidayat Muhammad Saleh MUHAMMAD YUSUF Mulyati, Farihatni Munawarah Munawarah, Munawarah Muyassar, Muhammad Hafidz Nailah Nailah Nashiyah, Raudatun Navera, Najwa Nazhifah, Ainun Nazla, Siti Nor Latifah Nur Azizah Nur Azizah Binti Zainal Nuraisyah, Euis Nurhalisa Nurhalisa Padillah, Muhammad Rayhul Pradana, Neco Erlin Putri, Riska Yunita Qadlizaka, Muhammad Irfan Hakim Rafe’i, Muhammad Khairur Rahmani Timorita Yulianti Rahmat Shodiqin Rahmat Sholihin Rahmat Sholihin Rahmie, Aliya Ramadhana, Yulia Ramadhani, Intan Aulia Ramly Salim Anwar Romadani, M. Alwi Ruhansyah Ruhansyah Rukmawati, Desyana Putri Ruvita, Nia Safitri, Maulidita Siti Alpisah Siti Nur Annisa Syahrani Syamsul Anwar Syaupi, Muhammad Tuti Hasanah Umar, Masyitah Umar, Masyithah Wafix Azijah Wahidah Wahidah Wahyudin Wahyudin Yasardin Yasardin Yuliani, Ma'rifah