Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Kindingan Melalui Pendidikan Tentang Penyakit Penyakit Asam Urat, Maag, Dan Nyeri Saputri, Rina; Puteri, Anggia; Ramadhan, Novalina Rossa; Muzdalifah, Nur; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.562

Abstract

Nyeri  adalah  sensasi  tidak  menyenangkan  yang  terjadi  bila  kita mengalami  cedera  atau  kerusakan  pada  tubuh  kita. Asam urat adalah produk sampingan metabolisme purin dalam tubuh yang sebagian besar dikeluarkan melalui urine. Purin sendiri adalah senyawa yang terdapat dalam makanan dan juga diproduksi oleh tubuh. Gastritis sering disebut sebagai penyakit maag, yaitu peradangan dari mukosa lambung akibat iritasi dan infeksi, dimana lambung dapat mengalami kerusakan oleh proses peremasan apabila terjadi secara terus-menerus. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Kindingan tentang penyakit Nyeri, Asam Urat, dan Maag. Metode yang digunakan adalah dalam bentuk sosialisasi dan diskusi. Media yang digunakan berupa leaflet. Hasil yang diperoleh dari perhitungan kuesioner pre-test kader kesehatan memahami terkait penyakit Nyeri, Asam urat, dan Maag. Pengetahuan kader kesehatan meningkat setelah diberikan edukasi mengenai penyakit nyeri, Asam urat, dan Maag dengan hasil 100%, Namun pada penyakit Nyeri mengalami penurunan sebesar 5%.
Pendidikan Bagi Kader Kesehatan Desa Sungai Rangas Ulu tentang Demam dan Keamanan Obat pada Ibu Hamil Mustaqimah, Mustaqimah; Ariani, Malisa; Aryzki, Saftia; Ramadhani, Alya; Sudarya, Maharani Fitria; Rustiana, Rustiana; Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.602

Abstract

Kader kesehatan desa merupakan tenaga kesehatan desa yang berasal dari masyarakat desa. kader kesehatan desa perlu mendapatkan pendidikan berkelanjutan tentang informasi kesehatan. Diantaranya pengetahuan tentang demam dan obat yang aman untuk ibu hamil merupakan informasi perlu dipahami dengan baik oleh kader kesehatan. Kegiatan ini dengan tujuan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang penanganan demam dan penggunaan obat aman untuk ibu hamil. Penggunaan obat yang aman pada ibu hamil merupakan aspek penting untuk mencegah efek samping pada ibu maupun janin, sedangkan pemahaman tentang penanganan demam diperlukan untuk memastikan tindakan yang tepat saat terjadi kenaikan suhu tubuh. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyampaian materi secara langsung dengan media berupa PowerPoint, leaflet, dan modul. Sebanyak 8 orang kader Desa Sungai Rangas Ulu berpartisipasi dalam kegiatan ini. Proses kegiatan dimulai dengan pemberian pre-test, dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi interaktif, dan diakhiri dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan kader. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader mengenai penanganan demam dan obat yang aman untuk ibu hamil setelah edukasi dilakukan.
Efektivitas Pemberian Edukasi Metode Focus Group Discussion (FGD) Menggunakan Media Audio-Visual Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus: The Effectiveness of Providing Education with the Focus Group Discussion (FGD) Method Using Audio-Visual Media on Medication Compliance in Diabetes Malitus Patients Fitria, Annisa; Mustaqimah, Mustaqimah; Saputri, Rina; Kurniawati, Darini
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7720

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang menempati urutan ke-4 di Kota Banjarmasin. Penggunaan obat pasien Diabetes Melitus yang tidak diiringi dengan pengetahuan baik mengakibatkan kurangnya kepatuhan minum obat. Salah satu upaya meningkatkan kepatuhan adalah dengan meningkatkan pengetahuan, yaitu melalui pemberian edukasi. Metode untuk mengedukasi adalah metode diskusi seperti Focus Group Discussion (FGD) dikombinasikan dengan media edukasi media audio-visual. Mengetahui efektivitas pemberian edukasi dengan metode FGD (Focus Group Discussion) menggunakan media audio-visual terhadap kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian True Experimental dengan pendekatan pre-test & post-test control group design. Dimana pre-test menggunakan lembar kuesioner yang dibagikan di Puskesmas Terminal Banjarmasin sedangkan post-test dengan media google form, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Sebelum pemberian edukasi kepatuhan responden diperoleh jumlah 53% responden patuh dan setelah pemberian edukasi dengan metode Focus Group Discussion (FGD) menggunakan media audio-visual, kepatuhan minum obat responden Diabetes Melitus di Puskesmas Terminal Banjarmasin meningkat menjadi 73% dan diperoleh hasil uji komparasi dengan nilai signifikansi 0.001. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi menggunakan media audio-visual terhadap kepatuhan minum obat responden Diabetes Melitus di Puskesmas Terminal Banjarmasin efektif.
Efekrivitas Ekstrak Daun Sungkai (Peronema Canescens) di Kalimantan Tengah Sebagai Antiinflamasi: Efectiveness of Sungkai Leaf Extract (Peronema Canescens) in Central Kalimantan as an Anti-Inflammatory Latifah, Noor; Saputri, Rina; Nastiti, Kunti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7727

Abstract

Infeksi covid-19 banyak menimbulkan gejala inflamasi seperti sakit tenggorokan hingga kematian karena respon inflamasi berlebihan pada organ pernapasan. Daun sungkai (Peronema canescens) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan masyarakat dayak untuk mengatasi gejala yang disebabkan covid-19, sehingga perlu dibuktikan secara ilmiah apakah daun sungkai efektif sebagai antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan dosis yang efektif ekstrak daun sungkai (Peronema canescens) di Kalimantan Tengah sebagai antiinflamasi. Hasil penelitian yaitu jika ekstrak daun sungkai dari dosis 100- 400mg/KgBB mempunyai efektif antiinflamasi. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok ekstrak daun sungkai dengan kelompok kontrol positif. Hasil analisis Post Hoc dengan uji LSD menunjukkan dosis 400mg tidak berbeda signifikan dengan dosis 100mg dan 200mg menunjukkan efektifitasnya sama. Ekstrak daun sungkai memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi pada dosis efektif 100mg/KgBB.
Uji Toksitas Akut Ekstrak Daun Kelakai (Stenochlaena Palustris (BURM. F) Bedd) Ditinjau Dari Kondisi Klinis, LD50 dan Komponen Sel Darah pada Tikus Galur Wistar: Agute Toxicity Test of Kelakai (Stenochlaena Palustris (BURM. F) Bedd) Leaf Extract in Terms of Clinical Conditions, LD50 and Blood Cell Components in Wistar Rats Anshori, Rahmat Giri; Saputri, Rina; Budi, Setia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9016

Abstract

Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm. F) Bedd.) merupakan tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat suplemen penambah darah, penambah ASI pada ibu menyusui, obat tekanan darah tinggi. Kandungan zat besi pada kelakai berfungsi untuk melancarkan kadar hemoglobin sehingga tumbuhan ini sangat baik dikonsumsi para penderita anemia atau kekurangan darah. Dilakukan pengujian toksisitas bertujuan untuk menentukan nilai LD50 pada pemberian ekstrak etanol daun kelakai ditinjau melalui kondisi klinis dan komponen sel darah. Mengetahui efek toksik akut dari ekstrak daun kelakai terhadap kondisi klinis, LD50 dan komponen sel darah tikus betina putih Penelitian dilakukan dengan metode true experimental dengan rancangan pre-post test with control group terhadap hewan uji dengan 6 kelompok pengujian yang diinduksi ekstrak etanol daun kelakai dilakukan satu kali pada hari pertama, kemudian dilakukan pengamatan setiap hari selama 14 hari. Hasil nilai LD50 ekstrak etanol Daun Kelakai sebesar 33,265 g/kgBB dikategorikan “relatif tidak toksik” (>15g/kgBB). Hasil penelitian untuk komponen darah pada setiap kelompok variasi konsentrasi dosis menunjukan adanya peningkatan dari kadar MCH dan MCHC. Hasil penelitian untuk kondisi klinis pada setiap kelompok variasi konsentrasi dosis yaitu adanya perubahan prilaku menjadi penurunan aktivitas fisik, lemah, kurangnya menerima rangsangan. Berdasarkan hasil yang didapatkan ekstrak etanol Daun Kelakai memiliki toksisitasi “relatif tidak toksik” setelah pengujian tosistas akut pada tikus betina galur wistar.
A Aktivitas Antioksidan dan Penetapan Kadar Flavonoid Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) Dengan Variasi Ukuran Partikel Serbuk Simplisia Oktavia, Rissa; Rohama, Rohama; Saputri, Rina
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.422

Abstract

Background: Red betel (Piper crocatum Ruiz & Pav) is a medicinal plant that is used empirically by the people of Tehang, Central Kalimantan for wound healing. The ability of red betel leaves to heal wounds is associated with the anti-inflammatory properties of the secondary metabolites of the flavonoid class contained therein which also have a role as a source of antioxidants. Particle size will affect the amount of bioactive compounds in an extract. Objective: To determine the difference in antioxidant activity and flavonoid content ethanol extract of red betel leaf in a variation of particle size simplisia powder. Methods: True experimental quantitative research which divided into two experimental groups, namely red betel leaf extract with a mesh particle size of 40/60 and 60/80. Testing of antioxidant activity with the DPPH method and determining the levels of flavonoids with the UV-Vis Spectrophotometry method. Results: The results of antioxidant activity based on IC50 values at 40/60 and 60/80 mesh particle sizes is 5.96 ppm and 2.74 ppm. The results of flavonoid content determination at 40/60 and 60/80 mesh particle size is 1.448 mg QAE/g and 3.5 mg QAE/g. Statistical analysis with the Mann Whitney test showed a significant difference (p value 0.025 <0.05). Conclusion: There is a significant difference with the variation of particle size on the antioxidant activity and levels of flavonoids. The highest antioxidant activity and flavonoid levels were observed in extracts with a mesh particle size of 60/80. The smaller the particle size, the stronger the antioxidants and the higher the levels of flavonoids.
E Efektivitas Pemberian Edukasi Dengan Metode Focus Group Discussion (FGD) Menggunakan Media Audio-Visual Terhadap Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Di Desa Kresik Bura Mursidah, Diana Aulia; Saputri, Rina; Aryzki, Saftia; Syamsu, Erlina
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.426

Abstract

Background: Irrational use of antibiotics can lead to therapy failure and the risk of resistance. One of the factors that influence the use of antibiotics is knowledge that can be increased by providing education. The FGD method aims to explore more specific issues related to the topics discussed. Education with audio-visual media facilitates the delivery of information and is more easily accepted by the public. Objective: To analyze the effectiveness of providing education using the Focus Group Discussion (FGD) method using audio-visual media on the rationality of using antibiotics in the people of Kresik Bura Village Method: True experimental with pretest posttest control group design. The sampling technique used was stratified random sampling with a total sample of 100 respondents. This research was conducted in Kersik Bura Village in June 2023-July 2023. Results: The results of the rationality of using antibiotics before education with a rational result of 40%, after being given education there was an increase to 72%. The results of the Wilcoxon test in the control group were 0.180 and in the experimental group 0.000. The results of the Mann-Whitney test obtained a p-value of 0.000. Conclusion: Providing education using the FGD method using audio-visual media is effective in increasing the rationality of using antibiotics.
E Efektivitas Metode Focus Group Discussion (FGD) Menggunakan Media Reminder Medication Card Terhadap Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah di Puskesmas Pelambuan Wardhani, Yuliana; Saputri, Rina; Hateriah, Siti
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.477

Abstract

Background: Unadheence to taking blood supplements in pregnancy was still high. Health education with focus group discussion (FGD) method and reminder medication card media expected to increasing the adherence of consuming blood supplements regularly. Objective: To analyze the effectiveness of focus group discussion (FGD) using reminder medication card to pregnant women adherence on comsuming blood supplement tablet in Pelambuan Health Care Center. Methods: This true experimental pretest-posttest control group research conducted to 64 pregnant women on intervension and control group with simple random sampling technique on June at Pelambuan Health Care Center and analyzed with Wilcoxon and Mann Whitney U Test. Results: About 65,6% of intervension group were unadherence and 81,3% on control group were unadherence in pretest. About 90,6% of intervension group were adherence and 75% on control group were unadherence in posttest. There is a difference of pretest and posttest result on intervension group (p value = 0,000) and no difference on control group (p value = 0,317). There is a difference between intervension and control group (p value = 0,000). Conclusion: Focus group discussion (FGD) using reminder medication card effective to increasing pregnant women’s adherence on comsuming blood supplement tablet in Pelambuan Health Care Center.
E Efektivitas Rosuvastatin Dan Pravastatin Sebagai Anti-Dislipidemia Pada Tikus JANTAN Furqan, Rizqi Nur; Nugraha, Dyan Fitri; Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Komaliya, Risyda
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 2 (2024): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i2.485

Abstract

Background: Dyslipidemia is a disease that can have a negative impact on human health. Dyslipidemia treatment has 3 levels based on intensity, namely disease with high intensity, medium intensity, and low intensity. In this study, the drugs used were Pravastatin and Rosuvastatin, both of which were of medium intensity. Objective: Knowing the comparison of the effectiveness of the drugs Rosuvastatin and Pravastatin as anti-dyslipidemia in rats. Methods: The research method used in this study is True Experimental. The research design used in this study was the posttest only control group, namely by taking samples after being given the drugs Rosuvastatin and Pravastatin, so that it would be seen the effectiveness of the treatment given to the group of rats tested. Results: Rosuvastatin can lower LDL cholesterol better than Pravastatin because rosuvastatin has the highest binding interaction with HMG-CoA reductase, resulting in the strongest inhibition of cholesterol synthesis of all other statin groups. Pravastatin has the ability to lower LDL. From the results of the average values of the two statin class drugs, Rosuvastatin has a better average value than Pravastatin, but the statistical results can be concluded that there is no significant difference from the 0.5% Na CMC control to Rosuvastatin compared to Pravastatin. Conclusion: The statin class drug Rosuvastatin has better effectiveness than Pravastatin.
Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Pemanfaataan Teknologi dengan Pemberian Edukasi Hipertensi dalam Meningkatkan Kesadaran dan Pencegahan Masyarakat Di Kelurahan Alalak Utara Saftia Aryzki; Rina Saputri; Hairiana Kusvitasari; Jelita Annisa Putri; Nurul Zafirah; Monica Wikklin; Jesika Natalia; Emelia Haryanti Putri; Belva Handira
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 5 No 02 (2025): Jurnal Bakti Untuk Negeri
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/rgy3ee90

Abstract

Hypertension is a disease that is widely suffered by the community. Increasing public awareness of the importance of preventing hypertension is very necessary, especially at the community level. One way to increase awareness and prevention and control of the health of hypertension sufferers is to maximize the role of health cadres such as Posyandu cadres. Posyandu cadres have an important role as health educators in the village. Posyandu cadres must have sufficient knowledge and skills to be able to provide good and correct information according to their abilities. This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of posyandu cadres regarding hypertension through educational media in the form of booklets, leaflets, digital-based posyandu health tools and health literacy books so that effective communication skills are created in providing education about hypertension. The method used in this community service is providing health education through counseling, mentoring and training of cadres, training in checking blood pressure, implementing pretests and posttests, and group discussions. The results of this activity are an increase in knowledge from posyandu cadres about hypertension. This can be seen from the results of the pre-test and post-test which showed an increase in knowledge of 8 cadres (80%) with an average pre-test and post-test score of 69 and 79. The increase in public knowledge and awareness of hypertension after receiving health education through technology has proven effective in strengthening the role of cadres in providing health services to the community, especially hypertension.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adhea Martin, Muhammad Aditha Angga Pratama Agustina, Ani Ahmad Hidayat Aima Pitriya Ali Rakhman Hakim Amanah , Nurul amanah, nurul Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda, Era Dea Anggia Puteri Anisa Ujuldah Anisa Ujuldah Annisa Fitria Anshori, Rahmat Giri Ariani, Malisa Arya Andika Saputra Arya Andika Saputra Aryzki , Saftia Aryzki, Saftia Auli Damayanti Aulia Damayanti Aulia Rahmah AYU LESTARI Az Zahra, Aulia Rahma Azhimia, Faida Belva Handira Budianor Budianor Dahlia Syahrina Darman, Aprilino Saputra Defitamira, Olvi Donaretsi, Olga Nathania Elisa, Audiya Emelia Haryanti Putri Enzelia, Yoan Evana, Nur Qomara Evita Peron Yoewono Fadhiyah Noor Anisa Fakhria Rizqina Fatthiya Lisyanti Faulina, Siti Emi Az-Zahra Fitri Sadlia Fitri Yuliana, Fitri Fitriyana, Rahma Frambudi, M. Noval Furqan, Rizqi Nur Gina Aulia Istiqomah Gumarus, Ellora Griselda Gusnianti, Elva Habibah, Nor Hairiana Kusvitasari Hariyanto, Ario Yudo Hateriah, SIti Henno, Mei Holilah, Shafira Nor Ilahiya, Salwa Nur Indriyani, Reni Jannah, Ghina Raudhatul Jelita Annisa Putri Jesika Natalia Julianti, Army Karinda, Niken Adkah Komaliya, Risyda Kurniawati, Darini Laili, Rofiatul Laurensia Yunita, Laurensia Lestari, Yayuk Puji Linda Kusumawati Lisaura, Inggrit Windy Lisda Handayani, Lisda Luthfi Luthfi, Luthfi Maharani, Silvia Atwi Maharani, Tri Anita Maharatini, Mei Eklesia Mara, Ignatius Ronaldy Martini, Made Maulani, Eka Febrianti Melviani, Melviani Miftahul Jannah Mohammad Basit, Mohammad Monica Wikklin Monica, Chindy Muhammad Riduansyah Mukti, Yusuf Anggoro Mursidah, Diana Aulia Murtiadi Awaluddin Mustaqimah Mustaqimah Muzdalifah, Nur Nasirah Asri Nastiti, Kunti Natantri, Bamikha Priskila Noor Latifah Noor, Fadhiyah Noor Nugraha, Dyan Fitri Nur Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Zafirah Octaviani, Via Oktavia, Regina Oktavia, Rissa Pratiwi, Sinta Puji Lestari, Yayuk Putri Vidiasari Darsono Putri, Mela Julia Qibtiyah, Mariatul Rahman, Agenia Ramadhan, Novalina Rossa Ramadhani, Alya Raudhatul Jannah, Ghina Reny Indriyani Ridho, Muhammad Jafar Rifa'atul Mahmudah Rifa'atul Mahmudah Rifa’atul Mahmudah Rifa’atul Mahmudah Risky Amelia Rohama Rohama Rohama, Rohama Romadhani, Yuliana Romika, Romika Rubina, Miranda Rustiana Rustiana Sadlia, Fitri Saftia Aryzki Saftia Aryzki Sagita, Ririn Samara, Akhmad Fadhil Saniah, Husnus Sari, Rani Normaya Sari, Rinda Intan Savitri, Amanda Shelvia Septianto, Gemilang Setia Budi Sismeri Dona Siti Malahayati Siti Mutaharah Sitti Khadijah Sri Rupaida Subhannur Rahman Sudarya, Maharani Fitria Syamsu, Erlina syifa, Nur Tambun, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Taufik Kurahman Tuti Alawiyah Ujuldah, Anisa Ulpah, Nor Sipa Aulia Utomo, Yudha Vania, Risma Ananda Wardhani, Yuliana Widya Mariyana, Widya Yanti, Novita Yulida, Yulida Yustian, Alifira Adhany Yusuf Anggoro Mukti Zhafirah Ressa Azzahra Zhafirah, Nurul Zita, Syifa Nur Zulianur, Riska Ali