Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Alat Melalui Pendidikan Tentang Penyakit Penyakit Nyeri [Empowerment of Village Health Cadres in Alat through Education on Pain-Related Diseases] Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Puteri, Anggia
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261394

Abstract

Pain is a complex health issue that significantly affects quality of life. This community service activity aimed to enhance the knowledge of health cadres in Alat Village regarding pain through education using leaflets and interactive discussions. A total of 24 health cadres participated in the program, which included a pre-test, the delivery of materials, discussion, and a post-test. The evaluation results showed a significant improvement in cadres’ understanding of pain concepts, types, symptoms, causes, and management and prevention strategies. Leaflets proved to be an effective medium for delivering comprehensible and straightforward health information. This activity is expected to strengthen the role of health cadres in disseminating pain education to the broader community. Abstrak. Nyeri adalah masalah kesehatan yang kompleks dan sangat memengaruhi kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Alat mengenai nyeri melalui edukasi menggunakan leaflet dan diskusi interaktif. Sebanyak 24 kader kesehatan mengikuti program yang meliputi pre-test, penyampaian materi, diskusi, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader tentang konsep nyeri, jenis, gejala, penyebab, serta strategi pengelolaan dan pencegahan. Leaflet terbukti menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan yang mudah dipahami dan sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran kader kesehatan dalam menyebarkan edukasi tentang nyeri kepada masyarakat luas.
FARMASI DAN PRODUK KESEHATAN HALAL: STANDARISASI SERTIFIKASI HALAL, PERLINDUNGAN KONSUMEN, DAN KEPUASAN PASIEN Rina Saputri; Nasirah Asri; Murtiadi Awaluddin
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.63766

Abstract

Abstrak Industri farmasi dan produk kesehatan halal menjadi salah satu sektor strategis dalam pengembangan ekonomi syariah global. Peningkatan kesadaran masyarakat Muslim terhadap pentingnya kehalalan produk mendorong kebutuhan akan sistem sertifikasi yang terstandar, transparan, dan terpercaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses standardisasi sertifikasi halal pada produk farmasi, menilai implikasinya terhadap perlindungan konsumen, serta mengkaji pengaruhnya terhadap tingkat kepuasan pasien. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan studi literatur dan analisis kebijakan yang bersumber dari peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), LPPOM MUI, serta studi kasus pada industri farmasi bersertifikat halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standardisasi sertifikasi halal berperan penting dalam menjamin kehalalan bahan baku, proses produksi, dan distribusi produk farmasi. Selain itu, keberadaan sertifikasi halal meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat perlindungan hukum bagi pengguna produk kesehatan, serta berkontribusi terhadap kepuasan pasien melalui jaminan keamanan dan kesesuaian dengan prinsip syariah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi antara pemerintah, lembaga sertifikasi, dan pelaku industri untuk mempercepat implementasi sistem jaminan halal di sektor farmasi secara menyeluruh. Kata kunci: Farmasi halal, standardisasi sertifikasi halal, perlindungan konsumen, kepuasan pasien.   Abstract The halal pharmaceutical and health products industry is one of the strategic sectors in the development of the global sharia economy. Increased awareness among Muslims of the importance of product halal certification has driven the need for a standardised, transparent and reliable certification system. This study aims to analyse the halal certification standardisation process for pharmaceutical products, assess its implications for consumer protection, and examine its impact on patient satisfaction levels. The research approach used is descriptive-qualitative with literature studies and policy analysis sourced from the regulations of the Halal Product Guarantee Agency (BPJPH), LPPOM MUI, and case studies in the halal-certified pharmaceutical industry. The results show that halal certification standardisation plays an important role in ensuring the halal status of raw materials, production processes, and distribution of pharmaceutical products. In addition, the existence of halal certification increases consumer confidence, strengthens legal protection for users of health products, and contributes to patient satisfaction through safety guarantees and compliance with sharia principles. This study recommends the need for synergy between the government, certification bodies, and industry players to accelerate the implementation of a comprehensive halal assurance system in the pharmaceutical sector. Keywords: Halal pharmacy, halal certification standardisation, consumer protection, patient satisfaction.
Penguatan Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus Bagi Kader Kesehatan Desa Pemangkih Baru [Strengthening Knowledge About Diabetes Mellitus for Community Health Volunteers in Pemangkih Baru Village] Mustaqimah, Mustaqimah; Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman; Yulida, Yulida; Noor, Fadhiyah Noor; Khadijah, Sitti
Indonesia Berdaya Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261470

Abstract

Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes menjadi salah satu faktor risiko utama. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan Desa Pemangkih Baru terkait diabetes melitus melalui edukasi dan pelatihan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dan diskusi kelompok kecil yang melibatkan 13 kader kesehatan desa. Materi mencakup pengenalan gejala, faktor risiko, pencegahan, serta penatalaksanaan sederhana diabetes melitus. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Mayoritas hasil evaluasi peserta berada pada kondisi tetap dan meningkat. Selain itu, kader lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjadi mitra aktif dalam upaya promotif dan preventif. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan desa, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kasus diabetes melalui peran aktif kader di tingkat komunitas. Abstract. Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases whose prevalence continues to rise in Indonesia, especially in rural areas. Lack of public knowledge about diabetes prevention and management is a major risk factor. This community service aims to improve the health cadres' knowledge of diabetes mellitus in Pemangkih Baru Village through education and training. The methods used were interactive counseling and small group discussions involving 13 village health cadres. The materials covered the introduction of symptoms, risk factors, prevention, and simple management of diabetes mellitus. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure the improvement in the cadres' knowledge. Most participants showed knowledge that either remained the same or increased. In addition, the cadres became more confident in delivering information to the community and became active partners in promotive and preventive efforts. In conclusion, this training was effective in enhancing the knowledge and skills of village health cadres, and it is expected to help reduce the incidence of diabetes by increasing cadres' active role at the community level.
Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Etanol Mentimun (Cucumis sativus L.) dan Ekstrak Etanol Nanas (Ananas comosus (L) Merr.) Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5753

Abstract

ABSTRAK Bahan alam digunakan manusia sebagai obat untuk menyembuhkan, mencegah penyakit tertentu dan menjaga kondisi badan agar tetap sehat. Bahan alam yang digunakan dikenal dengan istilah obat herbal. Mentimun (Cucumis sativus L) dan Nanas (Ananas cosmosus (L) Merr) merupakan sebagian dari bahan alam yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa kimia pada ekstrak etanol mentimun dan ekstrak etanol nanas yaitu senyawa saponin, steroid, terpenoid, tanin dan secara kualitatif. Ekstrak etanol mentimun dan ekstrak etanol nanas didapatkan dengan metode maserasi. Hasil identifikasi senyawa kimia menunjukan ekstrak etanol mentimun mengandung senyawa kimia terpenoid, saponin dan fenolik. Ekstrak etanol nanas mengandung terpenoid dan fenolik. Kata kunci: Identifikasi senyawa kimia, Mentimun (Cucumis sativus L), Nanas (Ananas cosmosus (L) Merr) ABSTRACT Natural materials has used by humans as a medicine to cure, prevent certain diseases and maintain body condition in order to stay healthy. Natural materials are used is known as herbal medicine. Cucumber (Cucumis sativus L) and Pineapple (Ananas cosmosus (L) Merr) is part of the natural materials that can be used as an alternative treatment. This study aims to identified the chemical compounds in extracts of cucumber ethanol and ethanol extract of pineapple there are saponins, steroids, terpenoids, tannins and qualitatively. The ethanol extract of cucumber and pineapple ethanol extracts obtained by maceration method. The results of the identification of chemical compounds showed the ethanol extract of cucumber contains chemical compounds terpenoids, saponins and phenolic. The ethanol extract of pineapple contains terpenoids and phenolic. Keywords: Identification of chemical compounds, cucumber (Cucumis sativus L), pineapple (Ananas comosus (L) Merr)
Analisis Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Kulit Buah Cempedak pada Tikus Galur Wistar Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri
Journal of Pharmascience Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5799

Abstract

Kulit buah Cempedak yang digoreng (Manday) merupakan salah satu makanan yang umum dikonsumsi masyarakat di Kalimantan Selatan. Berdasarkan pengalaman dari beberapa masyarakat, keluhan yang sering terjadi adalah perut terasa perih dan kepala pusing. Evaluasi sifat toksik dari bagian tumbuhan yang dikonsumsi oleh masyarakat sangat penting untuk dilakukan dengan mempertimbangkan perlindungan kesehatan masyarakat karena paparan senyawa kimia dari bagian tumbuhan yang dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia dan efek toksisitas akut dari ekstrak etanol kulit buah cempedak. Kulit buah cempedak dikeringkan dengan menggunakan oven. Ekstraksi kulit buah cempedak menggunakan cara maserasi dengan cairan penyari etanol. Tikus uji diberi larutan kontrol Na CMC dan ekstrak dengan dosis 300 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB, dan 5000 mg/kgBB. Hasil identifikasi senyawa kimia didapatkan positif mengandung triterpenoid, flavonoid, tanin, dan senyawa fenolik. Tikus uji yang menerima ekstrak dengan dosis 1000 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB, dan 5000 mg/kgBB terjadi perubahan pada tikus uji berdasarkan pengamatan fisik yaitu mengalami peningkatan detak jantung atau takikardi, pernapasan cepat, tremor, dan agresif. Kata kunci: Kulit buah cempedak, senyawa kimia, toksisitas akut Rind of Cempedak fruit (Manday) is one of the foods commonly consumed by people in South Kalimantan. Based on the experience of several communities, complaints that often occur are sore stomach and headache. Evaluation of the toxic properties of plant parts consumed by the community is very important to be done by considering public health protection due to exposure to chemical compounds from parts of plants that can cause undesirable effects on the community. This study aims to identify chemical compounds and acute toxicity effects of ethanol extract rind of cempedak fruit. Rind of Cempedak fruit has dried using an oven. Extraction of cempedak fruit skin using maceration method with ethanol. Test rats were given Na CMC as a control and extract with dose 300 mg / kgBB, 1000 mg / kgBB, 2000 mg / kgBB, and 5000 mg / kgBB. The results of the identification of chemical compounds were obtained positively containing triterpenoids, flavonoids, tannins, and phenolic compounds. The test rats that received extracts at a dose of 1000 mg / kgBW, 2000 mg / kgBB, and 5000 mg / kgBW were changed in the test rats based on physical observations that experienced an increase in heart rate or tachycardia, rapid breathing, tremor, and aggressive. Keywords: acute toxicity, chemistry compounds, rind of cempedak fruit
Peningkatan Pengetahuan melalui Edukasi Terapi Herbal Jakeku (Jahe-Kencur-Kunyit) sebagai Pereda Batuk dan Pilek pada Masyarakat Rt 04 Desa Sungai Bakung: Enhance Knowledge Through Education on Jakeku (Ginger-Aromatic Ginger-Turmeric) Herbal Therapy as A Cough and Cold Reliever for The Community of Rt 04 Sungai Bakung Village Rina Saputri; Aprilia Sulistia Sari; Marisa Andani; Meliana Andini
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261548

Abstract

Cough and cold are common health problems experienced by people of all ages and can interfere with daily activities and quality of life. The use of traditional herbal medicine is one of the alternative approaches widely practiced by Indonesian communities. JAKEKU, a herbal preparation consisting of ginger (Zingiber officinale), aromatic ginger (Kaempferia galanga), and turmeric (Curcuma longa), contains bioactive compounds that may help relieve symptoms of cough and cold. However, public knowledge regarding the proper preparation and use of this herbal remedy remains limited. This community service activity aimed to improve community knowledge regarding the benefits, preparation methods, and proper use of JAKEKU herbal therapy as a complementary treatment for cough and cold among residents of RT 04, Sungai Bakung Village. A descriptive observational approach was employed using pre-test and post-test questionnaires to assess participants' knowledge before and after the educational intervention. The activity included health education sessions, interactive discussions, and a live demonstration of JAKEKU preparation. Participants consisted of 15 community members who met the inclusion criteria and were willing to participate in the entire program. The results demonstrated an increase in knowledge across all age groups after the educational intervention. The average score of participants aged 30–45 years increased from 7.88 to 10.00, those aged 46–55 years increased from 6.66 to 9.00, and participants aged over 55 years increased from 7.00 to 10.00. These findings indicate that the educational program effectively enhanced participants’ understanding of the benefits, preparation procedures, and appropriate use of JAKEKU herbal therapy. Health education combined with practical demonstrations effectively improved community knowledge regarding JAKEKU herbal therapy. Increased knowledge is expected to encourage the rational, safe, and appropriate use of herbal medicine as a complementary approach to relieving cough and cold symptoms.   Abstrak. Batuk dan pilek merupakan masalah kesehatan umum yang dialami oleh masyarakat dari segala usia dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Penggunaan obat herbal tradisional adalah salah satu pendekatan alternatif yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. JAKEKU, sebuah sediaan herbal yang terdiri dari jahe (Zingiber officinale), kencur (Kaempferia galanga), dan kunyit (Curcuma longa), mengandung senyawa bioaktif yang dapat membantu meredakan gejala batuk dan pilek. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai cara pembuatan dan penggunaan obat herbal ini yang tepat masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat, cara pembuatan, dan penggunaan yang tepat dari terapi herbal JAKEKU sebagai pengobatan komplementer untuk batuk dan pilek pada warga RT 04, Desa Sungai Bakung. Pendekatan observasional deskriptif digunakan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Kegiatan ini meliputi sesi edukasi kesehatan, diskusi interaktif, dan demonstrasi langsung pembuatan JAKEKU. Peserta terdiri dari 15 anggota masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian program. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan di semua kelompok usia setelah intervensi edukasi. Nilai rata-rata peserta berusia 30–45 tahun meningkat dari 7,88 menjadi 10,00, usia 46–55 tahun meningkat dari 6,66 menjadi 9,00, dan peserta berusia di atas 55 tahun meningkat dari 7,00 menjadi 10,00. Temuan ini menunjukkan bahwa program edukasi secara efektif meningkatkan pemahaman peserta tentang manfaat, prosedur pembuatan, dan penggunaan terapi herbal JAKEKU yang tepat. Edukasi kesehatan yang dipadukan dengan demonstrasi praktis secara efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai terapi herbal JAKEKU. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat mendorong penggunaan obat herbal yang rasional, aman, dan tepat sebagai pendekatan komplementer untuk meredakan gejala batuk dan pilek.
Kajian Etnomedisin Masyarakat Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas Romika Romika; Ali Rakhman Hakim; Risyda Komaliya; Rina Saputri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1091

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional masih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, perkembangan modernisasi menyebabkan pengetahuan mengenai tanaman obat berpotensi berkurang apabila tidak didokumentasikan dengan baik. Oleh karena itu, penelitian etnomedisin diperlukan untuk menggali dan mendokumentasikan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman obat yang dimanfaatkan masyarakat, bagian tanaman yang digunakan, manfaat, serta cara pengolahan tanaman obat di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomedisin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 29 jenis tanaman obat untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti hipertensi, diare, batu ginjal, maag, batuk, malaria, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun. Cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah direbus, selain ditumbuk, diseduh, dimakan langsung, dan diperas. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional yang perlu dilestarikan.
Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Terhadap Kepuasan Pasien Di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas Yuliana Romadhani; Rina Saputri; Linda Kusumawati; Melviani Melviani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1092

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu, termasuk pelayanan kefarmasian. Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang dapat memengaruhi kepuasan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan terhadap kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik cross sectional. Sampel terdiri dari 87 responden resep racikan dan 97 responden resep nonracikan yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan sebagian besar berada pada kategori sesuai sebesar 60,9%, sedangkan pada resep nonracikan sebesar 60,8%. Tingkat kepuasan pasien pada resep racikan didominasi oleh kategori puas sebesar 48,3%, sedangkan pada resep nonracikan didominasi oleh kategori puas sebesar 39,2%. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dengan kepuasan pasien (p < 0,001; r = 0,457) serta antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat nonracikan dengan kepuasan pasien (p < 0,001; r = 0,471). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Alat Melalui Pendidikan Tentang Penyakit Penyakit Nyeri [Empowerment of Village Health Cadres in Alat through Education on Pain-Related Diseases] Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri; Anggia Puteri
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261394

Abstract

Pain is a complex health issue that significantly affects quality of life. This community service activity aimed to enhance the knowledge of health cadres in Alat Village regarding pain through education using leaflets and interactive discussions. A total of 24 health cadres participated in the program, which included a pre-test, the delivery of materials, discussion, and a post-test. The evaluation results showed a significant improvement in cadres’ understanding of pain concepts, types, symptoms, causes, and management and prevention strategies. Leaflets proved to be an effective medium for delivering comprehensible and straightforward health information. This activity is expected to strengthen the role of health cadres in disseminating pain education to the broader community. Abstrak. Nyeri adalah masalah kesehatan yang kompleks dan sangat memengaruhi kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Alat mengenai nyeri melalui edukasi menggunakan leaflet dan diskusi interaktif. Sebanyak 24 kader kesehatan mengikuti program yang meliputi pre-test, penyampaian materi, diskusi, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader tentang konsep nyeri, jenis, gejala, penyebab, serta strategi pengelolaan dan pencegahan. Leaflet terbukti menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan yang mudah dipahami dan sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran kader kesehatan dalam menyebarkan edukasi tentang nyeri kepada masyarakat luas.
Penguatan Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus Bagi Kader Kesehatan Desa Pemangkih Baru [Strengthening Knowledge About Diabetes Mellitus for Community Health Volunteers in Pemangkih Baru Village] Mustaqimah Mustaqimah; Rina Saputri; Ali Rakhman Hakim; Yulida Yulida; Fadhiyah Noor Noor; Sitti Khadijah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261470

Abstract

Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes menjadi salah satu faktor risiko utama. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan Desa Pemangkih Baru terkait diabetes melitus melalui edukasi dan pelatihan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dan diskusi kelompok kecil yang melibatkan 13 kader kesehatan desa. Materi mencakup pengenalan gejala, faktor risiko, pencegahan, serta penatalaksanaan sederhana diabetes melitus. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Mayoritas hasil evaluasi peserta berada pada kondisi tetap dan meningkat. Selain itu, kader lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjadi mitra aktif dalam upaya promotif dan preventif. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan desa, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kasus diabetes melalui peran aktif kader di tingkat komunitas. Abstract. Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases whose prevalence continues to rise in Indonesia, especially in rural areas. Lack of public knowledge about diabetes prevention and management is a major risk factor. This community service aims to improve the health cadres' knowledge of diabetes mellitus in Pemangkih Baru Village through education and training. The methods used were interactive counseling and small group discussions involving 13 village health cadres. The materials covered the introduction of symptoms, risk factors, prevention, and simple management of diabetes mellitus. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure the improvement in the cadres' knowledge. Most participants showed knowledge that either remained the same or increased. In addition, the cadres became more confident in delivering information to the community and became active partners in promotive and preventive efforts. In conclusion, this training was effective in enhancing the knowledge and skills of village health cadres, and it is expected to help reduce the incidence of diabetes by increasing cadres' active role at the community level.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adhea Martin, Muhammad Aditha Angga Pratama Agustina, Ani Ahmad Hidayat Aima Pitriya Ali Rakhman Hakim Amanah , Nurul amanah, nurul Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda, Era Dea Anggia Puteri Anggia Puteri Anisa Ujuldah Anisa Ujuldah Annisa Fitria Anshori, Rahmat Giri Aprilia Sulistia Sari Ariani, Malisa Army Julianti Army Julianti Arya Andika Saputra Arya Andika Saputra Aryzki , Saftia Aryzki, Saftia Auli Damayanti Aulia Damayanti Aulia Rahmah Aulia Rahmah Aulia Rahmah AYU LESTARI Az Zahra, Aulia Rahma Azhimia, Faida Bamikha Priskila Natantri Belva Handira Budianor Budianor Dahlia Syahrina Darini Kurniawati Darman, Aprilino Saputra Defitamira, Olvi Dewi Susanti Atmaja Donaretsi, Olga Nathania Elisa, Audiya Emelia Haryanti Putri Enzelia, Yoan Erlina Syamsu Evana, Nur Qomara Evita Peron Yoewono Fadhiyah Noor Anisa Fadhiyah Noor Noor Fakhria Rizqina Fatthiya Lisyanti Faulina, Siti Emi Az-Zahra Fitri Sadlia Fitri Yuliana, Fitri Fitriyana, Rahma Frambudi, M. Noval Furqan, Rizqi Nur Gina Aulia Istiqomah Gumarus, Ellora Griselda Gusnianti, Elva Habibah, Nor Hairiana Kusvitasari Haji Ida Nurlihayati Halidah Halidah Hariyanto, Ario Yudo Hateriah, SIti Henno, Mei Holilah, Shafira Nor Indriyani, Reni Jannah, Ghina Raudhatul Jelita Annisa Putri Jesika Natalia Karinda, Niken Adkah Komaliya, Risyda Kurniawati, Darini Laili, Rofiatul Laurensia Yunita, Laurensia Lestari, Yayuk Puji Linda Kusumawati Lisaura, Inggrit Windy Lisda Handayani, Lisda Luthfi Luthfi, Luthfi Maharani, Silvia Atwi Maharani, Tri Anita Maharatini, Mei Eklesia Malisa Ariani Mara, Ignatius Ronaldy Marisa Andani Martini, Made Masriani Masriani Maulani, Eka Febrianti Meliana Andini Melviani Melviani Miftahul Jannah Mohammad Basit, Mohammad Monica Wikklin Monica, Chindy Muhammad Riduansyah Mukti, Yusuf Anggoro Mursidah, Diana Aulia Murtiadi Awaluddin Mustaqimah Mustaqimah Muzdalifah, Nur Nasirah Asri Nastiti, Kunti Natantri, Bamikha Priskila Noor Latifah Noor, Fadhiyah Noor Nor Sipa Aulia Ulpah Nor Sipa Aulia Ulpah Novita Yanti Nugraha, Dyan Fitri Nur Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Hidayah Nurul Zafirah Octaviani, Via Oktavia, Regina Oktavia, Rissa Pratiwi, Sinta Puji Lestari, Yayuk Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Mela Julia Qibtiyah, Mariatul Rahman, Agenia Ramadhan, Novalina Rossa Ramadhani, Alya Raudhatul Jannah, Ghina Reny Indriyani Ridho, Muhammad Jafar Rifa'atul Mahmudah Rifa'atul Mahmudah Rifa’atul Mahmudah Rifa’atul Mahmudah Risky Amelia Risyda Komaliya Rohama Rohama Rohama, Rohama Romika Romika Rubina, Miranda Rustiana Rustiana Sadlia, Fitri Saftia Aryzki Saftia Aryzki Sagita, Ririn Salwa Nur Ilahiya Salwati Salwati Samara, Akhmad Fadhil Saniah, Husnus Sari, Rani Normaya Sari, Rinda Intan Savitri, Amanda Shelvia Septianto, Gemilang Setia Budi Sismeri Dona Siti Malahayati Siti Mutaharah Sitti Khadijah Sitti Khadijah Sri Rupaida Subhannur Rahman Sudarya, Maharani Fitria Syamsu, Erlina syifa, Nur Tambun, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Taufik Kurahman Tuti Alawiyah Ujuldah, Anisa Utomo, Yudha Vania, Risma Ananda Wardhani, Yuliana Widya Mariyana, Widya Yuliana Romadhani Yulida Yulida Yulida, Yulida Yustian, Alifira Adhany Yusuf Anggoro Mukti Zhafirah Ressa Azzahra Zhafirah, Nurul Zita, Syifa Nur Zulianur, Riska Ali