Articles
Peningkatan Pengetahuan Pada Penderita Hipertensi Dengan Pemberian Edukasi Berbasis Bahasa Banjar
Az Zahra, Aulia Rahma;
Saputri, Rina;
Handayani, Lisda
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/jfs.v1i1.116
Pendahuluan. Prevalensi penderita hipertensi terbanyak di Indonesia terdapat pada Provinsi Kalimantan Selatan. Hipertensi cenderung tinggi pada pendidikan rendah yang memiliki pengetahuan kurang. Salah satu faktor yang mempengaruhi kurangnya pengetahuan dan kesadaran penderita hipertensi adalah kurangnya pemberian edukasi pendidikan tentang pengobatan dan gaya hidup yang harus dijalani penderita hipertensi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan penderita hipertensi dengan pemberian edukasi berbasis bahasa Banjar. Metode. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-experimental dengan pengambilan data melalui one group pre-test post-test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Desain ini terdiri dari satu kelompok yang diberikan pretest dan postest yang kemudian diberi perlakuan dengan menggunakan edukasi hipertensi berbasis bahasa Banjar. Hasil. Hasil dari penelitian menggunakan uji wilcoxon dengan nilai signifikan p value 0,000<0,005 yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden saat pretest yaitu cukup menjadi baik saat postest, setelah diberikan edukasi hipertansi berbasis bahasa Banjar. Simpulan. Terjadi peningkatan pengetahuan penderita hipertensi dengan pemberian edukasi berbasis bahasa Banjar menggunakan video sebagai media penyampaian edukasi.
Manajemen Penyakit Hipertensi Dengan Pengobatan Tradisional
Mustaqimah, Mustaqimah;
Saputri, Rina;
Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/jfs.v2i1.359
Penggunaan pengobatan antihipertensi telah mengubah riwayat alami hipertensi. Meskipun gagal jantung kongestif, pendarahan otak, dan gagal ginjal merupakan komplikasi utama dari hipertensi berat yang tidak diobati, infark miokard dan stroke trombotik juga muncul sebagai masalah utama pada pasien hipertensi. Penggunaan terapi untuk hipertensi dari bahan alam dapat menjadi solusi mengendalikan tekanan darah penderita hipertensi. Mentimun dan semangka merupakan buah yang mudah didapatkan masyarakat. Mentimun yang memiliki kandungan mineral yang tinggi terbukti mampu mengendalikan tekanan darah. Suplementasi L-sitrulin yang terkandung pada semangka meningkatkan sintesis oksida nitrat, menurunkan tekanan darah, dan dapat meningkatkan aliran darah perifer. Efek antihipertensi dari suplementasi L-citrulline semangka terlihat jelas pada orang dewasa dengan prahipertensi atau hipertensi.
Analisis Algoritma ID3 Pada Kunjungan Akseptor KB di Kota Banjarmasin
Yunita, Laurensia;
Anisa, Fadhiyah Noor;
Saputri, Rina
Jurnal Informasi dan Teknologi 2023, Vol. 5, No. 3
Publisher : SEULANGA SYSTEM PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60083/jidt.v5i3.392
Adanya penurunan akseptor KB mulai dari bulan Februari hingga Maret akan memiliki dampak terhadap terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan mengalami risiko dikehamilannya. Jika Akseptor yang sebelumnya aktif melakukan kunjungan ulang namun saat kunjungan berikutnya tidak melakukan kunjungan ulang maka proteksi terhadap kehamilan menjadi tidak ada sehingga kemungkinan kehamilan bisa terjadi. Dilihat dari beberapa alat kontrasepsi misalnya pil KB memiliki resiko kehamikan sebesar 20%, suntik KB sebesar 10% , IUD sebesar 15%. Jumlah tersebut jika terjadi penambahan kehamilan berkisar antara 370.000 sampai 500.000 kehamilan. Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi oleh tenaga kesehatan dalam upaya menjarangkan kehamilan, menunda atau pun mengakhiri kesuburan. Namun selama wabah covid -19 dimana masyarakat diharuskan untuk tetap di rumah dan mengurangi berkegiatan diluar menyebabkan akseptor KB menunda untuk melakukan kunjungan ulang ke tenaga kesehatan karena khawatir tertular covid -19. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan kunjungan akseptor KB di Kota Banjarmasin pada masa pandemi covid-19. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sasaran wanita usia subur sebanyak 133 orang dan dianalisis menggunakan Algoritma ID3. Hasil penelitian menggunakan analisis algoritma ID3 terlihat faktor kunjungan akseptor KB didapatkan bahwa variabel pengetahuan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kunjungan akseptor KB. Sedangkan untuk variabel umur, pendidikan, dan dukungan suami menjadi variabel penyerta. Kesimpulan dari penelitian ini jika pengetahuan baik maka variabel yang menjadi penyerta utama adalah pendidikan. Pendidikan SMA dan PT akan secara langsung melakukan kunjungan ber KB, namun pendidikan SD akan melihat dukungan suami dan jumlah anak jika jumlah anak lebih dari 3 maka akseptor akan melakukan kunjungan berKB untuk mengatur kehamilan selanjutnya.
Pengaruh Pengadukan Maserasi Terhadap Kadar Flavonoid Total Daun Jeruju (Acanthus ilicifolius L)
Hakim, Ali Rakhman;
Saputri, Rina;
Jannah, Ghina Raudhatul;
Syifa, Nur
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.360
Daun jeruju (Acanthus ilicifolius L) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak diteliti karena kandungan senyawa metabolitnya yang bermanfaat untuk kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun jeruju mengandung berbagai senyawa metabolit seperti triterpenoid, saponin, alkaloid, fenolik, flavonoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengadukan pada maserasi terhadap kadar flavonoid total ekstrak etanol daun jeruju. Penelitian ini menggunakan tiga jenis maserasi yaitu maserasi normal, maserasi dengan pengadukan pada jam ke 0-6, dan maserasi dengan pengadukan pada jam 18-24. Pengadukan dengan magnetic stirrer kecepatan 500 rpm. Hasil dari pengujian didapatkan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun jeruju yaitu 7.14 ± 0.21 mg QE/g untuk maserasi normal, 5.64 ± 0.17 mg QE/g untuk maserasi pengadukan jam ke 0-6, dan 5.94 ± 0.29 mg QE/g untuk maserasi pengadukan jam ke 18-24. Simpulan dari penelitian ini metode maserasi normal memiliki kadar flavonoid total yang lebih tinggi dari metode maserasi termodifikasi pengadukan.
INOVASI ANTIDIABETES JAMU INSTAN KOMBINASI EKSTRAK DAUN RAMANIA DAN DAUN BINJAI TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA SECARA IN-VIVO
Amanah , Nurul;
Saputri, Rina;
Ridho, Muhammad Jafar;
Luthfi, Luthfi;
Zita, Syifa Nur
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 8 No 2 (2024): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51817/bjp.v8i2.555
Diabetes melitus (DM) saat ini menjadi ancaman kesehatan global, data epidemiologi menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan angka insiden dan prevalensinya DM tipe 2 di berbagai penjuru dunia. World Health Organization (WHO) memprediksi adanya kenaikan jumlah pasien DM Tipe 2 yang cukup besar pada tahun-tahun mendatang. Di mana tanaman yang sering digunakan sebagai anti diabetes etnomedisin oleh masyarakat adalah ramania dan binjai. Tujuan dari riset ini mengombinasikan kedua ekstrak daun ramania dan daun binjai merupakan salah satu usaha untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan juga untuk mengecilkan dosis karena pengobatan diabetes dilakukan jangka panjang agar efektif dan aman di konsumsi masyarakat. Metode yang digunakan pada riset ini yaitu eksperimental dengan In Vivo dengan hewan tikus galuh wistar. Dari hasil semua formulasi dapat menurunkan gula darah tetapi yang menjadi dosis optimal adalah formulasi 2 dengan dosis kombinasi ekstrak 100mg (50 mg ramania dan 50 mg binjai). Kesimpulan hasil riset ini berpotensi digunakan sebagai anti diabetes karna mengandung senyawa metabolit sekunder yang mampu berperan terhadap penurunan kadar glukosa darah melalui mekanisme kerja yang berbeda. Tetapi karena ini adalah ini obat alternatif untuk penggunaannya tidak boleh digunakan tunggal jadi dapat digunakan sebagai terapi penunjang pengobatan anti diabetes.
P Penetapan Kadar Flavonoid Total Dan Aktivitas Antioksidan Daun Karinat (Rubus moluccanus L.)
Sadlia, Fitri;
Hakim, Ali Rakhman;
Saputri, Rina;
Rohama, Rohama
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 1 (2024): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33859/jpcs.v5i1.655
Background: This environmental exposure triggers the formation of free radicals, also known as reactive oxygen species (ROS). Apart from being caused by exogenous factors, free radicals are also formed naturally through physiological cell metabolism. Free radicals that are not handled will have a negative impact on humans, including abnormal changes that affect certain genes in the body that cause cancer. Carinate leaf extract is also qualitatively proven to contain flavonoid compounds based on Thin Layer Chromatography results which have potential as antioxidants.Objective: This study generally aims to determine the total flavonoids and antioxidant activity in carinate leaf extract (Rubus moluccanus L) leaf extractMethods: This research method is a laboratory experiment with a true-experimental research design using a post test only control group design. The control group in this study was quercetin (DPPH) and variations in the concentration of ethanol extract of carinate leaves as the treatment group.Results: The results explained that carinate leaf extract has a total flavonoid content of 143.8 mg/Qe/g with an average IC50 value of 1,32 ppm which means the antioxidant activity of carinate leaves is very strong and better than quercetin with an average IC50 value of 2,19 ppm. T Independent Sample analysis results obtained of 0.000 which that there is a significant difference in antioxidant activity between carinate leaves and quercetin.Conclusion: Carinate leaves have very strong antioxidant activity so that carinate leaves can be utilized as antioxidants.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Dan Profil Gugus Fungsi Dari Fraksi Air Ekstrak Daun Mahang (Macaranga triloba (thunb.) Mull Arg.)
Mustaqimah, Mustaqimah;
Hakim, Ali Rakhman;
Saputri, Rina;
Natantri, Bamikha Priskila;
Putri, Mela Julia;
Rubina, Miranda;
Oktavia, Regina
Sains Medisina Vol 3 No 3 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/snsmed.v3i3.623
Mahang (Macaranga triloba (thunb.) Mull Arg.) merupakan tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional, khususnya bagian daun. Salah satu senyawa aktif yang terdapat pada daun mahang adalah flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavonoid total dan profil gugus fungsi pada fraksi air ekstrak daun mahang. Daun mahang diekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian ekstrak difraksinasi menjadi fraksi air. Penentuan kadar flavonoid total fraksi air ekstrak daun mahang diperoleh dari data spektrofotometer UV-Vis. Analisis gugus fungsi menggunakan spektroskopi FTIR. Panjang gelombang maksimum yang digunakan adalah 400 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan total flavonoid adalah 1.211 ppm yang ekuivalen dengan senyawa kuersetin. Gugus fungsi yang teridentifikasi adalah alkohol, alkana, amida I, amina, dan alkohol primer.
Pengaruh Pandemik Covid-19 Terhadap Motivasi Dan Strategi Belajar Mahasiswa: Studi Kasus Pada Mahasiswa Kesehatan
Khadijah, Sitti;
Saputri, Rina
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/jfs.v3i1.620
Kondisi pandemic Covid-19 telah memaksa perguruan tinggi untuk menggunakan metode pembelajaran yang berbeda pada mahasiswa. Mahasiswa bidang kesehatan harus mengikuti pembelajaran secara blended learning selama masa pandemic covid-19 yakni kombinasi antara pembelajaran tradisional face-to-face learning dan asynchronous atau synchronous e-learning. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif mengetahui gambaran motivated learning strategy mahasiswa program sarjana semester 5 Fakultas Kesehatan UNISM yang telah menjalani pembelajaran campuran atau blended learning selama masa pandemic covid-19 dengan menggunakan kuesioner MSLQ dari Soemantri et all (2018). Secara khusus penelitian ini ingin membandingkan perbedaan nilai MSLQ mahasiswa fakultas kesehatan UNISM pada masing – masing jurusan dan menganalisis hubungan antara self-orientation (SO), critical thinking (CT), self-regulation (SR) dan feedback seeking (FS) mahasiswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa klasifikasi tingkat motivated learning strategy mahasiswa fakultas kesehatan UNISM sebagian besar berada pada level moderat, tidak ada perbedaan yang signifikan pada nilai MSLQ pada masing–masing jurusan mahasiswa fakultas kesehatan dan adanya hubungan yang signifikan antara masing-masing sub skala SO, CT, SR dan FS. Kesimpulan penelitian ini memperlihatkan bahwa kuesioner MSLQ dapat digunakan untuk mengukur refleksi mahasiswa fakultas kesehatan terhadap pembelajaran campuran yang mereka ikuti selama pandemic Covid-19.
Optimizing the role of health cadres in blood pressure monitoring in Kindingan Village, Hulu Sungai Tengah Regency
Saputri, Rina;
Basit, Mohammad;
Hidayat, Ahmad;
Hakim, Ali Rakhman;
Anisa, Fadhiyah Noor
Community Empowerment Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31603/ce.12353
This community service aims to enhance the capacity of health cadres in Kindingan Village in blood pressure measurement using digital sphygmomanometers. The main problems faced by the service partners are the cadres' low understanding of sphygmomanometer usage, normal blood pressure limits, and pulse monitoring. This activity was conducted in several stages, namely theoretical training, practical training, and evaluation. The team provided grants in the form of 10 units of digital sphygmomanometers and 5 units of infant and adult weighing scales to support their role in community health monitoring. The training results showed a significant increase in the cadres' understanding and skills in accurately measuring blood pressure. The cadres are now able to understand normal blood pressure limits and utilize the pulse feature on the sphygmomanometers, and it is expected that this will improve the overall quality of community health monitoring, especially in the early detection of hypertension.
Optimizing the role of cadres in controlling hypertension in Sungai Rangas Ulu Village
Mustaqimah, Mustaqimah;
Ariani, Malisa;
Aryzki, Saftia;
Saputri, Rina;
Hakim, Ali Rakhman
Community Empowerment Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31603/ce.12367
Hypertension is a major health problem that requires continuous management, especially in areas with limited access to health services, such as Sungai Rangas Ulu Village. Limited public knowledge and a lack of health cadre skills in monitoring blood pressure are challenges in hypertension control. This community service activity aims to optimize the role of cadres in preventing hypertension. The training involved five cadres from toddler integrated health posts (posyandu) and five cadres from elderly integrated health posts (posyandu), with methods that included theoretical delivery on hypertension and its risk factors, as well as practical use of sphygmomanometers. The training results showed that 89% of cadres experienced a significant increase in knowledge and skills. Overall, this program successfully increased cadre capacity in blood pressure monitoring and health education, which is expected to contribute to more effective hypertension control in Sungai Rangas Ulu Village. Continued mentoring is needed to ensure program sustainability and long-term positive impact.