Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Diabetes Melitus Tipe II pada Instalasi Rawat Jalan di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Periode Tahun 2022: Evaluation of the Rationality of Drug use for Type II Diabetes Mellitus in the Outpatient Installation at dr. H. Moch. Ansari saleh Hospital Banjarmasin for the Year 2022 Gusnianti, Elva; Saputri, Rina; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9744

Abstract

Diabetes melitus adalah salah satu penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi normal yang disebabkan kegagalan tubuh memanfaatkan insulin. Dari hasil survei yang dilakukan World Health Organization (WHO), Indonesia masuk ke dalam 4 negara tertinggi yang penduduknya yang menderita Diabetes MelitusEvaluasi rasionalitas pengobatan Diabetes Melitus sangat penting dilakukan karena angka Diabetes Mellitus tipe II masih tinggi, dan pengobatan yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko komplikasi dan biaya kesehatan yang tidak perlu. Evaluasi ini memastikan pasien menerima terapi yang efektif dan aman.
Evaluasi Penggunaan antibiotik pada Pasien ISPA Non Pneumonia Anak di Instalasi Rawat Jalan di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Periode Tahun 2022: Evaluation of the use of Antibiotics in Pediatric Non-Pneumonia IPA Patients in the Outpatient Installation at dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital, Banjarmasin Period 2022 Sagita, Ririn; Saputri, Rina; Mukti, Yusuf Anggoro
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9745

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Non Pneumonia pada anak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Penatalaksanaan ISPA Non Pneumonia salah satunya dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik dan berpotensi memperburuk kondisi pasien ISPA Non Pneumonia anak. Evaluasi rasionalitas pengobatan ISPA Non Pneumonia sangat penting dilakukan karena angka ISPA Non Pneumonia masih tinggi, dan pengobatan yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko komplikasi. Evaluasi ini memastikan pasien menerima terapi yang efektif dan aman.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ASMA DENGAN INTERVENSI INOVASI PERNAFASAN BUTEYKO Saputri, Rina; Pratama, Aditha Angga; Martini, Made
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45640

Abstract

Asma adalah kondisi peradangan kronis yang mengakibatkan pembengkakan atau penyempitan pada saluran pernapasan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepekaan dan reaktivitas saluran napas terhadap berbagai rangsangan. Pengobatan non-farmakologis mencakup terapi pelengkap yang dapat dilakukan melalui aktivitas fisik dan latihan pernapasan. Salah satu teknik pernapasan yang digunakan untuk meredakan sesak napas pada pasien dengan asma bronkial adalah teknik pernapasan Buteyko. Untuk memaparkan hasil pengkajian keperawatan pada pasien asma dengan Intervensi Inovasi Pernafasan Buteyko. Penelitian ini menerapkan desain deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus, melibatkan tiga pasien sebagai sampel. Instrumen yang digunakan berupa format perawatan keperawatan medis-bedah yang disesuaikan dengan regulasi yang berlaku di institusi terkait. Masalah keperawatan terkait pola napas yang tidak efektif pada pasien asma dapat diatasi dengan penerapan terapi Buteyko secara mandiri, sehingga masalah tersebut dapat teratasi atau setidaknya berkurang.
HUBUNGAN IBU NIFAS USIA REMAJA TERHADAP KEJADIAN POSTPARTUM BLUES DI WILAYAH KECAMATAN NALUMASARI JEPARA Rina Saputri; Widya Mariyana; Rinda Intan Sari
Midwifery Science Care Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Midwifery Sience Care Journal 
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/mscj.v3i2.641

Abstract

The postpartum period is a crisis situation for mothers due to various changes that occur physically, psychologically, and family structures that require an adaptation or adjustment process. From the records of the Jepara District Health Office in 2021, data obtained from 127 of 392 maternity mothers (32.4%) experienced postpartum blues symptoms between the ages of 17-19 years. This study aims to determine the relationship of adolescent postpartum mothers to the incidence of post partum blues in the District of Nalumsari Jepara. This study uses an analytical design with a cross sectional approach. The population in this study were mothers who gave birth to teenagers in July 2022 at the Nalumsari Health Center Jepara with a total of 35 respondents. The sampling technique used was total sampling. The research instrument used the EPDS questionnaire. Data analysis was performed using the Chi-Square statistical test. The results showed that (1) most of the respondents as many as 20 people (57.1%) were in their late teens (16-19). (2) The incidence of Post partum Blues in postpartum mothers who did not experience postpartum blues were 14 people (40%), mild postpartum blues were 9 people (25.7%) and severe postpartum blues were 12 people (34.3%) . (3) the results of the bivariate analysis showed that there was no relationship between postpartum mothers in their teens to the incidence of post partum blues in the District of Nalumsari Jepara (p-value 0.254 > 0.05). This shows that age is not the main factor in the incidence of postpartum blues but is caused by other factors such as support from husbands, parents and physical fatigue. In addition, the level of maturity of a person cannot be determined by age alone. It is expected that mothers who will undergo childbirth will increase their knowledge regarding psychological adaptation during the postpartum period and the factors that influence the incidence of postpartum blues by carrying out activities during antenatal care so that there is preparation to undergo the delivery process until postpartum and take good care of the baby.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT DIABETES MELITUS PADA PASIEN PSIKIATRI DI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM PERIODE 2022-2023 Saputri, Rina; Maulani, Eka Febrianti; Hidayah, Nur; Aryzki , Saftia
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 9 No 1 (2025): Borneo Journal Of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v9i1.634

Abstract

Mental disorders are severe mental health problems that cause cognitive, affective and social functioning impairments. Diabetes mellitus is a disease with hyperglycemia. The use of diabetes mellitus drugs in psychiatric patients can pose a risk of potential interactions between drugs that will result in the possibility of irrational drug use. The purpose of this study was to evaluate the use of diabetes mellitus drugs in psychiatric patients at Sambang Lihum Mental Hospital. The method used is descriptive observational method with survey design and sampling technique, namely total sampling and retrospective data collection with appropriate assessment indicators are the 14 appropriate criteria from the Ministry of Health, so that the results obtained are the majority of gender is male as many as 15 people (55.56%) and the majority of age is 45-59 years as many as 16 people (59.26%). Evaluation of the use of single diabetes mellitus drugs as many as 9 people (33.33%) and a combination of 18 people (66.67%). Evaluation of the use of diabetes mellitus drugs was obtained by 26 rational people (96.30%) and 1 irrational person (3.70%) and all the use of diabetes mellitus drugs was in accordance with the hospital formulary and treatment guidelines. The conclusion of this study is that there is still irrational use of drugs in the criteria of patient adherence to treatment so that it has the potential to cause harm to the patient.
Edukasi Manfaat dan Cara Pembuatan Ramuan Herbal untuk Hiperlipidemia dan Hipertensi kepada Ibu-Ibu RT.15 Kelurahan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar (Education on The Benefits and Methods of Preparing Herbal Remedies for Hyperlipidemia and Hypertension for The Mothers of RT. 15, Kertak Hanyar Subdistrict, Banjar Regency) Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Samara, Akhmad Fadhil; Fitriyana, Rahma; Saniah, Husnus; Jannah, Miftahul; Enzelia, Yoan
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251101

Abstract

Abstrak. Peningkatan prevalensi hiperlipidemia dan hipertensi menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan pendekatan preventif dan promotif berbasis komunitas. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu-ibu RT. 15 Kelurahan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, dalam memanfaatkan bahan-bahan herbal sebagai alternatif pengobatan tradisional. Kegiatan ini meliputi penyuluhan tentang manfaat ramuan herbal, demonstrasi cara pembuatan, serta diskusi interaktif untuk memastikan pemahaman peserta. Hasil dari edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan hiperlipidemia dan hipertensi secara alami, serta kemampuan mereka dalam meracik ramuan herbal yang aman dan efektif. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam mendukung kesehatan keluarga melalui pendekatan alami dan tradisional. Abstract. The increasing prevalence of hyperlipidemia and hypertension poses a public health challenge that requires community-based preventive and promotive approaches. This educational program aims to enhance the understanding and skills of the mothers in RT. 15, Kertak Hanyar Subdistrict, Banjar Regency, in utilizing herbal ingredients as an alternative traditional treatment. The activities include a presentation on the benefits of herbal remedies, a demonstration of preparation methods, and interactive discussions to ensure participants’ comprehension. The results of the the education indicate an increase in participants’ knowledge regarding the natural management of hyperlipidemia and hypertension, as well as their ability to prepare safe and effective herbal remedies. This program is expected to serve as a model for community empowerment in supporting family health through natural and traditional approaches.
Edukasi dagusibu obat tukak peptik di Kelurahan Mantuil Kota Banjarmasin Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman; Mustaqimah, Mustaqimah
Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/ruangcendekia.v3i1.271

Abstract

Tukak peptik merupakan penyakit akibat gangguan pada saluran gastrointestinal atas yang disebabkan sekresi asam dan pepsin yang berlebihan oleh mukosa lambung. Pengobatan tukak peptik ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, menghilangkan keluhan, menyembuhkan tukak, mencegah kekambuhan dan komplikasi. Pada masyarakat sering terjadi kesalahan cara penggunaan obat dan mengakibatkan tidak tercapainya efek terapi yang optimal karena kurangnya kesadaran dan informasi yang didapatkan. Selain itu dampak dari kesalahan pengelolaan obat akan tampak di lingkungan. Pencemaran lingkungan karena pembuangan obat yang tidak tepat akan terjadi dan menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem di sekitar. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah DAGUSIBU. Kegiatan pengabdian yang dilakukan dengan metode sosialisasi, pemberian edukasi, dan konseling kelompok. Kegiatan pengabdian meliputi tiga tahapan, yaitu tahap perencanaan dan persiapan, tahap penyuluhan dan pelatihan, dan tahap evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan obat tukak peptik dan menunjukkan masyarakat lebih memahami pengelolaan obat yang tepat. Masyarakat merasa terbantu dengan kegiatan ini dan mengharapkan kegiatan seperti ini tetap berlanjut.
Evaluasi Mutu Dan Kadar Flavonoid Total Formula Poliherbal Jahe Merah, Jahe Putih, Kayu Manis, Dan Serai Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman; Syifa, Nur; Faulina, Siti Emi Az-Zahra
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.708

Abstract

Simplisia herbal seperti serai, kayu manis, jahe putih, dan jahe merah dikenal memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan senyawa aktif ini dapat dipengaruhi oleh proses pengolahan, seperti pengeringan dan lama penyeduhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui susut pengeringan, kadar abu, dan perbandingan kadar flavonoid total pada teh herbal yang diseduh selama 15 dan 30 menit. Metode yang digunakan meliputi penetapan susut pengeringan dengan cara menimbang berat sampel basah dan kering, penetapan kadar abu melalui proses pengabuan, serta analisis kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan quercetin sebagai standar. Hasil menunjukkan bahwa kayu manis memiliki persentase susut pengeringan tertinggi (17%), sedangkan serai memiliki kadar abu tertinggi (7%). Pada uji kadar flavonoid, teh herbal yang diseduh selama 15 menit memiliki kadar flavonoid lebih tinggi (0,793 mg QE/g) dibandingkan penyeduhan selama 30 menit (0,606 mg QE/g). Penurunan kadar flavonoid pada waktu penyeduhan yang lebih lama diduga akibat degradasi senyawa aktif oleh panas. Proses pengolahan seperti pengeringan dan lama penyeduhan berpengaruh terhadap kandungan senyawa aktif dalam simplisia herbal, sehingga perlu diperhatikan agar manfaat herbal tetap optimal.
Profil Farmakokinetika : Uji In Vitro Ekstrak Etanol Daun Mahang Damar (Macaranga triloba (BL.) Muell ARG.) Sebagai Antidiabetes Dengan Metode Disolusi Komaliya, Risyda; Aryzki, Saftia; Saputri, Rina; Agustina, Ani; Octaviani, Via; Rubina, Miranda; Donaretsi, Olga Nathania; Frambudi, M. Noval; Septianto, Gemilang; Darman, Aprilino Saputra
Sains Medisina Vol 3 No 6 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i6.758

Abstract

Daun Mahang Damar banyak tumbuh liar pada daerah Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak total dan ekstrak fraksi n-heksana dari Daun Mahang Damar (Macaranga triloba (Bl.) Muell Arg) adalah alkaloid dan steroid. Senyawa flavonoid bersifat sebagai antioksidan, antidiabetik,   antikanker,   antiseptik,   dan antiinflamasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah penggunaan obat Metformin dan Ekstrak aman jika dilakukan kombinasi atau dikonsumsi bersamaan. Penelitian ini menggunakan metode disolusi untuk mengukur nilai absorbansi, dengan pengambilan sampel setiap 30 menit selama 480 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara metformin dan ekstrak daun Mahang Damar yang menghasilkan nilai absorbansi tinggi di luar rentang yang ditentukan. Kesimpulan penelitian menyarankan agar kombinasi kedua agen ini dihindari, namun penggunaan bersama tetap memungkinkan dengan jeda waktu konsumsi.
Profil Farmakokinetika: Uji Kelarutan Ektrak Daun Kopi (Coffea Spp) Sebagai Antidiabetes Dengan Metode Disolusi Komaliya, Risyda; Aryzki, Saftia; Saputri, Rina; Utomo, Yudha; Agustina, Ani; Monica, Chindy; Amanda, Era Dea; Putri, Mela Julia; Mara, Ignatius Ronaldy
Sains Medisina Vol 3 No 6 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i6.768

Abstract

Pendahuluan: Kopi secara empiris banyak digunakan sebagai minuman tradisonal untuk menyehatkan dan menyegarkan dan untuk pengobatan diabetes. Di Masale Kabupaten Enrekang, daun kopi banyak digunakan untuk penderita diabetes dan hasilnya mengurangi gejala poliuria dan menurunkan kadar gula darah. Tanaman ini mengandung alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol. Tujuan: Untuk mengetahui apakah penggunaan obat Metformin dan Ekstrak aman jika dilakukan kombinasi atau di konsumsi bersamaan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode disolusi untuk mengukur nilai absorbansi, dengan pengambillan sampel setiap 30 menit selama 480 menit. Hasil:  Hasil yang didapatkan ialah pada grafik Metformin 1 didapatkan bahwa konsentrasi meningkat pada menit 180 yaitu 21.384,783 mg/Ldan pada grafik Metformin 2 ditemukan bahwa konsentrasi naik turun dan pada Metformin 3 konsentrasi meningkat pada menit 60 yaitu 4,493478 mcg/ml sedangkan pada grafik ekstrak yang ditambahkan dengan Metformin 1 menunjukkan bahwa pada menit ke 60 konsentrasi meningkat dan pada menit ke 360 konsentrasi sangat menurun lalu meningkatkan lagi di menit ke 390, lalu pada grafik ekstrak yang ditambahkan Metformin 2 didapatkan bahwa grafik selalu meningkat (stabil) walaupun ada penurunan di menit ke 390. Dan pada grafik ekstrak yang ditambahkan Metformin 3 juga mengalami hal yang sama (stabil) tetapi menurun di menit ke 390. Simpulan:  Kandungan asam klorogenat pada kopi dapat merangsang produksi glukagon-like peptide yang merupakan salah satu hormon gastrointestinal     dan memiliki  efek pada       fungsi   sel beta pankreas yang memperkuat sekresi insulin yang bergantung jawab pada glukosa.      Asam klorogenat juga sebagai antioksidan kuat yang dapat membantu mengatur kadar gula darah dan mengurangi resiko diabetes dengan menghambat penyerapan glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adhea Martin, Muhammad Aditha Angga Pratama Agustina, Ani Ahmad Hidayat Aima Pitriya Ali Rakhman Hakim Amanah , Nurul amanah, nurul Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda, Era Dea Anggia Puteri Anisa Ujuldah Anisa Ujuldah Annisa Fitria Anshori, Rahmat Giri Ariani, Malisa Arya Andika Saputra Arya Andika Saputra Aryzki , Saftia Aryzki, Saftia Auli Damayanti Aulia Damayanti Aulia Rahmah AYU LESTARI Az Zahra, Aulia Rahma Azhimia, Faida Belva Handira Budianor Budianor Dahlia Syahrina Darman, Aprilino Saputra Defitamira, Olvi Donaretsi, Olga Nathania Elisa, Audiya Emelia Haryanti Putri Enzelia, Yoan Evana, Nur Qomara Evita Peron Yoewono Fadhiyah Noor Anisa Fakhria Rizqina Fatthiya Lisyanti Faulina, Siti Emi Az-Zahra Fitri Sadlia Fitri Yuliana, Fitri Fitriyana, Rahma Frambudi, M. Noval Furqan, Rizqi Nur Gina Aulia Istiqomah Gumarus, Ellora Griselda Gusnianti, Elva Habibah, Nor Hairiana Kusvitasari Hariyanto, Ario Yudo Hateriah, SIti Henno, Mei Holilah, Shafira Nor Ilahiya, Salwa Nur Indriyani, Reni Jannah, Ghina Raudhatul Jelita Annisa Putri Jesika Natalia Julianti, Army Karinda, Niken Adkah Komaliya, Risyda Kurniawati, Darini Laili, Rofiatul Laurensia Yunita, Laurensia Lestari, Yayuk Puji Linda Kusumawati Lisaura, Inggrit Windy Lisda Handayani, Lisda Luthfi Luthfi, Luthfi Maharani, Silvia Atwi Maharani, Tri Anita Maharatini, Mei Eklesia Mara, Ignatius Ronaldy Martini, Made Maulani, Eka Febrianti Melviani, Melviani Miftahul Jannah Mohammad Basit, Mohammad Monica Wikklin Monica, Chindy Muhammad Riduansyah Mukti, Yusuf Anggoro Mursidah, Diana Aulia Murtiadi Awaluddin Mustaqimah Mustaqimah Muzdalifah, Nur Nasirah Asri Nastiti, Kunti Natantri, Bamikha Priskila Noor Latifah Noor, Fadhiyah Noor Nugraha, Dyan Fitri Nur Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Zafirah Octaviani, Via Oktavia, Regina Oktavia, Rissa Pratiwi, Sinta Puji Lestari, Yayuk Putri Vidiasari Darsono Putri, Mela Julia Qibtiyah, Mariatul Rahman, Agenia Ramadhan, Novalina Rossa Ramadhani, Alya Raudhatul Jannah, Ghina Reny Indriyani Ridho, Muhammad Jafar Rifa'atul Mahmudah Rifa'atul Mahmudah Rifa’atul Mahmudah Rifa’atul Mahmudah Risky Amelia Rohama Rohama Rohama, Rohama Romadhani, Yuliana Romika, Romika Rubina, Miranda Rustiana Rustiana Sadlia, Fitri Saftia Aryzki Saftia Aryzki Sagita, Ririn Samara, Akhmad Fadhil Saniah, Husnus Sari, Rani Normaya Sari, Rinda Intan Savitri, Amanda Shelvia Septianto, Gemilang Setia Budi Sismeri Dona Siti Malahayati Siti Mutaharah Sitti Khadijah Sri Rupaida Subhannur Rahman Sudarya, Maharani Fitria Syamsu, Erlina syifa, Nur Tambun, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Taufik Kurahman Tuti Alawiyah Ujuldah, Anisa Ulpah, Nor Sipa Aulia Utomo, Yudha Vania, Risma Ananda Wardhani, Yuliana Widya Mariyana, Widya Yanti, Novita Yulida, Yulida Yustian, Alifira Adhany Yusuf Anggoro Mukti Zhafirah Ressa Azzahra Zhafirah, Nurul Zita, Syifa Nur Zulianur, Riska Ali