p-Index From 2021 - 2026
6.306
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran hasil pemeriksaan mikroskopik basil tahan asam pada penderita tuberkulosis paru di BBKPM Makassar Febriani, Ayu; Sijid, St Aisyah; Hidayat, Kusnadi S; Muthiadin, Cut; Zulkarnain, Zulkarnain
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 2 No 1 (2022): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.855 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v2i1.28631

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksius yang diakibatkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis yakni bakteri yang berasal dari golongan Basil Tahan Asam (BTA) yang pada kebanyakan kasus ditemukan menyerang organ paru-paru. Penegakan diagnosis tuberkulosis salah satunya dilakukan dengan uji mikroskopik BTA. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sampel dahak dari 119 pasien Balai Besar Kesehatan Paru Makassar dengan metode pewarnaan mikroskopik Zheil neelsen, selanjutnya data yang diperoleh dikelompokkan berdasarkan hasil uji, usia serta gender dari sampel. Berdasarkan riset yang telah dilaksanakan diketahui bahwa pemeriksaan BTA dengan hasil positif pada pasien terdiagnosis menderita TB paru yang dikelompokkan berdasarkan usia berasal dari remaja 11-19 (17%) dan dewasa 20-60 Tahun (83%). Selain itu, pengelompokan berdasarkan gender menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan positif paling banyak ditemukan pada laki-laki (61%) sedangakan pada perempuan hanya sekitar 39%.
Budidaya tanaman selada (Lactuca sativa L.) secara hidroponik dengan sistem DFT di BBPP Batangkaluku Zahra, Najmatul; Muthiadin, Cut; Ferial, Ferial
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 1 (2023): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.648 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v3i1.29922

Abstract

Hidroponik adalah metode budidaya tanaman dengan menggunakan media tanpa tanah (Soilless culture), seperti air, kerikil, pasir, material lain, salah satu metode hidroponik yaitu sistem DFT. Sistem DFT (Deep Flow Technique) memiliki prinsip yaitu aliran air masuk ke dalam pipa melalui pompa secara terus menerus. Salah satu jenis tanaman yang dapat dibudidayakan secara hidroponik ialah tanaman selada (Lactuca sativa L.). Selada merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah dingin maupun tropis serta memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik membudidayakan tanaman selada secara hidroponik dengan sistem DFT bertingkat dengan penambahan nutrisi AB mix di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku. Metode penelitian yaitu dengan penanaman selada secara hidroponik dengan sistem DFT dan dilakukan pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, serta panjang akar dari hari ke-4 hingga hari ke-16 setelah pengaplikasian AB mix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian nutrisi AB mix berpengaruh dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman selada yang dibudidayakan secara hidroponik dengan sistem DFT.
Relevansi Teori Konsumsi Monzer Kahf dan Yusuf Al Qardhawi Terhadap Implementasi Halal Lifestyle Muhammad Amin, Abd Rauf; Cut Muthiadin
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 1 No 2 (2024): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana relevansi teori konsumsi dari Monzer Kahf dan Yusuf Al Qardhawi serta bagaimana bentuk implementasinya dalam halal lifestyle (gaya hidup halal) secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif dapat digunakan sebagai pendekatan yang tepat untuk mengeksplorasi pandangan dari kedua tokoh yakni Monzer Kahf dan Yusuf Al Qardhawi serta implementasi pola konsumsi Islami terhadap halal lifestyle. Data yang digunakan adalah data sekunder. Kedua teori tersebut memiliki kesamaan dalam menekankan pentingnya konsumsi yang adil, menghindari pemborosan, sifat kikir dan memenuhi kebutuhan dasar individu dan masyarakat. Pola konsumsi seorang muslim dengan mengimplementasikan gaya hidup halal dengan memperhatikan makna dan tujuan konsumsi dalam Islam yang sangat relevan dengan teori Monzer Kahf dan Yusuf Al Qardhawi.
Kepatuhan Terhadap Prinsip Halal dalam Industri Kosmetik: Implikasi terhadap Preferensi Konsumen Muslim Sudarmi, Sudarmi; Sapa, Nasrullah Bin; Muthiadin, Cut; Syam, Agus; Agus, Agus
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7188

Abstract

Kepatuhan terhadap prinsip halal dalam industri kosmetik memiliki dampak signifikan terhadap preferensi konsumen Muslim, seiring dengan meningkatnya permintaan untuk produk yang sesuai dengan ajaran Islam. Konsumen Muslim kini semakin memprioritaskan sertifikasi halal sebagai salah satu faktor utama dalam keputusan pembelian kosmetik, mencerminkan tingginya kesadaran akan pentingnya kehalalan dalam aspek kehidupan mereka, termasuk dalam produk kecantikan. Studi ini mengeksplorasi implikasi kepatuhan terhadap prinsip halal terhadap preferensi konsumen Muslim, dengan fokus pada sertifikasi halal, transparansi dalam pemasaran, dan etika perusahaan. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana perusahaan kosmetik harus menyesuaikan strategi pemasaran mereka dengan nilai-nilai Islam, memastikan bahwa produk yang ditawarkan tidak hanya memenuhi persyaratan halal tetapi juga mencerminkan prinsip etika yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan kosmetik yang mematuhi prinsip halal dan menjalankan pemasaran yang berbasis pada integritas dan transparansi akan dapat meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen Muslim, serta meraih kesuksesan yang berkelanjutan di pasar yang semakin berkembang ini. Implikasi praktis dari temuan ini menekankan pentingnya adaptasi perusahaan kosmetik terhadap tren konsumsi halal yang terus berkembang untuk memenangkan pangsa pasar Muslim global.
Implementasi Sistem Penjaminan Halal pada Produk Roti di Toko Roti Fiona Cakes Makassar Maulana, Maulana; Cut Muthiadin; Sapa, Nasrullah Bin; Mukhtar Galib
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem jaminan halal pada Fiona Cakes Bakery, sebuah UKM yang berbasis di Makassar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem jaminan halal diterapkan melalui tiga aspek utama: pemilihan bahan baku bersertifikat halal, penerapan prosedur operasi standar (SOP) dalam proses produksi, dan pelaksanaan audit internal dan eksternal secara berkala. Penerapan ini berdampak positif pada kepercayaan konsumen, loyalitas pelanggan, dan penjualan, yang meningkat hingga 20% setelah memperoleh sertifikasi halal. Namun, beberapa tantangan masih ada, termasuk terbatasnya ketersediaan bahan tambahan bersertifikat halal, pemahaman karyawan yang tidak memadai tentang standar halal, dan biaya yang signifikan terkait dengan sertifikasi dan audit. Rekomendasi termasuk peningkatan pelatihan karyawan, perluasan kemitraan dengan pemasok bersertifikat halal, dan peningkatan subsidi pemerintah untuk mendukung UKM. Penelitian mendatang disarankan untuk mengeksplorasi hubungan kuantitatif antara sertifikasi halal dan kinerja keuangan UKM untuk wawasan yang lebih luas.
INTRODUCTION OF THE SYNBIOTIC OF LACTIC ACID BACTERIA FROM DANGKE AND INULIN DAHLIA IN MICE INFECTED WITH Enteropathogenic Escherichia coli Nur, Fatmawati; Hadidarma, Nasyrah; Hafsan, Hafsan; Muthiadin, Cut; Khudaer , Faten
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.3733

Abstract

This study investigates the influence of synbiotics, a combination of probiotics (lactic acid bacteria) and prebiotics (inulin from Dahlia tubers), on mice infected with Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC) bacteria. The performance of mice, including weight gain, feed consumption, and feed conversion ratio, was used as parameters to understand the effect of synbiotics on EPEC-infected mice. Four groups of mice were observed in this study: the control group (P1), EPEC infection group (P2), synbiotics introduction group (P3), and synbiotics introduction + EPEC infection group (P4). The research findings demonstrate that synbiotics from Dangke lactic acid bacteria and inulin from Dahlia tubers have a positive impact on mice performance and help them in countering EPEC infection. Group P3, which received synbiotics without EPEC infection, showed significantly higher weight gain and feed conversion efficiency compared to groups P1 and P2. The synbiotics contributed to the enhancement of mice growth and feed efficiency. On the other hand, group P4, which received synbiotics and was infected with EPEC, exhibited a lower survival rate compared to the control group (P1) and group P3, despite having a shorter duration of diarrhea. EPEC caused diarrhea in mice, but synbiotics helped reduce the duration of diarrhea by inhibiting the growth and attachment of EPEC in the mice's intestines. These findings indicate that synbiotics of Lactic Acid Bacteria and inulin Dahlia have the potential as an alternative strategy to improve mice growth and intestinal health. However, the positive effect of synbiotics may be diminished when mice are infected with EPEC.
CHALLENGES OF HALAL CERTIFICATION FOR TRADITIONAL FOOD MSMEs: A CASE STUDY OF HALUA KENARI D&J Sapsuha, Mubasysyyratul Ummah; Sapa, Nasrullah bin; Muthiadin, Cut
Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/tadayun.v6i2.432

Abstract

Abstract This study examines the challenges faced by traditional food MSMEs in implementing halal certification in an island-based region, using the Halua Kenari D&J enterprise in North Maluku as a case study. Employing an empirical legal research design within a socio-legal framework, the research integrates a statutory approach with a case study method. Data were collected in Wailau Village, Sula Islands, through in-depth interviews, direct observation, and document review to assess absolute compliance with the Halal Product Assurance Law. The findings reveal a significant gap between regulatory standards and on-the-ground conditions. The main obstacles include: (1) technical barriers, such as production facilities that are integrated with household living areas; (2) administrative barriers, particularly inconsistencies in raw-material documentation; and (3) structural barriers, including the absence of halal assistance infrastructure at the village level. The study concludes that current halal regulations are not yet fully inclusive for rural MSMEs. Decentralized assistance services and targeted facility-improvement incentives are needed to bridge these gaps. Abstrak Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi UMKM pangan tradisional dalam mengimplementasikan sertifikasi halal di wilayah kepulauan, dengan studi kasus pada usaha Halua Kenari D&J di Maluku Utara. Menggunakan jenis penelitian hukum empiris (socio-legal research), penelitian ini memadukan pendekatan perundang-undangan dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan di Desa Wailau, Kepulauan Sula, melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen untuk menilai realitas kepatuhan terhadap UU Jaminan Produk Halal. Temuan penelitian menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara standar regulasi dan kondisi riil di lapangan. Hambatan utama meliputi: (1) kendala teknis, berupa fasilitas produksi yang menyatu dengan area domestik rumah tangga; (2) kendala administratif, khususnya inkonsistensi dokumentasi bahan baku; dan (3) kendala struktural, yakni ketiadaan infrastruktur pendampingan halal di tingkat desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi halal saat ini belum sepenuhnya inklusif bagi UMKM pedesaan. Diperlukan layanan pendampingan yang terdesentralisasi serta insentif perbaikan fasilitas yang tepat sasaran untuk menjembatani kesenjangan tersebut
Geopolitik, Ekonomi, dan Digitalisasi dalam Sistem Halal Global: Tantangan Interoperabilitas dan Kepercayaan Konsumen Amir, Andi Muhammad Nur Atma; Sapa, Nasrullah bin; Muthiadin, Cut
Bisei : Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam Vol 10 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/bisei.v10i2.10730

Abstract

Penelitian ini mengkaji kompleksitas sistem halal global melalui perspektif geopolitik fragmentasi standar, struktur ekonomi paradoksal, dan transformasi digital yang disruptif, dengan fokus pada tantangan interoperabilitas dan kepercayaan konsumen. Sistem halal global melibatkan lebih dari 80 negara dengan regulasi berbeda yang menciptakan hambatan perdagangan signifikan meskipun pasar halal global mencapai USD 2,4 triliun pada 2024. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis komparatif, memanfaatkan data sekunder dari jurnal nasional (Sinta) dan internasional (Scopus), dokumen kebijakan, serta laporan organisasi internasional periode 2020-2025. Analisis tematik terhadap dimensi geopolitik, struktur ekonomi, transformasi digital, interoperabilitas teknis-regulasi, dan kepercayaan konsumen mengungkapkan bahwa fragmentasi standar mencerminkan ketegangan antara harmonisasi global dan standar lokal yang berakar pada kedaulatan nasional dan interpretasi fiqih. Digitalisasi melalui blockchain, IoT, dan AI menawarkan solusi untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi namun menghadapi tantangan ketimpangan digital dan kompatibilitas sistem. Interoperabilitas teknis dan regulasi muncul sebagai bottleneck krusial yang menghambat integrasi rantai pasokan halal lintas batas. Kepercayaan konsumen dipengaruhi oleh kredibilitas badan sertifikasi, transparansi proses, dan ketertelusuran digital. Rekomendasi mencakup harmonisasi standar bertahap, investasi infrastruktur digital, pengembangan API gateway terintegrasi, dan capacity building komprehensif untuk stakeholder.
LANDASAN HUKUM DAN REGULASI JAMINAN HALAL DI INDONESIA Hafid, Abd; Sapa, Nasrullah Bin Sapa; Cut Muthiadin
AL-IQTISHAD: Jurnal Ekonomi Vol. 17 No. 2 (2025): AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/aliqtishad.v17i2.11234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam landasan hukum dan kerangka regulasi Sistem Jaminan Produk Halal di Indonesia, serta membedah peran kelembagaan tripartit yang menyelenggarakannya. Penelitian ini berfokus pada transformasi tata kelola halal dari inisiatif sukarela berbasis komunitas menjadi rezim hukum wajib (mandatory) yang diatur oleh negara.Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis yuridis-teologis (fiqh dan hukum positif) untuk mengkaji fondasi JPH di Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif analitis, yang menelaah dua sumber utama: Hukum Primer (Al-Qur'an dan Al-Hadits) sebagai landasan teologis, serta Hukum Positif (UUD 1945, UU No. 33 Tahun 2014 tentang JPH, dan peraturan pelaksanaannya, khususnya PP No. 39 Tahun 2021) sebagai kerangka regulasi. Analisis juga melibatkan pembahasan metodologi ijtihad (Mashlahah Mursalah) sebagai justifikasi hukum negara untuk mewajibkan sertifikasi.Sistem JPH didirikan di atas landasan ganda: Landasan Syariah yang diatur oleh prinsip halalan thayyiban dan Hadits tentang syubhat (samar-samar), yang menuntut prinsip kehati-hatian (ihtiyat) ; dan Landasan Konstitusional pada Pasal 29 ayat (2) UUD 1945, yang menjamin hak beribadah dan menjadi justifikasi negara untuk intervensi JPH. Transformasi Regulasi: UU No. 33 Tahun 2014 mengubah sistem JPH menjadi wajib, dengan tujuan untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada masyarakat. Peraturan Pelaksana, seperti PP No. 39 Tahun 2021, merinci aspek prosedur, jenis produk wajib, dan sanksi.Tata kelola JPH diselenggarakan melalui sinergi tripartit: Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai regulator dan penerbit Sertifikat Halal; Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang melakukan audit teknis dan pengujian ; dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mempertahankan otoritas tunggal untuk menerbitkan Ketetapan Halal (Fatwa tertulis), yang bersifat pra-syarat bagi BPJPH.Sinkronisasi dan Konflik: Terdapat sinkronisasi substansi (otoritas fatwa di MUI sejalan dengan syariah), namun perbedaan mendasar pada aspek formal-prosedural, di mana hukum positif memperkenalkan unsur kewajiban dan sanksi tegas. UU JPH dipandang sebagai manifestasi Maqashid al-Shari'ah dalam skala nasional, melindungi agama, jiwa, dan harta (hifz al-din, hifz al-nafs, hifz al-mal)
Korelasi Kebijakan Pemerintah, Kesadaran Halal dan Kompensasi Terhadap Kompetensi Pendamping Produk Halal : Pengembangan Sumber Daya Manusia Sebagai Variabel Intervening Hidayati, Ulfa; Muthiadin, Cut; Thaha, Aminah Hajah; Fachrurrazy, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 11 No. 01 (2025): JIEI : Vol.11, No. 01, 2025
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is intensifying the acceleration of halal certification in Indonesia to realize Indonesia as the Number 1 Halal Food and Beverage Producer in the world, and this hope is targeted to be carried out in 2024. Through this acceleration program, it directly has a positive implication in accelerating the inclusion of strengthening halal literacy in society. This study examines the Correlation of Government Policy, Halal Awareness and Compensation on Halal Product Companion Competence: Human Resource Development as an Intervening Variable. The research method uses Quantitative Descriptive, with 50 respondents. The results of the study indicate that Government Policy has a negative and insignificant effect on P3H Competence, Halal Awareness has a negative or indirect and insignificant effect on P3H Competence. Compensation has a positive or indirect but insignificant effect on P3H Competence. Government Policy has a positive or indirect but insignificant effect on P3H Human Resource Development. Halal Awareness has a positive or indirect and significant effect on P3H Human Resource Development. Compensation has a positive or indirect and significant effect on P3H Human Resource Development. Human resource development has a positive or unidirectional and significant effect on P3H Competence. The indirect effect of Government Policy through Human Resource Development on P3H Competence is positive but not significant. The indirect effect of Halal Awareness through Human Resource Development on P3H Competence is positive but not significant. The indirect effect of Compensation through Human Resource Development on P3H Competence is positive but not significant.
Co-Authors Abd Rauf Muhammad Amin Abdul Rauf Muhammad Amin, Abdul Rauf Muhammad Adin Ayu Andriyani AGUS AGUS Ahyar Ahmad Alir, Rahmat Fajrin Amalia, Andi Dewi Reski Amir, Andi Muhammad Nur Atma Amnah, Alifah Zul Amril Andi Nabila Nurfitrah Annisa Zakiyah Darojat Ar. Syarif Hidayat Asbar Hamzah Ashari Ananda, Iva Asmuddin Nasir Asmuddin Natsir Auriga, Fitriani Ayu Andi Indra, Ayu Baiq Farhatul Wahidah Bakri Zakia, Bakri Basmiati, Basmiati Bin Sapa, Nasrullah Burhan, Eliazar Dedi Mardianto Dedi Susanto Dewi Ratnasari Dirhamzah, Dirhamzah Erniawati, Erniawati Fachrurrazy, Muhammad Fatmawati Nur Fatmawati, Fatmawati Febriani, Ayu Ferial, Ferial Firdayana Firdayana Firmansyah, Yuman Fuadi, Ni'ma Ainul Gafur, Muslimah Fitrah Abd Gazali, Megawati Hadidarma, Nasyrah Hafid, Abd Hafsan, Hafsan Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah, Hajrah Halik, Abdul Chadjib Harja, Husnul Sri Mulyani Hartono Helmy Syamsuri, Helmy Hermawan, Isna Ainun Hidayat, Kusnadi S Hidayat, Muhammad Tasri Hidayati, Ulfa Idris Parakkasi Indradewa, Rhian Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Japar, Rahayu Jusni, Jusni K., M. Yusuf Karmila, Yusri Kartika Kasfina, Ina Khatimah, Khusnul Kholid Albar Khudaer , Faten Kumala, Nur Hakiki Dewi Laily Agustina Lasinrang Aditia Lianah Lianah, Lianah Mahfut Marcia Bunga Pabendon Mashuri Masri Mashuri Masri Mashuri Masri Masita Masita Masita, Masita Masriany, Masriany Maulana Maulana Maulana Maulana, Maulana Mudyawati Kamaruddin Muh. Khalifah Mustami Muhammad Amin, Abd Rauf Muhammad Amin, Abdul Rauf Muhammad Khalifah Mustami Mukhtar Galib Nasrullah Bin Sapa Nasrullah Bin Sapa Nur Alfi Hidayati Nur, AbdurRahman Shakhr Nurhaedah ., Nurhaedah Nurhikmah Nurhikmah Nurisyah, Nurisyah Nurjannah Nurjannah Nurmayanti, Nurmayanti Nurul Muhlisyah Nurul Muhlisyah Paraikkasi, Idris Parakkasi, Idris Permatasari, Artha Rezki Pujarena Putri Idris Rahadian Pratama Rahmat Fajrin Alir Ramlah Ramlah Ramlah Rasnawati Risdayanti Adi Purba Rosalina, Hamna Rukmana, Rusmadi Rum, Magfirah Rahimah Rusny Rusny Rustam, Aswar Sahin, Andini Sapa, Nasrullah Bin Sapa, Nasrullah Bin Sapa Sapinah Sapsuha, Mubasysyyratul Ummah Sembiring, Christine Sijid, St Aisyah Sitti Saenab, Sitti Sri Wahyuni St. Aisyah Sijid St. Aisyah Sijid Sudarmi Sudarmi Sukmawaty, Eka Sumarlin, Abdul Suryafly, Fanny Dhea Syam, Agus Syaripuddin Syaripuddin Tri Cahyanto Triananinsi, Nurhidayat Tridesianti, Siska Tuti Supatminingsih Tuty Arisuryanti, Tuty Umar, Rahmawati Upreti, Brij Mohan Wahab, Andi Rizki Berliana Zahra Wamaulana, Farlinda Yuniar Harviyanti Zahra, Najmatul Zamzam, Miftahul Khairiyah Zulkarnain Zulkarnain