Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Sistem Jaminan Produk Halal Pada Usaha Mikro Kecil dan Mengengah (UMKM) Roti Q-Ta K., M. Yusuf; Amin, Abdul Rauf Muhammad; Muthiadin, Cut
Indonesia Journal of Halal Vol 7, No 2 (2024): IJH
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v7i2.23882

Abstract

Implementasi sistem jaminan produk halal telah menjadi perhatian utama bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk di dalamnya Roti Q-Ta, yang beroperasi dalam industri roti. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Roti Q-Ta menerapkan standar jaminan produk halal melalui pembelian bahan baku yang dipastikan halal dan proses produksi yang sesuai dengan prinsip-prinsip kehalalan. Langkah awal yang krusial dalam implementasi adalah memastikan bahwa semua bahan baku yang digunakan seperti tepung, gula, mentega dan bahan tambahan lainnya telah bersertifikasi halal. Selanjutnya, dalam proses produksi, Roti Q-Ta menerapkan prosedur ketat untuk menghindari kontaminasi silang dengan bahan non-halal serta memastikan penggunaan peralatan yang disucikan sesuai dengan tata cara halal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengeksplorasi implementasi sistem jaminan produk halal pada UMKM Roti Q-Ta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem jaminan produk halal telah memberikan manfaat signifikan berupa peningkatan kepercayaan konsumen, ekspansi pasar dan peningkatan kualitas produk. Namun, tantangan seperti biaya implementasi yang tinggi dan kurangnya pengetahuan karyawan mengenai prinsip halal menjadi fokus dalam upaya mengoptimalkan proses ini. Kolaborasi dengan pihak terkait direkomendasikan sebagai strategi untuk mengatasi hambatan ini dan memperkuat posisi Roti Q-Ta dalam pasar yang semakin kompetitif.Kata Kunci: Jaminan Produk Halal, Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Perancangan Sistem Jaminan Halal (SJH) pada Coffeeza Arabica Latimojong Asriyana, Asriyana; Amin, Abdul Rauf Muhammad; Muthiadin, Cut
Indonesia Journal of Halal Vol 7, No 2 (2024): IJH
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v7i2.23884

Abstract

Coffeeza Arabica Latimojong adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kopi dan merupakan industri kecil mikro milik perorangan yang terletak di Desa Latimojong Kabupaten Enrekang yang belum tersertifikasi halal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rancangan sistem jaminan halal di Coffeeza Arabica Latimojong sebagai salah satu syarat sertifikasi halal. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan inspeksi setiap proses produksi, penemuan titik kendali halal kritis pada proses produksi, penetapan pengendalian, pencegahan, pemantauan, koreksi dan manual sistem jaminan halal (SJH) berdasarkan HAS 23000. Dari hasil kajian tersebut, terdapat usulan perbaikan yang dapat diberikan pada Coffeeza Arabika Latimojong yaitu perusahaan harus meningkatkan pelatihan karyawan untuk memastikan bahwa mereka memahami dan mengikuti standar halal, perusahaan harus mengembangkan sistem informasi yang lebih baik untuk mendukung implementasi SJH dan perusahaan harus mengembangkan kemitraan dengan pemasok yang lebih baik untuk memastikan bahwa bahan baku memenuhi standar halal.Kata Kunci: Coffeeza Arabica Latimojong, halal, kopi
Integrasi Kaidah Figh dan Standar Produksi Halal Dalam Bisnis Kuliner : Studi Kasus Pada Hosen’s Culinary Di Indonesia Halik, Abdul Chadjib; Sapa, Nasrullah Bin; Cut Muthiadin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.7515

Abstract

Industri kuliner halal di Indonesia telah mengalami perkembangan pesat, seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pentingnya produk yang sesuai dengan prinsip syariah. Hosen’s Culinary, yang terletak di Jakarta, menjadi salah satu contoh usaha kuliner yang menerapkan prinsip halal secara konsisten. Meskipun demikian, tantangan besar tetap ada, seperti ketersediaan bahan baku halal, biaya sertifikasi, dan edukasi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Standar Jaminan Produk Halal (SJPH) pada Hosen’s Culinary dan mengevaluasi tantangan serta peluang yang dihadapi oleh UKM kuliner dalam menerapkan prinsip syariah di industri kuliner. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus diterapkan pada Hosen’s Culinary melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk menggali penerapan kaidah fiqih dalam proses produksi, pemilihan bahan baku, serta pelatihan internal yang dilakukan oleh tim manajemen halal. Temuan menunjukkan bahwa Hosen’s Culinary telah memenuhi standar halal yang ditetapkan oleh lembaga pemeriksa halal, LPH Hidayatullah, dengan sistem yang terorganisir mulai dari pemilihan bahan baku, prosedur produksi, hingga pemantauan dan evaluasi internal. Namun, tantangan utama terletak pada keterbatasan bahan baku halal lokal dan biaya sertifikasi. Peluang terdapat dalam peningkatan fasilitas ramah Muslim dan edukasi konsumen mengenai pentingnya jaminan halal. Hosen’s Culinary berhasil mengintegrasikan prinsip syariah dalam setiap aspek operasionalnya, meskipun dihadapkan pada tantangan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Rekomendasi yang diajukan termasuk kolaborasi dengan lembaga sertifikasi halal dan penyediaan bahan baku halal lokal untuk mendukung keberlanjutan usaha. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan praktik halal di sektor kuliner Indonesia, serta menawarkan solusi praktis bagi UKM dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang dalam bisnis kuliner halal
Uji bakteriologis air PDAM di Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa Gafur, Muslimah Fitrah Abd; Muthiadin, Cut; Gazali, Megawati
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 1 (2025): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i1.50661

Abstract

Air merupakan senyawa yang sangat penting bagi seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Air memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Air yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari adalah air bersih yang telah memenuhi persyaratan kualitas air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Salah satu sarana penyedia air bersih adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur yang dilakukan dalam melakukan uji bakteriologis pada air PDAM, untuk mengetahui nilai total coliform pada air PDAM, serta menentukan kualitas air PDAM yang diujikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah uji most probable number (MPN) yang dilakukan dengan dua tahap, yaitu uji praduga dan uji penegasan. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan uji bakteriologis air PDAM dengan uji MPN yang terdiri atas uji praduga dan uji penegasan menunjukkan bahwa jumlah total bakteri coliform pada setiap sampel adalah 0 per 100 mL, sehingga sampel air yang diuji dinyatakan telah memenuhi syarat kualitas air bersih yang berlaku.
TEKNOLOGI DALAM PENJAMIN PRODUK HALAL Susanto, Dedi; Nasrullah bin Sapa; Cut Muthiadin
Sebi : Studi Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (SEBI)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/sebi.v7i2.3916

Abstract

The halal industry is growing rapidly in line with the increasing demand for halal products, especially in Indonesia. However, the halal assurance process faces challenges in terms of efficiency, transparency, and certification accuracy. This study aims to analyze the role of information technology in accelerating halal certification, identify technologies that improve transparency and efficiency, and examine the challenges of its implementation. This study also explores the potential of technology in supporting Indonesia as a global halal industry hub and formulates strategies to overcome infrastructure, regulatory, and human resource barriers.The method used is a descriptive qualitative approach with literature and case studies. The results show that digital technologies, such as blockchain and the Internet of Things (IoT), can accelerate certification, improve supply chain transparency, and enhance halal production supervision. The main challenges are limited digital infrastructure, low digital literacy in MSMEs, and regulations that do not yet support technology.This study suggests that the government and related institutions provide incentives for MSMEs, improve digital literacy, and develop technology-based halal platforms. With proper support, Indonesia has the potential to become an efficient and transparent global halal industry hub.
Peran Sertifikat Halal dalam Meningkatkan Kepercayaan Konsumen pada Produk Industri Pangan di Indonesia Dedi Mardianto; Idris Parakkasi; Cut Muthiadin
Jurnal Ilmiah Ekonomi, Akuntansi, dan Pajak Vol. 3 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Akuntansi, dan Pajak (JIEAP)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jieap.v2i2.1192

Abstract

This study explores the role of halal certificates in increasing consumer confidence in food industry products in Indonesia. In a Muslim society and a global market that is increasingly aware of religious ethics and values, halal certificates are not only proof of halalness, but also serve as a signal of quality, safety and integrity of the producer. This research uses a qualitative approach through a literature study, by reviewing scientific articles, books, official reports, and relevant documents related to halal and consumer behavior. The results of the analysis show that halal certificates have three main roles: (1) as a credibility signal to reduce information asymmetry between producers and consumers; (2) as an instrument to reduce risk perceptions of ingredients, processes, and production ethics; and (3) as a brand communication medium that builds emotional attachment and social value. Consumers, especially millennials and Gen Z, demand halalness accompanied by transparency and education in the certification process. Halal certificates also strengthen product competitiveness in the global market, reflecting a religious lifestyle while being modern and sustainable. Therefore, industry players need to make halal certification a comprehensive brand strategy, while regulators such as BPJPH must continue to improve the transparency and effectiveness of the system.
Analysis of Strategies in Realizing a Sustainable Halal Fashion Industry Wahyuni, Sri; Bin Sapa, Nasrullah; Muthiadin, Cut
Robust: Research of Business and Economics Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/robust.v5i1.10916

Abstract

The purpose of writing this article is to analyze strategies in realizing a sustainable halal fashion industry. The method used in writing this article is descriptive qualitative method, one of the indicators in the halal fashion criteria is environmentally friendly but on the other hand the presence of fast fashion is a fashion trend that changes and develops quickly and has a more affordable price but has a negative impact on the environment and social welfare.Therefore, there is sustainable fashion and ethical fashion as a solution to deal with the negative impact produced by fast fashion. The implementation of sustainable fashion and ethical fashion has a good impact on the environment. Therefore, with products and lifestyles that are in accordance with sustainable fashion and ethical fashion, the negative impact of fast fashion can be minimized.
PENTINGNYA SERTIFIKASI HALAL DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL Sapinah; Nasrullah bin Sapa; Cut Muthiadin
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 4 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v6i4.59436

Abstract

Abstrak Pertumbuhan populasi Muslim global dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap nilai-nilai etika, kebersihan, dan keberlanjutan telah mendorong permintaan terhadap produk halal secara signifikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji urgensi sertifikasi halal dalam perdagangan internasional, baik dari perspektif ekonomi Islam maupun dinamika global industri halal. Menggunakan metode studi pustaka kualitatif, penelitian ini menganalisis literatur akademik dan regulasi yang relevan guna menelusuri peran strategis sertifikasi halal dalam menjamin kualitas produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperluas akses pasar internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sertifikasi halal tidak hanya berfungsi sebagai jaminan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen kompetitif dalam perdagangan lintas negara. Meskipun terdapat tantangan berupa ketidakharmonisan standar antarnegara dan keterbatasan pengakuan timbal balik, sertifikasi halal tetap memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM, serta edukasi sosial. Penelitian ini merekomendasikan harmonisasi standar halal global, digitalisasi sistem jaminan halal, dan integrasi nilai-nilai maqāṣid al-sharī‘ah sebagai fondasi pengembangan industri halal yang inklusif dan berkelanjutan. Kata kunci: Sertifikasi halal, perdagangan internasional, industri halal, kepercayaan konsumen   Abstract The growing global Muslim population and increasing consumer awareness of ethical, hygienic, and sustainable values have significantly boosted demand for halal products. This article aims to examine the importance of halal certification in international trade from both Islamic economic perspectives and global halal industry dynamics. Employing a qualitative library research method, this study analyzes academic literature and relevant regulations to explore the strategic role of halal certification in ensuring product quality, enhancing consumer trust, and expanding international market access. The findings indicate that halal certification functions not only as a religious requirement but also as a competitive instrument in cross-border trade. Despite challenges such as the lack of harmonized standards and limited mutual recognition among certifying bodies, halal certification contributes positively to economic growth, SME empowerment, and social awareness. This study recommends the global harmonization of halal standards, the digitalization of halal assurance systems, and the integration of maqāṣid al-sharī‘ah values as the foundation for developing an inclusive and sustainable halal industry. Keywords: Halal certification, international trade, halal industry, consumer trust
ANALISIS KEWENANGAN LEMBAGA DALAM PROSES SERTIFIKASI HALAL PADA PRODUK NASIONAL Rasnawati; Nasrullah Bin Sapa; Cut Muthiadin
El-Iqthisadi Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.v7i1.59429

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji kewenangan lembaga dalam proses sertifikasi halal di Indonesia, mengidentifikasi masalah terkait kurangnya pemahaman tentang peran spesifik lembaga dan dampaknya terhadap efektivitas proses sertifikasi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kewenangan lembaga serta menilai dampaknya terhadap kualitas produk halal dan kepercayaan konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memiliki kewenangan utama dalam menetapkan kebijakan, sementara Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) bertanggung jawab atas audit dan verifikasi produk. Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berperan dalam memberikan fatwa halal. Penelitian ini juga mencatat bahwa meskipun terdapat sistem sertifikasi yang terstandarisasi, masih ada tantangan dalam koordinasi antar lembaga, serta keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas lembaga sertifikasi dan sosialisasi regulasi halal untuk meningkatkan efektivitas sertifikasi. Rekomendasi praktis termasuk penguatan pengawasan terhadap produk halal dan penelitian lebih lanjut tentang dampak sertifikasi halal terhadap daya saing produk di pasar global. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan sistem sertifikasi halal yang lebih transparan dan akuntabel di Indonesia. Kata Kunci: Analisis Kewenangan lembaga; Proses Sertifikasi Halal; Produk Nasional   Abstract This research examines the authority of institutions in the halal certification process in Indonesia, identifying issues related to the lack of understanding of the specific roles of institutions and their impact on the effectiveness of the certification process. The objective of the research is to analyze the authority of the institution and assess its impact on the quality of halal products and consumer trust. The research method used is a qualitative approach with case studies, involving in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The research results show that the Halal Product Assurance Agency (BPJPH) has the primary authority in setting policies, while the Halal Inspection Agency (LPH) is responsible for product audits and verification. In addition, the Indonesian Ulema Council (MUI) plays a role in issuing halal fatwas. This research also notes that although there is a standardized certification system, there are still challenges in coordination between agencies, as well as a lack of competent human resources. The implications of this research emphasize the importance of enhancing the capacity of certification bodies and socializing halal regulations to improve the effectiveness of certification. Practical recommendations include strengthening the supervision of halal products and further research on the impact of halal certification on product competitiveness in the global market. This research is expected to contribute to the development of a more transparent and accountable halal certification system in Indonesia. Keywords: Institutional Authority Analysis; Halal Certification Process; National Products
Halal Certification In International Trade Kartika; Nasrullah Bin Sapa; Cut Muthiadin
SOUTHEAST ASIA JOURNAL oF GRADUATE OF ISLAMIC BUSINESS AND ECONOMICS Vol. 3 No. 1 (2024): May
Publisher : Pascasarjana, Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/sajgibe.v3i1.4077

Abstract

This study aims to analyze the importance of halal certification in international trade and its impact on product competitiveness in the global market. The method used is a descriptive qualitative approach with a literature study, which collects secondary data from various scientific journals, reports, and regulations related to halal certification. The results of the study indicate that halal certification not only functions as a guarantee of compliance with Islamic teachings, but also as an effective marketing tool that can increase product competitiveness in the international market. In addition, countries with strong halal certification systems, such as Malaysia and Saudi Arabia, have an advantage in expanding their market access, while other countries need to improve the quality and credibility of their halal certification systems to compete in an increasingly competitive global market.
Co-Authors Abdul Rauf Muhammad Amin Adin Ayu Andriyani AGUS AGUS Ahyar Ahmad Alir, Rahmat Fajrin Amalia, Andi Dewi Reski Amir, Andi Muhammad Nur Atma Amnah, Alifah Zul Amril Andi Nabila Nurfitrah Annisa Zakiyah Darojat Ar. Syarif Hidayat Asbar Hamzah Ashari Ananda, Iva Asmuddin Nasir Asmuddin Natsir Aswar Rustam Auriga, Fitriani Ayu Andi Indra, Ayu Baiq Farhatul Wahidah Bakri Zakia, Bakri Basmiati, Basmiati Burhan, Eliazar Dedi Mardianto Dedi Susanto Dewi Ratnasari Dirhamzah, Dirhamzah Erniawati, Erniawati Fachrurrazy, Muhammad Fahira, Nurul Fatmawati Nur Fatmawati, Fatmawati Febriani, Ayu Ferial, Ferial Firdayana Firdayana Firmansyah, Yuman Fuadi, Ni'ma Ainul Gafur, Muslimah Fitrah Abd Gazali, Megawati Hadidarma, Nasyrah Hafsan Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah, Hajrah Halik, Abdul Chadjib Hartono Helmy Syamsuri, Helmy Hermawan, Isna Ainun Hidayat, Kusnadi S Hidayati, Ulfa Idris Parakkasi Indradewa, Rhian Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Japar, Rahayu Jusni, Jusni K., M. Yusuf Karmila, Yusri Kartika Kasfina, Ina Kholid Albar Khudaer , Faten Khusnul Khatimah Kumala, Nur Hakiki Dewi Laily Agustina Lasinrang Aditia Lianah Lianah, Lianah Mahfut Marcia Bunga Pabendon Mashuri Masri Masita Masita Masita, Masita Masriany, Masriany Maulana Maulana Maulana Maulana, Maulana Mubasysyyratul Ummah Sapsuha Mudyawati Kamaruddin Muhammad Khalifah Mustami Muhammad Tasri Hidayat Mukhtar Galib Nasrullah Bin Sapa Nur Alfi Hidayati Nur, AbdurRahman Shakhr Nurhaedah ., Nurhaedah Nurhidayat Triananinsi Nurhikmah Nurhikmah Nurisyah, Nurisyah Nurjannah Nurjannah Nurmayanti, Nurmayanti Nurul Muhlisyah Paraikkasi, Idris Permatasari, Artha Rezki Pujarena Putri Idris RACHMAWATI, WULAN Rahadian Pratama Rahmat Fajrin Alir Ramlah Ramlah Ramlah Rasnawati Risdayanti Adi Purba Rosalina, Hamna Rusmadi Rukmana Rusny Rusny Sahin, Andini Sapinah Sembiring, Christine Sitti Saenab, Sitti Sri Wahyuni St. Aisyah Sijid Sudarmi Sudarmi Sukmawaty, Eka Sumarlin, Abdul Suryafly, Fanny Dhea Syam, Agus Syaripuddin Syaripuddin Tri Cahyanto Tridesianti, Siska Tuti Supatminingsih Tuty Arisuryanti Umar, Rahmawati Upreti, Brij Mohan Wahab, Andi Rizki Berliana Zahra Wamaulana, Farlinda Yuniar Harviyanti Zahra, Najmatul Zamzam, Miftahul Khairiyah Zulkarnain Zulkarnain