Claim Missing Document
Check
Articles

EFIKASI HERBISIDA PARAKUAT DIKLORIDA 276 g/l TERHADAP PENGENDALIAN GULMA PADA BUDIDAYA KAKAO BELUM MENGHASILKAN Susanto, Herry; Aslamiah, Aslamiah; Evizal, Rusdi; Pujisiswanto, Hidayat
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 24 No. 1 (2025): Jurnal Agrotropika Vol 24 No 1, Mei 2025
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v24i1.10495

Abstract

The growth of weeds in immature cocoa plants is highly susceptible to competition for water, nutrients, and light, which can disrupt the growth of cocoa plants. Efforts to manage cocoa cultivation include weed control using the chemical herbicide paraquat dichloride, a non-selective contact herbicide. This study aimed to determine the effective dosage of paraquat dichloride for controlling weeds in immature cocoa plants, changes in weed composition, and phytotoxicity on immature cocoa plants following the application of paraquat dichloride. The study was conducted in Talang Sepuh Village, Talang Padang Sub-district, Tanggamus Regency, from March–May 2024. The research employed a Randomized Complete Block Design (RCBD) with six treatments and four replications. Treatments included paraquat dichloride at doses of 414 g/ha, 552 g/ha, 690 g/ha, 828 g/ha, mechanical weeding, and a control group (no weed control). Data variance homogeneity was tested using Bartlett's test, and data additivity was evaluated with Tukey's test. If the assumptions were met, the mean difference was analyzed using the Least Significant Difference (LSD) test at a 5% significance level. The results indicated that paraquat dichloride at doses of 414–828 g/ha effectively controlled total weeds, broadleaf weeds, and dominant weeds (Eleusine indica, Praxelis clematidea, and Synedrella nodiflora). Meanwhile, doses of 552–828 g/ha were effective in controlling grass weeds and dominant weeds (Ottochloa nodosa and Asystasia gangetica). The application of paraquat dichloride did not alter weed composition and did not cause phytotoxic effects on immature cocoa plants..Keywords : Herbicide, Paraquat dichloride, Weed, Immature cocoa.
Aplikasi Bahan Organik untuk Intensifikasi Budidaya Lada di Marga Tiga, Lampung Timur Evizal, Rusdi; Widagdo, Setyo; Sugiatno, Sugiatno; Prasmatiwi, Fembriarti Erry; Sa'diyah, Nyimas
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.5962

Abstract

Lada merupakan tanaman tradisonal Lampung yang di Lampung Timur dibudidayakan dengan intensif monokultur. Agroekosistem perlu dikelola secara benar agar budidaya tidak bersifat degeneratif yaitu produktivitas yang terus menurun akibat daya dukung agroekosistem yang menurun. Hal ini dilakukan dengan intensifikasi terutama aplikasi bahan organik, biochar, dan pupuk anorganik. Kegiatan penyuluhan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam pembuatan dan aplikasi bahan organik dan biochar untuk intensifikasi budidaya lada. Metode yang digunakan adalah Ceramah dan tatap muka, Focus Group Discussion (FGD), Pendampingan penguatan kelompok. Anjangsana dan anjangkarya. Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Tani Sri Rejeki, Desa Sukadana Baru Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur. Hasil pengabdian ini menyimpulkan bahwa pengabdian masyarakat aplikasi biochar dan bahan organik di Desa Sukadana Baru sudah dilaksanakan dengan peserta dari Kelompok Tani Sri Rejeki dan KUB Berkah Abadi melalui kegiatan penyuluhan, pembuatan demplot, FGD, anjangsana dan anjangkarya dan pendampingan penguatan kelompok dengan tingkat partisipasi yang baik. Hasil FGD menunjukkan bahwa petani umumnya (85%) tidak memupuk lada dengan pupuk buatan, melainkan petani (54%) memberikan bahan organik. Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mempertahankan dan meningkatkankan produktivitas kebun lada dalam memproduksi bahan organik dan memanfaatkan biochar untuk diaplikasikan pada kebun lada dengan skore 42 berkategori sangat baik
Pendampingan Lapangan Rehabilitasi Kebun Kakao di Kecamatan Bulok, Tanggamus Prasmatiwi, Fembriarti Erry; Evizal, Rusdi; Ivayani, Ivayani; Wibowo, Lestari; Rahmawati, Winda
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6190

Abstract

Kabupaten Tanggamus merupakan sentra kedua perkebunan kakao Lampung setelah Kabupaten Pesawaran dimana kakao dibudidayakan di semua kecamatan dengan sentra pertanaman di kecamatan wilayah pesisir Teluk Semangka antara lain Kecamatan Bulok. Sekitar 43% kebun kakao di wilayah ini berumur tua yaitu di atas 15 tahun sehingga perlu direhabilitasi atau ditanam ulang.Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam pembibitan, rehabilitasi dan tanam ulang kebun kakao. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tatap muka, Focus Group Discussion (FGD), dan pendampingan (field coaching) kegiatan praktek dan pembuatan demplot. Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Tani Fortuna (Desa Pematang Nebak), Kelompok Tani Harapan Jaya (Desa Tanjung Sari) dan Kelompok Tani Sido Rukun (Suka Agung Barat). Dari kegiatan ini disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat penerapan agrotekno kakao melalui rehabilitasi dan tanam ulang di Kabupaten Tanggamus dapat berjalan dengan baik dengan metode penyuluhan dan FGD serta metode pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat partisipasi yang berkategori baik dengan skor rata-rata 4.  Evaluasi hasil dari penyuluhan dan diskusi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari skor awal rata-rata 2,66 menjadi 4,16. Hasil evaluasi keterampilan pada kegiatan pendampingan menunjukkan efektivitas tinggi dari skor awal rata-rata 2,85 menjadi 4,37.Kata Kunci: Ceklist, kakao, pendampingan, rehabilitasi, sambung samping, sambung pucuk
Pengembangan Pertanian Frontier di Desa Sidokaton, Kecamatan Gisting, Tanggamus Evizal, Rusdi; Widagdo, Setyo; Yusnaini, Sri; Solikhin, Solikhin; Dirmawati, Suskandini Ratih; Sadiyah, Nyimas; Sugiatno, Sugiatno; Karyanto, Agus; Prasmatiwi, Fembriarti Erry
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6831

Abstract

Gisting merupakan representasi wilayah pertanian frontier, antara pedesaan padat penduduk dan gunung berupa hutan lindung, yang merupakan sentra produksi sayur, ternak, kopi, dan pariwisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yang dilaksanakan di Desa Sidokaton, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani Tanggamus Handayani dalam memahami pengembangan pertanian frontier dan agroforestry untuk peningkatkan produktivitas lahan dan pengembangan agrowisata menuju desa wisata. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan tatap muka, Focus Group Discussion (FGD), pendampingan penguatan kelompok, serta anjangsana dan anjangkarya. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa anggota PERMA AGT Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Pengabdian ini dapat berjalan lancer dengan skore partisipasi 10 (skor 0-15) dan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengembangan sistem usahatani pertanian dan agroforestry di wilayah frontier desa dan hutan lindung pegunungan serta pengembangan agrowisata dengan skore 38 (dari 0-50) yang berkategori baik.
Pemanfaatan Asap Cair untuk Pengendalian Hama dan Penyakit Kakao Evizal, Rusdi; Sanjaya, Purba; Afandi, Afandi; Pramono, Sudi; Sugiatno, Sugiatno; Septiana, Liska Mutiara; Prasetyo, Dedy; Prasmatiwi, Fembriarti Erry
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7810

Abstract

Tanggamus merupakan sentra produksi kakao kedua setelah Pesawaran, antara lain di Kecamatan Air Naningan. Permasalahan yang dihadapi petani adalah produktivitas yang masih rendah antara lain sebagai akibat dari kurangnya pemeliharaan tanaman dan adanya serangan hama dan penyakit antara lain hama pengisap dan hama penggerek buah kakao yang menyebabkan buah tidak dapat dipanen. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah: (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam pemeliharaan terutama sanitasi dan pemangkasan kakao, (2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam pembuatan asap cair, (3) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam aplikasi asap cair untuk pengendalian hama buah kakao. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok Tani Makmur, Pekon Sidomulyo, Kecamatan Air Naningan.Kegiatan PKM ini dilaksanakan secara partisipatif menggunakan metode pertemuan tatap muka, FGD, pelatihan (coaching), dan pendampingan (asistensi).Kesimpulan hasil PKM ini adalah bahwa pengabdian masyarakat sudah dilaksanakan dengan peserta dari Kelompok Tani Makmur, Desa Sidomulyo, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus melalui kegiatan penyuluhan, FGD, coaching, dan pendampingan petani. Efektifitas aplikasi asap cair untuk pengendalian hama kakao dipengaruhi oleh pemangkasan tajuk pohon. Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam aplikasi asap cair untuk meningkatkan ketahanan terhadap hama tanaman kakao dengan nilai meningkat dari 39-59 menjadi 83-100.Kata kunci: Asap cair, busuk buah kakao, penggerek 
Pelatihan Sistem Budidaya Tanaman Kakao Secara Berkelanjutan Pada Kelompok Tani Rukun Tani Dusun Karang Tani, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan Sugiatno, Sugiatno; Evizal, Rusdi; Susanto, Herry; Sembodo, Dad R. J.; Nurmauli, Niar
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8912

Abstract

Provinsi Lampung merupakan salah satu penghasil biji kakao di Indonesia  yang dihasilkan oleh perkebunan rakyat (pekebun). Produktivitas kebun kakao di Lampung khususnya di Dusun Karang Tani semakin lama semakin menurun, hal tersebut karena petani kakao yang tergabung dalam Kelompok Tani Rukun Tani  belum mengelola lahan kakaonya dengan baik.  Kondisi lahan kakao di Dusun Karang Tani merupakan lahan berpasir dengan jenis tanah podsolik merah kuning yang rentan terhadap degradasi lahan.  Untuk mengelola lahan tersebut petani perlu dibekali pengetahuan bagaimana mengelola lahan kakao yang benar agar lahan tetap produktif.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan petani di Dusun Karang Tani tentang sistem budidaya kakao secara berkelanjutan.  Kegiatan dilaksanakan di Dusun Karang Tani, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan yang berlangsung mulai bulan Juli hingga November 2019. Kegiatan dilakukan dengan metode tatap muka di dalam ruangan dan demontrasi di lahan.  Materi kegiatan tatap muka meliputi  sistem budidaya kakao berkelanjutan, pengelolaan nutrisi tanaman, pola tanam sistem pertanian berkelanjutan, konservasi tanah, dan pengelolaan hama dan penyakit terpadu.  Kegiatan dievaluasi melalui evaluasi awal, evaluasi proses, dan evaluasi akhir.  Evaluasi awal dan evaluasi akhir dilakukan dengan menggunakan lembar daftar pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelatihan.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: (1) Sebelum dilakukan pelatihan, tingkat pengetahun petani peserta terhadap sistem budidaya kakao secara berkelanjutan masih rendah (nilai  rata-rata 28,5), terutama pada pemahaman materi konservasi tanah di  kebun kakao (nilai 22,5) dan materi pengelolaan nutrisi tanaman dan pemupukan (nilai 27,5); (2) Pada saat kegiatan pelatihanberlangsung, tanggapan petani pesertan terhadap materi pelatihan sangat baik, peserta aktif bertanya terhadap materi yang belum jelas, dan aktivitas peserta baik yang ditunjukkan denga tingkat kehadiran yang tinggi; (3) Setelah dilakukan pelatihan, pengetahuan petani Dusun Karang Tani terhadap sistem budidaya kakao secara berkelanjutan meningkat  hingga kategori tinggi (nilai 74,9) atau dengan kenaikan 162,8%, kenaikan tingkat pengetahuan tertinggi terjadi pada materi teknik konservasi tanah di lahan kakao (211,1%) dan pengelolaan nutrisi tanaman dan pemupukan (200%).
Demoplot Aplikasi Biochar untuk Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Kopi Evizal, Rusdi; Utomo, Setyo Dwi; Ramires, Ryano; Sriyani, Nanik; Jannah, Husna Fii Karisma; Sugiatno, Sugiatno; Prasmatiwi, Fembriarti Erry; Pramono, Sudi
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9695

Abstract

Tanggamus merupakan sentra produksi kopi kedua setelah Lampung Barat, antara lain di Kecamatan Air Naningan. Permasalahan yang dihadapi petani adalah produktivitas yang masih rendah antara lain sebagai akibat dari kurangnya pemeliharaan tanaman, semakin menurunnya kesuburan tanah, serta cuaca ekstrim yaitu kemarau panjang atau curah hujan yang tinggi. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah: (1) Meningkatkan pengetahuan anggota kelompok tani Makmur, Pekon Sidomulyo, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus dalam pemanfaatan biochar sebagai amandemen di lahan perkebunan kopi. (2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani Makmur dalam membuat dan mengaplikasikan biochar di kebun kopi. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok Tani Makmur, Pekon Sidomulyo, Kecamatan Air Naningan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 bulan dengan metode: (1) Ceramah dan tatap muka, (2) Focus Group Discussion (FGD), (3) Demplot dan pendampingan, (4) Anjangsana dan anjangkarya. Hasil pengabdian ini menyimpulkan bahwa Pengabdian kepada Masyarakat berjudul “Demplot Aplikasi Biochar di Kebun Kopi untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produktivitas” sudah dilaksanakan dengan peserta dari Kelompok Tani Makmur, Desa Sidomulyo, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus melalui kegiatan penyuluhan, FGD, demplot, coaching, dan pendampingan dengan hasil tanaman kopi yang tumbuh dan berbunga dengan baik. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan dan aplikasi biochar di kebun kopi muda dengan nilai meningkat dari 47-95% menjadi 89-100% peserta mampu menjawab pertanyaan.
Soil Bacterial Diversity and Productivity of Coffee - Shade Tree Agro-ecosystems Evizal, Rusdi; Tohari, .; Prijambada, Irfan Dwidja; Widada, Jaka; Widianto, Donny
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 17 No. 2: May 2012
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2012.v17i2.181-187

Abstract

Coffee productions should have environmental value such as providing high soil microbial diversity while producing high yield. To examine that purposes, two experimental plots were constucted at benchmark site of Conservation and Sustainable Management of Below-Ground Biodiversity (CSM-BGBD), in Sumberjaya Subdistrict, West Lampung, Indonesia, during 2007-2010. Types of coffee agro-ecosystem to be examined were Coffea canephora with shade trees of Gliricidia sepium, Erythrina sububrams, Michelia champaca, and no shade. Two plots were constructed at 5-years-coffee and 15-years-coffee. Diversity of soil bacteria was determined based on DNA finger printing of total soil bacteria using Ribosomal Intergenic Spacer Analysis (RISA) method. The results showed that: (1) For mature coffee (15 years old), shade-grown coffee agro-ecosystems had higher soil bacterial diversity than those of no shade coffee agro-ecosystem, (2) Shaded coffee agro-ecosystems were able to conserve soil bacterial diversity better than no-shade coffee agro-ecosystem. Soil organic C and total litter biomass had positive effect on soil bacterial diversity, (3) Types of agro-ecosystem significantly affect the bean yield of 15 years coffee. Coffee agro-ecosystems shaded by legume trees had higher yield than those of non-legume shade and no shade coffee agro-ecosystem, (4) Shannon-Weaver indices of soil bacterial diversity together with weed biomass and N content of coffee leaf had positive effect on coffee bean yield.
Soil Chemical Properties and Agronomic Response of Sugarcane (Saccharum officinarum L.) Affected by Long Term No-Tillage Practice and Bagasse Mulch Application Zaqyah, Irene; Niswati, Ainin; Evizal, Rusdi; Utomo, Muhajir
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 27 No. 2: May 2022
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2022.v27i2.67-77

Abstract

Intensive tillage will continuously reduce soil quality, characterized by decreased soil organic-C. Low soil organic-C indicates the disturbance of soil fertility. More conservative soil management experiments have been done for seven years to restore the soil quality for sugarcane (Saccharum officinarum L.) productivity. This research aimed to study the effect of the tillage system, bagasse mulch, and their interactions on soil chemical properties and sugarcane agronomic response. The research was conducted on a Split Plot of five groups. The main plot was the tillage system consisting of intensive tillage and no-tillage, while the subplot was the bagasse mulch consisting of bagasse mulch and no-bagasse mulch. This study found that in sugarcane cultivation, no-tillage system was beneficial for soil P-available, sugarcane length, and sugarcane ripening; bagasse mulch was beneficial for soil organic-C and also soil P-available. The no-tillage system to increase P-available can be combined with bagasse mulch or no-bagasse mulch, but the no-tillage system combined with no-bagasse mulch increases the percentage of gap in sugarcane cultivation.
EXTRACT OF MORINGA LEAF AND SEAWEED AS BIOSTIMULANT FOR INCREASING SUCCESS AND GROWTH OF COCOA (Theobroma cacao L.) SHOOT GRAFTING Ramdani, Muhammad Rizki; Evizal, Rusdi; Wibowo, Lestari; Ramadiana, Sri
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 24 No. 2 (2025): Jurnal Agrotropika Vol 24 No 2, Oktober 2025
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v24i2.11102

Abstract

Cocoa (Theobroma cacao L.) is a plantation crop that contributes to Indonesia’s economy through export value and serves as the main source of income for farmers in major production centers. Grafting technology is widely used to increase productivity; however, its success rate remains low. The use of biostimulants derived from moringa leaf extract and seaweed extract offers an alternative solution to improve the success and growth of cocoa grafts. This study aimed to determine the effect of type and concentration of biostimulants on the success and growth of cocoa grafts. The research was conducted from December 2024 to February 2025 in Labuhan Dalam, Tanjung Senang District, Bandar Lampung City. A non-factorial randomized complete block design (RCBD) was used, consisting of 7 treatments and 3 replications. The treatments included a control (0 ml/l), moringa leaf extract at 150 ml/l, 300 ml/l, and 450 ml/l, as well as seaweed extract at 150 ml/l, 300 ml/l, and 450 ml/l. Data were analyzed using ANOVA and tested with the Least Significant Difference (LSD) at a 5% significance level. The results showed that the application of biostimulants had a significant effect on the time of shoot emergence, number of shoots, shoot length, shoot diameter, and leaf greenness. However, the treatments did not significantly affect the number of leaves, number of flushes, fresh weight of shoots, or dry weight of shoots. All biostimulant applications resulted in a 100% grafting success rate. The best concentration of both moringa leaf and seaweed biostimulant extracts was 300 ml/l. Key words: Biostimulants, moringa leaves, seaweed, shoot grafting
Co-Authors . Tohari Abdul Kadir Salam Afandi Afandi Afandi Afandi Afriliyanti, Rizki Agus Karyanto Agus Karyanto Agus Karyanto Agus M. Hariri Ainin Niswati Ainin Niswati, Ainin Akmal Junaidi Ali Fitrah Hansyah Ali Kabul Mahi Anggi Vidya Ningrum Anggraini, Nova Aresta Dwi Stiawan Aslamiah Aslamiah Asyifa Rahmita Zahra Azzahra, Salwa Bagja Rudhia Ulil Albab Catur Putra Satgada Catur Putra Satgada, Catur Putra Christina Desiana Cipta Ginting, Cipta Dad . R. J Sembodo Dad R. J. Sembodo Dad R. J. Sembodo, Dad R. J. Dad R.J. Sembodo Dad R.J. Sembodo Dad R.J. Sembodo, Dad R.J. Dad Resiworo J. Sembodo Dad Resiworo J. Sembodo, Dad Resiworo Dad Resiworo Jekti Sembodo Dad Resiworo Jekti Sembodo Darso Waluyo Decha Bagus Saputra Dedy Miswar Dedy Prasetyo Dedy Prasetyo Dedy Prasetyo Dinar Mindrati Fardhani Diyantri Agustina Donny Widianto Donny Widianto Eldineri Zulkarnain Eldineri Zulkarnain, Eldineri Ermia Citra Esatika Evi Oktavia Fajriyanto Fajriyanto Fembriarti Erry Prasmatiwi Fitri Yelli Girindra Yoga Aditya Hanisah Hanisah Hanum Riajeng Amalia Hanum Riajeng Amalia, Hanum Riajeng Hasriadi Mat Akin Hendi Pamungkas Herry Susanto Herry Susanto Herry Susanto Hery Novpriansyah Hidayat Pujisiswanto Hidayat Pujisiswanto Hidayat Pujisiswanto Hidayat Pujisiswanto Hidayat Pujisiswanto Hidayat Saputra, Hidayat Husna Fii Karisma Jannah Indriani, Rosa Irene Zaqyah IRFAN D. PRIJAMBADA Irfan D. Prijambada Irfan Dwidya Prijambada Irfan Dwija Prijambada Irvan Saputa Irwan Sukri Banuwa Ivayani Ivayani Ivayani, Ivayani JAKA WIDADA Jaka Widada Jaka Widada Jamalam Lumbanraja Jamalam Lumbanraja Jatmiko Umar Sidik Joko Prasetyo Juniar, Nur Baitullah Kukuh Setiawan Kurnia Oktavia Kuswanta Futas Hidayat Lestari Wibowo Lestari Wibowo Liandari, Rizky Fatma M. A. Syamsul Arif Maria Viva Rini Maya Puspitasari Minarsih Minarsih Muhajir Utomo Muhammad Nurdin Mujim, Subdi Nanik Sriyani Nanik Sriyani Nanik Sriyani Nanik Sriyani Niar Nurmauli Niar Nurmauli, Niar Novi Rosanti Novri Dwi Damayanti Novri Dwi Damayanti Nurjannah Yuliana Hastuti Nurjannah Yuliana Hastuti Nurul Hidayati Khasanah Nurul Hidayati Khasanah Nyimas Sa'diyah Nyimas Sadiyah Oktavia, Kurnia Otik Nawansih Otik Nawansih Pamungkas, Hendi Pranata, Heru Prijambada, Irfan Dwidja Puput Azizah Putri, Athmarratu Wintani Rahmat Safe'i Ramadiana, Sri Ramdani, Muhammad Rizki Ramires, Ryano Rommy Qurniati S Sugiatno Sa'diyah, Nyimas Sadiyah, Nyimas Saefudin Saefudin Safitri, Annisa Sanjaya, Purba Sari, Oktafia Sari, Rina Yunika Sarno Sarno Sarno Sarno Sebilia Zenda Septiana Septiana SEPTIANA SEPTIANA Septiana Septiana Septiana, Liska Mutiara Setyo Dwi Utomo Setyo Dwi Utomo Setyo Dwi Utomo Setyo Widagdo Setyo Widagdo Setyo Widagdo Setyo Widagdo Setyo Widagdo SITI KABIRUN Siti Kabirun Siti Munawaroh Slamet Budi Yuwono Solikhin Solikhin Solikhin Solikhin Sri Ramadiana Sri Wedhastri Sri Yusnaini Sri Yusnaini Sri Yusnaini Stiawan, Aresta Dwi Sudi Pramono Sudi Pramono . Sugiatno . Sugiatno Sugiatno SUGIATNO SUGIATNO Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Suskandini Ratih Dirmawati Tamaluddin Syam Tegar Rafshodi Awang Tegar Rafshodi Awang, Tegar Rafshodi TOHARI TOHARI Tohari Tohari Tohari Tohari Tri Maryono Tsani, Machya Kartika Utomo, Muhajir Villian, Jimmy Winda Rahmawati Winda Rahmawati Winson Hotmawan Saragih Wiwik Agustina Wiwik Agustina, Wiwik Zaqyah, Irene