Claim Missing Document
Check
Articles

Molecular identification of Trichoderma sp. Margodadi isolate and its potential against Phytophthora capsici causing foot rot of black pepper Prasetyo, Joko; Juniar, Nur Baitullah; Evizal, Rusdi; Maryono, Tri; Ginting, Cipta
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika Vol. 24 No. 1 (2024): MARCH, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA: JOURNAL OF TROPICAL PLANT PE
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhptt.124128-138

Abstract

Trichoderma has the potential to suppress fungal pathogens and thus control plant diseases, including Phytophthora foot rot, which is the most devastating disease of black pepper in Lampung. Identification of a microorganism can not only rely on its morphological characteristics, but it is also necessary to identify it molecularly at the species level. This research was aimed at identifying the fungus Trichoderma sp. Margodadi isolates at the species level and to know the potential of Trichoderma sp. Margodadi isolates and their secondary metabolites to control P. capsici. This research was conducted from March to November 2021 at the Laboratory of Plant Disease, Department of Plant Protection, and the Laboratory of Agricultural Biotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung. Identification of Trichoderma was done by morphological characteristics and molecular methods. The ability of Trichoderma to suppress P. capsici was tested by dual culture. The effect of secondary metabolites on the growth of P. capsici was determined in vitro at concentrations of 0% (control), 10%, 20%, 30%, and 40%. The experimental design used was a completely randomized design consisting of five treatments repeated five times. The data obtained from the test were analyzed using ANOVA, followed by the LSD test at 5%. The results of this study showed that Trichoderma sp. Margodadi isolate had a close relationship with Trichoderma asperellum and had the ability as an antagonist to inhibit the growth of P. capsici up to 47.23%, and the secondary metabolites produced could inhibit the growth of P. capsici up to 72.53% with the best concentration of 40%.
Pelatihan Sistem Budidaya Tanaman Kakao Secara Berkelanjutan Pada Kelompok Tani Rukun Tani Dusun Karang Tani, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan Sugiatno, Sugiatno; Evizal, Rusdi; Susanto, Herry; Sembodo, Dad R. J.; Nurmauli, Niar
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8912

Abstract

Provinsi Lampung merupakan salah satu penghasil biji kakao di Indonesia  yang dihasilkan oleh perkebunan rakyat (pekebun). Produktivitas kebun kakao di Lampung khususnya di Dusun Karang Tani semakin lama semakin menurun, hal tersebut karena petani kakao yang tergabung dalam Kelompok Tani Rukun Tani  belum mengelola lahan kakaonya dengan baik.  Kondisi lahan kakao di Dusun Karang Tani merupakan lahan berpasir dengan jenis tanah podsolik merah kuning yang rentan terhadap degradasi lahan.  Untuk mengelola lahan tersebut petani perlu dibekali pengetahuan bagaimana mengelola lahan kakao yang benar agar lahan tetap produktif.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan petani di Dusun Karang Tani tentang sistem budidaya kakao secara berkelanjutan.  Kegiatan dilaksanakan di Dusun Karang Tani, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan yang berlangsung mulai bulan Juli hingga November 2019. Kegiatan dilakukan dengan metode tatap muka di dalam ruangan dan demontrasi di lahan.  Materi kegiatan tatap muka meliputi  sistem budidaya kakao berkelanjutan, pengelolaan nutrisi tanaman, pola tanam sistem pertanian berkelanjutan, konservasi tanah, dan pengelolaan hama dan penyakit terpadu.  Kegiatan dievaluasi melalui evaluasi awal, evaluasi proses, dan evaluasi akhir.  Evaluasi awal dan evaluasi akhir dilakukan dengan menggunakan lembar daftar pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelatihan.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: (1) Sebelum dilakukan pelatihan, tingkat pengetahun petani peserta terhadap sistem budidaya kakao secara berkelanjutan masih rendah (nilai  rata-rata 28,5), terutama pada pemahaman materi konservasi tanah di  kebun kakao (nilai 22,5) dan materi pengelolaan nutrisi tanaman dan pemupukan (nilai 27,5); (2) Pada saat kegiatan pelatihanberlangsung, tanggapan petani pesertan terhadap materi pelatihan sangat baik, peserta aktif bertanya terhadap materi yang belum jelas, dan aktivitas peserta baik yang ditunjukkan denga tingkat kehadiran yang tinggi; (3) Setelah dilakukan pelatihan, pengetahuan petani Dusun Karang Tani terhadap sistem budidaya kakao secara berkelanjutan meningkat  hingga kategori tinggi (nilai 74,9) atau dengan kenaikan 162,8%, kenaikan tingkat pengetahuan tertinggi terjadi pada materi teknik konservasi tanah di lahan kakao (211,1%) dan pengelolaan nutrisi tanaman dan pemupukan (200%).
Demoplot Aplikasi Biochar untuk Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Kopi Evizal, Rusdi; Utomo, Setyo Dwi; Ramires, Ryano; Sriyani, Nanik; Jannah, Husna Fii Karisma; Sugiatno, Sugiatno; Prasmatiwi, Fembriarti Erry; Pramono, Sudi
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September 2
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9695

Abstract

Tanggamus merupakan sentra produksi kopi kedua setelah Lampung Barat, antara lain di Kecamatan Air Naningan. Permasalahan yang dihadapi petani adalah produktivitas yang masih rendah antara lain sebagai akibat dari kurangnya pemeliharaan tanaman, semakin menurunnya kesuburan tanah, serta cuaca ekstrim yaitu kemarau panjang atau curah hujan yang tinggi. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah: (1) Meningkatkan pengetahuan anggota kelompok tani Makmur, Pekon Sidomulyo, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus dalam pemanfaatan biochar sebagai amandemen di lahan perkebunan kopi. (2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani Makmur dalam membuat dan mengaplikasikan biochar di kebun kopi. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok Tani Makmur, Pekon Sidomulyo, Kecamatan Air Naningan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 bulan dengan metode: (1) Ceramah dan tatap muka, (2) Focus Group Discussion (FGD), (3) Demplot dan pendampingan, (4) Anjangsana dan anjangkarya. Hasil pengabdian ini menyimpulkan bahwa Pengabdian kepada Masyarakat berjudul “Demplot Aplikasi Biochar di Kebun Kopi untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produktivitas” sudah dilaksanakan dengan peserta dari Kelompok Tani Makmur, Desa Sidomulyo, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus melalui kegiatan penyuluhan, FGD, demplot, coaching, dan pendampingan dengan hasil tanaman kopi yang tumbuh dan berbunga dengan baik. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan dan aplikasi biochar di kebun kopi muda dengan nilai meningkat dari 47-95% menjadi 89-100% peserta mampu menjawab pertanyaan.
Keragaan Pertumbuhan Tanaman Kopi New Planting Sistem Intensifikasi Berkelanjutan Evizal, Rusdi; Prasmatiwi, Fembriarti Erry
JURNAL AGROTROPIKA Vol 23, No 2 (2024): Jurnal Agrotropika Vol 23 No 2, Oktober 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v23i2.9812

Abstract

Coffee establisment including new planting and replanting is an important effort for sustainable coffee production. This research aims to determine the growth performance of coffee establishment that implement a sustainable intensification system. This research uses survey methods and field experiment. The survey was carried out by interviewing coffee farmer respondents who were obtained randomly from farmer groups in Tanggamus. The field experiment was carried out in the demonstration plot of the Makmur Farmers Group, Sidomulyo Village, Air Naningan District, Tanggamus Regency. The land used is land clearing of an old cocoa plantation, by tilling the land twice using a tractor, using superior local seeds, setting plant distances using a hedge system, applying biochar, planting intercrops and planting shade trees. From the survey results, it can be concluded that coffee farmers apply the principles of sustainable intensification in coffee planting, namely planting coffee with a hedge system, intercropping with annual crops and bananas, and applying soil amendments, especially coffee skin waste and manure. The results of the plot experiment concluded that corn intercropping with tillage at the beginning of coffee planting gave good yield in 2 planting seasons while in the third season productivity decreased greatly. The long dry season is the main obstacle in coffee establisment, includes causing plant death and inhibiting plant growth which is showed by wavy and closing leaves, yellowing leaves, malformed young leaves, and wilting leaves. Cultivating corn plants between row of 2 years old coffee does not affect the vegetative or generative growth of coffee. It does not inhibit the growth of coffee plants as indicated by plant height, number of primary branches, length of primary branches, stem diameter, number of nodes per primary branch, and number of flower bunch per tree. Key words: Coffee, sustainable intensification, new planting, symptoms, yellowing leaves, wilting
Study on the Population and Diversity of Arbuscular Mycorrhizal Fungi in the Rhizosphere of Piper nigrum in West Lampung Indonesia Azzahra, Salwa; Rini, Maria Viva; Rusdi Evizal; Agus Karyanto
Journal of Tropical Mycorrhiza Vol. 3 No. 2 (2024): October
Publisher : Asosiasi Mikoriza Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jtm.v3i2.73

Abstract

The population and diversity of arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) in soil vary greatly, influenced by biotic and abiotic factors. West Lampung Regency is a major prpper production center with distinct biotic and abiotic factors. These differences affect the diversity of AMF in pepper cultivation areas in West Lampung Regency. This study aimed to determine the differences in the population and diversity of indigenous AMF in the rhizosphere of pepper plants grown in monoculture and mixed cropping system. Soil sample were collected from monoculture and mixed pepper plantations. The AMF population in the samples was determined by isolating AMF spores from the soil using the wet sieving method. Trap cultures were established using soil samples from each plantation, using maize as the host plant, for duration of 3 months. The results showed that the AMF population in the rhizosphere of mixed pepper plantation was higher than that in monoculture plantations. Based on trap culture, 9 AMF types (S1, S2, S3, S4, S5, S6, S7, S8, and S9) were identified in mixed cropping system, while 5 AMF types (S4, S5, S6, S7, and S9) were found in monoculture plantations.
EFIKASI HERBISIDA METIL METSULFURON TERHADAP GULMA PADA BUDIDAYA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis) BELUM MENGHASILKAN Irvan Saputa; Rusdi Evizal; Dad Resiworo Jekti Sembodo; Nanik Sriyani
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.4829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis herbisida metil metsulfuron yang efektif mengendalikan gulma di pertanaman karet, mengetahui perubahan komposisi gulma akibat aplikasi herbisida metil metsulfuron, dan mengetahui fitotoksisitas tanaman karet setelah aplikasi herbisida metil metsulfuron. Penelitian ini dilakukan di kebun rakyat Desa Onoharjo, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah dan Laboratorium Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung dimulai Desember 2017 hingga Maret 2018. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat ulangan dan enam perlakuan yaitu dosis herbisida metil metsulfuron 15 g/ha, 20 g/ha, 25 g/ha, 30 g/ha, penyiangan mekanis, dan kontrol. Homogenitas ragam data diuji dengan uji Bartlett, additivitas data diuji dengan uji Tukey, dan perbedaan nilai tengah perlakuan diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan herbisida metil metsulfuron dosis 15 – 30 g/ha efektif mengendalikan gulma total, gulma daun lebar, Borreria alata, dan Praxelis climatidea pada 4 – 12 MSA. Herbisida metil metsulfuron dosis 15 – 30 g/ha mengendalikan gulma rumput dan teki pada 4 – 8 MSA. Herbisida metil metsulfuron dosis 15 – 30 g/ha mengendalikan gulma Axonopus compressus, Croton hirtus, dan Ottochloa nodosa pada 4 MSA di perkebunan karet TBM. Aplikasi herbisida metil metsulfuron dosis 15 – 30 g/ha menyebabkan terjadinya perubahan komposisi gulma Borreria alata menjadi Croton hirtus pada 4 MSA, Borreria alata menjadi Axonopus compressus pada 8 MSA, dan Borreria alata menjadi Ottochloa nodosa pada 12 MSA di perkebunan karet TBM. Aplikasi herbisida metil metsulfuron dosis 15 – 30 g/ha tidak menyebabkan terjadinya keracunan terhadap tanaman karet TBM.
PERTUMBUHAN BIBIT LADA (Piper nigrum), MELADA (Piper colubrinum), DAN LADA SAMBUNG PADA SISTEM PEMBIBITAN JENUH AIR Rusdi Evizal; Puput Azizah; Sarno Sarno; Maria Viva Rini; Liska Mutiara Septiana; Sugiatno Sugiatno; Purba Sanjaya
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5721

Abstract

Lada sambung merupakan hasil grafting tanaman lada dengan melada sebagai batang bawah yang memiliki keunggulan dari segi ketahanan terhadap penyakit busuk pangkal batang lada, cekaman kelebihan air, dan pertumbuhan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pertumbuhan antara bibit lada biasa, melada, dan lada sambung, mengetahui pengaruh sistem pembibitan jenuh air terhadap pertumbuhan bibit lada (Piper nigrum), melada (Piper colubrinum), dan lada sambung, serta mengetahui interaksinya terhadap pertumbuhan bibit lada. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 hingga Maret 2021 di Desa Air Kubangan, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama jenis lada terdiri dari jenis lada biasa, lada sambung, dan melada; faktor kedua sistem pembibitan jenuh air terdiri dari polybag tanpa digenang, digenang, dan digenang + pupuk daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit melada memberikan respon pertumbuhan yang baik terhadap kondisi jenuh air yaitu perlakuan polybag digenang air dan polybag digenang air yang ditambah pupuk daun yang ditunjukkan oleh variabel tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, bobot kering tunas, dan indeks kualitas bibit. Bibit melada dalam polybag yang digenang air + pupuk memberi pertumbuhan yang paling baik. Perakaran bibit lada sambung (lada/melada) tumbuh lebih cepat daripada lada biasa (tanpa sambung) yaitu pada variabel jumlah akar dan bobot segar akar. Perakaran bibit lada sambung dan melada menunjukkan sifat yang lebih toleran terhadap cekaman jenuh air. Sebagai interaksi batang bawah dan batang atas, pertumbuhan akar lada sambung berada di antara pertumbuhan akar lada biasa dan melada.
PENGARUH DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI STEK POHON INDUK LADA SAMBUNG (Piper nigrum/Piper colubrinum) Rusdi Evizal; Ermia Citra Esatika; Liska Mutiara Septiana; Abdul Kadir Salam; Purba Sanjaya; Sudi Pramono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5460

Abstract

Provinsi Lampung merupakan sentra produksi lada hitam Indonesia. Upaya penanaman baru dan rehabilitasi kebun lada memerlukan penyediaan bahan stek yang bersumber dari pohon induk unggul dan sehat yaitu pohon induk lada sambung (Piper nigrum/Piper colubrinum) yang bersifat tahan terhadap penyakit busuk pangkal batang lada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk NPK yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi setek pohon induk lada sambung.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 – Maret 2021 yang bertempat di kebun lada sambung di Desa Air Kubangan, Air Naningan, Kabupaten Tanggamus. Propinsi Lampung. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari pemberian pupuk pada lada sambung dengan dosis NPK (15:15:15) 0 g/pohon, 75 g/pohon, 150 g/pohon, 225 g/pohon, 300 g/pohon, dan lada non-sambung tanpa pupuk NPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK pada pohon induk lada sambung berpengaruh nyata pada variabel pertambahan tinggi tanaman, jumlah cabang panjat, jumlah cabang buah, diameter cabang panjat, produksi setek pendek, dan produksi setek panjang. Pemberian pupuk NPK dengan dosis 228,9 g/tanaman dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif pohon induk lada sambung dan menghasilkan produksi stek tertinggi yaitu 48 stek/pohon.
PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN CaCO3 SEBAGAI BAHAN PELURUH PULP BENIH TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA KOMPOSISI MEDIA TANAM YANG BERBEDA Sugiatno Sugiatno; Maria Viva Rini; Rusdi Evizal; Decha Bagus Saputra
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5966

Abstract

Benih kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu benih tanaman yang memiliki lapisan pulp. Pulp perlu dihilangkan agar tidak mengundang mikroorganisme ataupun serangga yang dapat mengakibatkan benih rusak dan sulit untuk berkecambah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi CaCO3 dan komposisi media tanam terbaik, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik Desa Labuhan Dalam, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung dan Laboratorium Ilmu Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Gedong Meneng, Bandar Lampung pada bulan September-Desember 2020. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Kelompok Teracak Sempurna secara faktorial (5x3). Faktor pertama adalah konsentrasi larutan CaCO3 yang terdiri atas 0 g/l, 25 g/l, 50 g/l, 75 g/l, dan 100 g/l. Faktor kedua adalah komposisi media pembibitan yang terdiri atas campuran pasir + pupuk kandang, arang sekam + pupuk kandang, dan pasir + arang sekam + pupuk kandang. Data penelitian dianalisis ragam kemudian dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman larutan CaCO3 berpengaruh nyata terhadap peubah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot segar tajuk, dan indeks kualitas bibit segar dengan hasil tertinggi pada konsentrasi larutan CaCO3 75 g/l. Komposisi media tanam berpengaruh nyata pada semua peubah pertumbuhan bibit kakao dengan hasil tertinggi yaitu pada komposisi media tanam pasir, arang sekam, dan pupuk kandang. Tidak terjadi interaksi antara kombinasi media tanam dan konsentrasi larutan CaCO3 terhadap pertumbuhan dan kualitas bibit kakao.
Pelatihan Praktik Pertanian Organik Tanaman Lada (Piper nigrum L.) Melalui Penggunaan Biokompos Rini, Maria Viva; Hidayat, Kuswanta Futas; Evizal, Rusdi; Ramires, Ryano; Jannah, Husna Fii K
Buletin Dharmas Andalas Vol. 2 No. 1 (2025): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v2i1.25

Abstract

Lampung merupakan sentra produksi lada di Indonesia setelah Bangka dikenal dengan nama Lampung Black Paper, salah satu sentra produksinya adalah di Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus. Namun, akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida serta adanya keparahan serangan penyakit busuk pangkal batang menjadikan produksi lada di Kabupaten Tanggamus mengalami penurunan. Salah satu cara untuk peningkatan produksi lada yakni penerapan perkebunan organik dengan pemanfaatan biokompos. Pelatihan penerapan biokompos dilakukan di Kelompok Tani Makmur Jaya dengan jumlah anggota sebanyak 21 petani. Kegiatan terdiri dari ceramah dan diskusi mengenai biokompos, varietas lada, serta budidaya lada organik. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang biokompos. Berdasarkan data pre-test dan post-test, dapat dilihat bahwa pengetahuan petani tentang bikompos telah meningkat sebesar 51,35%. Kemudian petani diberikan pengetahuan praktek langsung di kebun dengan tujuan memberikan pengetahuan langsung kepada petani tentang teknik aplikasi biokompos. Petani melakukan praktek dengan cara menanam 6 bibit diberi biokompos dan 6 bibit tanpa biokompos. Data awal 2 bulan setelah aplikasi menunjukkan bahwa perlakuan biokompos belum menghasilkan tinggi bibit yang berbeda nyata dengan kontrol. Peningkatan pertumbuhan bibit diperkirakan akan tampak pada 6 bulan setelah aplikasi.
Co-Authors . Tohari Abdul Kadir Salam Afandi Afandi Afandi Afandi Afandi Afriliyanti, Rizki Agus Karyanto Agus Karyanto Agus Karyanto Agus M. Hariri Ainin Niswati Ainin Niswati, Ainin Akmal Junaidi Ali Fitrah Hansyah Ali Kabul Mahi Anggi Vidya Ningrum Anggraini, Nova Aresta Dwi Stiawan Aslamiah Aslamiah Asyifa Rahmita Zahra Azzahra, Salwa Bagja Rudhia Ulil Albab Catur Putra Satgada Catur Putra Satgada, Catur Putra Christina Desiana Cipta Ginting, Cipta Dad . R. J Sembodo Dad R. J. Sembodo Dad R. J. Sembodo, Dad R. J. Dad R.J. Sembodo Dad R.J. Sembodo Dad R.J. Sembodo, Dad R.J. Dad Resiworo J. Sembodo Dad Resiworo J. Sembodo, Dad Resiworo Dad Resiworo Jekti Sembodo Dad Resiworo Jekti Sembodo Darso Waluyo Decha Bagus Saputra Dedy Miswar Dedy Prasetyo Dedy Prasetyo Dedy Prasetyo Dinar Mindrati Fardhani Diyantri Agustina Donny Widianto Donny Widianto Eldineri Zulkarnain Eldineri Zulkarnain, Eldineri Ermia Citra Esatika Evi Oktavia Fajriyanto Fajriyanto Fembriarti Erry Prasmatiwi Fitri Yelli Girindra Yoga Aditya Hafiz Luthfi Hanisah Hanisah Hanum Riajeng Amalia Hanum Riajeng Amalia, Hanum Riajeng Harlim, Sherin Angeli Hasriadi Mat Akin Hendi Pamungkas Herry Susanto Herry Susanto Herry Susanto Hery Novpriansyah Hery Novpriansyah Hidayat Pujisiswanto Hidayat Pujisiswanto Hidayat Pujisiswanto Hidayat Pujisiswanto Hidayat Pujisiswanto Hidayat Saputra, Hidayat Husna Fii Karisma Jannah Indriani, Rosa IRFAN D. PRIJAMBADA Irfan D. Prijambada Irfan Dwidya Prijambada Irfan Dwija Prijambada Irvan Saputa Irwan Sukri Banuwa Ivayani Ivayani Ivayani, Ivayani JAKA WIDADA Jaka Widada Jaka Widada Jamalam Lumbanraja Jamalam Lumbanraja Jatmiko Umar Sidik Joko Prasetyo Juniar, Nur Baitullah Kresna Shifa Usodri Kukuh Setiawan Kurnia Oktavia Kuswanta Futas Hidayat Lestari Wibowo Lestari Wibowo Liandari, Rizky Fatma M. A. Syamsul Arif M. Yogi Riyantama Isjoni Maria Viva Rini Maya Puspitasari Minarsih Minarsih Muhajir Utomo Muhammad Nurdin Mujim, Subdi Nanik Sriyani Nanik Sriyani Nanik Sriyani Nanik Sriyani Niar Nurmauli Niar Nurmauli, Niar Novi Rosanti Novri Dwi Damayanti Novri Dwi Damayanti Nur Afni Afrianti Nur Afni Afrianti Nurjannah Yuliana Hastuti Nurjannah Yuliana Hastuti Nurul Hidayati Khasanah Nurul Hidayati Khasanah Nyimas Sa'diyah Nyimas Sadiyah Oktavia, Kurnia Otik Nawansih Otik Nawansih Pamungkas, Hendi Pranata, Heru Prijambada, Irfan Dwidja Puput Azizah Putri, Athmarratu Wintani Rahmat Safe'i Ramadiana, Sri Ramdani, Muhammad Rizki Ramires, Ryano Roby Fernandi Rommy Qurniati S Sugiatno Sa'diyah, Nyimas Sadiyah, Nyimas Saefudin Saefudin Safitri, Annisa Sanjaya, Purba Sari, Oktafia Sari, Rina Yunika Sarno Sarno Sarno Sarno Sebilia Zenda Septiana Septiana SEPTIANA SEPTIANA Septiana Septiana Septiana, Liska Mutiara Setyo Dwi Utomo Setyo Dwi Utomo Setyo Dwi Utomo Setyo Widagdo Setyo Widagdo Setyo Widagdo Setyo Widagdo Setyo Widagdo Shinta Puspita Sari SITI KABIRUN Siti Kabirun Siti Munawaroh Slamet Budi Yuwono Solikhin Solikhin Solikhin Solikhin Sri Ramadiana Sri Wedhastri Sri Yusnaini Sri Yusnaini Sri Yusnaini Stiawan, Aresta Dwi Sudi Pramono Sudi Pramono . Sugiatno . SUGIATNO SUGIATNO Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Suskandini Ratih Dirmawati Tamaluddin Syam Tandaditya Ariefandra Airlangga Tegar Rafshodi Awang Tegar Rafshodi Awang, Tegar Rafshodi TOHARI TOHARI Tohari Tohari Tohari Tohari Tri Maryono Tsani, Machya Kartika Utomo, Muhajir Villian, Jimmy Winda Rahmawati Winda Rahmawati Winson Hotmawan Saragih Wiwik Agustina Wiwik Agustina, Wiwik Zaqyah, Irene