This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat ASPIRATOR Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Lingkungan LINK Jurnal Riset Kesehatan Jurnal Dampak Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Keperawatan Silampari Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Al-sihah: The Public Health Science Journal Jurnal Serambi Engineering Manuju : Malahayati Nursing Journal Jambura Journal of Health Sciences and Research Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Jurnal Sehat Mandiri Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat JOURNAL LA MEDIHEALTICO ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL KESANS : International Journal of Health and Science Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Open Access Health Scientific Journal Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Social Research Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Eduvest - Journal of Universal Studies Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Gema Lingkungan Kesehatan Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) JHE (Journal of Health Education) Proceeding Mulawarman International Conference on Tropical Public Health
Claim Missing Document
Check
Articles

KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb PADA AIR BERSIH DAN PADA DARAH WANITA USIA SUBUR DI KOTA SEMARANG Wikri Eko Putra; Onny Setiani; Nurjazuli Nurjazuli
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 8, No 6 (2020): NOVEMBER
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.964 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v8i6.28046

Abstract

The Determination of water quality status needs to be done as a references for monitoring water contamination, one of which is by heavy lead metals. Bandarharjo is one of the coastal areas in Semarang that has an industry around it that produces liquid waste that contain lead metal, so it has the potential to polluted clean water sources in the region. This study aims to determine lead pollution in dug well water and deep ground water also blood lead level of women of childbearing age at Bandarharjo Health Center, North Semarang District. The population in this observational analytic study were all women of childbearing age in the working area of the Bandarharjo Public Health Center, which numbered 50 people. Samples were taken by purposive sampling technique, women of childbearing age between 15 and 49 years with a total of 31 respondents. Examination of blood lead levels is carried out using the AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) method. Data analysis was performed using the Chi Square test with a value of 5%. The average blood lead level is 78.08 μg / dL with a range of 54.2 - 99.7 μg / dL. The content of lead heavy metals in clean water has an average value of 0.295 mg / L with a range of 0.080 - 0.446 mg / L. There is a relationship between the quality of clean water sources with blood lead level of women of childbearing age with a p-value of 0.041 (<0.05) with a Ratio of 3.020 (95% CI = 1.043 - 8.739). From this study can be concluded that lead was found in clean water and blood of women of childbearing age (WUS) in the working area of Bandarharjo North Semarang Health Center.
Analysis of Environmental Factors with Malaria Incidence in Mabodo Health Center Yana Afrina; Mursid Rahardjo; Nurjazuli Nurjazuli
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.623 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.702

Abstract

Malaria is one of the health problems that occur in the world, especially in tropical and subtropical regions. Malaria is an infectious disease transmitted through the bite of the female Anopheles mosquito and symptoms felt by malaria sufferers in the form of fever, cold heat, anemia, and sweating. This study aims to analyze the influence of environmental factors with the incidence of malaria in the working area of Mabodo Health Center muna regency. This type of research is quantitative with case control study design. The total sample in this study was 88 respondents, with sampling techniques are total sampling and purposive sampling. The results showed that risk factors that have an influence on the incidence of malaria are the state of the walls (p value 0.004), bushes (p value 0.004), going out at night (p value 0.003), the habit of hanging clothes (p value 0.002), and using mosquito nets (p value 0.005). The incidence of malaria occurs in the working area of Mabodo Health Center, because of environmental factors that support so that malaria cases still occur in the area.Malaria salah satu masalah kesehatan yang terjadi di dunia terutama di wilayah tropis dan subtropis. Malaria merupakan penyakit menular  yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina dan gejala yang dirasakan penderita malaria berupa demam, panas dingin, anemia, serta berkeringat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh factor lingkungan dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Mabodo Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain case control study. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 88 responden, dengan tehnik pengambilan sampel yaitu total sampling dan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa factor lingkungan yang memiliki pengaruh terhadap kejadian malaria yaitu keadaan dinding (p value 0.004), semak-semak (p value 0.004), keluar rumah pada malam hari (p value 0.003), menggantung pakaian (p value 0.002), dan kebiasaan menggunakan kelambu (p value 0.005). Kejadian malaria yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Mabodo, karena adanya faktor lingkungan yang mendukung sehingga kasus malaria masih terjadi di daerah tersebut.
Hubungan Faktor Cuaca dengan Kejadian Demam Berdarah di Kabupaten Bantul Wahyu Widyantoro; Nurjazuli Nurjazuli; Yusniar Hanani Darundianti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1905.281 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.863

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is still becoming epidemic stage in Indonesia. Climate and weather are variable that determine ecological aspect. The ecological aspect consist of DHF. The aim of this research is to analyze the association betwen climate factors (humidity, temperature, rainfall) and dengue cases in Bantul Regency during 2016–2020. This research is quantitative using an ecology time-series study approach. The data analysis used in this study was univariate and bivariate analysis using the Spearman-rho correlation test by testing the relationship between the variables of temperature, humidity, rainfall, and the incidence of DHF. The temperature variable shows a significant value, and the correlation coefficient value will be stronger if the temperature fluctuations in the previous two months (lag 2) are associated with the incidence of DHF. The value of p (0.0000) less than (0.05) with a value of r = 0.515. The humidity variable, the significance value and the correlation coefficient value will be stronger if the fluctuation of air humidity in the previous month (lag 1) is associated with the incidence of DHF. The value of p (0.001) less than (0.05) with a value of r = 0.417. The rainfall variable, the significance value and the correlation coefficient value only showed that in the previous two months (lag2), it was associated with the incidence of DHF, p-value (0.0023) less than (0.05) with r=0.299. The increase in the incidence of DHF in Bantul Regency will tend to follow the fluctuation or increase in the average rainfall in the previous two months. It is an early warning that can signal that there will be an increase in cases of dengue outbreaks. Demam berdarah dengue (DBD) masih merupakan kasus penyakit endemis di Indonesia. Faktor iklim dan cuaca merupakan variabel penting dalam menentukan ekologi, perkembangan, kelangsungan hidup, dan perilaku nyamuk Aedes sebagai vektor utama DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor iklim (kelembaban, suhu, curah hujan) dan kasus DBD di Kabupaten Bantul selama tahun 2016–2020. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan pendekatan studi ecology time series. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan  analisis bivariate mengunakan uji korelasi Spearman-rho dengan menguji hubungan variabel suhu, kelembaban, curah hujan, dan kejadian DBD. Variabel suhu menunjukan nilai signifikansi dan nilai koefisien korelasi semakin kuat apabila fluktuasi suhu pada dua bulan sebelumnya (lag 2) dihubungkan dengan kejadian DBD. Nilai p (0,0000) kurang dari (0,05) dengan nilai r=0,515. Variabel kelembaban, nilai signifikansi dan nilai koefisien korelasi akan semakin kuat apabila fluktuasi kelembaban udara pada satu bulan sebelumnya (lag 1) dihubungkan dengan kejadian DBD. Nilai p (0,001) kurang dari (0,05) dengan nilai r=0,417. Variabel curah hujan, nilai signifikansi dan nilai koefisien korelasi hanya menunjukan pada 2 bulan sebelumnya (lag2) dihubungkan dengan kejadian DBD niilai p (0,0023) kurang dari (0,05) dengan nilai r=0,299. Peningkatan kejadian DBD di Kabupaten Bantul akan cenderung mengikuti fluktuasi atau peningkatan rata-rata curah hujan pada dua bulan sebelumnya. Perlu adanya kewaspadaan  sebelum terjadinya peningkatan kasus KLB penyakit DBD.
Factors Associated with Scabies in The Community in The Area of The Lubuk Begalung Public Health Center Riyana Husna; Tri Joko; N Nurjazuli
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.984 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.741

Abstract

Scabies was still a public health problem in Indonesia. Scabies was found in places with an unhealthy environment and poor personal hygiene. The purpose of this study was to determine the relationship between risk factors and the incidence of scabies at the Lubuk Begalung Health Center. This research was observational explanatory with a cross-sectional study design approach. The primary data source used a questionnaire containing data on respondent characteristics, personal hygiene and the environment, while secondary data obtained from the puskesmas and the Padang city health office was scabies disease data in 2020. The sample in this study amounted to 112 people using random sampling. The results of the research data were analyzed using the Chi-Square test and multiple logistic regression (multiple regression). The research sample was dominated by males (55.4%) and female (44.6%) and high school students. and above (SMA) (33.0%). The data also showed that 34.8% of respondents suffered from scabies. The results showed that there was a relationship between gender (p=0.026) clothing cleanliness (0.000) skin hygiene (0.065) clean water (0.006) occupancy density (0.010) ventilation area (0.002) and the incidence of scabies. While the variables of hand and nail hygiene (0.593) towel cleanliness (0.986) cleanliness of bed linen (0.142) humidity (0.055) was not associated with the incidence of scabies. This study concludes that the variables that affect the incidence of scabies are cleanliness of clothes, cleanliness of bed linen and bed linen, occupancy density, ventilation area with p less than 0.05. It was hoped that the community will improve personal and environmental hygiene and increase awareness of scabies disease so that it can prevent scabies from spreading to other families.Skabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Kudis ditemukan di tempat-tempat dengan lingkungan yang tidak sehat dan kebersihan pribadi yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian skabies di Puskesmas Lubuk Begalung. Jenis penelitian ini adalah observasional explanatory dengan pendekatan desain studi cross sectional. Sumber data primer menggunakan kuesioner yang berisi data karakteristik responden, personal hygiene dan lingkungan, sedangkan data sekunder yang diperoleh dari puskesmas dan dinas kesehatan kota Padang adalah data penyakit scabies tahun 2020. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 112 orang dengan menggunakan random contoh. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik berganda (multiple regression). Sampel penelitian didominasi oleh siswa laki-laki (55,4%) dan perempuan (44,6%) dan SMA. ke atas (SMA) (33,0%). Data tersebut juga menunjukkan bahwa 34,8% responden menderita skabies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,026) kebersihan pakaian (0,000) kebersihan kulit (0,065) air bersih (0,006) kepadatan hunian (0,010) luas ventilasi (0,002) dengan kejadian skabies. Sedangkan variabel kebersihan tangan dan kuku (0,593) kebersihan handuk (0,986) kebersihan sprei (0,142) kelembaban (0,055) tidak berhubungan dengan kejadian skabies. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variabel yang mempengaruhi kejadian skabies adalah kebersihan pakaian, kebersihan sprei dan sprei, kepadatan hunian, luas ventilasi dengan p kurang dari 0,05. Diharapkan kepada masyarakat untuk meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit skabies sehingga dapat mencegah penyebaran penyakit skabies ke keluarga lain.
Hubungan Jenis Minyak Goreng, Suhu, dan PH Terhadap Kadar Asam Lemak Bebas Pada Minyak Goreng Pedagang Penyetan Elsa Christiana Hutajulu; Nurjazuli Nurjazuli; Nur Endah Wahyuningsih
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 5 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.5.375-378

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Crude Palm Oil (CPO) adalah minyak sayur yang diproduksi oleh kelapa sawit yang ditemukan di Indonesia, kelapa sawit memiliki kualitas yang dapat ditentukan melalui kandungan digliserida dan tingkat asam lemak bebas. Tingkat FFA yang diizinkan oleh pemerintah adalah 0,3% menurut SNI 01-3741-2002, minyak goreng yang telah digunakan secara teratur dengan temperatur tinggi dapat menyebabkan minyak menjadi tidak sehat dan tidak cocok untuk dikonsumsi. Kecamatan Tembalang, kota Semarang merupakan salah satu dari sekian banyak daerah di wilayah Jawa Tengah, terdapat beberapa pedagang yang menjual penyetan, dan lokasinya berada di pinggir jalan, di Kecamatan Tembalang, Semarang. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk menganalisa kandungan asam lemak bebas pada minyak goreng.Metode: Sebuah studi deskriptif observasional dengan pendekatan lintas sectional. Sampel yang 42 sampel dari 3 kali sampling per penyetan kios dengan pengulangan dari 2 kali dengan total sampling. Variabel dalam studi ini adalah kadar asam lemak bebas sebagai variabel dependen dan suhu, pH, dan frekuensi penggorengan sebagai variabel independen. Analisis data dilakukan oleh tes Spearmen Rank.Hasil: Hasil uji laboratorium kadar asam lemak bebas dalam 7 sampel minyak goreng (16,7%) melebihi standar kualitas yang ditentukan. Hasil tes hubungan menunjukkan bahwa suhu (p-nilai = 0,006), pH (p-nilai = 0,038), penggorengan frekuensi (p-nilai = 1 berkaitan dengan tingkat asam lemak bebas dalam minyak goreng yang digunakan oleh pedagang penyeting sepanjang jalan Sirojudin dan BanjarsariSimpulan: Kesimpulan dari studi ini adalah tingkat kadar asam lemak bebas dalam minyak goreng berkaitan dengan suhu, pH, dan frekuensi menggoreng.Kata kunci: Asam lemak bebas, minyak nabati, warung makananABSTRACT Title: Relationship types of cooking oil, temperature, and Ph to the free fatty acid levels in cooking oil Penyetan tradersBackground:Crude Palm Oil (CPO) is a vegetable oil produced by oil palm found in Indonesia, palm oil has a quality that can be determined through the content of diglycerides and the levels of free fatty acids. The level of FFA allowed by the Government is 0.3% according to SNI 01-3741-2002, cooking oil that has been used regularly with high temperatures can cause oil to be unhealthy and not suitable for consumption. Tembalang Subdistrict, Semarang City is one of the many areas in the Central Java region, there are some traders who sell penyetan, and the location is on the roadside, in the Tembalang District of Semarang. The main objective of this study is to analyze the free fatty acid content on cooking oilMethod: An observational descriptive study with cross sectional approach. The samples were 42 samples from 3 times the sampling per penyetan stall with repetitions of 2 times with total sampling. The variables in this study are Free Fatty Acid Levels as the dependent variable and temperature, pH, and frying frequency as independent variables. Data analysis was performed by the Spearmen Rank test.Result: Laboratory test results of free fatty acid levels in 7 cooking oil samples (16.7%) exceeded the specified quality standard. The relationship test results show that temperature (p-value = 0.006), pH (p-value = 0.038), Frying Frequency (p-value = 1) relates to the level of free fatty acids in cooking oil used by penyeting traders along Jalan Sirojudin and BanjarsariConclusion: The conclusion of this study is the level of free fatty acids in cooking oil is related to temperature, pH, type of cooking oil, and the color of cooking oil.Keywords: Free fatty acid, edible oil, food stalls
Evaluasi Pengelolaan Limbah Padat di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara Vijja Ratano; Mursid Raharjo; Nurjazuli Nurjazuli
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 3 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.096 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.3.%p

Abstract

Latar belakang: RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara dikategorikan sebagai rumah sakit kelas C. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pengelolaan limbah padat tidak aman dengan terjadinya kecelakaan kerja di tempat kerja serta belum sesuai1204 pada tahun 2004 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 56 Tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan limbah padat di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara.Metode: Penelitian ini merupakan observasional bersifat deskriptif. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini adalah petugas pengelola limbah padat dan masyarakat. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Objek penelitian ini adalah karakteristik limbah padat dan aspek-aspek pengelolaan limbah.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, sumber layanan sampah adalah kamar, kantor dan halaman. Jumlah limbah padat yang dihasilkan rata-rata adalah 1,82 kg / tempat tidur / hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah padat dilakukan dari operasional, kelembagaan, hukum, keuangan dan keterlibatan masyarakat. Penerapan pengelolaan limbah padat meliputi pemisahan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, dan pengangkutan yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.Simpulan: Hasil penilaian pelaksanaan pengelolaan limbah berdasarkan peraturan dicocokkan dengan 58,51% dan tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 1204 pada tahun 2004, yang merupakan minimal 80%.
Gambaran Perilaku Higiene Sanitasi Makanan dan Kontaminasi E.coli pada Pedagang Makanan Jajanan di Sekolah Dasar Kecamatan Genuk, Kota Semarang Intan Ayuning Astuti; Nurjazuli Nurjazuli; Nikie Astorina Yunita Dewanti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 3 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.3.201-205

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Banyak makanan jajanan sekolah yang kurang memenuhi persyaratan kesehatan yang mengancam kesehatan anak. Sehingga diperlukan aspek penilaian higiene sanitasi makanan untuk mengendalikan resiko pencemaran pada makanan. Bakteri yang sering dijadikan indikator pencemaran makanan adalah Escherichia coli. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran praktik higiene sanitasi dan kontaminasi E.coli pada pedagang makanan jajanan di lingkungan sekolah dasar wilayah Kecamatan Genuk, Kota Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif berupa observasi, wawancara dan uji laboratorium. Sampel diambil dengan metode purposive sampling, sebanyak 33 pedagang makanan jajanan di sekolah dasar wilayah Kecamatan Genuk, Kota Semarang.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pedagang makanan jajanan sudah baik yaitu sebanyak 18 (54,5%) responden. Sikap pedagang yang baik yaitu sebanyak 17 (51,5%). Ketersedediaan fasilitas higiene sanitasi yang kurang baik sebanyak 17 (51,5%).Simpulan: Praktik higiene sanitasi pedagang makanan jajanan masih kurang baik yaitu sebesar 18 (54,5%) dan terdapat makanan jajanan yang terkontaminasi bakteri E.coli yaitu sebanyak 11 (33,3%) sehingga higiene sanitasi dari pedagang makanan jajanan perlu diperbaiki. Kata kunci: makanan, higiene, sanitasi, Escherichia coliABSTRACTTitle: A Description of Food Hygiene and Sanitation and E.coli contamination in Snack Food Traders in Genuk Sub-District Primary Schools, Semarang City  Background: Many school snacks is not health for requirements and threaten children's. Some aspects of assessment hygiene and sanitation, control the risk of contamination of the food. Bacteria are often used as indicators of food contamination is Escherichia coli. The main purpose of this research to know the description of food hygiene and sanitation with E. coli contamination on traders' food snacks in elementary school Kecamatan Genuk, Semarang City.Method: This research is a type of descriptive research using a qualitative approach in the form of observation, interviews and laboratory tests. Samples were taken by purposive sampling method, as many as 33 snacks traders in elementary schools in the Genuk District, Semarang City.Result: The results showed the level of knowledge of street food vendors was already good as many as 18 (54.5%) respondents. A good attitude of traders is as much as 17 (51.5%). The availability of poor sanitation hygiene facilities is 17 (51.5%).Conclusion: The sanitation hygiene practices of street food vendors are still not good at 18 (54.5%) and some snacks are contaminated with E. coli bacteria as many as 11 (33.3%) so that the sanitation hygiene of street food vendors needs to be improved.  Keywords: food, hygiene, sanitation, Escherichia coli
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Praktik Perawat dengan Kualitas Pengelolaan Limbah Medis Padat Ruang Rawat Inap Instalasi Rajawali RSUP dr. Kariadi Nopi Reknasari; Nurjazuli Nurjazuli; Mursid Raharjo
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 3 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.18.3.6-11

Abstract

Latar belakang : Instalasi Rajawali RSUP Dr. Kariadi merupakan instalasi yang memberikan pelayan rawat inap yang menghasilkan limbah medis padat pada tahun 2017 sebesar 79.483, 05 kg sedangkan pada tahun 2018 sebesar 81.420,59 kg. Perawat belum mengetahui beberapa fungsi dan simbol limbah medis padat. Perawat berperan dalam mewujudkan kualitas pengelolaan limbah medis padat rumah sakit yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan praktik perawat dengan kualitas pengelolaan limbah medis padat.Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan bersifat observasional yang dilakukan pada ruang rawat inap instalasi Rajawali RSUP Dr. Kariadi. Populasi penelitian ini terdiri dari 277 perawat yang bekerja di instalasi Rajawali. Sampel penelitian berjumlah 72 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling.Hasil : Analisis hubungan antara variabel pengetahuan perawat dan kualitas pengelolaan limbah medis padat memiliki nilai signifikansi p value=0,011. Variabel sikap perawat dengan kualitas pengelolaan limbah medis padat memiliki nilai signifikansi p value=0,524. Sedangkan untuk variabel praktik perawat dengan kualitas pengelolaan limbah medis padat memiliki nilai signifikansi p value=0,059 .Simpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan perawat dengan kualitas pengelolaan limbah medis padat.
Penilaian Proses Pengolahan Limbah Cair di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta Dian Nur Afriliani; Nurjazuli Nurjazuli; Nikie Astorina Yunita Dewanti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 4 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.4.290-296

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Air limbah rumah sakit bersumber dari kegiatan dapur, ruang perawatan, ruang operasi, laboratorium, laundry, dan lain-lain, sehingga kaya akan bahan organik maupun anorganik serta banyak mengandung limbah B3, limbah radioaktif, dan mikroorganisme patogen. Perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air yang mengharuskan setiap rumah sakit memiliki unit pengolahan limbah sendiri atau bersama – sama secara kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penanganan limbah cair serta cara kerja IPAL di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta, membandingkan kualitas hasil parameter limbah cair yang sudah diolah dengan baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah.Metode: Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara mendalam, telaah dokumen, dokumentasi, dan studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pengamatan di lapangan untuk memeroleh gambaran secara langsung proses pengolahan limbah cair serta melakukan diskusi dan wawancara dengan pejabat atau petugas yang bertanggung jawab. Objek penelitiannya  yaitu IPAL di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta. Data yang diperoleh akan dianalisa secara deskriptif dengan pedoman – pedoman dan standar yang ada. Hasil: Hasil pemeriksaan kualitas air limbah masih ada yang melebihi baku mutu pada parameter mikrobiologi Total Coliform mencapai 9000 MPN/100 mL (baku mutu <5000 MPN/100 mL). Hal ini kemungkinan disebabkan tidak berfungsinya fasilitas desinfeksi pada IPAL, sehingga jumlah koliform pada outlet masih tinggi.  Untuk mengatasi hal ini maka desinfeksi perlu difungsikan agar jumlah koliform dapat memenuhi baku mutu yang diizinkan.Simpulan: Pengolahan limbah cair di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta belum sepenuhnya memadai, melihat dari masih adanya parameter yang melebihi standar baku mutu. Disarankan agar rumah sakit memenuhi seluruh ketentuan dan melakukan perbaikan terhadap tiap komponen agar pengelolaan selanjutnya dapat lebih baik.Kata Kunci: rumah sakit, limbah cair, pengolahan ABSTRACTTitle: Assessment of Liquid Wasted Treatment Process at Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta HospitalBackground: Hospital wasted water comes from kitchen, treatment room, operating room, laboratory, laundry, etc., so it is rich in organic and inorganic materials and contains a lot of B3 waste, radioactive wasted, and pathogenic microorganisms. It needs to be processed first before being discharged into a water body which requires each hospital to have its own waste treatment unit or collectively together. This study aimed to determine the process of handling wasted water as well as how the WWTP  works in Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta Hospital, comparing the quality of the results of the waste water parameters that have been processed with the quality standards set by the government.Method: This was qualitative research. Data collection techniques were carried out by in-depth interviews, document review, documentation, and literature. Data collection is done by conducting observations in the field to obtain a direct description of the process of liquid waste treatment and conducting discussions and interviews with officials or officers in charge. The object of the research is WWTP at Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta Hospital. The data obtained will be analyzed descriptively with existing guidelines and standards.Result: The inspection result of wastewater quality showed that it was still exceeds the quality standard on microbiological parameters Total Coliform reaching 9000 MPN / 100 mL (quality standard <5000 MPN / 100 mL). This is probably due to the non-functioning of the disinfection facility in the WWTP, so the number of coliforms at the outlet is still high. To overcome this problem, disinfection needs to be used so that the amount of coliform can meet the permitted quality standards.Conclusion: The processing of wasted water in the Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta Hospital was not yet fully adequate, seeing that there are still parameters that exceed the quality standard. It is recommended that the hospital meets all the provisions and make improvements to each component so that further management can be better.Keywords: hospital, waste water, treatment
Systematic Review: Paparan Karbon Monoksida Dan Gangguan Tekanan Darah Pada Dewasa Dan Lansia Humaira Rofidah Zahra; Budiyono Budiyono; Nurjazuli Nurjazuli
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 18 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 18 No. 2, Juli 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.39 KB) | DOI: 10.31964/jkl.v18i2.305

Abstract

The most common blood pressure disorders are high blood pressure and low blood pressure. One of the risk factors that is assumed to affect blood pressure is carbon monoxide exposure. This study aims to collect information about the association between carbon monoxide exposure and blood pressure disorders in adults and the elderly. Articles were collected through national journals database namely Portal Garuda and Google Scholar, and international journals through Pubmed, Scopus, and PROQUEST. The keyword combinations used are ‘karbon monoksida’, ‘tekanan darah’, ‘COHb’, ‘polusi udara’, ‘tekanan darah sistolik’, ‘tekanan darah diastolik’, ‘carbon monoxide’, ‘blood pressures’, ‘systolic blood pressure’, and ‘diastolic blood pressure’. The article search found out 20 articles eligible for inclusion criteria. The literature review shows the relationship between CO exposure and blood pressure. CO exposure can be at risk increased systolic blood pressure from 0.43 mmHg to 15 mmHg, as well as an increase in diastolic blood pressure from 0.39 mmHg to 9 mmHg. Acute or chronic carbon monoxide exposure has been shown to affect disorders on blood pressure characterized by an increase in both systolic and diastolic blood pressure.
Co-Authors A'yunina, Anggun Abd. Rasyid Syamsuri Abudin, Syafii Afriyanto Afriyanto Agustina Ayu Wulandari, Agustina Ayu Albertus Ata Maran Alfadhylla Rosalina Wibisono Alfan Aulia Alice Ximenis Naben Anak Agung Gede Sugianthara Anies Anies Apriyana Irjayanti Ari Suwondo Aris Santjaka Arum Sari, Anika Arum Siwiendrayanti Ashanur Jenni, Ashanur Astorina Yunita Dewanti, Nikie Atik Mawarni Ayun Sriatmi B Budiyono Bagoes Widjanarko Bahtiar Bahtiar Baji Subagyo Bari'ah, Asti Awiyatul Bayu Chondro Purnomo Billy Zia Napoleon Bayusunuputro Bina Ikawati Budi, Waella Septamari Budiono Budiono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Cecilia Sri Rahayu David Laksamana Caesar, David Laksamana Deby Hizky Butarbutar Deviandhoko Deviandhoko Dian Nur Afriliani Dinar Matsnanuha Khalista Diyah Nur Ekowati Dorce Mengkidi, Dorce Dwi Saptarini, Swastika Dyah Puji Lestari, Dyah Puji Edo Muhammad Edwina Leonita Pyopyash Eko Handoyo Eko Sediyono El Muzdalifa Elsa Christiana Hutajulu Elvi Sunarsih Elza Muthia Septanti Endang Sukawati, Endang Eni Mahawati Eny Hastuti, Eny Erlina Krisanti Fathur Rokhman Fatma Nur Suryaningrum Fauziyyah, Rizqiana Fernando P, Nickolas Fikri Faidul Jihad Gandha Sunaryo Putra Hanan Lanang Dangiran, Hanan Lanang Hanif Tegar Muktiana Sari Haryati Boimau, Curniasti Duhitantia Humaira Rofidah Zahra Ike Ani Windiastuti Intan Ayuning Astuti irene silitonga, irene Islamiyati, Nur Izza Hananingtyas Jamal Hisham Hashim James Khristian Imbiri Juliana, Cut Karroghi, Silmi Aziza Kartika Dian Pertiwi Khairunnisa, Shafira Mutia Kholilah Samosir Kuswati Kuswati Laliyanto Laliyanto Linda Triana Lubriyana, Triyani M. Sakundarno Adi Marisdayana, Rara Martha Irene Kartasurya Martini Martini Masfufatun Juni, Masfufatun Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Maulida, Devina Alya Maurend Yayank Lewinsca Maurend Yayank Lewinsca Meta Suryani, Meta MG Catur Yuantari Miftahur Rohim, Miftahur Mochammad Imron Awalludin Muh, Fauzi Muhammad Addin Rizaldi MUHAMMAD ALI Mujiarto, Eko Mursid Rahardjo Mursid Rahardjo Mursid Raharjo Murthya Azhari Nabilah Zahra Nadiva Dzikriyati Nadiva Dzikriyati Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Ningrum, Cuciatun Nopi Reknasari Nopriwan Nopriwan Nur Endah Wahyuningsih Onny Setiani Paramastri, Nerpadita Poppi Nastasia Yunita Dewi Praba Ginanjar Pradnyandari, Ida Ayu Tika Pramudiyo Teguh Sucipto, Pramudiyo Teguh Purnama, Wary Purwanto, Anto Purwita Sari, Purwita Pusaka, Semerdanta Qolifah, Lina Nur Rahanyamtel, Robo Rahman, Muhammad Auliya Rasyid, Khairul Retno Wulandari Richard Victor Ombuh Riyana Husna Riyana Husna Rizka Dwiyovita Rizky Aulia Salsabila AM ro'isah - ayu Rodhwa Asma&#039; Amanina Rositian, Ade Melia Rosmiati Saleh Rozi, Choirul Rusiyati Rusiyati Samal, Rizky Febryan Samsul N Hidayat, Samsul N Sari Lestari Rahmawati Septo Pawelas Arso Sigit Tri Ambarwanto, Sigit Tri Siti Fitriatun, Siti Siti Maisyaroh Bakti Pertiwi Siti Vitria Nurpauji, Siti Vitria Siti Yulaekah, Siti Slamet Budiono Slamet Wardoyo Solly Aryza Sri Handayani Sri Mulyati Sri Ratna Astuti, Sri Ratna Sriratih, Eldrajune Agnes Suci Kurniawati Sudarmanto Sudarmanto, Sudarmanto Suhartono Suhartono, Suhartono Sujarwo Sujarwo Sularno, Suryo SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistiyani Sulistiyani Sulistyani Sulistyani Supriyono Asfawi Sutrisno Anggoro Sutrisno, Sutrisno Suwito Suwito Syamsulhuda BM Teguh Budi Prijanto, Teguh Budi Tri Joko Tri Joko Tri Joko Tri Joko Tri Joko Trijoko Trijoko Tuakong, Wigberta Mogi Untari Fajar Suryani Untung Sujianto Vijja Ratano Vira Tika Yuniar Virgianti, Liza Wahyu Widyantoro Wahyudi Wahyudi Wardana, Lalu Muhammad Fikri Watmanlusy, Efraim Widjaranko, Bagoes Wikri Eko Putra Yana Afrina Yana afrina Yigibalom, Nofi Yundari, Yundari Yuni Pradilla Fitri Yusniar Hanani Yusniar Hanani D., Yusniar Yusniar Hanani Darundianti Yusniar Hanani Darundiati Yusniar Hanani Darundiati Zeta Rina Pujiastuti, Zeta Rina