Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

PERS DI KOTA TASIKMALAYA, 1900-1942 Miftahul Falah
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.218 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5483

Abstract

Pemerintahan Kota Tasikmalaya baru berdiri tahun 2001 sebagai pemekaran dari Kabupaten Tasikmalaya. Namun demikian, eksistensi Kota Tasikmalaya setidak-tidaknya telah dikenal dalam struktur Pemerintahan Hindia Belanda sejak tahun 1820 seiring dengan pembentukan District Tassikmalaija op Tjitjariang. Sampai pertengahan Abad ke-20, dinamika masyarakat Kota Tasikmalaya ditandai dengan maraknya penerbitan berbagai surat kabar dan majalah yang dikategorikan sebagai pers Indonesia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertumbuhan pers di Kota Tasikmalaya dalam kurun waktu 1900-1942? Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 1900-1942, sekitar empat belas surat kabar dan dua majalah telah terbit di Kota Tasikmalaya. Bahasa yang dipergunakan adalah bahasa Sunda dan sebagian lagi bahasa Indonesia. Sementara itu, usia terbit pers berkisar dari 6 bulan sampai 3 tahun karena lazimnya pers Indonesia, masalah modal menjadi kendala utama. Berbagai isu politik, ekonomi, kriminalitas, olah raga, peperangan, dan berbagai persoalan yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat Tasikmalaya merupakan pokok pemberitaan dari surat kabar. Selain itu, masalah-masalah keagamaan baik yang berkaitan dengan peribadatan maupun kehidupan sosial-politik menjadi pokok berita bagi dua majalah yang terbit di Kota Tasikmalaya, yaitu Al-Mawaidz dan Al-Imtisal. Namun demikian, beberapa surat kabar pun memberitakan masalah keagamaan seperti yang dilakukan oleh Ichtiar, Ksatrya, Pera Expres, dan Toembal.
RUANG TERBUKA HIJAU DALAM TATA RUANG KOTA BANDUNG AKHIR ABAD XIX HINGGA PERTENGAHAN ABAD XX Miftahul Falah
Sosiohumaniora Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1536.438 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i2.21020

Abstract

Dalam tata ruang kota, ruang terbuka hijau merupakan salah satu komponen pembentuk fisik kota dan keberadaannya menjadi salah satu indikator penilaian terhadap kualitas lanskap kota. Di Kota Bandung, ruang terbuka hijau cukup banyak baik yang dibangun pada masa kolonial maupun masa kemerdekaan, tetapi secara historis, belum banyak yang mengkaji. Bagaimana keletakan ruang terbuka hijau dalam konstelasi tata ruang Kota Bandung pada Abad XX? Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan itu, dalam kajian ini diterapkan metode sejarah yang dalam tataran operasional terdiri atas empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk menganalisisnya, digunakan konsep morfologi kota yakni salah satu pendekatan dalam mengkaji kota dengan menekankan pada aspek perubahan fisik kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Pemerintahan Gemeente Bandung (Pemerintah Kota Bandung), ruang terbuka hijau lebih banyak dibangun di wilayah Bandung Utara; hutan kota yang ada Kota Bandung yang dikenal dengan nama Jubileumpark memiliki area lebih luas dibandingkan dengan kondisi sekarang; taman-taman kota yang telah dibangun oleh Pemerintah Gemeente Bandung sebagian besar masih berfungsi setelah direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Bandung; dan beberapa taman kota mengalami transformasi karena berbagai alasan, antara lain ketidaksesuaian dengan budaya lokal. 
Co-Authors Abdurahman, Imam Ade Kurniawati Aditya Putra Maulana Agung Kurnia Solihin Agusmanon Yuniadi Agusmanon Yuniadi Alfath Sidik Ali Ibrahim Andriani, Juwita Anggia Suci Pratiwi April Laksana Ardiansah Abdillah, Rifan Ari Wedhasmara Arislan, Andika Dwiki Asep Setiawan Asti Tri Lestari, Asti Tri Budimansyah Budimansyah Dade Mahzuni Diah Prastyani Dian Palupi Rini Dioso, Regidor III Donda, Donda Faiza Renaldi Fajri Rakhmat Umbara Fauziah, Hilma Fiza Febrian, Kaka Azi Fadhilah Ferdiana, Riska Fiftinova Fitri Nurlina Florensia, Yesinta Ginting, Manan Halima Akter Hani Handayani, Hani Haq, Dhiqi Abdul Hariyanto HARIYANTO HARIYANTO Helmi Fauzan Zamaludin Herdiani, Ida Heri Budiawan Hikmawan, Oksya Hutajulu, Poltak Evencus Ichwanul Muslim Karo Karo Ida Rosidawati Imaniar, Melsa Sagita Imbron, Imbron Indra Gunawan Indra Setiawan Kaka Azi Fadhilah Febrian Karo karo, Justaman Arifin Ken Ditha Tania Kunto Sofianto Kunto Sofianto Kunto Sofianto Kurnia Solihin, Agung Kurniawati, Ade Lilis Lismayanti Lilis Lismayanti Marbun, New Vita Mey Dessty Martanti, Nurmala Nurani Mastura Diana Marieska Meylani Utari Mirnandaulia, Meutia Mochamad Febry Herdian Muhammad Bryan Putra H Muhammad Dizkri Amrullah Muhammad Rafli Efendi Muhammad Rifa’I Muhammad Saefulloh Muhammad Taufiq Muksin, Asep Mumuh Muhsin Zakaria Mutawally, Anwar Firdaus Nandang Firman Nurgiansyah Neni Nuraeni Nina Herlina Nina Herlina Lubis Nina Herlina Lubis Novi Yusliani Nugraha, Budy Nur Fadhilah Nurani, Ai Yasri Nurdianti, Dewi Nuryadin, Yadin Nyai Kartika Pangripta, Genta Pardede, Erwin Pasundani, Nita Perani Rosyani Primanita, Anggina Putri Nur Sabrina Putri, Amelia Rizki Rachmiadji, Irwan Rahmat Permana, Rahmat Ramdan, Mardiana Mochamad Restiana, Nia Rina Adyawardhina Rosnawanty, Rosy Sabrina, Putri Nur Said, Faridah Mohd. Sansuwito, Tukimin Sari, Nina Pamela Saryomo Sasyari, Usman Setiani, Ayu Sevtiyuni, Putri Eka Shadam, Muhammad Shajeda Akhter Simanjuntak, Andreas Rumata Siregar, Emil Salim Parhimpunan Sitepu, Evi Christiani Sulidar Fitri Taofik Muhammad Taopfik Muhammad Tarigan, Enda Rasilta Br. Tengku Rachmi Hidayani, Tengku Rachmi Tumpa Gharami Umam, Syahrul Widyo Nugrahanto Winda Kurnia Sari Yanti, Tasya Dwi Yastuti, Meylani Indri Yulita, Feni Yunianto YUNITA Yuyun Solihatin Zainal Muttaqin Zakaria, Hadi Zalianti, Nova Zamaludin, Helmi Fauzan