Claim Missing Document
Check
Articles

Adsorption of Rhodamine B From Industrial Wastewater Using Bottom Ash Adsorbent from Palm Oil Mill Boiler Combustion: A Fixed-Bed Column Study Rianda, Rizki; Maulana, Muhammad Zikri; Kurniawan, Meutia; Panjaitan, Muhammad Ishak Idrus; Salim, Muhammad Yahdi; Sylvia, Novi; Zulmiardi; Meriatna
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol. 13 No. 2 (2024): December 2024 [Nationally Accredited Sinta 2]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v13i2.10702

Abstract

Increased textile industry production increases water pollution, especially rhodamine B dyes that are difficult to degrade. Global efforts to reduce water pollution through the adsorption process have been carried out with various adsorbents, the utilization of bottom ash from palm oil mill boiler combustion waste is still very minimal. This study examines the effect of contact time and bottom ash adsorbent mass on the adsorption capacity and absorption efficiency of rhodamine B using a fixed bed column adsorption process. The results showed that the longer the adsorption time, the higher the absorption efficiency. In the rhodamine B adsorption process, the best absorption efficiency was 98.308% at 10 cm bed height for 120 minutes and the best absorption capacity was 0.474 mg/g at 12 cm bed height for 150 minutes. The R2 price of Langmuir isotherm was 0.9999. FTIR analysis showed the presence of -OH, C-H, C=C and C-O functional groups that play a role in the adsorption process. The surface area of bottom ash from SAA test was 94.517 m2 /g. The SEM-EDX test analysis results had dominant elements of C, O and Si which showed good adsorption activity. From the results of the study that bottom ash from the combustion of oil palm mill boilers can be used as an effective adsorbent in reducing rhodamine B.
Pengaruh Compatibilizer Polyvinyl Alcohol-graft-Maleic Anhydride (PVA-g-MAH) terhadap Karakteristik Plastik Degradable Berbasis Pati Sagu dan Pati Biji Nangka Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri; Sylvia, Novi; Riza, Medyan
Jurnal Riset Kimia Vol. 15 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v15i2.695

Abstract

Degradable plastics may be employed as a substitute for conventional plastics in various commercial applications. Plastics made from starch and PVA-g-MAH are biodegradable. This research uses sago and jackfruit starch, a maleic anhydride compatibilizer, and PVA to make degradable plastics stronger. The research method consists of several stages, making sago starch and jackfruit seed starch, preparing degradable plastic synthesis, and testing the resulting degradable plastic. The test of mechanical characteristics of degradable plastics carried out is the tensile strength test of 4.41 Mpa - 6.02 MPa on sago starch-based degradable plastic with PVA-g-MAH, while the tensile strength of 6.86 - 8.43 MPa on jackfruit seed starch-based degradable plastic with PVA-g-MAH. The test shows that the compound is hydrophilic, meaning it binds to water and is easily degraded by soil. The DSC thermogram shows that the plastic samples degrade when heated, both thermogram peaks occur which indicate physical changes. The swelling value obtained in sago starch degradable plastic with PVA-g-MAH is (28.14-72.17%) while in jackfruit seed starch degradable plastic, the swelling obtained ranges from (25.91-84.72%) showing a good result. Sago starch and jackfruit seed starch degradable plastics degraded in 6-18 days using PVA-g-MAH. Sago starch and jackfruit seed starch-based plastics using PVA-g-MA meet the ASTM 6400 standard for biodegradable plastics. The plastic should be able to biodegrade up to 60% within six months or 90% within one year.
KARAKTERISASI BIOBRIKET DARI TEMPURUNG KEMIRI Nissah, Khairun; sulhatun, sulhatun; Masrullita, Masrullita; Muarif, Agam; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15088

Abstract

Biobriket adalah padatan yang dibuat melalui kompresi dan tekanan yang menghasilkan sedikit asap saat dibakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur sifat-sifat biobriket cangkang kemiri seperti densitas, nilai kalor, kandungan volatil, dan kandungan karbon padat. Penelitian ini sebelumnya telah dilakukan dengan memproduksi biobriket dari cangkang kemiri dengan menggunakan proses pirolisis sebagai bahan bakar alternatif. Oleh karena itu, proses pirolisis tidak digunakan dalam penelitian ini. Bahan dasar cangkang kemiri dijemur di bawah sinar matahari selama 48 jam kemudian digiling dengan crusher. Ukuran partikel cangkang kemiri divariasikan dengan ukuran sebagai berikut: 50 mesh, 60 mesh, 80 mesh, dan 100 mesh. Biobriket diproduksi dengan perbandingan perekat yang berbeda-beda yaitu 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5%. Kemudian keringkan dalam oven dengan suhu 105„ƒ selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan kualitas biobriket cangkang kemiri densitas tertinggi terdapat pada sampel D4 (yaitu 0,965 g/cm3) dan kandungan volatil tertinggi terdapat pada sampel D4 (yaitu 14,54%). Kandungan karbon padat tertinggi terdapat pada sampel A1 yaitu 74,923% dan nilai kalor tertinggi terdapat pada sampel D4 yaitu 5239,08 kal/gr.
PEMBUATAN SABUN PADAT DENGAN PENAMBAHAN ESSENTIAL OIL LAVENDER DAN SCRUB OAT SEBAGAI ANTI INFLAMASI DENGAN METODE COLD PROCES Ramdhani, Nevia Arbi; Sylvia, Novi; ., Faisal; Hakim, Lukman; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15194

Abstract

Sabun adalah senyawa natrium yang terbentuk dari asam lemak dan digunakan sebagai agen pembersih tubuh. Sabun biasanya berwujud padat, mampu menghasilkan busa, dan dapat mengandung bahan tambahan tertentu. Pentingnya, sabun dirancang sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Proses pembuatan sabun melibatkan pengikatan asam lemak dengan alkali, seperti natrium hidroksida (NaOH), yang menghasilkan sabun padat, atau yang lebih dikenal sebagai hardsoap. Sabun padat diproduksi melalui metode cold process, tanpa pemanasan, dengan mencampurkan bahan utama berupa minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak zaitun dengan alkali. Kemudian, ditambahkan essential oil lavender dan scrub oat ke dalam campuran tersebut. Proses selanjutnya melibatkan penggunaan hand mixer sebelum dicetak, dengan masa curing selama 2 minggu. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya yang belum pernah dilakukan adalah memvariasikan bahan dengan penambahan essential oil lavender dan scrub oat sebagai anti inflamasi. Analisa mutu sabun dilakukan berdasarkan SNI No.3532-2021 serta uji fisik sediaan sabun dengan parameter pengujian meliputi kadar air, alkali bebas/ asam lemak bebas, pH, stabilitas busa, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air sabun yaitu berkisar 3,4% -7%, asam lemak bebas berkisar 0,38%- 0,78% dan uji fisik yaitu pH berada dikisaran 9,49-10, uji stabilitas busa berada dikisaran 70,66%-79,62% dan uji organoleptik menghasilkan sediaan warna, aroma dan tekstur yang bervariasi. Dapat dilihat dari hasil penelitian ini bahwa sabun padat dengan penambahan essential oil lavender dan scrub oat dengan metode cold proces telah memenuhi standar SNI dan uji fisik yang aman dipakai Kata Kunci:Asam Lemak Bebas, Alkali, Kadar Air, Essential Oil, Ph, Sabun, Scrub Oat, Stabilitas Busa, Organoleptik
Kinetika Reaksi Hidrolisis Biji Bunga Matahari (Helianthus Annuus L.) Menjadi Glukosa Menggunakan Katalisator Asam Klorida. Sinaga, Ahmad Roihan; Meriatna, Meriatna; Sylvia, Novi; ZA, Nasrul; Ibrahim, Ishak; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15309

Abstract

Biji bunga matahari memiliki kandungan gula sebesar 2,62 gr dan kandungan karbohidrat sebesar 24 gram. Metode hidrolisis adalah proses pembentukan gula dari karbohidrat. Menggunakan asam klorida sebagai katalis dan menyesuaikan suhu dan waktu hidrolisis adalah metode yang digunakan untuk membuat penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan kecepatan di mana pati diubah menjadi glukosa, mekanisme yang mendasari reaksi hidrolisis, dan bagaimana pati diekstraksi dari biji bunga matahari. Menggunakan katalis asam klorida, hidrolisis akan dilakukan dalam serangkaian alat hidrolisis. Penelitian ini pernah dilakukan dengan jenis katalis yang berbeda tetapi hanya menggunakan satu suhu dan waktu reaksi, maka untuk melihat perbandingan yang terjadi akan dibuat penelitian dengan variasi suhu dan waktu reaksi dan jenis katalis yang berbeda serta membuatnya kedalam studi kinetika reaksi. Beberapa variasi suhu reaksi yang akan digunakan adalah 75,80,85,90, dan 95 °C. Waktu hidrolisis dijalankan selama 30,45,65,75, dan 90 menit. Hidrolisis biji bunga matahari dengan asam klorida, menurut hasil peneltian yang telah dilakukan, adalah reaksi orde satu semu dengan konversi glukosa tertinggi didapat pada kondisi waktu selama 90 menit dan pada suhu hidrolisis 95 °C. Didapat energi aktivasi 17,806 J/mol dengan beberapa nilai konstanta kecepatan reaksi hidrolisis biji bunga matahari yaitu 1,88 x 10-3, 2,24 x 10-3, 2,38 x 10-3, 2,50 x 10-3, dan 2,69 x 10-3 menit-1. Tingkat glukosa tertinggi adalah 5,23 mg/ml dengan konversi tertinggi sebesar 34,83 %.
PENGARUH ZEOLIT SEBAGAI KATALIS DALAM PROSES HIDROLISIS PATI UBI JALAR KUNING ( Ipomoea Batatas L) MENJADI GLUKOSA Cahyati, Annisa Ayu; Azhari, Azhari; Mulyawan, Rizka; Hakim, Lukman; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.15768

Abstract

Glukosa ialah cairan kental dan jernih yang mengandung D-glukosa, maltose, dan polimer D-glukosa yang dihasilkan dari hidrolisis pati atau polisakarida lain, seperti selulosa, menggunakan asam atau enzim. Zeolit adalah katalis yang dimaksudkan untuk memecah pati menjadi glukosa. Dalam proses ini, massa zeolit berkisar antara 15, 20, 25, dan 30 gram, dan dengan perbandingan berbeda antara pati ubi jalar kuning dan air, adalah 10:100; 15:120; 20:140; 25:160; dan 30:180. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kinerja katalis heterogen dan massa zeolit selama hidrolisis. Hasil penelitian sediaan ini menunjukkan bahwa jumlah zeolit yang lebih besar sebanding dengan kualitas glukosa yang diproduksi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sediaan glukosa dengan massa zeolit 30 gram dengan perbandingan 30:180 adalah formula terbaik. Sediaan masker, yang memiliki kadar glukosa 0,8975 %, kadar air 3,73%, densitas 1,0450 gram/ml, dan uji organoleptik yang sangat disukai pada perbandingan 25:160 dengan massa zeolit 30 gram, adalah yang terbaik. SNI 01-2978-1992.
Metode Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Digital Sylvia, Novi; Hadiana, Deni
Indonesian Journal of Education and Learning Vol. 7 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijel.v7i2.1331

Abstract

Di tengah tantangan disrupsi bahasa pada era digital, metode pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia harus relevan. Guru harus menyesuaikan metode yang digunakan di dalam kelas dengan kebutuhan guna menunjang keberhasilan pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguasaan guru terhadap metode pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subjek penelitian yaitu 160 guru sekolah menengah atas yang berasal dari Kalimantan Barat, Papua, Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Data dikumpulkan melalui tes mengenai kesesuaian metode pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia serta angket mengenai persepsi guru terhadap metode pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Analisis data menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan oleh 73% guru bahasa dan sastra Indonesia di sekolah menengah atas terkategori sesuai. Sebanyak 62% guru juga menyatakan bahwa metode pembelajaran bahasa dan sastra yang mereka gunakan di dalam kelas mampu menjadikan siswa kreatif serta mendorong adanya rasa ingin tahu dan kerja keras.
Promoting Research-Based School Reform: What Indonesian Teachers Expect Sylvia, Novi; Hadiana, Deni
Proceedings International Conference on Education Innovation and Social Science 2023: Proceedings International Conference on Education Innovation and Social Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research culturization and structurization are essential for society in the current era of information acceleration. This significance is no exception and is highly specialized in educational institutions such as formal schools. Teachers as academic actors who are directly in contact with students know the ins and outs of the challenges faced at school. This study aims to analyze teachers' expectations of research-and-innovation-based school/madrasa (Sembari) as expectations shape perception and influence the implementation. A hundred teachers from Indonesia's primary, secondary, and senior education levels became the research object by completing the MIMPI Sembari questionnaire. The teachers support the implementation of culturization and structurization of research and innovation. Their expectations are holistic by including expectations for each structure, namely teachers, students, and the school, and the implementation of Sembari at school. The findings of this study shift the paradigm of research practice at schools, which are only concerned with a culture of research competition between students. These findings support the essential culturization and structurization of research at Indonesian schools and madrasas. Teachers' expectations represent the practical needs of teachers and teachers' observation of education practice at schools. Further research about school structure and culture can be developed by exploring schools' needs from various perspectives.
MEASURING THE CHARACTER INTEGRITY OF PRIANGAN STUDENTS: CASE STUDY IN GARUT Salman, Ibnu; Albana, Hasan; Izazy, Nurul Qolbi; Sylvia, Novi; Hadiana, Deni
FIKRAH Vol 6 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v6i2.20576

Abstract

Integrity and good character are two qualities that are important for students. Entering the newnormal era, this character becomes a particular attraction, especially regarding students' honesty in participating in online/offline learning. Sometimes, the integrity character may not receive maximum attention from the school community and policymakers because the argument is that there is already conditioning in the environment. Schools foster the character of integrity, but from the observations of some teachers, they do not carry out and provide supervision during the learning process. These small rights can lead to the phenomenonof dishonesty, such as cooperation that is not allowed during the test (congregational cheating/academic honesty). The research method carried out is more qualitative. However, it also uses quantitative data as a support to sharpen the analysis. The primary data collection methods are interviews, observation, and document review. The results of the studyindicate that the character integrity of students ideally has a model or example of the applicationof the character of integrity, especially in the aspect of honesty, applying a reward and punishment model to students with good character.
FROM DICTIONARY TO LLMs: RETHINKING LANGUAGE LEARNING, ASSESSMENT, AND TEACHER ROLES IN THE ERA OF GENERATIVE AI Sylvia, Novi
JR-ELT (Journal of Research in English Language Teaching) Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Research in English Language Teaching
Publisher : English Language Education Program, Faculty of Education and Teacher Training, Sulthan Thaha Saifuddin State Islamic University of Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/5ems2c73

Abstract

Assessment in language learning has become increasingly complex in the era of generative artificial intelligence, particularly when learners’ integrity and ethical awareness are not yet sufficiently developed. This study aims to map the shifting landscape of language learning amid the rapid emergence of generative AI tools such as ChatGPT and Gemini. Employing a literature review methodology, this study analyzed 20 relevant peer-reviewed articles published between 2023 and 2025 that examine language learning practices in the context of generative AI. The findings reveal an evolutionary shift in language learning practices, moving from passive reference tools such as printed and digital dictionaries toward interactive, adaptive, and dialogic systems. The expanded access to linguistic input, real-time feedback, and personalized practice is concentrated on practical and procedural aspects of language learning, including writing support, grammar correction, vocabulary practice, translation, and automated feedback rather than deeper understanding of structures, meaning-making processes, and the construction of knowledge in long-term memory. This imbalance indicates that current AI-supported practices tend to enhance efficiency and surface-level performance rather than durable language competence. The findings suggest an urgent need to redesign language assessment practices that align with emerging cultures of AI-assisted autonomous learning while maintaining academic integrity and meaningful learning.
Co-Authors -, Jalalludin . ELWINA . Elwina . Wusnah . Wusnah . YUNARD . Yunardi Abrar Muslim Abrar Muslim Abrar Muslim Agam Muarif Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ainun, Sarifah Akbar, Alpadilah ALBANA, HASAN Amanda Fitria Rahmadani Nasution Ananda Monarita Ananda, Aldila Andre Yosi Andri Nur rizky Anisa Anisa Anisa Aulia Anisma Fahmi Anisyah Padang Arif Maulana Arif Setiawan Aulia, Muhammad Rifki Aulia, Yeni Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari Bima Bahyuzi Cahyati, Annisa Ayu Cut Mauliza Utary Deni Hadiana, Deni Devi, Sri Marlia Dinda Humaira E. Elwina Eddy Kurniawan Elviana, Suci Elwina Elwina Evi Juliati Fahirul Muhar Fahirul Muhar Faisal . Faisal Faisal Faisal Faisal Fajar Sidiq Seregar Fazira, Zetta Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Frastika, Triana Indah Handewi Purwati Saliem, Handewi Purwati Hariyadi, Asful Haslina Haslina Hendi Setiawan Hesni, Yuli Holila, Manna Husna, Uswatun Husni Husin Husni Husin Husni Husni Ibnu Salman, Ibnu Ibrahim, Ishak Ilham Maulana Inggit Kresna Maharsih Iqbal Kamar Iqbal Kamar Irma Yani, Irma Ishak Ibrahim Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Izazy, Nurul Qolbi Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Janni, Miftahul Kamar, Iqbal Khairunnisa Khalsiah Khalsiah Kurniawan, Meutia Leni Maulinda, Leni Leni, Maulinda Lia Sobrina Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Lusi Ernawati Luthpia Adha M Ali Anto M Anjes Laudi M Riza M Zulfadhli Mariana Mariana Maryana Maryana Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Maulana, Muhammad Zikri Mauliza Asri Mawaddah Fitria Medyan Riza Medyan Riza Memik Dian Pusfitasari Meriatna Meriatna Monika Ramazela Muhammad Muhammad Muhammad Subhan Mulyawan, Rizka Mutia Reza Mutia Reza Mutia Reza Mutiara Lestari Simanjuntak Nabila Adhani Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrul Za, Nasrul Za Nasrun, Mahdalena Nia Sagita Lestari Nissah, Khairun Nur Alia, Nur Nur Asiah Indah Rahayu Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Oktaviani oktaviani Panjaitan, Muhammad Ishak Idrus Permatasari, Anggraeni Dian pradana, ardie surya Purwoko, Agus putri, intan nanda Putri, Melani Annisa Qisti, Ruhul R.A Nita Rosalinda Muttaqin Rahayu Retnowulan, Sri Rahmi, Delfi Ramadhan, Cindia Ramdhani, Nevia Arbi Ranti Kusuma Wardhani Ranti Kusuma Wardhani Raudhatul Ulfa Retnowulan, Sri Rahayu Reza, Mutia Rianda, Rizki Rido Lumban Tobing Ridwandi Riska Putri Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Roja Andesta Rozanna Dewi Safriwardi, Ferri Said Jalalul Akbar Salim, Muhammad Yahdi Sandi, Nazlia Armita Saputra Ramadhan, Muhammad Bagus Sarah Sarah Sembiring, Rinawati Seriani Annisa Silitonga, Hanna Amaliah Sinaga, Ahmad Roihan Siti Nurhaliza Sitorus, Sarifah Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafriandi Damanik Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Taufiq Taufiq Thalia Winda Sari Thalia Winda Sari Ulfa, Raudhatul Vebry Ade Vrans Veithzal Rivai Zainal Wawan Setiawan Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Yazid Bindar Yazid Bindar Yazid Bindar Yogi Ardhika Wijaya Yonita Putri Roja Yosi, Andre Yunardi, Y yunardi, yunardi Yuni Evama Yusi Riksa Yustiana, Yusi Riksa Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri Zulnazri, Z