p-Index From 2021 - 2026
8.415
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Studi Pemerintahan Jurnal Kebijakan Publik Ilmu Administrasi Publik Publica : Jurnal Administrasi Pembangunan dan Kebijakan Publik JURNAL KOLABORASI E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal EMT KITA Jurnal Komunikasi Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmu Administrasi Publik (JIAP) Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara JURNAL REFORMASI ADMINISTRASI Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani Transparansi Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat Perspektif Komunikasi; Jurnal Ilmu Komunikasi dan Komunikasi Bisnis Journal of Social Politics and Governance (JSPG) Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal MSDA (Manajemen Sumber Daya Aparatur) Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Journal of Contemporary Governance and Public Policy Jurnal Pemerintahan dan Kebijakan (JPK) Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP) Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Aplikasi Administrasi: Media Analisa Masalah Administrasi Journal of Research and Development on Public Policy MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan SWATANTRA Public Policy Journal Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Intelektual: Jurnal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Moneta : Journal of Economics and Finance Jurnal Studi Pemerintahan Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Perspektif Administrasi Publik dan hukum Studi Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Public Policy : Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik dan Bisnis
Claim Missing Document
Check
Articles

Leadership in The Digital Era: Building Public Trust and Participation Taufiqurokhman; Izzatusholekha; Mawar; Abdul Rahman; Nida Handayani
SWATANTRA Vol. 24 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/swatantra.24.1.75-88

Abstract

This study aims to understand how leadership in the digital era builds trust and encourages public participation, with a focus on communication strategies and the use of digital technology. The research method used is qualitative with a descriptive design, to describe the leadership phenomenon in depth based on the perceptions and experiences of participants. The study was conducted in Bandung City as a location that is digitally and socially active. The population in this study were government officials and digitally active citizens, with a sample of 15 people consisting of public officials, social media practitioners, and community leaders, selected purposively. The results of the study indicate that effective digital leadership is characterized by information transparency, interactive engagement with the community, and the ability to manage reputation online. Public trust is formed from consistent communication and rapid response to issues. Participation increases when leaders open up a two-way dialogue space. Research recommendations encourage strengthening digital literacy for leaders, implementing participatory communication platforms, and developing digital ethics policies that protect the public's right to information and privacy.
Deadly Coal Social Campaign in Environmental Policy Advocacy for Indigenous Community of Kalimantan Winda Dwi Astuti Zebua; Abdul Rahman; Syifa Astasia Utari; Wisnu Hasanudin; Dwinarko Dwinarko
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2023): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v11i2.7749

Abstract

In the midst of the high production of coal to meet the energy needs of society, JATAM strives to carry out a social campaign for environmental advocacy in the indigenous communities of Kalimantan. The purpose of this article is to describe the management of JATAM's deadly coal campaign in advocating for the environmental rights of indigenous communities in Kalimantan due to coal mining activities. A qualitative research approach was chosen to uncover data to address these objectives. The data collection techniques employed were interviews and documentation through online media monitoring. The data analysis technique utilized three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained indicate that the campaign aims to advocate for the rights of indigenous communities in Kalimantan to have a safe and healthy environment without mining contamination. The primary target audience includes indigenous communities and the government. In its implementation, JATAM engages in discussions and provides writing training for indigenous communities. Furthermore, JATAM collaborates with Greenpeace and other international NGOs to conduct on-the-ground lobbying of government policies through various actions. The targeted communities have shown a change in attitude and behavior, demonstrating acceptance and willingness to learn about the impacts of mining and their rights to life in their indigenous land.
EVALUASI KEBIJAKAN PENGENDALIAN POLUSI UDARA DI KOTA TANGERANG SELATAN DALAM UPAYA MEWUJUDKAN KUALITAS LINGKUNGAN YANG SEHAT DAN BERKELANJUTAN Alifah Sulaihah; Miftah Anandini; Irdan Suwardana Yahya; Tri Salwa Riyadi; Abdul Rahman
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 1 (2026): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v13i1.22406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengendalian polusi udara di Kota Tangerang Selatan dalam upaya mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa tingginya kadar PM₂.₅, peningkatan jumlah kendaraan bermotor, serta lemahnya tata kelola lingkungan menyebabkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat dan berkontribusi pada meningkatnya kasus penyakit pernapasan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka yang dianalisis melalui indikator evaluasi kebijakan menurut William N. Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, kesetaraan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian polusi udara yang telah diterapkan, seperti uji emisi kendaraan, peningkatan ruang terbuka hijau, sistem pemantauan kualitas udara, serta kampanye lingkungan belum berjalan optimal dalam implementasi dan dampaknya terhadap penurunan emisi. Hambatan yang ditemukan mencakup koordinasi lintas sektor yang lemah, rendahnya partisipasi masyarakat, pemanfaatan anggaran yang belum efisien, serta belum adanya instrumen kebijakan yang adaptif berbasis data real-time. Meskipun kebijakan telah sesuai dengan kebutuhan wilayah, pelaksanaannya belum tepat sasaran dan belum memadai dalam menjawab kompleksitas permasalahan pencemaran udara. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan strategi berbasis evidence-based policy, kolaborasi multipihak, dan mekanisme pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan kebijakan berjalan efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: Evaluasi Kebijakan, Polusi Udara, Tangerang Selatan, Lingkungan Berkelanjutan
Blue Economy-Based City Branding Strategy for Coastal Tourism in 3T Areas (Disadvantaged, Frontier, and Outermost) Sa'diyah El Adawiyah; Mawar; Joana Juanita Tuhumury; Abdul Rahman; Suci Lestari Handayani
Moneta : Journal of Economics and Finance Vol. 4 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/moneta.v4i2.1353

Abstract

Kupang Regency in East Nusa Tenggara (NTT) is categorized as a 3T region (Disadvantaged, Frontier, and Outermost) with substantial coastal tourism potential to support sustainable regional development. This study examines the implementation of blue economy based coastal tourism city branding in Kupang Regency using Kavaratzis’ (2004) city branding framework. The study employs a descriptive qualitative design, utilizing direct observation, in-depth interviews, and documentation. Data were collected through purposive sampling of ten key informants from relevant local government agencies, tourism related business actors, and community stakeholders. Semi structured interviews were conducted to explore branding strategies and implementation practices, and the data were analyzed using thematic coding techniques. Data credibility was ensured through triangulation of sources and methods, as well as member checking, while ethical considerations were addressed through informed consent and confidentiality assurance. The findings show that coastal tourism city branding in Kupang Regency is implemented through five interconnected stages: research, deliberation, consultation, action, and communication. The action stage is manifested in community-based ecotourism initiatives, infrastructure and accessibility improvements, and cross-sectoral stakeholder collaboration. These efforts align with the regional development vision of “Kupang Regency Towards Gold 2026” by integrating blue economy principles into coastal tourism development. This study contributes theoretically by contextualizing Kavaratzis’ city branding framework within a coastal tourism setting in 3T regions and practically by offering policy-relevant insights for sustainable tourism branding in resource-constrained areas.
Implementasi Kebijakan pada Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat di Indonesia Abdul Rahman; Daya Cipta Sukmajati; Mawar Mawar; Evi Satispi; Djoni Gunanto
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v9i2.14832

Abstract

This research aims to analyze the policy implementation of independent campus on the certified internship and independent study (MSIB) program in Indonesia, as well as examine the supporting and inhibiting factors. The method uses two mixed approaches, qualitative and quantitative. Meanwhile, the theory used is Van Meter & Van Horn model. The results of this study found that policy implementation of MSIB program in Indonesia relatively good in aspects of program objectives, economic, social, and political conditions, also the characteristics of implementing agencies. Meanwhile, other aspects such as standards, resources, communication enforcement activities inter-organizational, and the disposition of the implementers still need to be improved. The supporting factors in the policy implementation of an independent campus on the MSIB program in Indonesia among others: 1) Relevance of learning in the MSIB program in the industrial world; 2) Clarity of cost components; 3) Adequate support from the C level and the President of Indonesia. Meanwhile, the inhibiting factors among others: 1) There is no standardization of credit conversion; 2) Lack responsiveness of mentors; 3) Delay in disbursement of stipend; 4) Weak helpdesk accessibility; 5) Disparity of funding components; and 6) Support from Campus entities for programs that not yet optimal.
Efektivitas Pelayanan Program Keluarga Harapan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Ciputat Muhamad Refqi Salim; Dian Azmi Khadijah; Riani Djangkaru; Shofiyah Aulia; Abdul Rahman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2051

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang masih menjadi tantangan pembangunan sosial di Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan. Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bantuan sosial bersyarat yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kecamatan Ciputat, Kota Tanggerang Selatan. Metode yang digunakan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif tipe deskriptif dengan studi literatur yang bersumber dari dokumen kebijakan, laporan resmi pemerintah dan data statistik. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori Edward III yang mencakup dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, pelaksana dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan PKH di Ciputat secara umum telah berjalan efektif, khususnya dalam meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi keluarga penerima bantuan. Ketepatan waktu penyaluran sudah berjalan dengan baik menggunakan sistem non tunai. Namun masih ditemukan kendala berupa ketidaktepatan kendala berupa ketidaktepatan sasaran akibat dinamika data masyarakat perkotaan, keterbatasan kapasitas pendamping sosial, serta koordinasi lintas sktor yang belum optimal.
Evaluasi Program Digital Talent Scholarship dalam Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Muda di Era Digital Ade Hani Puspa Dewi; Fernanda Firrizqi; Velya Putrica Salsabila; Andrea Maharani; Abdul Rahman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Digital Talent Scholarship (DTS) dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda di Indonesia pada era digital. Program DTS merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah yang dirancang untuk menjawab tantangan defisit talenta digital nasional melalui penyediaan pelatihan keterampilan digital dasar hingga menengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang bersumber dari dokumen resmi pemerintah, artikel ilmiah, laporan kebijakan, serta penelitian terdahulu yang relevan dengan pengembangan kompetensi digital. Evaluasi program juga dilakukan dengan menggunakan Model Empat Level Kirkpatrick, yang mencakup reaksi peserta, capaian pembelajaran, perubahan perilaku, dan hasil akhir program. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Program DTS mampu meningkatkan literasi dan pengetahuan digital dasar peserta, namun efektivitas pelaksanaannya belum optimal pada setiap level evaluasi. Pada level reaksi, peserta belum sepenuhnya memperoleh pengalaman belajar yang memuaskan akibat keterbatasan kualitas penyampaian materi, interaksi instruktur, dan platform pembelajaran daring. Pada level pembelajaran, peningkatan kompetensi terjadi tetapi belum merata karena perbedaan latar belakang kemampuan peserta dan kurikulum yang masih bersifat umum. Pada level perilaku, penerapan keterampilan digital di lingkungan kerja masih terbatas akibat minimnya kesempatan praktik dan pendampingan pascapelatihan. Sementara itu, pada level hasil, dampak program terhadap pemenuhan kebutuhan talenta digital nasional dan peningkatan kualitas tenaga kerja secara makro belum terlihat signifikan. Penelitian ini menemukan bahwa program Digital Talent Scholarship (DTS) harus ditingkatkan dengan meningkatkan kurikulum berbasis kompetensi, meningkatkan kualitas instruktur, mengoptimalkan metode pembelajaran berbasis praktik, dan meningkatkan kolaborasi dengan industri dan pemerintah daerah. Dengan perbaikan ini, DTS diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan dalam mencetak tenaga kerja muda yang berbakat dan berdaya saing di era ekonomi saat ini.
Implementasi Kebijakan Bank Sampah sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan di Kota Tangerang Selatan Nadia Khoerotunnisa; Marsha Nara Andira; Resdyandi S Dinata; Reihan Ahmad Maulana; Abdul Rahman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2053

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan populasi dan aktivitas di perkotaan, masalah pengelolaan sampah menjadi masalah lingkungan yang semakin kompleks. Dalam pengelolaan sampah rumah tangga, Kota Tangerang Selatan menghadapi masalah yang signifikan, yang menyebabkan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terbatas dan juga meningkatkan tingkat kerentanan dari pencemaran lingkungan dan banjir. Program Bank Sampah berbasis partisipasi masyarakat merupakan bentuk kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah sebagai solusi dari mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kebijakan Bank Sampah diterapkan sebagai upaya pengelolaan lingkungan di Kota Tangerang Selatan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan data sekunder dari jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, laporan pemerintah, dan publikasi media yang relevan. Penelitian ini menggunakan model implementasi dari kebijakan George C. Edwards III. Model tersebut menyoroti empat faktor utama: komunikasi kebijakan, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kebijakan Bank Sampah di Kota Tangerang Selatan telah berjalan dengan baik dan telah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemilahan sampah dan memberikan nilai ekonomi dari sampah anorganik. Namun demikian, kekurangan sumber daya, partisipasi masyarakat yang tidak konsisten, insentif yang kurang bagi pengelola, dan sistem koordinasi antarlembaga yang tidak terintegrasi menyebabkan kebijakan tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, penelitian ini menyarankan peningkatan komunikasi kebijakan yang konsisten, peningkatan dukungan sumber daya dan keterampilan pengelola, dan peningkatan koordinasi birokrasi untuk mencapai pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui program Bank Sampah Kota Tangerang Selatan.
STRATEGI KAMPANYE CROWDFUNDING PERSUASIF LEMBAGA SOSIAL DALAM MELAKUKAN GERAKAN SOSIAL BERDERMA Winda Dwi Astuti Zebua; Syifa Astasia Utari; Abdul Rahman; Sucianty Ramadhanty
Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Perspektif Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pk.9.1.101-112

Abstract

This article aims to analyze the persuasive crowdfunding campaign strategies carried out by the social organization Ketimbang Ngemis Jakarta (KNJ) in the charitable social movement through Instagram. Grounded in Pope's (2023) theory, three key factors determine campaign success: communication strategy, credibility and transparency, and audience engagement. The research adopts a qualitative approach, utilizing in-depth interviews, online observation, and social media content analysis. Findings reveal KNJ's effective optimization of these factors. First, its communication strategy leverages visual content and emotional narratives (e.g., the story of Mr. Leo) to foster empathy and donor participation. Second, credibility and transparency are maintained through organizational legality, periodic reporting, and internal verification mechanisms for aid accuracy. Third, audience engagement is cultivated via two-way interactions, Instagram's interactive features, and public involvement in beneficiary recommendations. However, challenges such as donor fatigue and fraud risks persist. The study's outcomes offer a framework for other social organizations to optimize digital-era crowdfunding campaigns, emphasizing the synergy of emotionally compelling communication, robust credibility, and active audience participation.
Effectiveness of Jakarta Kini Application in Improving Information System for Public Services in 2024 Tri Wulandari; Alya Azzahraa Jashilka Zahlianti; Neysa Shabrina Riandini; Allina Ramadhina; Abdul Rahman
Public Policy : Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2025): Public Policy : Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik dan Bisnis
Publisher : Univiversitas Dr. Djar Wattiheluw

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the effectiveness of the Jakarta Kini (JAKI) application in improving Jakarta’s public service information system. Using a quantitative approach, data from 100 respondents were analyzed through validity, reliability, and regression tests in SPSS. Effectiveness was measured by five indicators from Campbell’s theory and four indicators from the public service information system framework. Results show that JAKI’s effectiveness significantly enhances public service information quality. The study highlights digital innovation’s role in improving service delivery, transparency, and user engagement, and offers practical recommendations for advancing JAKI and similar smart city applications.
Co-Authors Ade Hani Puspa Dewi Adinda Valentina Agustina Aini, Zahriatul Alan Kusuma, Andrean Aldira Lindawati Ali Izah Robbani Ali Noer Zaman Alifah Sulaihah Allina Ramadhina Alvianor, Muhammad Fizri Alya Azzahraa Jashilka Zahlianti Andrea Maharani Andrean Alan Kusuma Andriansyah Andriansyah Anggun Prasetya Anindya, Anindya Rianda Putri Ardian syah Atika Maharani Tasya Aulia Syafa Kurnia Aulia Wijayasita Cintya Febrianti Nuraini Daya Cipta Sukmajati Dendi Fatrah Ramadhan Devia Andiani Devia Andiani Dewi, Ika Prasetya Dian Azmi Khadijah Diana Azzahra Dicky Mulya Ramdhani Dini Gandini Purbaningrum Djoni Gunanto Dwiky Lucky Adiyasha Dwiky Lucky Adiyasha Dwinarko Evi Satispi Fahdiansyah Putra Fahdiansyah Putra Fatina Ardelia Fernanda Firrizqi Gilang Ramadhan Hamka Hanifa Arwanti Lubis Intan Setyaningrum Intan Setyaningrum Irdan Suwardana Yahya Itsnawati, Astrid Izzatusholekha Jannah, Syarifah Raihannatul Joana Juanita Tuhumury MARIA BINTANG Marsha Nara Andira Marsitadewi, Komang Ema Mawar Mawar Mawar Mawar Mawar, Mawar Meylinda, Anggita Miftah Anandini Misky, Kias Muhammad Al Misriandi, Misriandi Muhamad Refqi Salim Muhammad Sahrul Mulkan Habibi N. Oneng Nurul Bariyah Nadia Khoerotunnisa Nailaturrahmi Neysa Shabrina Riandini Nida Handayani Ningsih, Putri Ambarwati Listiya Nurul Hidayah, Tiara Puspita, Desy Putra , Fahdiansyah Putri Dewanti, Arinta Putri, Anindya Rianda Qumayratul Layliyah Rafian, Ziddane Rakha Fairuz Sakhi Ready Oktapriadi Reihan Ahmad Maulana Resdyandi S Dinata Retnowati Wahyuning Dyas Tuti Riani Djangkaru Sa'diyah El Adawiyah Salsabila, Mutiara Salsabila, Rey Saputro, Yudha Dwi Satispi, Evi Selviana Samudera Septi Wulandari Septiana, Shifa Shabrina, Heldiani Nur Shelda Adriana Taimaris Rogi Shelda Adriana Taimaris Rogi Shofiyah Aulia Sophia Al Haniva Suci Lestari Handayani Sucianty Ramadhanty Sundi, Venni Herli Sya'Bany, Raihan Raihan Nabil As Syifa Astasia Utari Syifa Astasia Utari Tasya Amalia Tasya Twinca Putri Taufiqurokhman Taufiqurokhman Teresa Irmina Nangameka Tiara Nurul Hidayah Tri Salwa Riyadi Tri Wulandari Uswatun Velya Putrica Salsabila Wahyuning Dyas Tuti, Retnowati Winda Dwi Astuti Zebua Winda Dwi Astuti Zebua Winda Dwiastuti Zebua Wisnu Hasanudin Wulan Sulistia Anjany Zahriatul Aini Zahriatul Aini zebua, winda dwi astuti