Claim Missing Document
Check
Articles

?????????? ????? ????? ?????? ?? ???? ???? ???? ???????? ????? ??????? ???????? ???????? Ade Rahman; Nasaruddin Nasaruddin; Nurul Zuhriyah; Rajais Rajais
Al-Af'idah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2023): September
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/al-afidah.v7i2.1973

Abstract

?? ??????????? ????? ????? ?????? ?? ?????? ????????? ?????? ?? ????? ????? ?????. ???? ??? ????? ??? ??? ??????????? ????? ????? ?????? ?? ?????? ????????? ?????? ???? ???? ???????? ????????. ?? ??? ?????? ?????? ?????? ???????? ???????. ?? ???? ??? ???????? ?? ???? ?????? ????? ??????? ???? ????????? ?? ????????? ???? ??????? ???????? ???. ???? ??? ????????? ??? ?????? ?????? ???????? ????? ??? ????? ????? ????????. ??? ??? ???????? ???????? ???????? ??????? ????. ??? ???????? ???? ?????? ?? ?????????? ????? ????? ?????? ?? ?????? ????????? ?????? ???? ???? ???????? ???????? ???? ??? ??? ???? ??? ????? ?? ???? ???? ???? ???????? ??????? ???????? ????? ??????? ?? ????? ??????? ???????. ???? ???? ?? ???? ??????? ???? ?????? ??? ???????? ???????? ????? ???????? ?????? ?????? ??? ????? ?? ??? ?????? ????? ?????? ?????????
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN 3 M DI TK NEGERI 09 RABADOMPU BARAT KOTA BIMA Heryati Heryati; Nasaruddin Nasaruddin; Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i1.2714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi efektivitas penggunaan pendekatan 3 M (Melukis, Membentuk, dan Merangkai) dalam pengembangan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini di TK Negeri 09 Rabadompu Barat, Kota Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain pre-test dan post-test control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (N = 30) dan kelompok kontrol (N = 30). Pengumpulan data dilakukan melalui tes observasi terstruktur sebelum dan setelah intervensi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t independent untuk membandingkan skor rata-rata pre-test dan post-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan motorik halus anak di kelompok eksperimen setelah intervensi 3 M, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini mendukung efektivitas pendekatan 3 M sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Implikasi praktis dari penelitian ini menyarankan penerapan pendekatan 3 M dalam kurikulum TK untuk memperkuat pengembangan keterampilan motorik halus anak secara holistik.
Analisis Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran PAI Di SMA Muhammadiyah Kota Bima Mayada Mayada; Luthfiyah Luthfiyah; Nasaruddin Nasaruddin
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 6 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i6.12014

Abstract

This study aims to analyze students’ activeness in Islamic Religious Education (PAI) learning at SMA Muhammadiyah Bima City using the Problem-Based Learning (PBL) model. The main focus is to obtain in-depth information regarding the level of students’ activeness in the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model. The research method used is qualitative with a descriptive-analytical approach. Qualitative research emphasizes the quality and meaning behind phenomena to describe the experiences of individuals or groups through documentation and personal analysis. The results of the study indicate a significant increase in students’ activeness after the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model. This is reflected in improved cooperation and group cohesion, the increased frequency of students expressing opinions and providing feedback, and their ability to complete tasks assigned by the teacher effectively. In addition, students become more courageous and confident when asking and answering questions. They are no longer hesitant to express their opinions or to provide responses to their peers during presentations. Based on the analysis and discussion, it can be concluded that the Problem-Based Learning (PBL) model can enhance students’ learning activities. This is evident from the improvement in students’ collaborative processes in identifying, formulating, and solving problems in groups, as well as their increased participation in giving opinions and successfully completing assigned tasks.
Canva AI Interactive Quizzes to Improve Participation in Formative Assessment of Islamic Jurisprudence: A Classroom Action Research Mutiah Farhaty; Luthfiyah Luthfiyah; Nasaruddin Nasaruddin
Journal of Islamic Education Students (JIES) Vol. 6 No. 1: May 2026
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jies.v6i1.16728

Abstract

Low student participation in formative assessment often occurs when assessment practices rely on conventional methods that are less engaging for digital-native learners. Integrating artificial intelligence–based learning media can create more interactive and motivating assessment environments. This study aims to examine the effectiveness of Canva AI interactive quizzes in improving student participation and cognitive learning outcomes in Islamic Jurisprudence (Fikih). This research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles involving 78 students. Data were collected through classroom observation, learning outcome tests, and documentation of assessment activities. The results indicate a substantial increase in students’ participation and learning outcomes after the implementation of Canva AI quizzes. Quantitatively, the average score improved from 52.56% in the pre-test of Cycle I to 88.21% in the post-test of Cycle I, achieving 100% classical mastery. In Cycle II, the average score increased further to 89.36, with more students achieving perfect scores. Qualitative observations also show that the intervention successfully transformed previously passive learners into active participants during formative assessment activities. These findings suggest that Canva AI interactive quizzes serve as an effective strategy to enhance participation and engagement in Fikih learning assessments. Therefore, the integration of AI-based tools in classroom assessment is recommended to support more interactive and student-centered learning in the digital era.
PENDIDIKAN ETIKA MORAL DALAM PERSPEKTIF IBNU MISKAWAIH: : Telaah Atas kitab Tahzib al-Akhlak Fathurrahman Fathurrahman; Nasaruddin Nasaruddin
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.1106

Abstract

Tulisan ini bertujuan menelaah konsep dan praktek pendidikan akhlak yang terdapat dalam kitab Tahzib al-Akhlak karya seorang filosof Muslim Ibnu Miskawaih. Ibnu Miskawaih merupakan tokoh utama yang memusatkan kajiannya tentang etika dengan pendekatan filosofis. Upayanya meramu ajaran syariat Islam dengan teori-teori filsafat etika Yunani, Persia dan pengalaman hidup, menjadikan konsep etikanya sangat kaya dan dinamis untuk berbagai waktu dan tempat. Etika Ibnu Miskawaih didasarkan pada pentinya pemahaman tentang konsep jiwa/nafs sebagai unsur utama dalam diri manusia dalam pembentuk moral. Baginya, meskipun manusia diciptakan dengan karakter tertentu, karakter tersebut dapat diubah melalui pendidikan dan pembiasaan yang baik. Tujuan dari pendidikan akhlak ini adalah tercapainya kebahagiaan sempurna (al-sa’adah). Paradigma etika moral Ibnu Miskawaih dikenal dengan istilah doktrin jalan tengah (al-wasathan) yaitu sebuah posisi harmoni, moderat karena berada pada posisi tengah antara dua kutub ekstrim. Pendidikan etika ini mulai diajarkan dan dilatih pada anak sejak anak mulai mengenal rasa malu dengan metode dan materi yang dirancang untuk memperoleh keutamaan akhlak
METODE PENGAJARAN DALAM PERSPEKTIF Al-QURAN (TINJAUAN Q.S. AN-NAHL AYAT 125) Nasaruddin Nasaruddin; Fathani Mubarak
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1190

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam merupakan sumber rujukan paling utama, tentunya di dalam al-Qur’an juga memuat nila-nilai pendidikan dan metode pengajaran untuk memberikan kemudahan kepada pengajar dan peserta didik. Tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan dan mengkaji Metode pengajaran dalam perspektif al-Quran (tinjaun QS. An-Nahl ayat 125). Dan dapat memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan, baik itu untuk para pembaca terlebih husus bagi para pendidik dan kaum cendikiawan. Metodelogi penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian kepustakaan (library research). atau studi teks yakni pengumpulan data dapat dilakukan melalui pencarian literatur ilmiah secara sistematis pada artikel-artikel, buku-buku, dan dokumen yang membahas secara signifikan dan memiliki keterkaitan dengan tema penelitian. Metode pengajaran dalam QS. An-nahal ayat 125 yakni metode hikmah (perkataan yang bijak), metode mau’idhzah hasanah (nasehat yang baik), dan metode jidal (debat).
”Tafsir Ayat-Ayat Kemasyarakatan” Implementasi Nilai-Nilai Kemanusiaan dalam Kehidupan Modern Moh. Safrudin; Nasaruddin Nasaruddin; Ihwan Ihwan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1851

Abstract

Tafsir ayat-ayat kemasyarakatan dalam Al-Quran menjadi semakin relevan dalam konteks kehidupan modern yang kompleks. Artikel ini membahas pentingnya pendekatan tafsir ayat-ayat kemasyarakatan sebagai sarana untuk mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Al-Quran ke dalam kehidupan sehari-hari. Melalui metode analisis kualitatif, artikel ini mengidentifikasi ayat-ayat Al-Quran yang berhubungan dengan interaksi sosial, tanggung jawab kolektif, dan kepedulian terhadap sesama. Artikel ini juga menyoroti urgensi nilai-nilai kemanusiaan tersebut dalam menanggapi tantangan kompleks seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan krisis lingkungan. Dengan memahami makna ayat-ayat kemasyarakatan secara komprehensif, masyarakat modern dapat mengadaptasi dan mengaplikasikan prinsip-prinsip universal dari Al-Quran untuk membentuk masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan berempati. Hasil dari penelitian ini memberikan kontribusi berarti dalam pengembangan studi tafsir dan pemikiran Islam kontemporer. Selain itu, artikel ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana Al-Quran dapat menjadi sumber inspirasi bagi solusi sosial dan kemanusiaan dalam tantangan-tantangan global yang dihadapi umat manusia pada era modern ini.
ETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL MELALUI PRINSIP 3A (KAJIAN SURAH AN-NAHL AYAT 125) Nasaruddin Nasaruddin; Abdul Munir; Abdussahid Abdussahid; Fathani Mubarak
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2274

Abstract

Artikel ini difokuskan untuk membahas tentang etika komunikasi di media sosial melalui prinsip 3A yang berlandaskan pada QS. An-Nahl ayat 125 yang dapat diterapkan dalam bermedia sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan jenis penelitian library research. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi di media sosial perlu untuk menerapkan dan menggunakan prinsip 3A, yakni: Al-Hikmah yang artinya kebijaksanaan, dalam hal ini kita ajarkan untuk bijaksana dalam berkomunikasi dalam artian kita bisa bijak dalam memberikan arahan atau berkomentar, tetapi harus melihat kondisi dan situasi. Al-Wal Mauidhatil Khasanah artinnya Nasehat yang baik, Wajadilhum Bil Lati Hiya Ahsan yang artinya berdebat dengan cara yang baik, mengajarkan kita untuk berdebat dengan munggunakan raut wajah yah ramah, perkataan yang baik serta lemah lembut dalam bertutur kata.
DAMPAK JUDI ONLINE DIKALANGAN MASYARAKAT MODERN (Tinjauan QS. Al-Ma'idah: 90-91) Nasaruddin Nasaruddin; Moh. Safrudin; Eka Fitriah Nurjadin; Gufran Gufran
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i2.3444

Abstract

Judi online telah menjadi fenomena yang meresahkan di kalangan masyarakat modern, mengakibsatkan berbagai dampak negatif baik secara individu maupun sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak judi online dari perspektif Al-Qur'an, khususnya merujuk pada QS. Al-Ma'idah ayat 90-91. Ayat ini dengan tegas melarang perjudian dan minuman keras sebagai perbuatan setan yang membawa keburukan. Kajian ini menyoroti dampak ekonomi, psikologis, dan sosial dari judi online, termasuk kerugian finansial, kecanduan, serta kerusakan moral dan etika individu. Di sisi ekonomi, judi online sering menyebabkan kerugian besar dan utang yang menghancurkan stabilitas finansial keluarga. Dampak psikologis meliputi stres, kecemasan, dan depresi akibat kecanduan judi. Secara sosial, judi online merusak hubungan keluarga dan komunitas, meningkatkan kriminalitas, dan menurunkan produktivitas masyarakat. Artikel ini juga membahas solusi dan langkah-langkah preventif yang dapat diambil berdasarkan ajaran Islam, seperti pendidikan agama, pembinaan moral, dan peran aktif lembaga keagamaan dalam memberikan penyuluhan dan pendampingan. Kesimpulannya, judi online merupakan ancaman serius yang harus ditangani dengan pendekatan holistik, mengintegrasikan nilai-nilai moral dan etika Islam untuk membangun masyarakat yang lebih sehat dan harmonis serta lebih efektif dalam mengatasi masalah judi online dan dampak negatifnya.
REFORMULASI PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER MENANGKAL IDEOLOGI TAKFIRI Fathurrahman Fathurrahman; Nasaruddin Nasaruddin; Tuti Herawati
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4456

Abstract

Mentalitas radikal ini adalah cara berpikir bahwa hanya golongannya sendirilah yang benar. Dari mentalitas inilah muncul apa yang disebut dengan ideologi takfiri. Sebuah struktur mental yang telah terbentuk dalam pandangan dan keyakinan bahwa pemahaman dan tindakan pengkafiran yang mereka lakukan terhadap kelompok lain yang tidak sepandangan dengan mereka merupakan sesuatu yang benar dan sesuai dengan ajaran agama yang murni. Faham ini memposisikan umat lain sebagai sesat dan harus dibasmi termasuk dengan menggunakan pendekatan kekerasan. Implikasi dari pendekatan ini sangat berpotensi merusak keutuhan bangsa. Pendidikan agama memiliki peran sentral dalam membentuk cara pandang setiap peserta didik dalam memahami dan mengamalkan agama yang penuh dengan kedamaian bukan permusuhan, kedengkian serta kekerasan. Dibutuhkan formulasi pendidikan Islam yang dapat menangkal penyebaran idologi ini bagi generasi muda. Dengan perspektif interdisiplin, multidisiplin dan transdisiplin dibutuhkan pendidikan Islam yang melibatkan pengetahuan bayani, irfani dan burhani sebagai scientific skill dan humanistis thougt dengan menjadi pengetahuan irfani sebagai corak keberagamaan yang intersubjektif untuk menjembatani corak keberagamaan yang objektif dan subjektif.
Co-Authors Abdul Munir Abdus Sahid Abdussahid Abdussahid Adam Adam Ade Nurfadillah Ade Rahman Agus Salam Ahmad Ahmad Ahmad Audar Ali Ridho Alifah Muthmainnah Alimudin Alimudin Amma Ainun Andriani Andriani Arif Sofyandi Arisandi , Bustomi Azhar Azhar Bustomi Arisandi Cucu Cahyati Desi Anggriani Ditya Fajrianti Eila Mawar Fitria Eka Fitria Nurjadid Eka Fitriah Nurjadin Eka Uswatun Hasanah Evi Fatimatur Rusydiyah Fathani Mubarak Fathani Mubarak FATHUR ROHMAN Fathurrahman Fathurrahman Fathurrahman Fathurrahman Fitriani Fitriani Fuaddudin Fuaddudin Gufran Hanik Yuni Alfiyah Heryati Heryati Ihlas, Ihlas Ihwan Ihwan Ikhsan Maulana Ilham Ilham Ilham Ilham Ilham Ilham Ilham Inang Ismail Ismail Iwansyah Iwansyah Jasman Jasman Kaharuddin Kaharuddin Klis Dianti Kusaeri Lalu Muttaqin Lalu Shalihin Muttaqin Luh Putu Ratna Sundari Luthfiyah Luthfiyah Mahiratin Mahiratin Masita Masita Mayada Mayada Mayada Mega Oktaviany Moh. Safrudin Moh. Safrudin Muhammad Andi Mutiah Farhaty Nurdiniawati Nurdiniawati Nurdiniawati Nurdiniawati Nurinsa safitriani Nurma Nurma Nurul Zuhriyah Rafiuddin Rafiuddin Rajais Rajais Rati Puspitasari Reka Purnama Riska Amanda Khatimah Rudy Sumiharsono Ruslan Ruslan Ruslan Ruslan Ruslan Ruslan Rustam Rustam Sagaf, Umar Saifuddin Saifuddin Sakdiyah, Halimatus Salaini Salmin Salmin Sri Jamilah Sri Wahyunti Sukiani Syahrul Ramadhan Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Tuti Herawati Wahyudin Wahyudin Wahyuningsi Yani Yeni Arnaningsih Zaini Tamin AR